P. 1
Makalah Isolasi dari Daun Belimbing Wuluh

Makalah Isolasi dari Daun Belimbing Wuluh

5.0

|Views: 14,445|Likes:
Published by Tina Agustina

More info:

Published by: Tina Agustina on Dec 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

LABORATORIUM FITOKIMIA
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HASANUDDIN

LAPORAN LENGKAP
PRAKTIKUM ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF

ISOLASI FLAVONOID DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi)

OLEH

KELOMPOK V (LIMA)
GOLONGAN JUMAT SORE

1.MARDIA

N11107016

2.SASKIAH

N11107020

3.VYNZZIE GUNANANDA

N11107035

4.MULIYATI NUR

N11107057

5.ALFONS YAHYA I

N11107062

6.AGUSTINA

N11107077

7.WAN NOR FADZLINA

N11107083

ASISTEN
ICHSAN SAID, S.Si.

MAKASSAR
2009

1

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................i

DAFTAR ISI ............................................................................................ii

BAB I LATAR BELAKANG ......................................................................1
I.1Pendahuluan ................................................................................1
I.2Maksud dan Tujuan Percobaan ...................................................3
I.3Prinsip Percobaan .......................................................................3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................6
II.1Uraian Tumbuhan ........................................................................6
II.2Ekstraksi ......................................................................................9
II.3Metode Pemisahan ......................................................................30

BAB III METODE KERJA ........................................................................45
III.1Alat dan Bahan ............................................................................45
III.2Penyiapan Sampel ......................................................................45
III.3Ekstraksi dan Partisi Sampel .......................................................46
III.4Isolasi dengan Kromatografi Kolom Konvensional .......................47
III.5Isolasi dengan Kromatografi Lapis Tipis Preparatif ......................50
III.6KLT Dua Dimensi dan Multi Eluen ...............................................50

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .......................................................52

BAB V KESIMPULAN .............................................................................61
V.1Kesimpulan ..................................................................................61
V.2Saran dan Kritik ...........................................................................61

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................61

LAMPIRAN .............................................................................................iii
GAMBAR ............................................................................................iv
SKEMA KERJA ...................................................................................vii
HASIL DISKUSI …………………………………………………………….xiii

2

BAB I
LATAR BELAKANG

1.1Pendahuluan

Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah, baik

kekayaan fauna maupun kekayaan floranya. Tidak salah lagi bahwa di

Indonesia terdapat banyak tumbuhan yang beraneka ragam lengkap dengan

ciri khasnya masing-masing. Hal ini disebabkan Indonesia terletak di garis

khatulistiwa dengan iklim tropis sehingga tanahnya subur dan cocok untuk

berbagai macam jenis tanaman.

Berbicara mengenai obat, sumber penggunaannya dapat ditelusuri dari

budaya dan konsep kesehetan dari beberapa prinsip pandang. Di Indonesia

sendiri, landasan ilmiah konsep pengobatan tradisional belum di

dokumentasikan secara sistematis, namun manfaatnya telah dirasakan

terutama oleh masyarakat yang hidupnya jauh dari fasilitas modern.

Di Indonesia penggunaan obat tradisional yang lebih dikenal sebagai

jamu, telah meluas sejak zaman nenek moyang hingga kini dan terus

dilestarikan sebagai warisan budaya. Bangsa Indonesia yang terdiri dari

berbagai suku bangsa, memiliki keanekaragaman obat tradisional yang

dibuat dari bahan-bahan alami bumi Indonesia, termasuk tanaman obat.

Tidak sedikit masyarakat mengalihkan kepercayaan kepada produk-

produk kecantikan dan kesehatan dari bahan-bahan tradisional yang banyak

diproduksi. Apalagi fenomena ini didukung oleh banyaknya warisan resep

3

dari nenek moyang kita yang teruji khasiatnya dan kenyataan bahwa

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati jenis tumbuhan obat.

Manfaat keanekaragaman hayati tersebut bagi manusia sangat

beragam seperti sebagai obat, kosmetik, pengharum, penyegar, pewarna,

dan penghasil senyawa organik yang jenisnya dan jumlahnya tak terhingga.

Salah satunya adalah tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi).

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) merupakan tanaman yang memiliki

banyak kegunaan hampir disemua bagiannya karena memiliki banyak

kandungan komponen kimia seperti saponin, tanin, glukosida, kalsium

oksalat, sulfur, asam format, peroksidase pada batangnya, serta tannin,

sulfur, asam format, peroksidase, kalsium oksalat, kalium sitrat, flavonoid

pada daunnya, dimana diketahui bahwa komponen-komponen kimia tersebut

memiliki khasiat masing-masing.

Oleh karena itu, dilakukanlah percobaan isolasi senyawa bioaktif. Pada

praktikum ini, akan dilakukan pengisolasian senyawa flavonoid dari daun

belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi). Percobaan ini dilakukan atas dasar telah

diketahuinya kandungan senyawa flavonoid pada tanaman ini dan tujuan

untuk menentukan metode ekstrasi, isolasi dan pengidentifikasian pada

simplisia ini.

4

1.2Maksud dan Tujuan Percobaan

1.2.1.Maksud Percobaan

Mengetahui dan memahami cara-cara mengekstraksi, mengisolasi,

dan mengidentifikasi komponen kimia dari suatu tanaman atau bahan alam.

1.2.2.Tujuan Percobaan

1.

Menentukan metode ekstraksi simplisia daun belimbing wuluh

(Averrhoa bilimbi).

2.

Menentukan metode pemisahan atau isolasi komponen kimia dari

simplisia daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi).

3.

Menentukan metode identifikasi komponen kimia dari simplisia daun

belimbing wuluh belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi).

1.3Prinsip Percobaan

1.3.1Maserasi

pelarut organik akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam

rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dalam pelarut

organik tersebut sehingga terjadi perbedaan konsentrasi antara larutan zat

aktif di dalam sel dan pelarut organik di luar sel, maka larutan terpekat akan

berdifusi keluar sel dan proses ini berulang terus sampai terjadi

keseimbangan antara konsentrasi cairan zat aktif di dalam sel dan diluar sel.

1.3.2Ekstraksi Cair-Padat

Memisahkan satu atau lebih senyawa dengan menggunakan satu

pelarut dimana senyawa tersebut akan terdistribusi menurut tingkat

5

kepolarannya menggunakan magnetik stirrer atau sentrifus, dan yang tidak

larut akan membentuk endapan.

1.3.3Kromatografi Lapis Tipis

Adsorpsi yaitu pemisahan daya serap komponen kimia terhadap

adsorben (fase diam). Dan partisi yaitu komponen kimia bergerak naik

mengikuti fase gerak (eluen) dengan kecepatan yang berbeda tingkat

kepolarannya, hal inilah yang menyebabkan terjadinya pemisahan.

1.3.4Kromatografi Kolom Konvensional

Pemisahan suatu senyawa dari senyawa lain dalam suatu ekstrak,

dimana senyawa-senyawa itu akan terpartisi sesuai tingkat kepolarannya,

dimana fase diam yang digunakan adalah bubur silika kasar yang

dimampatkan pada kolom yang terlebih dahulu dimasukkan kapas untuk

mencegah silikanya turun, dan digunakan kertas saring agar proses partisi

dapat berjalan baik dan lebih selektif karena lewat pori-pori penggunaan

perbandingan eluen tertentu berguna untuk mempartisi ekstrak dan

digunakan dari yang paling nonpolar lalu paling polar agar proses pemisahan

lebih baik dan dibantu dengan bantuan gaya gravitasi.

1.3.5Kromatografi Lapis TIpis Preparatif

Adsorpsi dan partisi berdasarkan pada jumlah dan cara penotolan

cuplikan yang berkesinambungan yang memberikan hasil elusi berupa pita.

6

1.3.6Multi Eluen dan KLT Dua Dimensi

Prinsip dari multi eluen yaitu adsorpsi dan partisi dengan

menggunakan lempeng GF 254 sebagai fase diam dan beberapa

perbandingan eluen dengan tingkat kepolaran tertentu untuk mempertegas

dan memastikan adanya senyawa tunggal.

Sedangkan prinsip dari KLT dua dimensi adalah adsorpsi dan partisi

dengan menggunakan lempeng GF 254 sebagai fase diam dan

perbandingan eluen pada profil KLT dimana akan memperpanjang lintasan

noda (Rf) oleh menunjukkan senyawa tunggal.

7

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1Uraian Tumbuhan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->