P. 1
Zat Adiktif Pada Makanan

Zat Adiktif Pada Makanan

|Views: 4,722|Likes:
Published by nheesa

More info:

Published by: nheesa on Nov 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2012

pdf

text

original

6

Rabu, 5 Agustus 2009

Makanan tak Aman, Penyakit Mudah Datang
BUKAN sesuatu yang baru jika seseorang sakit diare langsung dikaitkan dengan makanan yang dikonsumsi. Begitu juga tumor dan kanker. Penyakit ini dihubungkan dengan kebiasaan hidup yang tidak sehat termasuk pola makan. ANGRIANI S UGART
Makassar

ASUMSI seperti itu tak salah. Makanan yang tidak sehat memang dapat menjadi sumber penyakit, termasuk makanan yang mengandung zat adiktif berlebihan maupun yang tercemar oleh mikroba patogen. Keduanya samasama tidak menyehatkan tubuh. Jika makanan yang tidak aman tersebut dikonsumsi, jelas dampaknya akan muncul di kemudian hari. Masalah keamanan pangan ini dikupas dalam Food Safety National Seminar and Training: Creating a Food Behaviour Based of Food Safety, yang digelar Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Unhas di Gedung

PKP Unhas, Selasa 4 Agustus. Pembicara yang tampil antara lain Dr Ir Meta Mahendradatta (dosen Pertanian Unhas), Dra Nurhaedar Jafar,Apt,Mkes (pakar gizi FKM Unhas), Prof Dr Ir Elly Ishak,MSc ( pakar Teknologi Pascapanen dan Teknologi Pangan), Prof Dr Ir Sylvia Sjam,MS (pakar hama dan penyakit tumbuhan Unhas) dan beberapa pemateri terkait lainnya. Nurhaedar Jafar dalam seminar itu lebih banyak mengangkat pengenalan dan dampak bahan cemaran terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, zat adiktif saat ini banyak digunakan dalam bahan pangan. Zat adiktif atau yang biasa disebut bahan tambahan makanan (BTM) merupakan bahan yang ditambahkan secara sengat ke dalam makanan dalam jumlah tertentu. Fungsinya, untuk memperbaiki warna, bentuk, cita rasa dan memperpanjang masa simpan. Zat adiktif yang tidak sesuai peruntukannya atau dosisnya. “Yang kita harapkan zat adiktif ini tidak masuk sebagai bahan pencemar. Untuk menjamin keamanan

pangan makanya harus ada sistem pengawasan makanan yang dipayungi Undangundang Pangan. Sumber pencemar bisa berasal dari mikrobiologi, kimia dan fisik,” beber Nurhaedar yang juga dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas ini.

Karyawan yang sakit bisa menularkan virus pada makanan yang diolahnya, lalu kita konsumsi.”
Nurhaedar Jafar

Pencemar mikrobiologi ini dapat berasal dari sel vegetatif, virus, parasit, dan spora bakteri. Biasanya pencemar makanan dari sel vegetatif, virus dan parasit bisa mati dengan pemanasan, infektif dengan asam dan dapat dihilangkan dengan pencucian. Sedangkan spora bakteri yang bersifat anaerob tidak mati dengan pemanasan biasa. Pencemar kimia berasal dari toksin mikroorganisme, toksin bahan pangan itu sendiri, zat adiktif (harus di bawah batas bahaya), residu

dan bahan alergik. Sedangkan fisik dapat berupa cemaran berupa kotoran pada makanan seperti pasir, rambut-rambut, dan sebagainya. “Yang perlu kita waspadai adalah sumber pencemar mikroba pada makanan. Pencemarnya bisa dari berbagai sumber. Bisa dari pengolah makanan yakni higiene karyawan, peralatan bersih atau tidak, serta pengawasan. Karyawan yang sakit bisa menularkan virus pada makanan yang diolahnya, lalu kita konsumsi,” tandasnya. Tangan pekerja kata dia, merupakan sumber terjadinya kontaminasi silang. Makanya, membiasakan diri cuci tangan dan menggunakan masker saat mengolah makanan guna menghindari kontaminasi kuman pada makanan. Masyarakat, kata Nurhaedar juga harus memerhatikan kebersihan atau higiene makanan. Jika bahan mentah dari pemasok yang diduga mengandung bahan berbahaya yang tidak dapat dihilangkan dengan proses pengolahan, harus ditolak. Bahan mentah kata dia, harus diperiksa dan dipilih sebelum diolah. Zat adiktif juga harus

diperhatikan. Berdasarkan peran BTM dalam pengolahan, ada beberapa jenis. Yakni pewarna,

pemanis, pengawet, penstabil, pengemulso dan pengental, serta asidulan. Pemutih dan pematang tepung, pengeras

mencakup antioksidan, sekuestran, penegas rasa dan pemberi aroma dan anti kempal atau anti kerak. (nin)

Jajanan Anak Kaya Zat Adiktif
PENGGUNAAN BTM atau zat adiktif ada aturannya untuk meminimalkan dampak kesehatan bagi manusia. Memilih zat adiktif harus mempertimbangkan fungsinya, seperti pemakaiannya direkomendasikan atau tidak. Dampak negatif pewarna sintetik bagi kesehatan dapat disebabkan penggunaan jumlah kecil tapi berulang, kemudian digunakan dalam waktu lama. Belum lagi jika konsentrasi tinggi dan penyimpanan yang tidak baik. Nurhaedar Jafar mengungkapkan, untuk mengetahui apaADVETORIAL

kah pewarna yang digunakan adalah pewarna tekstil atau bukan hanya dengan menerapkan teknik kromatografi. Selain pewarna, pemanis sakarin juga banyak diperdebatkan. Di Canada tahun 1973, versi FDA tikus yang sepanjang hidupnya diberi sakarin mengalami kanker kandung kemih. Tahun 1978 FDA menyatakan bahwa sakarin bersifat karsinogenik tapi potensinya rendah. Indonesia sendiri untuk makanan dan minuman berkalori rendah, dosis maksimal sakarin 300 mg/kg berat badan. Tak

hanya sakarin, kata Nurhaedar, aspartam juga berefek buruk bagi kesehatan karena dapat menimbulkan kerusakan otak. “Dari hasil penelitian skripsi mahasiswa, beberapa makanan atau jananan di beberapa daerah di Sulsel mengandung zat adiktif. Jajanan anak SD Komplek Kota Palopo Tahun 2006, menunjukkan bahwa jajanan bakso, donat, siomay telur goreng dan sosis telur goreng mengandung pengawet dan boraks. Hanya saja, kadarnya tidak diteliti lebih lanjut,” beber Nurhaedar. Tak hanya itu. Ada beberapa

jenis BTM atau zat adiktif pada produk saus tomat yang dijual di pasar Pusat Niaga Daya berdasarkan penelitian bulan Juni 2006. Hanya saja, kadarnya tidak diteliti. Adapun jenis pemanis buatan pada kue yang dijual sekitar Karebosi, pada riset tahun 1999 adalah siklamat. Pemanis ini terdapat dalam kue bolu, donat, dan klepon. Pada sirup juga tak lepas dari pemanis buatan siklamat. Penggunaan siklamat di luar dosis yang dibolehkan berpotensi menyebabkan kanker. (nin)

Pengundian Hadiah Pelanggan & Pembeli Eceran Harian Fajar

Warga Jalan Anggrek Berhak Dapat Uang Tunai

PENGUNDIAN hadiah bagi pelanggan & pembeli eceran Harian Fajar, Senin malam, 3 Agustus di studio utama Fajar TV disaksikan oleh ratusan orang. Mursidi, SH selaku notaris dan Syamsu, Perwakilan dari Departemen Sosial juga turut menyaksikan undian yang hadiah utamanya berupa umroh atau uang tunai bagi

non muslim. Theresia Lumentak, warga Jalan Anggrek, Makassar berhasil membawa pulang uang senilai 10 juta, dipotong pajak. Sedangkan 1 unit laptop dimenangkan oleh I Nyoman Sumarya, warga Jalan Toddopuli, Putri Taman Sari Makassar. (rk1)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->