P. 1
Kumpulan Khutbah Jum'at Tanjung Bersinar

Kumpulan Khutbah Jum'at Tanjung Bersinar

1.0

|Views: 5,169|Likes:
Published by Aserani Kurdi, S.Pd
Buku yang memuat kumpulan khutbah jum'at bertemakan BERSINAR sebuah semboyan Kabupaten Tabalong.
Buku yang memuat kumpulan khutbah jum'at bertemakan BERSINAR sebuah semboyan Kabupaten Tabalong.

More info:

Published by: Aserani Kurdi, S.Pd on Nov 19, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2013

pdf

text

original

Drs.H.

Birhasani
Aserani Kurdi, S.Pd






KUMPULAN
KHUTBAH JUM’AT
TANJUNG BERSINAR



Cetakan Pertama
Tahun 1424 H / 2003 M
I

Judul :
Ε∈πϑ⇔↓ΕΧχ…
Kumpulan Khutbah Jum’at
Tanjung Bersinar


Penyusun :
Drs.H.Birhasani
Aserani Kurdi, S.Pd


Pengetikan/Desain/Lay out :
ROLISA Computer
Jln. Mabuun Indah II No. 34 RT.4 Mabuun Raya Tanjung
Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan


Pencetak/Setting/Penerbit :
Percetakan CV.PD. SARI MURNI II
Jln. H.M.Syarkawi No.5 (depan terminal baru)
Barabai HST. Kalimantan Selatan
Telp./Pax.(0517) 41272-43152

Cetakan ke :
I / 1424 H - 2003 M




ii
Hak Cipta dilindungi oleh Undang-undang




2

lhamdulillah, atas izin dan karunia Allah SWT.
dapatlah naskah buku ini diselesaikan kendati
mungkin di sana sini masih banyak terdapat ke-
kurangan.

Buku Kumpulan Khutbah Jum’at “TANJUNG BERSI-
NAR” ini kami susun dalam rangka memenuhi permintaan bebe-
rapa Pengurus Masjid di Kabupaten Tabalong yang sangat mem-
butuhkan buku kumpulan khutbah sebagai bahan dalam kegiatan
ibadah Jum’at. Disamping itu, buku ini kami susun sebagai
ungkapan rasa syukur sekaligus sebagai sumbangsih kami selaku
warga Tabalong didalam ikut serta membangun Bumi Saraba
Kawa ini, terutama dari sudut pembangunan mental spiritual,
melalui moment Hari Jadi nya yang ke 37 sejak kelahiran-
nya 1 Desember 1965.

Terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya
tidak lupa kami sampaikan kepada :
- Bapak Drs.H.Noor Aidi (Bupati Tabalong) atas izin, dukungan
dan perkenannya memberikan kata sambutan, sehingga buku
ini dapat dicetak dan menjadi perhatian yang positif dalam
masyarakat;
- KH. Abdullah Sabiq (Ketua MUI Kabupaten Tabalong), yang
iii
telah berkenan menelaah dan memberikan koreksi perbaikan
serta menyampaikan sambutan tertulis terhadap buku ini,
sehingga kehadirannya nanti ke tengah-tengah masyarakat akan
lebih berbobot dan berwibawa;
- Bapak H.C. Sugiarto, S.E (Pimpinan BRI Cabang Tanjung),
Bapak Hairullah dan Bapak Iswan (Karyawan PT.Adaro
Indonesia), Bapak Drs.Hidwar Ahmadi (Kabag Humas Pemkab
Tabalong) dan Bapak Ir.H.Edy Suwignyo. (Pimp. Al-Kautsar
Service Mabuun) yang dengan tulus ikhlas telah banyak mem-
bantu dan selalu siap membantu dalam setiap penerbitan karya
tulis yang kami susun, teriring doa semoga amal baik Bapak
menjadi amal jariah yang selalu mengalir tak pernah henti.

Buku Kumpulan Khutbah Jum’at “TANJUNG BERSI-
NAR” ini memuat 17 judul teks khutbah dengan tema BERSINAR
yakni tentang Kebersihan dan Kesehatan sebanyak 5 judul; Kein-
dahan, Kenyamanan, Keamanan dan Keramahtamahan masing-
masing sebanyak 3 judul.

Segala dukungan dan partisipasi semua pihak, baik moril
maupun materiil demi suksesnya penerbitan buku ini, sebelum
dan sesudahnya kami haturkan banyak terimakasih.

Akhirnya, tegur sapa dari para pemerhati buku ini untuk
perbaikan di masa yang akan datang, selalu kami nantikan. Se-
moga Allah SWT. selalu mencurahkan rahmat dan berkat-Nya
kepada mereka yang peduli terhadap agama-Nya dan terhadap
sesamanya.
Tanjung, 17 Dzulqa’idah 1423 H
20 Januari 2003 M
Penyusun,
Drs.H.Birhasani
Aserani Kurdi, S.Pd
iv
A













embangunan Daerah merupakan usaha peningkat-
an kualitas manusia dan masyarakat yang dilaku-
kan secara berkelanjutan berdasarkan kemampuan
daerah dengan mengacu kepada strategi dan arah kebijakan pem-
bangunan yang telah ditentukan secara mandiri. Untuk itu dalam
pelaksanaannya memerlukan dukungan yang luas dan terpadu
dari berbagai elemen yang ada, dalam rangka bersama-sama
membangun tatanan kehidupan masyarakat untuk mewujudkan
kemajuan di segala bidang.

Sumberdaya manusia merupakan aspek yang paling pen-
ting dalam proses pembangunan daerah, karena ia merupakan ak-
tor utama yang sangat menentukan. Seiring dengan ini, saya me-
nyambut gembira dan mendukung sepenuhnya atas inisiatif dan
kreatifitas saudara Drs.H.Birhasani dan Aserani Kurdi, S.Pd
yang telah menyusun sebuah buku Kumpulan Khutbah Jum’at
“TANJUNG BERSINAR” yang memuat pesan-pesan keagamaan
dikaitkan dengan semboyan “BERSINAR”, semboyannya masya-
rakat saraba kawa.
v

Saya yakin, kehadiran buku ini di tengah-tengah masya-
rakat cukup membantu dalam percepatan pembangunan di Ka-
bupaten Tabalong terutama dari aspek pembangunan mental spi-
ritual. Oleh karena itu, saya berharap kiranya buku ini dapat
didistribusikan kepada masyarakat Tabalong, terutama kepada
pengurus-pengurus masjid, para khatib, da’i dan guru-guru
agama untuk dijadikan sebagai bahan referensi sekaligus peleng-
kap khazanah pustaka Islam.

Semoga Allah selalu mencurahkan rahmat dan kasih sa-
yang-Nya serta memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita
semua, sehingga tugas mulia untuk membangun daerah yang
sama-sama kita cintai ini mendapat kemudahan dan kelapangan.



Tanjung, 15 Januari 2003

Bupati Tabalong,



DRS.H.NOOR AIDI









vi

P













σϖπ⇔°∈⇔↓″ℵ ãΠπΛ⇔↓ θϖ≡Ρ⇔↓σπ≡Ρ⇔↓ã↓θΤ±
⁄°ϖΧ⇓⎣↓√Ρ⊗♣⎛ν⊂ ⇒ζΤ⇔↓™ ≥ζΞ⇔↓™
Π∈±°⇑↓ σϖ∈π÷♣ τΧΛ∅™ τ⇔∞⎛ν⊂™ σϖνℜΡπ⇔↓™


gama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Mu-
hammad SAW. adalah rahmat bagi semesta alam
(rahmatan lil ‘alamiin). Kata rahmat mencakup
makna yang amat luas. Dari kata ini dapat dipahami bahwa,
kebersihan adalah rahmat, kesehatan adalah rahmat, keindahan
adalah rahmat, kenyamanan dan keamanan adalah rahmat serta
keramahtamahan pun juga merupakan rahmat.

Pada sisi lain, agama Islam adalah sumber motivasi da-
lam berbagai segi kehidupan agar manusia selalu meningkat
vii
kualitas hidupnya. Oleh karena itu tepat sekali upaya yang dila-
kukan oleh saudara Drs.H.Birhasani dan Aserani Kurdi, S.Pd da-
lam menyusun sebuah buku yang diberinya judul Kumpulan
Khutbah Jum’at TANJUNG BERSINAR, untuk memberikan pe-
mahaman yang mendalam kepada ummat Islam akan arti penting-
nya kebersihan, kesehatan, keindahan, kenyamanan, keamanan
dan keramahtamahan dalam kehidupan beragama dan bermasya-
rakat dalam konteks ingin menjadikan kota Tanjung dan sekitar-
nya menjadi kota yang bersih, indah, nyaman dan aman serta
keramahtamahan masyarakatnya.

Kiranya buku ini dapat dijadikan sebagai salah satu sum-
ber rujukan bagi para khatib di dalam melaksanakan tugasnya.
Kepada penyusun buku ini saya ucapkan selamat dan terimakasih
karena saudara telah melakukan sesuatu yang terbaik bagi agama
Allah dan membantu program MUI dalam pembinaan ummat.



Tanjung, 14 Dzulqa’idah 1423 H
17 Januari 2003 M

Ketua MUI Tabalong,



KH.ABDULLAH SABIQ





viii

A





KATA PENGANTAR iii
SAMBUTAN TERTULIS BUPATI TABALONG v
SAMBUTAN TERTULIS KETUA MUI TABALONG vii
DAFTAR ISI ix
1. Islam dan Kebersihan 1
2. Memelihara Kebersihan Diri dan Lingkungan 9
3. Kebersihan Pangkal Kesehatan 17
4. Hidup Sehat Cara Rasulullah SAW. 24
5. Memelihara Kesehatan Jiwa 33
6. Allah Suka Keindahan 44
7. Ilmu, Seni dan Agama 53
8. Tafakkur Di balik Keindahan Alam 62
9. Meraih Kehidupan Yang Nyaman dan Tenteram 69
10. Ciptakan Kenyamanan Dalam Kehidupan Rumah Tangga 80
11. Syukur dan Sabar Adalah Kunci Kenyamanan Hidup 88
12. Tauhid dan Keamanan Diri 97
13. Mau Aman? Kembalilah Kepada Allah 106
14. Sampan Kecil Di tengah Samudera nan Luas 116
15. Indahnya Ramah Tamah 125
16. Jauhi Kesombongan 132
17. Mawas Diri adalah Pondasi Keramahtamahan 145
BAHAN RUJUKAN 155
DAFTAR RALAT 162




ix





Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

¶zœc³¼ ¹´Ä˜c³¼ ¶v°o³ ãv°o«[
a\ÏÀ~µ¯¼ \´³[y¼zƒµ¯ã\^w½˜³¼
−¬ŒÃµ¯¼ ¹«−Œ¯ØŸã[Åv¸Ãµ¯ \´«\°—[
²[v¸ƒ[¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ ¹«Áu\·ØŸ
Ŭ— °¬~¼−‡°¸¬«[ ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯
°¸˜_bµ¯¼ ¹_o‡¼¹«[Ŭ—¼ v°o¯\³vÀ~
v˜^\¯[ »¯\Ĥ«[¯½ÃÅ«[²\oÊ^
ã[½¤c^Á³¼ °¨À‡¼[ ã[u\_—\ÄŸ
×[ µb½°b×¼ ¹b\¤b¥o ã[[½¤b[¼
²½°¬¯ °c³[¼

Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
1
1
lhamdulillah, pada siang ini, kita diperkenankan
oleh Allah SWT. untuk bisa berkumpul, di maje-
lis yang mulia ini, guna bersama-sama menunai-
kan tugas mingguan kita, melaksanakan serangkaian ibadah
Jum’at.


Muslimin Rahimakumullah.

Sebuah ungkapan lama, masih terngiang di telinga kita.
Ungkapan itu berbunyi, “Kebersihan adalah pangkal kesehatan”.
Ungkapan ini sudah lama berkumandang, sejak kita masih anak-
anak, terus bergema, hingga ketika kita menginjak dewasa, bah-
kan sampai ke usia senja, ke usia manula.

Kebersihan, memang merupakan syarat mutlak bagi ter-
wujudnya kesehatan. Dan kesehatan itu sendiri merupakan kunci
utama menuju hidup bahagia.

Mengingat betapa pentingnya makna kebersihan ini,
sehingga Islam menempatkannya kepada posisi setingkat dengan
iman, sebagaimana yang diungkapkan oleh beberapa hadits
Rasulullah, diantaranya :
ª½£\¸¬ŒŸ[ »_˜ƒ²½c~¼™Œ^²\°ÃÛ[
¥Ãz‘«[µ—ÂwÙ[»\¯É\·\³u[¼ã[×ɹ«[ß

“Iman itu memiliki lebih dari 60 cabang. Seutama-utama iman
adalah LAA ILAAHA ILLA ALLAH dan serendah-rendah iman
adalah MEMBUANG KOTORAN YANG ADA DI JALAN RAYA”
(HR.Bukhari).
2
²\°ÃÛ[µ¯»Ÿ\•´«[

“Kebersihan itu bagian daripada iman” (HR.Ad-Dailami)

²\°ÃÛ[z‘ƒy½¸‘«[

“Kebersihan itu adalah separuh daripada iman” (HR.. Muslim).


Kaum Muslimin Sidang Jum’at yang berbahagia.

Ajaran kebersihan memang merupakan sesuatu yang
esensial dalam Islam, bahkan ia menempati posisi yang penting
dalam setiap kegiatan ritual keagamaan, seperti shalat umpama-
nya.

Seorang Muslim yang taat beribadah, atas dorongan
imannya yang kuat, tentu ia akan bangun dan selalu bangun
sebelum matahari terbit. Tak dihiraukannya ocehan syetan yang
selalu mengganggu. Ia lawan rasa ngantuk yang berat. Ia tantang
dinginnya cuaca subuh. Ia basuh ke dua tangannya, berkumur-
kumur dan selanjutnya ia ambil air wudlu, kemudian melakukan
shalat subuh.


Muslimin Rahimakumullah.

Dalam melakukan shalat, seorang Muslim diwajibkan
berwudlu, karena wudlu merupakan syarat bagi syahnya shalat.
Dengan berwudlu, insyaAllah seluruh anggota badan, terutama
3
A
bagian yang paling banyak terpakai dan paling banyak bergerak
dalam aktivitas sehari-hari, akan selalu bersih dan sehat. Dengan
menghirup air ke hidung, berguna untuk membersihkan hidung
dari kotoran yang dapat mengeruhkan atau mengganggu perna-
pasan.

Dengan membasuh muka dapat menghilangkan segala
noda berupa debu, bekas keringat dan sebagainya. Dengan mem-
basuh tangan, gunanya agar tangan tetap senantiasa bersih. De-
mikian seterusnya. Pendeknya, dengan adanya kewajiban shalat
lima waktu, dapat menjadi jaminan bagi terpeliharanya kebersih-
an badan jasmani, melalui wudlu dan kebersihan pakaian serta
lingkungan sekitar lokasi shalat.

Dari satu sisi tinjauan kebersihan dalam ajaran shalat di
atas, kiranya sudah dapat mewakili betapa agama Islam memberi-
kan prioritas pada masalah kebersihan, sebagai wujud nyata dari
kegiatan sanitasi atau kesehatan dan keindahan lingkungan.


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Ummat Islam menurut Allah, adalah ummat terbaik,
“Khaira Ummatin”, yang tentunya dituntut tanggung jawab un-
tuk menjadi teladan, terutama di dalam pembudayaan hidup
bersih.

Hidup bersih hendaknya menjadi sikap hidup yang mem-
budaya bagi seluruh ummat Islam, terutama ummat Islam yang
ada di kawasan Tabalong. Kiranya sudah waktunya, jika mulai
hari ini kita terapkan budaya hidup bersih dalam segala segi ke-
hidupan, baik pembudayaan pola hidup bersih di lingkungan ke-
luarga, di tempat ibadah, di lokasi kerja, di sekolah-sekolah,
4

madrasah, pondok pesantren, di pusat perbelanjaan atau pasar,
maupun di lingkungan masyarakat pada umumnya.

Rasulullah SAW. Sangat menganjurkan agar kita selalu
menjaga kebersihan. Sebab orang yang mengabaikan atau tidak
memperdulikan akan pentingnya kebersihan, kata Rasulullah, ia
tidak akan masuk sorga. Perhatikanlah sabda beliau :

Å«\˜bã[²ÊŸ °c˜‘c~[\¯−¨^[½•´b
»´k«[−rvõ«¼ »Ÿ\•´«[Ŭ—¯Ø~Û[Å´^
¡Ä•³−§×É

“Jagalah kebersihan dengan segala usaha yang dapat kamu la-
kukan. Sesungguhnya Allah menegakkan Islam di atas prinsip-
prinsip kebersihan. Dan tak akan memasuki Sorga, kecuali
orang-orang yang memelihara kebersihan” (HR. Ath-Thabrani).


Muslimin Rahimakumullah.

Sebagian besar masalah kesehatan yang diderita manusia,
muncul sebagai akibat adanya pencemaran lingkungan hidup.

Menurut pendekatan ekologik dikatakan bahwa pence-
maran lingkungan itu tidak hanya terbatas pada pengotoran air,
udara, tanah, dengan bahan kimiawi atau biologis, tetapi juga
adanya pencemaran lingkungan sosial, berupa amoral, kebejatan,
kemungkaran dan sebagainya.
5

Masalah pencemaran lingkungan yang paling besar dan
yang sudah lama diketahui, adalah pencemaran air dan tanah,
baik oleh kotoran manusia, maupun pencemaran akibat limbah
atau sampah.

Berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga pada
tahun 1996, disebutkan bahwa penyebab kematian utama di In-
donesia antara lain dikarenakan penyakit muntaber, diare, typhus,
liver, paru-paru dan radang pernapasan. Penyakit lainnya adalah
demam berdarah, yang telah menyebar hampir ke seluruh propin-
si di Indonesia.

Penyakit-penyakit tersebut di atas, sangat erat hubungan-
nya dengan kondisi air bersih, pembuangan kotoran, pembuangan
air limbah keluarga, pembuangan sampah dan prilaku masyarakat
dalam bidang kesehatan lingkungan.

Oleh karenanya, lewat mimbar yang mulia ini, kami
menghimbau, marilah bersama-sama kita ciptakan lingkungan
hidup yang bersih dan sehat. Sediakanlah selalu air bersih yang
tidak tercemar, untuk keperluan minum dan memasak makanan.
Janganlah dibiarkan air tergenang, karena air tergenang merupa-
kan tempat berkembangbiaknya nyamuk dan lalat. Buanglah
sampah pada tempatnya dan jangan biarkan sampah bertumpuk,
bakarlah atau kuburlah dia di dalam tanah. Hiasilah ling-kungan
tempat tinggal kita dengan pepohonan, tanaman dan bunga-bu-
ngaan yang indah dan sedap dipandang mata. Rasulullah SAW.
pernah bersabda :

ºzŒs«[Å«Éz•´«[zˆ_«[µÄ¬kbeØf
6
µo«[¹j½«[Å«[¼Ây\k«[Æ\°«[Å«[¼

“Tiga hal yang menjernihkan pandangan, yaitu : menyaksikan
pemandangan yang hijau-hijau, air jernih yang mengalir tenang
dan indahnya wajah-wajah rupawan” (HR. Ahmad).


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Lingkungan yang bersih akan memberikan dampak posi-
tif bagi kesehatan manusia, sebaliknya, lingkungan yang tidak
bersih akan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan.

Terhadap dua pilihan ini, tentunya kita akan memilih
yang pertama, yakni kita akan selalu berupaya menjaga kebersih-
an dan membudayakannya, karena menjaga kebersihan adalah
tugas dan tanggung jawab kita bersama, baik selaku hamba Allah
maupun selaku warga negara, terlebih-lebih sebagai warga Taba-
long, warga yang berbudaya bersih.

Semoga Allah SWT. senantiasa membimbing kita semua
untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya
serta menjunjung tinggi sunnah Rasul-Nya. Amin ya rabbal
‘alamin.
°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
`oü µÄ^[½c«[`oà ã[²[
7
µÃz¸‘c°«[
°Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜³¼
°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼
°Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb
¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[zœc~[¼
µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼
{½Ÿ\ÀŸ ¶¼zœc~\Ÿ a\°¬°«[¼
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃzœc°«[


_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_






8








Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

µÀ¤c°¬«»_£\˜«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[
v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
°¸¬«[ ¶v˜^Å_³× ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[
ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[[x·Å¬—°¬~¼−‡
¹˜_bµ¯¼¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼v°o¯°À•˜«[
°¨À‡¼[ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[ µÃv«[¯½ÃÅ«[
²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

erbicara masalah ibadah tentu tidak bisa lepas
dari membicarakan masalah kebersihan, sebab
kebersihan merupakan salah satu syarat pertama
9
B
2
dan utama syahnya ibadah seorang Muslim.

Begitu pentingnya kebersihan ini, sehingga orang yang
suka membersihkan diri pribadinya dan berusaha mewujudkan
kebersihan lingkungan sekitarnya, akan dicintai oleh Allah SWT.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Allah SWT. dalam Al-Qur’an
Surah Al-Baqarah ayat 222, yang berbunyi :

µÃz¸‘c°«[`oü µÄ^[½c«[`oÃã[²[

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan
orang-orang yang membersihkan diri”.


Muslimin Rahimakumullah.

Ajaran kebersihan dalam Islam merupakan konsekuensi
dari beriman kepada Allah SWT. Dengan berupaya menjadikan
dirinya agar selalu bersih, merupakan peluang baginya untuk se-
lalu dekat dan akrab dengan Allah SWT. Tuhan Yang Maha Suci.

Ajaran Islam sangat memotivasi pemeluknya agar selalu
hidup bersih, baik lahir maupun batin. Bahkan kebersihan dijadi-
kan sebagai salah satu tolok ukur untuk menilai tingkat keimanan
seorang Muslim. Penegasan ini dikemukakan oleh Rasulullah
SAW. dalam sabda beliau yang antara lain berbunyi :

²\°ÃÛ[µ¯»Ÿ\•´«[

“Kebersihan itu sebagian daripada iman” (HR.Ad-Dailami)
10
²\°ÃÛ[z‘ƒy½¸‘«[

“Kebersihan itu adalah separuh daripada iman” (HR.. Muslim).

Hadits-hadits tersebut memberi petunjuk, bahwa keber-
sihan itu bersumber dari iman dan merupakan bagian dari iman.
Dengan demikian kebersihan dalam ajaran Islam mempunyai as-
pek ibadah dan aspek moral.

Ajaran kebersihan dalam Islam tidak hanya merupakan
slogan, tetapi harus dijadikan pola hidup praktis yang mendidik
manusia agar terbiasa hidup bersih sepanjang hidupnya.

Ungkapan “bersih pangkal sehat” mengandung arti beta-
pa pentingnya kebersihan bagi kesehatan, baik orang perorangan,
keluarga, masyarakat maupun lingkungan. Kebersihan adalah
upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungannya dari
segala yang kotor dan keji dalam rangka mewujudkan dan meles-
tarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Kebersihan merupa-
kan syarat mutlak bagi terwujudnya kesehatan, dan sehat adalah
salah satu faktor yang dapat memberikan kebahagiaan. Sebalik-
nya, kotor, tidak saja merusak keindahan, tetapi juga dapat me-
nyebabkan timbulnya berbagai penyakit, dan sakit merupakan
salah satu faktor yang mengakibatkan penderitaan.


Muslimin Rahimakumullah.

Mengapa begitu pentingnya kebersihan? Jawabnya, tak
lain dan tak bukan, karena kebersihan itu adalah pangkal kesehat-
an. Dan kesehatan itu adalah ni’mat Allah yang sangat besar dan
11
didambakan oleh semua insan, bahkan makhluk lainnya, karena
hanya orang-orang yang dalai kondisi sehatlah yang mampu me-
nikmati keindahan, kebahagiaan dan kesenangan dalam hidup ini.


Hadirin.

Ummat Islam yang disebut Allah sebagai Khaira Um-
matin, yakni sebaik-baik ummat, dituntut tanggung jawabnya un-
tuk menjadi teladan dalam memelihara kebersihan dan mampu
membudayakan hidup bersih. Allah SWT. berfirman dalam Surah
Ali Imran ayat 110, yang berbunyi :

²¼z¯Èb }\´¬«djzr[»¯[zÀr°c´§
²½´¯Ìb¼ z¨´°«[µ—²½¸´b¼ ¼z˜°«\^
ã[\^

“Kamu adalah ummat yang terbaik, yang dilahirkan untuk manu-
sia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar
serta beriman kepada Allah”.

Kebersihan dan kesehatan lingkungan mempunyai pe-
ngaruh yang besar, baik terhadap manusia itu sendiri maupun ter-
hadap keseimbangan ekologi dan sumber daya alam. Oleh karena
itu, kesehatan lingkungan pada dasarnya merupakan upaya untuk
mengendalikan semua faktor yang ada pada lingkungan fisik ma-
nusia yang diperkirakan menimbulkan berbagai hal yang merugi-
kan pertumbuhan dan perkembangan fisiknya, kesehatannya
12

maupun kelangsungan hidupnya.

Allah SWT. telah menjadikan alam semesta ini lengkap
dengan sarana dan prasarana penunjang kehidupan bagi manusia ,
binatang dan tumbuh-tumbuhan, yang antara satu dengan lainnya
berfungsi saling melengkapi dan saling menunjang dalam mewu-
judkan kehidupan yang seimbang dan harmonis yang sering kita
sebut dengan istilah ekosistem.

Manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi mempu-
nyai peran dan tanggung jawab yang besar untuk menjaga dan
melestarikan sistem kehidupan alam semesta. Jika manusia ber-
buat sewenang-wenang terhadap kelengkapan alam semesta ini,
dengan melakukan berbagai kerusakan, apakah itu kerusakan
hutan, kerusakan tanah, kerusakan keanekaragaman hayati lain-
nya, maka keseimbangan kehidupan makhluk penghuni alam ini
akan tercemar yang berujung kepada rusaknya ekosistem, yang
akhirnya berakibat kerusakan dengan berbagai bencana, seperti
timbulnya bencana alam, menularnya berbagai wabah penyakit
dan bencana-bencana lainnya yang menimpa kehidupan manusia
dan kehidupan makhluk lainnya yang ada di alam semesta.

Sehubungan dengan hal di atas, Allah SWT. memper-
ingatkan melalui firman-Nya yang tersimpan rapi di dalam Al-
Qur’an pada Surah Ar-Rum ayat 41, yang berbunyi :

d_§\°^zo_«[¼z_«[ÅŸu\«[z¸“
[½¬°—¾x«[˜^°¸¤¿xÀ« }\´«[Âv¿[
²½˜jz¿°¸¬˜«
13
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan kare-
na perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada
mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka
kembali ke jalan yang benar”.


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at yang berbahagia.

Sebagai contoh kecil dari maksud ayat di atas, jika kita
sembarangan membuang sampah dan kotoran, maka lingkungan
kita akan menjadi kotor dan menjijikkan. Setiap kekotoran, baik
kekotoran diri sendiri maupun lingkungan, dapat mengakibatkan
mudahnya diserang berbagai penyakit, atau setidaknya akan
mengganggu kesehatan, sehingga kita kelihatan tidak sehat, sela-
lu sakit-sakitan dan ibadah kitapun akan terganggu, disamping ju-
ga usaha kiota mencari nafkah akan terhalang, bahkan mungkin
tidak dapat kita lakukan. Oleh karenanya, kita wajib memelihara
kebersihan, dan merupakan dosa jika kita berbuat kerusakan de-
ngan membuang sampah sembarangan dan perbuatan tidak ter-
puji lainnya yang dapat merusak atau mengotori lingkungan.
Allah SWT. tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan
di muka bumi ini. Hal ini ditegaskan-Nya dalam Al-Qur’an Surah
Al-Baqarah ayat 205, yang berbunyi :

\¸ÀŸvÀ« Šy×[şŘ~Å«½b[w[¼
u\«[`o¿×ã[¼ −´«[¼ezo«[©¬¸¿¼

“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi un-
tuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanam-
an dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kerusakan”.
14
Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Dari uraian yang telah kami kemukakan di atas, dapatlah
disimpulkan, bahwa hidup sehat merupakan hajat manusia yang
paling azasi, karena hidup sehat, selain dapat mengantarkan ke-
pada taraf hidup yang lebih baik dan sejahtera, juga merupakan
bagian dari prasyarat kesempurnaan ibadah kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, maka kita harus berupaya untuk memelihara ke-
sehatan secara terus menerus dalam arti memperkuat daya tahan
diri dari serangan penyakit dan mencegah dari timbulnya berba-
gai penyakit, diantaranya dengan cara menjaga kebersihan diri
dan kebersihan lingkungan sekitarnya.

Begitu pentingnya nilai sehat ini, Rasulullah Muhammad
SAW. bersabda dalam salah satu hadits beliau yang diriwayatkan
oleh At-Tarmiji dan Ibnu Majah, yang berbunyi :

¶v´—¹¿z~ÅŸ\´¯[¹³v^ÅŸÅŸ\˜¯p_‡Çµ¯
\À³v«[¹«a|Àn\°³È¨Ÿ¹¯½¿a½£
\·zÀŸ[xo^

“Barangsiapa sehat badannya, damai hatinya, dan punya ma-
kanan untuk sehari-harinya, maka seolah-olah dunia seisinya di-
anugerahkan kepadanya”.

Demikian khutbah yang singkat ini kami sampaikan,
semoga dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Amin-
amin ya Rabbal ‘alamiin.

15
°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
`o¿ ã[¼ [¼z¸c¿²Ç²½_o¿ª\jy¹ÀŸ
µ¿z¸°«[
°Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜³¼
°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼
°Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb
¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[zœc~[¼
µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼
{½Ÿ\ÀŸ ¶¼zœc~\Ÿ a\°¬°«[¼
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃzœc°«[

______
16






Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

[
z¿x³¼ [zÀƒ^¥o«\^¹«½~y−~y[Âx«[ãv°o«[
©¬°«[ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[

¹«½~y¼ ¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼ ¯Ø˜«[
v°o¯\³vÀ~Ŭ—°¬~¼−‡°¸¬«[¯\³Ù[vÀ~
µÀ°Î[u\¯Ø~¼ºØ‡ ¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼
¯\¿Ù[¼y½·v«[z°¯Å¬—µÀ¯{Øc¯
°¨À‡¼[ }\´«[\¸¿[ÔÀŸ v˜^\¯[
²½o¬b°¨¬˜« ¹c—\¼ ã[½¤c^Å³¼

Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
ak henti-hentinya kita ucapkan syukur ke khadirat Allah
SWT. Semoga dalam kehidupan ini, iman dan taqwa kita
selalu bertambah kualitasnya.
17
T
3
Muslimin Rahimakumullah.

Risalah Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad
SAW. merupakan rahmat bagi semesta alam. Rahmat, yang kalau
kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti kasih sayang,
maka jelas, bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan um-
matnya untuk membina kasih sayang terhadap sesamanya, sopan
santun dengan lingkungan sekitarnya dengan cara memelihara
dan menjaga kebersihan, baik terhadap diri sendiri maupun ling-
kungan sekitar, terutama memelihara kelestarian flora dan fauna,
bahkan seluruh alam jagat raya ini, yang merupakan ekosistem
dalam kehidupan ini. Oleh sebab itu maka, kata Rahmat menca-
kup makna yang sangat luas. Dari kata ini dapat dipahami bahwa
keselamatan adalah rahmat, kesejahteraan adalah rahmat, kecer-
dasan adalah rahmat, kesehatan adalah rahmat dan lain sebagai-
nya. Tidaklah berlebihan, bahwa kesehatan adalah rahmat Allah
yang teristimewa, karena semua jenis rahmat yang disebutkan di
atas hanya dapat dinikmati sepenuh perasaan oleh orang yang se-
hat.

Pada sisi lain, agama Islam adalah sumber motivasi da-
lam berbagai segi kehidupan, agar manusia selalu meningkatkan
kualitas hidupnya, termasuk di bidang kesehatan. Allah SWT.
berfirman :

°¬«[−_~¹³[½‹y™_b[µ¯ã[¹^¾v¸¿
¹³w\^y½´«[Å«[d°¬“[µ¯°¸jzs¯¼
°À¤c¯[z‡Å«[°¸¿v¸¿¼

18
“Dengan kitab (Al-Qur’an) itulah Allah menunjuki orang-orang
yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (de-
ngan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari
gelap gulita kepada cahaya terang benderang denga seizin-Nya,
dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus” (QS. Al-Maidah
ayat 16).

Gelap gulita dimaksud ayat di atas, mengandung berba-
gai arti yang berkaitan dengan penderitaan, seperti kemiskinan,
keterbelakangan, kebodohan, ketidaksehatan (sakit) dan sebagai-
nya. Sedangkan cahaya terang benderang,mengandung arti yang
berkaitan dengan kebahagiaan, kesejahteraan, kebersihan jasmani
dan rohani, kehidupan yang layak, serta kesehatan fisik dan men-
tal.

Dalam kaitannya dengan kesehatan ini, Rasulullah SAW.
bersabda :

¶v´—¹¿z~ÅŸ\´¯[¹³v^ÅŸÅŸ\˜¯p_‡Çµ¯
\À³v«[¹«a|Àn\°³È¨Ÿ¹¯½¿a½Ÿ
\·zÀŸ[xo^

“Barangsiapa sehat badannya, damai hatinya, dan punya ma-
kanan untuk sehari-harinya, maka seolah-olah dunia seisinya di-
anugerahkan kepadanya”(HR. At-Tarmiji dan Ibnu Majah).

Sehat badannya, sebagai cerminan dari sehat jasmani,
damai hatinya, sebagai cerminan dari sehat rohani, dan punya
makanan untuk sehari-harinya, sebagai cerminan dari kehidupan
19
sejahtera dari segi ekonomi, atau mencerminkan kesejahteraan
sosial. Dari sini dapat dimengerti, bahwa pengertian sehat bukan
hanya terbebas dari penyakit, tetapi mengandung arti yang luas
dan dalam, yakni seseorang yang berada dalam kondisi stabil
antara aspek jasmani dan aspek rohani, aspek sosial dan aspek
lingkungannya. Memang kita sering menafsirkan kata sehat itu
hanya dalam pandangan secara lahiriyah saja, tanpa memperhi-
tungkan aspek-aspek lainnya. Memang betul bahwa pekarangan
dan lingkungan yang bersih adalah salah satu cara untuk meng-
hindarkan diri dari penyakit, seperti penyakit malaria, kolera dan
sebagainya. Sebenarnya, jika lingkungan sekitar tempat tinggal
kita ditata dengan baik dan apik serta selalu dijaga kebersihan-
nya, ditanami dengan berbagai tanaman hias (bunga-bungaan),
tanaman hijau dan tanaman obat, maka disamping akan memberi-
kan keindahan dan kesejukan, juga dapat memberikan manfaat
bagi kesehatan tubuh jasmani kita maupun kesehatan jiwa atau
rohani kita. Minimal manakala kita memandang tanam-tanaman
yang indah dan menghijau ini, jiwa kita terasa sejuk dan hati kita
menjadi senang dibuatnya.


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Islam sebagai agama kita, telah memberikan petunjuk
agar menata sedemikian rupa setiap bangunan atau perumahan
yang akan dibangun, agar sedap dipandang dan enak ditempati.

Rasulullah SAW. bersabda :

ºzŒs«[Å«Éz•´«[zˆ_«[µÄ¬kbeØf

20
µo«[¹j½«[Å«[¼Ây\k«[Æ\°«[Å«[¼

“Tiga hal yang menjernihkan (menyehatkan) pandangan, yaitu :
menyaksikan pemandangan yang hijau-hijau, air jernih yang
mengalir tenang dan indahnya wajah-wajah rupawan” (HR. Ah-
mad).


Dalam hadits lain Rasulullah SAW. bersabda :


h˜„«[t~[¼ œ_¿ã[²[

“Sesungguhnya Allah membenci orang-orang yang membuat ke-
kotoran dan kesemrawutan” (HR. Al-Baihaqi).

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), “Sehat adalah
suatu keadaan yang sempurna dari badan, jiwa (mental) dan so-
sial, bukan hanya bebas dari serangan penyakit”.

Kesehatan memang merupakan tumpuan hidup manusia,
karena dengan kesehatan itu kita dapat menumbuhkan dan me-
ngembangkan kualitas hidup seoptimal mungkin. Yang berarti
pula, hanya dengan tubuh dan jiwa sehatlah kita dapat beribadah
sebaik mungkin dan beramal shaleh sebanyak mungkin. Hidup
sehat adalah hajat manusia yang paling penting, karena hidup se-
hat selain dapat mengantarkan kepada kehidupan yang lebih baik
dan sejahtera, juga merupakan bagian dari prasyarat kesempurna-
an beribadah. Sebab, seseorang yang dalam keadaan sakit, tidak
mungkin akan dapat sempurna melakukan ibadah kepada Allah.
21
Kaum Muslimin yang berbahagia.

Dalam hidup ini, agar dapat diisi dengan sesuatu yang
bermanfaat, maka ada lima hal yang perlu kita perhatikan, seba-
gaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW. :

©b½¯−_£©b\Àn °r−_£\°r°´c›[
©¬œƒ−_£©›[zŸ¼ ©°¤~−_£©co‡¼
¦z¤Ÿ−_£¦\´›¼ ©¯z·−_£©^\_ƒ¼

“Perhatikanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara,
yaitu : Masa hidupmu sebelum datang ajalmu; masa sehatmu
sebelum datangnya penyakit; masa lapangmu sebelum datangnya
kesibukanmu; masa mudamu sebelum datangnya masa tua dan
masa kayamu sebelum datangnya kefakiran” (HR. Ahmad dan
Al-Baihaqi).

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
v¿z¿µ¨«¼ iznµ¯ °¨À¬—−˜kÀ« ã[v¿z¿\¯
²¼z¨„b°¨¬˜« °¨À¬—¹c°˜³ °cÀ«¼ °§z¸À«
°Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
22

a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜³¼
°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼
°Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb
¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[zœc~[¼
µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼
{½Ÿ\ÀŸ ¶¼zœc~\Ÿ a\°¬°«[¼
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃzœc°«[







,,,,,,,




23








Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

µÃu¼Âv¸«\^¹«½~y−~y[¾x«[ãv°o«[
[zÀ„^¹¬~y[ ¹¬§µÃv«[Ŭ—¶z¸•À« ¥o«[
[zÀ´¯\j[z~¼ ¹³w\^ã[Å«[\À—[u¼ [zÃx³¼
ºu\¸ƒ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
\Ÿ¼z˜¯[|´§²\´k«[ÁŸ\´«²½¨b
−¨^²\§¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼
Ŭ—°¬~¼−ˆŸ°¸¬«[\Ÿ½‡½¯a[zÀs«[
ºØ‡ ¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼v°o¯\³vÀ~
[zÀg§\°À¬b°¬~¼ [v^[µÄ°Î[u \¯Ø~¼

24
ã[½¤c^Á\Ã[¼ °¨À‡¼\Ÿ v˜^\¯[
Åœµ¯]\r¼ Ťb[µ¯{\Ÿv¤Ÿ

Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

lhamdulillah, kembali kita bersyukur kepada Al-
lah SWT. yang mana atas karunia-Nya jualah se-
hingga dapatlah pada hari ini kita bersama-sama
menunaikan tugas rutin kita setiap Jum’at, di masjid yang mulia
ini, untuk melaksanakan kewajiban serangkaian ibadah Jum’at.


Muslimin Rahimakumullah.

Sebagai seorang Muslim, tentunya kita tidak meragukan
lagi, bahwa Muhammad Rasulullah SAW. disamping sebagai na-
bi dan rasul terakhir, dengan membawa risalah iman dan Islam,
penyempurna agama-agama sebelumnya, beliau juga merupakan
panutan utama bagi kita kaum Muslimin, yang telah memberikan
suri teladan yang baik, bagi hidup dan kehidupan kita sehari-hari.

»´nº½~[ã[ª½~yÁŸ°¨«²\§v¤«

“Sunggguh terdapat pada diri Rasulullah itu, suri teladan yang
baik bagimu” (QS. Al-Ahzab ayat 21).


Muslimin Rahimakumullah.
25
A
4
Banyak sekali memang contoh suri teladan Rasulullah
yang dapat kita ikuti dalam berprilaku sehari-hari. Diantaranya
adalah dalam hal menjaga dan memelihara kesehatan.

Rasulullah Muhammad SAW. adalah seorang rasul yang
dalam kehidupan beliau sangat memperhatikan masalah kese-
hatan. Beliau selalu mengingatkan ummatnya agar selalu menja-
ga kesehatan.

Sabda Rasulullah SAW. :

}\´«[µ¯zÀg§\°¸ÀŸ²½_œ¯²\c°˜³
š[z«[¼»oˆ«[

“Ada dua macam ni’mat yang besar, namun kebanyakan ma-
nusia terkecuh (kurang memperhatikan) terhadapnya, yaitu kese-
hatan dan waktu senggang” (HR. Bukhari).


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Siapapun kita tentu akan berkata, bahwa kesehatan itu
penting, dan menjaga atau memelihara kesehatan itu lebih pen-
ting lagi. Karena kesuksesan hidup kita banyak bergantung dari
kesehatan. Bahkan kesehatan adalah segala-galanya. Ia merupa-
kan harta kekayaan yang tak ada tolok bandingnya. Alangkah
bahagianya seseorang yang sehat jasmani dan rohaninya, se-
hingga ia dapat melaksanakan segala macam aktivitas kehidupan
dengan baik. Sebaliknya, alangkah menderitanya seseorang yang
sakit jasmani atau rohaninya, sehingga aktivitas kehidupannya
26
sehari-hari sangat terganggu.


Muslimin yang berbahagia.

Para ahli kesehatan telah mengakui bahwa kebersihan
merupakan pangkalnya kesehatan. Siapa saja yang selalu menja-
ga kebersihan, maka kesehatannya pun akan terjaga pula. Kenapa
demikian? Karena menjaga kebersihan merupakan jalan sekali-
gus cara untuk memperoleh kesehatan.


Hadiri sekalian.

Kesehatan jasmani seseorang akan berpengaruh terhadap
kesucian hati sanubarinya. Hati dan jiwa yang suci akan mem-
pengaruhi niat dan memperbagus tindakan.

Rasulullah SAW. berwudlu beberapa kali dalam sehari
semalam guna menjaga kebersihan. Ketahuilah bahwa berwudlu
itu selain dapat membersihkan badan jasmani, secara langsung
juga dapat berpengaruh terhadap tindakan dan perbuatan.

Berwudlu selain merupakan kewajiban yang mendasari
bagi kesempurnaan ibadah shalat, berwudlu juga dapat mem-
bersihkan badan jasmani sekaligus berpengaruh terhadap keber-
sihan rohani. Mulut, hidung, telinga, kepala, tangan dan kaki me-
rupakan anggota tubuh yang sangat dominan di dalam menja-
lankan aktivitas sehari-hari, adalah bagian-bagian yang penting
dan harus kita pelihara kebersihannya dengan seksama, dan wu-
dlu berupakan sarana yang efektif di dalam memelihara kebersih-
an bagian-bagian tersebut.

27
Rasulullah SAW. berwudlu beberapa kali dalam sehari
semalam, guna menjaga kebersihan. Karena Rasulullah tidak
suka kepada orang yang kusut masai. Beliau selalu membersih-
kan, meminyaki dan menyisir rambutnya dengan rapi. Jika
rambutnya mulai panjang, maka segera dipangkasnya dengan ra-
pi. Kukunya selalu dipotong. Dianjurkannya agar kita menggo-
sok gigi beberapa kali dalam sehari. “Seandainya tidak membe-
ratkan ummatku, niscaya kuperintahkan mereka menyikat gigi
setiap akan melakukan shalat”, demikian sabda beliau.


Kaum Muslimin yang berbahagia.

Rasulullah SAW. melarang kita membuang air besar atau
air kecil di tempat-tempat umum atau di tempat-tempat terbuka,
seperti di pinggir jalan, di bawah pohon yang orang sering
berteduh di bawahnya, di tempat-tempat yang rindang, di lobang-
lobang yang sering dihuni oleh binatang, di genangan air yang
tidak mengalir dan sebagainya.

Sabda Rasulullah SAW. :

zccÀ¬ŸÎ\œ«[Åbǵ¯

“Barang siapa yang buang air hendaknya di tempat yang
tertutup” (HR. Abu Daud).

²\´—Ø«[\¯¼ ½«\£ µÀ´—Ø«[[½¤b[
¢zşŬscÃÂx«[ª\£ Iã[ª½~y\Ã
28
°¸c¬“¼Ç}\´«[

“Takutlah akan dua hal yang mendatangkan laknat. Para saha-
bat bertanya : Apakah dua hal yang mendatangkan laknat itu, ya
Rasulullah?. Nabi bersabda: Ialah orang yang membuang hajat
di jalan tempat orang lewat atau buang hajat di tempat-tempat
manusia berteduh” (HR. Muslim dan Abu Daud).

v§[z«[Æ\°«[ÅŸª\_ò[Ÿ³¹³[

“Sesungguhnya Nabi melarang kencing di air yang tidak me-
ngalir” (HR. Muslim, Ibnu Majah dan AnNasai).


Muslimin Rahimakumullah.

Kebanyakan para ahli kesehatan mengakui bahwa
penyakit seperti disentri banyak disebabkan oleh kotoran ma-
nusia. Oleh karenanya hendaknya kita membuang kotoran di
tempat yang semestinya.


Hadirin.

Dalam hal kesehatan ini, Rasulullah juga menjelaskan
tentang hubungan makanan dengan kesehatan. Beliau menganjur-
kan kita agar tidak memenuhi perut secara berlebihan dengan
bermacam-macam makanan dan minuman. “Mengosongkan pe-
rut, adalah obat yang paling mujarab bagi kesehatan badan”,
demikian salah satu anjuran beliau.
29

Kemudian dalam hadits yang lain, beliau menyatakan :

[½oˆb[½¯½‡
“Berpuasalah, agar kamu sehat”.


Hadirin.

Para ahli kesehatan mengakui bahwa perut yang berisi
penuh makanan, dapat menimbulkan berbagai macam penyakit,
terutama penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah.
Sedangkan perut yang sering dikosongkan, seperti berpuasa mi-
salnya, banyak sekali faedahnya terhadap kesehatan. Perut yang
tidak terlalu penuh dengan makanan, akan memberikan kesem-
patan kepada tubuh untuk mempergunakan cadangan-cadangan
energi yang tersimpan dan kurang diperlukan karena kelebihan.
Misalnya kelebihan lemak, kelebihan zat gula dan sebagainya,
bisa dikurangi dengan mengosongkan perut atau berpuasa. Rasul-
ullah mengingatkan, bahwa kata beliau, “Hampir semua penyakit
itu disebabkan oleh persoalan makan dan minum. Apabila se-
seorang mengurangi makan dan minum, maka perutnya akan
dipenuhi nur (cahaya), sehingga dapat mendorongnya untuk
berbuat baik/ amal shaleh. Ketahuilah perut yang terlalu penuh
dapat menimbulkan penyakit malas dan enggan berbuat keba-
jikan”.

“Makanlah kamu, kata Rasulullah, jika kamu lapar. Dan
berhentilah sebelum kamu kenyang”.

Muslimin Sidang Jum’at yang berbahagia.
30
Dari apa yang telah kami uraikan di atas, mungkin kita
dapat menyimpulkan bahwa jalan untuk menjaga kesehatan ada-
lah dengan memelihara kebersihan. Kesehatan perlu kita jaga dan
pelihara, agar kita bisa beramal dan beribadah kepada Allah
SWT. dengan baik. Sebab badan yang sakit ibarat pohon yang
merana. Tidak menghasilkan buah yang bermanfaat bagi manu-
sia dan alam sekitarnya. Pengaruh kesehatan terhadap ketenangan
jiwa sudah terang dan nyata, sebab badan yang sehat dan bersih
sangat mempengaruhi kebersihan hati dan pikiran. Ibadah dan
amal akan dapat dikerjakan dengan baik apabila badan sehat dan
kuat. Bukankah di dalam badan yang sehat terletak jiwa yang
sehat.

Rasulullah SAW. bersabda :

ÅŸ\´¯[¹³v^ÅŸ ÅŸ\˜¯p_‡[µ¯
a|Àn\°³È¨Ÿ¹¯½Ãa½Ÿ¶v´—¹Ãz~
\·zÀŸ[xo^\À³v«[¹«

“Barangsiapa sehat badannya, damai di hatinya dan punya
makanan untuk sehari-harinya, maka seolah-olah dunia seisinya
dianugerahkan kepadanya” (HR. At-Turmudzi dan Ibnu Majah).

Akhirnya, marilah kita contoh bagaimana Rasulullah
SAW. menjaga dan memelihara kesehatan beliau, seperti dian-
taranya beberapa anjuran beliau yang telah kami kemukakan tadi.
Dan tentunya masih banyak lagi contoh teladan lainnya, yang
berkaitan dengan kesehatan ini, yang tidak mungkin kita uraikan
secara panjang lebar dalam kesempatan khutbah kali ini,
31
mengingat waktu yang terbatas. Semoga uraian yang singkat ini
dapat memotivasi kita semua agar tetap berupaya untuk menja-
ga kebersihan plus kesehatan, sehingga kita semua menjadi um-
mat yang sehat dan kuat. Sebab ummat yang sehat dan kuat
adalah ummat yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
`oÃã[¼ [½z¸cò[²½_oÃ
ª\jy¹ÀŸ
²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
µÃz¸‘°«[
a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜³¼ °Ä•˜«[
¹b¼Øb°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼
°¨«¼Á«ã[zœc~[¼ °Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[

µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼ ¾v«[½«¼
{½Ÿ\ÀŸ ¶¼zœc~\Ÿ a\°¬°«[¼
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃzœc°«[

_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_


32






Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

¯Ø~×[¼²\°Ã×[»°˜´^\´°˜³[¾x«[ãv°o«[
¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
−‡°¸¬«[ ¹«½~y¼ ¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼
ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[[x·Å¬—°¬~¼
¹^\o‡[¼ ¹«[Ŭ—¼v°o¯ °À•˜«[
ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[ µÃv«[¯½ÃÅ«[¹˜_bµ¯¼
²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼°¨À‡¼[


Maasyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
1
lhamdulillah, kita bersyukur ke khadirat Allah
SWT. yang dengan izin-Nya jualah, sehingga
dapatlah kita pada siang ini, kembali menunaikan
fardhu Jum’at, sebagai salah satu wujud nyata dari taqwa kita
33
A
5
kepada Allah SWT.


Muslimin Rahimakumullah.

Manusia diciptakan oleh Allah SWT. tidak saja berupa
jasmani atau pisik, tetapi juga berupa rohani atau jiwa. Bahkan
kedudukan rohani atau jiwa ini, menempati proporsi utama atau
memiliki nilai plus dibanding kedudukan jasmani atau pisik.
Kenapa demikian? Karena biasanya yang menentukan gerak-ge-
rik aktivitas manusia sehari-hari justeru ditentukan oleh dorongan
dari dalam, yang dalam hal ini adalah rohani atau jiwa. Inilah se-
benarnya faktor yang membedakan antara manusia dengan makh-
luk lainnya. Segala usaha, aktivitas atau pekerjaan yang dilaku-
kan seseorang, merupakan implikasi dari dorongan jiwanya yang
dipertimbangkan oleh akal pikiran. Berbeda dengan binatang. Se-
mua gerak-gerik aktivitas kehidupan binatang, pada dasarnya
digerakkan kekuatan insting semata, tidak disertai oleh suatu
pertimbangan akal pikiran atau perasaan.

Rohani atau jiwa, adalah komponen kehidupan manusia
yang sangat vital, dan ia merupakan anugerah Allah yang amat
berharga, dan oleh karenanya kita dituntut agar mampu meme-
liharanya dari berbagai macam kotoran rohani, sehingga rohani
kita tetap bersih dan suci, serta kita mampu menjaga dan meme-
lihara jiwa kita dari berbagai serangan penyakit jiwa, sehingga
jiwa kita tetap sehat dan kuat. Apabila rohani atau jiwa kita ber-
sih dan sehat, ia akan mengarahkan prilaku lahiriyah kita, keper-
buatan yang baik dan terpuji. Sebaliknya, apabila rohani atau
jiwa kita kotor dan sakit, maka kotorannya akan membekas dan
melekat pada setiap prilaku tindakan kita, sehingga cenderung
berbuat kemungkaran dan malapetaka.
34

Ingatlah pernyataan Rasulullah SAW. dalam sebuah
hadits beliau :

do¬‡do¬‡[w[ »œŒ¯vk«[ÅŸ²É×[
vk«[avŸavŸ[w[¼ ¹¬§ vk«[
`¬¤«[Á·¼ ×[ ¹¬§

“Ketahuilah, di dalam jasad manusia ada suatu mudghah (se-
gumpal daging). Apabila kondisinya baik, maka akan baik pula
jasad. Namun jika kondisinya jelek, maka akan jelek pula jasad.
Ketahuilah, mudghah itu adalah hati” (HR. Muslim).


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Didalam menempuh perjalanan hidup dan kehidupan ini,
kita memang tak pernah sunyi dari berbagai rintangan, halangan
dan tantangan. Terkadang jiwa kita tegar menghadapinya, namun
terkadang pula jiwa kita tidak mampu membendung kuatnya
arus kemaksiatan dan kedzaliman, sehingga jiwa kita terpengaruh
oleh petualangan realitas hidup duniawi yang cenderung menje-
rumuskan. Kondisi inilah yang dimanfaatkan Syetan untuk me-
nyebarkan virus-virus kejahatannya.

Oleh karena itu, agar jiwa kita tetap bersih, sehat dan
kuat, maka kita harus memeliharanya dengan baik.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam upaya men-
jaga kebersihan dan kesehatan jiwa, yaitu :
35
Pertama, kita selalu beupaya mengikat jiwa kita dengan
iman dan tawakkal kepada Allah SWT. dalam segala urusan,
serta selalu berlindung kepada-Nya dari godaan dan kejahatan
Syetan. Sebab kesehatan jiwa selalu diganggu oleh virus-virus
syetan, dan virus-virus ini siap masuk ke jiwa kita untuk meng-
gerogoti dan menodai kesuciannya. Untuk itu kita perlu punya
perisai, penangkal atau tameng untuk membendung kerasnya arus
masuk virus-virus itu, dan tidak ada penangkal yang ampuh
kecuali iman yang kuat dan tawakkal kepada Allah SWT.

Firman Allah SWT. :

Ŭ—¼[ ½´¯[µ¿x«[Ŭ— µ¬~¹«À«¹³[
µ¿x«[Ŭ— ¹´¬~\°³[ ²½¬§½c¿ °¸^y
²½§z„¯¹^°·µ¿x«[¼ ¹³½«½c¿

“Sesungguhnya syetan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang
yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya
kekuasaan syetan itu hanyalah atas orang-orang yang meng-
angkatnya sebagai pemimpin dan orang-orang yang suka me-
nyekutukannya dengan Allah” (QS. An-Nahl 99-100).

Kemudian Nabi bersabda :

ãz§w[w[ ¯u[µ^[`¬£Å¬—°f\j²\À„«[²[
}½~¼−›[w[¼´r
36
“Sesungguhnya syetan adalah kuman (virus) bagi hati/jiwa anak
Adam. Jika hati/jiwa anak Adam sedang mengingat atau dzikir
kepada Allah, kuman (virus) itu akan menjadi mati atau hilang.
Sebaliknya, jika hati sedang lupa kepada Allah, kuman itupun a-
kan beraksi menggodanya” (HR.Ibnu Abi Dun-ya).


Muslimin Rahimakumullah.

Kedua, kita hendaknya selalu menghindari sekecil apa-
pun perbuatan maksiat. Sebab yang namanya maksiat, kendatipun
pada awalnya dirasa kecil, namun kalau perbuatan ini dilakukan
terus menerus, maka yang kecil ini tentunya akan menjadi besar.
Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit, demikian kata
pepatah. Maka apabila dosa akibat maksiat ini sudah sedemikian
besar, dikhawatirkan akan mengunci mati mata hati seseorang,
sehingga sulit menerima kebenaran yang datang dari Allah SWT.

Ingatlah peringatan Rasulullah SAW. :

\¸c¤¬›[`¬¤«[Ŭ—]½³x«[™^\cb[w[

“Apabila (maksiat) dilakukan terus menerus, dosa (akibat mak-
siat) itu akan mengunci (menutup) keseluruhan hatinya (dari
menerima kebenaran/hidayah)” (HR. Imam Ahmad).


Hadirin.
Dampak dari suatu maksiat adalah dosa, dan dosa akan
menimbulkan siksa. Jangan mengira bahwa siksa itu hanya ber-
laku di akhirat saja, tetapi di dunia inipun pedihnya siksa itu
37
sudah terasa, kendati tak sedahsyat di akhirat.

Memang, selama kita hidup di dunia ini, tak seorangpun
yang luput dari dosa. Sebab, kita ini manusia, bukan malaikat.
Kita punya nafsu, dan terkadang justeru karena kita tak mampu
mengendalikan nafsu inilah yang menyeret kita ke lembah mak-
siat. Nah, kalau sudah terlanjur berbuat maksiat, maka tak ada
jalan terbaik, kecuali segera hentikan maksiat itu, dan bertobatlah
kepada Allah SWT. Ingatlah, sesungguhnya Allah itu Maha
penerima tobat.
°Ànyy½›ã[²[

“Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(At-Taubah 102).


Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Yang ketiga, marilah kita bersihkan jiwa kita dari sifat-
sifat yang tercela dengan perbuatan yang terpuji. Singkatnya, un-
tuk menjaga kebersihan jiwa, setiap Muslim hendaknya menge-
tahui apa saja yang harus ia hindari dan jauhi, serta setiap saat
selalu waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan terserang-
nya penyakit jiwa.


Muslimin Rahimakumullah.

Konsep pemeliharaan kesehatan jiwa dalam Islam sifat-
nya universal. Artinya, hampir seluruh aspek ajaran Islam meng-
ajak pemeluknya agar selalu menjaga dan memelihara kesehatan
38
jiwa.

Tatkala seseorang berikrar, “Asyhadu an laa Ilaaha illa
llah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, dengan me-
nyatakan diri memeluk agama Islam, maka ikrar ini dapat mem-
bebaskan dirinya dari segala macam bentuk penghambaan selain
Allah. Bahkan dengan ikrar ini pula, dapat menimbulkan ke-
sadaran yang tajam dan dalam, bahwa Allah adalah Maha Besar
dari segala bentuk apapun. Allah Maha Kuasa dan berhak disem-
bah oleh segenap makhluk yang ada. Oleh karenanya, ia tidak
akan diperbudak oleh suatu sistem duniawi yang bukan ber-sum-
ber dari Allah. Ia tidak akan takut kepada siapapun kecuali hanya
takut kepada Allah. Ia akan secara konsekuensi siap menerima
segala apa yang disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya Muhammad
SAW. Kesadaran jiwa yang semacam ini tentu akan membe-
baskan ia dari noda syirik, yang merupakan penyakit jiwa yang
sangat kronis, karena penyakit ini dapat menyebabkan hati sese-
orang menjadi gelap gulita, terkunci rapat dari Hidayah Allah
SWT.

Firman Allah SWT. :

°«¯[°¸byx³[Æ °¸À¬—ÆÓ½~[¼z§µ¿x«[²[
°¸^½¬£Å¬—ã[°cr ²½´¯Ì¿×°·yx´b
º¼\„› °·y\ˆ^[Ŭ—¼ °¸˜°~Ŭ—¼
°À”—][x—°¸«¼

39
“Sesungguhnya (bagi) orang-orang kafir (syirik), sama saja (ba-
gi mereka), engkau beri peringatan atau tidak engkau beri per-
ingatan, mereka tidak juga akan beriman. Karena Allah telah
mengunci hati, pendengaran dan penglihatan mereka dengan
kekufurannya, dan bagi mereka adalah siksa yang amat pedih”
(QS. Al-Baqarah 6-7).

Ketahuilah, bahwa virus kekufuran dapat membentuk
pribadi-pribadi yang jahat, kendati secara lahiriyah mungkin ia
nampak baik. Seperti Fir’aun menjadi penguasa yang diktator
karena kekufurannya. Dan dia tak segan-segan membantai kaum
oposisi yang berani menentangnya. Seorang konglomerat, seperti
Karun, menjadi kikir dan suka menindas kaum yang lemah de-
ngan konsep liberal kapitalisnya, lantaran kemusyrikannya. Seo-
rang ilmuan, teknokrat dan arsitek istana kerajaan Fir’aun, Ha-
man, yang mendewa-dewakan akal pikiran, akhirnya hancur ber-
sama hasil karyanya. Seorang ulama jahat karena menjadi pendu-
kung utama pemerintahan Jabbarin, Bal’am bin Ba’ura, akkhir-
nya tewas menggenaskan. Inilah contoh figur-figur kejahatan
yang telah binasa bersama kekufurannya


Muslimin Rahimakumullah.

Demikian juga dengan ajaran shalat. Shalat di dalam Is-
lam memainkan peranan yang sangat penting terhadap pemeli-
haraan kesehatan jiwa.

Semua gerakan dan kelakuan shalat, semata-mata meru-
pakan perwujudan dari penyerahan diri si hamba kepada Khaliq-
nya. Seperti mengangkat takbir, berdiri dengan kepala merun-
duk, meletakkan kedua tangan, tangan kanan di atas dan tangan
40
kiri di bawah sambil berdekap, ruku’, i’tidal, sujud, duduk dian-
tara dua sujud, tahayyat/tasyahud dan salam, semua perbuatan ini
menggambarkan kepatuhan/penyerahan diri kepada Allah SWT.

Dengan melakukan shalat, kaum muslimin kontak de-
ngan Allah minimal lima kali sehari. Hal ini akan menebalkan
keimanan seseorang. Sebab yang namanya iman, kadang-kadang
bisa tebal, terkadang pula bisa tipis. Agar iman kita selalu tebal,
maka sering-seringlah kontak dengan Allah melalui shalat. Sese-
orang yang sering kontak dengan Allah, artinya dia selalu ingat
kepada Allah SWT. Seseorang yang selalu ingat kepada Allah,
maka jiwanya akan menjadi tenteram.

Firman Allah SWT. :

ã[z§x^°¸^½¬£µÏ°b¼[½´¯[µ¿x«[
]½¬¤«[µÏ°bã[z§x^×[

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi
tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’d 28).


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Begitu juga Zakat. Melalui zakat, dapat membersihkan
jiwa si kaya dari rasa mementingkan diri sendiri, dan dapat pula
memberisihkan jiwa si miskin dari rasa iri dan dengki.

Demikian juga Puasa. Dengan berpuasa, menahan diri
41
dari makan dan minum, dari haus dan dahaga, dari nafsu syahwat
dan dari perbuatan-perbuatan lainnya yang dapat merusak ke-
sempurnaan puasa, mengingatkan kita kepada orang-orang yang
selalu menderita sepanjang tahun, bahkan sepanjang hidupnya.
Dengan berpuasa, dapat menggugah diri seseorang yang hidup
bergelimang harta dan kemewahan, agar dapat merasakan pende-
ritaan saudara-saudaranya yang tak punya. Sehingga dari pe-
ngalaman ini diharapkan dapat membangkitkan perasaan santun
senasib seperjuangan.

Begitu juga Haji. Dengan memakai kain ihram, me-
ngandung makna simbolik dari kesucian jiwa orang yang me-
makainya. Dan pakaian inilah pula yang mendorong seseorang
untuk pergi haji, walaupun harus berpisah dengan sanak saudara,
isteri dan anak cucu, kaum kerabat handai tolan, kampung
halaman, harta benda, dan segala yang dicintainya. Ia datang ke
tanah suci dengan penuh keikhlasan, semata-mata hanya me-
menuhi panggilan Allah untuk memperoleh berkah dan ridha-
Nya.


Muslimin Rahimakumullah.

Salah satu tugas pokok Rasulullah SAW. disamping
menyampaikan ayat-ayat Allah dan mengajarkan kitab suci dan
hikmah (ilmu pengetahuan), beliau juga ditugasi oleh Allah
untuk membersihkan atau menyucikan ummat manusia, baik
yang menyangkut soal jasmaniah, terlebih-lebih soal rohaniah,
dengan cara mengarbol bersih-bersih dari segala sifat yang
mengarah kepada kemusyrikan dan penyakit rohani/jiwa lainnya.

Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah SWT. semo-
ga kita mampu menjaga dan memelihara kesehatan jiwa kita,
42
kita dengan banyak beribadah dan beramal shaleh.

Semoga Allah SWT. melindungi kita semua dari berba-
gai penyakit jiwa, yang virusnya dibawa dan disebarkan oleh si
durjana Setan yang terkutuk.

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
\¸~uµ¯]\rv£¼ \¸§{µ¯p¬Ÿ[v£
°Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜³¼

°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼
°Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb

¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[zœc~[¼
µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼
{½Ÿ\ÀŸ ¶¼zœc~\Ÿ a\°¬°«[¼
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃzœc°«[

43







Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

µÀ¤c°¬«»_£\˜«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[
¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼
[x·Å¬— °¬~¼−‡°¸¬«[ ¶v˜^Å_³×
°À•˜«[ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[
¹˜_bµ¯¼ ¹^\o‡[¼ ¹«[Ŭ—¼ v°o¯
ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[ µÃv«[¯½ÃÅ«[
{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼ °¨À‡¼[
²½¤c°«[


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

44
lhamdulillah, atas izin Allah SWT. kembali pada
siang ini, kita dapat berkumpul untuk menunai-
kan perintah Allah, berupa ibadah Jum’at di mas-
jid yang mulia ini.

Kemudian, izinkan pada kesempatan khutbah kali ini,
kami mengajak kepada para jamaah sekalian, marilah kita ber-
sama-sama berupaya untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada
Allah SWT. Karena taqwa merupakan derajat tertinggi di dalam
Islam, yang setiap kita tentunya sangat mendambakannya.


Muslimin Rahimakumullah.

Islam sebagai agama fithrah senantiasa menjunjung ting-
gi nilai-nilai keindahan, karena keindahan itu sendiri merupakan
ciri sekaligus daya tarik yang dapat memikat ummat manusia un-
tuk ikut bergabung ke dalam jama’ah Islam. Kami katakan demi-
kian, karena hampir seluruh ajaran Islam terdapat di dalamnya
unsur-unsur keindahan. Bahkan apa yang diciptakan Allah SWT.
berupa alam raya, gunung, laut, sungai, hutan dan sebagainya,
kalau kita cermati secara mendalam, maka di dalamnya terdapat
suatu keindahan yang luar biasa yang dapat menyentuh perasaan
dan mendatangkan kedamaian.

Demikian juga dengan diciptakannya kita manusia, sung-
guh suatu penciptaan yang sangat artistik, serasi dan indah serta
memberikan kenyamanan bagi manusia itu sendiri.

Allah SWT. berfirman :
°¿½¤bµn[ÁŸ²\³×[\´¤¬rv¤«
45
A
6
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk
yang sebaik-baiknya” (QS.At-Tiin 4).

Coba saja kalau kita perhatikan dalam struktur pencip-
taan tubuh manusia. Kepala terletak di atas, sementara kaki di ba-
wah. Betapa sulitnya hidup kita, jika sekiranya kepala di bawah,
kaki di atas. Demikian juga letak posisi tangan, berada di tengah-
tengah, dilengkapi jari jemari yang ukurannya bervariasi, se-
hingga memudahkan kita dalam pekerjaan sehari-hari. Tak kalah
pentinya, bentuk dan letak hidung dan telinga, dimana lobang
hidung berada di bawah, dan telinga mempunyai daun. Sungguh
betapa repotnya kita, jika lobang hidung berada di atas dan kebe-
tulan hari sedang hujan dan kita tak membawa payung.

Kemudian, suatu hal yang barangkali nyaris luput dari
pemikiran kita, mengapa pada tempat-tempat tertentu di tubuh ki-
ta, selalu ada tahi/kotorannya. Seperti di mata ada tahi mata, di
telinga ada tahi telinga, di hidung ada kerak hidung dan sebagai-
nya. Menurut yang pernah mencicipinya, tahi atau kotoran ter-
sebut rasanya pahit. Kenapa tidak manis?, ya tentu tidak manis,
sebab kalau manis, tentu segenap serangga akan datang menge-
rumuni. Kalau sudah demikian, tentu kita akan repot dibuatnya.

Kemudian, disamping adanya keserasian plus keindahan
dari penciptaan manusia, di dalamnya juga terdapat sejumlah
makna simbolik yang apabila kita renungkan dan mencoba me-
ngambil pelajaran padanya, sungguh sesuatu yang sangat ber-
harga bagi kemajuan dan ketinggian akal budi seseorang.


Muslimin Rahimakumullah.

46

Mari kita ambil contoh, makna simbolik yang terdapat
dalam tubuh manusia, dengan satu pertanyaan, mengapa Allah
menciptakan dua telinga, dua mata, sementara mulut cuma satu.
Padahal fungsi mulut bagi kita sangat banyak dan bervariasi, di-
bandingkan dengan fungsi telinga dan mata, walaupun sama-
sama penting.


Hadirin.

Allah menciptakan dua telinga, dua mata dan satu mulut.
Maksudnya, penggunaan telinga dan mata porsinya harus dua
kali lebih banyak daripada penggunaan mulut. Sebelum mulut
berkata ya atau tidak, hendaknya lihat dulu sebaik-baiknya, apa
memang benar keadaannya atau mungkin tidak benar. Dengar
dulu penjelasan orang lain secermat-cermat-nya. Setelah itu, baru
mulut bicara.

Kendati mulut cuma satu, namun yang satu ini ibarat pi-
sau bermata dua. Gara-gara mulut, bisa membawa bahagia, na-
mun gara-gara mulut pula bisa membawa celaka. Gara-gara pulut
santan binasa, gara-gara mulut badan binasa. Kenapa demikian,
karena lidah tak bertulang. Dan justeru karena lidah tak bertulang
inilah, sehingga mulut bebas ceplas-ceplos bicara. Kadang-ka-
dang, baru sebatas gossip, beritanya sudah menyebar luas ke ma-
na-mana. Belum lagi dilihat apakah benar faktanya, mulut sudah
bicara panjang lebar, dan terkadang berlebihan. Nah, mungkin
karena lidah tak bertulang inilah, sehingga “Uwes al-Qorni”
menginventarisir bahwa menurutnya ada 60 bahaya lisan/mulut
yang perlu diwaspadai. Maha Suci Allah yang telah menciptakan
mulut kita cuma satu. Sebab kalau dua, apalagi tiga, tentu kita
akan kewalahan memeliharanya.

47
Oleh karena itu, mengingat sangat strategisnya peran dan
pengaruh lisan/mulut terhadap tubuh kita lainnya, Rasulullah
menganjurkan agar setiap kita menjaga lisannya. Karena menjaga
lisan, kata beliau, merupakan amal yang paling disenangi Allah.


Dalam sebuah dialog Rasulullah SAW. dengan para
sahabat disebutkan :

°¬~¼¹À¬—ã[Ŭ‡ã[ª½~yª\£
°¬Ÿ[½c¨Ÿ Iã[Å«[`n[ª\°—×[¾[
²\¬«[•n½·ª\£ vn[¹_k¿

“Rasulullah bertanya kepada para sahabat, “Amal apakah yang
paling disenangi Allah? Para sahabat terdiam, tidak menjawab.
Kemudian Rasulullah bersabda, “Amal tersebut adalah menjaga
lisan/mulut” (HR. Imam Baihaqi dari Abi Juhfah).


Muslimin Rahimakumullah.

Dalam soal ibadah, seperti shalat umpamanya, disya-
ratkan bersih, baik badan, pakaian maupun tempat lingkungan
shalat.
Ibadah shalat ibarat acara “tatap muka” antara manusia
dengan Tuhannya. Di situlah konsultasi rohani terjalin secara
dingin dan sejuk. Karena sedang menghadap Tuhan Yang Maha
Besar, maka kita dituntut bersikap wajar terhadap-Nya dengan
disiplin dan beretika tinggi seperti layaknya menghadap seorang
48
pembesar atau pejabat tinggi.

Dalam lingkungan kerja saja, jika kita ingin menghadap
pimpinan, tentu kita akan berpakaian indah dan rapi, bersikap so-
pan dan bertutur bahasa yang santun. Apatah lagi jika kita shalat
menghadap Allah, semestinya lebih dari itu.

Karenanya wajar, jika Islam menggariskan aturan yang
sakral tentang keharusan bersuci ketika mau shalat serta memakai
pakaian yang indah, rapi dan menutup aurat, walaupun shalat
pakai kaos oblong itu syah, tetapi tolonglah dibedakan antara
shalat dengan nonton TV. Lantas, jangan pula berdalih, bahwa
Allah itu tidak melihat pakaian alias fisik seseorang, tetapi Allah
hanya melihat hati seseorang. Namun, alangkah sempurnanya
jika jiwa dan raga kita bersih, jika hati dan pikiran kita terkon-
sentrasi penuh terhadap Allah SWT. alias khusyu’, sementara pa-
kaian kita juga bersih, rapi dan indah. Sebab, jangankah soal
shalat, mau masuk masjid saja Allah menyerukan agar berpa-
kaian yang indah dan bersih.

Firman Allah SWT. :

vk¯−§v´—°¨c´¿{[¼xr¯u[Å´_¿

“Hai Anak Adam, pakailah pakaian yang indah dan bersih setiap
memasuki masjid” (QS. Al-‘Araf 31).


Kaum Muslimin yang berbahagia.

Ketahuilah, “Sesungguhnya Allah itu indah dan suka
49
akan keindahan” :
ª\°k«[`o¿−À°jã[²[

sebaliknya, “Allah benci kepada kekotoran dan kesemrawutan” :

h˜„«[t~[¼ œ_¿ã[²[


Rasulullah SAW. menganjurkan :

[½³½¨bÅcn°¨^\Àf¼°¨«\ny[½o¬‡[
»¯\ƒ}\´«[ÅŸ

“Perbaikilah rumah-rumah tempat kediamanmu dan pakaian-pa-
kaianmu sehingga kamu menjadi seumpama tahi lalat di wajah di
antara manusia” (HR. Al-Hakim).

“Tahi lalat” yang dimaksudkan Rasulullah adalah makna
kiasan yang melambangkan keindahan dan kecantikan. Rumah
yang bersih dan indah diibaratkan sebutir tahi lalat yang menem-
pel di wajah seseorang yang dapat memperindah dan memper-
cantik raut muka. Artinya, rumah yang bersih dan indah dapat
memberikan kesenangan, kenyamanan dan kedamaian bagi peng-
huninya dan masyarakat sekitarnya.

Marilah kita tata sedemikian rupa kondisi rumah kita
agar terlihat rapi dan indah. Manfaatkanlah pekarangan yang ada
50
yang ada dengan menanam berbagai tumbuh-tumbuhan, baik be-
rupa bunga-bungaan, tumbuhan obat (apotik hidup), maupun
tumbuhan-tumbuhan yang bermanfaat lainnya.

Akhirnya, marilah kita tingkatkan budaya bersih dan in-
dah di kalangan kita dan di sekitar lingkungan kita, agar dapat
memberikan suasana yang damai tenteram, sejuk dan nyaman.

Marilah kita dukung program Pemerintah Daerah untuk
mewujudkan kota Tanjung dan sekitarnya, menjadi kota yang
BERSINAR, Bersih, Indah, Nyaman, Aman dan Ramah Tamah.

Semoga Allah meridhai segala perbuatan dan usaha kita
semua. Amin.
°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
Å~[¼y\¸ÀŸ\´À¤«[½ \¸³uv¯ŠzÙ[¼
ºzˆ_blÀ¸^i½{−§µ¯ \¸ÀŸ\´c_³[¼
`À´¯v_—−¨«Âz§w¼
°Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
a\Ã×[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜³¼

°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼
51
°Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb
°À”˜«[ã[zœc~[¼ [x·Å«½£ª½£[
a\°¬°«[¼µÄ°¬°«[zÎÔ«¼°¨«¼Á«
¶¼zœc~\Ÿ a\´¯Ì°«[¼µÀ´¯Ì°«[¼
°Ànz«[y½œ«[½·¹³[






¿¿¿¿







52







Assalaamu’alaikum Wr.Wb.

[zÀƒ^¥o«\^ ¹«½~y−~y[ Âx«[ãv°o«[
¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ [
z¿x³¼
¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼ ¯Ø˜«[©¬°«[
°¬~¼ −‡°¸¬«[ ¯\³Ù[vÀ~ ¹«½~y¼
¹^\o‡[¼ ¹«[Ŭ—¼ v°o¯\³vÀ~Ŭ—
Ŭ—µÀ¯{Øc¯ µÀ°Î[u\¯Ø~¼ ºØ‡
\¸¿[ÔÀŸ v˜^\¯[ ¯\¿Ù[¼y½·v«[z°¯
ã[½¤c^Å³¼ °¨À‡¼[ }\´«[
²½o¬b°¨¬˜«¹c—\¼


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
53
7
lhamdulillah, kita panjatkan Puji dan Syukur ke
khadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah dan inayah-Nya kepada kita se-
mua, sehingga pada Jum’at ini kita masih diberikan kesempatan
waktu untuk mengabdi kepada-Nya melalui ibadah Jum’at di
masjid yang mulia ini.

Kemudian, marilah dalam kesempatan ini pula, kita
bersama-sama memperbaharui taqwa kita kepada Allah SWT. ka-
rena hanya dengan taqwa inilah merupakan sarana yang terbaik
di dalam mengarungi hidup dan kehidupan kita di dunia ini, ter-
lebih-lebih sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan di akhirat
nanti.


Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Dalam kesempatan khutbah kali ini, kami ingin mengajak
jamaah sekalian untuk merenungkan sebuah tema dalam kaitan-
nya dengan Tanjung BERSINAR dari segi Keindahan, yaitu
tentang ILMU, SENI dan AGAMA.


Muslimin Rahimakumullah.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa selain
sebagai agama yang menjunjung tinggi budaya keindahan, Islam
juga merupakan agama ilmu pengetahuan. Kesan ini tercermin
dalam kata Iqra’ ayat pertama surah Al-Alaq yang artinya baca-
lah.

Menurut suatu riwayat, kata Iqra’ ini diwahyukan kepada
Rasulullah SAW. melalui Malaikat Jibril dengan pengulangan
54
kata sampai tiga kali. Konon, Rasulullah sangat sulit sekali
meniru kata-kata Jibril ini, lantaran beliau adalah ummy. Akan te-
tapi, disamping alasan keummian beliau, pengulangan kata Iqra’
sampai tiga kali itu, sebenarnya memuat pengertian simbolisme
tersendiri bagi mereka yang mampu memahaminya. Dalam tra-
disi Arab ketika mereka hendak menyampaikan sesuatu hal yang
penting biasanya diucapkan sampai tiga kali. Nah, pengulangan
kata Iqra’ sampai tiga kali ini memberikan pengertian kepada kita
bahwa kata tersebut sangat penting untuk dipahami secara men-
dalam.


Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia.

Kata Iqra’ dalam Surat Al-Alaq yang berisi pesan mem-
baca tersebut mengandung makna yang penting dalam tradisi
transmisi keilmuan. Tidak ada satu kitab sucipun yang mene-
kankan betapa pentingnya makna ilmu pengetahuan, kecuali yang
dilontarkan oleh Al-Qur’an. Dan perlu diketahui bahwa proses
pencapaian ilmu pengetahuan, tidak akan bisa diperoleh secara
maksimal tanpa keterlibatan proses membaca.


Muslimin Rahimakumullah.

Para ahli tafsir Al-Qur’an merumuskan bahwa kata Iqra’
adalah dhamir mustatir, yaitu kata ganti yang tersembunyi, de-
ngan maksud agar obyek bacaan yang diperintahkan menjadi
luas. Dalam hal ini seolah-olah Allah SWT. ingin memberikan
pelajaran kepada kita semua bahwa yang bisa dibaca itu tidak
hanya berupa tulisan seperti kitab atau buku misalnya, tetapi
membaca bisa juga dilakukan dengan merenungi dan menyelidiki
fenomena alam semesta sebagai tanda kebesaran Allah SWT.
55
A
Berpijak dari pengertian inilah, kemudian para ahli tafsir
Al-Qur’an membagi obyek bacaan itu menjadi dua, yaitu obyek
bacaan yang bersifat Qauliyah, yaitu Al-Qur’an dan obyek baca-
an yang bersifat Qauniyah, yaitu alam semesta.


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Satu hal yang menarik dalam Islam adalah, bahwa proses
pencarian ilmu itu tidak bisa dilepaskan dengan pengabdian
kepada Tuhan. Inilah yang membedakan tradisi pencarian ilmu
dalam konsep barat dengan tradisi pencarian ilmu dalam konsep
Islam, dimana Barat dalam konsepnya memisahkan antara ilmu
pengetahuan dengan agama, sementara Islam, menyatukan antara
ilmu pengetahuan dengan agama. Dengan kata lain, agama men-
jadi penopang utama bagi kukuhnya ilmu pengetahuan. Dalam
kaitan ini maka kata Iqra’ pada surah Al-Alaq dilanjutkan dengan
Bismirabbikal ladzii khalaq yang apabila diterjemahkan dalam
bahasa filsafat maka pengertiannya barangkali, Carilah ilmu pe-
ngetahuan dengan selalu mengingat Allah sebagai pencipta alam
semesta. Jadi, proses pencarian ilmu memang didahulukan, na-
mun semuanya itu berbasis pada pengabdian kepada Allah SWT.
Islam menekankan agar di dalam pencarian ilmu pengetahuan,
tidak menyebabkan manusia menjadi takabbur, tetapi dengan
ilmu pengetahuan justeru manusia semakin dekat dengan Tu-
hannya, karena dengan bertambahnya ilmu, manusia menjadi
lebih sadar dan lebih tahu akan kebesaran Allah SWT.

Begitu pentingnya posisi ilmu pengetahuan ini, sehingga
Rasulullah mewajibkan kita untuk mencari ilmu. Sabda Nabi :
»°¬¯¼ °¬¯−§Å¬—»Œ¿zŸ°¬˜«[`¬
56
“Mencari ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam laki-laki
dan orang Islam perempuan”.

Kemudian sabda beliau lagi :
µÀˆ«\^½«¼ °¬˜«[[½_¬Ç

“Carilah ilmu sampai ke negeri Cina”

vo¬«[Å«Év¸°«[µ¯°¬˜«[`¬[

“Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang kubur”.

Kaum Muslimin yang berbahagia.

Kemudian mengingat betapa pentingnya ilmu ini, sam-
pai-sampai Rasulullah SAW. menilai bahwa sukses tidaknya se-
seorang dalam mengarungi bahtera hidup ini, ditentukan oleh
kualitas dan keluasan ilmu yang dimilikinya. Rasulullah SAW.
bersabda :

ºzrá[u[y[µ¯¼ °¬˜«\^¹Ä¬˜Ÿ\ijv«[u[y[µ¯
°¬˜«\^¹Ä¬˜Ÿ\°·u[y[µ¯¼ °¬˜«\^¹Ä¬˜Ÿ

“Barang siapa menghendaki kesuksesan hidup di dunia, maka ia
wajib menuntut ilmu. Dan barang siapa yang menghendaki ke-
nikmatan hidup di akhirat, maka ia harus menuntut ilmu. Dan
57
barang siapa menghendaki kebahagiaan keduanya (dunia dan
akhirat), maka ia mesti menuntut ilmu”.


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Islam selain menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, Islam
juga sangat menjunjung tinggi orang-orang yang berilmu.

Dalam Al-Qur’an Surah Al-Mujadalah ayat 11 Allah ber-
firman :

[½b¼[µÃx«[¼ °¨´¯[½´¯[µÃx«[ã[™ŸzÃ
djyu°¬˜«[

“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman
diantara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan itu,
beberapa derajat”.

Dari ayat di atas, kite dapat mengambil kesimpulan bah-
wa, ilmu sebagai obyek dan orang yang berilmu sebagai subyek,
sama-sama dijunjung tinggi oleh Allah SWT. Bahkan, dalam hal
ini yang menjadi sandaran utamanya adalah keberadaan ilmu itu
sendiri. Jadi ketinggian derajat seseorang ditentukan apakah ia
mempunyai ilmu pengetahuan atau tidak. Sudah barang tentu
yang dimaksud dalam ayat ini adalah ilmu yang bermanfaat bagi
masyarakat dan agama Allah. Tidak memandang apakah itu ilmu
agama ataupun ilmu non agama, sebab semua ilmu pada haki-
katnya adalah milik Allah, dan karenanya ia dipandang sama di
hadapan Allah SWT. Jadi, yang menjadi ukuran disini adalah
58
apakah ilmu tersebut bermanfaat atau tidak, baik bagi sesama
manusia, maupun bagi Allah sendiri.


Kaum Muslimin Sidang Jum’at yang berbahagia.

Prof. Dr. H. Mukti Ali, mantan Menteri Agama kita du-
lu, beliau pernah berkata : “Dengan ilmu, kehidupan menjadi
mudah. Dengan seni, kehidupan menjadi indah dan halus. De-
ngan agama hidup menjadi terarah dan bermakna”.

Melalui ilmulah kita mampu membaca dan menulis. De-
ngan ilmulah kita mampu berhitung. Dengan ilmulah kita mampu
memanfaatkan sumber kekayaan alam untuk kemanfaatan ma-
nusia. Dengan ilmulah kita mampu menjelajahi alam semesta ini
dan menyingkap rahasia yang terkandung di dalamnya. Pendek-
nya ilmu, termasuk teknologi di dalamnya, akan memberikan ke-
mudahan-kemudahan dalam arti yang seluas-luasnya kepada kita,
manusia.


Muslimin Rahimakumullah.

Kalau hanya menuntut ilmu semata, apalagi kalau hanya
ilmu-ilmu keduniaan, tentu saja belumlah cukup. Menuntut ilmu
keduniaan (umum), hendaknya diimbangi pula dengan menuntut
ilmu agama, ilmu-ilmu keIslaman. Sebab agama Islam yang kita
anut, tidak cukup hanya diimani semata, tetapi ia harus kita ilmui,
dalam arti kita gali dan pelajari, kita hayati dan kita amalkan,
serta kita da’wahkan untuk mengembangkan risalah Islam ke
tengah-tengah masyarakat.

Di dalam menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada
59
orang lain, diperlukan seni tersendiri. Dengan seni inilah sese-
orang akan tertarik, seseorang akan tergugah, seseorang akan
terpesona. Disinilah letak akan arti pentingnya seni di dalam ber-
da’wah. Ilmu tanpa seni akan menjadi kering dan gersang.
Sebaliknya, seni tanpa ilmu, akan menjadi hampa. Ilmu dan seni,
akan terarah dan bermakna, manakala dikomando oleh agama.


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Keindahan yang sering diidentikkan dengan seni dan
budaya, tak dapat dipungkiri, memang ia merupakan sesuatu
yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Oleh karenanya jangan
heran kalau yang satu ini, banyak orang yang menggemarinya.


Muslimin Rahimakumullah.

Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak melarang seseo-
rang yang senang dengan kesenian atau seseorang yang berke-
cimpung dalam dunia seni. Karena disamping Allah itu indah dan
menyukai keindahan, pada dasarnya kesenian itu juga merupakan
fitrah manusia yang berfungsi sebagai penyegar (rileks), pe-
ngobat kesedihan, pembangkit perasaan, rasa iba, bahkan melalui
seni, dapat menumbuhkan kesadaran dan akal budi yang tinggi,
sehingga manusia cenderung berbuat baik sebagai perwujudan
dari rasa syukur ke khadirat Allah SWT.

Oleh karenanya, marilah kita tumbuh kembangkan berba-
gai kesenian, terutama kesenian daerah melalui upaya pembinaan
nya baik formal maupun non formal, dan mari kita kemas serta
kita isi berbagai kesenian tersebut dengan nuansa Islami serta
pesan-pesan da’wah dan pembangunan guna meningkarkan nilai-
60
sptitual yang menekankan pada pembinaan akhlakul karimah.


Muslimin Sidang Jum’at yang Berbahagia.

Jika penggalian ilmu pengetahuan dan pengembangan
kesenian diarahkan kepada upaya peningkatan wawasan pema-
haman keIslaman dan ditujukan semata-mata untuk mengabdi ke-
pada Allah, maka ilmu dan seni akan benar-benar bermakna dan
akan dapat mengarahkan manusia untuk mencapai ridha-Nya.
InsyaAllah.

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
²\³×[²[ zˆ˜«[¼
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
do¬ˆ«[[½¬°—¼ [½´¯[µ¿x«[×[ zrÁ«
z_ˆ«\^[½‡[½b¼ ¥o«\^[½‡[½b¼
Á´˜³¼ °Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
°Ä¨o«[z§x«[¼a\Ã×[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼

z½œ«[½·¹³[ ¹b¼Øb °¨´¯¼Á´¯−_¤b¼
zÀrd³Ç¼ °ny[¼ z›[]y−£¼ °Ànz«[
µÀ°n[z«[
61









Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Ŭ—¯Ø«[¼ºØˆ«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[
¹«[Ŭ—¼v°o¯\³vÀ~ µÀ¬~z°«[zƒ[
ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ µÀ˜°j[¹_o‡¼
[v°o¯²[v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼
[x·Å¬— °¬~¼−‡°¸¬«[ ¹«½~y¼¶v_—
v°o¯ °À•˜«[ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[
µÃv«[¯½ÃÅ«[¹˜_bµ¯¼ ¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼
°¨À‡¼[ ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[
²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼

62
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

uji syukur kita panjatkan ke khadirat Allah SWT.
yang mana atas izin-Nya jualah sehingga dapatlah
kita pada siang ini kembali melaksanakan fardhu
Jum’at di masjid yang mulia dan terhormat ini.


Muslimin Rahimakumullah.

Sebagai hamba yang beriman, kita yakin dan percaya
bahwa apapun yang telah diciptakan Allah SWT. tidaklah sia-sia.
Apa yang Ia ciptakan, seperti langit, bumi, air, udara, api, bina-
tang dan tumbuh-tumbuhan, semuanya pasti mempunyai manfaat
yang sangat besar bagi kehidupan, utamanya bagi kita manusia.

Kalau kita mencoba merenungkan, ternyata alam semesta
ini tak obahnya laksana sebuah bangunan yang megah dan indah
serta lengkap dengan berbagai fasilitas. Langit ditinggikan seba-
gai atap, bumi dihamparkan sebagai lantai. Planet dan bintang-
bintang terpasang rapi di setiap bagian alam raya, berkelap kelip
laksana lampu-lampu yang menyinari. Berbagai kekayaan alam
yang tersimpan di perut bumi dan di dasar lautan, sebagaimana
layaknya benda-benda simpanan yang sewaktu-waktu dapat di-
pergunakan jika diperlukan. Binatang dan tumbuh-tumbuhan
yang menghiasi dataran bumi, bagaikan hewan piaraan dan kebun
atau taman di sekeliling bangunan, yang kesemuanya tidak saja
dapat dimanfaatkan untuk keperluan hidup sehari-hari, tetapi juga
akan menambah suasana keindahan dan kesejukan bagi manusia
sebagai penghuni bangunan tersebut.

Manusia sebagai salah satu makhluk penghuni alam ini,
yang diberi tugas menjadi pengelola di bumi, ia bertindak sebagai
63
P
8
wakil Tuhan yang diberikan kepercayaan sebagai pemilik bumi
ini, dan oleh karenanya tidaklah berlebihan jika Tuhan meng-
anugerahkan segala apa yang ada di bumi ini untuk manusia.
Firman Allah SWT. :

\˜À°jŠy×[ÅŸ\¯°¨«¥¬r¾x«[½·

“Dia-lah Allah, yang menjadi segala yang ada di bumi untuk
kamu”(QS. Al-Baqarah ayat 29).


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Alam yang indah merupakan dambaan ummat manusia.
Ketika kita berjalan-jalan mengelilingi alam sekitar, mungkin ti-
dak sedikit keindahan-keindahan yang dapat kita lihat dan kita ra-
sakan. Apalagi jika kita berjalan di seputar taman atau di lokasi
wisata alam, maka berjuta keindahan akan dapat kita lihat dan
kita nikmati. Dari sebatang pohon yang daunnya rindang hingga
setangkai bunga yang indah dan harum. Dari seekor burung yang
bebas terbang dan hinggap dari dahan ke dahan, hingga sekum-
pulan semut yang berbaris teratur di permukaan tanah. Ketika
semua itu kita lihat dan kita renungkan, maka sebagai seorang
yang beriman, kita akan sadar bahwa Allah-lah yang mencipta-
kan, memelihara dan mengatur semua ini, dengan segala ke-
lengkapan dan keindahannya. Kita sadar bahwa segala keindahan
ini adalah kepunyaan Allah dan merupakan perwujudan dari
sifat-Nya Yang Maha Indah (Al-Jamaal).


Muslimin Rahimakumullah.
64
Seseorang yang memiliki keimanan kepada Allah, ia
akan berpikir dan merenung dari setiap yang ia lihat dan ia rasa-
kan. Kupu-kupu misalnya, ia adalah makhluk yang tergolong
sangat indah dan elok untuk dilihat. Kupu-kupu yang memiliki
sayap berbentuk simetri dengan desain seperti sehelai renda yang
demikian teliti sehingga terlihat seolah-olah seperti dilukis de-
ngan tangan dengan perpaduan warna yang harmoni dan dipenuhi
fosfor sehingga kelihatan mengkilap, adalah bukti nyata betapa
tinggi karya seni yang dimiliki oleh Allah SWT. sebagai pencip-
tanya. Demikian juga banyaknya jenis tanaman dan pepohonan
yang tidak terhitung jumlahnya, merupakan bagian dari keindah-
an ciptaan Allah. Bunga-bunga dengan bentuk dan warna yang
beraneka ragam serta mempunyai masing-masing keharuman
yang khas, yang sejak dulu hingga sekarang bahkan sampai hari
kiamat, keharumannya tidak pernah berubah dan tidak ada satu
teknologi manapun yang mampu menciptakan keharuman yang
serupa, yang dikeluarkan oleh bunga-bunga tersebut, hal ini juga
merupakan bukti nyata betapa sempurnanya karya seni yang di
ciptakan oleh Allah SWT. Sebagai orang yang beriman, ia tidak
akan segan-segan untuk selalu memuja dan memuji Allah, de-
ngan perkataan :

ã\^×[º½£× ã[ÆÔƒ\¯

“Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuat-
an kecuali dengan pertolongan Allah” (QS. Al-Kahfi ayat 39).


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at yang Berbahagia.

Menyebut kalimat puji-pujian kepada Allah SWT. akan
65
menimbulkan dan membangkitkan serta menumbuhkan perasaan
indah yang amat besar pengaruh dan manfaatnya bagi jiwa dan
raga manusia. Perasaan yang indah berupa pujian ini adalah suatu
santapan yang paling lezat citarasanya bagi jiwa manusia. Jiwa
manusia akan merasakan kelezatan dan kebahagiaan yang sangat
tinggi di kala munculnya perasaan indah ini. Seiring dengan beta-
pa agungnya nilai puji-pujian terhadapAllah ini, maka dalam
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas r.a, Rasulullah SAW.
bersabda :

°fÅc¯[µ¯−jyvÀ^\·zÀŸ[xo^\À³v«[²[½«
©«wµ¯−ŒŸ[ãv°o«[²\¨«ãv°o«[ª\£

“Sekiranya dunia dan seluruh harta kekayaan yang berada di
atasnya diserahkan ke tangan seorang dari ummatku, lalu orang
itu berkata ALHAMDULILLAH. Sungguh ucapan Alhamdulillah
itu lebih berharga dari seluruh harta kekayaan itu”.

Kemudian Al-Qurthuby seorang mufasyirin terkenal menambah-
kan, kata beliau : “Perasaan indah berupa sanjungan dan pujian
terhadap Allah SWT. itu dapat memberikan perasaan nikmat
yang melebihi nikmatnya memiliki (menggunakan) harta kekaya-
an”.

Mungkin timbul pertanyaan, “Mengapa ucapan ALHAM-
DULILLAH justeru nilainya lebih tinggi dari seluruh harta ke-
kayaan yang ada di dunia ini?. Jawabnya sederhana saja, karena
ucapan “alhamdulillah” merupakan ucapan syukur yang akan
teraplikasi dalam aktivitas kehidupannya sehari-hari, sehingga ia
menjadi hamba Allah yang selalu bersyukur, yang tentunya
66
dengan kesyukurannya ini akan mendapat ganjaran dari Allah
SWT. dengan kenikmatan yang abadi. Sedangkan harta kekaya-
an di dunia ini, kenikmatannya hanya bersifat sementara, yakni
hanya dapat di rasakan selama kita hidup di dunia ini saja.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka ucapan “alhamdu-
lillah” tentu tidak sekedar ucapan belaka, tanpa perenungan dan
penghayatan yang dalam. Oleh karenanya, ucapkanlah “al-
hamdulillah” dengan penuh pengertian dan kesadaran, dalam arti
tidak asal sebut saja.


Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Tafakkur di balik keindahan alam, tidak lain adalah da-
lam rangka menciptakan suasana bahagia dan meningkatkan rasa
syukur ke khadirat Allah SWT.

Said Musthafa Luthfi Al-Manfaluthi seorang penyair
Arab terkenal, menulis : “Carilah bahagia di hutan rimba dan
belukar, di lurah dan di bukit, di kebun dan di atas dahan, di da-
un yang hijau dan bunga yang mekar, di danau dan di sungai
yang mengalir. Carilah bahagia pada sang surya yang terbit
pagi dan terbenam petang. Carilah bahagia pada awan yang
berarak, pada burung-burung yang hinggap dan terbang. Cari-
lah bahagia pada bintang-bintang yang berkelipan. Carilah ba-
hagia di kebun bunga di dekat rumahmu. Carilah bahagia di
pinggi sungai dan di puncak-puncak bukit. Carilah bahagia keti-
ka mendengarkan air yang mengalir di tengah malam, suara
angin yang bertiup sepoi-sepoi basah menyentuh dedaunan, sua-
ra jangkrik di tengah malam nan sunyi dan nyanyian katak di
tengah sawah. Di dalam semua ini tersimpan bahagia yang seja-
ti, yang indah, mulia dan murni, yang dapat menghidupkan hati
67
yang telah mati dan mendatangkan ketenteraman yang sejati di
dalam kehidupan”.

Masukilah alam keindahan, agar terbit rasa syukur yang
mendalam. Bacalah karya sastra yang indah-indah, sehingga
timbul keinginan hati untuk memuji penyairnya. Bacalah buku-
buku yang berkualitas, sehingga timbul kerinduan untuk berke-
nalan dengan penulisnya. Lihatlah dan perhatikanlah alam semes-
ta dan rasakan keindahannya, niscaya akan timbul keinginan dan
kerinduan untuk mencintai penciptanya, Allah SWT.

Semoga khutbah yang singkat ini, dapat menggugah akal
dan hati kita untuk senantiasa tafakkur terhadap keindahan alam
yang telah di ciptakan oleh Allah SWT. sebagai sarana untuk
meningkatkan iman dan taqwa kita kepada-Nya. Amin.

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
−À¬«[Øcr[¼ Šy×[¼a[½°«[¥¬rÅŸ²[
°§\¿[¼ ã[\´¬˜j ]\_«×[Å«¼×a\¿× y\¸´«[¼
¶u\_—ÅŸ °§\¿[¼\´¬ru[¼ µÀ´¯×[µ¿|ÎÔ«[µ¯
zÀrd³[¼ °ny[¼z›[]y−£¼ µÀo«\ˆ«[
°Ànz«[y½œ«[½·¹³[ ¶¼zœc~[¼ µÀ°n[y«[

68








Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

¯Ø«[y[v^¹—\[µ¯v—¼ ¾x«[ãv°o«[
v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
°¬~¼−‡°¸¬«[ ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[
¹_o‡¼ ¹«[Ŭ—¼ v°o¯\³vÀ~Ŭ—
µÃv«[¯½ÃÅ«[²\oÊ^ °¸˜_bµ¯¼
Á³¼ °¨À‡¼[ ã[u\_—\ÄŸ v˜^\¯[
¹b\¤b¥o ã[[½¤b[¼ ã[½¤c^
²½°¬¯°c³[¼×[µb½°b×¼


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
69
9
ertama-tama dalam kesempatan khutbah kali ini,
izinkanlah kami mengajak kepada para jamaah se-
kalian untuk bersama-sama memperbanyak rasa
syukur kita ke khadirat Allah SWT. karena setiap saat, setiap de-
tik, setiap menit dan setiap jam, limpahan rahmat dan karunia Al-
lah selalu tercurah kepada kita sekalian.

Kemudian, dalam kesempatan ini pula kami menghimbau
kepada para jamaah sekalian, khususnya kepada diri kami sendiri,
untuk selalu memperbaharui iman dan taqwa kepada Allah SWT.
karena hanya dengan iman dan taqwa inilah, merupakan bekal
terbaik didalam mengarungi kehidupan di dunia ini, terlebih-lebih
untuk kehidupan di akhirat nanti.


Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Dalam kehidupan ini, manusia selalu mencari kepuasan,
baik kepuasan yang bersifat lahiriah, maupun kepuasan yang
bersifat batiniah.

Kepuasan yang bersifat lahiriah, pada umumnya belum
mampu memberikan kenyamanan dan ketenteraman yang hakiki.
Tidak sedikit orang-orang yang hidupnya berkecukupan, rumah-
nya besar dan megah, banyak memiliki harta dan sejumlah uang
tunai, sehingga apa saja yang dikehendaki tidak begitu sulit ia
penuhi, namun siapa sangka, ternyata batinnya kosong, jiwanya
gelisah. Sebaliknya, banyak orang yang secara materi boleh dibi-
lang miskin dan papa, namun jiwanya tenteram dan pikirannya
tenang.

Timbul pertanyaan, “Apa kira-kira upaya yang harus di-
lakukan, agar hidup ini selalu terasa nyaman dan tenteram?”.
70
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. menerangkan ada
lima hal yang perlu diperhatikan jika seseorang menginginkan
kehidupan yang nyaman dan tenteram. Hadits tersebut berbunyi :

Šy[¼ }\´«[v_—ǵ¨b ¯y\o°«[¥b[
µnǼ }\´«[Å´›[µ¨b©«ã[°Ÿ\°^
`ob\¯}\´¬«`n[¼ \´¯Ì¯µ¨b¦y\jÅ«[
©oŒ«[zg¨b×¼ \°¬¯µ¨b©´«
`¬¤«[dÀ°b©oŒ«[ºzg§²\Ÿ

“Jauhilah segala macam larangan, anda akan menjadi manusia
yang paling berbakti. Berlaku ridhalah terhadap sesuatu yang di-
karuniakan Tuhan, anda akan menjadi manusia yang paling ka-
ya. Berbuat baiklah terhadap tetangga, anda akan menjadi seo-
rang Mu’min yang hakiki. Cintailah sesama manusia laksana
mencintai diri sendiri, anda akan menjadi seorang Mu’min sejati.
Janganlah banyak tertawa, sebab banyak tertawa mematikan
hati” (HR. Hakim, Turmizi dan Baihaqi dari Abu Hurairah).


Kaum Muslimin Jamaah Jum’at Rahimakumullah.

Marilah kita bahas satu persatu dari lima hal yang perlu
diperhatikan dalam rangka meraih kehidupan yang nyaman dan
tenteram, seperti yang disebutkan dalam hadits Rasulullah di atas.

71
P
1. Menjauhi Segala Macam Larangan

Seseorang yang melakukan pelanggaran, baik terhadap
peraturan perundang-undangan, norma dan adat istiadat, terlebih-
lebih melanggar ketentuan-ketentuan agama, sudah pasti jiwanya
tidak akan merasa nyaman dan tenteram. Hatinya pasti gelisah,
kendatipun mungkin pelanggaran yang ia lakukan tersebut tidak
seorangpun yang mengetahuinya. Perhatikanlah umpamanya
orang yang telah melakukan perbuatan korupsi, yang telah meru-
gikan keuangan negara jutaan bahkan miliaran rupiah, batinnya
pasti tidak tenang, ada perasaan tidak aman dalam dirinya. Ketika
tengan malam, kebetulan ada mobil yang tiba-tiba berhenti persis
di depan rumahnya, lantaran kehabisan bensin, ia akan cepat ba-
ngun dan segera mendekati jendela, mengintipnya, jangan-jangan
ada polisi yang datang menangkapnya.

Demikian juga kegelisahan yang menimpa seseorang
yang melanggar ketentuan-ketentuan agama. Jiwanya tidak per-
nah merasa tenang. Ia selalu dihantui oleh rasa bersalah dan dosa.
Oleh karena itu, agar dapat diperoleh kehidupan yang nyaman
dan tenteram, maka jauhilah segala macam larangan.


Muslimin Rahimakumullah.

2.Ridha Terhadap Karunia Allah.

Kebanyakan tabi’at manusia adalah selalu merasa tidak
puas atau tidak cukup atas segala ni’mat yang dikaruniakan Allah
terhadapnya. Kalau menurutkan hawa nafsu, memang tidak akan
habis-habisnya. Sudah punya satu, kepingin dua. Sudah punya
dua, malah mau tiga, dan seterusnya.
72

Rasulullah SAW. bersabda :

\°¸«c^ת\¯µ¯²\¿u[¼ ¯u[µ^ײ\§½«
][zc«[×[¯u[µ^[½jÚ°¿×¼\g«\f

“Seandainya seorang anak Adam telah memiliki dua lembah har-
ta, maka dia akan mencari lembah yang ke tiganya. Dan tak akan
merasa puas perutnya, melainkan dengan dimasukkan ke dalam
tanah” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tabi’at yang demikian ini dapat dikendalikan dengan si-
kap jiwa qana’ah, yaitu mencukupkan dan merasa puas dengan
ni’mat yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dengan sikap qana-
’ah dapat membuat seseorang berpola hidup sederhana dan he-
mat.

Ridha terhadap karunia Ilahi, maksudnya menerima apa
adanya atau menerima dengan perasaan syukur segala yang dika-
runiakan Allah kepadanya dan menggunakan karunia Allah terse-
but di jalan yang diridhai-Nya. Dengan sikap ridha, kata Rasulul-
lah, dapat membuat seseorang merasa paling kaya di dunia ini,
kendatipun sebenarnya dia tergolong orang miskin dalam kaca-
mata ekonomi. Kenapa demikian? Karena orang yang ridha ter-
hadap karunia Allah, dia akan selalu melihat orang lain yang hi-
dupnya mungkin lebih kurang beruntung dibandingkan dia, se-
hingga memacu dia untuk selalu bersyukur. Berbeda dengan
orang yang tama’ dan serakah, harta benda yang ia miliki justeru
tidak pernah membuat ia puas. Dia senantiasa merasa kurang, dia
akan merasa miskin, kalau ada orang lain lebih kaya dari dia. Ga-
ya hidupnya senantiasa bercermin kepada orang lain yang lebih
73
tinggi dari dia, sehingga tidak akan ada kesudahannya, bak kata
pepatah, “Di atas langit ada langit”. Orang yang tama’ dan sera-
kah, walaupun pada lahiriahnya seperti orang yang berkecukupan
dan sepintas kelihatan nyaman dan tenteram, namun ternyata da-
lam hatinya tidak ada ketenangan. Hampir seluruh hidupnya sela-
lu dipusingkan oleh berbagai problem sebagai akibat dari keti-
dakpuasan nafsunya terhadap apa yang telah didapatkannya.


Muslimin Rahimakumullah.

3. Berbuat Baik Kepada Tetangga.

Mungkin kita pernah mengalami dan dapat merasakan,
bahwa ternyata tetangga yang baik kadang-kadang kebaikannya
melebihi dari keluarga. Yang jelas, bagaimanapun juga, Tetangga
dekat lebih baik daripada keluarga yang jauh. Karena tetangga
yang dekat inilah yang lebih duluan tahu dan lebih duluan dapat
menolong kita manakala suatu ketika kita ditimpa musibah. Oleh
karena itu, berbuat baik terhadap tetangga adalah suatu keharus-
an, dan ini merupakan ajaran Islam yang tergolong utama.

Sehubungan dengan hidup bertetangga ini, dalam bebe-
rapa hadits, Rasulullah SAW. bersabda :


¶y\jwÌ¿ØŸzr×[¯½À«[¼ ã\^µ¯Ì¿²\§µ¯

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah
ia menyakiti hati tetangganya” (HR. Bukhari).

74
\·Æ\¯zg§\Ÿ »£z¯ds_[w[ yw\^[\¿
©³[zÀjv·\˜b¼

“Hai Abu Dzar, apabila anda memasak sayur, maka perbanyak-
lah kuahnya dan bertengggangrasalah kepada tetangga anda”
(HR. Muslim dari Abu Dzar).


¹¤Î[½^¶y\jµ¯È¿×µ¯»´k«[−rv¿×

“Tidak masuk ke dalam Sorga orang yang tetangganya tidak me-
rasa aman dari kejahatannya”(HR. Muslim).

Seseorang yang senantiasa berbuat baik terhadap tetang-
ganya dengan suka mengulurkan pertolongan, berlaku tenggang
rasa dan bersifat terbuka, maka orang ini tentu akan disenangi
oleh jiran sekitarnya. Seseorang yang selalu disenangi oleh orang
lain, kehadirannya sangat didambakan dan diperluan, ketiadaan-
nya merupakan kesedihan bagi warga sekitarnya, atau orang-
orang merasa kehilangan akan dia. Oleh karena itu, wajar jika
Rasulullah SAW. menyatakan bahwa orang yang selalu berbuat
baik kepada tetangganya ia berhak memperoleh gelar orang Mu’-
min yang hakiki (yang sebenar-benarnya).


Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’at Rahimakumullah.

4. Mencintai Sesama Manusia

75
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi cinta dan
kasih sayang. Kehadirannya di permukaan bumi ini, tidak lain
adalah dalam rangka menciptakan suatu masyarakat yang ruhama
(saling kasih mengasihi dan saling cinta mencintai).

Agama Islam menganggap bahwa setiap Muslim itu ber-
saudara.

º½r[²½´¯Ì°«[\°³[

“Sesungguhnya orang mu’min itu bersaudara” (QS. Al-Hujurat
ayat 10).


Ayat ini menegaskan bahwa wajib hukumnya bagi orang
Islam untuk menjalin persaudaraan dengan sesama Muslim.
Apabila diantara mereka ada yang bertengkar, hendaknya yang
lain mendamaikannya. Jangan malah memperkeruh keadaan, de-
ngan memihak salah satu diantara mereka, atau membuat tin-
dakan provokasi.

Setiap Muslim itu bersaudara. Maka Rasulullah menga-
jarkan perlunya menjadikan kasih sayang sebagai jiwa yang hi-
dup dalam kalbu ummat Islam. Ditegaskan oleh Rasulullah SAW.
bahwa antara orang Islam yang satu dengan yang lainnya, ibarat
satu tubuh. Jika bagian tubuh tertentu sakit, maka bagian lainnya
pun ikut merasakan sakitnya. Diibaratkan pula oleh Rasulullah,
bahwa jalinan cinta dan kasih sayang antara sesama Muslim itu
laksana sebuah bangunan yang kokoh kuat, yang di dalamnya
terjalin persatuan dan kesatuan yang tak mudah diruntuhkan
dengan cara dan upaya apapun juga.
76
Apabila rasa cinta dan kasih sayang seseorang kepada se-
sama manusia, terutama kepada sesama Muslim, sudah demikian
mendalam dan teraplikasi dalam tindakan kehidupan nyata, maka
menurut Rasulullah, ia sudah mencapai predikat Muslim yang
sejati. Pada hadits lain Rasulullah mempertegas :

¹ÀrÙ`o¿Åcn °§vnǵ¯Ì¿×
¹´«`o¿\¯

“Tidaklah beriman seseorang diantara kalian sebelum dia men-
cintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”
(HR. Bukhari dan Muslim).

ã™´¯¼ ãÅ—Ǽ ãœ^Ǽ ã`nǵ¯
²\°¿Û[−°¨c~[v¤Ÿ

“Barangsiapa yang saling mencintai karena Allah, membenci ka-
rena Allah, memberi karena Allah dan menahan pemberian juga
karena Allah, maka sungguh telah sempurna imannya” (HR. Abu
Dawud dan At-Turmidzi).


Ma’asyiral Muslimin Sidang jum’at Yang Berbahagia.

5. Jangan Banyak Tertawa.

Tertawa itu ada dua macam. Pertama, tertawa yang men-
datangkan manfaat, yaitu tertawa yang ditujukan untuk
77
menyenangkan orang lain dan atau untuk mengurangi perasaan
tertekan, mengurangi ketegangan karena dihadapkan dengan
berbagai masalah, dan sebagainya. Kedua, tertawa yang tidak
bermanfaat, bahkan dapat mendatangkan kerugian atau membuat
orang merasa dihinakan/diejek karenanya. Tertawa yang kedua
inilah yang dilarang oleh agama.

Dalam hubungan ini, seorang ahli hikmat purbakala yang
namanya diabadikan dalam Al-Qur’an, Lukmanul Hakim, pernah
berwasiat kepada anak-anaknya :
“Wahai anakku! Janganlah banyak tertawa yang tidak karuan.
Janganlah melangkah dengan tidak ada tujuan. Janganlah mena-
nyakan sesuatu yang tidak ada faedahnya. Jangan bersikap pelit
terhadap harta sendiri dan berlaku royal terhadap harta orang
lain”.


Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Apabila kelima hal yang telah kami uraikan tersebut,
dapat kita jadikan pegangan dalam mengarungi kehidupan ini,
maka insyaAllah hidup kita akan menjadi nyaman dan tenteram.
Ingatlah, bahwa kenyamanan dan ketenteraman itu bukan hanya
terletak pada kekayaan yang melimpah ruah, bukan pula kepada
kedudukan dan jabatan yang tinggi dan terhormat, tetapi terletak
pada hati dan pikiran yang tenang.

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^

78
½rØŸ \o«\‡−°—¼zr×[¯½À«[¼ ã\^µ¯[µ¯
°§\¿[¼ ã[\´¬˜j ²½³|o¿ °·×¼ °¸À¬—
¶u\_—ÅŸ °§\¿[¼\´¬ru[¼ µÀ´¯×[µ¿|ÎÔ«[µ¯
[zÀrd³[¼ °ny[¼z›[]y−£¼ µÀo«\ˆ«[
°Ànz«[y½œ«[½·¹³[ ¶¼zœc~[¼ µÀ°n[y



m@g,_






79










Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

¶zœc³¼ ¹´Ä˜c³¼ ¶v°o³ ãv°o«[
a\ÏÀ~µ¯¼ \´³[y¼zƒµ¯ã\^w½˜³¼
−¬ŒÃµ¯¼ ¹«−Œ¯ØŸã[Åv¸Ãµ¯ \´«\°—[
²[v¸ƒ[¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ ¹«Áu\·ØŸ
Ŭ— °¬~¼−‡°¸¬«[ ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯
°¸˜_bµ¯¼ ¹_o‡¼¹«[Ŭ—¼ v°o¯\³vÀ~
v˜^\¯[ »¯\Ĥ«[¯½ÃÅ«[²\oÊ^
ã[½¤c^Á³¼ °¨À‡¼[ ã[u\_—\ÄŸ

80
×[ µb½°b×¼ ¹b\¤b¥o ã[[½¤b[¼
²½°¬¯ °c³[¼


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

engan memanjatkan puji dan syukur ke khadirat
Allah SWT. dapatlah kita pada hari ini menunai-
kan titah perintah Allah SWT, melaksanakan
ibadah Jum’at di masjid yang mulia ini.


Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Kehidupan rumah tangga yang nyaman dan terteram me-
rupakan dambaan setiap keluarga. Namun untuk meraihnya bu-
kanlah persoalan yang gampang, tetapi memerlukan jurus-jurus
jitu yang hraus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas
oleh individu-individu keluarga.

Secara ideal keluarga memang diharapkan dapat menjadi
tempat perlindungan lahir dan batin bagi setiap anggotanya, di-
mana mereka merasa aman, nyaman, tenteram, damai dan sejah-
tera penuh kasih sayang. Namun, apakah setiap orang dapat me-
rasakan yang sedemikian ini? Entahlah, yang jelas kegagalan da-
lam menumbuhkan afeksi di tengah-tengah keluarga, nampak-
nya semakin terasa. Hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor,
antara lain karena terlalu sibuknya orangtua dalam pekerjaan se-
hari-hari, sehingga anak-anaknya kurang diperhatikan. Untuk
mengatasi masalah ini, ada sebagian keluarga menyediakan
81
D
10
/berbagai alat sarana hiburan keluarga di rumah, seperti penyedi-
aan Radio, Tape Recorder, TV, VCD, Komputer, berbagai alat
permainan dan sebagainya, dengan harapan agar anak-anak betah
tinggal di rumah. Tetapi kenyataannya tetap saja tidak mampu
menciptakan kenyamanan dan ketenteraman rumah tangga, ka-
rena alat-alat mekanik dan elektronik ini kering akan sentuhan-
sentuhan psikologis, sehingga tidak akan banyak membantu
dalam upaya memperkokoh ikatan keluarga.


Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Dalam menciptakan kehidupan keluarga yang nyaman
dan tenteram, paling tidak ada empat hal yang perlu diperhatikan,
yaitu :

1. Merawat Cinta Kasih

Cinta kasih dalam keluarga merupakan tali pengikat yang
sangat kuat dalam mengakrabkan hubungan sesama anggota ke-
luarga. Ia tidak akan dapat diwujudkan hanya dengan memenuhi
kebutuhan material atau duniawi semata, tanpa adanya komuni-
kasi yang memadai. Perasaan cinta kasih hanya akan terwujud,
jika seluruh anggota keluarga dapat menjalin komunikasi yang
baik dan harmonis secara kontinue dan konsisten.

Hubungan keluarga yang akrab dan intim serta sarat de-
ngan afeksi yang mendalam, dapat menciptakan suasana saling
percaya mempercayai, menumbuhkan kebersamaan dan semangat
kerja serta dapat mengembangkan kepribadian.


2. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan
82
Hadirin

Rumah dan lingkungan yang bersih dan sehat akan men-
ciptakan suasana segar dan riang bagi penghuninya. Rumah dan
pekarangan yang tertata rapi, bersih dan indah dapat menyegar-
kan rohani penghuninya. Mata kita yang sehari-harinya selalu
menyaksikan lingkungan yang bersih, hidung kita selalu meng-
hirup udara yang bersih dan segar, kondisi ini selain menambah
keindahan dan kesejukan, juga sangat membantu bagi pemeliha-
raan kesehatan.

Dengan badan yang sehat, pikiran yang tenang dan roha-
ni yang segar, tentu sangat berpengaruh bagi kenyamanan dan ke-
tenteraman kehidupan keluarga. Karena susana hati yang senang
dan badan yang sehat, dapat menjadikan anggota keluarga memi-
liki semangat hidup yang baik dan pikiran yang jernih.


3. Menjaga Hubungan Kekerabatan

Dalam masyarakat Islam, kekerabatan mempunyai kore-
lasi dengan keluarga. Hubungan kekerabatan sangat menentukan
terhadap kelestarian sebuah keluarga. Oleh karenanya, maka hu-
bungan kekerabatan hendaknya selalu dijaga dan dipelihara de-
ngan cara menjalin hubungan yang baik, bantu membantu, baik
dalam bentuk material maupun moril. Firman Allah SWT. :

Ó½bÌ¿²Ç»˜«[¼°¨´¯−Œ«[[½«¼Ç−bȿ׼
Å^z¤«Å«¼Ç

83
“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan
kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak)
akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya)”(QS. An-
Nuur ayat 22).


Muslimin Rahimakumullah.

Boleh jadi, mungkin sebuah keluarga tidak memerlukan
uluran tangan (bantuan) secara material dari kerabatnya, namun
bagaimanapun juga ia tetap memerlukan bantuan moril, terutama
dalam hal menyelesaikan berbagai masalah dan problema. Misal-
nya, bila terjadi ketegangan antara suami isteri sehingga keutuhan
keluarga terancam, maka pihak pertama yang harus turun tangan
adalah keluarga dekat masing-masing pihak. Hal ini sesuai de-
ngan anjuran Allah SWT. :

µ¯\°¨n[½g˜^\Ÿ\°¸´À^¢\¤ƒ°cr²É¼
\¸¬·Çµ¯\°¨n¼¹¬·Ç

“Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara kedua-
nya, kirimkanlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seo-
rang hakam dari keluarga perempuan” (QS. An-Nisa ayat 35).

Peran kekerabatan dalam keluarga tidak hanya sebatas
memberi bantuan materi dan menyelesaikan masalah keluarga,
tetapi juga memberi bimbingan keagamaan agar didapat keni’-
matan hidup berkeluarga yang diridhai Allah SWT. Firman Allah
SWT. :

84
µÀ^z£Ù[©bzÀ„—yx³Ç¼


“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terde-
kat” (QS. Asy-Syu’araa ayat 214).


4. Memelihara Kerukunan dalam Bertetangga

Tetangga adalah orang-orang yang tinggal bersebelahan
atau berdekatan dengan rumah kita. Islam sangat menganjurkan
kepada pemeluknya agar senantiasa memelihara hubungan baik
dengan para tetangga, karena bagaimanapun juga, tetangga ada-
lah orang yang paling dekat dengan kita yang setiap saat siap
siaga memberikan pertolongan manakala kita memerlukan.

Menurut ajaran Islam, memelihara kerukunan bertetang-
ga merupakan satu mata rantai dari perbuatan kebajikan, bahkan
disejajarkan dengan berbakti kepada Tuhan, berbuat baik kepada
orangtua dan menyantuni anak-anak yatim dan fakir miskin. Fir-
man Allah SWT. :

µ¿v«[½«\^¼ \ÏÀƒ¹^[½§z„b×¼ ã[[¼v_—[¼
µÀ§\°«[¼ Å°cÀ«[¼ Å^z¤«[Âx^¼ \³\n[
`´k«[y\k«[¼ Å^z¤«[¾wy\k«[¼
d¨¬¯\¯¼ −À_«[µ^[¼ `´k«\^`n\ˆ«[¼
85
[y½sŸ×\cs¯²\§µ¯`o¿×ã[²É °¨³\°¿[

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya
dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-
bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, te-
tangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu
sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”
(QS. An-Nisa ayat 36).


Kaum Muslimin Sidang Jum’at yang berbahagia.

Menjalin hubungan yang baik dengan tetangga, sesung-
guhnya mempunyai arti yang sangat penting. Sebab, bagaimana-
pun bahagianya sebuah rumah tangga, jika berada di lingkungan
jiran tetangga yang sulit diajak kompromi, jiran tetangga yang su-
sah dijalin kebersamaan, apalagi jika berada di lingkungan yang
bejat akhlak moralnya, maka kebahagiaan rumah tangga akan
menjadi terganggu, ibarat sebuah taman bunga yang dikelilingi
oleh rawa-rawa yang penuh bangkai-bangkai berbau busuk. Seba-
liknya, suatu rumah tangga yang walaupun dalam keadaan serba
kekurangan, namun berada di lingkungan jiran tetangga yang ber-
budi tinggi, penyantun dan ramah tamah, maka kehidupan rumah
tangga akan terasa nyaman dan menyenangkan.

Semoga dengan merawat cinta kasih dalam keluarga,
menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, menjaga hu-
bungan kekerabatan dan memelihara kerukunan bertetangga, da-
pat menciptakan kenyamanan dalam kehidupan keluarga serta
memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Amin.
86
°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
ã[µ¯−_o^×É [½¤f\°´¿[ »«x«[°¸À¬—d^z‹
}\´«[µ¯−_n¼
µÀ´¯×[µ¿|ÎÔ«[µ¯ °§\¿[¼ ã[\´¬˜j
µÀo«\ˆ«[¶u\_—ÅŸ °§\¿[¼\´¬ru[¼
µÀ°n[y[zÀrd³[¼ °ny[¼z›[]y−£¼
°Ànz«[y½œ«[½·¹³[ ¶¼zœc~[¼




_µ¿_m





87









A As ss sa al la aa am mu u’ ’a al la ai ik ku um m W Wr r. . W Wb b. .


µÀ¤c°¬«»_£\˜«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[
v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
°¸¬«[ ¶v˜^Å_³× ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[
ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[[x·Å¬—°¬~¼−‡
¹˜_bµ¯¼¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼v°o¯ °À•˜«[
°¨À‡¼[ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[ µÃv«[¯½ÃÅ«[
²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼


88

Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

lhamdulillah, kembali kita panjatkan puji dan
syukur ke khadirat Allah SWT. yang mana de-
ngan izin-Nya jualah, sehingga dapatlah pada
Jum’at ini kembali kita bersama-sama menunaikan fardhu Jum’at
di masjid yang mulia ini.

Kemudian, marilah dalam kesempatan ini pula, kita
bersama-sama untuk senantiasa memperbaharui kondisi iman dan
taqwa kita kepada Allah SWT. karena hanya dengan iman dan
taqwa inilah, sebagai benteng utama kita, sekaligus penyelamat,
di dalam mengarungi bahtera hidup dan kehidupan kita di dunia
ini dan sebagai bekal kehidupan kita di akhirat nanti.


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Agama Islam senantiasa mengajarkan kepada pemeluk-
nya, bahwa kehidupan seorang muslim hendaknya berada dian-
tara dua sikap, yakni, syukur ketika mendapat ni’mat dan sabar
ketika ditimpa berbagai musibah.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa, selama sekian tahun kita
bangsa Indonesia merdeka, selama itu pula tidak sedikit kema-
juan-kemajuan yang telah kita capai, baik dalam skala nasional,
regional, bahkan dalam lingkup kehidupan kita pribadi, mungkin
kita dapat mengukur dan merasakannya sendiri, kendati memang
pada beberapa tahun terakhir ini, kondisi bangsa kita dalam
keadaan yang memprihatinkan. Namun demikian, kita tentunya
tidak boleh pasrah begitu saja dengan keadaan, tetapi terus
berusaha, sedikit demi sedikit, setapak demi setapak, selangkah
demi selangkah, memperbaiki dan membenahi kehidupan kita
89
A
11
dan kehidupan bangsa kita.

Sebagai seorang muslim, hanya ada dua kata kunci untuk
menyikapi berbagai kondisi, yakni syukur dan sabar. Sebab me-
nurut Rasulullah SAW, bahwa “Apa saja yang sedang menimpa
umat Islam, semuanya itu pasti mendatangkan kebaikan”. Hal ini
tentunya, jika kita pandai mengambil hikmah dari berbagai
kejadian tersebut.

Dengan selalu bersyukur kepada Allah, segala keber-
hasilan, tidak akan membuat seorang muslim menjadi sombong,
arogan atau aji mumpung. Dengan bersabar, maka segala gon-
cangan kehidupan yang menimpa seorang muslim, apapun ben-
tuknya, tidak akan membuatnya putus asa, frustasi atau mela-
kukan tindakan sembrono.


Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Apa yang kita lihat dan saksikan belakangan ini, nam-
paknya ada kecenderungan, dimana orang-orang sudah mulai
melupakan dua kata kunci ini, syukur dan sabar, sehingga boleh
jadi, keberhasilan pembangunan yang pernah kita raih, telah
menyebabkan sebagian diantara kita yang lupa daratan. Mungkin
ada diantara kita, yang begitu dianugerahi suatu jabatan dan ke-
dudukan, malah justeru menyakiti orang-orang yang telah mem-
berikan anugerah tersebut. Kita lupa, bahwa kekuasaan adalah
amanah rakyat yang seyogyanya untuk mengayomi rakyat, untuk
membela yang lemah, bukan justeru untuk menindas mereka.
Kita lupa bahwa, mensyukuri kekuasaan adalah menjalankan
kekuasaan itu sendiri di jalan yang diridhai-Nya.

Mungkin karena hilangnya rasa syukur, pembangunan
90
telah menimbulkan ekses-ekses yang tidak kita inginkan, dimana
korupsi, kolusi, penyalahgunaan wewenang, keserakahan dan
berbagai tindakan yang menyulut konflik sosial terjadi di mana-
mana. Hukum yang seharusnya melindungi yang lemah, berbalik
menjadi alat untuk menindas. Agama yang sepatutnya dijadikan
pengendali hawa nafsu, berubah menjadi alat legitimasi. Pen-
didikan yang hakikatnya dimaksudkan untuk membuat orang le-
bih bijak, malah menjadikan orang lebih picik dan licik.

Diantara kita yang dikaruniai harta kekayaan, kita sering
terlena dengan kekayaan itu, tanpa pernah merasa puas. Kita
gunakan kekayaan yang ada untuk memburu kekayaan yang lebih
banyak. Kita selalu merasa kurang, dan itu tidak akan pernah
berkurang jika tidak terlintas sedikitpun di benak kita, rasa ber-
syukur. Ketahuilah, tanpa bersyukur, kedudukan, jabatan dan ke-
kayaan tidak akan mendatangkan kebahagiaan dan kenyamanan.
Ingatlah peringatan Allah SWT. yang tertulis di dalam Al-Qur’an
pada Surat Ibrahim ayat 7 :

µÏ«¼ °¨³v¿{×°bz¨ƒµÏ« °¨^y²w\bw[¼
v¿v„«Á^[x—²[ °b{§


“Dan ingatlah, tatkala Tuhanmu memperingatkan : Sesungguh-
nya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah ni’mat
tersebut kepadamu. Namun jika kamu tidak bersyukur atau
mengingkarinya, maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”.


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
91
Sikap kedua yang seharusnya ada di dalam diri seorang
muslim adalah sikap sabar. Kita tidak bisa membayangkan, apa
yang terjadi jika sabar tidak lagi menjadi sikap hidup, sehingga
berbagai kegagalan dalam hidup ini, membuat kita frustasi.
Makin meningkat harapan kita, makin sering pula harapan itu tak
terpenuhi, maka semakin resah dan semakin gelisahlah kita.
Hasil-hasil pembangunan yang semestinya dapat dini’mati oleh
setiap orang, justeru hanya orang-orang tertentu yang dapat
meni’matinya. Sumber daya yang kita miliki belum sanggup
bersaing dengan pasaran global. Sistem ekonomi kita ber-
ulangkali digoncangkan oleh berbagai faktor yang tidak dapat
kita perkirakan. Sistem sosial kita belum berhasil sepenuhnya
memberikan peluang bagi mobilitas sosial yang kita inginkan.
Kemudian, kita sangat sedih melihat dan menyaksikan terjadinya
perpecahan dan bentrokan diberbagai tempat dan di beberapa
daerah, mulai dari masalah sepele sampai issu sara’ yang dibesar-
besarkan. Kita lihat di kota-kota besar, ada tawuran antar pelajar,
rebutan lahan antar preman, bentrokan antar kampung dan antar
warga, permusuhan antar suku dan agama, dan sebagainya.
Belum lagi berbagai bencana dan musibah yang menimpa
sebagian warga kita, maka tanpa sikap sabar, kita tentu akan
menjadi sinis, mental kita akan menjadi jatuh, runtuh, hancur
berkeping.


Muslimin Rahimakumullah.

Hidup ini memang penuh misteri, sarat dengan keti-
dakpastian dan banyak liku-likunya. Kemaren musim hujan, se-
karang musim panas. Siang tadi terasa panas menyengat, tiba-tiba
sore hari berubah menjadi hujan, dingin kedinginan. Demikianlah
seterusnya, bak sebuah roda yang berputar tak pernah henti.
92

Andai kita boleh memilih, pasti kita akan memilih yang enak-
enak saja. Tetapi kenyatannya kita sering dibuat bingung tidak
berdaya. Ketika kita menginginkan yang manis, ternyata pahit
yang kita dapatkan. Ketika kita tinggal di desa, kita pusing,
karena udara terlalu dingin dan keadaan terlalu sunyi. Namun
tatkala kita pindah ke perkotaan, kita malah tidak tenang, karena
terlalu ramai dan udara terlalu pengab berpolusi. Begitulah, hidup
ini seolah-olah serba salah dan tidak ada ketenangan. Di sinilah
letak arti pentingnya sikap syukur dan sabar sebagai benteng kita
di dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini.


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Kalau kita perhatikan Al-Qur’an, ternyata di dalamnya
terkandung perhatian yang begitu besar terhadap nilai-nilai ke-
syukuran dan kesabaran, karena memang syukur dan sabar me-
rupakan kebutuhan mendesak yang harus segera kita penuhi jika
kita ingin memperoleh kehidupan yang nyaman, bahagia dan
sejahtera. Dalam Nahjul Balaghah disebutkan, “Bersyukur dan
bersabarlah kalian, karena sesungguhnya cepat atau lambat,
kalian pasti akan memperoleh keberuntungan darinya”.

Dengan sikap syukur dan sabar kehidupan kita insya-
Allah akan menjadi balans (seimbang), sehingga apapun yang
terjadi, bagaimanapun kondisi yang ada di sekeliling kita, kita
akan tetap tegar dan selalu istiqamah di dalam mengaruhi hidup
dan kehidupan ini.

Syukur dan sabar, merupakan dua hal yang saling ber-
kaitan dan saling melengkapi. Manakala seseorang mampu
bersyukur, ada kemungkinan ia juga mampu bersabar. Ketika
seseorang dapat bersabar, tentu ia akan dapat bersyukur. Sebab,
93
seseorang yang pandai bersyukur, betapapun kecilnya nikmat
yang dianugerahkan Allah kepadanya, ia akan tetap bersyukur,
dan betapapun besarnya cobaan yang menimpa dirinya, ia akan
tetap bersabar. Syukur dan sabar, ia jadikan sebagai sarana untuk
selalu mengingat Allah. Dan ketahuilah dengan selalu mengingat
Allah, hati kita akan menjadi tenteram.

ã[z§x^°¸^½¬£µÏ°b¼[½´¯Óµ¿x«[
]½¬¤«[µÏ°bã[z§x^×[

“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi
tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingat Allah, hati akan menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’du
ayat 28).


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Bersyukur dan bersabar merupakan barometer dan
parameter dari keimanan kita.

Allah SWT. berfirman :


²¼v_˜b¶\¿[°c´§²Éã[¼z¨ƒ[¼


“Dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu benar-benar hanya
menyembah (beriman) kepada-Nya”.
94
Kemudian sabda Rasulullah SAW :

²\°¿×[¡ˆ³z_ˆ«[

“Kesabaran adalah sebagian daripada keimanan”.

Akhirnya, marilah kita tingkatkan sikap syukur dan sabar
ke dalam diri kita masing-masing. Sehingga apapun bentuk
karunia atau cobaan yang kita terima, kita selalu bersikap
qana’ah, atau menerima apa adanya, lapang dada, yang
dengannya kemudian dapat kita jadikan sebagai titik acuan untuk
melihat sesamanya.

Semoga Allah selalu menetapkan rasa syukur yang dalam
dan rasa sabar yang tinggi kepada kita masing-masing. Amin-
amin ya rabbal ‘alamin.

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
²¼z¨b׼ū[¼z¨ƒ[¼ °§z§wÇÁ³¼z§w\Ÿ

°Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜³¼
°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼

95
°Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb
¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[zœc~[¼
µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼
{½Ÿ\ÀŸ ¶¼zœc~\Ÿ a\°¬°«[¼
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃzœc°«[




@@mm__




96







Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

µÀ¤c°¬«»_£\˜«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[
v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
¶v˜^Å_³×¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[
°Ãz¨«[Á_´«[[x·Å¬—°¬~¼−‡°¸¬«[
¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼v°o¯ °À•˜«[ª½~z«[¼
ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[ µÃv«[¯½ÃÅ«[¹˜_bµ¯¼
²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼ °¨À‡¼[



Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

lhamdulillah, kembali kita memanjatkan puji
dan syukur ke khadirat Allah SWT. yang mana
atas kudrat dan iradat-Nya jualah, sehingga
97
A
12
dapatlah pada siang ini kembali kita bersama-sama menunaikan
perintah-Nya, melaksanakan fardhu Jum’at, di masjid yang mulia
dan terhormat ini.


Muslimin Rahimakumullah.

Sebagai seorang Muslim, kita tentunya yakin dengan
kepercayaan yang bulat, kokoh dan kuat, bahwa agama Islam
yang kita anut ini, merupakan agama yang monotheisme, yang
mengajarkan bahwa Tuhan itu Esa, Tuhan itu satu, Tuhan itu
Tunggal, tidak berbilang. Tidak dua, tidak tiga, tidak empat dan
seterusnya.

Allah SWT. berfirman :
vn[ã[½·−£

“Katakanlah, Dia Allah itu esa (satu)”(QS.Al-Ikhlas ayat 1).

¯½Ä¤«[Áo«[½·×[¹«[ßã[

“Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia, yang hidup kekal lagi
senantiasa berdiri sendiri”(QS. Ali ‘Imran ayat 2).


Muslimin yang berbahagia.

Dokrin tauhid yang kita pelajari, kita hayati dan kita
amalkan selama ini tentunya diharapkan dapat memberikan dam-
pak yang positif bagi kehidupan kita, terutama di dalam
98
melaksanakan segala aktivitas sehari-hari, dengan satu sandaran
yang kokoh, bahwa aktivitas yang kita laksanakan itu semata-
mata hanya karena Allah SWT.“Lillaahi ta’ala”, dengan maksud
dan tujuan semata-mata hanya ingin meraih Ridha Allah SWT.

Dengan demikian, sebagai konsekuensi dari konsep ini,
pada gilirannya akan mencetak karakter agung, jujur, suci dan
teguh memegang amanah. Dengan adanya tauhid dalam Islam
merupakan kekuatan yang besar, yang mampu mengatur secara
tertib seluruh manusia yang ada di permukaan bumi ini.

Memang tak dapat diragukan lagi bahwa dengan tauhid
yang dalam terhadap Allah SWT. akan dapat mengikhlaskan
seluruh aktivitas hidup dan kehidupan setiap Muslim.


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Sebagai ilustrasi dalam pembahasan tauhid ini, kami
ingin mengemukakan sebuah cuplikan sejarah di zaman khalifah
Umar bin Khathab r.a.


Muslimin yang berbahagia.

Suatu ketika, khalifah Umar bin Khathab r.a bertemu
dengan seorang anak gembala yang sedang menghalau seka-
wanan kambing di padang rumput. Kepada anak gembala ter-
sebut Umar menanyakan, siapa pemilik kambing-kambing yang
ia gembalakan tersebut. Sang anak menjawab dengan jujur bahwa
kambing-kambing tersebut adalah milik majikannya. Kemudian
Umar mencoba menawarkan jasa untuk membeli kambing
tersebut barang satu ekor. “Sudilah wahai anak muda kamu
99
menjualnya untuk saya, barang satu ekor”, kata Umar. Sang
anak menjawab, “Maaf, saya tidak bisa melakukannya, kecuali
jika tuan berhubungan langsung dengan majikan saya, si pemilik
kambing-kambing ini. Umar terus membujuknya, “Kan tidak
apa-apa, cuma satu ekor koq. Lagi pula, majikanmu tidak akan
mengetahuinya. Bilang saja nanti, kambing tersebut telah dima-
kan srigala”.

Mendengar bujukan Umar ini, sang anak terdiam dan ia
nampak berpikir. Dia berpikir bukan mau menjual kambing ter-
sebut, atau menggunakan kesempatan di dalam kesempitan. Te-
tapi ia berpikir dan bingung terhadap sikap Umar yang menu-
rutnya tidak pantas diucapkan oleh orang yang beriman. Akhir-
nya sang anakpun balik bertanya kepada Umar, “Kalau begitu”,
katanya : “Fa-aina Allah?”, di mana Allah berada?


Muslimin Rahimakumullah.

Bagi Umar bin Khathab r.a pertanyaan yang demikian
ini, kendatipun datangnya dari seorang bocah, seorang budak ke-
cil. Walaupun pertanyaannya sangat pendek, sederhana dan po-
los, seperti layaknya seorang anak bertanya. Namun demikian,
bagi Umar cukup menggugah dan menggetarkan hati dan merin-
dingkan bulu roma.

Di balik pertanyaan singkat tersebut, sang anak seakan-
akan berkata, “Memang, katanya saat ini seolah saya yang memi-
liki kambing-kambing tersebut. Saya yakin, majikan saya akan
mempercayai begitu saja alasan yang saya buat. Majikan saya
dapat saya tipu. Dia tidak melihat apa yang saya lakukan di sini.
Dia tidak akan tahu, sebab tak seorangpun yang melihatnya. Dia
tidak mempunyai spion (mata-mata) buat menyelidiki /memantau
100
aktivitas saya. Akan tetapi?, sang anak berpikir, bagaimana
mungkin saya dapat menipu Allah. Bukankah Allah itu Maha
Melihat yang tentunya tahu apa yang saya lakukan”.


Maasyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Terhadap kejadian ini, maka tidak heran jika Umar bin
Khathab r.a ketika itu sempat mencucurkan air mata, lantaran
terharu menyaksikan teguhnya keimanan sang anak gembala.
Lantaran itu, pada kesempatan lain beliau temui anak tersebut
dan mengajak untuk menemui sang majikan untuk memerdeka-
kannya dari perbudakan, sehingga terbebaslah sang anak ini dari
belenggu perbudakan. Kata Umar, “Kalimat FA-AINA ALLAH
inilah yang memerdekakan kamu di dunia ini. Dan semoga
dengan kalimat ini pula akan memerdekakan (memberikan kea-
manan dari siksa api neraka) bagi kamu di akhirat kelak”.


Hadirin.

Demikianlah contoh pengaruh atau dampak yang ditim-
bulkan oleh adanya tauhid yang kuat. Ia dapat membentuk pri-
badi seseorang menjadi pribadi yang militan dan terpuji. Tak
peduli apakah dari kalangan atas, kalangan menengah maupun
kalangan bawah. Tidak peduli anak-anak maupun orang dewasa.

Tauhid yang kuat dapat membebaskan manusia dari seri-
bu satu macam belenggu kejahatan duniawi. Dengan tauhid yang
kuat dapat membebaskan manusia dari penjajahan, perbudakan
dan penghambaan, baik oleh sesama manusia maupun oleh kega-
nasan hawa nafsu. Dengan jiwa tauhid yang tinggi seseorang
akan terbebas dari berbagai belenggu ketakutan dan duka cita
101
baik dalam kemiskinan harta, kemiskinan jabatan, kemiskinan
kedudukan dsb. sehingga secara psikologis ia akan terhindar/
aman dari berbagai penyakit kejiwaan, seperti frustasi, stress dan
sebagainya.

Dengan jiwa tauhid yang tinggi, seseorang akan terbebas
dari berbagai kemelut keluh kesah, kebingungan dan rasa putus
asa. Dengan tauhid yang tinggi. seorang muslim akan memiliki
jiwa besar, tidak berjiwa kerdil. Kenapa demikian?, karena de-
ngan tauhid yang tinggi akan memberikan dampak terhadap
keikhlasan seseorang, yang selalu menyandarkan dirinya semata-
mata hanya kepada Allah, hanya untuk Allah. Shalatnya, iba-
dahnya, sepakterjangnya sehari-hari, bahkan hidup dan matinya,
hanya semata-mata dipersembahkan kepada Allah rabbul ‘ala-
min, sehingga ia tidak akan tertarik atau terpengaruh sedikitpun
terhadap buaian-buaian duniawi dan tidak akan memperdulikan
kepahitan hidup duniawi. Hal ini sesuai dengan pernyataan
seorang muslim manakala ia melakukan shalat, yang terungkap
dalam doa iftitah :

Áb\°¯¼Á\Äo¯¼Å¨³¼Áb؇²É
µÄ°«\˜«[]yã

“Sesungguhnya, shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, adalah
untuk Allah, Tuhan yang memelihara alam semesta”.


Maasyiral Muslimin Sidang Jum’at yang berbahagia.

Tatkala Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a sudah siap
102
dengan pasukannya untuk berangkat ke medan perang Nahrawan,
datanglah seorang lelaki bernama Musafir bin Auf. Ia berharap
kepada Ali bin Abi Thalib agar menunda keberangkatannya ke
medan perang. “Kenapa harus ditunda?”, tanya Sayyidina Ali.
“Kalau berangkat sekarang juga saya khawatir pasukan kita
akan mengalami kekalahan yang hebat, karena kekuatan kita
tidak berimbang dengan kekuatan musuh, terutama dari segi
jumlah”, jawab Musafir bin Auf.

Berkat Tauhid yang kuat, Ali bin Abi Thalib tak gentar
sedikitpun. dengan penuh tawakkal kepada Allah SWT. dia
bersama pasukannya, tetap saja berangkat bertempur ke medan
laga, dengan semangat yang menyala-nyala, ia maju terus, hingga
akhirnya sejarah membuktikan, Ali bin Abi Thalib dan pasukan-
nya berada di pihak yang manang.


Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Dari uraian singkat khutbah ini, dapatlah kita simpulkan
bahwa tauhid merupakan kepercayaan mutlak tentang keesaan
Allah SWT. yang berurat berakar dalam hati sanubari muslim dan
merupakan cerminan untuk mengukur tingkat keikhlasan sese-
orang, sekaligus dapat memberikan keamanan pada diri seseo-
rang dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini.

Tauhid adalah akar, dasar dan landasan sekaligus pokok
ajaran Islam yang mau tidak mau harus dipegangi dengan erat
kuat oleh setiap muslim.


Hadirin.

103
Seorang pemikir Islam terkemuka, Abul A’la Al-Mau-
dudi menyimpulkan, bahwa dampak tauhid dalam kehidupan
seorang muslim sehari-hari, antara lain adalah :

1. Tauhid dapat menjauhkan manusia dari pandangan yang
sempit dan picik;
2. Tauhid dapat menanamkan kepercayaan terhadap diri
sendiri dan tahu harga diri;
3. Tauhid dapat menumbuhkan sifat rendah hati dan
khidmat;
4. Tauhid dapat membentuk manusia menjadi jujur dan
adil;
5. Tauhid dapat menghilangkan sifat murung dan putus asa
dalam menghadapi setiap persoalan dan situasi;
6. Tauhid dapat membentuk pendirian yang teguh, sa-
bar/tabah dan optimis;
7. Tauhid dapat menanamkan sifat kesatria dan semangat
berani berkorban, tidak gentar menghadapi berbagai risi-
ko, bahkan tidak takut terhadap mati;
8. Tauhid dapat menciptakan sikap hidup yang damai, aman
sentosa dan penuh ridha;
9. Tauhid dapat membentuk manusia menjadi patuh, taat
dan disiplin dalam menjalankan peraturan Ilahi.


Muslimin Rahimakumullah.

Akhirnya, kami mengajak kepada para jamaah sekalian,
marilah kita bersama-sama menjaga dan meningkatkan nilai-nilai
ketauhidan kita masing-masing, agar kita benar-benar menjadi
hamba Allah yang senantiasa tunduk dan patuh hanya kepada-
Nya semata.

104
°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^

v«½Ã°«¼v¬Ã°« v°ˆ«[ã[ vn[ã[½·−£
°¨«¼Á«ã[¦y\^ vn[[½§¹«µ¨Ã°«¼
¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜³¼ °Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ
°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼°Ä¨o«[z§x«[¼a\Ãß[µ¯
ã[zœc~[¼ °Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb
zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼ ¾v«[½«¼ °¨«¼Á«
¶¼zœc~\Ÿ a\°¬°«[¼ µÄ°¬°«[
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃzœc°«[{½Ÿ\ÀŸ



_gGg


105












A As ss sa al la aa am mu u’ ’a al la ai ik ku um m W Wr r. . W Wb b. .

¯Ø«[y[v^¹—\[µ¯v—¼ ¾x«[ãv°o«[
v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
°¬~¼−‡°¸¬«[ ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[
°¸˜_bµ¯¼¹_‡¼¹«[Ŭ—¼v°o¯\³vÀ~Ŭ—
ã[u\_—\ÄŸ v˜^\¯[ µÃv«[¯½ÃÅ«[²\oÊ^
¥oã[[½¤b[¼ ã[½¤c^Á³¼°¨À‡¼[
²½°¬¯°c³[¼×[µb½°b×¼ ¹b\¤b

Maasyiral Muslimin Sidang Jum’at yang dirahmati Allah
SWT.
106
lhamdulillah, kembali kita panjatkan puji dan
syukur ke khadirat Allah SWT. yang mana, atas
izin-Nya jualah sehingga dapatlah pada siang ini,
kembali kita bersama-sama melaksanakan serangkaian ibadah
Jum’at di masjid yang suci dan mulia ini, sebagai perwujudan
dari adanya iman dan taqwa kita kepada Allah SWT.


Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Pernah suatu hari, seorang nenek terheran-heran sambil
ketawa sinis menyaksikan sekelompok ibu-ibu yang sedang kebi-
ngungan lantaran gaji suaminya terlambat keluar. Dengan tenang
sang nenek nyeletuk, “Hei ibu-ibu! Adakah berita baru yang
kalian terima tentang Allah?”. “Apa yang nenek maksudkan?”
salah seorang diantara ibu-ibu itu balik bertanya kepada nenek.
Sang nenek menerangkan, “Eee, maksudku, begini, aku ingin
bertanya kepada kalian. Apakah Tuhan Allah itu sudah mati,
atau barangkali ia sudah bangkrut?”. “Kenapa nenek menge-
luarkan pertanyaan seunik itu?” yang lain menimpali. Nenek
menjawab, “Karena seandainya kalian sadar bahwa Allah itu
tidak mati, bahkan selamanya tidak akan pernah mati, apalagi
bangkrut, tentu kalian tidak akan gelisah dan kebingungan
seperti yang kulihat sekarang ini”.


Maasyiral Muslimin jamaah Jum’at Rahimakumullah.

Adegan singkat di atas menggambarkan kepada kita,
bahwa nampaknya keyakinan sebagian besar ummat Islam dewa-
sa ini, tak obahnya laksana kereta api. Begitu mudahnya sebuah
kereta api meninggalkan relnya, sehingga kebingungan, kegeli-
sahan, keresahan dan sebagainya, begitu mudah melanda kita.
107
A
13
Persoalan gaji terlambat saja, rasanya langit sudah seperti mau
runtuh. Belum lagi kalau diberhentikan dari pekerjaan atau di
PHK, bagaimana jadinya? Entahlah. Seolah-olah Tuhan sudah
istirahat mengurusi makhluk-Nya.


Muslimin Rahimakumullah.

Merasa tidak cukup, merasa kurang, memang sudah
merupakan watak dan tabiat manusia secara umum. Sehingga
betapapun banyaknya harta yang ia miliki, namun harta tersebut
baginya dirasa masih kurang, masih belum cukup. Jika sudah
demikian keadaannya, maka tepatlah apa yang disabdakan oleh
Rasulullah Muhammad SAW. :

Åœc^× ª\¯µ¯²\Ãu[¼ ¯u[µ^ײ\§½«
¯u[µ^[½jÚ°Ã×¼ \g«\f\°¸«
][zc«[×[

“Seandainya seorang anak Adam itu telah memiliki dua lembah
yang diliputi harta benda, maka pasti dia akan mencari lembah
yang ketiga. Dan tak ada yang dapat memenuhi kebutuhan anak
Adam, kecuali dimasukkan ke dalam tanah (ajal atau kematian)”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menjelaskan bahwa memang manusia itu pada
umumnya selalu merasa tidak puas terhadap apa yang telah ia
miliki, terhadap apa yang telah ia peroleh. Sehingga kalau sudah
kaya, ingin lebih kaya lagi. Kalau sudah jaya, ingin lebih jaya
108
lagi. Demikian seterusnya. Kenapa bisa demikian?. Itulah dia
nafsu. Kalau memperturutkan nafsu, tidak akan habis-habisnya.
Nafsu itu ibarat seorang bayi yang suka menetek ibunya, ia tidak
akan berhenti menetek, sampai dewasa sekalipun, kalau ibunya
tidak berusaha menghentikannya. Sehubungan dengan ini, seo-
rang filosof pernah berkata, bahwa orang yang dikatakan miskin
itu bukan lantaran kekurangan harta, tetapi orang yang miskin
itu adalah orang yang selalu merasa kekurangan kendatipun
sebenarnya ia banyak memiliki harta.


Maasyiral Muslimin yang berbahagia.

Kemewahan harta memang dapat menyilaukan mata, se-
kaligus juga dapat membuat orang lupa dan terlena. Terkadang
seluruh waktunya habis begitu saja, tenaga dan pikirannya terku-
ras ludes tak bersisa, hanya untuk mengejar dan mencari harta
dunia. Hampir semua program hidupnya ia habiskan untuk men-
cari keuntungan duniawi, sehingga segala sesuatu, apapun juga,
selalu diukur dengan materi. Tak terbetik sedikitpun dalam hati-
nya untuk meniatkan usahanya, aktivitas bisnisnya, untuk ibadah
kepada Allah dalam rangka mengharapkan keridhaan-Nya. Jika
sudah demikian keadaannya, maka ketahuilah, bahwa orang yang
seperti ini, memang kalau dilihat dari segi lahiriah, ia berke-
cukupan dan hidup tenteram, namun secara batiniah, sebenarnya
jiwanya sangat tertekan. Kenapa?, karena ia begitu lelah disibuk-
kan oleh usaha mencari harta, disibukkan untuk menjaga dan
mengembangkan harta tersebut dan ia merasa takut akan kehi-
langan atau kemusnahan harta yang ia miliki.

Tidak sedikit orang yang mempunyai harta dengan nilai
miliyaran, namun dia merasa ketakutan, takut inflasi, takut diko-
rupsi, takut dicuri, takut dirampok dan sebagainya. Ia tidak dapat
109
bepergian dengan bebas, tidak dapat tidur nyenyak dan sebagai-
nya.


Hadirin.

Hendaklah kita selalu ingat, bahwa sikap hidup yang
selalu mengejar-ngejar harta atau sikap hidup materialistis, me-
rupakan suatu sikap hidup yang tidak dikehendaki oleh Islam.
Kenapa?, karena sikap hidup yang seperti ini pada dasarnya
hanya akan merugikan diri sendiri, yakni tidak akan memberikan
keberkahan, ketentraman dan keamanan yang sesungguhnya.
Cukup banyak fakta yang dapat kita lihat, dimana orang yang
digiurkan oleh sikap hidup materialistis, ternyata tidak pernah
menemukan kepuasan batin dan keamanan jiwa sedikitpun hing-
ga sampai akhir hayatnya.

Ingatlah bagaimana kisah Qarun yang banyak memiliki
harta, namun akhirnya dia dan hartanya terbenam dalam perut
bumi.
µ¯¹«²\§\°Ÿ Šy×[¶y[v^¼¹^\´sŸ
µ¯²\§\¯¼ ã[²¼uµ¯¹³¼zˆ´Ã»ÏŸ
µÃzˆc´°«[


“Lalu kami benamkan dia (Qarun) dan tempat kediamannya di
bumi. Maka tidak ada baginya golongan yang dapat menolong,
selain Allah. Dan tidaklah ia termasuk orang-orang yang bisa
membela diri” (QS. Al-Qashash ayat 81).
110
Kemudian kita tengok pula bagaimana kisah Christina
Onassis, seorang gadis berkebangsaan Yunani, anak dari seorang
miliyuner terkenal Onassis, yang mewarisi harta kekayaan
ayahnya yang sangat banyak, berlimpah ruah, karena dia pewaris
satu-satunya peninggalan ayahnya, yang menurut perhitungan,
jumlah warisan yang ia terima hampir dua ribu trilyun US dollar.
Namun menurut catatan sejarah, hampir sepanjang hidupnya,
Christina Onassis selalu dalam kegelisahan dan keraguan, yang
pada akhirnya dia ditemukan tewas di sebuah apartemen di Ar-
gentina. Tidak diketahui dengan pasti, apakah dia mati biasa atau
terbunuh. Banyaklah lagi barangkali, contoh kasus tentang akibat
sikap hidup materialistis, yang dalam kesempatan khutbah ini
tidak mungkin kita uraikan secara panjang lebar, mengingat
waktu yang terbatas.


Muslimin Rahimakumullah.

Barangkali kita semua sepakat, bahwa sikap hidup mate-
rialistis adalah sikap hidup yang perlu kita waspadai sekaligus ki-
ta hindari. Oleh karena itu izinkanlah, melalui mimbar ini kami
mengajak kepada jamaah sekalian, marilah kita berupaya meng-
hilangkan sikap hidup yang keliru ini, sikap hidup yang terlalu
mengagung-agungkan harta, yang pada gilirannya akan merugi-
kan diri kita sendiri.

Islam memang membolehkan bahkan menganjurkan un-
tuk memiliki harta kekayaan. Namun semua itu dimaksudkan
untuk mendukung pengabdian kita kepada Allah SWT. dan ke-
pada sesama manusia. Jangan sebaliknya, lantaran banyak memi-
liki harta kekayaan, menyebabkan seseorang menjadi sombong,
angkuh bahkan takabbur sehingga berani mengabaikan perintah
Allah dan idak segan-segan melakukan apa-apa yang dilarang
111
oleh Allah SWT.

Kalau sudah demikian, maka sudah saatnyalah kita me-
nyadarkan diri kita masing-masing, dan marilah kita kembali
kepada Allah, dalam artian kembali kepada keimanan dan ke
taqwaan kepada Allah SWT. Karena Dialah Allah sebagai pengu-
asa tunggal yang tidak akan tergeser oleh siapapun. Dialah yang
memiliki kekayaan yang melimpah ruah yang tidak pernah ber-
kurang walaupun seisi jagat ini mengeruknya. Allah-lah yang
mampu melayani seluruh kebutuhan makhluk-Nya, baik yang
kecil maupun yang besar. Dialah yang mengasihi manusia de-
ngan tidak membedakan suku, golongan, keturunan dan warna
kulit.

Dengan kembali kepada Allah, tidak akan ada lagi ke-
khawatiran-kekhawatiran dalam kehidupan ini. Apapun halangan,
apapun rintangan, apapun tantangan, cobaan dan ujian duniawi,
semua itu hanyalah sebuah romantika hidup yang justeru akan
menambah tebalnya keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah
SWT. Semua itu hanyalah suatu proses kehidupan yang harus
kita jalani dari satu babak ke babakan yang lain, dari satu episode
ke episode yang lain, yang menurut Ahmad Albar, dunia ini
katanya laksana panggung sandiwara. Bukan perannya yang pen-
ting, tetapi bagaimana memerankan sebuah peran, itu yang
penting. Jadi, biar dia berperan sebagai raja, tapi kalau tidak
mampu memerankannya dengan baik, apalah artinya. Walaupun
ia hanya berperan sebagai pembantu rumah tangga, namun ia
memerankannya dengan baik, maka tidak mustahil kalau pe-
meran ini akan memperoleh penghargaan dan meraih piala citra.

Oleh karena itu, apapun jabatan kita, apapun pekerjaan
kita, apapun profesi kita, hendaklah kita perankan dengan baik.
Jika kita sebagai pegawai atau karyawan, maka hendaklah kita
112
berusaha untuk menjadi pegawai/ karyawan yang baik. Jika kita
sebagai pedagang, maka hendaklah kita menjadi pedagang yang
baik. Jika kita sebagai petani, maka hendaklah kita menjadi pe-
tani yang baik. Dan sebagainya.

Dengan kembali kepada Allah, dalam artian kembali
kepada ketaqwaan, insyaAllah hidup kita akan terasa aman,
damai tentram, terhindar dari berbagai kesulitan dan kesusahan.
Ingatlah akan janji Allah SWT.

¹£{zü \jzs¯¹«−˜kÃã[¥cõ¯¼
ã[Ŭ—−§½cõ¯¼ `coÃ×hÄnµ¯
¹_n½¸Ÿ

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, padanya akan
diberikan jalan keluar dari kesusahan. Dan Allah akan memberi
rezeki yang tidak disangka-sangka datangnya. Dan barangsiapa
yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencu-
kupkan keperluannya” (QS. Ath-Thalaq ayat 2 dan 3).


Maasyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Dari uraian khutbah yang telah kami sampaikan ini,
dapatlah kita simpulkan bahwa kembali kepada Allah adalah
kunci kehidupan kita. Padanya akan kita dapatkan segala apa
yang kita cari dan dambakan. Kembali kepada Allah adalah suatu
hal yang mutlak dan penting kita lakukan. Karena selama
manusia belum kembali kepada Allah, dalam artian belum
113
menempatkan kedudukan Allah pada proporsi yang sebenarnya,
berarti ia belum bisa diajak kompromi dalam memahami hakikat
Islam, karena belum ada kesamaan rujukan dalam menilai Islam
dan menghadapi segala persoalannya.

Tidak sekedar itu. Orang yang belum kembali kepada
Allah, merupakan ancaman serius yang setiap saat bisa menjadi
penghalang yang membahayakan, bisa menjadi momok yang
sangat menakutkan, bisa menjadi musuh dalam selimut.

Oleh karenanya, para jamaah sekalian, sekali lagi saya
mengajak, marilah kita senantiasa berupaya untuk kembali ke-
pada Allah, jika suatu saat hati dan pikiran kita mulai goyah dan
cenderung kepada sesuatu yang kurang baik, kurang terpuji,
terlebih-lebih kalau sudah sampai kepada perbuatan nyata yang
melanggar hukum dan ketentuan Allah SWT. maka kembali
kepada Allah adalah sesuatu yang mesti kita lakukan.

Semoga kita selalu diberi-Nya kekuatan lahir dan batin,
sehingga kita tetap berada dalam pangkuan ridha-Nya. Amin ya
rabbal ‘alamiin.


°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
`›y\Ÿ©^yÅ«[¼ `ˆ³\Ÿd›zŸ[w\Ÿ
°Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^

114
a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜³¼
°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼
°Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb
°¨Ãv«[½«¼¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[zœc~[¼
a\°¬°«[¼µÄ°¬°«[zÎ\«¼
{½Ÿ\ÀŸ ¶¼zœc~\Ÿ
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃzœc°«[



~,_µg_mg






115





     

PENGENDALIAN DIRI MENUJU
KEHIDUPAN YANG AMAN TENTERAM




Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

µÀ¤c°¬«»_£\˜«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[
v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
°¸¬«[ ¶v˜^Å_³× ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[
ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[[x·Å¬—°¬~¼−‡
¹˜_bµ¯¼¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼v°o¯°À•˜«[
°¨À‡¼[ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[ µÃv«[¯½ÃÅ«[
²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼

116
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

embali dalam kesempatan ibadah Jum’at pada
hari ini, marilah kita bersama-sama memperba-
nyak rasa syukur ke khadirat Allah SWT. sem-
bari meningkatkan iman dan taqwa kepada-nya.


Muslimin Rahimakumullah.

Orang bijak mengibaratkan kehidupan ini laksana meng-
arungi samudera yang terhampar luas bagai tiada bertepi, dan kita
yang sedang berlayar di atasnya, tak ubahnya laksana sampan
kecil yang bergerak perlahan namun pasti, tuk menuju pulau
idaman, kendatipun acapkali sampan kecil kita terombang-am-
bing diterpa badai dan topan, diterjang ombak dan gelombang,
namun perahu kita terus melaju dan terus melaju.

Begitulah gambaran kehidupan ini, kita hidup di atas per-
mukaan bumi ini tentu tidak selamanya senang dan tidak selama-
nya pula sedih. Bahagia dan sengsara selalu silih berganti. Suka
dan duka selalu menyertai kehidupan kita. Tatkala kita mendapat
kesenangan, terkadang muncul kesedihan. Bahaya dan godaan
duniawisering datang bertubi-tubi, malapetaka dan penderitaan
seolah tak lagi segan menerpa kita dan ia sering datang pada saat
yang tidak diduga-duga. Dan disaat seperti itu, seringkali manu-
sia menjadi resah gelisah, batinnya labil, hatinya kosong dan
hampa. Jiwanya haus, haus akan kesejukan, kedamaian, keaman-
an dan ketentraman. Disaat inilah kita memerlukan obat yang
mujarab buat mengobati batin kita yang sedang luka. Apa obat
yang paling ampuh dan mujarab itu? Tidak lain dan tidak bukan,
adalah Dzikrullah, ingat kepada Allah atau mendekatkan diri
bertaqarrub kepada-Nya. Firman Allah SWT. :
117
K
14
]½¬¤«[µÏ°bã[z§x^×[

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, jiwa akan menjadi
tenang” (QS. Ar-Ra’du ayat 28).


Hadirin kaum Muslimin Rahimakumullah.

Dalam kitab Duratun Nashihin, ada sebuah hadits dima-
na Rasulullah SAW. memperingatkan kepada kita dalam rangka
menempuh kehidupan di dunia ini. Hadits tersebut berbunyi :

ª\ˆr™^y[ ¯Ø«[¼ºØˆ«[¹À¬—ª\£
`¬¤«[º½£¼ µÀ˜«[u½°j º¼\¤„«[µ¯
\À³v«[`n¼ −¯×[ª½¼

“Nabi Muhammad SAW. bersabda : (Ada) empat hal (yang mem-
buat seseorang) celaka : (yaitu) 1. Kekeringan air mata; 2. Keke-
rasan hati; 3: Panjang angan-angan; 4. Cinta dunia”.


Kaum Muslimin Rahimakumullah.

1. Kekeringan air mata, yakni seseorang yang sudah tidak bisa
lagi menangis untuk orang lain, bahkan untuk dirinya sendiri
sekalipun. Menagis untuk orang lain, maksudnya seseorang
yang nyata-nyata telah menyaksikan penderitaan orang lain,
namun tak ada sedikitpun terbetik perasaan iba di hatinya
118
jauh lagi mau membantu, meringankan penderitaan orang lain.


Hadirin.

Dalam kehidupan ini, kita manusia yang memiliki ba-
nyak kekurangan tentunya tidak bisa lepas dari segala salah dan
dosa. Namun pernahkah kita merenung barang sejenak untuk me-
nelusuri sepak terjang kehidupan kita yang barangkali banyak ter-
dapat di dalamnya perbuatan salah dan dosa yang pernah kita la-
kukan, kemudian setelah kita temukan, kita akan segera istighfar
bertobat kepada Allah SWT. dengan sesungguh-sungguhnya
yang direflekasikan dengan tetesan air mata sebagai tanda ke-
sungguhan, penyesalalan yang mendalam dan pengharapan yang
tulus akan ampunan Allah serta penetapan hati untuk tidak akan
mengulangi lagi di masa-masa yang akan datang. Tangisan yang
seperti inilah yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW. yakni
menangis untuk diri sendiri. Ingatlah pernyataan Allah SWT. :

µ¿z¸c°«[`o¿¼ µÀ^[½«[`o¿ã²[


“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertobat dan mensu-
cikan diri”.

Kalau seseorang sudah tidak peduli lagi terhadap sesa-
manya, tidak mau lagi menyesali dan tidak mau bertobat atas
segala kesalahan dan dosanya, maka kata Nabi, “Ini adalah suatu
pertanda akan datangnya suatu bencana yang akan menimpa di-
rinya dalam kehidupan di dunia ini, bahkan akan menimpa pula
dalam kehidupan di akhirat nanti”.
119
2. Kekerasan Hati, yakni seseorang yang sulit untuk menerima
nasehat agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits
yang dilakukan oleh para juru da’wah, para ulama dan cende-
kiawan muslim, meskipun nasehat itu berguna bagi kebaikan
dirinya sendiri. Telinganya sebenarnya mendengar saja, tidak
tuli, akan nasehat-nasehat agama tersebut, namun hati dan pi-
kirannya tidak terkonsentrasi bahkan hatinya keras menolak
atau tidak mau menerima nasehat-nasehat tersebut, apatah lagi
mengamalkannya. Nasehat agama dianggapnya sebagai peng-
halang dirinya untuk menikmati kesenangan duniawi, semen-
tara dia lupa bahwa hidup di dunia ini hanyalah bersifat se-
mentara, namun kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih
kekal :

Ť^[¼zÀrºzr×[¼


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.


3. Panjang angan-angan, yakni seseorang yang suka berkhayal,
suka berangan-angan, bagai si Cebol yang merindukan bulan,
bahkan angan-angannya ingin hidup seribu tahun lagi. Al-
marhum buya HAMKA menggarisbawahi letak perbedaan
antara orang yang berangan-angan dengan orang yang bercita-
cita. Orang yang berangan-angan biasanya hanya sebatas
mengkhayal tanpa disesuaikan dengan kapasitas dirinya (ke-
mampuannya) dan tanpa adanya usaha untuk meraihnya. Se-
dangkan orang yang bercita-ci-ta, ia akan selalu menyesuaikan
cita-citanya dengan kompetensi yang ada pada dirinya, baik
berupa bakat, kemampuan maupun ketrampilan yang dimiliki,
120
serta berusaha keras dan gigih dengan perencanaan yang baik.

4. Cinta dunia, yakni seseorang yang terlalu menyandarkan
dirinya dan kehidupannya untuk dunia semata, tanpa memi-
kirkan dan mempersiapkan perbekalan untuk hidup di akhirat
nanti. Ada orang yang menyandarkan dirinya kepada harta. Ia
cari harta banyak-banyak, dari pagi hingga petang. Waktu
kesehariannya nyaris hanya untuk mencari harta. Ia sangka
dengan banyak memiliki harta hidupnya akan bahagia, namun
ternyata kebahagiaan hidup tidak bisa diukur dengan banyak-
nya memiliki harta. Kedamaian hati ternyata tidak bisa ditebus
dengan sejumlah harta. Banyak orang yang memiliki harta,
namun justeru hidupnya tidak tenang, penuh dengan kekha-
watiran-kekhawatiran. Ada lagi orang yang menyandarkan hi-
dupnya kepada pangkat dan jabatan, sehingga demi menjaga
dan mempertahankan serta meningkatkan pangkat dan ja-
batannya, ia rela berbuat apa saja, tak peduli lagi halal haram,
bahkan tak segan-segan berbuat sesuatu yang dapat merugikan
orang lain. Bahkan ia sering memanfaatkan istilah aji mum-
pung. Mumpung menduduki jabatan ini, jabatan itu, sehingga
seenaknya saja ia berbuat menuruti kata hatinya, tak peduli
lagi jeritan dan rintihan rakyatnya, yang penting ia bisa
sukses. Ia suka menang sendiri, enak sendiri, kendatipun kese-
nangannya tersebut membuat banyak orang yang menderita.
Inilah sebagian tingkah dan prilaku serta tabiat orang yang
terlalu cinta dunia, yang tentunya tidak akan mampu memberi-
kan keamanan dan ketentraman pada dirinya.


Muslimin, jamaah Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

Sebagai kata akhir dari khutbah kita hari ini, izinkanlah
kami mengungkap sebuah kata-kata hikmah yang mengandung
121
makna filosufis yang dapat kita jadikan acuan dalam aktivitas
kedupan ini. Seperti yang tertulis dalam kitab Duratun Nashihin,
bahwa Nabi Isa a.s pernah berkata : “Kehidupan di dunia ini (ka-
ta beliau), terdiri dari tiga dimensi waktu/hari, yaitu waktu ke-
maren/hari kemaren, waktu sekarang/hari ini dan waktu yang
akan datang/hari esok”.


Hadirin.

Mari kita uraian sedikit ketiga dimensi waktu tersebut.

Pertama, waktu kemaren, hari kemaren atau masa lalu,
adalah suatu masa yang telah berlalu dan tak seorangpun mampu
balik ke belakang mengulangi masa lalunya, meski hanya se-
kejap. Masa lalu katanya kenangan, karena ia memang patut di-
kenang, namun tentu tidak hanya sekedar dikenang, tetapi hen-
daknya juga kita jadikan pelajaran dan pengalaman yang ber-
harga, serta kita jadikan cerminan serta acuan untuk melangkah
dan memperbaiki diri di masa-masa yang akan datang. Jika di
masa yang lalu kita pernah gagal, kita pernah jatuh, maka kega-
galan dan kejatuhan kita di masa yang lalu itu hendaknya kita ja-
dikan pelajaran atau pengalaman yang berharga bahkan kita jadi-
kan cambuk pemacu keberhasilan kita di masa yang akan datang.
Kegagalan adalah soal biasa, karena tak seorangpun yang tak per-
nah gagal. Kalau seseorang berani bencoba, ia harus berani gagal,
sebab seseorang yang tak berani mencoba berarti ia telah gagal
sebelum gagal. Yang perlu diingat dan diperhatikan adalah ja-
ngan sampai kita gagal dua kali pada persoalan yang sama, atau
jangan sampai kita terperosok dua kali ke dalam lobang sama.

Kedua, waktu sekarang, hari ini atau masa sekarang, ada-
lah kesempatan terbaik yang mesti kita pergunakan dengan
122
sebaik-baiknya. Kita evaluasi kehidupan kita di hari kemaren,
jika baik dan bermanfaat, mari kita teruskan dan kita tingkatkan,
jika tidak baik dan kurang/tidak bermanfaat, maka segera kita
hentikan dan tinggalkan. Dengan mengambil hikmah dari hasil
evaluasi tersebut, maka pada hari ini kita buat perencanaan atau
planning untuk menentukan visi dan misi hidup kita untuk hidup
kita dalam menempuh hari esok dengan satu harapan agar hari
esok lebih baik dari pada hari ini dan hari kemaren.

Ketiga, waktu akan datang, hari ekok atau masa yang
akan datang, adalah dimensi waktu yang akan kita tempuh yang
keberhasilannya ditentukan oleh sikap, prilaku dan tindakan kita
di masa sekarang, termasuk upaya-upaya kita untuk mempersiap-
kannya. Karena masa yang akan datang adalah masa yang belum
tentu bisa kita nikmati, disebabkan keterbatan umur yang kita
miliki, maka seyogyanya masa sekaranglah yang perlu kita man-
faatkan sebaik-baik, dalam arti yang positif, bukan menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang, berfoya-foya dan sebagainya.
Ingatlah pesan Rasulullah SAW. :

©b½¯−_£©b\Àn °r−_£\°r°´c›[
©¬œƒ−_£©›[zŸ¼ ©°¤~−_£©co‡¼
¦z¤Ÿ−_£¦\´›¼ ©¯z·−_£©^\_ƒ¼

“Perhatikanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara.
Yaitu : masa hidupmu sebelum datang ajalmu; masa sehatmu
sebelum datangnya penyakit; masa lapangmu sebelum datang
kesibukanmu; masa mudamu sebelum datang masa tua; masa
kayamu sebelum datangnya kefakiran”(HR. Ahmad dan Baihaqi)
123
Jika kita mampu merenungkan dan melaksanakan apa
yang dipesankan oleh Rasulullah SAW. ini, maka insyaAllah
hidup kita akan aman dan tenteram, baik di masa kini maupun di
masa yang akan datang, terlebih-lebih di masa keabadiaan nanti,
di akhirat kelak.

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
d¯v£\¯³z”´c«¼ ã[[½¤b[½´¯[µ¿x«[\¸¿Ô¿
²½¬°˜b\°^zÀrã[²[ ã[[½¤b[¼ vœ«
Á´˜³¼ °Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
°Ä¨o«[z§x«[¼a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼
™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼
¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[zœc~[¼ °Ä¬˜«[
µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼
{½Ÿ\ÀŸ ¶¼zœc~\Ÿ a\°¬°«[¼
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃzœc°«[


124






Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

¾vc¸´«\´§\¯¼ [x¸«\³[v·Âx«[ãv°o«[
µ¯¼ ¹«−Œ¯ØŸã[v¸Ãµ¯ ã[\³[v·²[ß½«
¶vn¼ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ ¹«¾u\·ØŸ¹¬¬ŒÃ
¹«½~y¼ ¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×
°Ãz¨«[Á_´«[[x·Å¬—¦y\^¼°¬~¼−‡°¸¬«[
v°o¯\³×½¯¼\³vÀ~ °À•˜«[ª½~y«[¼
\¸Ã[ÔÄŸv˜^\¯[ µÄ˜°j[¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼
ã[½¤c^Á\Ã[¼ °¨À‡¼[ ²½°¬°«[
²½o¬b°¨¬˜«¹c—\¼


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
125
15
ersyukurlah kita pada siang ini kembali diper-
temukan Allah dalam suasana ibadah Jum’at di
masjid yang mulia dan terhormat ini. Selanjutnya,
marilah kita saling berwasiat untuk meningkatkan iman dan taq-
wa kepada Allah, karena iman dan taqwa inilah merupakan pon-
dasi utama yang menyangga segala macam aktivitas kehidupan
kita sehari-hari, sehingga tetap berada di jalur yang lurus, yang
diridhai oleh Allah SWT.


Muslimin Rahimakumullah.

Setiap kali kita mendengar pribadi seorang Nabi, Rasul,
Para Ulama atau orang yang bijaksana lainnya, sudah pasti yang
terbayang dalam benak kita adalah pribadi-pribadi yang ramah,
baik dari sikapnya, tutur katanya, raut mukanya maupun sikap
kearifannya. Setiap orang kepingin kenal dan bersahabat de-
ngannya. Berbeda dengan apabila kita mendengar kata pe-
rampok, penodong, teroris, gerombolan dan para penjahat lain-
nya, maka yang terbayang dalam pikiran kita adalah wajah yang
bengis dengan sorot mata yang tajam dan dingin, bibir tanpa se-
nyum, atau kalaupun tersenyum maka senyumannya adalah se-
nyuman yang sinis, perkataannya kasar, ketus, kotor dan penuh
kesombongan, serta prilaku yang menyakitkan. Bagi orang baik-
baik, tak kebayang sedikitpun ingin kenal dan bersahabat dengan-
nya, karena hanya akan membuat sengsara.


Muslimin Rahimakumullah.

Secantik atau setampan apapun wajah seseorang, jika
perangainya buruk, pasti akan hilanglah keindahan fisiknya. Bah-
kan bisa jadi yang tampak adalah justeru kebalikannya, wajahnya
126
yang cantik atau tampan berubah menjadi wajah yang tidak se-
dap dipandang. Sebaliknya, walaupun penampilan fisiknya seder-
hana atau biasa-biasa saja, namun karena perangainya baik, maka
ia tampak bersahaja, raut mukanya cerah dan enak dipandang
mata. Kenapa bisa begitu? karena kata Rasulullah :

⇑Α⊗ Ελνπ⇔↓⁄υℜ™σπ⎜Ελνπ⇔↓σΤ≡

“Perangai yang baik itu berkah, sedang perangai yang buruk itu
nista”.

Al-kisah, ada seorang pedagang kecil yang mempunyai
sebuah kios mini. Kiosnya menjual pakaian dan peralatan sekolah
yang sederhana. Letak kios tersebut agak masuk ke dalam pasar,
namun anehnya hampir tiada sesaatpun kios tersebut sepi dari
pembeli, selalu saja pembelinya penuh berjubel. Omzet penjual-
annya pun melampaui omzet kios yang lebih bagus dan lebih
lengkap, dan tentu saja rezekinya pun jauh lebih melimpah. Apa
rahasianya, sehingga pedagang kecil ini begitu sukses dan dimi-
nati pembeli?. Oh, ternyata pedagang kecil ini sangat terkenal
dengan kejujuran dan keramahannya. Tidak pernah ada pembeli
yang merasa tertipu sedikitpun dan tak pernah ada pembeli yang
merasa tersinggung oleh sikap dan tutur katanya. Bahkan pesona
dari keramahan serta transaksi jual beli yang begitu mudah ini,
membuat para pembeli merasakan mendapatkan sesuatu yang
lebih baik dari barang yang dibelinya, yaitu kepuasan bertemu
dengan orang yang mulia akhlaknya yang selalu memperlakukan
setiap pembelinya dengan sangat baik dan mengiringinya dengan
doa.

Kaum Muslimin Rahimakumullah.
127
B
Ada sebuah penelitian tentang kalori yang dipakai untuk
sebuah kemarahan. Ternyata energi untuk marah dalam segala
bentuknya, sangat menguras tenaga luar dan dalam. Belum lagi
kinerja organ tubuh kita menjadi semakin terpacu dalam kondisi
yang tak normal. Akibatnya sudah bisa ditebak, orang-orang yang
ketus, pemarah mempunyai kecenderungan terserang berbagai
penyakit (selain penyakit busuk hati sebagai biangnya), dan
hidup yang tak sehat merupakan bagian dari penderitaan tersen-
diri. Apa artinya bergelimang makanan, harta, kedudukan, bila
lahir batin kita tidak sehat. Disamping itu, orang yang mudah ma-
rah (pemarah) dapat merusak iman. Sabda Rasulullah SAW.

οΤ∈⇔↓ΡΧΞ⇔↓Πℜη⎜°π∧◊°π⎜⎨↓ΠΤη⎜ ∆Ζ®⇔↓

“Marah itu dapat merusak iman, seperti pahitnya jadam merusak
manisnya madu”(HR.Baihaqi).


Hadirin.

Kalau kita membaca riwayat Nabi Muhammad SAW. ter-
nyata sepanjang hidup beliau, hanya dua kali menderita sakit, pa-
dahal beban masalah dan persoalan yang dipikul oleh beliau
amatlah berat. Apa gerangan rahasianya? Ternyata rahasianya
adalah selain keyakinan yang kokoh dan mendalam kepada Allah
SWT. juga melakukan ibadah secara istiqamah, menjaga kebe-
ningan hati serta menebarkan kasih sayang kepada orang lain,
yang terwujud dalam bentuk suka membahagiakan orang lain,
bernuka jernih, murah senyum, suka bertegur sapa dan sebagai-
nya. Jika sifat kasih sayang yang dicontohkan Rasulullah SAW.
ini dapat kita terapkan dalam aktivitas kehidupan kita, maka akan
128
akan tampak indah dan keindahannya tentu disukai oleh semua
orang.

Orang yang ramah, murah senyum dan ringan tangan da-
lam membantu orang lain, maka kebaikan akan terpancar dari
dirinya, siapapun akan suka berdekatan dan berakrab-akrab de-
ngannya. Orang akan merasakan manfaat darinya, sehingga
semua orang menyukainya Biasanya bila seseorang sudah disukai
orang lain, maka akan timbul komitmen untuk membela, melin-
dungi bahkan rela berkorban demi orang yang ia sukai. Mungkin
inilah yang disiratkan oleh baginda Rasulullah SAW. dalam
sebuah hadits beliau :

κΦϖν∏ τ⋅ℑℵ⎛∏τ⇔∉ℜυ⎜™ ®Ρπ⊂⎡∏ τ⇔Ππ⎜◊↓®Ρℜσ⇑
τπ≡ℵοΞϖ⇔™ ã↓

“Barangsiapa yang kepingin mempunyai umur panjang dan men-
dapat rezeki yang mudah, maka hendaklah bertaqwa kepada Al-
lah dan hendaklah ia senantiasa mengadakan sialturrahmi”.


Muslimin Rahimakumullah.

Bersikap ramah ternyata tidak memerlukan banyak ener-
gi. Modal untuk sebuah keramahan ternyata ringan dan enteng,
misalnya kita cukup hanya melemparkan sebuah senyuman, dan
orang lain akan simpatik dengan keramahan yang kita tampilkan.
Sekali lagi hanya dengan sebuah senyuman, tidak lebih. Bukan-
kah sedekah yang paling ringan adalah dengan tersenyum, karena
ia hanya membutuhkan waktu beberapa detik, namun dampaknya
129
sangat besar. Orang yang tadinya uring-uringan karena ditimpa
masalah yang mendadak, bisa berubah menjadi riang gembira
lantaran senyuman kita. Ya, tentu saja senyuman yang ramah
serta tulus. Bukan senyuman sinis, atau senyuman mengejek.

Sifat keramahan juga dapat kita tunjukkan lewat ucapan
salam. Ketika beremu dengan sesama muslim, ucapkanlah salam,
walaupun singkat, “assalaamu’alaikum”. Itu akan lebih baik ke-
timbang kita berlalu begitu saja ketika berpapasan dengan teman
atau sahabat kita.


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at yang Berbahagia.

Berbuat ramah tamah, walaupun kelihatan ringan, namun
ternyata ia membutuhkan waktu untuk membiasakannya. Kendati
demikian, sepanjang kita ada keinginan untuk berbuat ramah ke-
pada semua orang dan kita selalu berusaha untuk mencobanya
dan terus mencobanya, maka kebiasaan baik ini akan selalu
terulang yang pada gilirannya nanti menjadilah ia suatu kebiasaan
yang baik dan bahkan ia merupakan suatu kebutuhan bagi hidup
kita, sehingga tercetuslah suatu prinsip yang terhunjam dalam
hati sanubari kita, “Jika hari ini aku tidak berbuat baik (ramah)
kepada orang lain, maka apalah artinya hidupku hari ini”.

Berbeda dengan sikap sombong, ketus dan sinis. Energi
yang kita keluarkan tidak akan sebanding dengan apa yang akan
kita dapatkan dari orang lain. Kebencian orang lain pada kita
akan membuat diri kita tersiksa dan menderita, sehingga lambat
laun senergi kitapun terkuras hanya untuk memikirkan ketidaksu-
kaan orang kepada kita. Oleh karenanya, marilah kita semua
bersikap ramah kepada orang lain, dan janganlah bersikap yang
sebaliknya, karena ramah tamah adalah suatu keindahan yang
130
mempesona dan dapat memberikan kedamaian kepada diri .kita
sendiri, juga kepada orang lain. Semoga Allah membimbing kita
semua ke jalan yang diridhai-Nya. Amin Allahumma amin .

θϖ÷Ρ⇔↓◊°χϖς⇔↓σ⇑ã°±↵υ⊂♣
θϖ≡Ρ⇔↓σπ≡Ρ⇔↓ã↓θΤ±
°⇑ζℜζϖ⋅⎨♠°πϖ∂♦×⎨™↓υ®⇔°©ϖ∏◊υ∈πΤ⎜⎨
θϖφ∈⇔↓◊∞Ρϕ⇔↓⎛∏θλ⇔™⎡⇔ã↓∨ℵ°±
θϖλΛ⇔↓Ρ∧Θ⇔↓™ ∝°⎜⎢↓σ⇑ τϖ∏°π±θ∧°⎜↓™⎡ρ∈η⇓™
θϖν∈⇔↓∉ϖπΤ⇔↓υ〈τ⇓↓ τ×™ζ×θλρ⇑™⎡ρ⇑οΧϕ×™
θλ⎜Π⇔↓υ⇔™ ⎝Π⇔↓υ⇔™ θλ⇔™⎡⇔ã↓Ρη®Φℜ↓™
®™Ρη®Φℜ°∏ ∝°πνΤπ⇔↓™ σϖπνΤπ⇔↓Ρ←°Τ⇔™
σϖΧ←°Φ⇔↓≥°ϑ⇓°⎜™ σ⎜Ρη®ΦΤπ⇔↓ℑυ∏°ϖ∏

wwwwwww


131







Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

¾vc¸´«\´§\¯¼ [x¸«\³[v·Âx«[ãv°o«[
µ¯¼ ¹«−Œ¯ØŸã[v¸Ãµ¯ ã[\³[v·²[ß½«
ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ ¹«¾u\·ØŸ¹¬¬ŒÃ
¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼
Ŭ—¦y\^¼°¬~¼−‡°¸¬«[ ¹«½~y¼
\³vÀ~ °À•˜«[ª½~y¼ °Ãz¨«[Á_´«[[x·
¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼v°o¯\³×½¯¼\³
²½°¬°«[\¸Ã[ÔÄŸ v˜^\¯[ µÄ˜°j[
¹c—\¼ ã[½¤c^Á\Ã[¼ °¨À‡¼[
²½o¬b°¨¬˜«

132
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

lhamdulillah, pada siang ini kembali kita diperke-
nankan oleh Allah SWT. untuk bisa berkumpul di
tempat yang mulia dan terhormat ini, dalam
rangka kita bersama-sama menunaikan titah perintah Allah, me-
laksanakan serangkaian ibadah Jum’at, dengan satu harapan,
kiranya ibadah yang kita laksanakan ini, merupakan ibadah yang
diterima oleh Allah SWT. sebagai salah satu perwujudan peng-
abdian kita kepada-Nya.


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Menjelang kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. yang
dikenal dengan tahun gajah, karena ketika itu bertepatan dengan
datangnya segerombolan tentara bergajah, yang dipimpin oleh
Abrahah, dengan maksud ingin menghancurkan Ka’bah. Maka
sebelum peristiwa ini terjadi, datanglah Abdul Muthallib meng-
hadap Abrahah, dengan maksud ingin mengambil kembali se-
jumlah unta miliknya, yang telah dirampas oleh tentara bergajah,
sehingga terjadilah dialog antara keduanya. “Apa maksud anda
datang ke mari ya Tuan Abdul Muthallib?”, tanya Abrahah.
“Saya datang ke mari hanya untuk mengambil unta saya yang
telah dirampas oleh pasukan tuan”, jawab Abdul Muthallib te-
gas. “Lalu bagaimana dengan rumah ini (ka’bah)?. Bukankah
anda yang bertugas memelihara rumah tersebut?. Apakah anda
tidak berusaha mempertahankan rumah tersebut, manakala nanti
pasukanku menghancurkannya?”, tanya Abrahah pula. Dengan
tenang Abdul Muthallib menjawab, “Soal rumah ini, sama sekali
aku tidak mengkhawatirkannya. Aku hanya bertugas memelihara,
bukan melindungi. Sebab yang melindungi hanyalah Allah SWT.
sebab Dialah pemilik tunggal rumah tersebut. Saya yakin Dia
133
A
16
pasti mampu melindungi kepunyaan-Nya sendiri”. Apa kata
Abrahah selanjutnya. Dengan nada sombong dan angkuh dia
berkata, “Allah sendiripun tidak akan mampu menggagalkan
keinginanku untuk menghancurkan rumah ini!”. “Itu terserah
tuan. Silakan kalau memang tuan mampu”, kata Abdul Muthallib
pula.

Setelah percakapan itu selesai, Abdul Muthallib pun pu-
lang dengan membawa kembali sejumlah unta miliknya. Sesam-
pai di Mekkah, Abdul Muthallib segera memberi kabar kepada
segenap penduduk, tentang pembicaraannya dengan Abrahah,
dan ia menyarankan agar semua penduduk segera meninggalkan
kota Mekkah dan bersembunyi ke lereng-lereng gunung, ke pun-
cak-puncak bukit atau kedalam goa, agar terhindar dari amukan
tentara bergajah. Setelah itu, dengan diiringi oleh beberapa
pemuka Quraisy, iapun segera mendekat ke pintu ka’bah, seraya
berdoa :

°¸´¯™´¯\Ÿ]y\à ¦[½~°¸«½jy[×]y\Ã
°¸˜´¯[¦[y\—µ¯dÀ_«[¼v—²[ ¦\°n
ã[Ôà ¦[z£[½^zsò[

“Ya Tuhanku, tidak ada yang aku harapkan selain Engkau. Ya
Tuhanku, tahanlah mereka dengan benteng Engkau. Sesung-
guhnya siapa yang memusuhi rumah ini, berarti memusuhi Eng-
kau. Mereka pasti tidak akan mampu menaklukkan kekuatan-Mu,
ya Allah”.

Apa yang terjadi kaum Muslimin sekalian. Ternyata
134
doa Abdul Muthallib dan beberapa pemuka Quraisy ini mendapat
sambutan oleh Allah SWT. sehingga maksud Abrahah dengan se-
genap tentara bergajahnya untuk menghancurkan ka’bah, hancur
berantakan dan gagal total, bahkan seluruh pasukan menjadi bi-
nasa dengan keadaan yang sangat mengerikan, hancur berkeping-
keping bak daun kering terinjak kaki.


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Begitulah Allah menimpakan balasan yang setimpal ter-
hadap manusia yang sombong dan angkuh, yang telah mengang-
gap dirinya serba berkuasa, sampai-sampai berani menantang
Tuhan. Akibatnya sungguh fatal, karena Allah menyatakan :

°¸^x˜ÀŸ ¼z_¨c~[¼ [½¨´c~[µÃx«[\¯[¼
ã[²¼uµ¯ °¸«²¼zkÃ×¼ \°À«[\^[x—
[zÀˆ³×¼\À«¼

“Dan bagi orang-orang yang enggan serta menyombongkan diri,
maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang amat
pedih. Dan mereka tidak akan mendapat perlindungan, kecuali
dari Allah sendiri” (QS. An-Nisa ayat 173).


Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Dalam kehidupan sehari-hari kita tentu sering men-
dengar kata sombong, angkuh, takabbur dan sebagainya.
135
Dan tidak sedikit diantara kita yang terbawa oleh sifat tersebut.

Orang yang sombong biasanya merasa dirinya lebih dari
orang lain. Kalau kaya, maka ia merasa dirinyalah yang paling
kaya. Kalau pandai, maka ia merasa dirinyalah yang paling
pandai. Kalau berani, maka ia merasa dirinyalah yang paling
pemberani. Pendeknya, orang yang sombong selalu menem-
patkan dirinya lebih dari orang lain, atau kedudukannya di atas
setingkat dari orang lain. Orang lain dipandangnya rendah, tak
berarti apa-apa. Ia merasa dirinyalah yang paling benar, ke-
lompoknyalah yang paling baik, partainyalah yang paling meme-
nuhi aspirasi masyarakat, sehingga sulit diajak kompromi, diajak
berembuk untuk memikirkan kepentingan-kepentingan ummat,
dan kepentingan-kepentingan bangsa dan negara. Lebih celaka
lagi, jika kesombongannya ini sampai-sampai menentang kebe-
naran yang datang dari Allah SWT. maka tepatlah kiranya apa
yang disinyalir oleh Al-Qur’an pada surah Al-Isra’ ayat 89 :

−c¯−§µ¯²[z¤«[[x·ÅŸ}\´¬«\´Ÿz‡v¤«¼
[y½§×[ }\´«[z„§[Å^\Ÿ

“Sesungguhnya Kami telah berulang-ulang membuat perum-
pamaan bagi manusia di dalam Al-Qur’an ini, tetapi ke-
banyakan manusia itu bersikap sombong kecuali kepada
kekufuran”.


Muslimin Rahimakumullah.

Persoalan kesombongan memang bukan persoalan
136
baru, tetapi ia merupakan persoalan turun temurun yang sudah
ada sejak pertama kali manusia diciptakan, yakni tatkala dicip-
takannya manusia pertama Adam a.s.

Konon, Adam diciptakan oleh Allah dari sekeping ta-
nah. Dengan kata lain, bahan baku penciptaan Adam adalah
tanah. Sedangkan bahan baku bagi penciptaan Iblis adalah api.

Kendati berbeda asal-muasalnya, namun keduanya sama-
sama makhluk Allah yang pada dasarnya adalah sama. Namun
persoalannya akan menjadi lain, manakala Iblis diperintahkan
oleh Allah agar sujud bersimpuh di hadapan Adam. Ia sungguh
merasa tersinggung sekali, seolah-olah harga dirinya dilecehkan
begitu saja oleh Allah, lantaran perintah tersebut. Sebab menurut
Iblis, penciptaan dirinya dari api, itu lebih baik daripada pencip-
taan Adam dari tanah. Ia benar-benar tersinggung atas perlakukan
seperti ini, dan demi mempertahankan harga dirinya, demi keu-
tuhan rasa gengsinya dan kehormatan dirinya, ia berani menen-
tang perintah Allah, kendatipun ia harus mendapat kutukan dari
Allah dan mempertaruhkan nasibnya dan nasib anak cucunya
untuk mendekam selama-lamanya di kawah neraka.


Hadirin.

Berbicara tentang harga diri, mungkin akan timbul perta-
nyaan di benak kita. Siapakah yang paling berkompeten menen-
tukan harga diri seseorang. Setiap individukah? atau bagaimana?
Jika setiap individu, maka penolakan Iblis untuk tidak mau ber-
sujud kepada Adam dapat dibenarkan. Karena disamping ia ter-
cipta dari api yang menurutnya lebih mulia daripada tanah,ia juga
lebih dulu diciptakan Allah sebelum Adam. Bahkan menurut
riwayat Iblis ini dulunya adalah makhluk Allah yang sangat taat
137
mengabdi kepada Allah, sehingga ketika itu kedudukannya di-
setarakan dengan para Malaikat.

Tetapi ternyata tidak hadirin sekalian. Justeru ternyata
yang lebih berkompeten menentukan harga diri seseorang adalah
Yang Maha Sempurna, Dialah Allah SWT. Sehingga dalam kasus
seperti ini, Iblis dianggap oleh Allah SWT. sebagai orang yang
sombong, orang yang takabbur. Hal ini dengan jelas diceritakan
oleh Allah dalam firman-Nya, diantaranya dinyatakan :

×[¼vkŸ ¯u×[¼vk~[»¨Ï¬°¬«\´¬£w[¼
µÃz¨«[µ¯²\§¼ z_¨c~[¼Å^[ À¬^[

“Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para Malaikat,
sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka, kecuali Ib-
lis. Ia enggan dan takabbur, sehingga ia termasuk golongan
orang-orang yang ingkar” (QS. Al-Baqarah ayat 34).


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Sikap Iblis yang sombong dan enggan memenuhi
perintah Allah untuk sujud kepada Adam ini, ternyata menjadi
penyakit turun-temurun, dan penyakit ini dijadikan sarana yang
ampuh oleh Iblis untuk menjerumuskan manusia ke lembah yang
paling nista.

Memang, sifat sombong dapat menutup hati seseorang
dari pelita kebenaran. Orang yang dihinggapi penyakit sombong
tidak akan bisa menerima nasehat dan petunjuk dari siapapun,
138
Dia biasanya mudah tersinggung dan mudah tinggi hati serta me-
miliki sikap pendendam terutama kepada orang yang dianggap-
nya penghalang atau musuh.


Hadirin.

Banyak memang hal-hal yang melatar belakangi sese-
orang sehingga ia bersikap sombong. Diantaranya adalah karena
posisi atau kedudukan dimana ia mempunyai posisi atau kedu-
dukan strategis atau lebih tinggi dari orang lain, misalnya posi-
sinya jadi pemimpin, pejabat, kepala, majikan dan sebagainya.
Atau mungkin juga karena ia terpandang dalam masyarakat,
karena ia kaya atau memiliki harta yang banyak, atau karena ia
merasa ditokohkan / sesepuh dalam masyarakat, dan sebagainya.

Seseorang akan cenderung sombong, karena ia kurang
menyadari bahwa sesuatu yang ia sombongkan itu, tidak selama-
nya bisa bertahan. Misalnya, seseorang sombong lantaran ia jadi
pemimpin, jadi ketua, jadi kepala, jadi pejabat, jadi tokoh, dan
semacamnya, padahal tentu tidak selamanya jabatan itu melekat
pada dirinya. Suatu saat ia akan kembali menjadi masyarakat
biasa, mungkin karena masa jabatannya sudah habis, mungkin ia
dipecat oleh pejabat di atasnya, mungkin juga ia terpaksa lengser
karena tidak disukai oleh masyarakat. Demikian juga seseorang
yang sombong lantaran harta kekayaan, tentu juga tidak salaam-
nya ia bergelimang harta dan kekayaan. Kalau Allah menghen-
daki, dalam waktu sebentar saja, yang kaya dapat berubah
menjadi miskin.

Sehubungan dengan ini, ada baiknya kita angkat satu ce-
rita yang terjadi di negeri Mesir, dimana hiduplah seorang bang-
sangat tinggi yang mempunyai harta melimpah, sehingga oleh
139
masyarakat Mesir diberi gelar Pasya.

Seorang Pasya ini mempunyai seorang tukang masak
(koki) yang amat setia. Ia tinggal di rumahnya, di bagian bela-
kang bersama isteri dan seorang anaknya. Anaknya ini ia beri
nama Abduh.

Adapun si Pasya ini, ia juga mempunyai anak yang seba-
ya umurnya dengan Abduh, dan diberi nama Luthfi. Oleh Pasya,
Luthfi anaknya ini, dimasukkan ke Sekolah Dasar (Ibtidaiyah)
yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Pergi dan pulang, Luthfi
diantar jemput dengan mobil yang mewah. Pakaian dan peralatan
sekolahnya serba lengkap dan mahal-mahal. Berbeda dengan Ab-
duh, walaupun oleh ayahnya (si tukang masak) ia juga disekolah-
kan pada sekolah yang sama, namun pergi dan pulang sekolah
hanya dengan berjalan kaki. Pakaian dan peralatan sekolahnya-
pun serba tidak lengkap dan murah-murah. Namun kedua anak
ini mempunyai sifat yang berbeda. Abduh anak si tukang masak
ini rajin belajar dan mengulangi pelajarannya di rumah. Se-
dangkan Luthfi, anak Pasya ini, kerjanya selalu bermalas-malas,
karena terbiasa dilayani dan dimanjakan. Akibatnya, Abduh
tumbuh dan berkembang menjadi anak yang pandai, sedangkan
Luthfi sebaliknya.

Melihat perbedaan yang mencolok terhadap kedua anak
ini. Apalagi kepandaian Abduh melebihi kepandaian Luthfi, Pa-
sya sering marah-marah.

Pada suatu hari, dengan nada sombong ia berkata kepada
tukang masaknya : “Kalau anakmu kau sekolahkan juga, siapa
nanti yang akan menjadi tukang masak anakku si Luthfi nanti.
Kau sudah kuberi pekerjaan menjadi tukang masakku, maka
anakmu harus kau persiapkan pula menjadi tukang masak
140
anakku kelak”.

Tukang masak ini menuruti saja kehendak majikan-nya.
Iapun mengajarkan kepada anaknya cara-cara memasak, dan
anaknya ia suruh berhenti sekolah. Namun apa yang terjadi,
rupanya anaknya ini tidak mau berhenti sekolah. Walaupun di
hadapan ayahnya dan majikan ayahnya, ia seolah berhenti se-
kolah, namun di belakang, secara sembunyi-sembunyi ia tetap
sekolah, kendati tidak masuk kelas (Sekolah Terbuka sekarang).
Akhirnya, berkat keuletan dan kecangkalannya bersekolah, akhir-
nya ia berhasil lulus dengan nilai raport yang sangat memuaskan.
Dan oleh Pemerintah Mesir ia diberi beasiswa untuk meneruskan
sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Berita ini rupanya sampai ke telinga si Pasya, sehingga
bangkit lagi kemarahannya. Dia membentak-bentak si tukang ma-
sak : “Sudah kukatakan, anakmu tidak boleh bersekolah, anakmu
harus menjadi tukang masak anakku kelak. Sekali lagi kuper-
ingatkan, anakmu tidak boleh meneruskan sekolah. Kalau tidak,
anakmu akan kuusir dari rumah ini”.


Hadirin.

Abduh tetap bersikeras untuk meneruskan sekolah. De-
ngan menumpang tinggal bersama bibinya dan dengan bekal
biaya dari beasiswa yang ia terima, dia melanjutkan sekolah.

Hari-hari terus berlalu, berganti bulan, berganti tahun,
akhirnya ia dapat menyelesaikan sekolahnya, dan dengan beasis-
wa pula ia terpilih meneruskan ke perguruan tinggi, dan setelah
selesai mengikuti program pendidikan di perguruan tinggi dengan
memperoleh gelar sarjana, dan oleh pemerintah Mesir ia dikirim
141
ke luar negeri untuk memperdalam ilmunya dan berhasil me-
nyandang gelar Doktor.

Sepulangnya dari luar negeri, ia ditugaskan memegang
jabatan penting di sebuah kota di Mesir, sehingga terbukalah
lapangan penghidupannya dan dia sekarang hidup berkecukupan.


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Datanglah masa pembaharuan di Mesir. Gelar Pasya
dihapuskan, dan pemiliknya hanya dibolehkan memiliki harta
kekayaan yang terbatas. Mantan Pasya inipun terpaksa menjual
sejumlah harta kekayaannya. Tanpa sepengetahuannya ternyata
diantara pembeli yang membeli sebagian harta kekayaannya itu
adalah Abduh, anak si tukang masak tersebut. Beberapa tahun
berselang, mantan Pasya itu meninggal dunia. Harta kekayaannya
diwariskan kepada anaknya, Luthfi, yang kemudian menghabis-
kannya untuk berpoya-poya. Luthfi akhirnya menjadi miskin dan
melarat, sehingga jangankan dapat menggaji seorang tukang
masak di rumahnya, memikirkan apa yang dimasak saja untuk
keperluan hidupnya, ia harus berpikir tujuh keliling. Demikian-
lah nasib orang yang sombong, akan memperoleh balasan yang
setimpal.


Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati Allah SWT.

Oleh karenanya dalam kesempatan ini, kami mengajak
kepada jamaah sekalian, apapun alasannya, sebagai hamba Allah
yang baik, maka hendaklah kita selalu berusaha untuk menjauh-
kan diri dari sikap sombong dan takabbur. Karena Allah SWT.
sama sekali tidak menyukai orang-orang yang sombong :
142
µÃz_¨c°«[`oÃ×¹³[

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang som-
bong” (QS. An-Nahl ayat 23).

Semoga Allah SWT. selalu melindungi kita dari sifat-
sifat yang tercela dan membukakan hati kita untuk berbuat yang
disenangi-Nya. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

°Àjz«[²\Àg«[µ¯ã\^w½—Ç
°Ànz«[µ°nz«[ã[°^
−À«[`o‡\^©^y−˜Ÿ¡À§zb°«[
−À¬ŒbÅŸ°·vÀ§−˜kð«[
−À^\^[[zÀ°¸À¬—−~y[¼
−Àk~µ¯ºy\ko^°¸À¯zb
Jª½§È¯¡ˆ˜§°·−˜kŸ
°À•˜«[²Óz¤«[ÅŸ °¨«¼Å«ã[¦y\^
a\Ã×[µ¯¹ÀŸ\°^°§\Ã[¼Å´˜³¼
¹b¼Øb°¨´¯¼Å´¯−_¤b¼ °À¨o«[z§x«[¼
143
°À¬˜«[™À°«[½·¹³[
J°Ànz«[y½œ«[½·¹³[ ¶¼zœc~\Ÿ




æ_øG,¿
















144











Assalaamu’alaikum Wr. Wb.


µÀ¤c°¬«»_£\˜«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[
¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼
[x·Å¬—°¬~¼−‡°¸¬«[ ¶v˜^Å_³×
v°o¯ °À•˜«[ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[
µÃv«[¯½ÃÅ«[¹˜_bµ¯¼ ¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼
°¨À‡¼[ ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[
²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼

145
17
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

lhamdulillah, kita panjatkan Puji dan Syukur ke
khadirat Allah SWT. yang mana atas berkat rah-
mat dan karunia-Nya jualah, sehingga dapatlah
kita pada siang ini kembali bisa berkumpul di tempat yang suci
dan mulia ini, guna bersama-sama melaksanakan shalat Jum’at
secara berjamaah.


Muslimin Rahimakumullah.

Dalam kesempatan khutbah kali ini, kami ingin mencoba
mengangkat satu topik tentang Mawas Diri atau Introspeksi. Ke-
napa topik ini kami angkat, karena mawas diri merupakan suatu
kewajiban bagi ummat manusia, khususnya bagi orang yang
beriman kepada Allah SWT. Sebab tanpa mawas diri, seseorang
akan sulit menemukan kekurangan yang ada pada dirinya, sulit
memperbaiki kelemahan yang ada pada dirinya.


Kaum Muslimin yang berbahagia.

Dalam kenyataan hidup sehari-hari, nampaknya masih
banyak diantara kita yang merasa enggan untuk bermawas diri.
Sering kita dapati, orang-orang yang tidak mau bermawas diri
dalam perjuangan hidupnya, sehingga dalam setiap menghadapi
persoalan yang ada, mereka sering menemukan jalan buntu.
Demikian pula dalam mengatasi persoalan yang terjadi pada
perusahaan atau organisasi yang dipimpinnya, sering mendapati
jalan yang rumit.

146
Hal yang seperti ini banyak kita jumpai dalam masya-
rakat, yakni orang-orang yang kurang mawas diri yang akibatnya
mereka gagal dalam perjuangan hidupnya.

Kenapa yang sedemikian masih banyak terjadi? Hal ini
dikarenakan beberapa hal :

Pertama, masih banyak orang yang menganggap dirinya
selalu benar sehingga enggan bermawas diri.


Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Seseorang yang menganggap dirinya selalu benar, de-
ngan sendirinya akan menganggap orang lain selalu salah. Maka
bila terjadi suatu persoalan, baik dalam lingkungan keluarganya,
perusahaannya atau organisasi yang dipimpinnya, tentu anggota
keluarganya, staf atau karyawan yang dipimpinnya, anggota
organisasinya, akan menjadi tumpukan pelampiasan kemarahan-
nya. Dengan kata lain mereka sering disalahkan kendati tanpa
dasar, sebab atau alasan yang rasional. Bahkan lebih fatal lagi,
kalau dalam lingkungan keluarga, mereka yang disalahkan ini
sering dikucilkan dalam lingkungan keluarga, mereka dicemooh
dan diusir. Kalau dalam lingkungan perusahaan, mereka diber-
hentikan begitu saja dari pekerjaannya. Atau kalau dalam ling-
kungan organisasi, mereka tidak diperdulikan lagi, mereka tidak
dilibatkan lagi dalam berbagai kegiatan, sehingga mereka merasa
terasing, yang pada akhirnya dengan sendirinya mereka keluar
dari organisasi tersebut.

Ingatlah bahwa, sikap yang seperti di atas tidak akan
menguntungkan, malah justeru akan merugikan diri kita sendiri,
karena hal yang sedemikian dapat mengurangi wibawa seseorang,
147
A
terlebih-lebih seorang pemimpin. Di-samping itu juga dapat me-
ngurangi simpati para staf, karyawan atau anggota. Menghi-
langkan semangat kerja mereka, yang pada gilirannya, mereka
tidak betah lagi bekerja di perusahaan kita, atau tidak punya
minat lagi mengikuti organisasi yang kita pimpin.


Hadirin sekalian.

Jelaslah sudah, bahwa sikap merasa enggan untuk ber-
mawas diri, tidak akan memecahkan persoalan, bahkan justeru
akan menambah persoalan. Tidak akan menambah kemajuan, tapi
justeru akan menambah memunduran.

Akal sehat tentu menolak mentah-mentah terhadap sikap
yang enggan bermawas diri ini. Kenapa demikian?, karena sudah
menjadi sifatnya, bahwa manusia itu mempunyai kelebihan, di-
samping juga mempunyai kekurangan. Dalam perjalanan hidup-
nya, manusia kadang-kadang bisa benar, namun terkadang pula
bisa salah. Oleh sebab itu, sikap yang paling baik dan dapat dite-
rima oleh akal pikiran, adalah sikap yang mengakui adanya kele-
bihan dan adanya kekurangan. Adanya kebenaran dan adanya
kesalahan, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.
Sehingga dengan demikian, bila terjadi suatu persoalan, sese-
orang tidak akan langsung menyalahkan orang lain, tetapi
terlebih dahulu ia akan mengintrospeksi dirinya sendiri. Jika
ternyata di dalam dirinya ditemukan kekeliruan atau kesalahan,
maka dari sanalah suatu persoalan dapat diperbaiki atau dibangun
kembali, tanpa harus menyalahkan orang lain. Firman Allah SWT

z•´c«¼ ã[[½¤b[[½´¯[µÃx«[\¸ÃÓ\Ã
148

ã[²[ ã[[½¤b[¼ vœ«d¯v£\¯³
²½¬°˜b\°^zÄ_r

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan
hendaklah setiap diri memperlihatkan apa yang telah diperbuat-
nya (ber mawas diri) untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan” (QS. Al-Hasyr ayat 18).


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Sebab ke dua yang menjadikan kurangnya seseorang
bermawas diri adalah karena khawatir akan hilang wibawanya,
hilang harga dirinya, hilang kehormatannya, jika kekurangan atau
kelemahan yang ada pada dirinya terbongkar dan diketahui oleh
orang lain. Sehingga bagaimanapun juga ia akan tetap menjaga
kerahasiaan kekurangan atau kelemahan dirinya. Sedapat-dapat-
nya ia akan berusaha untuk menutupi segala kekurangan atau ke-
lemahan yang ada pada dirinya, kendatipun ia harus mengkam-
binghitamkan orang lain.

Ingatlah, kekurangan atau kelemahan meskipun ditutup-
tutupi, dan bagaimana juapun pandainya menutupi kekurangan
atau kelemahan, toh pada akhirnya akan ketahuan juga. Bukan-
kah ada pribahasa, sepandai-pandainya menyimpan bang-
kai,lama-lama baunya akan keciuman juga. Oleh karena itu, kita
tidak perlu segan-segan mengakui kelemahan dan kekurangan
kita. Mungkin ini akan lebih baik, daripada kelemahan dan
149
kekurangan kita ini nanti diungkap atau dibeberkan oleh orang
lain. Jika kelemahan dan kekuranagan kite sampai dibeberkan
orang lain, di samping kita akan malu, wibawa kita akan berku-
rang, rasa simpati orang lain terhadap kita juga akan luntur.


Muslimin Rahimakumullah.

Marilah dengan jiwa besar kita berupaya untuk selalu ber
mawas diri, mengoreksi segala kelemahan dan kekurangan yang
ada pada diri kita masing-masing. Akuilah salah, kalau memang
kita terlanjur berbuat salah, tanpa harus mempertimbangkan
pangkat, martabat dan kedudukan kita.

Jika kita selalu ber mawas diri, dan dengan hati terbuka
meminta orang lain agar ikut membantu mengoreksi kekeliruan
kita. Tindakan ini tentu akan menambah pengaruh dan wibawa
kita di mata masyarakat, di samping juga segala macam persoalan
yang mungkin akan terjadi akan dapat teratasi segera.


Hadirin para jamaah sekalian.

Rasulullah SAW. adalah contoh terbaik yang patut kita
teladani, dalam hal ber mawas diri ini. Dalam banyak hal, terle-
bih-lebih persoalan yang menyangkut ummat, beliau tidak segan-
segan minta pendapat atau masukan dari para sahabatnya. Tin-
dakan ini sama sekali tidak menurunkan martabat dan wibawa
kerasulan beliau. Malah beliau semakin dicintai, semakin dihor-
mati dan semakin disegani oleh para sahabatnya. Tidak hanya
sebatas itu, bahkan orang-orang non Muslim pun memuji pribadi
dan akhlak beliau ini.
150
Jelaslah sudah, bahwa kalau kita ingin maju, ingin cepat
mengatasi segala persoalan, ingin bertambah kewibawaan kita,
kuncinya, mawas diri, sekali lagi, mawas diri.

Orang yang suka bermawas diri, biasanya juga ia akan
selalu lapang dada dalam menghadapi segala persoalan yang ada.
Hatinya selalu terbuka untuk menerima kritik dan saran orang
lain.

Ingatlah anjuran Allah SWT. :

[½ob °¨«−Ä£[w[[½´¯[µÃx«[\¸Ã[ÔÃ
°¨«ã[pà [½oŸ\Ÿ ¬k°«[ÅŸ

“Hai orang-orang yang beriman, bila dikatakan kepadamu ber-
lapang-lapanglah kamu di dalam majelis, maka lapangkanlah,
niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu”(QS. Mu-
jadillah ayat 11).


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Sebab ke tiga yang menjadikan seseorang enggan berma-
was diri, disamping dirinya selalu merasa benar dan khawatir ke-
hilangan wibawa, ialah karena yang bersangkutan belum pernah
merasakan betapa manfaat bermawas diri itu.

Jika seseorang tahu dan dapat merasakan betapa besar
manfaat bermawas diri, baik bagi dirinya sendiri, bagi kelu-
arganya, bagi organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya, tentu
151
ia tidak segan-segan untuk selalu ber-mawas diri.

Adapun manfaat bermawas diri itu, antara lain sebagai
berikut :

1. Secara dini dapat diketahui dan disadari akan kelemahan
dirinya, sehingga dapat diperbaiki pada masa-masa yang
akan datang;
2. Tidak akan mudah menyalahkan orang lain, karena setiap
kesalahan yang terjadi, ia akan selalu mencermini dirinya
terlebih dahulu;
3. Akan memperbesar wibawanya dan mempertinggi sim-
pati orang lain terhadapnya. Terlebih-lebih kalau ia seba-
gai pemimpin. Sebab tidak semua pemimpin sanggup
bersikap mawas diri;
4. Memberikan semangat kerja orang-orang yang dipim-
pinnya, oleh karena mereka merasa dihargai hasil ker-
janya dan diperhatikan buah pikirannya;
5. Segala macam persoalan dan kendala, dengan segera
dapat diatasi, karena di dalam mawas diri terdapat sikap
keterbukaan/apa adanya;
6. Memperingan beban yang dipikulnya sebagai pemimpin,
memperlancar aktivitas, mempercepat kemajuan dan
mempermudah dalam menggapai kesuksesan.


Kaum Muslimin yang berbahagia.

Seseorang yang suka bermawas diri pada umumnya
mempunyai sikap yang ramah dan lemah lembut. Dari sikap ini
akan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang dari orang-orang
yang berada di sekitarnya. Sehingga keberadaannya di dalam
masyarakat, di tengah-tengah ummat, laksana sebutir mutiara
152
yang selalu memancarkan keindahan, kesejukan dan kedamaian,
yang tak satupun masyarakat menjauhinya, bahkan sebaliknya,
mereka semakin cinta, mereka semakin mendekatinya, dan ingin
selalu bersamanya, baik di dalam suka maupun di dalam duka.

Ingatlah peringatan Allah SWT. :

d´§½«¼ °¸«d´« ã[µ¯»°ny\°_Ÿ
©«½nµ¯ [½Œ³× `¬¤«[”Ĭ›\”Ÿ

“Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu berlaku lemah lembut
terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati
kasar, juga tidak bermawas diri, tentulah mereka menjauhkan
diri dari sekelilingmu” (QS. Ali Imran ayat 159).


Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.

Dari uraian khutbah ini dapatlah kita simpulkan :
1. Mawas diri merupakan suatu kewajiban dan keharusan
bagi setiap manusia, terutama bagi setiap Muslim;
2. Dengan bermawas diri, segala kendala yang ada akan
mudah diatasi dan segala aktivitas hidup dan kehidupan
akan mudah memperoleh kesuksesan.
3. Mawas diri merupakan pondasi bagi sikap keramah-
tamahan

Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan kekuatan
kepada kita semua, sehingga kita mampu bermawas diri. Amin ya
Rabbal ‘alamin.
153
°Àjz«[²\Àg«[µ¯ã\^w½—Ç
°Ànz«[µ°nz«[ã[°^
µÃx«[×[ zrÅ«²\³×[²[ zˆ˜«[¼
¥o«\^½‡[½b¼ a\o«\ˆ«[[½¬°—¼ [½´¯[
ÅŸ °¨«¼Å«ã[¦y\^ Jz_ˆ«\^½‡[½b¼
¹ÀŸ\°^°§\Ã[¼Å´˜³¼ °À•˜«[²Óz¤«[
Å´¯−_¤b¼ °À¨o«[z§x«[¼a\Ã×[µ¯
°À¬˜«[™À°«[½·¹³[ ¹b¼Øb°¨´¯¼
J°Ànz«[y½œ«[½·¹³[¶¼zœc~\Ÿ






Qæægµ


154





Al-Qur’an dan Terjemahnya, Departemen Agama RI Jakarta,
1989;

Abdullah Gymnastiar, KH. Pilar-pilar Akhlak Mulia, MQS
Pustaka Grafika Bandung, 2002;

----------------- Indahnya Ramah, MQS Pustaka Grafika Bandung,
2002;

Abdul Malik Al-Qasim, Bagaimana Menjaga Hati, Darul Haq
Jakarta, 2002;

A. Musta’in Syafi’ie, Drs. MA. KH. Mutiara Hikmah Al-Qur’an
(Tafsir Al-Qur’an Aktual), Al-Mawardi Prima Jakarta,
2001;

Akhyar Rosyadi, Warisan Tokoh-tokoh Muslim, CV. Bintang
Pelajar Surabaya, 1994;

Abdul Aziz Al-Badri, Peran Ulama dan Penguasa, CV. Pustaka
Mantiq Solo, 1987;

Ahmad Azhar Basyir, MA. Keluarga Sakinah Keluarga Surgawi,
Titian Ilahi Press Yogyakarta, 1994;

Abdul Aziz Al-Badri, Hidup Sejahtera dalam Naungan Islam,
Gema Insani Press Jakarta, 1990;

155
Abu Fajar Alqalami, Merengkuh Ampunan Allah, Dua Putra
Press Surabaya, 2001;

Anwar Harjono, Dr. Da’wah dan Masalah Sosial Kemasyarakat-
an, Media Da’wah Jakarta, 1987;

Abdullah bin Jarullah, Ed. Fenomena Syukur (Berdzikir dan
Berpikir), Risalah Gusti Surabaya, 1994;

Abujamin Roham, Drs.H. Shadaqah Penangkal Bala, Media
Da’wah Jakarta, 1996;

Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy, Menggapai Kehidupan
Bahagia, Darul Haq Jakarta, 1999;

Arman Arroisi, Refleksi Ajaran Tuhan, PT. Remaja Rosdakarya
Bandung, 1995;

Abdurrahman Arroisi, KH. Keberadaan Manusia di Muka Bumi,
Remaja Rosdakarya Bandung, 1997;

Ali Al-Khuli, Muhammad, Islam Kaffah, Mitra Pustaka Yogya-
karta, 1997;

Abdurrahman ‘Azam, Keagungan Nabi Muhammad SAW. Pedo-
man Ilmu Jaya Jakarta, 1997;

Achmad Sayuti, Drs. Khotbah Cendekiawan, Pustaka Amani
Jakarta, 1996;

Ali Anwar Yusuf, Drs. M.Si. Wawasan Islam, Pustaka Setia
Bandung, 2002;

156
Abu H.F. Ramadlan, BA Tarjamah Duratun Nasihin, Mahkota
Surabaya, 1987;

Aspihan Djarman, Drs.H. Panggilan Allah Kepada Orang-orang
yang Beriman, jilid 1 dan 2, Kalam Mulia Jakarta, 1992;

Departemen Agama RI, Islam dan Lingkungan Hidup, Dirjen
Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Jakarta, 2000;

D. Rohanady, Akhlak Sosial Muslim, Pustaka Zaman Jakarta,
2000;

Djamaluddin Ahmad Al-Buny, Uswatun Hasanah, Mitra Pustaka
Yogyakarta, 1998;

Fadhl Ilahi, Dr. Kunci-kunci Rizki Menurut Al-Qur’an dan As-
Sunnah, Darul Haq Jakarta, 1998;

Ghalib Ahmad Mashri, Jalan Menuju Kebahagiaan, Lentera
Jakarta, 2001;

H.S Prodjokusumo dkk. Air, Kebersihan dan Kesehatan Ling-
kungan Menurut Ajaran Islam, MUI Jakarta, 1993;

Husin Nafarin, H.MA. Bunga Rampai dari Timur Tengah, jilid 1
dan 2, Bina Ilmu Surabaya, 1989;

Hasan Al-Bana, Menuju Masyarakat Qur’ani, Pustaka Progressif
Surabaya, 1993;

Hasan Basri, Drs. Merawat Cinta Kasih, Pustaka Pelajar Yogya-
karta, 1999;

157
Harun Yahya, Bagaimana Seorang Muslim Berfikir, Robbani
Press Jakarta, 2001;

HAMKA, Prof.Dr. Tasauf Modern, Yayasan Nurul Islam Jakarta,
1980;

---------------- Lembaga Budi, Yayasan Nurul Islam jakarta, 1980;

Hamd Hasan Raqith, Merengkuh Cahaya Ilahi, Diva Press
Yogyakarta, 2002;

Husein Shahab, Dialog-dialog Sufi, PT. Remaja Rosdakarya
Bandung, 2000;

Hamzah Muhammad Saleh Ajjaaj, 55 Wasiat Rasulullah SAW.
Mutiara Ilmu Surabaya, 1993;

Ibnu Qayyim Al-Jauziah, Merentas Jalan Istiqamah, Risalah
Gusti Surabaya, 1994;

Imam Al-Ghazali, Tafakur Dibalik Penciptaan Makhluk, Risalah
Gusti Surabaya, 1997;

------------------ Dibalik Ketajaman Mata Hati, Pustaka Amani
Jakarta, 1997;

Ja’far S. Idris, Islam dan Perubahan Sosial, Mizan Bandung,
1989;

M. Mutawalli Asy Sya’rawi, Prof.Dr. Rezeki, Gema Insani Press
Jakarta, 1993;


158
Muhammad Ibrahim An-Nashr, Dr. Dkk. Berjuang di Jalan
Allah, Gema Insani Press Jakarta, 1991;

Muna Haddad Yakan, Hati-hati Terhadap Media yang Merusak
Anak, Gema Insani Press Jakarta, 1991;

Muhammad Qutb, Salah Paham Terhadap Islam, Pustaka Sal-
man ITB Bandung, 1982;

------------------- Konsepsi Ibadah, Gema Insani Press Jakarta,
1992;

Maimunah Hasan, Al-Qur’an dan Pengobatan Jiwa, Bintang
Cemerlang Yogyakarta, 2001;

------------------- Menggapai Ridla Allah, Pustaka Nabawi
Yogyakarya, 2001;

Mohammad Fauzil Adhim, Disebabkan oleh Cinta Kupercaya-
kan Rumahku Padamu, Mitra Pustaka Yogyakarta, 2000;

Muhammad Al-Munajid, 40 Cara Mencapai Keluarga Bahagia,
Gema Insani Press Jakarta, 1998;

M. Baharun, Sorotan Cahaya Ilahi, Pustaka Progressif Surabaya,
1995;

Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Aqidah Ahlussunnah wal
Jama’ah, Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia
Jakarta, 2002;


159
Muhammad Al-Bahy, Dr. Masa Depan Islam, Yayasan Al-
Mukmin Jakarta, 1999;

Mawardi Labay El-Sulthani, KH. Halal Bihalal dan Silaturrah-
mi, PT. Al-Mawardi Prima Jakarta, 2000;

M.S. Khalil, Kunci Mencari Ayat Al-Qur’an, Bina Ilmu Sura-
baya, 1984;

Muhammad bin Abdul Aziz Al-Khudhairi, Sabar, Darul Haq
Jakarta, 2001;

Mustafa Al-Qudhat, Dr. Merajut Nilai-nilai Ukhuwah, Mitra
Pustaka Yogyakarta, 2002;

Muhammad Thalib, Drs. 25 Ciri Keluarga Sakinah Penuh Ber-
kah dan Langkah Mewujudkannya, Irsyad Baitus Salam
Bandung, 2001;

-------------------- Konsep Islami Pembinaan Keluarga Sakinah
Penuh Berkah, Irsyad Baitus Salam Bandung, 1999;

Nashr Sulaiman Al-Umar, Hakekat Kebahagiaan, Media Da’wah
Jakarta, 1995;

Nurcholish Majid, Dr. Dkk. Serial Khutbah Beragama di Abad
Dua Satu, Zikrul Hakim Jakarta, 2000;

Syamsul Rijal Hamid, Ridho Allah Tergantung Ridha Orangtua,
Cahaya Salam Jakarta, 2001

Shafwat ‘Abdul Fattah Mahmud, Jujur, Bintang Cemerlang
Yogyakarta, 2001;
160
Salman bin Fahd Al-Audah, Agar Bahtera Tak Tenggelam, Risa-
lah Gusti Surabaya, 1995;

Saifuddin Aman, H. MBA. Membangun Masyarakat Madani, Al-
Mawardi Prima Jakarta, 2000;

Syamsul Rijal Hamid, Petuah-petuah Rasulullah Seputar Etika,
Penebar Salam Jakarta, 1999;

Thoha Muhammad, Mencari Ketentraman Bathin, Pustaka Hik-
mah Perdana Jakarta, 2000;

Thaha Abdullah Al-Afifi, Tobat Sebagaimana Wasiat Rasulullah
SAW. Risalah Gusti Surabaya, 1992;

Tutty Alawiyah AS, Dra.H. Membangun Kesadaran Beragama,
Yayasan Alawiyah Jakarta, 1999;

Usep Romli HM. Percikan Hikmah Berdialog Dengan Hati
Nurani, Remaja Rosdakarya Bandung, 1999;

Uwes Al-Qorni, 60 Bahaya Lisan, Remaja Rosdakarya Bandung,
1999;

---------------------- 60 Penyakit Hati, Remaja Rosdakarya Ban-
dung, 2000;

Yahya bin Hamzah, Imam, Kiat Mengendalikan Nafsu, Remaja
Rosdakarya Bandung, 2001;

Yusuf Qardhawi, Dr. Kenapa Kita Islam, Gema Insani Press
Jakarta, 1997;

161



HAL. TERTULIS SEHARUSNYA
12
....◊υρ⇑♦×™ ....◊υρ⇑Α×™
15
....∝υ∏ ....∝υ⋅
17, 53
....Ρπ⇑.... ....Ρπ⇑....
33, 44,
62, 88,
97, 116,
125, 145
....⇐υℜ.... ....⇐υℜ....
50
....↓υλ×.... ....↓υ⇓υλ×....
57
≥Ρ….... ≥Ρ…....
68
σϖπ≡↓ℵ↓.... σϖπ≡↓ℵ⇔↓....
118
ο⇑⎨↓.... ο⇑⎨↓....
124
....↓υϕΦ⇔↓™.... ....↓υϕ×↓™....
125, 132
....⇐υℜℵ™.... ....⇐υℜΡ⇔↓™....



162


P
P
R
R
O
O
F
F
I
I
L
L
P
P
E
E
N
N
Y
Y
U
U
S
S
U
U
N
N

Drs.H.Birhasani lahir di Banjarmasin tanggal 23
Juli 1963. Pendidikan terakhir Fakultas Da’wah
IAIN Antasari Banjarmasin thn.1988. Kini sedang
menempuh program Magister (S2) ilmu konumikasi
pada Universitas Dr.Soetomo (UNITOMO)
Surabaya. Organisasi yang pernah dan sedang
diikutinya antara lain PII, IPNU, PMII MUI, LPTQ
dan BAZ. Disamping aktivis organisasi, ia juga
seorang penulis/ kolumnis B.Post, disamping
sebagai seniman Muslim dalam bidang teater dan
sastra. Setidaknya ada 4 buku yang telah ditulisnya
bersama-sama rekan seprofesi di Kabupoaten
Tabalong. Tugas for-malnya kini adalah sebagai
Kabag. Sosial PEMKAB Tabalong dan sebagai dosen
pada UNISKA kelas Tanjung.


Aserani Kurdi, S.Pd lahir di Barabai-HST. tgl. 03
Februari 1963. Pendidikan terakhir FKIP Unlam
Banjarmasin thn. 1993. Organiasi yang pernah dan
sedang diikutinya, antara lain PII, IRM, HMI,
HIMMAH, BKPRMI, MUI, LPTQ dan
Muhammadiyah. Disamping aktivis organisasi, ia
juga seorang penulis aktif. Ia sering mengikuti

163
berbagai lomba karya tulis, baik tingkat lokal
maupun nasional. Beberapa karya tulisnya telah
diterbitkan. Di bidang seni, ia terma-suk penggemar
seni terutama di bidang musik dan sastra. Semasa-
kuliahnya ia pernah tergabung dalam Forum
Diskusi Sastra “POE-TICA” Banjarmasin yang
diketuai oleh (alm) Ajamuddin Tifani, juga sering
terlibat dalam berbagai pementasan seni kampus.
Tugasnya kini adalah sebagai Guru pada SMK
Negeri 1 Tanjung.


















164

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->