P. 1
jenis-jenis perjanjian khusus

jenis-jenis perjanjian khusus

3.0

|Views: 24,656|Likes:
Published by trisumarto337481
almost done..hehehe
almost done..hehehe

More info:

Published by: trisumarto337481 on Dec 06, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2015

pdf

text

original

Pemberian kuasa ialah suatu persetujuan yang berisikan pemberian kekuasaan kepada

orang lain yang menerimanya untuk melaksanakan sesuatu atas nama orang yang memberikan

kuasa.

Cara memberikan kuasa:

1. akta resmi

2. surat bawah tangan

3. surat biasa

4. dengan lisan

5. dengan diam-diam (tanpa perjanjian)

Pemberian kuasa dapat dilakukan secara khusus, yaitu hanya mengenai satu

kepentingan tertentu atau lebih, atau secara umum, yaitu meliputi segala kepentingan pemberi

kuasa. Akibat dari perwakilan di tangan si kuasa diatur dalam pasal 1799 dan 1807. Dua-

duanya menentukan apabila antara si pemberi kuasa dan seorang ketiga ada terbentuk suatu

perjanjian menurut isi kuasa jang diberikan, maka trebentuklahsuatu perhubungan hukum

Perjanjian-Perjanjian Khusus yang ada Dalam Buku III KUH Perdata

38

langsung antara pemberi kuasa dan orang ketiga itu. Pasal 1799 menyebutkan Pemberi kuasa

dapat menggugat secara langsung orang yang dengannya si penerima kuasa telah melakukan

perbuatan hukum dalam kedudukannya dan pula dapat mengajukan tuntutan kepadanya untuk

memenuhi persetujuan yang telah dibuat.

Kewajiban-kewajiban si penerima kuasa:

1. Penerima kuasa, selama kuasanya belum dicabut, wajib melaksanakan kuasanya,

dan bertanggung-jawab atas segala biaya, kerugian dan bunga, yang timbul karena

tidak dilaksanakannya kuasa itu. Begitu pula, ia wajib menyelesaikan urusan yang

telah mulai dikerjakannya pada waktu pemberi kuasa meninggal dan dapat

menimbulkan kerugian jika tidak segera diselesaikannya.

2. Penerima kuasa tidak hanya bertanggung-jawab atas perbuatan-perbuatan yang

dilakukan dengan sengaja, melainkan juga atas kelalaian-kelalaian yang dilakukan

dalam menjalankan kuasanya. Akan tetapi tanggung-jawab atas kelalaian-kelalaian

orang yang dengan cuma-cuma menerima kuasa, tidaklah seberat tanggungjawab

yang diminta dari orang yang menerima kuasa dengan mendapatkan upah.

3. Penerima kuasa wajib memberi laporan kepada pemberi kuasa tentang apa yang

telah dilakukan, serta memberikan perhitungan tentang segala sesuatu yang

diterimanya berdasarkan kuasanya, sekalipun apa yang diterima itu tidak harus

dibayar kepada pemberi kuasa

4. Penerima kuasa bertanggungjawab atas orang lain yang ditunjuknya sebagai

penggantinya dalam melaksanakan kuasanya: 1?. bila tidak diberikan kuasa untuk

menunjuk orang lain sebagai penggantinya; 2?. bila kuasa itu diberikan tanpa

menyebutkan orang tertentu, sedangkan orang yang dipilihnya ternyata orang yang

tidak cakap atau tidak mampu. Pemberi kuasa senantiasa dianggap telah memberi

kuasa kepada penerima kuasanya untuk menunjuk seorang lain sebagai

penggantinya untuk mengurus barang-barang yang berada di luar wilayah

Indonesia atau di luar pulau tempat tinggal pemberi kuasa. Pemberi kuasa, dalam

segala hal, dapat secara langsung mengajukan tuntutan kepada orang yang telah

ditunjuk oleh penerima kuasa sebagai penggantinya

5. Penerima kuasa harus membayar bunga atas uang pokok yang dipakainya untuk

keperluannya sendiri, terhitung dari saat ia mulai memakai uang itu, begitu pula

bunga atas uang yang harus diserahkan pada penutupan perhitungan, terhitung dari

saat ia dinyatakan lalai melakukan kuasa

Perjanjian-Perjanjian Khusus yang ada Dalam Buku III KUH Perdata

39

6. Penerima kuasa yang telah memberitahukan secara sah hal kuasanya kepada orang

yang dengannya ia mengadakan suatu persetujuan dalam kedudukan sebagai

penerima kuasa, tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi di luar batas kuasa

itu, kecuali jika ia secara pribadi mengikatkan diri untuk itu.

Kewajiban-kewajiban pemebri kuasa:

1. Pemberi kuasa wajib memenuhi perikatan-perikatan yang dibuat oleh penerima

kuasa menurut kekuasaan yang telah ia berikan kepadanya. Ia tidak terikat pada

apa yang telah dilakukan di luar kekuasaan itu, kecuali jika ia telah menyetujui hal

itu secara tegas atau secara diam-diam

2. Pemberi kuasa wajib mengembalikan persekot dan biaya yang telah dikeluarkan

oleh penerima kuasa untuk melaksanakan kuasanya, begitu pula membayar

upahnya bila tentang hal ini telah diadakan perjanjian. Jika penerima kuasa tidak

melakukan suatu kelalaian, maka pemberi kuasa tidak dapat menghindarkan diri

dari kewajiban mengembalikan persekot dan biaya serta membayar upah tersebut

di atas, sekalipun penerima kuasa tidak berhasil dalam urusannya itu

3. Begitu pula, pemberi kuasa harus memberikan ganti-rugi kepada penerima kuasa

atas kerugian-kerugian yang dideritanya sewaktu menjalankan kuasanya, asal

dalam hal itu penerima kuasa tidak bertindak kurang hati-hati

4. Pemberi kuasa harus membayar bunga atas persekot yang telah dikeluarkan oleh

penerima kuasa, terhitung mulai hari dikeluarkannya persekot itu

5. Jika seorang penerima kuasa diangkat oleh berbagai orang untuk

menyelenggarakan suatu urusan yang harus mereka selesaikan secara bersama,

maka masing-masing dari mereka bertanggung jawab untuk seluruhnya terhadap

penerima kuasa mengenai segala akibat dari pemberian kuasa itu

6. Penerima kuasa berhak untuk menahan kepunyaan pemberi kuasa yang berada di

tangannya, hingga kepadanya dibayar lunas segala sesuatu yang dapat dituntutnya

akibat pemberian kuasa.

berakhirnya pemberian kuasa:

1. dicabut oleh pemberi kuasa (si kuasa menghendakinya)

2. si penerima kuasa menghentikannya

3. salah satu atau kedua belah pihak meninggal dunia, atau dinyatakan dibawah

curatele, atau dinyatakan pailit

4. pemberian yang diadakan untuk tenggang waktu tertentu, telah berakhir masanya.

Perjanjian-Perjanjian Khusus yang ada Dalam Buku III KUH Perdata

40

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->