P. 1
Daya Dukung Pondasi Dangkal

Daya Dukung Pondasi Dangkal

|Views: 5,251|Likes:
Published by heri

More info:

Published by: heri on Nov 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2014

pdf

text

original

10

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

Bab 2

Daya Dukung Fundasi Dangkal

2.1 KAPASITAS DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

2.1.1. U MUM

Didalam teknik pondasi terdapat bermacam-macam cara untuk menghitung besarnya kapasitas daya dukung tanah pondasi dangkal, yang dapat disebut pionir dan paling terkenal dikemukakan oleh Terzaghi (1943), kemudian disusuloleh peneliti lainnya seperti :

Meyerhof, Hansen, Bala dan lain-lainnya.

Didalam lingkup penulisan buku ini, analisa kapasitas daya dukung tanah pondasi dangkal

diterangkan terbatas pada tiga peneliti saja yaitu :

Terzaghi Meyerhof dan Hansen

2.1.2. KAPASITAS DAYA DUKUNG TERZAGHI

2.1.2.1. Anggapan dan dasar teori yang dipakai Terzaghi

a. Menghilangkan tahanan geser tanah diatas bidang horizontal yang melewati dasar pondasi.

b. Menggantikan butir a dengan seolah-olah ada beban sebesar q = y n,

c. membagi distribusi tegangan dibawah pondasi menjadi tiga bagian (lihat Gbr. 2.1).

d. Tanah adalah homogen dan isotropic, kekuatan geser direpresentasikan oleh persamaan Coulomb ;

y=cr+stan0

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

11

e. Oasar pondasi menerus, kasar dan penyelesaian permasalahan adalah dua dimensi.

f. Zone elastis dibatasi oleh bidang lurus bersudut f3 = !IS dengan horizontal, sedangkan zone plastis termobilisasi.

g. Total tekanan pasif P terdiri dari tiga komponen pembentuk, dimana masingp

masing dapat dihitung sendiri-sendiri, kemudian ketiga komponen tersebut

ditambahkan meskipun permukaan kritis masing-masing komponen tidak sarna.

2.1.2.2. Analisis Terzaghi

Sebetulnya analisis kapasitas daya dukung Terzaghi merupakan perkembangan dari analisis kapasitas daya dukung Prandti (1920), yang menganggap bahwa tanah adalah plastik ideal (berdasarkan teori plastisitas).

Menurut Terzaghi suatu pondasi dangkal ditentukan dari :

Df::; B

................................... (2.1)

dimana,

Of: kedalaman pondasi dangkal dari permukaan tanah. B : lebar pondasi

_--I _----- I

-- I

-- /

, ,

~~" ,/

... ,,'

. ..... "."

~~--- ----'ZOIlt fe9Qon

MII)'erhot

Gambar 2.1a Zone tegangan Terzaghi

Dari Gbr. 2. la, dapat dilihat bahwa beban yang bekerja pada tanah mengakibatkan pembagian zone tegangan dalam :

zone I

Sepasang Zone II Sepasang Zone III

12

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

Apabila bagian bawah pondasi mulai akan turun, maka :

Zone I

Zone yang lang sung dibawah pondasi dicegah untuk bergerak lateral oleh gaya friksi dan adhesi antara tanah dan dasar pondasi. Jadi boleh dikatakan zone I tetap dalam keadaan keseimbangan elastis, dan bekerja sebagai bag ian dari pondasi.

Batasnya adalah ab dan ac yang dianggap suatu bidang permukaan datar dengan sudut yang dibuat dengan bidang horizontal LP = L<j>

(Gbr. 2 ib).

Zone II

Disebut zone dari geser radial, karena pada zone ini terbentuk dari satu set gayagaya geser radial dengan ujung dari dasar pondasi sebagai titik pusat spirallogaritma yang membentuk gaya geser radial tadi. (Pada Gbr. 2.1. zone yang dibatasi acd).

Zone III

Disebut zone dari gaya geser linear, batas dari zone III ini dengan horizontal besrsudut 45.0° - ~ 12. Pada Gbr. 2.1, adalah zone yang dibatasi oleh bidahg cde. Seperti yang diterangkan dalam anggapan/dasar teori maka bidang tegangan adalah bidang longsor yang hanya sampai daerah ec. Hal ini mengakibatkan tegangan geser diatas bidang horizontal tidak ada dan diganti dengan beban sebesar q = yDf"

Akibat beban ini maka pondasi cenderung untuk mendorong segi trga ABC kebawah dengan pergerakan lateral (lateral Displacement) dari zone I dan zone II.·

Pergerakan lateral ini akan ditahan oleh gaya-gaya yang bekerja pada bidang ab dan ac.

Gaya-gaya tersebut adalah :

a. resultante dari tekanan pasif P. dan p

b. total kohesi yang bekerja sepanjang bidang ab dan ac

yang terdiri dari :

- gaya kohesi c x ab

- gaya kohesi c x ac

.............. (2.2a) .............. (2.2b)

Apabila dianggap bidang ab dan ac memotong bidang horizontal dengan L~, maka tekanan pasif P bekerja tegak lurus.

p

Tepat sebelum runtuh, keseimbangan gaya vertikal terjadi dengan gaya-gaya sebagai berikut :

gaya-gaya kebawah.

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

13

1. Beban = qult . B = qf • B

1

2. Berat segi tiga gaya = -- y Bi tan 0

2

.

liZ to,il q>

Gambar 2.1 b Zone I dari zone keruntuhan Terzaghi

Luas zone I = B x -.L x ..1!..- tan 0 2 2

Berat zone = Yt X luas zone I

1

= - y B2 tan 0

4

gaya-gaya ke atas,

1. Adalah resultante tekanan pasif Pp pada bidang ab dan ac.

2. Komponenen vertikal gaya kohesi yang bekrja pada bidang ab dan ac

Panjang ab = panjang ac = B12

cos 0

Sehingga komponen vertikal dari gaya kohesi pada bidng ab dan ac adalah =

B/2. B

c SIll 0 = C - tan 0

cos 0 2

Persamaan keseimbangan menjadi ;

1 B

q 1 B + -- y B2 tan 0 = 2 P + 2 - c tan 0

ut 4 P 2

14

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

atau,

1

qult B = 2 Pp + B e tan jIi - - Y B2 tan jIi •.••••...•••••••••••••.••••••.••••.••.••••.•.••.. (2.3)

4

Menurut Terzaghi sebetulnya total tekanan pasif Pp dapat dibagi dalam tiga komponen :

1. P Y Yaitu total tekanan aktif yang diproduksi oleh shear zone (daerah geser)

p

a.e.e.d.

3. P

pq

Yaitu total tekanan pasif yang diproduksi oleh kohesi tanah. Yaitu total tekanan pasif yang diproduksi oleh muatan

2. P

pc

Apabila tiga komponen pembentuk total tekanan pasif Pp ini dihitung secara terpisah maka :

qUltB = 2(Ppy + Ppc + Ppq) + Be tan jIi - 114 yB2 tan jIi (2.4)

qultB = (2Ppy - 114 yB2 tan jIi) + (2P pc + Be tan e) + 2P pq (2.5)

Apabila diambil :

2.P py - 114 yB tan jIi = B x 112 yBNy 2.P + Be tan jIi = B x eN

pc c

2.P = B x yDf N

py q

1····································(2.6)

Maka persamaan (2.5) menjadi :

quit = eNe + yD~q + 0.5 yBNy (2.17)

Persamaan (2.7) menjadi persamaan untuk pondasi menerus (eontinous footing). Untuk bentuk pondasi lainnya persamaan (2.7) dapat dilihat pada tabel 2.1

Tabel 2.1 Kapasitas Daya Dukung Terzaghi

Tipe pondasi

Kapasitas daya dukung

Menerus

quIt = eNc + qNq + 0.5 ByNy )

quit = 1.3 eNc + q~4 + 0.4 ByNy (2.7)

quIt = 1.3 eNc + qNq + 0.3 ByNy

Empat persegi panjang Lingkaran

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

15

dimana,

q = yDf = effective overburden pressure

Nc ,N ,Ny: faktor-faktor kapasitas daya dukung Terzaghi q

dimana,

Nq=-------

a

(O.751t - f/J/2) tan f/J

=e

Ny = _ta_n2 _f/J j_K_PY_ - 1 1 cos2f/J

.......................................................... (2.8)

/

Dari tabel 2.1 N, N , Ny disebut faktor kapasitas daya dukung Terzaghi (Terzaghi

c q

bearing capacity factors) yang merupakan fungsi sudut geser dalam (fungsi '(e) )

Harga Nc' Nq, Ny Terzaghi bisa didapat dari :

a. Analitis; Dengan memasukan harga Lf/J tanah pada persamaan (2.8).

b. Tabel, dapat dilihat pada tabe1 2.2

c. Grafis, dapat dilihat pada Gbr. (2.2). Perlu diperhatikan pada cara grafis untuk Lf/J = 0 harga N, = 5.4, Nq = 1 dan Ny = 0

Pada Gbr. (2.2) tanda aksen menandakan untuk keadaan local shear failure.

16 BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL
Tabel (2.2) Faktor Kapasitas Daya Dukung Terzaghi
0, deg N N N7 K
l q py
0 5.7+ 1.0 10.8
5 7.3 1.6 0.5 12.2
10 9.6 2.7 1.2 14.7
15 12.9 4.4 2.5 18.6
20 17.7 7.4 5.0 25.0
25 25.1 12.7 9.7 35.0
30 37.2 22.5 19.7 52.0
34 52.6 36.5 35.0
35 57.8 41.4 42.4 82.0
40 95.7 81.3 100.4 141.0
45 172.3 173.3 297.5 298.0
48 258.3 287.9 780.1
50 347.5 415.1 1153.2 800.0
+ 15.1t + 1 20

:-- --...w.1 )«'1'<; , ! I j" I ..r.-:-;- t
I I 11"'.~ ~QI !"VI ~ ~l I I I I
I I I I i "').".1 ~ \1 IV I I I I
I I J I : I 1"\1 \ I\.~. ~'ll "'~5. lOp 240 j I
I I I I , i f\. v "I \ ( I I l I I
I I I I I I : ,\ I'll l. I II I I
~I I I I , I ~i \ I I I ! IJ
,
I I I I I I I ! I , I I I I I I I
ZO .. 0 .... ..., eo eo 10

2.1.3. Kapasitas Daya Dukung Meyerhof 2.1.3.1. Umum

Dari persamaan (2.7) dapat dilihat bahwa analisis kapasitas daya dukung Terzaghi hanya dipengaruhi faktor bentuk pondasi disamping faktor sifat-sifat tanah.

Oleh Meyerhof faktor-faktor yang berpegaruh, disamping faktor sifat-sifat tanah dan bentuk pondasi itu, ditambah dengan faktor kedalaman pondasi dan faktor pembebanan.

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

17

Dibedakan kapasitas daya dukung pondasi dangkal akibat beban vertikal dan akibat berinklinasi. Sehingga kapsitas daya dukung, Meyerhof ditinjau dari faktor yang berpengaruh pada analisis kapasitas daya dukung, lebih lengkap dibandingkan dengan cara Terzaghi.

2.1.3.2. Analisa Meyerhof

Perbedaan zone tegangan yang terjadi dibandingkan dengan cara Terzaghi, maka pada

Meyerhof adalah : (lihat Gbr. 2.la dan Gbr. 2.3).

abc merupakan zone elastis.

abd merupakn zone geser radial (radial shear zone).

Zone diatas ab'd' merupakan gabungan zone geser dari geser radial dan geser bidang (plane shear). Terjadinya zone ini tergantung dari kedalaman pondasi dan dari kekasaran dari permukaan pondasi.

Gambar 2.3. Mobilisasi Zone tegangan pada cara menyerhof.

Untuk mempermudah analisis, Meyerhof mengintroduksi parameter E, yaitu sudut untuk menentukan garis bf dimana bf adalah bidang kelengsoran yang terjadi pada permukaan tanah. LE akan bertambah dengan kedalaman dan mendekati 90° pada pondasi dalam.

Pengaruh dari resultan tanah bgf diberikan oleh gaya normal P.o dan gaya tangensial So yang bekerja sepanjang bidang bf.

Bidang bf biasa disebut aquivalent free surface.

Sedang gaya P.o dan S.o disebut aquivalent free surface streses

Parameter E, Po dan So disebut parameter kedalaman pondasi dari Meyerhof. Dengan anggapan tadi Meyerhof menurunkan persamaan ;

quit = eNc + PoNq + 0.5 yBNy (2.9)

18

FOR SMOorH BASE USE. xe , NQ AND N2r121
I I I I I I . NV
! I I I I I VNh
I I ·t I I I· 1I.lV'NC
I I 1 I I / ./ I
i I I I I I ! /J?
I I I I I WI
I
! I I I // ~I
I . 1~0~ I I I
I 1-' 1/,1/ I I
~I I V Y I I I .
p- I .~ I i.> / I I
!~ V' tli /1 -I I I
I .",
vr .y I I ,.. z

1

G' %

en II: o to <I I/.

o

10

ANGLE OF INTERNAL FRICTION e

Gambar 2.4 Faktor kapasitas daya dukung meyerhof

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

Faktor-faktor bentuk kedalaman dan inklinasi didalam menggunakan persamaan Meyerhof, (2/9) dapat dilihat pada tabel 2.4 berikut ini.

Tabel 2.4 faktor kedalaman dan inclinasi

Factor

Value For

Shape

Dept:

Inclination :

s, = 1 + 0.2 Kp f

S = s = 1 + O.lK .B,

c p L

Sc = S, = 1

D = 1 + 0.2 rK., D

p p B

de ~ a, = 1 + 0.1 -v x, ~

de = d, = 1

. - I - ( 1 _ ~ )2

Ip - c - 900

i = ( 1 _ RO'2

p ~

i, = 0

Any 0 o > 10° 0=0 Any 0 0> 10 0=0 Any 0 0>0 0=0

Where x, = 1.2n2 (45 + 0/2) 25 on Fig 4.2

o = angle of resultant messured irom vetical without a sign B, L D = previously den oed

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

19

2.1.4. Kapasitas Daya Dukung Hansen 2.1.4.1. U mum

Analisis day a dukung Hansen dibandingkan dengan Tarzaghi dan Mayerhof adalah yang terlengkap. Faktor-faktor lain yang tidak diperhitungkan oleh Terzaghi dan Mayerhof adalah pengaruh permukaan tanah gI (ground factors). Dan pengaruh inklinasi dasar pondasi b. (base factors).

Didalam mengambil faktor-faktor yang berpengaruh pada Analisis kapasitas daya dukung, Hansen mengkombinasikan hasil yang diperolehnya sendiri dengan para peneliti lain seperti; De Beer (1970) dan Vesic (1973)

2.1.4.2. Analisis Hansen

Zone tegangan yang terjadi dibawah pondasi dangkal akibat pembebanan dimobilisasi serupa seperti yang diuraikan oleh Terzaghi (lihat Gbr. 2.1c). Dengan memasukkan semua faktor-faktor yang mempengaruhi analisa kapasitas daya dukung, oleh Hansen diajukan suatu persamaan umum untuk menghitung kapasitas daya dukung tanah sebagai berikut :

Untuk tanah berbutir halus, L ~ = O. Persamaan (2.11) menjadi,

quIt = 5.14 Su (1 + s'c + d'c - i'c - b'c - g'c) + q (2.12)

dimana,

N ,N ,N = faktor kapasitas daya dukung

e q y

S e ' Sq , S =
y
d e ' dq , d, =
1 c ' iq , iy =
ge ' gq , gy =
be ' bq , by = faktor bentuk pondasi, tanda aksen khusus untuk tanah kohesif

faktor kedalaman pondasi, tanda aksen khusus untuk tanah kohesif

faktor inklinasi pembebanan, tanda aksen khusus untuk tanah kohesif

faktor kemiringan permukaan tnah, tanda aksen khusus untuk tanah kohesif

faktor inklinasi dasar pondasi, tanda aksen khusus untuk tanah kohesif

c = cohesi

20 BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

su = kekuatan geser tanah kohesif didapat dari hasil percobaan U. U Triaxial atau hasil unconfined compressive strength test

s = c = qP
u u u
y = berat isi tanah
B = dimensi pondasi
q = yD f = L. y,h, effective over burden pressure Pada persamaan (2.11) dan (2.12) dari hansen, 'harga N, N dan N, berbeda dengan

• c q y

Terzaghi biarpun mobilisasi tegangan dibawah pondasi serupa dengan Terzaghi.

Harga N dan N serupa dengan N dan N Meyerhof, (lihat persamaan 2.10 dan tabel 2.3

c q c q .

0), sedangkan harga N, menggunakan persamaan berikut :

Ny= 1.5 (Nq-1) tan ~ (2.13)

Faktor-faktor bentuk pondasi, kedalaman pondasi, inklinasi pembebanan, kemiringan permukaan dan inklinasi dasar pondasi dapat dilihat pada tabel ~.5 berikut ini.

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

..

Tabel 2.5 faktor-faktor pengaruh untuk fundasi dangkal menurut Hansen at au Vesic

=

f

II .....

-e=

Q. f

s

: ~ 1..-

os: +

... ...

II II

"".,'" ~~

'"

Q

II

+

~

= 'iii

I

.. =

s

'" +

...

-.:r

Q I ... II

II

..,'

S 11

E

is

11

E

+

E ~

11

.-~

s

II

.-~

."

, .'~

I..:. .. ~~ -.... "

~- .'

' /"

21

._;-

11

11

Et

II

::

!i

= o N

.;:

o -=

e

.E

22

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

2.2. PENGARUH MUKA AIR TANAH

2.2.1. Umum

Kapasitas daya dukung berkurang dengan adanya muka air tanah yang tinggi. Hal ini disebabkan karena berkurangnya overburden pressures dan rusaknya ikatan kohesi didalam struktur tanah dengan adanya air tersebut.

Didalam penggunaan persamaan kapasitas daya dukung Terzaghi keberadaan muka air tanah dihubungkan dengan dimensi atau lebar pondasi B.

2.2.2 Pengaruh Muka Air Tanah Pada Kapasitas Daya Dukung

Letak muka air tanah (m.a.t) didalam perhitungan kapasitas daya dukung berpengaruh untuk penentuan besaran berat isi 'Y. Besaran 'Y yang digunakan dapat berupa 'Y total, 'Y terendam sepenuhnya = yb atau 'Y yang merupakan transisi dari yb dan 'Y total.

Dengan memperhatikan letak muka air tanah dibedakan : (lihat Gambar 4.1)

I~ _

.-
. -- ~"(' .
.-
! ~
,.
z
1 I ~
e r
)
.. - 17 2
I •

Of

w(-

Gambar 4.1. Pengaruh muka air tanah

Derah Z > B

w

Muka air tanah jika berada pada daerah ini tidak berpengaruh pada penggunaan persamaan untuk menghitung kapasitas daya dukung.

Didalam perhitungan digunakan :

'Y = 'Yt = 'Ym .. ····· .

......................................... (4.1)

Daerah Z s B

w

Jika muka air tanah pada daerah ini, gunakan persamaan kapasitas day a dukung dengan:

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

23

y = Yb + (ZjB) (Yt-Yb) (4.2)

dimana: Yb = Y - Y w Daerah Zw s 0

Untuk kasus ini, gunakan persamaan kapasitas daya dukung dengan :

Y = yb (4.3)

dimana, Zw =

Y yb

=

kedalam muka air tanah dari dasar pondasi yt = ym = berat isi tanah

Y - yw = Y terendam = Y efektif

=

Untuk keperluan praktis, para perencana pada umumnya menggunakan Y = yb untuk lapis tanah yang terletak dibawah muka air tanah.

Contoh penggunaan cara praktis dengan persamaan Terzaghi (2.7), untuk pondasi menerus sebagai berikut :

Untuk Zw > B,

quit = CNc + yD~q + 0.5 yBNy (2.7)

L L-..;.. sifat tanah dibawah pondasi sifat tanah diatas pondasi

dimana,

N ,N ,Ny = dicari dari f(~) dimana L. ~ adalah sudut geser dalam, lang sung

c q

dibawah pondasi

c = kohesi dibawah dasar pondasi

y = untuk harga y yang dibawah pondasi, tidak menggunakan harga Yb = Y = Y - 't;

Harga y tetap, karen a harga Zw > B

q = yDf = Y disini adalah y diatas pondasi. Apabila tanah diatas pondasi berlapislapis maka :

q - ~n 'V D dimana i = banyak lapis - 1=1 I, ,

I I j

Jika Zw s B maka,

Persamaan (2.7) menjadi persamaan berikut :

quit = CNc + yD~q + 0.5 yBNy (4.4)

24

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

dimana, y = yb = y - yw, adalah harga y' dibawah pondasi notasi yang lain, mempunyai arti yang sarna.

Jika Z :::; 0 maka,

w

Misal untuk muka air tanah dimana Zw berjarak a dari dasar pondasi, persamaan (2.7) menjadi persaman berikut :

quIt = eNc + {,,((Df - a) + (y - yw)a } Nq + 0.5(y - yw)BNy (4.5)

T

sifat tanah

sifat tanah

diatas pondasi

dibawah pondasi

dimana,

y = y - 't; = Yb

notasi yang lain, mempunyai arti yang sarna

2.3. TEGANGAN KONTAK

2.3.1. Umum

Tegangan kontak yang bekerja dibawah pondasi akibat beban struktur diatasnya (upper structure load) diberi nama tegangan kontak (contact pressure).

Menghitung tegangan kontak memakai persamaan (6.1) sbb. :

o = _Q __ ±M_x_. x __ ~y .; _y : (6.1).

A Iy

Ix

dimana, o =
Q =
Mx,My =
x,y = tegangan kontak beban aksial total

(kg/cm2 atau ton/m2) (ton)

momen total sejajar respektif terhadap sumbu x

dan sumbu y

............. (ton m)

jarak dari titik berat pondsi ketitik dimana tegangan kontak dihitung sepanjang respektif sumbu x dan

sumbu y

(m)

IX,Iy = momen inersia respektif terhadap sumbu x dan sumbu

y

............. (m)

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

25

Dari persamaan (6.1) apabila yang bekerja adalah beban aksial saja dan tepat pada titik beratnya maka persamaan (6.1) menjadi persamaan (6.2) yaitu (lihat Gambar 6.1) ) :

Q

a = -- (6.2)

A

dimana,A = luas bidang pondasi

Gambar 6.1. tegangan kontak akibat beban aksial

Pengertian tegangan kontak ini akan sangat berguna terutama didalam penentuan faktor keamanan S.F (safety factor).

Secara umum faktor keamanan didefinisikan sebagai berikut :

KAPASITAS KAPASITAS DAYA DUKUNG

S.F = = (6.3)

BEBAN

TEGANGAN KONTAK

Kapasitas daya dukung dihitung didasarkan atas sifat-sifat tanah dan dimensi pondasi.

Sedangkan tegangan kontak dihitung didasarkan beban struktur diatas pondasi. (upper structure load) dan dimensi pondasi.

Hubungan an tara keduanya dinyatakan dalam bentuk faktor keamanan diman :

S.F = 1, artinya tegangan kontak sama' dengan kapasitas daya dukung (bearing capacity). Lapis tanah tepat dalam seimbang menerima beban.

S.F > 1, artinya tegangan kontak lebih kecil dari mobilisasi kapasitas daya dukung.

Lapis tanah dapat menerima beban.

S.F < 1, artinya tegangan kontak lebih besar dari mobilisasi kapasitas daya dukung.

Lapis tanah tidak dapat menerima beban.

26

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

Kapasitas daya dukung yang digunakan biasanya kapasitas daya dukung ultimate, tetapi apabila dikehendaki S.F lebih konservatif, kapasitas daya dukung yang digunakan adalah kapasitas daya dukung izin (allowable bearing capacity).

Pengertian S.F tidak hanya dihubungkan dengan tegangan kontak saja, tetapi dapat dengan arti lain (lihat bab 8).

CONTOH SOAL 1

Diketahui: Pondasi tampak ukuran 2.5om x 2.50m seperti terlihat pada gambar. (6.2) dengan ultimate bearing capacity 18 tonlm2.

I

..

J

gambar 6.2 Pondasi tapak

Soal (1) Gambar diagram tegangan kontak

(2) S.F kapasitas daya dukung ultimate (bearing capacity ultimate)

Jawab

(1) tegangan kontak

Q

cr=--±---±--A

I

x

beban kolom sentris terhadap titik berat pondasi MX = O,MY = 0 Q = beban aksial total yang bekerja pada dasar pondasi

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

27

Q = 20 + 2.50 x 2.50 x 0.3 x 2.4 + 0.45 x 0.45 x 1.20 x 2.4

I

berat betori' pondasi berat ti'l{ng kolom

+ { (2.50 x 2.50) - (0.45 x 0.45) } x 1.20 x 1.6

berat talh

Q = 20 + 4.5 O. 583 + 11.6122 = 36. 6942 ton

Q 36.6942

(J = -- = ---- = 5. 871 ton/m?

A 2.5 x 2.5

Gambar 6.3 diagram tegangan akibat beban terpusat q (2) S.F = 18/5. 871 = 3. 066

CONTOH SOAL 2

Soal seperti pada gambar (6.4) dengan kapasitas daya dukung izin (allowable bearing capacity) = 20 tonlm2

(1) Buat diagram bidang kontak

(2) Hitung momen dengan gaya lintang pada pot A-A

(3) Hitung S.F terhadap gelincir (sliding) kalau koeffisien gesekan dari dasar pondasi dan tanah = 0,4

(4) Hitung S.F terhadap guling (overturning)

Diketahui

Soal

28

Jawab:

(1) diagram bidang kontak

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

I I

I J

f

j

Y A

••

i !

J I

J •

1 1 ~

_ I J

-I- --04hlll ~-:....I- --

- I

t I J

t •

...... "IiCl'll.'tI !

I !

-- - 2."-

... -

• 6.4

.. • .• 0. "1

londls. pond •• t •• rt. p •• beb&Q&Qfty&

Gambar. 6.4 Kondisi pondasi serta pembebanannya

Q = 25 + 2.50 x 2.50 x 0.30 x 2.4 + 0.45 x 0.45 x 1.70 x 2.4 + { (2.50 x 2. 50) - (0.45 x 0.45) } x {1.50 x 0,30) x 1.60

Q = 25 + 4.5 + 0.8262 + 11..6112 = 41.94 ton

41.94 2 x 2 . 250/2 M .Y

y

<1= ± ±----

2.50 x 2.50 1112 x 2.50 x (2.50)3 Ix

Ix

---- = 0, karena M = 0 y

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

29

o == 6.77 ± 1.536 ton/m?

o k == 6.77 + 1.536 = 8.306 ton/m/

anan

o ki . = 6.77 - 1.536 = 5.234 ton/mIn

r

I I
-
---
-
---...'-.
- T

1

5.234 IOn

8.306 fon

1

Gbr. 65. diagram tegangan bidang kontak

(2) Momen gaya lintang pada potongan A.A

I

I .~

, I.A~

il27:i':I/

2.~m

1.260ton

Gbr. 6.6 Potongan melintang A-A dengan keadaan diagram tegangan kontak

30

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

DE

dari Gbr. (6.6) -- = DF

EH

FG

DF = 8.306 - 5.234 = 3.072 ton/m?

Untuk

EH = 2.50/2 - 0.4512 = 1. 025 m FG = 2.50 m

3.072 x 1.025

DE = ------- = 1.260 ton/m?

2.50

EI = 8.306 - 1.26 = 7.046 ton/m?

Gaya lintang pada pot A. A,

V AA = 1.025 x 2.50 x 7.046 + 1.025 x 2.50 x 112 x 1.260

V AA = 18.055 + 1.614 = 19.67 ton

Momen pada pot A-A,

MAA = 18.055 x 1.025/2 + 1.614 x 2/3 x 1.025 MAA = 9.253 + 1.103 = 10.356 ton m

(3) S.F terhadap gelincir

gaya .1 total x koef. gesekan antara dasar pon dengan tanah

S.F gel = ----------------------

L = gaya horizontal

41.94 x 0.4

S.F ge1incir = ------ = 8.388

2

(4) S.F

terhadap guling

Lihat Gbr. (6,4( dengan mengambi1 L M terhadap titik K,

momen yang melawan guling

25 . 1.25

S.F = ----------- = ----- = 7.813

momen guling

2.2

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

31

CONTOR SOAL 3

Diketahui

Soal seperti Gbr. (6.7) dengan allowble bearing capacity = 20 tonlm2

Soal

(1) Diagram bidang kontak

(2) S,f terhadap overturning (guling)

Jawab:

(1) Diagram tegangan kontak

I

1 ~ T t"

1 I I

.... , , ..

I 1.1-

f L...-.-_: I

~----------~I----------~~

y I

.... !------ffi--- - --I-~" J

I

I

-,

Gbr. 6.7 Fundasi dengan sistem pembebanannya

Q

cr = -- ± ---- ± ----

A

M.x

x

M.Y

y

I

y

I

y

(20 + 25)

(1.5 . 2 + 15) . 412

cr = ---- ± -------- + 0 = (3.75 ± 2.25) ton/m'

3 x 4

1112 . 3 . (4)3

32 BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

o k = 3.75 + 2.25 = 6 ton/rtf }

anan o terjadi < 20 ton/m'

o kiri = 3.75 - 2.25 = 1.5 ton/m-

In

(2) S.F terhadap guling

momen yang melawan guling (20 + 25) x 2 90

S.F = = = - = 2

momen guling 1.5 x 2 + 15 45

2.3.2. Tegangan Kontak Negatif

H-r----

o

Gbr. 6.8 Tegangan kontak negatif

Ada kalanya tegangan kontak yang terjadi berharga negatif, hal ini terjadi bila pada pondasi bekerja moment yang cukup besar, sehingga mengakibatkan tegangan tarik pada tanah. Seperti diketahui tanah tidak bisa me nahan tarik, sehingga pemecahannya mengganti diagram tegangan kontak seperti pada Gbr. (6.8) dan mendapatkan besaran-besaran q dan d berdasarkan persamaan keseimbangan.

Lihat Gbr. (6.8)

LV = 0 (gaya arah ke atas berharga positif)

(q/2) . dL - P - W = 0 (1)

IMc = 0 (moment searah jarum jam berharga positif)

M + H.S - (q/2) . d . L . (X - d/3 = 0 (2)

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

33

Bilangan anu yang tidak diketahui adalah q dan d

Dua anu dengan dua persamaan, maka besaran q dan d dapat dicari.

CaNTOR SOAL

Diketahui Soal

Suatu pondasi tapak dengan dimensi 2.50 x 3.00 m seperti terlihat pada gambar. Buat diagram kontaknya.

Jawab:

'I.e; brYJ
~ .. ,.- ~
• I 1.t.
I
I "r"1
J- ~F J.1JlJ "..,
I

~ ., 1

11-

I

1

• j

----J:il---- - ~

4-' !~S"M

I •

: I

~----~I~----~-1

i: ·

Gbr. 6.9 Sistem fundasi dengan pembebanannya

A

I I

y x

Q

M.X M.Y

x y

O"---± ±---

34

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

25 + 15

(10. 2 + 30) . 3/2

a = ---- ± ------- + 0

2.50 x 3

2.50 x (3)

12

a = 5.333 ± 13.333

(tonlm2)

a maks = 5.333 + 13.333 = 18.67 }

Jadi a mempunyai harga negatif

a . = 5.333 - 13.333 = -8

min

Harga a negatif tidak boleh, berarti harus dicari a yang tidak menimbulkan tarik. dari persamaan keseimbangan :

I .........-
I
'r
I t
, 1.:1_
I
I Ie f lOt ••

""

~I. J
r f 1
• I J
I
I O~.1. t J
: Q"lidll•
I ,. Gbr. 6.10 Diagram tegangan setelah disesuaikan

LV = 0,

(ql2) . d . L - P - W = 0

(q/2) x 2.50 = 40 (1)

_. ---------------

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

3S

IMc = 0, M + (H) (S) - (q/2) (d) (L) (X - d/3) = 0 30 + 10 . 2 - qd/2 x 2.50 (150 - d/3) = 0

50 - 40 (1.50 - d/3) = 0 50 - 60 + 40/3 d = 0 40/30 d = 10 40 d = 30

d = 0.75 m

masuk 0),

q. 0.75/2 x 2.50 = 40 0.9375 q = 40

q = 42.67

36

BAB 2 DAYA DUKUNG FUNDASI DANGKAL

KAPASITS DAYA DUKUNG BERDASARKAN CPT DAN SPT

Tujuan Instruksional Umum

Setelah membaca/mengikuti kuliah bab ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami dan mengerti tentang :

1), Kapasitas Daya Dukung Tanah Berdasarkan Data CPT dan SPT

Tujuan Instruksional Khusus

I), Mahasiswa dapat menghitung kapasitas daya dukung berdasarkan data CPT

2), Mahasiswa dapat menghitung kapasitas daya dukung berdasarkan data SPT

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->