P. 1
About Kingdom Animalia

About Kingdom Animalia

|Views: 20,591|Likes:
Published by Dyah Palupi
Ini makalah saya tentang Kingdom Animalia : ) dibuat berdasarkan fungsi-fungsi yang terdapat dalam Microsoft Word, agak sedikit kurang lengkap dan tidak sempurna ..
Ini makalah saya tentang Kingdom Animalia : ) dibuat berdasarkan fungsi-fungsi yang terdapat dalam Microsoft Word, agak sedikit kurang lengkap dan tidak sempurna ..

More info:

Published by: Dyah Palupi on Dec 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

Taksonomi Linnaeus adalah suatu sistem klasifikasi ilmiah yang mengelompokkan organisme ke
dalam suatu hirarki. Sistem ini dirintis pada abad ke-18 oleh Carolus Linnaeus, seorang ilmuwan
Swedia, terutama melalui dua bukunya Systema Naturae dan Species Plantarum. Menurut sistem ini,
klasifikasi diawali dengan tiga kerajaan besar, yang selanjutnya dibagi lagi menjadi kelas dan ordo.
Ordo kemudian dibagi lagi menjadi genus dan selanjutnya spesies. Dia seorang ilmuwan Swedia yang
meletakkan dasar tatanama biologi. Ia dikenal sebagai "bapak taksonomi modern" dan juga
merupakan salah satu bapak ekologi modern.
Linnaeus ialah ahli botani yang paling dihormati pada masanya, dan ia juga terkenal dengan
kemampuan bahasanya. Linnaeus adalahi ahli Zoologi, botani dan juga seorang dokter.
Makalahnya mengenai taksonomi berjudul Systema Naturae. Di dalamnya, penggunaan deskripsi
resmi - physalis amno ramosissime ramis angulosis glabris foliis dentoserratis - diganti olehnya
menjadi nama genus-species yang ringkas dan akrab pada zaman sekarang - Physalis angulata - dan

6

penggolongan taksa lebih tinggi dibuat secara berurutan. Linnaeus adalah pelopor sisstem binomial
nomenklature atau sistem tata nama ganda.
Linnaeus meneruskan kerja dalam sistem klasifikasi serta memperluas pula pada Kerajaan (Regnum)
Hewan dan Kerajaan Mineral.
Sumbangan utama Linnaeus bagi ilmu taksonomi ialah pembuatan konvensi penamaan organisme
hidup yang diterima secara universal dalam dunia ilmiah—karya Linnaeus tersebut menjadi titik awal
tatanama biologi. Selain itu, Linnaeus mengembangkan, selama pengembangan besar pengetahuan
sejarah alam pada abad ke-18, hal yang sekarang disebut sebagai taksonomi Linnaeus, yaitu sistem
klasifikasi ilmiah yang kini digunakan secara luas dalam biologi.
Sistem Linnaeus mengklasifikasikan alam dalam hirarki atau tingkatan-tingkatan, dimulai dengan dua
"kerajaan" atau kingdom yaitu Animalia dan Plantae. Kerajaan dibagi ke dalam Kelas dan masing-
masing Kelas terbagi dalam Ordo, yang dibagi dalam Genera (bentuk tunggal: genus), yang dibagi
dalam Spesies. Di bawah tingkatan spesies, Linnaeus kadang menyebutkan takson yang tidak
diberinya nama (untuk tumbuhan, hal ini sekarang dinamai "varietas").
Linnaeus menamai taksa dengan sesuatu yang mengena pada ciri khusus taksa tersebut. Sebagai
contoh, manusia adalah Homo sapiens, tetapi ia juga menyatakan bahwa ada species manusia kedua,
Homo troglotydes (bermakna "orang goa", yang ia maksudkan untuk simpanse dan sekarang
ditempatkan dalam genus berbeda (bukan Homo) melainkan Pan troglotydes). Kelompok mamalia
dinamai berdasarkan kelenjar susu (mammae) karena salah satu definisi karakteristik mamalia adalah
bahwa mereka merawat bayinya. (Dari beberapa perbedaan antara mamalia dan hewan lain, Linnaeus
lebih memilih hal ini karena pandangannya pada pentingnya keberadaan induk betina.)
Hanya sistem pengelompokan hewan oleh Linnaeus yang masih tetap digunakan hingga kini, dan
pengelompokan itu sendiri sudah banyak berubah sejak dicetuskan oleh Linnaeus sebagaimana
prinsip-prinsip yang melandasi pengelompokan itu juga banyak berubah. Namun demikian, Linnaeus
tetap dianggap berjasa mengembangkan gagasan struktur hirarki klasifikasi yang didasari oleh sifat-
sifat teramati. Rincian dasar tentang hal yang dapat dianggap sah secara ilmiah untuk disebut 'sifat
teramati' itu sendiri telah berubah seiring bertambahnya pengetahuan (contohnya, DNA yang pada
masa hidup Linnaeus tidak dikenal telah terbukti bermanfaat dalam mengklasifikasikan dan
menentukan hubungan organisme hidup satu dengan lainnya), namun prinsip-prinsip dasarnya tetap
masuk akal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->