P. 1
Mikrobiologi Farmasi - Plasmodium Sp. (malaria) - Ogi NH

Mikrobiologi Farmasi - Plasmodium Sp. (malaria) - Ogi NH

3.5

|Views: 8,657|Likes:
Published by OuGhie Nh
Makalah Mikrobiologi Farmasi (Microbiology Pharmacy) - Plasmodium sp. (Malaria)
Makalah Mikrobiologi Farmasi (Microbiology Pharmacy) - Plasmodium sp. (Malaria)

More info:

Published by: OuGhie Nh on Nov 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

original

MIKROBIOLOGI FARMASI

Malaria sangat dikenal oleh sebagian orang, dikarenakan malaria adalah salah satu penyakit yang mematikan didunia, dan salah satu pandemi yang pernah dialami nagara-nagara didunia khususnya banyak terjadi di Negara tropis, Dalam kasus malaria penyebab utama dari banyak kematian yang terjadi adalah karena protozoa plasmodium sp. terhadap penyerangan terhadap tubuh manusia.

[MIKROBIOLOGI November, FARMASI ] 2009
Sekolah Tinggi Farmasi Bandung
©yogaefron

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah MIKROBIOLOGI FARMASI

Plasmodium Sp. (MALARIA)
penyusun: Ogi Nurhari

Plasmodium Sp. Penyebab Malaria

1

MIKROBIOLOGI FARMASI

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr Wb,

Puji dan Syukur marilah kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas ridho dan karuniaNya lah kami dapat menyelesaikan Makalah Mikrobiologi Farmasi ini dengan baik. Dalam penyusunan makalah ini mungkin kami mengalami kesulitan dan kendala yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan, pengetahuan, dan wawasan serta pola pikir kami. Namun berkat keyakinan, keinginan, dan usaha dengan sungguh-sungguh akhirnya semua hambatan itu dapat kami atasi dengan baik. Kami menyadari sedalam-dalamnya bahwa kami tidaklah sempurna dalam pembuatan makalah ini. Dengan demikian kami berharap dengan dibuatnya makalah ini dapat memenuhi persyaratan dalam Mata Kuliah Mikrobiologi Farmasi ini dan dapat bermanfaat bagi kami serta para pembaca lainnya. Tidak lupa kami berterimakasih kepada rekan-rekan yang telah banyak membantu dalam proses pembuatan Makalah ini.

Wassalamu’alaikum Wr Wb, Bandung, November 2009 Penyusun

Plasmodium Sp. Penyebab Malaria

2

MIKROBIOLOGI FARMASI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................................2 DAFTAR ISI........................................................................................................3 BAB I PENDAHULUAN......................................................................................4 1.1 Larat Belakang...................................................................................4 1.2 Tujuan................................................................................................4 1.3 Pembatasan Masalah........................................................................5 1.4 Metode Penelitian..............................................................................5 BAB II PEMBAHASAN........................................................................................6 2.1 Malaria...............................................................................................6 2.2 Plasmodium Sp..................................................................................10 2.3 Anopheles Sp.....................................................................................17 BAB III PENUTUP..............................................................................................20 3.1 Kesimpulan........................................................................................20 3.2 Penutup..............................................................................................20 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................21

BAB I
Plasmodium Sp. Penyebab Malaria 3

MIKROBIOLOGI FARMASI

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Di bidang Kesehatan dan Farmasi sangat terkait hubungannya dengan masalah dunia mikroorganisme, dikarenakan banyak fektor penyakit disebabkan oleh mikroorganisme pathogen yang salah satunya adalah penyakit malaria yang di sebabkan oleh Protozoa plasmodium Sp. Malaria sangat dikenal oleh sebagian orang, dikarenakan malaria adalah salah satu penyakit yang mematikan didunia, dan salah satu pandemi yang pernah dialami nagara-nagara didunia khususnya banyak terjadi di Negara tropis, Indonesia sebagai Negara tropis sangat rentan dengan pandemi kematian akibat malaria tinggi. Dalam kasus malaria penyebab utama dari banyak kematian yang terjadi adalah karena protozoa plasmodium sp. terhadap penyerangan terhadap tubuh manusia, dan cepat beregenerasi sehingga dibutuhkan pengetahuanpengetahuan yang lebih mendalam lagi tentang hal tersebut untuk dapat setidaknya mengetahui sebenarnya tentang Malaria tersebut, Khususnya tentang Mikroorganisme plasmodium Sp. malaria tersebut. Dan Indonesia pernah tercatat sebagai Negara dengan jumlah kasus

1.2 Tujuan Tujuan dari makalah ini adalah:
– –

untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Mikrobiologi Farmasi. memberikan pengetahuan tentang malaria.

– Mengetahui mendalam lagi tentang plasmodium sp. – Mempelajari hubungan keterkaitan dengan nyamuk anopheles sp. sebagai pembawa dan manusia sebagai host.

1.3 Pembatasan Masalah

Plasmodium Sp. Penyebab Malaria

4

MIKROBIOLOGI FARMASI

Dalam

penulisan

makalah

ini,

penulis

membatasi

masalah

pada

pembahasan mengenai Mikrobiologi Farmasi mencakup tentang Plasmodium Sp. sebagai penyebab Malaria, dan teori serta faktor-faktor yang berkaitan dengan pembahasan tersebut.

1.4 Metode Penelitian Pengumpulan data yang didapatkan dari berbagai sumber, diantaranya : dari internet dan buku tentang “Mikrobiologi Farmasi”, serta berbagai sumber yang mendukung dalam pembuatan makalah ini.

BAB II
Plasmodium Sp. Penyebab Malaria 5

MIKROBIOLOGI FARMASI

PEMBAHASAN

2.1 Malaria 2.1.1 Sejarah dan pengertian Malaria adalah suatu infeksi sel darah merah yang dapat menyerang manusia, kera, burung, dan primata lainnya, hewan melata, dan hewan pengerat. penyakit yang dapat bersifat akut maupun kronik, disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium yang ditandai dengan demam, anemia dan pembesaran limpa, sedangkan menurut ahli lain malaria adalah penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh Plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual didalam darah, dengan gejala demam, menggigil, anemia, splenomegali yang dapat berlangsung akut ataupun kronik

Malaria adalah sejenis penyakit menular yang dalam manusia sekitar 350-500 juta orang terinfeksi dan lebih dari 1 juta kematian setiap tahun, terutama di daerah tropis dan di Afrika di bawah gurun Sahara. Ditemukan oleh Charles Louis Alphonse Laveran Untuk penemuannya atas penyebab malaria, seorang dokter militer Prancis Charles Louis Alphonse Laveran diberikan Penghargaan Nobel untuk Fisiologi dan Medis pada 1907. Setelah digunakan obat-obatan dan insektisida, malaria jarang ditemukan di AS dan negara berkembang lainnya, tetapi infeksi ini masih sering terjadi di negara-negara tropis. Pendatang dari daerah tropis atau pelancong yang baru kembali dari daerah tropis kadang membawa infeksi ini ke suatu negara atau ke negara asalnya dan kemungkinan menyebabkan wabah yang ringan.
Plasmodium Sp. Penyebab Malaria 6

MIKROBIOLOGI FARMASI

Diketahui malaria ini sudah ada sejak 50.000 tahun yang lalu dan sampai sekarang merupakan salah satu penyakit yang diperangi oleh penduduk dunia. Sejak tahun 1950 Malaria sudah dapat dibasmi di benua Eropa namun penyakit ini masih menjadi masalah sosial di berbagai Negara tropis karena iklimnya yang hangat memungkinkan nyamuk Anopheles sp untuk berkembang biak dengan bebas. Malaria disebabkan oleh protozoa yang menjadi parasit di nyamuk Anopheles betina. Nyamuk tersebut menghisap darah yang dan bakteri sporozoit akan dibawa ke tubuh manusia melalui ludah nyamuk dan terbawa ke jaringan hati melalui pembuluh darah. Protozoa tersebut akan berkembang di dalam jaringan hati manusia dan juga dapat mengakibatkan hancurnya sel-sel darah. Selain itu penderita juga dapat menderita kekurangan darah dan kerusakan organ-organ tertentu terutama yang membutuhkan suplai darah seperti otak, ginjal, paru, hati dan jantung. Kelenjar hati penderita akan membengkak dan jika terlambat dapat menyebabkan kematian.

Malaria disebarkan melalui: • Gigitan nyamuk betina Anopheles • Transfusi darah yang terkontaminasi
• Suntikan dengan jarum yang sebelumnya telah digunakan oleh penderita

malaria.

Terdapat 4 jenis malaria yaitu : • Malaria tertiana yang disebabkan oleh bakteri Plasmodium vivax

Plasmodium Sp. Penyebab Malaria

7

MIKROBIOLOGI FARMASI

• Malaria Aestivo-Autumnal disebut juga malaria tropica yang disebabkan plasmodium falciparum. Jenis malaria ini diketahui sebagai jenis malaria terberat yang sering menyebabkan kematian. • Malaria Kuartana yang disebabkan oleh bakteri plasmodium malariae • Malaria Pernisiosa yang disebabkan oleh Plasmodium Ovale

2.1.2 Gejala & pola malaria 1. Malaria Vivax & Ovale. Suatu dimulai diiukuti Dalam serangan secara bisa samardan akan

samar dengan menggigil, berkeringat 1 minggu, demam yang hilang-timbul. terbentuk pola yang khas dari serangan yang hilang timbul. Suatu periode sakita kepala atau rasa tidak enak badan akan diikuti oleh menggigil. Demam demam serangan berikutnya cenderung terjadi setiap 48 jam. reda, berlangsung penderita

selama 1-8 jam. Setelah merasakan sehat sampai terjadi menggigil berikutnya. Pada malaria vivax,

2.

Malaria falciparum.

Suatu serangan bisa diawali dengan menggigil. Suhu tubuh naik secara bertahap kemudian tiba-tiba turun. Serangan bisa berlangsung selama 20-36 jam.
Plasmodium Sp. Penyebab Malaria 8

MIKROBIOLOGI FARMASI

Penderita tampak lebih sakit dibandingkan dengan malaria vivax dan sakit kepalanya hebat. Diantara serangan (dengan selang waktu 36-72 jam), penderita biasanya merasa tidak enak badan dan mengalami demam ringan. 3. Malaria malariae.

Suatu serangan seringkali dimulai secara samar-samar. Serangannya menyerupai malaria vivax dengan selang waktu antara dua serangan adalah 72 jam.

2.2 Spasmodium Sp. 2.2.1 pengertian PARASIT adalah suatu istilah yang diberikan kepada mahluk hidup baik tumbuhan atau binatang yang menumpang pada mahluk hidup lain (induk semang) dan dalam kehidupannya merugikan induk semangnya tersebut.
Plasmodium Sp. Penyebab Malaria 9

MIKROBIOLOGI FARMASI

Untuk hidup dan berkembang biak parasit ini mengambil makanan dari dalam tubuh induk semangnya, sehingga induk semangnya mengalami gangguan bahkan bisa menimbulkan kematian. Plasmodium yang dikenal sebagai penyebab penyakit (agent) malaria adalah binatang bersel satu (protozoa) yang termasuk genus Plasmodia, famili Plasmodiidae dari ordo Coccidiidae. Dalam tubuh manusia, untuk kelangsungan hidupnya plasmodium memakan sel darah merah (sdm) tempat ia hidup sehingga induk semangnya (penderita) mengalami anemia dan gangguan lainnya. Plasmodium sebagai parasit malaria baru ditemukan pada abad ke 19, ketika Laveran melihat “bentuk pisang” dalam darah seorang penderita malaria. Kemudian diketahui oleh Ross pada tahun 1897 bahwa malaria ditularkan oleh nyamuk yang banyak terdapat di rawa-rawa.

2.2.2

Spesies plasmodium

Secara keseluruhan plasmodium terdiri dari 12 sub genera. Dari kedua belas sub genera tersebut, hanya tiga sub genera yang menjadi parasit pada mamalia termasuk manusia yaitu sub genera Plasmodium, sub genera Laverinia, dan sub genera Vinckeria. Lima sub genera menjadi parasit pada reptilia dan empat sub genera lagi hidup pada burung (aves). Yang menjadi parasit pada manusia yaitu sub genera Plasmodium terdiri dari spesies ovale, genera genera Plasmodium dan Laverinia Vinckeria vivax, Plasmodium Sub dari dari spesies spesies Plasmodium terdiri terdiri malariae.

Plasmodium falsifarum. Sedangkan dari sub Plasmodium reichenowi, Plasmodium

schwetzi, dan Plasmodium rhodaini tidak menjadi parasit pada manusia tapi pada mamalia lain. Di Indonesia sendiri, spesies plasmodium yang hidup pada manusia yang dominan
Plasmodium Sp. Penyebab Malaria 10

MIKROBIOLOGI FARMASI

adalah Plasmodium falsifarum dan Plasmodium vivax. Sedangkan Plasmodium ovale dan Plasmodium malariae biasanya ditemukan di wilayah Indonesia bagian Timur.

Domain Phylum Class Order Family Genus Species

: Eukaryota : Apicomplexa : Aconoidasida : Haemosporida : Plasmodiidae : Plasmodium : plasmodium Sp. –falciparu m
–vivax

Superphylum : Alveolata

–ovale –malaria e
plasmodium falciparum

2.2.3 Etiologi Plasmodium merupakan protozoa obligat intraseluler. Pada manusia terdapat empat spesies yaitu Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae dan Plasmodium ovale. Penularan manusia dapat dilakukan oleh nyamuk betina dari tribus anopheles. Selain itu juga dapat ditularkan secara langsung melalui transfusi darah atau jarum suntik yang tercemar serta ibu hamil kepada bayinya 6. P. vivax menyebabkan malaria tertiana, P.malaria merupakan penyebab malaria kuartana. P.ovale menyebabkan malaria ovale, sedangkan P.falciparum menyebabkan malaria tropika. Spesies terkhir ini paling berbahaya karena malaria yang ditimbulkan dapat menjadi berat. Hal ini disebabkan dalam waktu singkat
Plasmodium Sp. Penyebab Malaria 11

MIKROBIOLOGI FARMASI

dapat menyerang eritrosit dalam jumlah besar, sehingga menimbulkan berbagai komplikasi di dalam organ-organ tubuh 3,4.

2.2.4 Daur hidup parasit malaria Siklus Hidup Plasmodium Parasit malaria memerlukan dua hospes untuk siklus hidupnya, yaitu manusia dan nyamuk anopheles betina.

Siklus pada manusia Pada waktu nyamuk anopheles

infektif menghisap darah manusia, sporozoit yang berada dalam kelenjar liur nyamuk akan masuk ke dalam peredaran darah selama lebih kurang 30 menit.

Plasmodium Sp. Penyebab Malaria

12

MIKROBIOLOGI FARMASI

Setelah itu sporozoit akan masuk ke dalam sel hati dan menjadi tropozoit hati. Kemudian berkembang menjadi skizon hati yang terdiri dari 10.000 sampai 30.000 merozoit hati. Siklus ini disebut siklus eksoeritrositer yang berlangsung selama lebih kurang 2 minggu. Pada P.vivax dan P.ovale, sebagian tropozoit hati tidak langsung berkembang menjadi skizon, tetapi ada yang menjadi bentuk dorman yang disebut hipnozoit. Hipnozoit tersebut dapat tinggal di dalam sel hati selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Pada suatu saat bila imunitas tubuh menurun, akan menjadi aktif sehingga dapat menimbulkan relaps (kambuh) 3,4.

Plasmodium Sp. Penyebab Malaria

13

MIKROBIOLOGI FARMASI

Merozoit yang berasal dari skizon hati yang pecah akan masuk ke dalam peredaran darah dan menginfeksi sel darah merah. Di dalam sel darah merah, parasit tersebut berkembang dari stadium tropozoit sampai skizon (8 sampai 30 merozoit). Proses perkembangan aseksual ini disebut skizogoni. Selanjutnya eritrosit yang terinfeksi (skizon) pecah dan merozoit yang keluar akan menginfeksi sel darah merah lainnya. Siklus ini disebut siklus eritrositer 3,4. Setelah 2 sampai 3 siklus skizogoni darah, sebagian merozoit yang menginfeksi sel darah merah dan membentuk stadium seksual yaitu gametosit jantan dan betina 3,4. Siklus pada nyamuk anopheles betina Apabila nyamuk anopheles betina menghisap darah yang mengandung gametosit, di dalam tubuh nyamuk, gamet jantan dan betina melakukan pembuahan menjadi zigot. Zigot berkembang menjadi ookinet kemudian menembus dinding lambung nyamuk. Pada dinding luar lambung nyamuk ookinet akan menjadi ookista dan selanjutnya menjadi sporozoit. Sporozoit ini akan bersifat infektif dan siap ditularkan ke manusia 3,4. Masa inkubasi adalah rentang waktu sejak sporozoit masuk sampai timbulnya gejala klinis yang ditandai dengan demam. Masa inkubasi bervariasi tergantung spesies Plasmodium 3,4. Masa prepaten adalah rentang waktu sejak sporozoit masuk sampai parasit dapat dideteksi dalam darah dengan pemeriksaan mikroskopik 3,4. Tabel 1. Masa inkubasi penyakit malaria 3. Plasmodium P. falciparum P.vivax P.ovale P. malariae Proses kehidupan Sebagaimana makhluk hidup lainnya, plasmodium juga melakukan proses kehidupan yang meliputi: Masa inkubasi (hari) 9 – 14 (12) 12 – 17 (15) 16 – 18 (17) 18 – 40 (28)

Plasmodium Sp. Penyebab Malaria

14

MIKROBIOLOGI FARMASI

Pertama, metabolisma (pertukaran zat). Untuk hidupnya plasmodium mengambil oksigen dan zat makanan dari haemoglobin sel darah merah. Dari proses metabolisma meninggalkan sisa berupa pigmen yang terdapat dalam sitoplasma. Keberadaan pigmen ini bisa dijadikan salah satu indikator dalam identifikasi.

Kedua, pertumbuhan. Yang dimaksud dengan pertumbuhan di sini adalah perubahan morfologi yang meliputi perubahan bentuk, ukuran, warna, serta sifat dari bagian-bagian sel. Perubahan ini mengakibatkan sifat morfologi dari suatu stadium parasit pada berbagai spesies, menjadi bervariasi. Setiap proses membutuhkan waktu, sehingga morfologi stadium parasit yang

ada pada sediaan darah dipengaruhi oleh waktu pengambilan darah dilakukan. Ini berkaitan dengan jam siklus perkembangan stadium parasit. Akibatnya tidak ada gambar morfologi parasit yang sama pada lapang pandang atau sediaan darah yang berbeda. ✔ Ketiga, pergerakkan. Plasmodium bergerak dengan cara menyebarkan sitoplasmanya yang berbentuk kaki-kaki palsu (pseudopodia). Pada Plasmodium vivax, penyebaran sitoplasma ini lebih jelas terlihat yang berupa kepingan-kepingan sitoplasma. Bentuk penyebaran ini dikenal sebagai bentuk sitoplasma amuboit (tanpa bentuk).

Keempat, berkembang biak. Berkembang biak artinya berubah dari satu atau sepasang sel menjadi beberapa sel baru. Ada dua macam perkembangbiakan sel pada plasmodium, yaitu:
(1) Pembiakan seksual. Pembiakan ini terjadi di dalam tubuh nyamuk melalui

proses sporogoni. Bila mikrogametosit (sel jantan) dan makrogametosit (sel betina) terhisap oleh vektor bersama darah penderita, maka proses perkawinan antara kedua sel kelamin itu akan terjadi. Dari proses ini akan terbentuk zigot yang kemudian akan berubah menjadi ookinet dan selanjutnya menjadi ookista. Terakhir ookista pecah dan membentuk sporozoit yang tinggal dalam kelenjar ludah vektor. Perubahan dari mikrogametosit dan makrogametosit sampai menjadi sporo-zoit di dalam kelenjar ludah vektor disebut masa tunas ekstrinsik
Plasmodium Sp. Penyebab Malaria 15

MIKROBIOLOGI FARMASI

atau siklus sporogoni. Jumlah sporokista pada setiap ookista dan lamanya siklus sporogoni, pada masing-masing spesies plasmodium adalah berbeda, yaitu: Plasmodium vivax: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 30~40 butir dan siklus sporogoni selama 8~9 hari. Plasmodium falsifarum: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 10~12 butir dan siklus sporogoni selama 10 hari. Plasmodium malariae: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 6~8 butir dan siklus sporogoni selama 26~28 hari. (2) Pembiakan aseksual. Pembiakan ini terjadi di dalam tubuh manusia melalui proses sizogoni yang terjadi melalui proses pembelahan sel secara ganda. Inti troposoit dewasa membelah menjadi 2, 4, 8, dan seterusnya sampai batas tertentu tergantung pada spesies plasmodiumnya. Bila pembelahan inti telah selesai, sitoplasma sel induk dibagi-bagi kepada setiap inti dan terjalihan sel baru yang disebut merozoit. ✔ Kelima, reaksi terhadap rangsangan. Plasmodium memberikan reaksi terhadap rangsangan yang datang dari luar, ini sebagai upaya plasmodium untuk mempertahankan diri seandainya rangsangan itu berupa ancaman terhadap dirinya. Misalnya, plasmodium bisa membentuk sistem kekebalan (resistensi) terhadap obat anti malaria yang digunakan oleh penderita.

2.3 Anopheles Sp. Anopheles Sp.

Plasmodium Sp. Penyebab Malaria

16

MIKROBIOLOGI FARMASI

Kingdom Phylum Class Order Family Subfamily Genus

: Animalia : Arthropoda : Insecta : Diptera : Culicidae : Anophelinae : Anopheles

Superfamily : Culicoidea

2.3.1 pengertian Anopheles (nyamuk malaria) merupakan salah satu genus nyamuk. Terdapat 400 spesies nyamuk Anopheles, namun hanya 30-40 menyebarkan malaria (contoh, merupakan "vektor") secara alami. Anopheles gambiae adalah paling terkenal akibat peranannya sebagai penyebar parasit malaria (contoh. Plasmodium falciparum) dalam kawasan endemik di Afrika, sedangkan Anopheles sundaicus adalah penyebar malaria di Asia.

2.3.2 Fase-fase kehidupan nyamuk ( Life cycle) Telur Untuk bertelur, nyamuk betina akan mencari tempat seperti genangan air atau daun pepohonan yang lembab. Telur akan diletakan berpencar (pada nyamuk Aedes oder Anopheles) atau dijejerkan dalam satu baris (contoh nyamuk Culex) yang bisa mencapai 100-300 telur. telur nyamuk Telur yang semula berwarna putih, 12-24 jam kemudian akan berwarna hitam sebagai kamuflase agar tidak dimakan oleh hewan/ insek lainnya. Telur akan menetas dalam waktu 2-3 hari menjadi larva. Larva (jentik) larva

Plasmodium Sp. Penyebab Malaria

17

MIKROBIOLOGI FARMASI

Larva adalah mahluk yang hidup di air, meskipun demikian untuk bernafas larva harus menghirup udara secara langsung. Untuk itu, bagian belakang tubuhnya dilengkapi dengan permukaan air. semacam pipa panjang hingga menembus

kepalanya dibawah air

bagian belakang larva yang menyerupai pipa.

Mikro organisme merupakan makanan larva. Dengan mengerakan mulutnya yang menyerupai sikat, air dapat dibuat berpusar, sehingga mikro organisme dapat masuk ke dalam mulutnya. Pada waktu bahaya, larva dapat menyelam dan berenang di dalam air. Stadium larva tergantung dari jenis nyamuk, temperatur air dan makanan yang didapatkan. Biasanya 4-6 hari

Pupa Pupa tidak lagi mensuplai makanan ke dalam tubuhnya (fase istirahat). Pada stadium ini, pupa bernafas pada permukaan air dengan menggunakan dua tanduk kecil yang berada pada prothorax. Pupa juga sewaktu bahaya dapat menyelam di dalam air. Stadium ini

Plasmodium Sp. Penyebab Malaria

18

MIKROBIOLOGI FARMASI

umumnya berlangsung hingga 5-10 hari, setelah kepompongnya menjadi nyamuk. keluar dari kepompong.

itu akan keluar dari

Selanjutnya nyamuk akan mencari makan dan berpasangan dan fase di atas akan terulang. Cara mengenali nyamuk biasa dan nyamuk penyebab malaria

2.3.3 Perbedaan nyamuk biasa dan nyamuk penyebab malaria Perbedaan bentuk berbagai fase

antara nyamuk anopheses (penyebab malaria) gambar kiri dan nyamuk penghisap biasa (gambar kanan)

Perbedaan nyamuk dewasa

kiri atas= nyamuk biasa betina kanan atas= nyamuk anopheles betina kiri bawah= nyamuk biasa jantan kanan jantan bawah= nyamuk anopheles

Perbedaan antara nyamuk jenis betina terlihat dari panjang palp. Dimana pada nyamuk betina biasa, palp jauh lebih pendek dibandingkan dengan belalainya (proboscis).

Plasmodium Sp. Penyebab Malaria

19

MIKROBIOLOGI FARMASI

BAB III PENUTUP

3.1 kesimpulan

Malaria adalah suatu infeksi sel darah merah, penyakit yang dapat bersifat akut maupun kronik, disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium. Malaria disebabkan oleh protozoa yang menjadi parasit di nyamuk Anopheles betina. Nyamuk tersebut menghisap darah yang dan bakteri sporozoit akan dibawa ke tubuh manusia melalui ludah nyamuk dan terbawa ke jaringan hati melalui pembuluh darah.

Manusia merupakan hospes antara tempat plasmodium mengandakan skizogoni (siklus aseksual), sedangkan nyamuk Anopheles merupakan vektor dan hospes definitif.

Terdapat 4 jenis malaria yaitu : • Malaria tertiana yang disebabkan oleh bakteri Plasmodium vivax
• Malaria Aestivo-Autumnal disebut juga malaria tropica yang disebabkan

plasmodium falciparum. (kematian). • Malaria Kuartana yang disebabkan oleh bakteri plasmodium malariae • Malaria Pernisiosa yang disebabkan oleh Plasmodium Ovale

Anopheles (nyamuk malaria) merupakan salah satu genus nyamuk. Terdapat 400 spesies nyamuk Anopheles, namun hanya 30-40 menyebarkan malaria (contoh, merupakan "vektor") secara alami.

3.2 Penutup Dicukupkan sekian mungkin makalah dari kami, kami sebagai penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesalahan dari kami yang disengaja maupun yang tidak disengaja diharap dimaklumi. Sekian dari kami sebagai penulis, Assalammuala’ikum Wr. Wb.

Plasmodium Sp. Penyebab Malaria

20

MIKROBIOLOGI FARMASI

DAFTAR PUSTAKA


• • • • • • •

Adam, Sry Amsunir, 1992, Mikrobiologi dan Parasitologi untuk Perawat, Jakarta; EGC http://www.infeksi.com/articles.php?Ing=in&pg46 http://www.medicastore.com/med/detail_pyk.php http://id.wikipedia.org/wiki/malaria http://id.wikipedia.org/wiki/plasmodium http://id.wikipedia.org/wiki/anopheles http:// arda.students-blog.undip.ac.id/archives/55 http://yayanakhyar.wordpress.com/malari

Plasmodium Sp. Penyebab Malaria

21

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->