P. 1
skripsi bahasa inggris

skripsi bahasa inggris

4.0

|Views: 9,600|Likes:
Published by JunkIONs
skripsi UPS
skripsi UPS

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: JunkIONs on Nov 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

04/12/2014

1

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV
( Suatu Penelitian Eksperimental Di Sekolah Dasar Negeri Muarareja 01 dan 02 Tegal Tahun Pelajaran 2008/2009 )

SKRIPSI
Diajukan sebagai Salah Satu Syarat dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata I Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :
Nama NPM Progdi : KURNIA RAHAYU : 1605501324 : Pendidikan Bahasa Inggris

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL 2009

1

2

HALAMAN PERSETUJUAN

Skripsi ini telah disetujui untuk penelitian tentang “ Pengaruh Penerapan Pembelajaran Tematik Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Pada Siswa Sekolah Dasar Kelas IV ( Studi Eksperimental pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Muarareja 01 dan 02 Tegal Tahun Pelajaran 2008/2009 ) “ telah disetujui untuk dipertahankan Pancasakti Tegal. di hadapan Dewan Penguji Skripsi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

Tegal,

Juli 2009

Disetujui oleh, Pembimbing I Pembimbing II

DRS. JCS. PRADJARTO, M. Pd NIP 131 413 856

DRS. ROFIUDIN, M. Hum NIPY. 555 112 1964

2

3

HALAMAN PENGESAHAN Telah dipertahankan di hadapan Sidang Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pancasakti Tegal. Pada hari Tanggal : Rabu : 5 Agustus 2009 Dewan Penguji Ketua Sekretaris

Dra. Hj. Sitti Hartinah DS, MM NIP. 130937444

Sumartono, S. Pd NIPY. 14452781969

Anggota Penguji 1. Nur Antony ET, SS, M. Hum NIPY. 12851771972 2. Drs. Rofiudin, M. Hum NIPY. 555 112 1964 3. Drs. JCS. Pradjarto, M. Pd NIP 131 413 856 ( )

(

)

(

)

Mengesahkan Dekan

Dr. H. Basukiyanto, M. Pd NIPY. 1251691960

3

4

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO  Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan

pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (Q.S. Al-Nahl: 125)  Didiklah anak-anakmu, sebab mereka di lahirkan untuk hidup dalam suatu zaman yang berbeda dengan zamanmu (hadist) Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. (Q.S. An-Najm: 39)

PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan untuk :  Orang yang paling tercinta Mamah dan Epah. Terimakasih atas kasih sayangnya dan segala pengorbanan untuk anak-anaknya.  Kakak-kakakku tersayang ( Mba Widie, Maz Dwi, dan Teteh ) juga para kakak Iparku.  Keponakan-keponakan mungil ku (Zhafir Gafiota dan Daffa Hanana Madina ).  Yang tercinta dan tersayang Bintangku (Djanu).  Sahabat-sahabatku : Xiwil, C-Nox, C-Pit, OpPi, Riezke, Roesma,dan Anak-anak UPS VIII A, B ( Ita, Lenz, Upa, Nels, Ance, Kangkung, Mb. Bro, Mb. Min, Icha, Yanz, Mamie, dll ) C dan D thx to dukungannya Guys.

4

5

SURAT PERYATAAN

Dengan ini saya :

Nama NPM Program studi

: KURNIA RAHAYU : 1605501324 : PBI- FKIP UPS Tegal

Menyatakan bahwa SKRIPSI saya yang berjudul : Pengaruh Penerapan Pembelajaran Tematik Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Pada Siswa Sekolah Dasar Kelas IV. Adalah betul-betul merupakan naskah asli hasil tulisan dan fikiran saya. Apabila dikemudian hari ternyata ada keluhan ataupun pernyataan dari pihak lain mengenai keaslian skripsi / hasil penelitian tersebut, maka hal tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya selaku penulis skripsi tersebut. Tegal, Agustus 2009

Pembuat pernyataan

Kurnia Rahayu NPM. 1605501324

5

6

PRAKATA

Segala puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan taufik dan hidayahNya kepada penulis sehingga akhirnya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar. Shalawat serta salam juga penulis panjatkan pada Nabi Besar Muhammad SAW, semoga keselamatan senantiasa tercurah pada Beliau dan Para sahabat. Adapun judul dari skripsi ini adalah “ Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Tematik Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar Kelas 4 “. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat : 1. Bapak Prof. Dr. Tri Jaka Kartana, M. Si, selaku Pancasakti Tegal 2. Bapak Dr. Basukiyatno, M. Pd, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pancasakti Tegal. 3. Bapak Sumartono, S. Pd, selaku Kepala Progdi Bahasa Inggris. 4. Bapak Drs. JCS. Pradjarto. M. Pd, selaku pembimbing I yang dengan sabar dan bijaksana memberikan bimbingan dan dorongan kepada penulis. 5. Bapak Drs. Rofiudin, M. Hum, selaku pembimbing II yang membimbing penulis dengan sabar dan bijaksana. 6. Bapak dan Ibu dosen jurusan Pendidikan bahasa, program studi Bahasa Inggris yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada penulis. 7. Bapak Sumantri dan Ibu Win, selaku kepala SD Negeri Muarareja 01 dan 02 yang telah memberikan pengarahan, petunjuk dan dorongan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 8. Dan para sahabat yang selalu memberikan semangat kepada penulis. Dan harapan yang selalu penulis panjatkan kepada Allah SWT, semoga amal dan kebaikan bapak dan ibu mendapat imbalan dari Allah SWT. telah Rektor Universitas

6

7

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi peminat Ilmu bahasa pada khususnya dan pembaca pada umunya.

Tegal,

Juli 2009

Penulis

7

8

ABSTRAK

KURNIA RAHAYU: Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Tematik Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar Kelas 4 : Suatu Penelitian Eksperimental di Sekolah Dasar Negeri Muarareja 01 dan 02 Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal Tahun Pelajaran 2008/2009. Skripsi.Program Strata 1.Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Universitas Pancasakti Tegal. Kata Kunci : Pengaruh, Pembelajaran Tematik, Hasil Belajar Bahasa Inggris Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh model pembelajaran tematik terhadap hasil belajar bahasa Inggris pada siswa kelas 4 semester II di SD Negeri Muarareja 01 dan 02 Kota Tegal tahun pelajaran 2008/2009. Adapun populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD. N. Muarareja 01 dan 02 Tegal, tahun ajaran 2008/2009 yang berjumlah 115 siswa. Penulis menggunakan teknik random sampling untuk memilih sample penelitian yang berjumlah 60 siswa, dimana penulis membagi sample tersebut menjadi 2 kelompok sample, yaitu 30 siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran tematik sebagai kelompok eksperimen dan 30 siswa yang diajar menggunakan pembelajaran klasikal sebagai kelompok kontrol. Berdasarkan landasan teori dalam kerangka berfikir, hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : “ Ada pengaruh positif dari penerapan model pembelajaran tematik terhadap hasil belajar bahasa inggris siswa kelas 4 semester II di SD Negeri Muarareja 01 dan 02 Tahun Pelajaran 2008/2009”. Penulis menggunakan test tertulis berisi tes bahasa Inggris umum sebagai instrument penelitian. Bentuk test adalah pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban dengan jumlah soal 30. Alokasi waktu untuk mengerjakan test tersebut adalah 45 menit. Untuk mengetahui reliabilitas dan validitas penulis menguji instrument test tersebut dengan memberikan test kepada 20 siswa yang mempunyai kemampuan yang sama dengan sampel. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa dengan taraf signifikasi lima persen (5 %) dan derajat kebebasan 58, diperoleh hasil t-test 3,409 dan ttabel 2,663 jadi hasil t-test lebih besar dari t-tabel ( 3,409>2,663) Jadi dapat disimpulkan bahwa “ Penerapan model pembelajaran tematik pada pengajaran bahasa Inggris di Siswa Kelas IV SD. N. Muarareja 01 dan 02 Tegal tahun ajaran 2008/2009 lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran non-tematik berupa pembelajaran klasikal”.

8

9

ABSTRACT

KURNIA RAHAYU : The influence of using a thematic teaching models towards English Acievement for elementary student class IV: An experiment study on the student at SD. N. Muarareja 01 and 02 Tegal in the second semester in academic year 2008/2009. The Strata One Program of Faculty of Teacher Training and Education Pancasakti University Tegal. Key Words : The influence, thematic teaching models, English Achievement. The objective of this research is to know the influence of thematic teaching models towards English Achievement for student class IV. The population of this research is all of the fourth grade students of SD. N. Muarareja 01 and 02 Tegal, Academic year 2008/2009, with the number of population consist of 115 students. The writer uses random sampling technique to choose the sample of study. The number of the samples are 60 students, and the writer divided that sample into two groups, that is 30 students who are taught by using thematic teaching models as the experiment group ( I ) and 30 students who are taught by using classical teaching models as control group ( II ). Based on the theory and logical frame work the research hypothesis is proposed as follows “ There is positive influence of using a thematic teaching models towards English Achievement for elementary student class IV at SD. N. Muarareja 01 and 02 Tegal in the second semester in academic year 2008/2009”. The writer use a written test as the instrument of the research. Consists of 30 items in multiple choice types with four options. The test needs fourty five minutes to do. To know the validity and the reliability of the instrument, the writer had tried out by giving a test to 20 students having the same competence with the sample of study. The result of descriptive analysis shows that on the level of significance is five percent (5%) and free degree is 58, the result of t-test is 3,409 and t-table 2,663, so the result of t-test is higher than t-table ( 3,409>2,663). Thus the conclusion of the research is “The using of a thematic teaching models on English teaching at the fourth grade students in the second semester of SD Muarareja 01 and 02 Tegal regency in the academic year 2008/2009 is more effective than non thematic teaching models”.

9

10

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL .............................................................................. i HALAM PERSETUJUAN ..................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................ iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN..................................... iv HALAMAN PERNYATAAN ............................................................... v PRAKATA ............................................................................................. vi ABSTRAK ............................................................................................. viii ABSTRACT ........................................................................................... ix DAFTAR ISI .......................................................................................... x DAFTAR TABEL .................................................................................. xiii DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................... xiv BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 1 A. Latar Belakang masalah ............................................................. 1 B. Identifikasi Masalah ................................................................... 3 C. Pembatasan Masalah .................................................................. 4 D. Perumusan Masalah .................................................................... 4 E. Tujuan Penelitian ........................................................................ 5 F. Manfaat Penelitian ...................................................................... 5 BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS ............................................................................. 7 A. Landasan Teori ........................................................................... 7 1. Pengertian Belajar................................................................... 7 1.1. Hakikat Belajar.................................................................. 8 1.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar............. 9 1.3. Definisi Keberhasilan Dalam Belajar................................10 1.4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi dan Hasil Belajar.................................................................................10

10

11

2. Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar..........................11 2.1. Permasalahan Pembelajaran Bahasa Inggris di SD...........14 2.2. Kurikulum Bahasa Inggris di SD/MI................................15 3. Model Belajar dan Pembelajaran............................................17 3.1. Model Pembelajaran Tematik...........................................17 a. Model Pembelajaran Tematik Dalam Pembelajaran Terpadu...........................................................................18 b. Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran Tematik...........................................................................24 c. Model Pembelajaran Tematik dalam Pengajaran Bahasa Inggris................................................................25 d. Implikasi Pembelajaran Tematik....................................28 e. Pelaksanaan Pembelajaran Tematik di Kelas.................31 3.2. Model Pembelajaran Non-tematik....................................25 a. Prinsip-prinsip Pembelajaran Klasikal...........................33 b. Prosedur Pembelajaran Klasikal.....................................34 c. Ciri-ciri Pembelajaran Non-Tematik..............................35 B. Kerangka Berfikir .......................................................................35 C. Perumusan Hipotesis ..................................................................36 BAB III METODE PENELITIAN .......................................................37 A. Tempat dan Waktu Penelitian ....................................................37 B. Populasi.......................................................................................37 C. Sampel ........................................................................................38 D. Variabel ......................................................................................38 E. Instrumen Penelitian ...................................................................38 F. Rancangan Penelitian .................................................................43 G. Teknik Pengumpulan Data .........................................................43 H. Teknik Analisa Data ...................................................................43 1. Mencari Mean ( Rata-rata ) ............................................43 2. Mencari Standar Deviasi ................................................43 3. Mencari Varians Gabungan ............................................44

11

12

4. Mencari Uji-t ..................................................................44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN......................46 A. B. C. Deskripsi Data Analisa Data ..........................................................................46 55

Pembahasan Hasil pengujian Hipotesis ..................................................55 BAB V PENUTUP ................................................................................56 A. Simpulan .....................................................................................56 B. Saran .........................................................................................56 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................58 LAMPIRAN

12

13

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1 Jumlah Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Muarareja 01 dan 02 Tegal Tahun Pelajaran 2008/2009........................................................................37 Tabel 2 Nilai Kelompok Eksperimen, Kelompok Siswa Yang diajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Tematik............................................................47 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Nilai Kelompok Kontrol, Kelompok Siswa yang Diajar Dengan Pembelajaran Klasikal............................48 Tabel Analisis Data untuk Kelompok Siswa yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran Tematik .....49 Tabel Analisis Data untuk Kelompok Siswa yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran Klasikal.......50

13

14

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN

Halaman

1. Penyajian dari Instrumen Reliabilitas......................................... 60 2. Penyajian Perhitungan Instrumen Validitas................................ 61 3. Daftar Siswa Kelompok Eksperimen yang Diajar Dengan Model Pembelajaran Tematik..................................................... 62 4. Daftar Siswa Kelompok Kontrol yang Diajar dengan Menggunakan Model Pembelajaran Non Tematik...................... 64 5. Hasil Analisis Uji Coba Pengajaran Bahasa Inggris Dengan Model Pembelajaran Tematik..................................................... 66 6. Tabel R Product Moment Scores................................................ 68 7. Daftar Tabel-t.............................................................................. 69 8. Contoh Test Bahasa Inggris Umum............................................ 70 9. Kunci Jawaban............................................................................ 73 10. Surat Ijin Penelitian..................................................................... 74 11. Surat Keterangan.........................................................................75

14

15

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, dunia pendidikan telah mengalami banyak perubahan. Seiring dengan pemberlakuan kurikulum 2004 beserta sistem pelaksanaannya, komponen-komponen pembelajaran mengalami penyesuaian. Salah satu konsekuensi dari pemberlakuan kurikulum 2004 adalah berbagai pendekatan pembelajaran yang memberikan situasi pembelajaran yang bermakna kepada siswa. Pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Dasar saat ini bertujuan mengembangkan kemampuan dasar siswa berupa kemampuan akademik, keterampilan hidup, pengembangan moral, pembentukan karakter yang kuat, kemampuan untuk bekerja sama, dan pengembangan estetik terhadap dunia sekitar. Diyakini bahwa melalui pendekatan pembelajaran terpadu, siswa terutama siswa SD dapat berkembang sesuai dengan fitrahnya. Dengan memadukan beberapa mata pelajaran diharapkan siswa sekolah dasar yang terbiasa memandang atau mempelajari segala peristiwa yang terjadi di sekitarnya atau yang dialaminya sebagai suatu kesatuan yang utuh, mereka tidak melihat semua itu secara parsial ( terpisah-pisah ), sayangnya setelah memasuki bangku situasi belajar formal, mereka disuguhi oleh beberapa mata pelajaran yang terpisah satu sama lain sehingga mereka terkadang mengalami

15

16

kesulitan untuk memahami fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat dan alam sekitarnya. Pembelajaran yang memisahkan suatu pelajaran dengan pelajaran lain membuahkan kesulitan bagi anak karena hanya akan memberikan pengalaman belajar yang tidak nyata atau dibuat-buat. Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep merupakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi anak. Model pembelajaran tematik merupakan suatu jenis pembelajaran terpadu yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian yang digunakan untuk memahami gejala-gejala dan konsep lain, baik yang berasal dari mata pelajaran yang bersangkutan maupun dari mata pelajaran lainnya. Pengajaran bahasa Inggris sebagai salah satu muatan lokal di sekolah dasar harus menggunakan model pembelajaran yang mudah diterima oleh anak karena bahasa Inggris bukan bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis bahasa Inggris sederhana bisa diterapkan dengan melalui tema-tema dan dipadukan dengan beberapa mata pelajaran lain agar lebih bermakna dan mudah dipelajari. Dalam kaitan ini penulis akan mencoba menerapkan pembelajaran tematik pada mata pelajaran bahasa Inggris. Dengan menerapkan pembelajaran tematik diharapkan peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. Pembelajaran

16

17

bahasa Inggris dapat dikemas dengan tema atau topik. Misalnya tema lingkungan dapat dibahas dari sudut Matematika, IPA dan IPS. Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas maka penulis memilih judul “ Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Tematik Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar Kelas IV “

B. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian di atas bahwa dalam pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar perlu menggunakan model pembelajaran yang tepat dan bisa merangsang keaktifan siswa. Salah satunya yaitu melalui model pembelajaran tematik dengan memadukan beberapa mata pelajaran melalui tema. Konsep pembelajaran tematik telah tercantum di dalam KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan). Di dalam KTSP tersebut dijelaskan bahwa pembelajaran tematik adalah pendekatan yang harus digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Oleh karena itu, guru perlu mempelajarinya terlebih dahulu sehingga dapat memperoleh pemahaman baik secara konseptual maupun praktikal (Sukayati, 2004:8). Adapun model pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti ketersediaannya sumber – sumber belajar, alat bantu ajar, keterpaduan antar materi dalam mata pelajaran yang dipadukan, faktor motivasi dan minat siswa serta lingkungan siswa. Sehingga sehubungan dengan faktor-

17

18

faktor tersebut di atas, maka muncul beberapa masalah yang berhubungan dengan penelitian yaitu : 1. Bagaimana prestasi siswa SD kelas IV dalam belajar Bahasa Inggris ? 2. Bagaimana teknik penerapan model pembelajaran tematik dalam proses belajar mengajar di SD Negeri Muarareja 02 Tegal ? 3. Apakah ada perbedaan hasil belajar bahasa Inggris antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran tematik dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran non tematik ?

C. Pembatasan Masalah Masalah tentang penerapan model pembelajaran tematik dalam penelitian ini jika dikaji secara mendalam dan mendetail maka akan sangat luas sehingga karena keterbatasan waktu, jarak, serta kemampuan yang ada maka penulis hanya membatasi permasalahan yaitu tentang pengaruh penerapan model pembelajaran tematik terhadap hasil belajar bahasa Inggris siswa SD kelas IV tahun pelajaran 2008/2009.

D. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang, identifikasi masalah dan pembatasan masalah, sesuai dengan judul penelitian “ Pengaruh Penerapan Pembelajaran Tematik Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar Kelas IV “ maka penulis merumuskan masalah penelitian yaitu

18

19

Apakah penerapan pembelajaran tematik efektif dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris pada siswa Sekolah Dasar kelas IV ?

E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran tematik dalam pengajaran bahasa Inggris pada siswa SD kelas IV 2. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar bahasa Inggris antara siswa sekolah dasar yang diajar menggunakan model pembelajaran tematik dengan siswa sekolah dasar yang diajar menggunakan model pembelajaran non tematik berupa pembelajaran klasikal.

F. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini antara lain : 1. Manfaat teoritis Untuk mengembangkan penelitian tentang pendidikan lebih jauh, khususnya di bidang pengajaran Bahasa Inggris serta menambah wawasan tentang pengaruh penerapan model pembelajaran tematik terhadap hasil belajar bahasa Inggris pada siswa Sekolah Dasar kelas IV. 2. Manfaat Praktik Untuk pedoman bagi para guru dalam penentuan penggunaan model pembelajaran yang tepat, efektif, dan dapat merangsang keaktifan

19

20

siswa dalam proses mengajar bahasa Inggris, juga memacu siswa agar bisa lebih semangat dan termotivasi dalam belajar bahasa Inggris.

20

21

BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR, DAN HIPOTESIS

A. Landasan Teori Kegiatan yang paling menentukan dalam keberhasilan penerapan kurikulum adalah proses pembelajaran atau kegiatan belajar. Belajar merupakan suatu proses yang harus ditempuh oleh siswa, tetapi hakikatnya harus dipahami oleh guru agar dalam pelaksanaannya guru dapat mengelola dan membimbing proses pembelajaran sesuai dengan kaidah-kaidah belajar yang efektif. 1. Pengertian Belajar Ada beberapa pengertian belajar yang telah dikemukakan oleh para ahli. Menurut definisi lama, yang dimaksud dengan belajar adalah menambah dan mengumpulkan pengetahuan, yang diutamakan dalam definisi ini adalah penguasaan pengetahuan sebanyak-banyaknya untuk menjadi cerdas atau membentuk intelektual, sedangkan sikap dan keterampilan diabaikan. Siswa lebih banyak menerima atau lebih banyak menghafal pengetahuan yang diberikan melalui beberapa mata pelajaran, bahkan hanya mengingat-ingat semua pengetahuan yang dibacanya. Akibat cara belajar ini aspek pemahaman siswa kurang diperhatikan karena lebih diuatamakan hasil hafalan atau penerimaan informasi yang berkaitan dengan stimulus dan respon ( S-R ) yang dibangun.

21

22

Pendapat modern yang muncul pada abad 19 menganggap bahwa belajar adalah proses perubahan perilaku ( a change in behaviour ). Ernest R. Hilgard ( 1948 ) menyatakan bahwa : learning is the process by which on activity orginates or is changed through training procedures ( whether in the laboratory or in the natural environtment ) as distinguished from changes by factors not atrisutable to training. Jadi, belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui latihan dan perubahan itu disebabkan karena adanya dukungan dari lingkungan yang positif yang menyebabkan adanya interaksi yang edukatif. Perubahan tersebut terjadi secara menyeluruh meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Definisi belajar yang umum diterima saat ini ialah bahwa belajar merupakan suatu usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru, secara keseluruhan sebagai pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. 1.1. Hakikat Belajar Belajar dapat dikatakan sebagai suatu proses, artinya dalam belajar akan terjadi proses melihat, membuat, mengamati,

menyelesaikan masalah, menyimak, dan latihan. Sehingga guru harus dapat membimbing dan memfasilitasi siswa supaya dapat melakukan proses-proses tersebut. Jadi seseorang dapat dikatakan belajar karena adanya indikasi melakukan proses tersebut secara sadar dan menghasilkan perubahan tingkah laku siswa yang diperoleh berdasarkan interaksi dengan lingkungan. Lingkungan yang

22

23

dimaksud adalah narasumber, teman, guru, situasi dan kondisi nyata, lingkungan alam, lingkungan buatan, dan lain-lain yang dapat dijadikan sumber belajar. Ada 4 pilar yang perlu diperhatikan dalam belajar yaitu learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be. - Learning to know artinya belajar untuk mengetahui Yang menjadi target dalam belajar adalah adanya pemahaman sehingga belajar tersebut mengantarkan siswa untuk mengetahui dan memahami substansi materi yang dipelajarinya. - Learning to do artinya belajar untuk berbuat Yang menjadi target adalah adanya proses melakukan atau proses berbuat . - Learning to live together artinya belajar untuk hidup bersama Yang menjadi target adalah siswa memiliki kemampuan untuk hidup bersama atau berkelompok. - Learning to be artinya belajar untuk menjadi Yang menjadi target adalah mengantarkan siswa menjadi individu yang utuh sesuai dengan potensi, bakat, minat, dan kemampuannya. 1.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Keberhasilan belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

23

24

a. Faktor dari dalam diri siswa yang berpengaruh terhadap hasil belajar diantaranya adalah kecakapan, minat, bakat, usaha, motivasi, perhatian, kelemahan, kesehatan, serta kebiasaan siswa. Salah satu hal penting dalam kegiatan belajar yang harus ditanamkan dalam diri siswa dalam belajar yang dilakukannya merupakan kebutuhan dirinya. b. Faktor dari luar diri siswa yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya adalah lingkungan fisik dan non fisik ( termasuk suasana kelas dalam belajar), lingkungan sosial, budaya,

lingkungan keluarga, program sekolah ( termasuk dukungan komite sekolah ), guru, pelaksanaan pembelajaran, dan teman sekolah. 1.3. Definisi Keberhasilan Dalam Belajar Menurut Kamus Bahasa Indonesia, keberhasilan yaitu dapat mencapai maksud yang dikehendakinya ( Balai Pustaka 1994: 343 ). Sedangkan hasil belajar pada sekolah dasar biasanya dilihat dari hasil tes evaluasi baik yang dibuat oleh guru itu sendiri ataupun tes pada ujian nasional. 1.4. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Prestasi dan Hasil belajar a. Pemenuhan Kebutuhan Psikologis Dalam perkembangan anak perlu dipenuhi berbagai kebutuhan, yaitu kebutuhan primer, pangan, sandang, papan, serta

24

25

kasih sayang, perhatian, penghargaan terhadap dirinya dan peluang mengaktualisasikan dirinya. b. Intelegensi, Emosi, dan Motivasi Keberhasilan belajar sangat ditentukan oleh kemampuan kognitif tetapi faktor nonkognitif ( antara lain motivasi, emosi ) karena faktor nonkognitif tersebut juga berpengaruh dalam tingkat kinerja serta lingkungan, maupun perkembangan dirinya sendiri. c. Pengembangan Kreativitas Prestasi atau keberhasilan anak juga dipengaruhi oleh pengembangan kreativitas, karena setiap anak dilahirkan dengan bakat yang merupakan potensi kemampuan ( inherent component of ability ) yang berbeda-beda, sehingga sekolah harus bisa mengembangkan kreativitas anak tersebut dengan baik. Selain itu dengan mengendalikan fungsi kedua belah otak secara harmonis akan banyak membantu anak berprakarsa mengatasi dirinya, dan meningkatkan prestasi belajar.

2. Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar

Surat Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0487/4/1992 tentang Kurikulum Muatan Lokal dan No. 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993 tentang dimungkinkannya program bahasa Inggris lebih dini sebagai satu mata pelajaran muatan lokal yang dapat dimulai dari kelas

25

26

4 SD. (Sri Ekonomi, 2006). Sejak itulah pengajaran bahasa Inggris di SD mulai marak. Mulanya kebijakan tersebut ditindaklanjuti oleh provinsiprovinsi yang ada di pulau Jawa bahwa bahasa Inggris merupakan mata pelajaran muatan lokal pilihan. Seiring dengan pesatnya perkembangan, sekolah-sekolah di daerah merasa sudah saatnya pula untuk mengajarkan bahasa Inggris sebagai muatan lokal. Dalam proses perkembangannya di beberapa daerah, bahasa Inggris yang semula sebagai mata pelajaran muatan lokal pilihan menjadi mata pelajaran muatan lokal wajib. Kurikulum mata pelajaran muatan lokal ini tidak dikembangkan oleh Pusat kurikulum Depdiknas, tetapi dikembangkan oleh Depdiknas tingkat provinsi. Karena itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Suyanto, Rachmajanti dan Rahayu (Kasihani, 2007) kurikulum muatan lokal di empat provinsi di pulau Jawa menunjukkan adanya perbedaan, baik mengenai tujuan maupun materinya (Kasihani, 2007). Ada banyak alasan berdasarkan pandangan dan pemikiran dari para ahli bahasa, ahli psikologi perkembangan dan lain sebagainya sehingga bahasa Inggris sebagai Second Language atau Foreign Language diperkenalkan pada jenjang pendidikan dasar atau bahkan pada usia dini. Salah satunya menurut Faye L. Bumpass dalam Sri Ekonomi (2006) menyatakan bahwa ada dua hal utama yang mendukung anak-anak untuk belajar bahasa asing. Pertama, mereka memiliki pendengaran dan memori yang tajam (pada usia ini merupakan puncak kemampuan mereka sebelum usia 12 tahun) mereka dapat belajar mengikuti bunyi dengan cepat dan tepat

26

27

serta dapat menguasai pembelajaran baru tanpa kesulitan. Kedua, anak-anak memiliki hambatan yang lebih sedikit, merespon dengan senang, dan spontan. Tidak jauh berbeda dari pandangan tersebut Mc Quown (Sri Ekonomi, 2006) memaparkan tentang manfaat pengajaran bahasa asing pada anak-anak. Dia juga mendukung sebuah laporan seminar internasional UNESCO tentang pengajaran bahasa moderen. Mc Quown menyatakan bahwa: “The psycological advantages of an early start (in language learning) were felt to be great: the child’s love repetition, his lack of inhibition to mimicry, his sensitivity to the forms he hears, the greater flexibility of his vocal organs–all these favored beginning a foreign language in the elementary school.” Pernyataan Mc Quown ini memberikan informasi yang lebih, yang mendukung gagasan bahwa secara alamiah anak-anak adalah pebelajar bahasa yang berbakat yang dalam proses pendidikannya wajib mempelajari bahasa asing dalam usia dini. Selanjutnya Sri Ekonomi juga

menggarisbawahi referensi Cleveland Plan for Language Study, “The younger the child, the more easily does he acquire a new language and a perfect pronunciation.” Pernyatan ini menunjukkan adanya aset

kedwibahasaan yang alami (antara usia 6 sampai 11 tahun) yang dimiliki anak-anak yang sangat mendukung proses pembelajaran bahasa tanpa adanya pelawanan, tanpa sadar, tanpa analisis, serta tanpa membandingkan dengan bahasa ibu.

27

28

Selaras dengan hal tersebut, Gessel dan Ilg, pakar perkembangan anak, menyatakan bahwa anak memiliki kapasitas yang unik, pada usia 8 tahun anak memiliki kemampuan untuk menangkap secara keseluruhan, mempunyai ketertarikan yang tinggi terhadap hal baru. Pada usia itu anak juga membuat suatu pendekatan yang rasional terhadap hal asing dan orang asing. Bahkan mereka sering menunjukkan rasa empati yang sangat mengherankan terhadap kehidupan sosial budaya yang berbeda. Pandanganpandangan yang demikian itulah yang sangat mendukung pengenalan bahasa asing pada jenjang dasar (SD). 2.1 Permasalahan Pembelajaran Bahasa Inggris di SD Kenyataan menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Inggris di SD semakin marak. Walaupun disebutkan bahwa bahasa Inggris di sekolah dasar bukan merupakan matapelajaran wajib dan tidak harus diajarkan bila memang belum siap, tetapi banyak sekolah terkesan memaksakan diri untuk melaksanakan program ini (Kasihani, 2007). Menurut tinjauan Alwasilah (2000), ada beberapa hal yang perlu dicermati. Pertama, para guru bahasa Inggris lulusan lembagalembaga di atas tidak dipersiapkan untuk mengajar bahasa Inggris di SD. Secara profesional mereka belum disiapkan untuk itu. Mereka tidak dibekali wawasan psikologi anak, teori belajar dan mengajar bahasa asing pada anak-anak. Kedua, para guru bahasa Inggris di SD adalah orang dewasa, sehingga mereka cenderung menggunakan

28

29

kerangka dunia orang dewasa padahal perkembangan bahasa dan psikologi anak sangat berbeda dengan orang dewasa. Ketiga, belum adanya aturan yang jelas tentang persyaratan kualifikasi pengajar bahasa Inggris di SD, sementara minat belajar bahasa Inggris di SD makin menggelora, bahkan juga di TK. Masih banyak SD yang mempekerjakan guru bahasa Inggris yang tidak berlatar belakang pendidikan bahasa Inggris namun mereka memiliki modal tekad dan senang bahasa Inggris. Sesungguhnya ujaran guru, tekanan kata, intonasi, ucapan, ejaan serta aspek-aspek paralinguistik seperti gerak-gerik tubuh, raut muka sewaktu berbahasa Inggris merupakan model utama yang akan ditiru siswa. Disamping tinjauan tersebut, masih banyak guru bahasa Inggris di SD yang mengajar hanya berdasarkan buku teks yang tersedia, bukan berdasarkan standar kompetensi yang telah dimuat dalam SKL dan SI untuk mutan lokal bahasa Inggris di SD. Mungkin saja hal ini disebabkan ketidaktahuan mereka tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dikuasai oleh siswa yang mempelajari bahasa Inggris sebagai muatan lokal. Hal lain yang cukup berpengaruh adalah keberanian guru berkreasi dalam proses pembelajaran serta kesediaan sekolah untuk mendukung terciptanya suasana pembelajaran bahasa Inggris yang kondusif masih kurang.

29

30

2.2. Kurikulum Bahasa Inggris di SD/MI Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, kita dapat mengetahui posisi mata pelajaran Bahasa Inggris di SD/MI termasuk kelompok mata pelajaran estetika. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Mendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk mata pelajaran bahasa Inggris untuk SD/MI yang dikembangkan

berdasarkan tujuan setiap satuan pendidikan. Standar Kompetensi Lulusan atau SKL adalah sebuah acuan kompetensi yang harus dimiliki seorang anak jika dia lulus pada jenjang pendidikan tersebut. Berikut ini adalah SKL mata pelajaran bahasa Inggris untuk SD/MI. 1. Mendengarkan Memahami instruksi, informasi, dan cerita sangat sederhana yang disampaikan secara lisan dalam konteks kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar. 2. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional sangat sederhana dalam bentuk instruksi dan informasi dalam konteks kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar.

30

31

3. Membaca Membaca nyaring dan memahami makna dalam instruksi, informasi, teks fungsional pendek, dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana yang disampaikan secara tertulis dalam konteks kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar. 4. Menulis Menuliskan kata, ungkapan, dan teks fungsional pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda baca yang tepat.

3. Model Belajar dan Pembelajaran Dalam proses pembelajaran di sekolah dasar ada beberapa jenis model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu yang dibahas penulis yaitu model pembelajaran tematik dan non tematik. 3.1. Model Pembelajaran Tematik Sesuai dengan tahapan perkembangan anak, karakteristik cara anak belajar, konsep belajar dan pembelajaran bermakna, maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awal SD sebaiknya dilakukan dengan pembelajaran tematik. Pembelajaan tematik adalah

pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman

31

32

bermakna kepada siswa. Tema adalah pokok fikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983). Dengan tema diharapkan akan memberikan banyak keuntungan, di antaranya: 1) Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu; 2) Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama; 3) pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4) kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa; 5) Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas; 6) Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran lain.. a. Model Pembelajaran Tematik Dalam Pembelajaran Terpadu Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak. Pembelajaran

32

33

terpadu beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian ( center of interest ) 1) Hakikat Model Pembelajaran Tematik Belajar tematik didefinisikan sebagai suatu kegiatan belajar yang dirancang sekitar ide pokok ( tema ), dan bisa melibatkan beberapa bidang studi ( mata pelajaran ) yang berkaitan dengan tema. Pendekatan ini dilakukan oleh guru dalam usahanya untuk menciptakan konteks dalam berbagai jenis pengembangan yang terjadi, sehingga apa yang dipelajari atau dibahas disajikan secara utuh dan menyeluruh, bukan bagian-bagian dari suatu konsep yang utuh. Pappas( 1995 ) mengatakan pembelajaran bahwa yang pembelajaran digunakan guru tematik untuk merupakan mendorong

partisipasi aktif pebelajar dan dipilih untuk belajar. 2) Ladasan Pembelajaran Tematik - Landasan filosofis Dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa. Aliran konstruktivisme

33

34

melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Aliran humanisme melihat

siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensinya, dan motivasi yang dimilikinya. - Landasan psikologis Dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik

34

35

tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. - Landasan yuridis Dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan

pembelajaran tematik di sekolah dasar. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). 3) Prinsip Belajar Tematik Belajar tematik menggunakan tema sentral dalam kegiatan belajar yang berlangsung. Semua kegiatan belajar dipusatkan sekitar tema tersebut. Meinbach (1995) mengatakan dalam pembelajaran bahasa, unit tematik merupakan suatu pembelajaran bahasa secara keseluruhan ( membaca, menulis, menyimak, dan berbicara )

35

36

4) Karakteristik Pembelajaran Tematik Pembelajaran tematik memiliki karakteristik yang khas dengan pembelajaran lainnya. Kegiatan belajarnya lebih banyak dilakukan melalui pengalaman langsung atau hands on experiences. Secara terperinci Barbara Rohde dan Konstelnik, et. al. ( 1991 ) mengemukakan karakteristik pembelajaran tersebut sebagai berikut : o Memberikan pengalaman langsung dengan objek-

objek yang nyata bagi pebelajar untuk menilai dan memanipulasinya; o Menciptakan kegiatan dimana anak menggunakan

semua pemikirannya; o Membangun kegiatan sekitar minat-minat umum

pebelajar; o Menyediakan kegiatan dan kebiasaan yang

menghubungkan semua aspek perkembangan kognitif, emosi, sosial, dan fisik; o Mengakomodasi kebutuhan pebelajar untuk

bergerak dan melakukan kegiatan fisik, interaksi sosial, kemandirian, dan harga diri yang positif; o Memberikan kesempatan bermain untuk

menerjemahkan pengalaman ke dalam pengertian;

36

37

o

Menghargai perbedaan individu, latar belakang

budaya, dan pengalaman di keluarga yang dibawa pebelajar ke kelasnya. 5) Rambu-rambu Pembelajaran Tematik o o Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi

dasar lintas semester o Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan,

jangan dipaksakan untuk dipadukan. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. o Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema

tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. o Kegiatan pembelajaran menulis, ditekankan dan berhitung pada serta

kemampuan

membaca,

penanaman nilai-nilai moral o Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan

karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat 6) Perlunya Pembelajaran Tematik Pada Sekolah Dasar Pada siswa sekolah dasar perlu diadakan pembelajaran tematik karena : o Pada dasarnya siswa SD kelas awal memahami suatu konsep secara utuh, global/tematis, makin meningkat

37

38

kecerdasannya, dan makin terperinci serta spesifik pemahamannya terhadap konsep tertentu. o Kenyataan hidup sehari-hari menampilkan fakta yang utuh dan tematis. o Guru SD adalah guru kelas, akan lebih mudah mengajar satu konsep secara utuh. 7) Manfaat Pembelajaran Tematik Dalam belajar tematik, ada perubahan peranan. Guru dari seorang pemimpin dan penyedia kebijakan serta pengetahuan fasilitator, pembimbing, penantang, pemberi saran, dan

organisator. Pembelajaran tematik memberikan arena yang realistik, mendorong pebelajar memanfaatkan suatu konteks dan literatur yang luas. Pembelajaran ini juga membantu pebelajar melihat hubungan antara ide-ide dan konsep-konsep, sehingga akan meningkatkan pemahaman pebelajar terhadap apa yang dipelajari. b. Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran Tematik  Keunggulan Model Pembelajaran Tematik Ada beberapa keunggulan model pembelajaran Tematik, yaitu : 1. 2. 3. Proses pembelajaran lebih bermakna Guru dapat memilih tema pembelajaran sendiri Guru dapat menggunakan berbagai sumber pengajaran

38

39

4.

Guru dapat menggunakan bermacam-macam media atau alat bantu ajar.

5.

Siswa aktif dalam proses belajar sehingga suasana kelas lebih hidup.

 Kelemahan Model Pembelajaran Tematik Selain beberapa keunggulan di atas, pembelajaran tematik juga mempunyai kelamahan antara lain : 1. Guru harus lebih kreatif dalam menentukan tema atau mengolah suasana kelas agar dapat membangkitkan suasana kelas. 2. Siswa tidak dapat mengikuti Ujian Nasional dengan sempurna. Karena model soal UNAS sekarang lebih mengarah pada hafalan. Sedang soal yang dibuat untuk kelas dengan model pembelajaran tematik bersifat variatif. ( Mulyana, 1999) c. Model Pembelajaran Tematik Dalam Pengajaran Bahasa Inggris Seperti dalam uraian sebelumnya bahwa pembelajaran tematik adalah model pembelajaran dimana guru harus

menentukan tema terlebih dahulu sebelum mengajar, bisa tema yang ada dalam suatu buku pelajaran atau guru bersama-sama siswa menentukan tema atas kesepakatan bersama. Pada siswa sekolah dasar dimana anak diharapkan mampu dalam keterampilan menulis, mendengarkan, berbicara, dan membaca bahasa Inggris

39

40

dasar, maka sesuai dengan prinsip pembelajaran tematik di atas bahwa dalam pembelajaran bahasa, unit tematik merupakan suatu pembelajaran bahasa secara keseluruhan ( membaca, menulis, menyimak, dan berbicara ) maka dalam pembelajaran tematik anak tidak diajar keempat keterampilan tersebut secara terpisah tetapi bisa dipadukan. Hal itu dikarenakan pengetahuan anak tentang bahasa Inggris yang masih terbatas, anak tidak bisa hanya diajarkan mendengarkan dan membaca tetapi anak juga harus diajarkan cara mengucapkan dan penulisannya. Kemudian guru juga harus menentukan mata pelajaran apa saja yang dapat dipadukan untuk mempermudah anak dalam belajar bahasa Inggris sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Langkah-langkah yang harus diperhatikan oleh guru antara lain : 1. Penetapan Mata Pelajaran Penetapan mata pelajaran yang akan dipadukan harus disertai dengan alasan yang berkaitan dengan pencapaian kompetensi dasar oleh siswa dan kebermaknaan belajar. 2. Melakukan Analisis Indikator, KD, HB, dan

Membagi Alokasi Waktu 1. 2. Pelaksanaannya diorganisasikan oleh sekolah Pelaksanaan Kegiatan bersamaan penentuan Indikator

40

41

3. -

Penetapan Tema Tema hendaknya tidak terlalu luas, namun mudah

digunakan untuk memadukan mata pelajaran. Tema harus bermakna, maksudnya tema yang

dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya. Tema yang dikembangkan harus mampu

menunjukkan sebagian besar minat siswa. Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan

kurikulum yang berlaku serta harapan masyarakat. Tema yang dipilih hendaknya juga

mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar. Topik yang terdapat pada Syllabus kelas IV 1 Greeting and Parting 2 Colours 3 Things around us 4 Numbers 5 Parts of the body 6 Families 7 Home Activities 8 School 9 Animals

41

42

10 11 12

Fruits and Vegetables . Alphabet and Spelling . Calendar

4. Pemetaan Keterhubungan Kompetensi Dasar dengan Tema Pemersatu 5. 6. Penyusunan Silabus Penyusunan Rencana Pembelajaran Setelah melakukan semua kegiatan di atas, guru dapat mulai mengajar dengan menggunakan sumber belajar yang dipilih. Dalam pembelajaran tematik, guru bisa

menggunakan beberapa sumber belajar dalam mengajar, jadi tidak hanya satu buku yang dijadikan sumber ajar, tetapi bisa lebih dari satu buku sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa. Juga proses belajar mengajarnya tidak hanya di dalam kelas tetapi juga bisa di luar kelas karena peran aktif siswa sangat diperhatikan dalam model pembelajaran tematik ini. selain itu agar dalam proses belajar mengajar siswa memperoleh pengalaman secara langsung dan lebih konkret, guru dapat menggunakan alat bantu ajar atau benda-benda yang ada pada lingkungan sekolah. d. Implikasi Pembelajaran Tematik Dalam implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mempunyai berbagai implikasi yang mencakup:

42

43

1.

Implikasi Bagi Guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.

2.

Implikasi Bagi Siswa - Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, atau kelompok kecil - Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelom pok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah 3. Implikasi Terhadap Sarana, Prasarana, Sumber Belajar dan Media - Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsipprinsip secara holistik dan otentik. Oleh karena itu, dalam

43

44

pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. - Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design), maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). - Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. - Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi 4. Implikasi Terhadap Pengaturan Ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. Pengaturan ruang tersebut meliputi: - Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan.

44

45

- Susunan

bangku

peserta

didik

dapat

berubah-ubah

disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung - Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet - Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas - Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar - Alat, sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola

sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. 5. Implikasi Terhadap Pemilihan Metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik, maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode.

Misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab, dll. e. Pelaksanaan Pembelajaran Tematik di Kelas 1) Kegiatan Pendahuluan Pembelajaran Menciptakan kondisi awal pembelajaran

45

46

Membantu mempersiapkan pembelajaran

atau sumber

memimbing belajar, menarik

siswa gunakan perhatian

dalam media siswa,

yang

dapat

menentukan kegiatan belajar yang harus memungkinkan semua siswa dapat melakukannya, dll. Melaksanakan kegiatan apersepsi atau penilaian awal Mengajukan pertanyaan yng berhubungan dengan materi sebelumnya, memberikan komentar atas jawaban yang diberikan siswa, membangkitkan motivasi dan perhatian siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. 2) Kegiatan Inti Pembelajaran Memberitahukan tujuan dan garis besar materi yang dipelajari, menyampaikan alternative kegiatan belajar yang akan ditempuh siswa, membahas materi / menyajikan bahan pelajaran. 3) Kegiatan Akhir dan Tindak Lanjut Menilai hasil proses belajar mengajar, memberikan tugas / latihan yang dikerjakan di luar jam pelajaran, mengemukakan tentang tema yang akan dibahas pada waktu yang akan datang.

46

47

3. 2. Model Pembelajaran Non-Tematik Sebagai pembanding model pembelajaran tematik penulis menggunakan model pembelajaran non-tematik dimana guru dalam mengajar tidak memilih tema terlebih dahulu. Model pembelajaran tersebut berupa model pembelajaran klasikal dimana guru melakukan 2 kegiatan sekaligus yaitu mengelola kelas dan mengelola pembelajaran, guru lebih banyak menyajikan materi ( eksploratif ). Penyajian dalam pembelajaran klasikal lebih menekankan pada kegiatan pemberian informasi atau penjelasan materi yang belum dipahami siswa. Alternatif metode yang sering digunakan dalam pembelajaran klasikal adalah metode ceramah dan tanya jawab bervariasi atau metode lain yang dianggap sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Dengan demikian dalam proses belajarnya siswa lebih banyak mendengarkan atau bertanya tentang materi pelajaran tersebut. a. Prinsip-prinsip Pembelajaran Klasikal Berikut ini beberapa prinsip yang harus diterapkan dalam pembelajaran klasikal : 1) Sistematis Dalam pembelajaran klasikal, bahan pelajarannya harus disajikan secara berurutan dan selalu berorientasi pada tujuan

47

48

yang telah ditetapkan atau dengan kata lain materi ajarnya tergantung pada kebijakan pemerintah atau kurikulum 2) aktivitas Dalam pembelajaran klasikal guru harus selalu memberikan perhatian terhadap aktivitas siswa secara menyeluruh dalam kelas. 3) pembelajaran Agar dapat mengoptimalkan efektivitas pembelajaran klasikal, guru dapat menggunakan media pembelajaran. 4) penugasan Untuk memantapkan dan memperkuat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, guru perlu memberikan latihan atau tugas-tugas. b. Prosedur Pembelajaran Klasikal 1. Kegiatan Awal 1) Memberitahukan tujuan / kompetensi yang akan dicapai 2) Menyampaikan tahapan kegiatan 2. Kegiatan Inti Penyajian dan Tanya jawab Latihan dan Media Perhatian dan

48

49

Menyajikan bahan pelajaran dengan ceramah, penjelasan guru tentang materi materi pelajaran harus dapat disimak oleh selurush siswa dalam kelas.

Asosiasi-Ilustrasi Melakukan asosiasi dan memberikan ilustrasi untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahan pelajaran dengan cara menghubungkan materi yang sedang dipelajari dengan situasi nyata. 3. Kegiatan Akhir 1) Aplikasi bahan pelajaran yang telah dipelajari dengan mengerjakan soal-soal 2) n bahan pelajaran yang telah dipelajari c. Ciri-ciri Model Pembelajaran Non Tematik 1) Siswa belajar secara individu 2) Pembelajaran bersifat teoritis 3) mendengarkan, kontribusi ide. 4) Guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran. Siswa hanya pasif dalam belajar ( membaca, mencatat, dan menghafal ) tanpa memberi Menyimpulka

B. Kerangka Berfikir

49

50

Penulis dapat memberikan kerangka berfikir sebagai berikut : 1. Model pembelajaran tematik adalah suatu pembelajaran

terpadu melalui tema-tema sebagai pemersatu dalam memadukan beberapa aspek bahasa ( menulis, membaca, mendengar, dan berbicara ) serta beberapa bidang studi. 2. Dalam model pembelajaran tematik tidak semua bidang

studi dapat dipadukan. 3. Model Pembelajaran non tematik adalah model

pembelajaran yang tidak menggunakan tema. 4. pasif. Dalam pembelajaran non tematik, siswa adalah penerima

C. Hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara yang belum terbukti

kebenarannya. Bardasarkan landasan teori di atas, maka penulis mencoba untuk merumuskan hipotesis. Dalam pengajaran bahasa Inggris SD kelas IV diduga Penerapan Model Pembelajaran Tematik pada siswa Sekolah Dasar kelas IV akan berpengaruh positif terhadap hasil belajar bahasa Inggris.

50

51

BAB III METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Dasar Negeri Muarareja 01 dan 02 Kota Tegal. 2. Waktu Penelitian Waktu penelitian ini yaitu pada semester genap, yaitu bulan MeiJuni 2009.

B. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Muarareja 01 dan 02 Kota Tegal Tahun Pelajaran 2008/2009. Tabel 1 Jumlah Siswa kelas IV Sekolah Dasar Muarareja 01 dan 02 Kota Tegal Tahun Pelajaran 2008/2009 Nama Sekolah Jumlah Siswa

51

52

SD.N. Muarareja 01 SD. N. Muarerja 02 Jumlah

- Kelas IV

: 42

- Kelas IV A : 37 Kelas IV B : 36 115 siswa

C. Sampel Penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diajar menggunakan model pembelajaran tematik sebanyak 30 siswa yang diambil secara acak dari siswa kelas IV B SD. N. Muarareja 02 yang berjumlah 36 siswa dan kelompok kontrol yang diajar menggunakan model pembelajaran klasikal sebanyak 30 siswa yang diambil secara acak dari siswa kelas IV SD. N. Muarareja 01 yang berjumlah 42 siswa.

D. Variabel Penelitian Variabel penelitian ini adalah : 1. Variabel bebas Penerapan model pembelajaran tematik 2. Variabel terikat Hasil Belajar Bahasa Inggris siswa kelas IV Sekolah Dasar

E. Instrumen Penelitian

52

53

Untuk memperoleh data pada penelitian ini, penulis menggunakan tes tertulis berisi tes bahasa Inggris umum. Tes tersebut berupa naskah butir pilihan ganda tentang materi yang telah diajarkan, berisi 30 butir soal dan tiap butir soal disediakan 4 pilihan jawaban. Sebelum test tersebut diberikan pada sample, Instrumen penelitian ini harus diujicobakan di try out terlebih dahulu pada sejumlah siswa yang mempunyai karakteristik yang sama dengan kelompok sample penelitian. Dan peneliti melakukan try out pada 20 siswa yang diambil dari siswa kelas IV A SD. N. Muarareja 02 yang berjumlah 37 siswa. Agar instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini berkualitas maka tes tersebut harus memiliki kriteria tes antara lain :

1. Realibilitas Reliabilitas alat penilaian adalah ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam menilai apa yang dinilainya. Artinya, kapanpun alat penilaian tersebut digunakan akan memberikan hasil yang relatif sama. Tes hasil belajar dikatakan ajeg apabila hasil pengukuran saat ini menunjukkan kesamaan hasil pada saat yang berlainan waktunya terhadap siswa yang sama. Realibilitas sendiri yaitu suatu instrumen yang dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat evaluasi atau pengumpul data dalam suatu penelitian, suatu alat dikatakan reliable apabila tes tersebut dapat dipercaya atau konsisten ( Suharsimi Arikunto, 1997:170 ). Sehingga untuk mengetahui realibilitas tes, peneliti menggunakan rumus korelasi

53

54

Product Moment Pearson dengan teknik skor belahan awal dan skor belahan akhir. Adapun rumus korelasinya sebagai berikut : rxy = N Σ XY - (Σ X ) (Σ Y )

√ {NΣX2 - (ΣX)2} {NΣY2 - (ΣY)2} ( Arikunto, 1990:130 ) Keterangan : rxy : Koefisien korelasi antara Variabel X dan Y N : Jumlah sample X : Skor belahan awal Y : Skor belahan akhir Dari tabel dapat diketahui bahwa : Σ N Σ X Σ Y Maka : rxy = N Σ – {(Σ X ) (Σ Y )} = 20 = 204 = 213 Σ X2 = 2184 Σ Y2 = 2359 Σ XY = 2221

2222 {N∑ x − (∑ x) } N∑ − (∑ yy ) } {
= 20.2221 – {(204) (213)}
{20 .2184 −( 204 ) 2 }{ 20 .2359 −( 213 ) 2 }

54

55

=
( 43680

44420 - 43452
−41616 )( 47180 −45369 )

=

968
2 064 x181 1

=

968
3737904

=

968 1933,366

=

0,501

Kemudian, hasil dari uji korelasi tersebut dimasukkan ke dalam rumus Spearman Brown untuk memperoleh indeks reliabilitas. Rumusnya yaitu : r11 = 2 x r ½½ ( 1 + r ½½ ) ( Arikunto, 1990:130 ) Keterangan : r ½½ r11 :Indeks korelasi antara dua belahan instrument : Realibilitas instrument

maka = 2 x 0,501 1 + 0,501 = 1,002 1,501 = 0,667

55

56

Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh harga r hitung 0,667 setelah dikonsultasikan ke r tabel dengan N = 20 dan ά = 5 %, maka diperoleh harga r tabel sebesar 0,444. Berarti r11 lebih besar dari pada rt ( 0,667 > 0,444 ). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut reliabel. Tabel dapat dilihat pada lampiran.

2. Validitas Instrumen Suatu instrumen dapat dikatakan valid apabila mempunyai validitas tinggi dan begitu juga sebaliknya jika mempunyai validitas rendah, maka instrumen tersebut kurang valid. Untuk menguji validitas tes secara eksternal, penulis menggunakan teknik korelasi product moment Pearson, Rumusnya yaitu : rxy = N ΣXY - (ΣX) (ΣY )

√ {NΣX2 - (ΣX)2} {NΣY2 - (ΣY)2} ( Arikunto, 2002:136 ) Keterangan : rxy N X Y : Koefisien korelasi antara variabel X dan Y : Jumlah sample : Nilai tes hasil try-out : Nilai tes ulangan harian

Dari tabel pada lampiran dapat diketahui bahwa : ΣN ΣX ΣY = 20 = 138,3 = 131,9 ΣX² ΣY² = 988,57 = 892,89

ΣXY = 932,33

56

57

Rxy

=

N Σ XY – {(Σ X ) (Σ Y )}

{N∑ X − (∑ X) } N∑ Y (∑ Y{) }
2 2 22
= 20. 932,33– { (138,3)(131,9) }

{2 .9 ,05 8− (17 ,38) 3} 2 .8{ ,08 −9 (1 9,92) 3} 1
2 2
= 18646,6 - 18241,77

{1 ,49− 1 7 ,89 } 7{191 1,87−21 86,7 5 13 7 9 7
= 404,83
6 4 ,5 x 4 0 ,1 4 1 6 9

=

404,83
269 957 ,0 7 5

= =

404,83 544,607 0,743

57

58

Dari hasil perhitungan tersebut, diperoleh harga r product moment 0,743. Dengan N = 20 dan ά = 0,05 dari tabel distribusi maka diperoleh harga r tabel sebesar 0,444. Sehingga r hitung lebih besar dari pada r tabel ( 0,743> 0,444 ), jadi dapat disimpulkan bahwa tes uji coba tersebut valid. Tabel dapat dilihat pada lampiran.

F. Rancangan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan 2 kelompok : a. Kelompok I : Sebagai sampel penelitian terdiri dari 30 siswa yang diajar dengan model pembelajaran tematik. b. Kelompok II : Sebagai sampel pengendali terdiri dari 30 siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran klasikal.

G. Teknik Pengumpulan Data Dalam teknik pengumpulan data, penulis memberikan test tertulis pada siswa berupa test pilihan ganda berisi 30 tes dengan 4 pilihan jawaban ( a, b, c, dan d ) di setiap butir tesnya, tes tersebut berisi tentang materi bahasa Inggris umum.

H. Teknik Analisa Data Teknik analisa data dalam penelitian ini yaitu dengan rumus : 1. Mencari Mean Yaitu mencari rata – rata nilai yang diperoleh siswa

58

59

X

:Σ X N ( Arikunto, 2002 ) : : nilai rata – rata : jumlah nilai : jumlah siswa

Keterangan Σ X N
X

2. Standar Deviasi Dalam mencari standar deviasi menggunakan rumus : SD :
( ∑ Xi −X )

² ( Arikunto, 2002 )

N Keterangan : SD Σ (Xi-X)² N = Standar Deviasi = Deviasi dari Mean Kuadrat = Jumlah Sampel

3. Standar Deviasi Gabungan Dalam mencari standar deviasi gabungan menggunakan rumus: S² : ( n1 – 1 ) S² + ( n2 – 1 ) S²

n1 + n2 - 2 ( Arikunto, 2002 ) Keterangan : S1 S2 n1 n2 4. t-test Dalam mencari t-test menggunakan rumus : t = X1 − X 2 = Standar Deviasi dari Kelompok I = Standar Deviasi dari Kelompok II = Jumlah Sampel Kelompok I = Jumlah Sampel Kelompok II

59

60

S 1

n1

+

1

n2

( Arikunto, 2002 ) Keterangan :
x1 x2

S n1 n2

= Mean Kelompok I = Mean Kelompok II = Varians Gabungan = Jumlah Sampel Kelompok I = Jumlah Sampel Kelompok II Apabila t hitung atau t-test telah diketemukan, maka hasilnya akan

diuji atau dikonsultasikan dengan standar distribusi t untuk menentukan diterima atau tidaknya hipotesis yang diajukan. Dengan taraf signifikasi 0,05 bila hasil t hitung lebih besar dari pada t tabel maka Ho ( Hipotesis nihil ) ditolak dan H1 ( Hipotesis Penelitian ) diterima, begitu juga sebaliknya.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

60

61

A.

Deskripsi Data Dalam pengumpulan data, penulis mengadakan tes tertulis kepada siswa sampel penelitian yang berupa tes pilihan ganda. Tes tersebut berjumlah 30 soal dengan 4 pilihan jawaban di setiap butir soalnya. Adapun kedua kelompok sampel penelitian yaitu kelompok eksperimen sebanyak 30 siswa dan kelompok kontrol sebanyak 30 siswa harus mengerjakan tes tersebut dalam waktu 45 menit. Setelah itu, nilai yang diperoleh kedua kelompok sampel ditulis dalam tabel. Penyusunan nilai tersebut dipisah antara nilai kelompok sampel eksperimen dengan kelompok pengendali, sehingga terdapat 2 tabel nilai. Pada tabel II yaitu kelompok eksperimen yang diajar menggunakan model pembelajaran tematik dimana setelah diberikan test tertulis nilai rataratanya lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pengendali yang diajar tidak menggunakan model pembelajaran tematik yaitu berupa model pembelajaran klasikal.

Tabel 2 Nilai Kelompok Eksperimen, Kelompok Siswa yang diajar Dengan Model Pembelajaran Tematik NO NAMA NILAI ( X1)

61

62

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Anggun Aziz Fauziatun Nisa Gita Hendrik Idzania Maudif Imam. N Iza Jamal Latifah Aini Linda jayanti Mita M. Rizal Mutmainah Nurhidayah Sri Nur aeni Sri Wati Sunardi Rizal Tobbi. S Tri Yogi Vino Aji Wahyu Widia safitri Winda Apriana Wintoro Wisnu Adi Wijaya Yosi Aditia Pratama Yuli Setiawati Zuhri Rofii ami Total

6 6,3 6,7 6,7 6,7 8 7,3 7,3 7,3 6,7 5 6,7 4,7 9 7 7 8 5,3 7,7 7,7 6,3 7 8,3 7,3 5,7 8,3 7,7 7,7 8,3 6,7 Σ X1 = 210,4

Tabel 3 Nilai Kelompok Kontrol, Kelompok Siswa yang diajar Dengan Pembelajaran Klasikal

62

63

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

NAMA Ade Lia Ade Saputra Agung Alisah Andre irawan Anggun Ardan Azimatul nikmah Danil Prayitno Diana Kusuma Mayang Dian Septi Arum Fikri Haikal Hadi mas prianto Saepudin Indah harlina Indra Wahyudi Konanda Kotim Kamiati Kurniati Liawar Puticha Nada Nirwana Nurhikmah Selviana Nur Imam saputra Pungki Renaldi Rudi. H Rudi. S Solecha Tuti Haryanti Wiwin Tri Total

NILAI ( X2 ) 8 6,7 4,7 4 8,3 5,7 4,7 7,3 6,3 6 4 5,3 7,7 7 6 5,7 4 7,3 6 6,3 5,3 8 4 6 4 7,7 6,7 4,7 6,3 5,3 Σ X2 = 179

Tabel 4 Tabel Analisis Data untuk Kelompok Siswa yang diajar Menggunakan Model Pembelajaran Tematik No Nilai Variabel Deviasi dari Mean Deviasi dari Mean

63

64

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

( x1) 9 8,3 8,3 8,3 8 8 7,7 7,7 7,7 7,7 7,3 7,3 7,3 7,3 7 7 7 6,7 6,7 6,7 6,7 6,7 6,7 6,3 6,3 6 5,7 5,3 5 4,7 210,4

(x1-

x

)

2 1,3 1,3 1,3 1 1 0,7 0,7 0,7 0,7 0,3 0,3 0,3 0,3 0 0 0 -0,3 -0,3 -0,3 -0,3 -0,3 -0,3 -0,7 -0,7 -1 -1,3 -1,7 -2 -2,3

Kuadrat (x1- x )² 4 1,69 1,69 1,69 1 1 0,49 0,49 0,49 0,49 0,09 0,09 0,09 0,09 0 0 0 0,09 0,09 0,09 0,09 0,09 0,09 0,49 0,49 1 1,69 2,89 4 5,29 29,78

Tabel 5 Tabel Analisis Data untuk Kelompok Siswa yang diajar Menggunakan Model Pembelajaran Klasikal No Nilai Variabel Deviasi dari Mean Deviasi dari Mean

64

65

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

( x2 ) 8,3 8 8 7,7 7,7 7,3 7,3 7 6,7 6,7 6,3 6,3 6,3 6 6 6 6 5,7 5,7 5,3 5,3 5,3 4,7 4,7 4,7 4 4 4 4 4 179

(x2-

x

)

2,3 2 2 1,7 1,7 1,3 1,3 1 0,7 0,7 0,3 0,3 0,3 0 0 0 0 -0,3 -0,3 -0,7 -0,7 -0,7 -1,3 -1,3 -1,3 -2 -2 -2 -2 -2

Kuadrat (x2- x )² 5,29 4 4 2,89 2,89 1,69 1,69 1 0,49 0,49 0,09 0,09 0,09 0 0 0 0 0,09 0,09 0,49 0,49 0,49 1,69 1,69 1,69 4 4 4 4 4 51,42

Sebelum data dianalisis, maka perlu dikemukakan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Mencari Mean a. Kelompok Siswa Eksperimen

65

66

n Σ x

= 30 = 210,4
x

Rumus :

= Σ x n = 210,4 30 = 7,01

x

b. Kelompok Siswa Pengendali n Σ x = 30 = 179
x

Rumus :

= Σ x n = 179 30 = 5,97

x

2. Mencari Median (Me) a. Kelompok siswa eksperimen (I) 4,7 6,7 7,7 5 6,7 7,7 5,3 6,7 7,7 5,7 7 7,7 6 7 8 6,3 7 8 6,3 7,3 8,3 6,7 7,3 8,3 6,7 7,3 8,3 6,7 7,3 9

Median

= 7+7 2 = 7

Jadi nilai tengahnya yaitu = 7 b. Kelompok siswa kontrol (II) 4 4 4 4 4 4,7 4,7 4,7 5,3 5,3

66

67

5,3 6,7

5,7 6,7

5,7 7

6 7,3

6 7,3

6 7,7

6 7,7

6,3 8

6,3 8

6,3 8,3

Median

= 6 + 6 2 = 6

Jadi nilai tengahnya yaitu = 6 3. Modus (Mo) a. Kelompok siswa eksperimen (I)

Modus = 6,7 b. Kelompok siswa kontrol (II)

Modus = 4 4. Mencari Standar Deviasi (SD) a. Kelompok siswa eksperimen n Σ SD = 30

(x1 − x )
= = = =

2

= 29,78

( ∑X1 −X )
n-1
29, 78 30−1 29, 78 29
1,0 7 2

2

S

=

1,013

b. Kelompok siswa kontrol n Σ = 30 = 51,42

(x1 − x )

2

67

68

SD

= = = =

( ∑X1 −X )
n-1
51, 42 30−1 51, 42 29
1,7 3 7

2

S

=

1,331

5. Mencari Varian Gabungan (S) S2 = ( n-1 )S1² + ( n-1)S2² (n1 + n2) – 2 Ket : S1 S2 n1 n2 maka : n1 S1 = 30 = 1,013 n2 S2 = 30 = 1,331 = Standar deviasi kelompok I = Standar deviasi kelompok II = Jumlah sample kelompok I = Jumlah sample keloimpok II

Rumus varian gabungan : S2 = ( n-1 )S1² + ( n-1)S2² (n1 + n2) – 2 = ( 30-1 )(1,013)² + ( 30-1)(1,331)² (30 + 30) – 2 = ( 29 )(1,026) + ( 29 )(1,771) 58

68

69

=

29,754 + 51,359 58

=

81,113 58

= S =

1,398
1,3 8 9

= 1,182

Data Hasil Penelitian yang Telah Diperoleh No 1 2 3 4 5 6 Jenis Data Jumlah Sampel (N) Mean ( x ) Modus (Mo) Median ( Me) Standar Deviasi Standar Deviasi Gabungan Kelompok I 30 7,01 6,7 7 1,013 1,182 Kelompok II 30 5,97 4 6 1,331 1,182

B. Analisis Data ( Pengujian Hipotesis ) Langkah yang terakhir yaitu menghitung t-test dengan rumus : t = X1 − X 2
S 1 n1

+

1

n2

=

7,01 – 5,97
1,1 82. 1 30

+

1 30

= =

1,04 1,182 x 0,2582 1,04

69

70

0,305 = 3,409

C. Pembahasan Hasil Pengujian Hipotesis Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh t hitung sebesar = 3,409 dan t tabel dengan derajat kebebasan (dJ) = 58 dan taraf signifikasi = 5 % diperoleh t-tabel sebesar = 2,663, sehingga t hitung lebih besar dari t-tabel ( 3,409>2,663). Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ( Ho) ditolak, dan hipotesis penelitian ( H1) diterima. Jadi dapat dikatakan bahwa siswa yang diajar dengan penerapan Model Pembelajaran Tematik akan memperoleh hasil belajar bahasa Inggris yang lebih baik dari pada siswa yang diajar menggunakan Pembelajaran Non Tematik berupa Model Pembelajaran Klasikal.

BAB V PENUTUP

Berdasarkan tinjauan dalam Literature, Kerangka Berfikir, Hipotesis, Instrumen Penelitian dan Data Analisis dari Populasi, maka penulis dapat menarik kesimpulan dan saran-saran terutama tentang penerapan model pembelajaran bahasa Inggris pada siswa SD sebagai berikut. A. Simpulan

70

71

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran tematik dengan model pembelajaran klasikal terhadap hasil belajar bahasa Inggris pada siswa Sekolah Dasar kelas IV. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di SD. N. Muarareja 01 dan 02 Tegal, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Penerapan Model Pembelajaran Tematik pada siswa Sekolah Dasar kelas IV berpengaruh positif terhadap hasil belajar bahasa Inggris. Hal tersebut dibuktikan dari analisis data yang menunjukkan bahwa pada taraf signifikasi ( ά ) = 5 % dan derajat kebebasan ( dJ ) = 58 didapat t data lebih besar dari t tabel ( 3,409>2,663).

B. Saran-saran Berdasarkan analisis yang telah penulis jabarkan di atas, maka penulis ingin berbagi pengalaman dengan para guru atau calon guru bahasa Inggris pada khususnya untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris pada Sekolah Dasar, melalui beberapa saran berikut semoga bisa diambil manfaatnya : 1. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan guna meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa Sekolah Dasar yaitu model pembelajaran tematik, oleh karena itu selayaknya model ini dapat diterapkan oleh para guru. 2. Dalam penentuan tema, guru harus berhati-hati agar tema tersebut tidak terlalu luas dan tidak keluar dari tujuan pembelajaran itu sendiri.

71

72

3. Dalam penerapan model pembelajaran Tematik, kekreatifan guru paling diutamakan, agar proses pembelajaran tidak membosankan, serta pemilihan sumber dan alat bantu ajar yang bervariatif dalam penyampaian materi ajar. Jika perlu guru juga sesekali menerapkan permainan yang merangsang peran aktif siswa, karena dalam pembelajaran tematik, keempat ketrampilan bahasa harus diajarkan secara terpadu.

DAFTAR PUSTAKA

Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Hernawan, Herry, Asep. Resmini, Novi. & Andayani. 2008. Pembelajaran Terpadu di SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Semiawan, Conny. 2008. Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar. Jakarta : P.T Indeks

72

73

Suyanto, Kasihani K. E. 2007. English For Young Learners. Jakarta: Bumi Aksara. . 2006. Learning By Doing 4. Bandung : Grafindo Media Pratama Mukhtar. Yamin, Martinis. 2003. Metode Pembelajaran yang Berhasil. Jakarta : CV. Sasama Mitra Suksesa. Sudjana, Nana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Anitah, Sri, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Sudjatmiko & Lili Nurlaili. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi Dalam Menunjang Kecakapan hidup Siswa. Jakarta : Tenaga Kependidikan Tukimo, dkk. 2005. Buku Pegangan Guru Perangkat Pembelajaran Tematik. Jakarta : PT. Media Tekindo Tim FKIP. 2009. Pemantapan Kemampuan Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka. Tu’u, Tulus, S. 2004. Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. Poerwadarminta, WJS. 1991. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. www. Yahoo. Net. Com. 2000. Pengembangan Model Kurikulum Terpadu dan Implementasinya di Sekolah Dasar Oleh : Lely Halimah. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Diretorat

73

74

Lampiran 1 Tabel 6 Penyajian dari Instrumen Reliabilitas No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Ade Priono Al Farizi Anggita Aziz A Bagas Ulinuha Banu Beno Septi Score 26 23 21 25 25 14 25 Nilai 8,6 7,6 7 8,3 8,3 4,6 8,3 X 13 12 10 10 13 6 10 Y 13 11 11 15 12 8 15 X² 169 144 100 100 169 36 100 Y² 169 121 121 225 144 64 225 XY 169 132 110 150 156 48 150

74

75

8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Delia Deni Setiawan Dewi Indri Diah Ayu Eti Hartati Fitania Ilham Fauzi Jaelani Karisma Kartiman Muhalip Nila Agustin Noni Ismi JUMLAH

22 20 19 21 24 23 22 20 19 22 10 18 18 417

7,3 6,6 6,3 7 8 7,6 7,3 6,6 6,3 7,3 3,3 6 6 138,3

11 9 10 11 14 11 12 11 10 10 4 8 9 204

11 11 9 10 10 12 10 9 9 12 6 10 9 213

121 81 100 121 196 121 144 121 100 100 16 64 81 2184

121 121 81 100 100 144 100 81 81 144 36 100 81 2359

121 99 90 110 140 132 120 99 90 120 24 80 81 2221

Keterangan : X Y

: Skor Belahan Awal : Skor Belahan Akhir

Lampiran 2 Tabel 7 Penyajian perhitungan Instrumen Validitas
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Ade Priono Al Farizi Anggita Aziz A Bagas Ulinuha Banu Beno Septi Delia Deni Setiawan X 8,6 7,6 7 8,3 8,3 4,6 8,3 7,3 6,6 Y 8 7,6 6 8 7,6 5 7,3 6 5,3 X² 73,96 57,76 49 68,89 68,89 21,16 68,89 53,29 43,56 Y² 64 57,76 36 64 57,76 25 53,29 36 28,09 XY 68,8 57,76 42 66,4 63,08 23 60,59 43,8 34,98

75

76

10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Dewi Indri Diah Ayu Eti Hartati Fitania Ilham Fauzi Jaelani Karisma Kartiman Muhalip Nila Agustin Noni Ismi JUMLAH

6,3 7 8 7,6 7,3 6,6 6,3 7,3 3,3 6 6 138,3

7 6 7,3 7,6 8 5,3 6 6,6 5 7,3 5 131,9

39,69 49 64 57,76 53,29 43,56 39,69 53,29 10,89 36 36 988,57

49 36 53,29 57,76 64 28,09 36 43,56 25 53,29 25 892,89

44,1 42 58,4 57,76 58,4 34,98 37,8 48,18 16,5 43,8 30 932,33

Keterangan : X Y

: Nilai Tes Uji Coba : Nilai Semester 1 sebagai Kriteria

Lampiran 3 Tabel 8 Daftar Siswa Kelompok Eksperimen yang Diajar Dengan Model Pembelajan Tematik NO Nomor Responden NAMA L/P

76

77

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030

Anggun Aziz Fauziatun Nisa Gita Hendrik Idzania Maudif Imam. N Iza Jamal Latifah Aini Linda Jayanti Mita Moh. Rizal Mutmainah Nur Hidayah Sri Nur Aeni Sri Wati Sunardi Rizal Tobbi. S Tri Yogi Vino Aji Wahyu Widia Safitri Winda Apriana Wintoro Wisnu Adi Jaya Yosi Aditia Pratama Yuli Setiawati Zuhri Rofi’i Ami

P L P P L P L P L P P P L P P P P L L L L L L P P L L L P L

77

78

Lampiran 4

78

79

Tabel 9 Daftar Siswa Kelompok Kontrol yang Diajar Dengan Menggunakan Model Pembelajan Non Tematik NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nomor Responden 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 NAMA Ade Lia Ade Saputra Agung Alisah Andre Irawan Anggun Ardan Azimatul Nikmah Danil Prayitno Diana Kusuma Mayang Dian Septi Arum Fikri Haikal Hadi masprianto Indah Harlina Indra Wahyudi Konanda Kotim Kamiati Kurniati Liawar Puticha Nada Nirwana Nurhikmah Selviana Nur Imam Saputra Pungki Renaldi Rudi. H Rudi. S L/P P L L P L P L P L P P L L P L P P P P P P L P L L L

79

80

27 28 29 30

027 028 029 030

Saepudin Solecha Tuti Haryanti Wiwin Tri

L P P

80

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->