P. 1
Array 2 Dimensi

Array 2 Dimensi

|Views: 8,508|Likes:
Published by Skyland HaCKeR

More info:

Published by: Skyland HaCKeR on Nov 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2013

pdf

text

original

Array 2 Dimensi

Argumen dari Command-Line t6a Array Dimensi Banyak Deklarasi Array Dimensi Banyak t6b Operasi pada Elemen Array t6c Operasi pada Elemen Array t6d Array Sebagai Parameter Method t6e Tugas 1. Buku Alamat 2. Segitiga Bawah 3. Jumlah Elemen Array 4. Bom 5. Perkalian Matriks 6. Transpose Matriks 2 3 4 5 5 6 6 7 7 9 9 10 10 10 11 11 12 13

Minggu lalu kita sudah mempelajari tentang array. Array yang kita pelajari adalah array berdimesi satu. Pada bahasa Java, kita dapat membuat array berdimesi dua, tiga, empat, dan seterusnya. Minggu ini kita akan mempelajari array 2 dimensi.

Teknik Informatika UNPAR . Praktikum AKS141 - Dasar-Dasar Pemrograman Ganjil 2009/2010

1

Argumen dari Command-Line
Sebuah aplikasi Java dapat menerima sejumlah argumen dari command-line. Argumen dari commandline memberikan kesempatan bagi user untuk mengatur operasi dari sebuah aplikasi dalam sekali pemanggilan program. User memasukkan argumen command-line pada saat memanggil aplikasi dan menspesifikasikan argumen tersebut setelah nama dari class yang akan dijalankan. Sebagai contoh, apabila anda memiliki sebuah aplikasi Java dengan nama Sort, yang akan mengurutkan lima nomor, di command prompt, anda dapat menjalankannya seperti berikut ini. java Sort 5 4 3 2 1

Perlu diperhatikan bahwa sebuah argumen dapat dipisahkan oleh spasi. Pada bahasa pemrograman Java, jika kita akan memanggil sebuah aplikasi, sistem runtime akan memberikan argumen commandline ke method main yang dimiliki oleh aplikasi menggunakan sebuah array dari String. Lalu, setiap String di dalam array mewakili sebuah argumen commmand-line. Perhatikan deklarasi dari main method. public static void main( String[] args )

Argumen yang diberikan kepada program akan disimpan kedalam sebuah array String dengan identifier args. Pada contoh sebelumnya, argumen dari command-line yang akan diberikan kepada aplikasi Sort command adalah sebuah array dengan lima buah String yaitu “5”,”4”,”3”,”2”, dan “1”. Anda dapat mengetahui berapa banyak argumen dari command-line dengan cara melihat panjang dari attribute array. Sebagai contoh : int numberOfArgs = args.length;

Jika program Anda membutuhkan argumen command-line yang bertipe angka. Anda harus mengkonversi argumen String tersebut untuk merepresantasikan sebuah angka, misalnya “34” menjadi sebuah angka 34. Kode dibawah ini adalah sebuah potongan program untuk mengkonversi sebuah argumen command-line menjadi tipe integer. int firstArg = 0; if (args.length > 0) firstArg = Integer.parseInt(args[0]);

Untuk lebih memahami penggunaannya, cobalah kode program berikut.

Teknik Informatika UNPAR . Praktikum AKS141 - Dasar-Dasar Pemrograman Ganjil 2009/2010

2

t6a

Jangan lupa menuliskan identitas program pada setiap file. Cobalah untuk memasukkan karakter pada args[0] dan angka pada args[1]. Apa yang akan terjadi ? Apa arti dari pesan kesalahan yang muncul ?

Teknik Informatika UNPAR . Praktikum AKS141 - Dasar-Dasar Pemrograman Ganjil 2009/2010

3

Array Dimensi Banyak
Jika kita melihat array berdimesi satu sebagai :

Kita dapat melihat array berdimensi dua sebagai :

Dan array berdimensi tiga seperti ini :

Selain berdimensi tiga, kita juga dapat membuat array berdimensi empat, lima dan seterusnya. Hal ini dapat dilakukan karena pada bahasa Java, array berdimensi banyak diimplementasikan seperti array di dalam array. Array dua dimensi adalah array satu dimensi yang setiap elemennya adalah array satu dimensi juga. Selanjutnya kita akan mempelajari cara deklarasi array berdimensi banyak.

Teknik Informatika UNPAR . Praktikum AKS141 - Dasar-Dasar Pemrograman Ganjil 2009/2010

4

Deklarasi Array Dimensi Banyak
Array multidimensi dideklarasikan dengan menambahkan jumlah tanda kurung setelah nama array. Perhatikan contoh berikut.
t6b

Untuk mengakses sebuah elemen didalam array multidimensi, sama saja dengan mengakses array satu dimensi. Dari program diatas, apa output yang keluar ? Coba tuliskan deklarasinya jika ingin dibuat suatu array dengan : (1) nama : Papan_catur , untuk menyimpan informasi pada papan catur, dibuat bertipe integer dan berukuran 8 x 8. (2) nama : kubus , array tiga dimensi berukuran 10 x 10 x 10 yg dapat digunakan untuk menyimpan char. (3) nama : umur , tipe int , jumlah yg perlu disimpan : 1028 ( array satu dimensi ).

Teknik Informatika UNPAR . Praktikum AKS141 - Dasar-Dasar Pemrograman Ganjil 2009/2010

5

Operasi pada Elemen Array
Sama seperti pada array satu dimensi, kita tidak dapat langsung melakukan suatu operasi tertentu pada array tersebut. Kita tidak dapat menuliskan : int A[10][10]; A = A + 10;

Operasi-operasi tersebut dapat dilakukan pada elemen array, karena untuk melakukan operasi-operasi tersebut, kita perlu mengakses elemen array. Jadi, bila kita menuliskan : a = a + 10; kita dapat juga menuliskan : A[2][0] = A[0][2] + 10; atau, bila kita menuliskan : a = b + c; kita dapat juga menuliskan : A[3][3] = A[2][2] + c; atau A[4][0] = B[0][0] + C[3][0]; Perhatikan contoh berikut. Kita akan menjumlahkan semua elemen array.
t6c

Teknik Informatika UNPAR . Praktikum AKS141 - Dasar-Dasar Pemrograman Ganjil 2009/2010

6

Operasi pada Elemen Array
Kita dapat melakukan pengaksesan secara sekuensial pada array dimesi banyak. Sama seperti pada array dimensi satu, sangat merepotkan jika kita hendak menampilkan isi array dengan cara seperti pada program sebelumnya. Karenanya kita lebih baik melakukan akses secara sekuensial pula pada array dimensi banyak. Perhatikan pola berikut : Jika kita membuat suatu array : X[2][3] maka elemennya elemennya adalah :      X[0][0]      X[0][1]      X[0][2]      X[1][0]      X[1][1]      X[1][2] Pada urutan elemn di atas, kita dapat mengikuti polanya dengan cara :

Cobalah membuat program dengan spesifikasi berikut :
t6d

Buatlah sebuah array dua dimensi berukuran 4 x 5 yang dapat menampung 20 buah angka. User memasukkan 20 buah angka. Komputer menampilkan 20 buah angka tersebut dengan format seperti  tabel. Contoh input : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Teknik Informatika UNPAR . Praktikum AKS141 - Dasar-Dasar Pemrograman Ganjil 2009/2010 7

12 13 14 15 16 17 18 19 20 Contoh output : 12345 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Teknik Informatika UNPAR . Praktikum AKS141 - Dasar-Dasar Pemrograman Ganjil 2009/2010

8

Array Sebagai Parameter Method
Pengiriman array dua dimensi ke dalam parameter method, sama seperti pengiriman array satu dimensi adalah pengiriman secara pass by reference. Untuk pengiriman array dua dimensi (atau lebih), kita hanya akan menggunakan bentuk : int X[ ][ ]

Perhatikan contoh berikut.
t6e

 

Teknik Informatika UNPAR . Praktikum AKS141 - Dasar-Dasar Pemrograman Ganjil 2009/2010

9

Tugas
Nama file: t12NYYXXX.java (N: nomor soal, YY: angkatan, XXX: 3 digit terakhir NPM) Lihat jam pengumpulan di E-Learning.

1. Buku Alamat
Berikut ini adalah array multidimensi yang menyatakan isi dari sebuah buku alamat: String entry = {{"Florence", "735-1234", "Manila"}, {"Joyce", "983-3333", "Quezon City"}, {"Becca", "456-3322", "Manila"}}; Cetak buku alamat tersebut dalam format berikut : Name Tel. : Florence : 735-1234

# Address : Manila Name Tel. : Joyce : 983-3333

# Address : Quezon City Name Tel. : Becca : 456-3322

# Address : Manila

2. Segitiga Bawah
Buatlah program dengan spesifikasi sebagai berikut. Program menerima sebuah bilangan integer N dari user ( 1<= N <= 10 ). N menyatakan ukuran dari array dua dimensi N x N. Isilah array tersebut dengan N x N buah bilangan. Kemudian tampilkan isi dari array tersebut dalam bentuk tabel/matriks dan tampilkan juga matriks segitiga bawah dari tabel/matriks tersebut. Contoh input : 3 12 73 30 10 35 24 90 73
Teknik Informatika UNPAR . Praktikum AKS141 - Dasar-Dasar Pemrograman Ganjil 2009/2010 10

65 Contoh output : Matriks : 12 73 30 10 35 24 90 73 65 Matriks segitiga bawah : 12 10 35 90 73 65 Hint : anda dapat membuat sebuah array 10 x 10, tetapi tidak perlu digunakan semua tempatnya.

3. Jumlah Elemen Array
Buatlah sebuah array berukuran 10 x 10 yang dapat diisi oleh bilangan integer, kemudian jumlahkan semua elemen pada array menggunakan method dengan prototipe : int jumlah_elemen_array( int X[ ][ ] );

Dengan X adalah array yang akan dijumlahkan seluruh elemennya. - Tidak perlu menampilkan isi dari array, cukup tampilkan hasil penjumlahan-nya saja. - Untuk menampilkan hasil ke layar tidak boleh dilakukan di dalam method.

4. Bom
Tugas anda kali ini adalah menghitung banyaknya jumlah bom yang ada pada suatu petak tanah. Suatu daerah dibagi-bagi menjadi beberapa petak tanah yang memiliki luas yang sama. Pada petak petak tertentu di daerah tersebut terdapat bom yang ditanam di dalam tanah (pada setiap petak tanah terdapat maksimal satu buah bom). Tugas anda adalah menghitung berapa buah petak tanah yang tertanam bom. Spesifikasi masukan. Baris pertama masukan terdiri dari dua buah bilangan a dan b dimana 1<= a,b <=30 yang menyatakan panjang dan lebar dari suatu daerah. Untuk setiap a baris berikut, masing - masing baris terdiri dari b bilangan yang menyatakan apakah ada bom pada petak tersebut. Bilangan 0 menyatakan bahwa pada petak tersebut tidak terdapat bom dan bilangan 1 menyatakan bahwa pada petak tersebut terdapat bom. Masukan akan berakhir jika a dan b salah satunya bernilai -1

Teknik Informatika UNPAR . Praktikum AKS141 - Dasar-Dasar Pemrograman Ganjil 2009/2010

11

Spesifikasi keluaran Tampilkan hasil dari perhitungan anda, berapa banyak jumlah petak tanah yang ditanami bom. Tampilah harus sesuai dengan format : Kasus ke-n   ( n adalah nomor kasus ) Jumlah bom : x ( x adalah jumlah bom ) Contoh input : 55 10000 00101 10000 00100 10000 23 000 000 -1 -1 Contoh output : Kasus - 1 Jumlah Bom : 6 Kasus - 2 Jumlah Bom : 0

5. Perkalian Matriks
Buatlah sebuah program yang berfungsi untuk menampilkan hasil perkalian dari dua buah matriks. Spesifikasi masukan Baris pertama masukan terdiri dari dua buah bilangan a dan b dimana 1<= a,b <=10 yang menyatakan besar dari matriks A (a -> baris dan b -> kolom ). Untuk setiap a baris berikut, masing - masing baris terdiri dari b bilangan yang menyatakan nilai dari matriks tersebut. Nilai dari elemen matriks adalah bilangan bulat n dimana 9 < n < 100 Baris berikutnya terdiri dari dua buah bilangan b dan c dimana 1<= b,c <=10 yang menyatakan besar dari matriks B ( b -> baris dan c -> kolom ). Untuk setiap b baris berikut, masing - masing baris terdiri dari c bilangan yang menyatakan nilai dari matriks tersebut. Nilai dari elemen matriks adalah bilangan bulat n dimana 9 < n < 100. Perhatikan bahwa kolom matriks A sama dengan baris matriks B. Spesifikasi keluaran Tampilkan hasil dari perkalian matriks A dan matriks B.

Teknik Informatika UNPAR . Praktikum AKS141 - Dasar-Dasar Pemrograman Ganjil 2009/2010

12

Contoh input : 32 10 12 14 14 14 20 23 20 12 14 24 14 18 Contoh output : 488 288 356 616 364 448 760 448 556

6. Transpose Matriks
Buatlah sebuah program yang berfungsi untuk menampilkan transpose dari suatu matriks. Spesifikasi masukan. Baris pertama masukan terdiri dari dua buah bilangan x dan y dimana 1<= x,y <=10 yang menyatakan besar dari matriks tersebut  (x -> baris dan y -> kolom ). Untuk setiap x baris berikut, masing - masing baris terdiri dari y bilangan yang menyatakan nilai pada kolom dari matriks tersebut. Nilai dari elemen matriks adalah bilangan bulat n dimana 0 < n < 10. Spesifikasi keluaran. Tampilkan transpose dari matriks masukan. Contoh input : 45 86534 25354 94736 14862   Contoh output : 8291 6544 5378 3536 4 4 6 2 

Teknik Informatika UNPAR . Praktikum AKS141 - Dasar-Dasar Pemrograman Ganjil 2009/2010

13

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->