P. 1
Perilaku Individu

Perilaku Individu

|Views: 5,741|Likes:
Published by famino

More info:

Published by: famino on Nov 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2015

pdf

text

original

Menurut Stephen P. Robbins (1996) kelompok adalah dua individu atau lebih
yang berinteraksi dan saling bergantung, saling bergabung untuk mencapai sasaran
tertentu. Kelompok terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
1.Kelompok formal

Yaitu seuatu kelompok kerja yang ditantai oleh struktur organisasi, sehingga
perilaku anggota kelompok sebaiknya diarahkan terhadap pencapaian tujuan
organisasi. Kelompok ini terdiri dari :
a.Kelompok komando, yaitu kelompok yang ditentukan oleh bagan organisasi.
Kelompok ini tersusun atas bawahan-bawahan yang melapor langsung kepada
manajer tertentu.
b.Kelompok tugas, juga ditetapkan secara organisasional, mewakili mereka yang
bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan suatu tugas pekerjaan.
Perbedaan antar kelompok komando dengan kelompok tugas :
a.Kelompok tugas tidak terbatas kepada atasan hirarki langsungnya. Kelompok
tugas ini dapat melintasi hubungan komando.
b.Semua kelompok komando adalah juga kelompok tugas, tetapi karena
kelompok tugas dapat memotong/menyilang organisasi, maka belum tentu
kelompok tugas itu suatu kelompok komando.

2.Kelompok informal
Yaitu kelompok yang atau tidak terstruktur secara formal atau tidak ditetapkan secara
organisasi; muncul sebagai tanggapan terhadap kebutuhan akan kontak sosial.
Kelompok informal meliputi :
a.Kelompok kepentingan
Yaitu mereka/sekelompok orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai
suatu sasaran khusus yang menjadi kepedulian dari setiap orang ini.
b.Kelompok persahabatan
Yaitu suatu kelompok dimana anggota-anggota individu mempunyai satu atau
beberapa karakteristik yang bersamaan.

Tahap – Tahap Perkembangan Kelompok
(Model lima tahap perkembangan kelompok)

Menurut para ahli sosiologi (Gibson CS., 2000), dilihat dari perkembangannya,
kelompok memiliki tahapan-tahapan perkembangan sebagai berikut :
1.Tahap Pembentukan (Forming)
Tahap pertama dalam perkembangan kelompok dengan ciri banyaknya
ketidakpastian mengenai : maksud, struktur, dan kepemimpinan kelompok.tahap ini
berakhir pada saat para anggota mulai berfikir, bahwa mereka merupakan bagian dari
suatu kelompok.

26

2.Tahap Keributan (Storming)
Ditandai oleh adanya konflik di dalam kelompok. Anggota menerima secara
baik eksistensi kelompok, tetapi melawan kendala-kendala yang dikenakan oleh
kelompok terhadap individualitas. Tahap ini berakhir bila terdapat suatu hirarki yang
relatif lebih jelas dari kepemimpinan di dalam kelompok.
3.Tahap Penormaan (Norming)
Ditandai oleh berkembangnya hubungan karib, dan kelompok memperagakan
kekohesifannya. Tahap ini selesai jika struktur kelompok telah kokoh dan kelompok
telah menyerap perangkat pengharapan dari apa yang telah didefinisikan oleh perilaku
anggota yang benar.
4.Tahap Pelaksanaan (Performing)
Ditandai oleh struktur yang telah sepenuhnya berfungsi dan diterima dengan
baik. Energi kelompok telah bergeser dari mencoba mengerti dan memahami satu
sama lain ke pelaksanaan tugas di masa yang akan datang
5.Tahap Penundaan (Adjourning)
Pada tahap ini kelompok mempersiapkan pembubaran. Kinerja tugas yang
tinggi tidak lagi menjadi prioritas puncak kelompok yang berada pada tahap ke 5 ini.

Beberapa alasan mengapa orang bergabung di dalam kelompok :
1.Keamanan, dengan bergabung dalam kelompok individu dapat mengurangi
ketidakamanan dan merasa lebih kuat.
2.Status, tercakup dalam suatu kelompok yang dipandang penting oleh orang lain,
akan memberikan pengakuan terhadap status bagi para anggota.
3.Penghargaan diri, disamping mengangkat status kepada anggota kelompok,
keanggotaan dapat memberikan perasaan berharga yang meningkat kepada
anggota kelompok itu.
4.Pertalian, orang-orang menikmati interaksi teratur yang mengiringi keangotaan
keompok. Bagi banyak orang, interaksi di tempat kerja merupakan sumber utama
untuk memenuhi individu akan pertalian.
5.Kekuasaan, apa yang tidak dapat dicapai secara individu sering menjadi mungkin
lewat menjadi tindakan kelompok.
6.Prestasi baik, pada tugas tertentu diperlukan lebih dari 1 orang dalam
penyelesaiannya, ada kebutuhan untuk mengumpulkan bakat, dan kekuatan agar
suatu pekerjaan terselesaikan.

Hal – hal yang ada dalam organisasi meliputi

1.Strategi organisasi, mengikhtisarkan tujuan-tujuan organisasi dan cara untuk
mencapai tujuan tersebut.
2.Struktur otoritas, mendefinisikan siapa melapor pada siapa, siapa mengambil
keputusan, dan keputusan apakah yang individu atau kelompok diberi kuasa
untuk mengambilnya.
3.Peraturan formal, organisasi menciptakan aturan, prosedur, kebijakan, dan
ragam lainnya dari peraturan untuk membakukan perilaku karyawannya.

27

4.Sumber daya organisasi, ada atau tidak adanya sumber daya akan berpengaruh
terhadap perilaku kelompok itu. Seperti : uang, waktu, bahan mentah dan
sebagainya.
5.Proses seleksi personil, kriteria yang dipergunakan dalam proses seleksi akan
menentukan macam – macam orang yang akan ditempatkan dalam kelompok
kerjanya.
6.Evaluasi kinerja dan sistem ganjaran, perilaku anggota-anggota kelompok
akan dipengaruhi oleh bagaimana organisasi itu mengevaluasi kinerja atau
perilaku mana yang akan diganjar.
7.Budaya organisasi, anggota kelompok harus menerima secara baik standar
yang tersirat dalam budaya dominan organisasi jika mereka ingin tetap berada
dalam kedudukan yang baik.
8.Adegan kerja fisik, berkaitan dengan tata letak fisik tempat karyawan bekerja,
karena hal ini akan mempengaruhi perliaku.

Struktur Kelompok

Beberapa variabel strukturan dalam kelompok, antara lain sebagai berikut :
1.Kepemimpinan formal, hampir setiap kelompok kerja mempunyai seorang
pemimpin formal. Pemimpin ini memainkan peranan penting dalam
keberhasilan.
2.Peran (Rule), adalah seperangkat pola perilaku yang diharapkan dikaitkan
kepada seseorang yang menduduki suatu posisi tertentu dalam suatu satuan
sosial. Ada beberapa jenis peran :
a.Peran identitas, adalah sikap dan perilaku tertentu yang konsisten dengan
suatu peran. Misalnya seseorang yang jabatannya berubah, maka harus
dengan cepat dapat mengubah peran pada posisi yang baru itu.
b.Presepsi peran, pandangan seorang individu mengenai bagaimana
harusnya ia bertindak dalam situasi tertentu.
c.Pengharapan peran, yaitu bagaimana orang lain meyakini seseorang
seharusnya bertindak dalam situasi tertentu.
d.Konflik peran, yaitu bila seorang individu dihadapka pada pengharapan
peran yang berlebihan. Misal seorang wanita karir yang dihadapkan pada
kondisi yang menuntut peran sebagai ibu.
3.Norma, adalah standar perilaku yang dapat diterima dengan baik, yang
digunakan bersama oleh anggota kelompok. Sejauh ini norma dalam
organisasi bersifat informal.
4.Status, yaitu posisi

28

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->