P. 1
Adart Komite Sman 3 Wtp

Adart Komite Sman 3 Wtp

|Views: 785|Likes:
Published by Sukardi

More info:

Published by: Sukardi on Nov 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

1

ANGGARAN DASAR KOMITE SMA NEGERI 3 WATAMPONE KABUPATEN BONE PEMBUKAAN
Dengan nama Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Dalam penyelenggaraannya pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat. SMA Negeri 3 Watampone adalah salah satu satuan pendidikan yang diselenggarakan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan maka SMA Negeri 3 Watampone Kabupaten Bone membentuk suatu lembaga yang mandiri, yang menjadi mitra sekolah, beranggotakan perwakilan orang tua/ wali murid, komunitas sekolah dan juga tokoh-tokoh masyarakat yang perduli terhadap pendidikan yang selanjutnya disebut sebagai Komite Sekolah. Sebagai dasar acuan operasional kegiatan, maka komite sekolah menyusun dan menetapkan Anggaran Dasar ( AD ) dan Anggaran Rumah Tangga ( ART ) Komite SMA Negeri 3 Watampone. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan Rahmat dan Petunjuk dalam merealisasikan AD / ART tersebut

ANGGARAN DASAR
KOMITE SMA NEGERI 3 WATAMPONE BAB I NAMA, SIFAT, TEMPAT DAN KEDUDUKAN Pasal 1 NAMA (1) Organisasi ini bernama Komite Sekolah SMA Negeri 3 Watampone selanjutnya disebut dalam Anggaran Dasar dengan istilah Komite Sekolah. (2) Komite Sekolah bersifat mandiri/independen tidak memiliki hubungan hirarkis dengan Pemerintahan Desa maupun Pemerintah Daerah. Pasal 2 TEMPAT KEDUDUKAN Komite Sekolah bertempat di SMA Negeri 3 Watampone Kelurahan Bulu Tempe Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone.

Komitesman3watapone

2

BAB II KEDAULATAN Pasal 3 Kedaulatan Komite Sekolah ada ditanagan anggota dan dilaksanakan sepenuhnya Musayawarah Anggota Komite Sekolah. BAB III AZAS, VISI, MISI, TUJUAN, FUNGSI, DAN PERANAN, Pasal 4 AZAS Komite Sekolah berazaskan Pancasila Pasal 5 VISI Menyesuaikan dengan Visi SMAN 3 Watampone dengan memperhatikan lingkungan internal dan eksternal Pasal 6 MISI Menyesuaikan dengan Misi SMAN 3 Watampone dengan memperhatikan lingkungan internal dan eksternal Pasal 7 TUJUAN (1) Mewadahai dan menyalurkas aspirasi dan prakarsa masyarakat hukum SMA Negeri 3 Watampone dalam melahirkan kebijakan dan program sekolah. (2) Meningkatkan tanggung jawab dan peran serta aktif dari seluruh lapisan masyarakat hukum SMA Negeri 3 Watampone dalam penyelenggaran pendidikan di SMA Negeri 3 Watampone (3) Menciptakan suasan dan kondisi transparan, akuntabel dan demokratis dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas di SMA Negeri 3 Watampone. Pasal 8 FUNGSI Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Melakukan kerja sama dengan masyarakat ( perorangan / organisasi dunia usaha/ dunia industri) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diharapkan oleh masyarakat. Memberi masukan, pertimbangan dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai; Kebijakan dan program pendidikan, RAPBS, Kriteria tenaga kependiidkan, Kriteria fasilitas pendidikan, dan hal- hal lain yang berkaitan dengan pendidikan. Mendorong orang tua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemeratan pendidikan.

(1) (2) (3) (4)

(5)

Komitesman3watapone

3

(6) (7)

Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelengaraan pendidikan pada satuan pendidikan. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaran, dan keluaran pendidikan pada satuan pendidikan. Pasal 9 PERANAN Pemberi pertimbangan (Advisory Agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pada satuan pendidikan. Pendukung (Supporting Agency) baik yang berwujud finansial, pemikiran, maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan. Pengontrol (Controlling Agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilasi penyelenggaraan dan keluaran pendidikan pada satuan pendidikan. Mediator antara pemerintah dan masyarakat pada satuan pendidikan BAB IV KEANGGOTAN DAN KEPENGURUSAN Pasal 10 KEANGGOTAAN Anggota Komite Sekolah berasal dari unsur masyarakat, Unsur Dewan Guru/ yayasan/lembaga penyelenggara Pendidikan, dan Tenga Kependidikan Tata cara Pemilihan, dan Jumlah Anggota Komite Sekolah diatur lebih lanjut dalam Anaggaran Rumah Tangga dan atau dalam peraturan organisasi lainnya. Pasal 11 KEPENGURUSAN Pengurus Komite Sekolah dipilih dari dan oleh anggota Komite Sekolah dan ditetapkan dalam Musyawarah Anggota Komite Sekolah Masa bakti pengurus Komite Sekolah adalah selama dua tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam satu kali masa bakti. Struktur Kepengrusuan Komite Sekolah terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, dan Sekretaris Bidang dimuat dalam lampiran yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Anggaran Dasar ini. Tata Cara Pemilihan, dan Jumlah Pengurus Komite Sekolah diatur lebih lanjur dalam Anggaran Rumah Tangga dan atau Peraturan organisasi lainnya.

(1) (2) (3) (4)

(1) (2)

(1) (2) (3) (4)

Komitesman3watapone

4

BAB V HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA DAN PENGURUS Pasal 12 HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA Setiap Anggota Komite Sekolah mempunyai hak bicara dan hak pilih Setiap Anggota Komite Sekolah wajib menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan organisasi. Setiap Anggota wajib menataati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta peraturan organisasi lainnya. Pasal 13 Hak dan Kewajiban Pengurus Pengurus berwenang untuk menentukan kebijakan organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pengurus berweang menetapkan kebijakan dalam rangka memperlancar pelaksanaan tugas organisasi serta bertindak kedalam dan keluar atas nama organisasi dengan tetap memperhatikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Setiap Pengurus Komite Sekolah wajib menataati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta peraturan organisasi lainnya BAB VI KEUANGAN Pasal 14 SUMBER KEUANGAN 1. Pungutan/ iuran dari peserta didik atau orang tua/ walinya yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan; 2. Bantuan dari pemangku kepentingan satuan pendidikan diluar peserta didik atau oran tua/walinya. 3. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat; dan/atau 4. Sumber lainnya yang sah. Pasal 15 PENGELOLAN ANGGARAN Tata Cara Pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan Kuangan Komite Sekolah diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga atau dalam peraturan organisasi lainnya Pasal 16 PENGGUNAAN ANGGARAN (1) Anggaran Komite Sekolah digunakan untuk kegiatan – kegiatan yang didasarkan pada perencanaan investasi dan/ atau operasi yang jelas dan dituangkan dalam

(1) (2) (3)

(1) (2)

(3)

Komitesman3watapone

5

(2) (3) (4) (5)

rencana strategis, rencana kerja tahunan, serta anggaran tahunan yang mengacu pada standard pendidikan nasional. Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) dari total dana pengutan peserta didik, orang tua/wali peserta didik digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan. Sebanyak-banyaknya 2 % (dua persen) dari total dana pengutan peserta didik, orang tua/wali peserta didik disimpan sebagai dana Pengembangan. Tidak dialokasikan secara khusus untuk kesejahteraan anggota Komite Sekolah/Madrasah atau lembaga repsentasi pemangku kepentingan satuan pendidikan Ketentuan teknis Penggunaan Dana Komite Sekolah diatur dalam Anggaran Rumah Tangga atau Peraturan organisasi lainnya.

Pasal 17 BIAYA PERSONALIA Dana Komite Sekolah yang dihimpun dari masyarakat digunakan untuk pendanaan tambahan biaya pendidik dan tenaga kependidikan yang diperlukan guna pemenuhan rencana pengembangan satuan pendidikan atau program pendidikan yang diselenggarakan pemerintah menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. Pasal 18 DANA PENGEMBANGAN (1) Komite Sekolah dapat memiliki dana pengembangan yang terdiri atas pokok dana pengembangan dan hasil pengelolaan pokok dana pengembangan; (2) Sebanyak-banyaknya 2 (satu) persen dari total dana pungutan peserta didik atau orang tua/walinya, dan sumber lainnya yang sah disimpan sebagai dana pengembangan (3) Tata Cara Pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan dana Pengembangan Komite Sekolah diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga atau dalam peraturan organisasi lainnya BAB VII MUSYAWARAH DAN RAPAT-RAPAT Pasal 19 (1) Musyawarah Anggota Komite Sekolah merupakan pemegang kekuasaan tertinggi, diadakan sedikirnya sekali dalam2 (dua) tahun: (2) Musyawarah Kerja Komite Sekolah merupakan pemegang kekuasaan tertinggi kedua setelah Musyawarah Anggota Komite Sekolah , diadakan sedikirnya sekali dalam setahun (3) Rapat Pleno Pengurus Komite Sekolah diadakan sedikitnya sekali dalam tiga bulan untuk membahasa/membicarakan pelaksanaan Program Umum Komite Sekolah, memecahkan masalah yang timbul dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kepentingan penyelenggaraan pendidikan di sekolah

Komitesman3watapone

6

(4) Rapat Pengurus Harian Komite Sekolah diadakan untuk mempersiapkan materi pembahasan pada rapat Pleno Pengurus Komite Sekolah. (5) Ketentuan-ketentuan dimksud ayat (1), (2), (3), dan ayat (4) diatas diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga atau Peraturan Organisasi lainnya.

Komitesman3watapone

7

BAB VIII NARA SUMBER/PENASIHAT/TIM AHLI Pasal 20 (1) Komite Sekolah dapat membentuk Nara Sumber/Penasehat/Tim Ahli (2) Nara Sumber/Penasehat/Tim Ahli merupakan Tim yang memberika petunjuk, Pertimbangan, saran, nasihat dan masukan kepada Komite Sekolah dalam menjalankan dan mengendalikan segala kegiatan Komite Sekolah baik diminta atau tidak diminta. (3) Struktur Nara Sumber/Penasehat/Tim Ahli dimuat dalam lampiran yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Anggaran Dasar ini (4) Tata cara Pembentukan dan Pemilihan anggota dan ketua Nara Sumber/Penasehat/Tim Ahli serta hubungan kerja dengan Komite Sekolah diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga atau Peraturan organisasi lainnya. BAB VII PERUBAHAN AD/ART DAN PEMBUBARAN KOMITE SEKOLAH Pasal 21 PERUBAHAN AD/ART Usul Perubahan Anggaran Dasar/ART dapat diagendakan dalam Musyawarah Anggota Komite Sekolah apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah Anggota Komite Sekolah. Setiap usul perubahan pasal-pasal, ayat-ayat, bab-bab/bagian-bagian dalam AD/ART diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. Untuk mengubah pasal-pasal, ayat-ayat, bab-bab/bagian-bagian dalam AD/ART, Musyawarah Anggota Komite Sekolah dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota Komite Sekolah Putusan untuk mengubah pasal-pasal, ayat-ayat, bab-bab/bagian-bagian dalam AD/ART dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu anggota dari seluruh Anggota Komite Sekolah.

(1) (2) (3) (4)

Pasal 22 PEMBUBARAN ORGANISASI Pembubaran organisasi Komite Sekolah dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku. Pasal 23 Apabila Komite Sekolah secara resmi dinyatakan bubar, maka seluruh asset organisasi komite sekolah dalam bentuk apapun diserahkan kepada satuan pendidikan yang akan digunakan untuk kepentingan kependidikan.

Komitesman3watapone

8

BAB IX ATURAN PERLIHAN Pasal I Segala peraturan dan atau ketentuan-ketentuan yang ada masih tetap berlaku selama belum diadakan yang baru menurut Anggaran Dasar ini. Pasal II Semua Anggota Komite Sekolah yang ada masih tetap berfungsi sepanjang untuk melaksanakan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga selama belum dibentuk pengurus yang baru menurut Angaran Dasar ini. Pasal III Pembentukan Pengurus Komite Sekolah yang baru dilaksanakan selambat-lambatnya satu bulan sebelum penerimaan siswa/murid baru Pasal IV Panitia Persiapan Pembentukan Pengurus Komite Sekolah yang baru mengatur dan menyelenggarakan Pemungutan Suara. Pasal V Hal-hal yang belum diatur dalam AD akan diatur lebih lanjut dalam ART BAB X PENUTUP Anggaran Dasar komite sekolah berlaku sejak ditetapkan; Dengan berlakunya AD ini maka segala ketentuan yang terdahulu tidak berlaku lagi Peraturan atau ketentuan-ketentuan lain yang lebih rendah kedudukannya dari Anggaran Dasar tidak boleh bertengan dengannya. Keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi komite sekolah ditentukan oleh niat baik, kerja keras yang tulus komite sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan. Ditetapkan di : Watampone Pada Tanggal : Komite Sekolah SMA Negeri 3 Watampone Ketua Komite Sekretaris Komite

1. 2. 3. 4.

Drs. A. Aspada

M. Darwis Al-Hadjdji, SH.

Komitesman3watapone

9

ANGGARAN RUMAH TANGGA KOMITE SMA NEGERI 3 WATAMPONE BAGIAN I PEMILIHAN DAN KOMPOSISI ANGGOTA DAN PENGURUS Pasal 1 Syarat – Syarat Menjadi Anggota/Pengurus Komite Sekolah Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; Sehat jasmani dan rohani; Memiliki komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan; Menyatakan bersedia menjadi anggota komite sekolah secara tertulis; Tidak menuntut imbalan (Honor); Tidak cacat hukum.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

BAGIAN II MASA KEANGGOTAAN Pasal 2 1. Masa Jabatan Keanggotaan Komite Sekolah adalah selama dua tahun, dan dapat diperpanjang untuk satu periode 2. Masa Keanggotaan berakhir apabila : a. Meninggal Dunia b. Mengundurkan diri secara tertulis c. Melanggar Ketentuan organisasi Pasal 3 PEMILIHAN ANGGOTA 1. Pemilihan anggota diawali dengan pembentukan panitia persiapan yang dibentuk bersama oleh kepala satuan pendidikan dan masyarakat; 2. Panitia persiapan berjumlah sekurang-kurangnya 5 (lima) orang dan berjumlah gasal yang terdiri dari unsur guru, kepala sekolah/penyelenggara pendidikan /Yayasan, perwakilan orang tua peserta didik berdasarkan jenjang kelas yang dipilih secara demokratis, pemerhati pendidikan/alumni, tokoh masyarakat/tokoh agama, kalangan dunia usaha dan industri, pejabat pemerintah setempat, organisasi profesi tenaga kependidikan, dan unsur pengurus komite sekolah yang sudah ada; 3. Panitia persiapan mengadakan forum sosialisasi kepada masyarakat (termasuk majelis sekolah dan komite sekolah yang sudah ada) tentang komite sekolah menurut keputusan ini. 4. Panitia persiapan bertugas menyusun kriteria calon anggota, menyeleksi serta menyusun nama-nama anggota, mengumumkan calon-calon anggota. 5. Panitia persiapan Memfasilitasi pemilihan pengurus dan anggota berdasarkan suara terbanyak Pasal 4 PEMILIHAN PENGURUS

Komitesman3watapone

10

1. Pemilihan Pengurus dilakukan dalam rapat forum musyawarah anggota yang dipimpin oleh salah satu anggota atas persetujuan anggota terpilih 2. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota komite sekolah dengan suara terbanyak. 3. Pemilihan pengurus ditentukan dengan suara terbanyak 4. Menyampaikan nama pengurus dan anggota komite sekolah kepada kepala sekolah untuk diteruskan ke Subdin SMA/SMK/MA Kabupaten Bone serta Dewan Pendidikan Kabupaten Bone 5. Ketentuan lebih lanjut tentang proses pemilihan Pengurus diatur dalam tata tertib pemilihan pengurus. Pasal 5 KOMPOSISI ANGGOTA PENGURUS 1. Anggota komite sekolah adalah orang yang disepakati dalam musyawarah atau yang mendapat dukungan suara terbanyak melalui pemungutan suara secara langsung. 2. Pengurus terdiri Penasehat, ketua, Wakil Ketua, sekretaris, Wakil Sekretaris, bendahara dan bidang-bidang sesuai dengan kebutuhan. 3. Bidang-bidang antara lain terdiri dari : bidang penggalian sumber daya sekolah, bidang pengelolaan sumber dana sekolah, bidang pengendalian kualitas pelayanan pendidikan, bidang jaringan kerjasama dan sistem informasi, bidang sarana dan prasarana, dan bidang Usaha. Pasal 6 Ayat 1 STRUKTUR KEPENGURUSAN Struktur Kepengurusan Komite SMA NEGERI 3 WATAMPONE Periode 2009 – 2011 adalah : 1. Penasehat : Drs. Nursalam, M.Pd Drs. Abd. Azis, M 2. Ketua : Drs. A. Aspada Wakil Ketua : Drs. Rustam Hamzah 3. Sekretaris : M. Darwis Al-Hadjdji, SH Wakil Sekretaris : Sukardi 4. Bendahara I : Drs. Abd. Rahman Anggota / bidang - bidang : 5. Bidang Penggalian Sumber Daya Sekolah a. ............... b. ............... 6. Bidang Pengelolaan Sumber Dana Sekolah a. ............... b. ............... 7. Bidang Pengendalian Kualitas Pelayanan Pendidikan a. ............... b. ...............

Komitesman3watapone

11

8. Bidang Jaringan Kerja sama dan Sistem Informasi a. ............... b. ............... 9. Bidang Sarana Prasarana a. ............... b. ............... Ayat 2 MEKANISME PERGANTIAN PENGURUS Keputusan pergantian pengurus dilakukan dalam rapat pleno anggota yang dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 jumlah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya lebih dari 50 % anggota yang hadir BAGIAN III RINCIAN TUGAS KOMITE SEKOLAH Pasal 6 1. Menyelenggarakan rapat rapat sesuai dengan program yang telah ditentukan; 2. Menyusun program kerja bersama-sama dengan sekolah; 3. Membantu merumuskan dan menetapkan visi, misi, tujuan, dan dasar filosofi lainnya bersama-sama pihak sekolah; 4. Membantu merumuskan dan menetapkan program sekolah, serta APBS bersama-sama dengan pihak sekolah; 5. Berperan serta kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di sekolah; 6. Berperan serta memelihara, menumbuhkan, meningkatkan, serta mengembangkan sekolah sebagai wawasan wiyata mandala; 7. Berperan serta dalam usaha peningkatan kesejahteraan sekolah, guru, staf tata usaha dan penjaga sekolah; 8. Menetapkan standar pelayanan pengajaran dan pembelajaran sekolah bersamasama dengan pihak sekolah; 9. Bersama-sama dengan pihak sekolah mengembangkan potensi ke arah prestasi unggulan, baik dalam bidang akademis (Nilai tes harian, catur wulan, dan ujian akhir sekolah) maupun bidang non akademis, seperti (akhlak dan budi pekerti luhur, bahasa, seni dan olah raga, kerajinan tangan, dan ketrampilan untuk hidup). 10. Menggali, menghimpun dan megelola sumber dana dari masyarakat untuk mengembangkan dana abadi sekolah dan peningkatan mutu sekolah. 11. Menghimpun dan mengelola saran, masukan, bahan pemikiran dan tenaga yang berasal dari masyarakat peduli pendidikan; 12. Mengidentifikasi permasalahan dan pemecahannya bersama-sama pihak sekolah; 13. Memberi otonomi professional kepada guru dalam melaksanakan pengajaran dan pembelajaran, bimbingan serta penilaian pendidikan; 14. Memberi motivasi dan penghargaan kepada guru dan kepada seseorang yang memiliki dedikasi yang tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Komitesman3watapone

12

15. Membangun kerjasama dengan pihak lain dalam rangka upaya meningkatkan mutu pendidikan; 16. Melaksanakan pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan penggunaan keuangan sekolah; 17. Membuat laporan pertanggungjawaban dalam pelaksanan tugas dan program kerja sekolah kepada warga sekolah dan stakeholder; 18. Memberikan masukan terhadap pelaksanaan dan pengembangan kurikulum, baik kurikulum nasional maupun lokal. BAGIAN IV MEKANISME RAPAT Pasal 7 1. Pengurus komite sekolah melaksanakan rapat kerja pengurus sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam satu tahun. 2. Apabila dalam rapat pleno anggota jumlah anggota yang hadir belum mencapai quorum, maka dapat di tangguhkan selama 2 (dua ) kali 30 (tiga puluh ) menit. 3. Apabila dalam tenggang waktu tersebut jumlah Anggota yang hadir belum juga memenuhi quorum, rapat di anggap syah dan dapat dilanjutkan. 4. Keputusan dinyatakan syah jika disetujui lebih dari 50 % anggota yang hadir, dan tidak bertentangan dengan Anggarasn Dasar BAGIAN V KERJASAMA Pasal 8 1. Pengurus komite sekolah dapat menjalin kerjasama dengan pihak instansi terkait dalam rangka upaya pencapaian tujuan kerja program kerja komite sekolah atas sepengetahuan pihak kepala sekolah/ penyelenggaraan pendidikan/ yayasan. 2. Pengurus komite sekolah memiliki hubungan tata kerja dengan sekolah lainnya , Kasi Dikmenti Kecamatan, Sudin Dikmenti Kabupaten, organisasi profesi asosiasi dunia usaha dan industri dan kemasyarakatan dengan tetap harus memperhatikan dan mengedepankan ciri kemandirian demi menjaga kredibilitas Komite Sekolah.

Komitesman3watapone

13

BAGIAN VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 9 1. Apabila dalam Anggaran Rumah Tangga ini terdapat ketentuan yang dianggap bertentangan dengan Anggaran Dasar maka yang berlaku adalah ketentuan Anggaran Dasar. 2. Hal-hal lain yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan di atur dan ditetapkan kemudian. 3. Anggaran Rumah Tangga ini disesuaikan oleh satuan pendidikan masing-masing berdasarkan karakteristik, kondisi dan kemampuan sekolah. 4. Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak ditetapkan. Ditetapkan di : Watampone Pada tanggal :

Komitesman3watapone

14

JOB DISCRIPTION ( RINCIAN TUGAS ) PENGURUS KOMITE SEKOLAH PENASEHAT KOMITE KETUA KOMITE 1. Bersama – sama pengurus lain dan anggota menyusun rencana program kerja komite sekolah; 2. Mengesahkan rencana program kerja komite sekolah; 3. Melaksanakan keputusan hasil musyawarah yang ditetapkan oleh anggota melalui rapat – rapat; 4. Mengundang rapat – rapat harian komite sekolah kepada kepala sekolah; 5. Mengkomunikasikan hasil rapat komite sekolah kepada kepala sekolah; 6. Mengundang rapat pihak sekolah atas undangan kepala sekolah; 7. Menghadiri rapat dinas sekolah atas undangan kepala sekolah; 8. Menerima klarifikasi sumber pembiayaan sekolah yang berasal pemerintahan dan kebutuhan sekolah; 9. Menerima klarifikasi persoalan yang dihadapi sekolah; 10. Memberikan edaran, himbauan dan atau bentuk lain kepada stakeholders 11. Mengesahkan segala keputusan komite sekolah dan atau keputusan bersama dengan sekolah, melalui penandatanganan yang disyahkan dengan cap resmi; 12. Mengadakan pertanggungjawaban keuangan yang dititipkan masyarakat kepada sekolah 13. Mengesahkan pemberian penghargaan komite sekolah kepada kepala sekolah, guru, staf TU yang berprestasi; 14. Memberikan perintah kepada bendahara untuk mengeluarkan / memberikan sejumlah dana atas pengajuan sekolah; 15. Memberikan sanksi kepada anggota pengurus yang tidak dapat menunaikan tugas dengan baik; 16. Mengevaluasi program kerja komite sekolah; SEKRETARIS KOMITE 1. Membuat agenda kerja bersama – sama ketua dan bidang yang ada; Menyusun administrasi ( personil, sarana dan prasarana) serta hal yang dipandang penting; 2. Mendisposisi setiap Proposal yang diajukan pihak sekolah 3. Membuat dan mengedarkan undangan rapat – rapat dibantu oleh staf yang di tunjuk; 4. Membuat laporan – laporan kepada pihak yang terkait; 5. Membuat notulen rapat – rapat; 6. Mengagendakan surat masuk dan keluar dibantu oleh staf yang ditunjuk. BENDAHARA KOMITE 1. Menerima , membukukan, mengamankan dana yang diperoleh dari bantuan masyarakat setelah memperoleh pengesahan komite sekolah 2. Mengeluarkan dan membukukan pengeluaran dana kepada sekolah

Komitesman3watapone

15

atas persetujuan komite sekolah 3. Melaporkan keadaan keuangan kepada anggota komite sekolah dan masyarakat atas persetujuan ketua komite sekolah BIDANG – BIDANG C. BIDANG PENGGALIAN SUMBER DAYA SEKOLAH 1. Bersama – sama pihak sekolah menganalisa potensi sumber daya sekolah, pada lingkup kewilayahan , sosial ekonomi masyarakat, instansi diwilayah setempat; 2. Mengklarifikasi hasil analisis masyarakat sekolah menyangkut SDM dan bentuk lain yang dianggap sebagai potensi yang diduga kuat dapat membantu sekolah; 3. Mendaftar dan memetakan potensi yang diduga kuat dapat membantu sekolah; 4. Melaksanakan penarikan dana dan menyerahkan kepada pengelola dana masyarakat; 5. Melaksanakan pemikiran, ide dan gagasan masyarakat untuk dijadikan bahan pertimbangan kebijakan komite sekolah untuk kepentingan sekolah; 6. Melaksanakan penarikan SDM kependidikan yang dianggap strategis dan dibayar oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah’ B. BIDANG PENGELOLAAN DANA MASYARAKAT 1. Atas persetujuan ketua komite sekolah menyerahkan dana masyarakat kepada bendahara untuk dibukukan; 2. Mendistribusikan perolehan dana masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang diajukan oleh pihak sekolah; 3. Bersama – sama bendahara membukukan penerimaan dan pengeluaran dana masyarakat; 4. Atas persetujuan ketua komite memberikan laporan keadaan keuangan kepada stakeholders C. BIDANG PENGENDALIAN KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN 1. Bersama – sama sekolah menyusun standar pelayanan pendidikan, seperti jumlah guru, fasilitas / sarana dan prasarana, kurikulum dan ekstrakurikuler 2. Bersama – sama sekolah menyusun target pencapaian hasil belajar siswa, harian semester dan akhir tahun dan ujian nasional 3. Bersama – sama sekolah menetapkan salah satu unggulan prestasi sekolah baik yang bersifat akademis maupun non akademis. 4. Bersama – sama sekolah mengangkat tenaga ahli yang dapat membantu peningkatan kualitas pendidikan 5. Mengundang pengawas sekolah untuk melakukan dialog dan tindak lanjut hasil pengawasan professional yang dapat dijadikan bahan pertimbangan komite sekolah 6. Bersama – sama komite sekolah lain melakukan kolaborasi system pengendalian kualitas pelayanan baik sekolah sejenis setingkat maupun tidak sejenis dan tidak

Komitesman3watapone

16

setingkat, misalnya SD dengan SLTP, SLTP dengan SMA / SMK dalam satu wilayah atau luar wilayah D. BIDANG JARINGAN KERJASAMA DAN SISTEM INFORMASI 1. Bersama – sama sekolah menyusun program kerjasama dengan pihak luar masyarakat sekolah ( Instansi non pendidikan , dunia usaha dan dunia industri ). 2. Bersama – sama sekolah ikut membantu memberikan, mencarikan informasi yang dapat mendukung rencana dan program sekolah. 3. Bersama – sama sekolah melaksanakan kerjasama dengan pihak luar sekolah. E. BIDANG SARANA DAN PRASARANA 1. Bersama – sama dengan pengurus lain menyusun program kerja komite sekolah; 2. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh ketua komite atau hasil keputusan musyawarah komite sekolah. Ditetapkan di Pada tanggal Ketua : Watampone : Desember 2008 Sekretaris

Pengurus Komite Sekolah

Drs. A. Aspada

M. Darwis, Al-Hadjdji, SH

Komitesman3watapone

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->