P. 1
penetapan Nitrogen dalam sampel air . pelajaran kimia air

penetapan Nitrogen dalam sampel air . pelajaran kimia air

|Views: 875|Likes:
Published by asep wandi nugraha
kimia air Nitrogen
penebab munculnya nitrogen
cara untuk menghilangkan nitrogen berupa nitrat nitrit amonium
kuantitatif
penetapan nitrogen
perhitungan
kimia air Nitrogen
penebab munculnya nitrogen
cara untuk menghilangkan nitrogen berupa nitrat nitrit amonium
kuantitatif
penetapan nitrogen
perhitungan

More info:

Published by: asep wandi nugraha on Nov 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2013

pdf

original

KIMIA

AIR

ANALISIS SENYAWA NITROGEN

Bentuk persenyawaaan nitrogen dalam air
Gas nitrogen (N2)

N I T R O G E N

NH4+ Ammoniak (NH3) NH4+ dalam pH rendah NH4+- Protein Nitrit (NO2-) Nitrat (NO3-)

Keberadaan Gas Nitrogen (N2) Dalam Air
• Gas N2 dalam air berasal dari udara, digunakan oleh ganggang dan beberapa jenis bakteri untuk pertumbuhannya • Gas N2 tidak reaktif • N2 mudah keluar dalam air  tingkat kejenuhannya rendah  Keberadaan dalam air tidak berbahaya

Keberadaan Amoniak (NH3) Dalam Air
• Ammoniak, pada pH rendah  NH4+ (amonium), pH tinggi  NH3 (amoniak) • Dalam air permukaan berasal dari : - Kotoran manusia (air seni dan tinja) - Dekomposisi zat organik secara mikrobiologi C,H,O,N,S + O2  CO2 + H2O + NH3 - Pencemaran dari penggunaan pupuk dalam pertanian • Kandungan ammoniak dalam air permukaan (30 mg/L) lebih besar dibanding air tanah • Kandungan ammoniak yang tinggi dalam air menunjukkan pencemaran yang tinggi (bau dan rasa) • Syarat air minum NH3 harus 0 ppm, dalam air sungai yang baik 0,5 ppm • Penghilangan melalui proses aerasi dan klorinasi

Penentuan Konsentrasi Amoniak (NH3) Dalam Air
• Ditetapkan sebagai : - NH4+ (amonium), yang terlarut dalam air - NH4+-Protein, senyawa nitrogen dalam bentuk protein • Metode penentuan kolorimetri ketinggian tetap, menggunakan tabung nessler dan comparator

Gangguan Pada proses analisis : 1. Sulfida yang tinggi  tambahkan Zn(CH3COO)2, filtrat dilanjutkan 2. Ca2+ dan Mg2+ yang tinggi  tambahkan larutan caustic soda, filtrat dilanjut 3. Kekeruhan  tambahkan koagulan (tawas Al), filtrat dilanjut

Penentuan Konsentrasi Amonium (NH4+) Dalam Air
• Metode penentuan kolorimetri ketinggian tetap, menggunakan tabung nessler dan comparator • Pereaksi pembentuk warna pereaksi Nessler Prinsip : NH4+ dalam air dengan pereaksi nessler membentuk senyawa yang berwarna kuning-coklat, warna yang terbentuk kemudian dibandingkan dengan warna larutan standar Reaksi : Pereaksi Nessler : HgI2, KI, NaOH (K2HgI4) NH4+ + 2[HgI4]2- + 4OH-  HgO.Hg(HH2)I(s) + 7I- + 3H2O

Tahapan Penentuan Konsentrasi NH4+ Dalam Air
Pembuatan larutan induk NH4+ 100 ppm dari NH4Cl Pembuatan standar pengukuran 0,1 – 0,5 ppm dalam tabung nessler Preparasi sampel : Masukkan 100 mL sampel (dengan gelas ukur) kedalam tabung nessler (Jika ada gangguan harus dihilangkan sebelum diukur) Tambahkan 1 mL larutan Siegnette kocok dan 1 mL Pereaksi Nessler, kocok ke dalam sampel dan standar Biarkan 15 menit, dan bandingkan warna yang terjadi

Perhitungan
NH4+ dalam mg/L
• Metode kolorimetri ketinggian tetap (Metode Nessler)  Intensitas warna yang sama menunjukkan konsentrasi yang sama • Menurut Hukum Lambert-Beer A1 = A2 ε 1.b1.c1 = ε 2.b2.c2 b1= b2 ; ε 1 = ε 2  c1 = c 2

Perhitungan
NH4+ dalam mg/L
• Metode kolorimetri ketinggian berubah  Intensitas warna yang sama menunjukkan konsentrasi yang sama • Menurut Hukum Lambert-Beer A1 = A2 ε 1.b1.c1 = ε 2.b2.c2 ε 1= ε 2 , maka : b1.c1 = b2.c2 Jika : 1 standar, 2 sampel, maka : b1.c1 c2 =

b2

Penentuan Amonium-Protein (NH4+-Protein) Dalam Air
• Metode penentuan kolorimetri ketinggian tetap • Pereaksi pembentuk warna pereaksi Nessler Prinsip : Protein dalam sampel dioksidasi oleh K2S2O8 dalam suasana asam menjadi garam NH4+, NH4+ dengan pereaksi nessler membentuk senyawa yang berwarna kuning-coklat, warna yang terbentuk kemudian dibandingkan dengan warna larutan standar
Reaksi : Pereaksi Nessler : HgI2, KI, NaOH (K2HgI4) R-NH2 + H+ + S2O82-  CO2 + H2O + (NH4)2SO4
(* NH4+ ) + 2[HgI4]2- + 4OH-  HgO.Hg(HH2)I(s) + 7I- + 3H2O

Tahapan Penentuan Konsentrasi NH4+ Dalam Air
Pembuatan standar pengukuran 0,1 – 0,5 ppm dalam tabung nessler dari larutan induk 100 ppm Preparasi sampel : Masukkan 100 mL sampel kedalam labu erlenmeyer Tambahkan H2SO4 4 N (kertas kongo  merah) Tambahkan 0,1g K2S2O8, panaskan 15’ di penangas air

Dinginkan lalu masukkan ke tabung nessler tambahkan1 mL larutan Siegnette kocok dan 1 mL pereaksi Nessler, kocok ke dalam sampel dan standar Biarkan 15 menit, dan bandingkan warna yang terjadi

Perhitungan
NH4+-Protein dalam mg/L
• Metode kolorimetri ketinggian berubah  Intensitas warna yang sama menunjukkan konsentrasi yang sama • Menurut Hukum Lambert-Beer A1 = A2 ε 1.b1.c1 = ε 2.b2.c2 ε 1= ε 2 , maka : b1.c1 = b2.c2 Jika : 1 standar, 2 sampel, maka : b1.c1 c2 =

b2

Perhitungan
NH4+-Protein dalam mg/L
• Saat oksidasi, nitrogen dalam protein diubah menjadi garam NH4+  maka NH4+ yang larut bertambah dari hasil oksidasi ini. • Jadi untuk menghitung konsentrasi NH4+-Protein dalam air harus dikoreksi terhadap NH4+ bebas yang larut dalam air.

NH4+-Protein = ppm NH4+(jum h) la
(b b s e a)

- ppm NH4+

Keberadaan Nitrit (NO2-) Dalam Air
• Nitrit bersifat tidak stabil (tidak bertahan lama)  keadaan sementara dari proses oksidasi NH4+ menjadi NO3- (nitrifikasi) 2NH4+ + 3 O2  2NO2- + 4H+ +2H2O + energi 2NO2- + O2  2 NO3- + energi • Nitrit dalam air berasal dari bahan inhibitor korosi yang banyak dipakai di pabrik • Senyawa nitrogen dalam bentuk nitrit inilah yang berbahaya bagi tubuh manusia : 1. Bereaksi dengan hemoglobin dalam darah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen 2. membentuk nitrosin (RR’N-NO)  karsinogenik

Penentuan Nitrit (NO2-) Dalam Air
• Metode penentuan kolorimetri ketinggian tetap • Pereaksi pembentuk warna Griez-Romyn

Prinsip : Nitrit dalam sampel dengan pereaksi Griez-Romyn membentuk senyawa yang berwarna merah, warna yang terbentuk kemudian dibandingkan dengan warna larutan standar
Reaksi : Reaksi diazotisasi asam sulfonil oleh asam nitrit, yang diikuti oleh reaksi kopling dengan α -naftilamina membentuk suatu zat pewarna azo yang merah

Tahapan Penentuan Nitrit (NO2-) Dalam Air
Pembuatan standar pengukuran 0,01 – 0,05 ppm dalam tabung nessler dari larutan induk 50 ppm Preparasi sampel : Masukkan 100 mL sampel kedalam tabung nessler Tambahkan 100 mg Pereaksi nitrit (Griez-Romyn), kocok Biarkan selama 10’  dilakukan bersamaan antara sampel dan standar Bandingkan warna yang terjadi, sebelum 30 menit

Perhitungan
Nitrit dalam mg/L
• Metode kolorimetri ketinggian berubah  Intensitas warna yang sama menunjukkan konsentrasi yang sama • Menurut Hukum Lambert-Beer A1 = A2 ε 1.b1.c1 = ε 2.b2.c2 ε 1= ε 2 , maka : b1.c1 = b2.c2 Jika : 1 standar, 2 sampel, maka : b1.c1 c2 =

b2

Keberadaan Nitrat (NO3-) Dalam Air
• Nitrat senyawa nitrogen yang bersifat stabil • Dalam air berasal dari : - Buangan industri bahan peledak, pupuk, cat, dll - Penggunaan pupuk dalam pertanian • Kadar nitrat dalam air tidak boleh melebihi 10 ppm • Tingginya kandungan nitrat bisa menyebabkan : - stimulasi pertumbuhan ganggang dan tanaman air yang tak terbatas  DO level rendah hewan air mati - Penyakit metamoglobinemia (cynose/penyakit biru pada bayi). Nitrat direduksi oleh bakteri asam susu dalam ASI menjadi nitrit. Nitrit berikatan dengan hemoglobin dalam darah

Penentuan Nitrat (NO3-) Dalam Air
• Metode penentuan kolorimetri ketinggian tetap • Pereaksi pembentuk warna Nessler

insip : trat dan Nitrit dalam sampel direduksi oleh H2 dari Al an larutan NaOH menjadi NH4+, NH4+ dengan pereaksi essler membentuk senyawa yang berwarna kuning-coklat, arna yang terbentuk kemudian dibandingkan dengan arna larutan standar

Penentuan Nitrat (NO3-) Dalam Air

Reaksi :
6NaOH + 2Al  3H2 + 2Na3AlO3 NO2- + 3H2  NH3 +OH- + H2O NO3- + 4H2  NH3 + OH- + 2H2O NH4+ + 2[HgI4]2- + 4OH-  HgO.Hg(HH2)I(s) + 7I- + 3H2O

Tahapan Penentuan NO3- (Nitrat) Dalam Air
Pembuatan standar pengukuran NH4+ 0,1 – 0,5 ppm dalam tabung nessler dari larutan induk 100 ppm Preparasi sampel : Masukkan 100 mL sampel kedalam labu erlenmeyer Tambahkan lar. NaOH 25% dan logam Al, biarkan 1 malam Saring dan filtratnya dilanjutkan

Masukkan ke tabung nessler tambahkan1 mL larutan Siegnette kocok dan 1 mL pereaksi Nessler, kocok ke dalam sampel dan standar Biarkan 15 menit, dan bandingkan warna yang terjadi

Perhitungan
Nitrat dalam mg/L
• Metode kolorimetri ketinggian berubah  Intensitas warna yang sama menunjukkan konsentrasi yang sama • Menurut Hukum Lambert-Beer A1 = A2 ε 1.b1.c1 = ε 2.b2.c2 ε 1= ε 2 , maka : b1.c1 = b2.c2 Jika : 1 standar, 2 sampel, maka : b1.c1 c2 =

b2

Perhitungan
Nitrat dalam mg/L
• Saat reduksi terjadi nitrat dan nitrit dalam sampel diubah menjadi NH4+  maka NH4+ yang terukur merupakan amonium total dari nitrit, nitrat dan amonium bebas. • Jadi untuk menghitung konsentrasi Nitrat dalam air harus dikoreksi terhadap NH4+ bebas dan nitrit. NH4+ dari NO3- = NH4+(total) - NH4+dari NO2- - NH4+(bebas) Mr. NH4+ ppm NH4+dari NO2- = x ppm NO2Mr. NO2Mr. NO3Ppm NO3- = Mr. NH4+ x ppm NH4+ dari NO3-

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->