P. 1
TGS_MODUL_INSTRUMEN

TGS_MODUL_INSTRUMEN

|Views: 883|Likes:
Published by hida_ist

More info:

Published by: hida_ist on Dec 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A.

DESKRIPSI Modul ini berjudul ” Analisis Elektrogravimetri”. Materi pelajaran meliputi

pengertian elektrogravimetri, teknik pengerjaan dan teknik penggunaan alat elektrolisis dan perawatannya. Untuk mempermudah dan memperoleh pemahaman yang memadai dalam mempelajari modul ini, disarankan anda terlebih dahulu mempelajari dan memahami modul sebelumnya yang akan diberikan seperti modul pembersihan alat dan perawatan alat, modul penyiapan sampel, modul keselamatan kerja dan modul penggunaan prosedur analisis. Kemampuan dan kinerja yang harus dicapai setelah anda mempelajari modul ini yaitu dapat melaksanakan analisis elektrogravimetri. Dengan demikian kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif yang dijadikan sasaran pada modul ini, diharapkan anda mempunyai bekal minimal dalam melaksanakan analisis elektrogravimetri. Dunia kerja yang akan dihadapi nantinya banyak kaitannya dengan pengerjaan analisis elektrogravimetri ini.

B.

PRASYARAT

Untuk dapat mempelajari modul melaksanakan analisis elektrogravimetri prasyarat yang harus dikuasai meliputi: KA. KUA.D. 002.A : Melaksanakan kegiatan di laboratorium dengan benar (GLP). KA. LAB.A. 008.A : Bekerja berdasarkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). KA. KOM.D. 023.A : Menggunakan prosedur analisis. C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Modul ini dirancang sebagai bahan untuk melangsungkan pembelajaran maupun kerja mandiri. Untuk meningkatkan proses dan hasil belajar maka bagian ini diberi panduan belajar bagi siswa dan panduan mengajar bagi guru.

1

1.

Panduan Belajar bagi Siswa : a. Bacalah dengan cermat keseluruhan modul ini. b. Pahami isi masing-masing konsep yang ada pada modul c. Diskusikan dengan guru dan teman-teman tentang konsep yang belum dipahami hingga mendapat penjelasan. d. Jawab semua pertanyaan yang menguji penguasaan konsep, kemudian periksa hasilnya dengan kunci jawaban yang disediakan. Pelajari kembali apabila penguasaan konsep kurang dari 80%. Ingat kunci jawaban digunakan setelah anda mengerjakan soal, dan hanya digunakan untuk mengetahui pemahaman nyata anda. e. Lakukan semua kegiatan yang diberikan dengan mengikuti prosedur kerja dengan baik dan benar.

2.

Panduan Mengajar untuk Guru : a. Sebelum mempelajari dengan modul ini dilangsungkan, terlebih dahulu dipersiapkan bahan ajar dan OHT jika ada. Traspransikan mengenai elektrogravimetri. b. Tugaskan pada siswa untuk membaca modul secara berkelompok, hal-hal yang belum dipahami didiskusikan dan penjelasannya menggunakan media dari media transparan jika ada. c. Tugaskan pada siswa untuk menguji penguasaan konsep dengan cara mengerjakan soal-soal yang telah ada dalam modul, Bagi siswa yang belum menguasai soal minimal 80% maka tugaskan untuk mempelajari kembali isi modul. d. Siapkan panduan praktikum untuk melaksanakan analisis elektrogravimetri. e. Tugaskan kepada siawa untuk membentuk kelompok menjadi beberapa kelompok f. Demonstrasikan terlebih dahulu teknik pengerjaan elektrogravimetri hingga analisisnya. g. Tugaskan pada masing-masing kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan pada kegiatan praktikum h. Lakukan pemantauan saat siswa melaksanakan praktikum dan catat segala aktivitas siswa pada lembar observasi dan format sikap 2

i. Perhatikan kendala-kendala yang dihadapi siswa saat praktek selanjutnya berikan pengarahan kemudian catat pada lembar observasi j. Pantau kelemahan-kelemahan yang sering dilakukan baik kelompok maupun perorangan kemudian catat pada lembar observasi dan diskusikan penyelaesaiannya k. Lakukan evaluasi kemampuan siswa sesuai dengan sasaran yang ada pada modul ini baik dari aspek pengetahuan, penyelesaian soal, ketrampilan dan sikap. Untuk ketrampilan dan sikap , penilaian dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan aspek pengetahuan dalam penyelesaian soal dilakukan setelah pembelajaran selesai. l. D. TUJUAN AKHIR Tujuan akhir yang harus dicapai siswa setelah menyelesaikan modul ini tertuang dalam tabel berikut :

Kinerja yang diharapkan

Kondisi/variabel yang diberikan Terampil melaksanakan a. Konsep pengelolaan 1. Unit kompetensi ini kegiatan di laboratorium laboratorium menjelaskan pelaksanaan (P) dengan benar sesuai minimal 80 % kegiatan di laboratorium dengan SOP (A) yang dengan benar dilandasi persyaratan b. Menunjukkan kerja (K) proses kegiatan di 2. Dalam melaksanakan laboratorium kegiatan di laboratorium dengan benar dengan benar harus sesuai dengan persyaratan kerja dan tata tertib di laboratorium

Kinerja keberhasilan

3. Peralatan yang dipakai adalah peralatan gelas dan non gelas 4. Bahan yang dikgunakan adalah sampel, pelarut, dan pereaksi

3

Keterangan : K : Kognitif P : Psikomotorik A : Afektif E. KOMPETENSI Kompetensi Kompetesi Kode Waktu yang akan dicapai dalam modul ini mengacu pada : Melaksanakan Analisis Elektrogravimetri : KA.ANA. U.01. A : 84 jam @ 45 menit kurikulum SMK 2004 sebagai berikut :

Sub kompeten Kriteria kinerja si 1. Menyia 1. Sampel yang pkan akan diuji sampel dipersiapkan 2. Uraian dan keterangan bahan dicatat 3. Bahan dipersiapkan sesuai instruksi 4. Peralatan dipersiapkan sesuai denagn instruksi 2.Melakuk 1. Pencucian katoda an dalam HNO3 1 : 1 prosedur 2. Pemanasan kerja katoda sebelum elektrolisis 3. Penimbangan katoda sampai konstan 4. Mencatat hasil analisis 5. Pembersihan peralatan

Lingkup belajar 1.mengidentifi kasi bahan 2.peralatan keselamatan kerja 3.peralatan analisis 4.instruksi kerja

Sikap 1.mengidentifi kasi bahan dengan cermat 2.menggunaka n peralatan dan keselamatan kerja dengan benar 3.menggunaka n instruksi kerja dengan benar

Pengetahuan 1.Mendeskrisikap pembuatan sampel 2.Mendeskripsikan instruksi kerja 3.Mendeskripsikan penyimpanan alat 4.Mendeskripsikan rangkaian alat

Keterangan 1.Mengguna kan keselamatan kerja 2.Menentuka n perlatan analisis 3.Melaksana kan instruksi kerja

1.Teknik Pencucian katoda 2.teknik pemanasan 3.teknik penimbanga n

1.Menerapkan teknik analisis elektrogravime tri

1.Mendeskripsikan teknik Pencucian katoda 2.Mendeskripsikan teknik penimbangan katoda sampai konstan 3.Mendeskripsikan pembersihan alat dan penyimpanannya

1.Menerapka n teknik penetapan kadar Cu metode Elektrogravi metri

4

3.Melapor kan hasil pengujian

1.laporan disusun dalam format yang telah tersedia 2.Hasil analisis di laporkan kepada yang berwenang

1.Validasi data

1.Menyimpulk an hasil analisis 2.Melaporkan hasil analisis

1.Mendeskripsikan validasi data

1.Menyimpul kan hasil validasi Melaporkan hasil validasi

F.

CEK KEMAMPUAN Berikuit ini merupakan lembar pengecekan kemampuan sebagai alat

evaluasi diri. Isilah dengan sejujurnya dan apabila sebagian besar pertanyaan sudah Anda kuasai, maka Anda dapat mengerjakan soal atau minta pengujian kepada guru. Berilah tanda silang (X) sesuai dengan tingkat penguasaan.

No 1

Aspek yang harus dikuasai Pemahaman elektrogravimetri anda tentang analisis

Tingkat penguasaan

2

Keterampilan anda dalam menyediakan alatalat yang dibutuhkan

3 4

Ketrampilan anda dalam merangkai alat elektrogravimetri Ketrampilan Elektrode anda dalam menggunakan

5

Ketrampilan elektrolisis

anda

dalam

melakukan

6

Keterampilan Elektroda

anda

dalam

penimbangan

7

Keterampilan anda dalam membersihkan dan menyimpan alat

8

Keterampilan anda dalam menghitung hasil analisis

9

Keterampilan anda dalam menyimpulkan hasil analisis

10

Keterampilan anda dalam melaporkan hasil analisis secara tertulis dan secara lisan

5

BAB II PEMBELAJARAN

A. RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi : Melaksanakan Analisis Elektrogravimetri

Jenis Kegiatan

Tanggal

Waktu

Tempat Belajar

Perubahan dan Alasan

Tanda Tangan guru

KBM-1 a. Diskusi tentang : Pengertian elektrogravimetri, fungsi, serta alat yang digunakan. Cara perlakuan terhadap katoda sebelum dan sesudah digunakan KBM-2 a. Diskusi latihan tentang pengenalan alat, penggunaan dan fungsi alat elektrogravimetri b. Merangkai alat elektrolisis c. Diskusi tentang perawatan alat dan penyimpanan alat

6

B. KEGIATAN BELAJAR 1. Kegiatan Belajar I a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran I. Siswa diharapkan dapat :  Mendeskripsikan pengertian elektrogravimetri  Mendeskripsikan fungsi dari analisis elektrogravimetri  Mendeskripsikan elektrogravimetri  Mendeskripsikan cara perawatan alat-alat yang digunakan sebelum dan sesudah praktikum Sikap  Menggunakan alat-alat analisis elektrogravimetri sesuai dengan SOP  Bekerja di Laboratoriumkimia sesuai dengan SOP Ketrampilan  Menggunakan alat analisis elektrogravimetri sesuai dengan fungsinya masing-masing.  Menghitung hasil analisis alat-alat yang digunakan dalam analisis

b.

Uraian Materi Elektrogravimetri berdasarkan hasil adalah metode penentuan kadar ion/unsur

penimbangan berat zat yang mengendap pada salah satu elektrode pada reaksi elektrolisis terhadap larutan cuplikan.Pada reaksi elektrolisis ini, energi listrik akan diubah menjadi reaksi kimia. Reaksi yang terjadi pada elektrolisis bergantung pada: a. Sumber arus searah b. Jenis elektroda c. Larutan elektrolit Dalam bentuk yang biasa, elektrogravimetri melibatkan penyalutan suatu logam pada katode platinium yang telah ditimbang dan kemudian penimbangan kembali untuk menetapkan kuantitas logam itu. Penetapan tembaga merupakan contoh, sampel itu, barangkali suatu aliese tembaga, dilarutkan dalam asam nitrat, katode kasa platinium, yang telah dibersihkan 7

dalam asam nitrat, dibilas, dikeringkan dalam oven, dan itu ditimbang, kemudian dicelupkan kedalam larutan dan dibuat hubungan listrik dengan menggunakan sejenis jepitan. Voltase luar dinaikkan sampai ammeter itu menunjukkan suatu arus dan katode tampak kemerahan (dari tembaga). Akan tampak gelembung yang timbul dari anode. Dalam praktik, suhu dalam persamaan E applied tersebut dalam seksi diatas, tidak dapat dihitung dengan tepat. Kita semata-mata beranjak dengan gagasan kasar beberapa seharusnya Eapplied itu dan menambahkan sesuatu voltase ekstra untuk memastika bahwa elektrolisis itu berjalan. Pada akhir elektrolisis, katode diambil dari dalam larutan, sementara voltase luar masih dikenakan (untuk mencegah melarutnya kembali lapisan tembaga itu oleh kerja galvani). Katoda itu dibilas dengan air suling. Katode itu kemudian dicelupkan kedalam etanol atau aseton untuk memudahkan pengeringan; dikeringkan dengan cepat dalam oven untuk menghindari oksidasi pada permukaan tembaga dan akhirnya didinginkan dan ditimbang. Diinginkan medium asam nitrat untuk eksperimen diatas dengan menurunnya konsentrasi Cu2+ oleh elektrolisis, katode makin mejadi negatif sampai mulai reduksi nitrat. NO3 - + 10H + 8e NH 4+ + 3H2O

Ini menstabilkan potensial katode, yang kemudian manjadi tidak cukup negatif untuk mereduksi logam lain, seperti nikel, yang mungkin terdapat dalam sampel ( itu juga mencegah reduksi H+ , yang tak disukai dalam kasus ini karena pembebasan hidrogen yang terjadi bersama-sama itu, akan menyebabkan endapan tembaga menjadi seperti karet busa dan tak mau menempel). Beberapa istilah yang dipakai dalam analisis elektrogravimetri antara lain: sel volt dan sel elektrolisis. Suatu sel terdiri dari dua elektroda dan satu atau lebih larutan dalam wadah yang sesuai. jika sel itu dapat memberi energi listrik kepada suatu sistem luar ia disebut sel volta. Energi kimia diubah sedikit banyak dengan lengkap menjadi energi listrik, tetapi sebagian energi itu terbuang sebagai kalor (panas). Jika energi listrik itu diberikan dari suatu sumber luar, sel melalui mana yang mengalir dinamakan sel elektrolisis, dan hukum-hukum faraday menjelaskan perubahan utama pada elektorda-

elektroda. Suatu sel tertentu dapat berfungsi sesaat sebagai sel galvani dan 8

pada saat lain sebagai elektrolisis. Contoh yang khas adalah akumulator timbel atau aki. Selama suatu elektrogravimetri, sebuah sel galvani dibangun selagi produk-produknya terbentuk diatas elektroda-elektroda. Jika arus dimatikan, produk-produk ini cenderung menghasilkan suatu arus dengan arah yang berlawanan dimana arus elektrolisis dilakukan. Katoda adalah elektroda pada mana reduksi terjadi. Dalam sebuah elektrolisis, elektrode yang melekat pada terminal negatif dari sumber, karena elektron-elektron meninggalkan sumber dan masuk kedalam sel elektrolisis pada terminal tersebut. Katoda adalah terminal positif dari sebuah sel galvani, karena sel demikian menerima elektron-elektron pada terminal ini. Anoda adalah elektrode dimana oksidasi terjadi. Ini adalah terminal positif dari suatu sel elektrolisis atau terminal negatif dari suatu sel volta. Penetapan elektrogravimetri sederhana seperti diuraikan diatas, digunakan secara meluas untuk logam. Teknik itu sangat berhasil bila logam yang cukup mulia seperti tembaga atau perak harus ditetapkan dalam sampel yang konstitusi – konstitusi lainnya tak semudah H+ untuk direduksi. Ada dua metode elektrolisis diantaranya: 1. Elektrolisis lambat, tanpa pengadukan Elektrolisis dilakukan tanpa pengadukan dengan potensial 2 - 2,5 volt dan berarus sebesar kira-kira 0,3 amper dan dilakukan sebaiknya semalaman. 2. Elektrolisis cepat, dengan pengadukan Elektrolisis dilakukan dengan pengadukan dengan potensial 2-4 volt dan berarus sebesar kira-kira 2 - 4 amper dan elektrolisis dilakukan sampai selesai pengadukan mengakibatkan persediaan ion logam yang lebih dari cukup selalu ada didekat katoda itu dan akibatnya semua arus digunakan untuk pendepositan logam. Elektrode Ini umumnya dibuat dari platinium atau dari platinium – iridium, meskipun elektrode-elektrode titanium berlapiskan-platinium juga tersedia. Elektrode kasa lebih disukai karena mereka membantu dalam peredaran larutan, dan dengan demikian membantu mengurangi setiap kecenderungan menghabisnya elektrolit secara setempat. Elektroda yang khas dapat 9

diperlihatkan pada gambar Xll.8: (a) dan (b) menyatakan sepasang elektrode, dari mana yang sebelah dalam diputar, sementara yang sebelah luar terpasang tetap. (c) menyatakan sepasang elektrode lain, dimana kedua cincin –cincin

elektrode diam; sebuah tabung kaca disisipkan kedalam

diatas kawat penghantar dari elektrode sebelah luar dan kawat penghantar kedalam elektrode sebelah dalam melalui tabung ini.dengan elektrode finscer ini harus digunakan sebuah pengaduk dayung dari kaca yang independen, atau sebuah batang pengaduk magnetik.

PENGGUNAAN DAN PERAWATAN ELEKTRODA Elektroda harus bebas dari lemak, kalau tidak, tak akan diperoleh deposit yang melekat erat. Karena alasan ini sebuah elektroda tidak boleh disentuh pada permukaan pendepositan dengan jari, ia harus selalu ditangani pada kawat atau batang platinum yang melekat pada badan utamanya elektroda platinim mudah dibuat bebas-lemak dengan memanaskannya sampai merah dalam nyala api. Sebelum digunakan, elektrode harus dibersihkan dengan hati-hati untuk menghilangkan setiap deposit sebelumnya. Deposit-deposit tembaga , perak, kadmiun, merkurium, dan banyak logam lain dapat dihilangkan dengan merendam dalam asam nitrat encer (1:1), membilas dengan air, lalu mendidihkan dengan asam nitrat 1:1 yang masih baru, selama 5-10 menit, diikuti dengan pencucian terakhir dengan air. Tembaga dapat juga dihilangkan dengan memakai suatu larutan yang tersusun dari 20 g asam trikloasetat, 100 cm3 larutan amoniak pekat, dan 100 cm3 air. Deposit timbel dioksidasi paling baik dihilangkan dengan memakai asam nitrat 1:1, yang mengandung sedikit hidrogen peroksida untuk mereduksi timbel itu kebnetuk bivalennya. Bila elektrolisis telah lengkap, pengadukan dihentikan, dan piala elektrolisis direndahkan menjahui elektrode-elektrode sebelum memutuskan rangkaian, yang terakhir ini perlu, karena kalau tidak, elektrolit yang berkontak dengan elektrode dapat melarut sebagaian deposit. Elektrode dicuci segera dengan suatu aliran halus air suling yang diarahkan dengan merata sekeliling tepi-tepi atas kedua elektode dari dalam sebua botol pencuci ; maka 10-15 cm3 yang pertama akan mengandung boleh dikata semua elektrolit yang 10

terjadi menempel pada elektroda –elektrode. Tidaklah perlu menampung air cucian – cucian air berikutnya, dengan demikian mencegah pengenceran berlebih sisa larutan. Elektroda itu lalu dilepaskan dan dibilas dengan aseton murni, lalu dikeringkan pada 100-1100C semala 3-4 menit. Elektroda dengan depositnya ditimbang setelah didinginkan selama kira-kira 5 menit pada temperatur laboratorium. Tugas  Pelajari panduan percobaan dengan cermat  Siapkan alat-alat yang akan digunakan  Lakukan analisis sampel yang diberikan dengan metode Elektrogravimetri

Tes Formatif 1. Jelaskan pengertian elektrogravimetri ? 2. Sebutkan dua metode elektrolisis? 3. Mengapa elektroda/katoda tidak boleh disentuh pada permukaan pendepositan ? Kunci Jawaban 1. Elektrogravimetri adalah metoda penentuan kadar ion/unsur

berdasarkan hasil penimbangan berat zat yang mengendap pada salah satu elektroda pada reaksi elektrolisis terhadap larutan cuplikan. 2. Ada dua metode elektrolisis, diantaranya: a. Elektrolisis lambat, tanpa pengadukan b. Elektrolisis cepat, dengan pengadukan

3. Elektroda/katoda tidak boleh disentuh pada permukaan pendepositan dengan jari (tangan) unutk mencegah adanya lemak yang menempel. Karena jika terdapat lemak maka akan diperoleh endapan yang tidak melekat erat oleh sebab itu bagian elektroda yang boleh dipegang adalah bagian batang atau kawatnya dengan menggunakan sebuah penjepit.

11

Lembar Kerja Penentuan kadar Cu 2+ Metode Elektrogravimetri Peralatan yang dibutuhkan : 1. Elektroda Pt 2. Pengaduk listrik 3. Magnetik stirer 4. Eksikator 5. Oven listrik 6. Voltmeter 7. Batang pengaduk 8. Gelas kimia 400 mL dan 100 mL 9. Ampermeter 10. Pipet ukuran 10 mL 11. Botol semprot 12. Kabel + jepit 13. Penjepit cawan 14. Tegel putih 15. Penyanggah elektroda 16. Plat tetes 17. Pipet tetes 18. Tabung reaksi 19. Kaca arloji 20. Pipet seukuran Bahan yang dibutuhkan : 1. larutan H2 SO4 pekat
2.

larutan HNO3 pekat bebas NO2-

3. aquadest 4. Aseton 5. HNO3 1:3 6. Etanol 96% 7. K4 Fe(CN)6

12

Prosedur Kerja : 1. Celupkan katoda dalam HNO3 1:1 selama 2 menit, lalu dicuci dengan alkohol dan aseton 2. Memanaskan katoda didalam oven pada suhu 110oC, dinginkan dieksikator dan timbang. Pemanasan diulangi hingga didapat berat yang konstan. 3. Memipet 10 ml sampel Cu dan dimasukkan dalam gelas kimia 400 ml, dan tambahkan sedikit aquadest dan 1 ml HNO 3 bebas NO2 - dan 1 ml H2SO 4 pekat 4. Merangkai alat elektrolisis. 5. Melakukan elektrolisis pada 2-4 volt hingga seluruh Cu tereduksi sempurna 6. Melakukan tes kesempurnaan reduksi 7. Jika reduksi telah sempurna, kedua elektroda diangkat, dibilas dengan aquadest dan alkohol kemudian arus listrik dimatikan. 8. Memanaskan katoda tersebut pada suhu 110oC, didinginkan dieksikator dan ditimbang pemanasan diulangi hingga didapat berat yang konstan 9. Menghitung kadar Cu dalam sampel

13

BAB III EVALUASI

Jawablah dengan singkat dan jelas ! 1. Tuliskan reaksi yang terjadi pada anoda dan katoda pada elektrolisis tembaga! 2. Apa fungsi larutan HNO3 1:1 ? Jawaban : 1) Katoda : Cu2+ + 2e Anoda : 2H2O 2Cu2+ + 2H2 O

Cu 4H+ + O2 + 4e 2Cu + 4H+ + O2 + 4e x1

x2

2) Fungsi larutan HNO3 1:1 adalah melarutkan sisa endapan Cu yang menempel pada katoda. Pedoman penilaian

1. Evaluasi hasil belajar = aspek kognitif + aspek psikomotorik + aspek sikap 2. Bobot kognitif : psikomotorik : sikap = 30 % : 50 % : 20 % 3. Evaluasi kognitif diambil dari tes formatif ditambah evaluasi akhir 4. Evaluasi psikomotorik dan sikap diambil dari tugas dengan menggunakan format penilaian sebagai berikut :

14

Berilah tanda (√ sesuai dengan prestasi siswa )

No Kegiatan Baik (3)

Kualitas Kerja Sedang (2) Kurang (1)

1 2 3 4

Pengenalan alat yang digunakan Membersihkan alat Persiapan umum alat Rencana prosedur kerja dibuat sesuai

5 6 7 8 9

Penggunaan alat Pembacaan skala alat Mengukur volume larutan Mengurutkan tahapan kerja Menimbang sampel dan melarutkan

10 11 12 13

Memipet larutan Ketelitian kerja dan penetapan Meghitung hasil analisis Melaporkan hasil kerja

5. Dalam aspek kognitif modul ini harus dikuasai ≥80 % meliputi aspek psikomotorik dan sikap 90 % 6. Skor jawaban pada tes formatif adalah 1, jawaban salah adalah 0 7. Semua nilai kognitif, psikomotorik, dan sikap dikonversikan ke skala 0100 8. Nilai prestasi belajar (NPB) yaitu : NPB = 0,3 (rata-rata nilai kognitif) + 0,5 (rata-rata nilai psikomotorik) + 0,2 (rata-rata nilai sikap)

15

BAB IV PENUTUP

Sertifikat kompetensi melaksanakan analisis elektrogravimetri akan diberikam kepada peserta didik setelah semua komponen evaluasi

dilaksanakan dan mencapai kriteria yang ditetapkan. Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai kriteria yang ditetapkan maka wajib melaksanakan remedial. Komponen yang dimuat dalam sertifikasi meliputi aspek sikap (afektif), pengetahuan (koginitif), serta ketrampilan (skill) yang didapat peserta didik selama mengikuti pemelajaran. Sertifikat ini digunakan untuk melanjutkan pada tingkat kompetensi dan modul berikutnya.

16

DAFTAR PUSTAKA

Anderwood, A.L. 1992. Analisis Kimia Kuantitatif. Penerbit Erlangga: Jakarta. Basset, J. 1994. ”Buku Ajar Vogel Kimia Kuantitatif Anorganik”. Edisi Keempat: Jakarta. __________ . 2005. Bahan Ajar D3 Politeknik TECD Bandung. Khopkar, S.M. 2007. “Konsep Dasar Kimia Analitik”. Penerbit Universitas Indonesia: Jakarta.

17

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->