P. 1
Materi 6 Evaluasi Diri Dan Audit Internal (Asih)

Materi 6 Evaluasi Diri Dan Audit Internal (Asih)

|Views: 612|Likes:
Published by latihanku
Evaluasi Diri
Evaluasi Diri

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: latihanku on Nov 19, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2013

pdf

text

original

EVALUASI DIRI DAN AUDIT INTERNAL

Disampaikan pada “ Workshop Penyusunan Pedoman Mutu Tingkat Program Studi” UNIMUS 23 Juli 2008
Oleh : Dr. Asih Kuswardinah

Apa dan Mengapa ED
• Tuntutan akan kualitas yang tinggi di tengah persaingan dan otonomi dan demokratisasi • Pengusulan untuk akreditasi maupun untuk kompetisi mensyaratkan ED • Semua program (Akreditasi dan PHK) menyaratkan ED • Dorongan yang kuat untuk membentuk internal Quality Assurance masing-masing PT.

Arti Evaluasi Diri
• Upaya sistematik untuk menghimpun+mengolah data (fakta dan informasi) yang sahih dan handal sehingga dapat disimpulkan kenyataan yang dapat digunakan sebagai landasan tindakan manajemen untuk mengolah keberlangsungan lembaga/program. • Merupakan upaya institusi/PT sendiri untuk mengetahui gambaran mengenai kinerja dan keadaan dirinya melalui pengkajian dan analisis yang dilakukan oleh program oleh program institusi/PT sendiri melalui pengumpulan dan analisis data serta informasi baik internal atau eksternal untuk digunakan dalam pengembangan dan perbaikan lembaga/progdi.

Tujuan Evaluasi Diri
Tujuan Internal • Diperolehnya profil fakultas/prodi secara komprehensif. • Tersusunnya pangkalan data • Dikembangkannya sistem informasi yang lengkap Tujuan Eksternal • Tersedianya sistem onformasi yang lengkap • Kesiapan evaluasi eksternal BAN PT • Penyusunan PHK  Mendapatkan gambaran keseluruhan perencanaan : Perencanaan ; Pengembangan ; perbaikan Institusi.

MANFAAT EVALUASI DIRI
• Menemukan dan memahami jati diri secara komprehensif : 1) Elijibilitas, integritas, visi, misi, tujuan dan sasaran, (2) Tata Pamong;(3) SDM; (4) Sarana prasarana; (5) Keuangan; (6) Sistem Informasi; (7) Sistem Pembelajaran; (8) Kurikulum; (9) Penelitian, publikasi dan pengabdian kepada masyarakat, dan hasil karya lainnya; (11) Sistem Jaminan Mutu; (12) Pengelolaan Akademik; (12) Suasana Akademik; (13) Sistem Pengelolaan; (14) Lulusan dan (15) Mutu Program Studi. • Mengidentifikasi: Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Tantangan dalam peningkatan kualitas dirinya , sehingga dapat dilakukan peninjauan kembali seluruh kebijakan yang ada dan dapat dirumuskan berbagai strategi pengembangan dalam rangka penyediaan fasilitasi kepada jurusan/program studi.

Lanjutan Manfaat ED
• Memperkuat budaya evaluasi kelembagaan sebagai satu tugas penting dalam kerangka manajemen kelembagaan. • Menemukan kader baru bagi lembaga, adanya ED dapat diidentifikasi dosen-dosen baru , atau mungkin setelah ED dapat diketahui keahlian dosen yang sebenarnya. • Sebagai bagian dari akreditasi, fakultas dapat memberikan informasi kepada sivitas akademika dan karyawan tentang status fakultas /progdi/lembaga/PT dibandingkan dengan lembaga lain. • Dengan adanya ED, dapat menyusun proposal hibah kompetisi (PHK) dalam rangka memperoleh dana pengembangan.

SOSIALISASI EVALUASI DIRI

Fokus pada PT/fak/Prodi Akreditasi Ban & PHK

ED UNTUK AKREDITASI DAN PHK
akreditasi Deskripsi SWOT GAP umum Dokumen Akreditasi

ED
PHK Root Case Analysis/RCA Force Field Analysis/FFA Gap Analysis/GAP Spesifik

Laporan ED

Proposal

LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN ED
1. Mengumpulkan data/Informasi 2. Mendeskripsikan data/informasi 3. Menganalisis data/informasi 4. Merumuskan Kesimpulan 5. Merencanakan pengembangan dan perbaikan KARAKTERISTIK ED :
PHK •Deskripsi dan analisis tidak dipisahkan •Masalah, akar masalah dan rencana pengembangan prlu dirinci •Situasional analisis diutmakan Akreditasi (BAN) •Deskripsi tentang kondisi saat ini dipisahkan dengan analisis •Masalah dan rencana pengembangan tidak perlu rinci •Membandingkan dengan batas ambang dan Brench Mark diutamakan

KOMPONEN-KOMPONEN ED(BAN-PT)
1. 2. 3. • • • 4. • • • 5. 6. 7. 8. ELIGIBILITAS, INTEGRITAS, VISI, MISI SASARAN DAN TUJUAN TATA PAMONG (Governance) SUMBERDAYA MANUSIA Dosen Tenaga Kependidikan Kode Etik SARANA DAN PRASARANA Sarana Prasarana Perpustakaan KEUANGAN SISTEM INFORMASI KEMAHASISWAAN KURIKULUM

KOMPONEN-KOMPONEN ED(BAN-PT)
9. SISTEM PEMBELAJARAN • Rancangan Pembelajaran • Kegiatan Pembelajaran • Bahan Pembelajaran • Keterlibatan Mahasiswa • Bimbingan Mahasiswa • Evaluasi Bahan Ujian • Evaluasi Kemajuan dan Keberhasilan Belajar 10. PENELITIAN, PUBLIKASI, PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DAN HASIL LAINNYA • Penelitian • Publikasi dan Karya Inovasi • Pengabdian Kepada Masyarakat 11. SISTEM JAMINAN MUTU 12. SUASANA AKADEMIK 13. LULUSAN 15. MUTU PRODI

SITUASIONAL ANALYSIS
Situasi saat ini SWOT Analysis Strengths Opportunities Posisi Situasi analysis Root Case Analysis/RCA Problem statement Weaknesses Threats

Kesimpulan

Restraining Force Force Field Analysis/FFA Straining Force

SITUASIONAL ANALYSIS
• GLOBAL • SWOT analysis:strengths(kekuatan); Weakness(kelemahan);Opportunities(pelu ang);Threats(ancaman) • DETAIL • Root Cause analysis(RCA) • Force Field Analysis (FFA) • GAP Analysis

SWOT ANALYSIS
• • • • Strengths(kekuatan) Weakness(kelemahan) Opportunities(peluang) Threats(ancaman)

SWOT Analysis Strengths Weakness Opportunities Threats

Lingkungan internal organisasi Lingkungan ekstenal organisasi

S>W O>T

Ekspansi keluar Konsolidasi ke dalam

S<W O<T

ROOT CAUSE ANALYSIS(RCA)
• Merupakan teknik analysis yang bertahapdan terfokus untuk menemukan akar permasalahan suatu problem dan bukan hanya melihat gejala – gejala dari suatu masalah. • Bertujuan, menemukan : apa yang sebenarnya telah terjadi; mengapa masalah tersebut bisa terjadi; apa yang bisa dilakukan untuk menghindari masalah tersebut untuk tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. (Penyebab, akar permasalahan, akibat; solusi)

FORCE FIELD ANALYSIS(FFA)
• Merupakan teknik yang bermanfaat untuk melihat semua faktor pendorong (driving force) dan faktor penghambat (restraining force) suatu keputusan. • Bertujuan, memperkuat faktor pendorong dan pada saat yang sama memberikan alternatif untuk mengurangi/meniadakan faktor penghambat.

BRENCHMARKING
Merupakan teknik yang digunakan untuk mengetahui : • Seberapa baik apa yang telah kita kerjakan dibandingkan dengan institusi lain. • Kita ingin menjadi seperti apa. • Siapa yang saat ini kinerjanya terbaik • Bagaimana mereka mencapai kinerja terbaik tersebut • Bagaimana kita mengadopsi apa yang mereka lakukan untuk institusi kita. • Bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa kita lebih baik dibanding mereka.

GAP ANALYSIS
• Digunakan untuk mengevaluasi perbedaan antara posisi organisasi saat ini dengan posisi organisasi yang diinginkan atau dicita-citakan di masa depan. • Berakibat pada pengembangan strategi yang spesifik dan alokasi sumberdaya untuk menutup adanya gap. MEMBUAT KESIMPULAN • Dalam setiap poin bahasan ED harus ada kesimpulan –kesimpulan kesimpulan-kesimpulan kecil yang bisa memberikan gambaran kemampuan kita dalam melihat dan menginterpretasikan data. • Erlu adanya saling keterkaitan antar kesimpulan-kesimpulan kecil tersebut sehingga terlihat dengan jelas pesan apa yang akan disampaikan dikaitkan dengan akar masalah yang telah ditemukan. • Adanya alternatif solusi yang berbasiskan pada akar masalah yang telah ditemukan.

PROSEDUR AKREDITASI PRODI
Izin Operasi Rekomendasi penutupan Pengumuman Keputusan akreditasi Penilaian Majelis BAN Pleno Reevaluasi BAN PT mengirim borang Evaluasi Diri Dokumentasi pembinaan Permohonan akreditasi kepada BAN PT

Borang terisi dikirim ke BAN PT bersama laporan evaluasi diri Lebih baik

Penilaian olah panel

AUDIT INTERNAL
• Audit adalah pemeriksaan atau penilaian • Audit Mutu adalah suatu pemeriksaan yang sistematis dan independen untuk menentukan apakah kegiatan menjaga mutu serta hasilnya telah dilaksanakan secara efektif sesuai dengan rencana yang ditetapkan untuk mencapai suatu tujuan. • Jenis Audit  Audit mutu produk/pelayanan berdasarkan atas karakteristik  Audit mutu proses: berdasarkan atas indikator kinerja kunci.  Audit mutu sistem: berdasarkan pada elemen-elemen dari sistem

Jenis audit yang lain, dapat dibedakan menjadi
1. Audit pengamatan untuk memantau kendali proses. 2. Inspeksi : untuk penerimaan produk 3. Penilaian : untuk pertimbangan berdasar hasil evaluasi seberapa baik pencapaian tingkat mutu. Berdasarkan jenis/tipe di atas, maka kegiatan audit sering disebut dengan : • Audit Internal • Audit Mutu Akademik Internal (AMAI) • Pemeriksaan Untuk selanjutnya istilah yang digunakan dalam bagian ini adalah audit Internal

Tujuan Audit Internal
1. Memeriksa kesesuaian atau ketidaksesuaian unsurunsur sistem dengan standar yang telah ditentukan. 2. Memeriksa keefektifan pencapaian tujuan mutu yang telah ditentukan. 3. Menemukan akar penyebab dari suatu ketidaksesuaian yang ada. 4. Memfasilitasi teraudit dalam penetapan langkahlangkah peningkatan mutu. 5. Memfasilitasi teraudit memperbaiki sistem mutu 6. Memenuhi syarat-syarat peraturan/perundangan

Tujuan Audit Internal bagi Jurusan/Prodi
• • • Untuk memastikan konsistensi penjabaran kurikulum dan silabus dengan spesifikasi prodi tujuan pendidikan dan kompetensi lulusan. Untuk memastikan konsistensi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi proses pembelajaran terhadap pencapaian kurikulum dan silabus Untuk memastikan kepatuhan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi proses pembelajaran terhadap manual prosedur (MP) dan instruksi kerja (IK) prodi Untuk memastikan kecukupan penyediaan penyediaan sarana-prasarana dan sumberdaya pembelajaran

Fungsi Audit Internal
• • Ada dua fungsi, yaitu : (1) Fungsi akuntabilitas yang dilakukan dalam kegiatan penjaminan; (2) Fungsi peningkatan yang dilakukan dalam kegiatan konsultasi. Dalam menjalankan fungsi akuntabilitas, audit internal melaksanakan kegiatan klarifikasi dan verifikasi yang independen dan objektif sebagai upaya mempertahankan dan meningkatkan mutu kegiatan akademik. Kegiatan akademik tersebut harus sesuai dengan standar mutu akademik secara tepat dan efektif serta dilaksanakan secara bertanggung jawab. Fungsi peningkatan dilakukan untuk membantu unit kerja yang bersangkutan untuk lebih memahami kondisinya, serta dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam kebijakan, praktik dan prosedur sehingga dapat merumuskan usaha peningkatan mutu secara berkelanjutan.

• •

Lingkup Audit Internal
Ruang lingkup audit internal dalam satu siklus SPM-PT bisa dimulai dengan memfokuskan pada kelengkapan dokumen standar mutu yang meliputi : 1. Dokumen akademik: Kebijakan akademik(KA), Kompetensi Lulusan(KL), Spesifikasi prodi(SP); kurikulum/peta kurikulum-silabus. 2. Dokumen mutu : Manual Mutu(MM); Manual Prosedur (MP); Instruksi Kerja(IK) dan Borang(BO). Kemudian dikembangkan kepada kepatuhan dan ketertiban pelaksanaannya, meliputi butir-butir sbb: • Spesifikasi prodi, tujuan pendidikan dan kompetensi lulusan • Kurikulum,peta kurikulum, dan silabus. • Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi proses • Sarana-prasarana dan sumberdaya pembelajaran • Indikator keberhasilan proses pembelajaran • Upaya perbaikan mutu berkelanjutan

Sasaran/Obyek Audit Internal
Dibedakan menjadi : pihak teraudit dan obyek teraudit. • Para ketua, pengurus jurusan/prodi dan tim penjaminan mutu akademik dari masing-masing jurusan, vis, misi tujuan pendidikan, spesifikasi prodi, strategi pelaksanaan, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi dan proses tindakan perbaikan. • Dosen dan mahasiswa, GBPP, MP, IP, SOP, sarana-prasarana, dokumen pendukung, borang

Fokus Audit Internal
Audit internal dapat dilakukan pada berbagai aras satuan pendidikan tetapi dengan fokus yang berbeda yaitu : 1. Audit institusi/proses akademik difokuskan pada manajemen 2. Audit prodi/mata kuliah/program pembelajaran, difokuskan pada kepatuhan

Implementasi Audit Internal
Penunjukan manajer program audit internal
Dosen menetapkan SK pengangkatan MPAI atas usul WO akademik/penanggungjawab Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu MP-AI membentuk tim audit Tk. Fak dan mengkoordinasi pelatihan AI dapat meminta bantuan teknis kepada auditor tingkat universitas

Penyiapan Tim audit Internal

Perencanaan Audit Internal

MP-AI bersama dengan tim audit TK FAK merencanakan pelaksanaan audit Tim audit Tk. Fak melaksanakan audit internalsesuai siklus audit
Tim audit Tk. Fak menyerahkan laporan dan PTK kepada MP-AI yang akan meneruskan ke dekan

Pelaksanaan Audit Interanal

Penyusunan Laporan audit dan PIN

Lanjutan Implementasi Audit Internal
PTK oleh pimpinan fakultas

Dalam melakukan tindakan kondisi sesuai dengan TK dan melaporkan hasil tindakan kondisi kepada WR-FK dengan tuntunan KJM Dekan melaporkan hasil audit internal dan tindak lanjut PTK ke SF, selanjutnya SF merekomendasi KA dan PA di tingkat fakultas untuk meningkatkan mutu
KJM melakukan audit pelaksanaan penjaminan mutu akademik tk fak. Pemantauan pelaksanaan audit,pemantauan Pelaksanaan Tindakan Kelas(PTK) Penyusunan rencana sistem penjaminan mutu akademik serta melaporkan kunjungan kepada WRKJM

Penyempurnaan KA dan PA

Pemantauan pelaksanaan audit internal

Penyempurnaan yang berorientasi pada outcame

Menyusun laporan dalam ruang lingkup tugasnya serta menyampaikan ke rektor

Lanjutan Implementasi Audit Internal
Peningkatan Mutu Akademik WR-PPM melakukan tindak lanjut peningkatan mutua akademik

Penyempurnaan sistem penjaminan mutu akademik

KJM melakukan penyempurnaan sistem penjaminan mutu akademik di lingkungan universitas

TERIMAKASIH WASS. W.W

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->