P. 1
Jurnal Dan Buku Besar Dalam an Jasa II

Jurnal Dan Buku Besar Dalam an Jasa II

|Views: 17,440|Likes:
Published by Petrus Kanisius
Salah satu bahan ujian nasional Bidang IPS 2010
Salah satu bahan ujian nasional Bidang IPS 2010

More info:

Published by: Petrus Kanisius on Nov 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2014

pdf

text

original

Disusun Oleh: Dian Oentoro Unggul Raharjo/10/XII IPS 1 Petrus Kanisius Andre/26/XII IPS 1 Theresia Nita

/35/XII IPS 1 SKL: Mencatat transaksi perusahaan jasa dalam jurnal dan buku besar

JURNAL dan BUKU BESAR dalam PERUSAHAAN JASA
Siklus akuntansi pada tahap pencatatan akuntansi perusahaan jasa adalah sebagai berikut :

Jurnal
A. Pengertian Jurnal Jurnal berasal dari kata ‘journal’ (bahasa Perancis) yang artinya buku harian. Jurnal adalah alat yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis, dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing-masing. Jurnal disebut juga ‘book of original entry’ (buku catatan pertama), karena setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus dicatat dahulu dalam jurnal sebelum dibukukan dalam buku besar.

B. Fungsi Jurnal Jurnal memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Fungsi Pencatatan

Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi secara keseluruhan berdasarkan bukti dokumen yang ada. 2. Fungsi Historis Jurnal merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi sesuai dengan urutan waktunya (kronologis).

3. Fungsi Analisis Jurnal merupakan hasil analisis dari bukti-bukti transaksi sehingga jelas letak debet / kredit dari akun yang akan dicatatkan beserta jumlahnya. 4. Fungsi Instruktif Jurnal merupakan instruksi atau perintah pemindahbukuan (posting) ke dalam buku besar.

untuk

melakukan

5. Fungsi Informatif Jurnal memberikan informasi mengenai transaksi yang terjadi sehingga kegiatan perusahaan terlihat jelas.

C. Bentuk Jurnal Secara umum bentuk jurnal dapat dibedakan menjadi dua yaitu: 1. Jurnal Umum Apabila transaksi perusahaan masih sedikit, jurnal umum dengan dua kolom, debet dan kredit, sudah cukup sebagai pencatatan pertama akuntansi. Jurnal umum merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi yang terjadi, dan apabila perusahaan menggunakan jurnal khusus maka jurnal umum digunakan mencatat transaksi yang tidak dapat dicatatkan ke dalam salah satu jurnal khusus yang ada. 2. Jurnal Khusus Apabila transaksi perusahaan makin banyak dan berulang kali terjadi dengan frekuensi yang tinggi seperti pembelian, penjualan, penerimaan

kas, dan pengeluaran kas, diperlukan jurnal khusus untuk melakukan pencatatan transaksi demikian. Jurnal khusus merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang sejenis dan berulang kali terjadi.

Bentuk Jurnal Umum

Keterangan: ( 1 ) Kolom tanggal digunakan untuk mencatat tanggal, bulan, dan tahun terjadinya transaksi. ( 2 ) Kolom akun/keterangan digunakan untuk mencatat transaksi yang di debet dan di kredit, disertai keterangan singkat tentang transaksi tersebut. ( 3 ) Kolom ref. (referensi) digunakan untuk mencatat kode akun ketika ayat jurnal dipindahkan ke buku besar. Sebelum dipindahkan, kolom ref. tetap dalam keadaan kosong. ( 4 ) Kolom debet digunakan untuk mencatat nilai transaksi. ( 5 ) Kolom kredit digunakan untuk mencatat nilai transaksi. ( 6 ) Halaman digunakan sebagai ref. pada buku besar.

D. Langkah-langkah Menjurnal Kolom tanggal, diisi sebagai berikut: a. Tahun terjadinya transaksi, ditulis di bagian atas pada setiap halaman. b. Bulan terjadinya transaksi, ditulis di bawah tahun pada setiap hlaman, c. Tanggal terjadinya transaksi, ditulis pada baris pertama yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi. Kolom akun/keterangan, diisi sebagai berikut: a. Akun yang harus di debet, ditulis rapat ke garis kolom tanggal. b. Akun yang harus di kredit, ditulis di bawah akun yang di debet, penulisannya agak ke sebelah kanan. c. Penjelasan singkat tentang transaksi. Penjelasan ini dapat ditulis di bawah setiap ayat jurnal. Untuk setiap transaksi yang sifatnya sudah jelas, penjelasannya ini biasanya ditiadakan. Kolom ref, diisi dengan kode akun yang bersangkutan. Lajur ini digunakan apabila jumlah debet dan kredit sudah dibukukan pada buku besar yang bersangkutan. Kolom debet, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kiri. Kata debet sering disingkat Dr. yang diambil dari bahasa Latin “Debere”. Kolom kredit, diisi dengan jumlah hasil analisis transaksi yang harus dibukukan pada sisi kanan. Kata kredit sering disingkat Cr. yang diambil dari bahasa Latin “Credere”.

Contoh: Transaksi: 1 Januari 2009: Pemilik menyetor uang ke dalam perusahaan sebagai modal awal sebesar Rp500.000,00.

Analisis: Akun Kas (Harta), bertambah ( debet ) Rp500.000,00 Akun Modal Pemilik (Modal), bertambah ( kredit ) Rp500.000,00

Penjurnalan:

CARA MENENTUKAN DEBET / KREDIT PERKIRAAN

NO

KELOMPOK AKUN

BERTAMBAH BERKURANG

SALDO NORM AL

1 2 3 4 5 6

Aktiva/harta Kewajiban/utang Modal Prive Pendapatan Beban/biaya

D K K D K D

K D D K D K

D K K D K D

Contoh: Perusahaan Jasa “Tati Harapan” didirikan pada tanggal 1 Januari 1999 oleh Tuan Rifqy dengan transaksi sebagai berikut: 1 Jan 1999 3 Jan 1999 4 Jan 1999 5 Jan 1999 6 Jan 1999 7 Jan 1999 8 Jan 1999 9 Jan 1999 10 Jan 1999 11 Jan 1999 12 Jan 1999 13 Jan 1999 Tuan Rifqy memulai usaha dengan menginvestasikan uangnya ke dalam perusahaan sebesar Rp.50.000.000,00. Dibeli sebuah kendaraan seharga Rp.40.000.000,00 dibayar secara tunai Rp.20.000.000,00 dan sisanya dibayar kemudian. Dibayar sewa kantor untuk bulan Januari Rp.100.000,00. Dibayar pemasangan biaya iklan untuk 3 bulan Rp.150.000,00. Dibeli peralatan kantor secara kredit dari PD. Senang Hati sebesar Rp.400.000,00. Dibayar premi asuransi untuk 1 tahun Rp.250.000,00. Diterima pendapatan sebagai hasil operasi Taxi sebesar Rp.400.000,00. Dibayar bensin dan oli untuk keperluan Taxi Rp.100.000,00. Disewakan Taxi selama 4 hari kepada Toko Kenanga, akan dibayar satu minggu kemudian sebesar Rp.200.000,00. Dibayar cicilan kepada PD. Senang sebesar Rp.100.000,00. Diambil dari uang kas untuk keperluan pribadi Rp.150.000,00. Dibayar biaya supir sebesar Rp.250.000,00.

Analisa Bukti Transaksi:

Keterangan: (+) Bertambah (-) Berkurang (D) Debet (K) Kredit CARA MENCATAT TRANSAKSI ke dalam JURNAL UMUM NO 1 JENIS TRANSAKSI Menyetorkan modal awal/investasi pemilik a) Berupa uang tunai b) Berupa aktiva tetap JURNAL UMUM a) Kas Rp xxx

b) Modal Rp xxx a) (nama aktiva) Rp xxx

b) 2 Membeli aktiva tetap/lancar a) Secara tunai b) Secara kredit 3 4 5 6 Membayar beban/biaya Pemilik mengambil uang tunai untuk keperluan pribadi Membayar/melunasi utang Menerima pendapatan a) Secara tunai b) Secara kredit 7 Menerima pelunasan piutang

Modal

Rp xxx

a) (nama aktiva) Rp xxx b) Kas Rp xxx a) (nama aktiva) Rp xxx b) Utang usaha Rp xxx a) Beban ..... Rp xxx b) Kas a) Prive b) Kas a) Utang usaha b) a) Kas Kas Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx Rp xxx

b) Pendapatan jasa Rp xxx a) Piutang usaha Rp xxx b) a) Kas b) Pendapatan jasa Rp xxx Rp xxx Piutang usaha Rp xxx

8 9

Menerima pinjaman dari kreditur Membayar beban dibayar dimuka

a) Kas

Rp xxx

b) Utang usaha Rp xxx a) (nama beban) dibayar dimuka Rp xxx b) a) Kas b) Kas Rp xxx Rp xxx

10

Pendapatan diterima dimuka

Pendapatan jasa diterima dimuka Rp xxx

Membuat Jurnal dari transaksi Keuangan Proses pemindahan dari transaksi di atas akan tergambar pada kolom jurnal berikut ini:

LATIHAN SOAL JURNAL!

A. Pilihan Ganda

1. Pembelian perlengkapan dengan kredit akan mengakibatkan ...... a. Perlengkapan bertambah (D); utang berkurang (K). b. Perlengkapan bertambah (D); utang bertambah (K). c. Perlengkapan bertambah (K); utang berkurang (K). d. Perlengkapan berkurang (D); utang bertambah (D). e. Perlengkapan berkurang (K); utang bertambah (K). 2. Diterima pendapatan jasa akan mengakibatkan ...... a. Harta bertambah (D); Pendapatan bertambah (D). b. Harta bertambah (D); Pendapatan berkurang (D). c. Harta bertambah (K); Pendapatan bertambah (K). d. Harta bertambah (D); Pendapatan bertambah (K). e. Harta berkurang (K); Pendapatan berkurang (K). 3. Dibeli tunai peralatan bengkel Rp.200.000,00. Transaksi ini mengakibatkan perubahan ...... a. Harta berupa perlengkapan bertambah, modal berkurang. b. Harta berupa peralatan bertambah, harta berupa kas berkurang. c. Harta berupa perlengkapan bertambah, modal bertambah. d. Harta berupa peralatan bertambah, utang bertambah. e. Harta berupa peralatan bertambah, harta berupa kas bertambah.

4. Dibayar utang kepada Toko Mulya Rp.100.000,00. a. Harta berkurang, modal berkurang Rp.100.000,00 b. Harta berkurang, utang berkurang Rp.100.000,00 c. Harta berkurang, utang bertambah Rp.100.000,00 d. Harta berkurang, modal bertambah Rp.100.000,00 e. Harta bertambah, utang berkurang Rp.100.000,00 5. Dibayar gaji pegawai Rp.80.00,00 tunai. a. Harta berkurang, modal berkurang Rp.80.000,00 b. Utang berkurang, modal berkurang Rp.80.000,00 c. Harta berkurang, utang berkurang Rp.80.000,00 d. Harta berkurang, beban bertambah Rp.80.000,00 e. Harta bertambah, beban berkurang Rp.80.000,00 6. Diterima dari Toko “Marni” selembar cek Rp.200.000,00 sebagai pelunasan utangnya. Transaksi ini akan mengakibatkan perkiraan ...... a. Kas bertambah, piutang berkurang. b. Kas berkurang, piutang bertambah. c. Kas bertambah, piutang bertambah.

d. Kas bertambah, utang bertambah. e. Kas berkurang, utang berkurang.

B. Essay 1. 2. 3. 4. Apa yang dimaksud dengan pengertian jurnal? Sebutkan fungsi dari jurnal! Gambarkan bentuk jurnal! Jurnallah dari transaksi berikut ini: 1 Tuan A menyetor ke kas perusahaan untuk modal sebesar Tanggal Januari Rp.2.500.000,00. 2000 2 Dibeli perlengkapan bengkel sebesar Rp.1.500.000,00 Januari dibayar tunai sebesar Rp.500.000,00 sisanya dibayar 2000 kemudian. 3 Dibayar sewa ruangan untuk bulan ini sebesar Januari Rp.250.000,00 2000 4 Januari Diterima pendapatan dari langganan Rp.100.000,00 2000 5 Januari Dibayar gaji pegawai Rp.75.000,00 2000 6 Januari Diterima pendapatan Rp.150.000,00 2000

Buku Besar (Ledger)
A. Pengertian Buku Besar Buku besar adalah alat yang digunakan untuk untuk mencatat perubahanperubahan yang terjadi pada suatu perkiraan tertentu yang disebabkan oleh adanya transaksi keuangan. Istilah buku besar identik dengan akun, perbedaannya hanyalah dalam penyebutan.

B. Bentuk Buku Besar Bentuk buku besar yang dipergunakan suatu perusahaan dapat berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan. Bentuk-bentuk buku besar terdiri dari: 1.

Bentuk T Bentuk T adalah buku besar berbentuk huruf T. Buku besar ini merupakan buku besar yang paling sederhana dan paling banyak digunakan, biasaya untuk keperluan analisis transaksi dan keperluan menjelaskan mekanisme penggunaan akun dalam pelajaran akuntansi. Contoh bentuk buku besar T adalah sebagai berikut:

2. Bentuk Skontro Bentuk Skontro adalah buku besar berbentuk sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Buku besar ini merupakan buku besar bentuk T yang lebih lengkap. Contoh bentuk buku besar 2 kolom adalah sebagai berikut:

3. Bentuk Staffel Bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman dan memiliki lajur saldo. Buku besar ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu buku besar 3 kolom (memiliki

lajur saldo tunggal) dan buku besar 4 kolom (memiliki lajur saldo rangkap). Contoh bentuk buku besar 3 kolom adalah sebagai berikut:

Contoh bentuk buku besar 4 kolom adalah sebagai berikut:

POSTING
Posting adalah memindahkan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam buku jurnal ke buku besar. Nama keterangan yang diposting ke buku besar harus sesuai dengan nama keterangan yang tertulis di dalam jurnal. Dalam perusahaan-perusahaan besar biasanya posting ke buku besar dilakukan dengan menggunakan mesin pembukuan atau secara otomatis dilakukan dengan komputer.

Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar: Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur perkiraan yang bersangkutan yang ada pada buku besar. b. Pindahkan jumlah debet atau kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau a.

kredit perkiraan buku besar. Jika menggunakan buku besar yang ada lajur saldonya maka langsung dihitung saldonya. Catat nomor kode akun ke dalam kolom referensi jurnal sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar. Catat nomor halaman jurnal ke dalam kolom referensi buku besar setiap d. pemindahbukuan terjadi. e.Penjelasan singkat dalam lajur "keterangan" di jurnal, dapat dipindahkan ke c. lajur yang sama di buku besar. Kebanyakan penjelasan ini dapat diabaikan.

Proses posting dapat digambarkan sebagai berikut:

Keterangan: - Garis terputus-putus bertanda panah adalah proses pemindahan.

LATIHAN SOAL BUKU BESAR!

A. PILIHAN GANDA 1. Suatu daftar kumpulan akun untuk mencatat transaksi perusahaan disebut ...... a. Jurnal d. Buku Kas b. Posting e. Buku Memo c. Buku Besar 2. Yang dimaksud dengan posting adalah ...... a. Memindah transaksi dari dokumen ke jurnal. b. Memindahkan transaksi dari jurnal ke buku besar. c. Memindahkan dari buku besar ke neraca sisa. d. Memindahkan transaksi dari buku saldo ke kertas kerja. e. Memindahkan transaksi dari buku besar ke jurnal. 3. Dibayar utang ke CV. Abadi sebesar Rp.100.000,00, maka akan dibukukan ke dalam buku besar adalah sebagai berikut: a. Perkiraan Kas (D) Rp. 100.000,00 Utang (K) Rp. 100.000,00 b. Perkiraan Kas (K) Rp. 100.000,00 Utang (D) Rp. 100.000,00 c. Perkiraan Kas (D) Rp. 100.000,00 Utang (D) Rp. 100.000,00 d. Perkiraan Kas (K) Rp. 100.000,00 Utang (K) Rp. 100.000,00 e. Perkiraan Piutang (K) Rp. 100.000,00 Utang (D) Rp. 100.000,00

4. Dibayar kepada Toko Siswa pembelian mesin tulis bulan lalu sebesar Rp.450.000,00. Transaksi ini dimasukkan ke buku besar adalah ...... a. Kas debet, Utang Usaha kredit Rp.450.000,00 b. Utang Usaha debet, Kas kredit Rp.450.000,00 c. Piutang Usaha debet, Kas kredit Rp.450.000,00 d. Kas debet, Piutang Usaha kredit Rp.450.000,00 e. Peralatan Kantor debet, Utang Usaha kredit Rp.450.000,00 5. Dibeli tunai pensil, kertas, buku dan lain-lain untuk kantor Rp.50.000,00, akan nampak di buku besar ...... a. Perlengkapan kantor debet, Kas kredit Rp.50.000,00 b. Peralatan kantor debet, Kas kredit Rp.50.000,00 c. Perlengkapan kantor debet, Utang Usaha kredit Rp.50.000,00

d. Peralatan Kantor debet, Utang Usaha kredit Rp.50.000,00 e. Piutang Usaha debet, Perlengkapan Kantor kredit Rp.50.000,00 6. Diterima pendapatan jasa bengkel Rp.500.000,00. Akan dicatat dalam buku besar sebagai berikut ...... a. Pendapatan Jasa debet, Kas kredit Rp.500.000,00 b. Kas debet, Piutang kredit Rp.500.000,00 c. Kas debet, Pendapatan Jasa kredit Rp.500.000,00 d. Piutang debet, Kas kredit Rp.500.000,00 e. Kas debet, Utang kredit Rp.500.000,00

7. Dibayar rekening listrik Rp.100.000,00 a. Beban listrik kredit, Kas debet Rp.100.000,00 b. Bebea listrik debet, Kas kredit Rp.100.000,00 c. Kas debet, Piutang kredit Rp.100.000,00 d. Beban listrik debet, Utang Usaha kredit Rp.100.000,00 e. Piutang debet, Kas kredit Rp.100.000,00 8. Diterima dari Tuan Rifqy Rp.2.000.000,00 sebagai setoran modal untuk perusahaan Bengkel. a. Modal debet, Kas kredit Rp.2.000.000,00 b. Kas debet, Prive Rifqy kredit Rp.2.000.000,00 c. Kas debet, Modal Rifqy kredit Rp.2.000.000,00 d. Modal Rifqy debet, Kas kredit Rp.2.000.000,00 e. Investasi Rifqy debet, Kas kredit Rp.2.000.000,00 Diterima pelunasan piutang dari langganan sebesar Rp.500.000,00; akan dicatat di buku besar ...... a. Piutang debet, Utang Dagang kredit Rp.500.000,00 b. Kas debet, Piutang Dagang kredit Rp.500.000,00 c. Utang Dagang debet, Kas kredit Rp.500.000,00 d. Kas debet, Utang Dagang kredit Rp.500.000,00 e. Kas debet, Modal kredit Rp.500.000,00

9.

10. Pada tanggal 31 Desember 1999, diputuskan oleh manager bahwa peralatan diadakan penyusutan Rp.150.000,00. Kemudian dibuatkan bukti memorial. Kejadian tersebut dibukukan sebagai berikut ...... a. Beban Penyusutan Peralatan debet, Kas kredit Rp.150.000,00 b. Beban Penyusutan Peralatan debet, Peralatan kredit Rp.150.000,00 Beban Penyusutan Peralatan debet, Akumulasi Penyusutan Peralatan kredit c. Rp.150.000,00 Akumulasi Penyusutan Peralatan debet, Beban Penyusutan Peralatan kredit d. Rp.150.000,00

e. Akumulasi Penyusutan Peralatan debet, Peralatan kredit Rp.150.000,00

B. Essay 1. Sebutkan bentuk-bentuk buku besar! 2. Buatlah buku besar dari jurnal di bawah ini.

NERACA SALDO
Neraca Saldo adalah daftar yang berisi saldo-saldo dari seluruh keterangan yang ada di dalam buku besar pada suatu saat tertentu. Tujuan pembuatan Neraca Saldo adalah : 1. Untuk menguji kesamaan debit dan kredit di dalam buku besar

2. Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan

Proses Pembuatan Neraca Saldo : 1. Pertama-tama jumlahkan kolom debit dan kredit semua rekening yang terdapat di buku besar. 2. Tuliskan hasil penjumlahan tersebut pada kolom yang sesuai dalam rekening yang bersangkutan. 3. Hitunglah saldo semua rekening yang terdapat dalam buku besar, yaitu dengan cara mencari selisih jumlah kolom debit dan jumlah kolom kredit yang yang telah dilakukan pada nomor 2. 4. Susunlah Neraca Saldo yang berisi nama-nama semua rekening yang terdapat dalam buku besar beserta saldonya masing-masing yang telah ditentukan pada nomor 3.

Berikut adalah contoh Neraca Saldo Perusahaan Sekar Wangi per 31 Mei 2007. PERUSAHAAN SEKAR WANGI NERACA SALDO PER 31 MEI 2007 (dalam Ribuan Rupiah) NAMA REKENING Saldo Debit Kredit Kas 5.400 Piutang Usaha 600 Bahan Habis Pakai 1.000 Kendaraan 15.000 Perabot Kantor 5.000 Hutang Wesel 0 Modal Tuan Ubaid 26.000 Prive Tuan Ubaid 500 Pendapatan Jasa 1.500 27.500 27.500

NOMOR REKENING 100 120 130 170 175 200 250 290 300

Neraca Saldo yang benar menuntut kesamaan keseluruhan jumlah pendebitan dengan keseluruhan jumlah pengkreditan. Pada kasus Perusahaan Sekar Wangi di atas, Neraca Saldo per 31 Mei 2007 sudah menunjukkan jumlah yang sama antara kedua sisi debit kreditnya. Sehingga Neraca saldo tersebut adalah benar dan proses pemindahan transaksi dari jurnal ke rekening juga benar.

Meskipun begitu, belum tentu jumlah yang sama antara sisi debit dan kredit menjamin bahwa sesuatu Neraca Saldo sudah seratus persen benar. Ada beberapa kesalahan yang tidak tampak pada Neraca Saldo, karena kesalahan tersebut tidak mempengaruhi kesamaan debit dan kredit Neraca Saldo. Beberapa tipe kesalahan tersebut adalah : 1. Suatu transaksi tidak dicatat dalam jurnal. Misalnya suatu transaksi penjualan jasa lupa tidak dicatat, maka tidak ada pendebitan dan pengkreditan yang bersangkutan dengan transaksi tersebut. Akibatnya jumlah keseluruhan sisi debit dan sisi kredit yang dicatat tetap pada posisi seimbang.
2. Suatu transaksi dicatat dalam jurnal dengan satuan uang yang salah.

Misalnya transaksi penjualan jasa sebesar Rp.150.000 secara tunai dicatat Rp.105.000. Transaksi tersebut dicatat pada Kas sisi debit sebesar Rp.105.000 dan pada Penjualan sisi Kredit dalam jumlah yang sama yaitu Rp.105.000. Dengan demikian posisi antara debit dan kredit tetap seimbang. 3. Satu transaksi dicatat dalam jurnal lebih dari satu kali. Misalnya transaksi penjualan jasa sebesar Rp.150.000 dicatat dua atau tiga kali, maka terdapat dua atau tiga kali pendebitan dan pengkreditan dalam jumlah yang sama, masing-masing Rp.150.000. Sudah tentu kejadian ini tidak mempengaruhi kesamaan antara sisi debit dan sisi kredit. 4. Suatu transaksi dicatat dalam jurnal pada rekening yang tidak semestinya. Misalnya transaksi penjualan jasa sebesar Rp.150.000 tunai, dicatat pada rekening Piutang Usaha di sisi debit dan Penjualan di sisi kredit. Sekalipun pencatatan pada rekening Piutang Usaha adalah keliru, namun ia tidak berpengaruh terhadap keseluruhan jumlah di sisi debit. Dan karena sudah dilakukan pengkreditan yang benar maka sisi debit dan sisi kredit tetap dalam jumlah yang sama.

Kesalahan-kesalahan di atas tidak akan tampak pada Neraca Saldo, meskipun ada pengaruh yang bermakna dari keempat kesalahan tadi. Secara ringkas dapat disimpulkan sbb : 1) Suatu transaksi yang tidak dicatat akan menyebabkan jumlah keseluruhan pendebitan dan pengkreditan lebih kecil sejumlah nilai transaksi yang tidak dicatat.

2) Suatu transaksi yang dicatat salah menyebabkan rekening-rekening yang bersangkutan tidak menunjukkan saldo yang semestinya, bisa terlampau besar dan dapat pula terlampau kecil. 3) Pencatatan suatu transaksi lebih dari satu kali menyebabkan jumlah yang tercantum dalam suatu rekening dan saldo akhirnya terlampau besar atau terlampau kecil. 4) Pencatatan transaksi ke rekening yang salah menyebabkan suatu transaksi akan dihitung terlampau besar dan rekening pengimbangnya dihitung terlampau kecil.

Ada beberapa tindak pencegahan yang perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang telah disebutkan di atas sbb : 1) Menganalisa elemen-elemen yang akan dipengaruhi oleh sesuatu transaksi, apakah itu aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya. 2) Menganalisa pengaruh suatu transaksi bersangkutan, apakah transaksi tersebut mengurangi elemen tersebut. kepada elemen yang akan menambah atau

3) Menganalisa pendebitan dan pengkreditan yang semestinya dilakukan, apakah sesuatu tambahan pada elemen tertentu harus dicatat pada sisi debit ataukah pada sisi kredit. 4) Menguji kebenaran posting yang dilakukan, dengan membandingkan angka-angka pada jurnal dengan yang tercantum pada rekening. Di sinilah letak pentingnya pemberian referensi yang baik, sehingga memudahkan pemeriksaan ulang terhadap posting. 5) Menguji ulang kesamaan antara keseluruhan jumlah debit dengan keseluruhan jumlah kredit dalam jurnal. 6) Menyusun daftar rekening pada Neraca Saldo secara urut sesuai dengan nomor tiap-tiap rekening. 7) Memeriksa posisi angka khususnya tanda titik yang memisahkan posisi ribuan, jutaan, milyaran dan seterusnya serta tanda koma yang menunjukkan pecahan desimal, sehingga tidak terjadi salah meletakkan tanda tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->