P. 1
Makalah Isolasi dari Daun Belimbing Wuluh

Makalah Isolasi dari Daun Belimbing Wuluh

5.0

|Views: 14,443|Likes:
Published by Tina Agustina

More info:

Published by: Tina Agustina on Dec 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

Kromatografi Kolom Konvensional

Kromatografi kolom merupakan metode kromatografi klasik yang

masih banyak digunakan. Kromatografi kolom digunakan untuk memisahkan

senyawa-senyawa dalam jumlah yang banyak berdasarkan adsorpsi dan

37

partisi. Kemasan adsorben yang sering digunakan adalah silika gel G-60,

kieselgur, Al2O3, dan Diaion. Cara pembuatannya ada dua macam : (14)

a. Cara kering yaitu silika gel dimasukkan ke dalam kolom yang telah diberi

kapas kemudian ditambahkan cairan pengelusi.

b.

cara basah yaitu silika gel terlebih dahulu disuspensikan dengan

cairan pengelusi yang akan digunakan kemudian dimasukkan ke dalam

kolom melalui dinding kolom secara kontinyu sedikit demi sedikit hingga

masuk semua, sambil kran kolom dibuka. Eluen dialirkan hingga silika gel

mapat, setelah silika gel mapat eluen dibiarkan mengalir sampai batas

adsorben kemudian kran ditutup dan sampel dimasukkan yang terebih

dahulu dilarutkan dalam eluen sampai diperoleh kelarutan yang spesifik.

Kemudian sampel dipipet dan dimasukkan ke dalam kolom melalui

dinding kolom sedikit demi sedikit hingga masuk semua, dan kran dibuka

dan diatur tetesannya, serta cairan pengelusi ditambahkan. Tetesan yang

keluar ditampung sebagai fraksi-fraksi.

Pelaksanaan kromatografi kolom

Dalam kromatografi lapis tipis, fase diam adalah lapisan tipis jel silika

atau alumina pada sebuah lempengan gelas, logam atau plastik. Kolom

kromatografi berkerja berdasarkan skala yang lebih besar menggunakan

material terpadatkan pada sebuah kolom gelas vertikal. (14)

Dalam laboratorium, seringkali dengan mudah digunakan buret biasa

sebagai kromatografi kolom. (14)

38

Penggunaan kolom

Anggaplah akan dilakukan pemisahan campuran dari dua senyawa

yang berwarna, yaitu kuning dan biru. Warna campuran yang tampak adalah

hijau. Larutan jenuh dibuat dari campuran dengan menggunakan pelarut

yang lebih disukai dalam kolom. (14)

Pertama kran penutup dibuka untuk membiarkan pelarut yang sudah

berada dalam kolom mengering sehingga material terpadatkan rata pada

bagian atas, dan kemudian tambahkan larutan secara hati-hati dari bagian

atas kolom. Lalu buka kran kembali sehingga campuran berwarna akan

diserap pada bagian atas material terpadatkan, sehingga akan tampak

seperti gambar dibawah ini: (14)

39

Selanjutnya tambahkan pelarut baru melalui bagian atas kolom, cegah

sedapat mungkin jangan sampai merusak material terpadatkan dalam kolom.

Lalu buka kran, supaya pelarut dapat mengalir melalui kolom, kumpulkan

dalam satu gelas kimia atau labu dibawah kolom. Karena pelarut mengalir

kontinyu, tetap tambahkan pelarut baru dari bagian atas kolom sehingga

kolom tidak pernah kering. (14)

Gambar berikut menunjukkan perubahan yang mungkin terjadi sejalan

dengan perubahan waktu. (14)

40

Penjelasan tentang apa yang terjadi

Senyawa biru lebih polar daripada senyawa kuning dan memungkinkan

mempunyai kemampuan berikatan dengan hidrogen. Hal ini dikarenakan

senyawa biru tidak bergerak secara sangat cepat melalui kolom. Itu berarti

bahwa senyawa biru harus dijerap secara kuat pada jel silika atau alumina

dibanding dengan senyawa kuning. Karena kurang polar, senyawa kuning

menghabiskan waktu dalam pelarut, sehingga keluar dari kolom lebih cepat.

(14)

Proses pencucian senyawa melalui kolom menggunakan pelarut dikenal

sebagai elusi. Pelarut disebut sebagai eluen. (14)

Bila yang diinginkan adalah senyawa biru saja

41

Setelah seluruh senyawa kuning selesai terkumpulkan, Pelarut yang

telah digunakan diganti dengan pelarut yang lebih polar. Ini akan mempunyai

dua pengaruh, keduanya akan mempercepat senyawa biru melalui kolom.

(14)

•Pelarut polar akan bersaing untuk mendapatkan ruang pada jel silika atau

alumina dengan senyawa biru. Beberapa ruang untuk sementara

dipergunakan oleh molekul-molekul pelarut pada permukaan fase diam,

tidak menyediakan molekul-molekul biru untuk melekat dan ini akan

cenderung menjaga pergerakannya dalam pelarut.

•Akan ada atraksi yang lebih besar antara molekul-molekul pelarut polar dan

molekul biru yang polar. Kecenderungan ini akan menarik molekul-molekul

biru menempel pada fase diam kembali pada larutan.

Pengaruh total yaitu dengan bertambahnya kepolaran pelarut, senyawa

biru akan menghabiskan waktu dalam larutan dan karenanya akan bergerak

lebih cepat. (14)

Jika Campuran yang Dimiliki Tidak Berwarna

Jika menggunakan kromatografi kolom untuk memurnikan produk

organik, mungkin produk yang diharapkan akan menjadi produk yang tidak

berwarna, meskipun satu atau lebih dari pengotor berwarna. Anggaplah

segala sesuatunya tidak berwarna. (14)

Ini bukan merupakan pekerjaan yang cepat dan mudah. Apa yang akan

dikumpulkan dan apa yang keluar dari bawah kolom dalam seluruh

rangkaian pipa yang berlabel. Bagaimana besar setiap sampel akan jelas

42

tergantung pada bagaimana besar kolom yaitu mungkin akan terkumpul

1cm3

atau 5cm3

sampel atau apapun itu besarnya yang sesuai. (14)

Maka kemudian akan dilakukan pengambilan setetes dari setiap larutan

dan membuatnya ke dalam kromatografi lapis tipis. Tetesan pada garis dasar

ditempatkan bersama dengan setetes senyawa murni dari senyawa yang

sementara dibuat. Dengan mengulangi pekerjaan ini, sampel dapat

diidentifikasi yang mana yang dikumpulkan pada bawah kolom yang

mengandung produk yang diinginkan dan hanya dibutuhkan. (14)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->