P. 1
Modul Kelas XI Bahasa Sastra

Modul Kelas XI Bahasa Sastra

5.0

|Views: 26,147|Likes:
Published by Seni Asiati
Modul Pembelajaran Sastra
Modul Pembelajaran Sastra

More info:

Published by: Seni Asiati on Dec 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2015

pdf

text

original

Sebelum dipentaskan, naskah drama merupakan bagian dari karya sastra. Adapun saat
dipentaskan, karya tersebut berubah menjadi karya pementasan. Pementasan drama yang baik
bergantung pada kepaduan unsur dialog (pemain), sutradara, musik, sampai penata panggung.
Adapun dalam teknik pementasan yang berhubungan langsung dengan naskah adalah para
pemain itu sendiri yang diarahkan oleh sang sutradara. Agar berhasil mementaskan tokoh-tokoh,
para pemain harus dipilih secara tepat.
Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan oleh setiap calon pemain sebelum

mementaskan drama.

1. Pertama-tama naskah drama yang sudah dipilih itu harus dibaca berulang-ulang agar
semuanya dapat dipahami. Dari dialog para tokoh (dan penjelasan lain) dapat
diketahui watak tiap-tiap tokoh dalam naskah drama itu.
2. Setelah diketahui watak tiap-tiap tokoh, dipilih pemain yang cocok dan mampu
memerankan setiap tokoh.

Modul Sastra Kelas XI Bahasa SMA Yappenda By Seni Asiati

- 78 -

KOMPETENSI DASAR : 6. 1 Menganalisis pementasan drama berkaitan dengan
isi, tema, dan pesan

INDIKATOR

Mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik drama
Menentukan tokoh dan perannya
Menentukan konflik drama dengan menunjukkan data yang mendukung
Menentukan latar dan peran latar

3. Selain pertimbangan watak, perlu dipertimbangkan perbandingan usia dan perkiraan
perawakan (postur). Tokoh-tokoh yang tidak dijelaskan perawakannya, ditentukan
berdasarkan perkiraan saja. Kalau tokoh yang diperankan itu orang tua, sedangkan
pemainnya remaja, bisa diatur agar pemain remaja itu tampak tua. Caranya,
rambutnya dibuat memutih dengan diolesi bedak, wajahnya dibuat garis-garis hitam
hingga tampak keriput, memakai kacamata dan kumis palsu. Warna dan model
pakaian yang dikenakan juga disesuaikan dengan kepantasan bagi orang tua.
4. Kemampuan pemain menjadi pertimbangan penting pula. Sebaiknya, dipilih pemain
yang "pintar". Artinya, dalam waktu tidak terlalu lama berlatihnya, dia sudah bisa
memainkan tokoh seperti yang dikehendaki naskah.
Adapun bagi seorang sutradara, ia harus mempertimbangkan naskah yang akan
dipentaskan. Dalam hal ini, sutradara harus bisa merenungkan dan menafsirkan naskah. Ia harus
memikirkan bagaimana nantinya naskah diperankan. Seorang sutradara harus bisa
membayangkan bagaimana pemilihan tokoh, penentuan setting panggung, sampai tata rias yang
cocok untuk para pemain.

Hal lain yang harus diperhatikan saat pementasan drama adalah blocking (posisi tokoh di
atas pentas); tata busana yang dipakai para tokoh; tata panggung yang menggambarkan peristiwa;
serta tata bunyi dan tata lampu.
1.Posisi Tokoh di Atas Pentas (Blocking)
Dalam melakukan gerak kerja panggung, hal-hal berikut perlu diperhatikan dan
dilaksanakan.
a. Gerak panggung hanya dikerjakan kalau ada maksud dan tujuan.
b. Gerak panggung menarik perhatian penonton.
c. Gerak panggung boleh dikerjakan (dilakukan) sambil berbicara atau berurutan. Kalau
berbicara dulu lalu bergerak, yang diutamakan geraknya (gerakannya menjadi
kuat/menonjol). Kalau bergerak dulu lalu berbicara, yang diutamakan bicaranya
(kalimat yang diucapkan menjadi lebih berbobot dan bertenaga).
d. Gerak panggung hanya dilakukan dengan gerak maju, bukan gerak mundur atau
menyamping, kecuali ada alasan tertentu.
e. Gerak panggung yang cepat menunjukkan adanya sesuatu yang penting. Sebaliknya,
gerakan lambat menunjukkan kesedihan, keputusasaan, atau kekhidmatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->