P. 1
terapi anak

terapi anak

|Views: 143|Likes:
Published by amrifadzrin

More info:

Published by: amrifadzrin on Dec 06, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2015

pdf

text

original

Menjadi Orang Tua yang efektif bagi Anak-Anaknya tidaklah mudah.

Pendapat bahwa setiap Orang Tua akan secara reflektif dapat mendidik Anak-Anaknya, tidaklah benar. Menjadi Orang Tua cukup dengan naluri keayahan dan keibuan saja tidaklah tepat. Perlu suatu ilmu khusus yang menangani masalah tersebut yang dinamakan "Terapi Anak Bermasalah" atau secara umumnya bisa dinamakan "Terapi Anak". Bisa juga disebut ilmu yang menangani "Anak-Anak Bermasalah". Sebagai Orang Tua, walaupun Anaknya masih bayi sekalipun sudah diwajibkan mempunyai ilmu tersendiri untuk memprogram Anak-Anak agar tumbuh menjadi generasi yang takwa, sehat dan pintar. Disamping itu, untuk menangani problem "Anak-Anak Bermasalah" begitu rumit dan aneka macam, sehingga diperlukan ilmu Problem Solving tentang Anak-Anak. Tugas Orang Tua tidak sebatas memenuhi kebutuhan materi saja kepada Anak-Anak mereka melainkan juga berkewajiban membangun rohani dan pribadi Anak-Anak secara bersih dan sehat pula. Semoga Blog "Terapi Anak Bermasalah | Panduan Terapi Anak" ini bisa berguna bagi Orang Tua dan sebagai solusi dalam menghadapi Anak-Anak yang Bermasalah dalam Keluarga. Terima Kasih. @@@@@

TERAPI ANAK PENGGOSIP
Ada sementara orang yang mengatakan bahwa suka ngerumpi atau menggosip adalah bukan suatu masalah yang butuh penanganan secara terapis. Padahal dua penyakit itu sangat berbahaya bagi stabilitas masyarakat. Betapa banyak gara-gara gosip, membuat pecah persaudaraan, betapa sering gosip berkembang menjadi fitnah dan perkelahian. Karena itu Alloh telah memperingatkan dengan firmannya ; " Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. " ( Al-Hujarat : 12 ) Juga Rasulullah pernah menggambarkan nasib manusia yang suka ghibah :

" Saat aku dimi'rajkan, aku melewati kaum yang kukunya terbuat dari tembaga, ia menggarut-garut wajah dan dadanya. Aku bertanya ( kepada Jibril ) : " Siapa mereka ? " Ia menjawab : " Mereka adalah pemakan daging manusia, ( maksudnya ) suka " memakan ( menggoip ) orang lain : berguguranlah kehormatan mereka. " Betapa besar akibat gosip sehingga Al-Qur'an dan hadits memberi peringatan yang sangat keras agar manusia meninggalkan perilaku tercela itu. Seseorang yang suka ngerumpi, menggunjing, menggosip sangat jauh dari ajaran Islam yang bersih, seolah-olah ruh Islam musnah dari kepribadiannya. Pembahasan mengenai " gosip " atau " ghibah " secara umum dijadikan pendahuluan sebelum pada topik intinya yang berkenaan dengan anak. Saya nasihatkan kepada mereka jangan suka menggosip, menggunjing, ngerumpi yang dalam istilah Islam Ghibah atau Namimah, agar perbuatan buruk ini tidak ditiru oleh anak-anak. Mereka harus ditunbuhkan secara Islam yang sehat. Mengapa nasihat itu saya tekankan ? Karena kadang-kadang seseorang terbawa situasi secara tidak sadar. Misalnya disuatu resepsi atau pertemuan. Mula-mula Anda cuma basa-basi untuk mencari bahan pembicaraan, namun lama-lama merasakan asyiknya Anda tidak sadar bahwa menggunjing adalah

perbuatan yang tidak mulia ini akan diganjar dengan siksa yang besar. Kawan yang sejati adalah yang membela kawannya dari pergunjingan. Walau sikawan tidak berada ditempat. Rasulullah berpesan : " Siapa yang membela kehormatan saudara semuslim, ia berhak terlepas dari jilatan api neraka. " Bersambung ........

TERAPI ANAK LEMAH
ARTIKEL TERAPI ANAK LEMAH DALAM PENYUSUNAN, MOHON MAAF.

TERAPI ANAK JAHAT
ARTIKEL TERAPI ANAK JAHAT DALAM PENYUSUNAN, MOHON MAAF.

TERAPI ANAK TUNGGAL
Saya baru saja berkenalan dengan seseorang. Saya perhatikan ia begitu gelisah. Setelah berbincangbincang tahulah saya bahwa ia sedang mencemaskan putranya. Ia mengeluhkan tentang nilai pelajarannya yang menurun, fisiknya lemah dan suka sakit-sakitan. "Apakah putramu anak tunggal ?" tanyaku menebak. "Benar ... tapi bagaimana Anda menerka demikian ?" "Saya tahu dari rasa gelisah Anda dan pembicaraan Anda terus-menerus tentang dia saja" jelasku. "Sungguh ... putraku merupakan harapan satu-satunya bagiku dan bagi ibunya. Dialah permata hati. Kami selalu kawatir pada setiap musim semi berakhir. Bila ia mengeluh sakit kasi sangat gugup, gelisah was-was, jantung kami jadi berdebar." ungkapnya. "Maukah Anda bercerita tentang ulah putra Anda ?" pintaku. "Tentu ..." "Dia itu ... seperti penguasa yang absolut. Jika salah satu saja keinginannya kita abaikan, ia akan meradang dengan berbagai cara. Ia pura-pura sakit, bahkan jatuh pingsang ... lalu marahnya bangkit dan menggebrak-gebrak, bisa diatasikah dia ?" tanya bapak itu. Sebelum ia melanjutkan ceritanya aku menyela, "Tunggu sebentar ... coba aku teruskan mgengenai ulah putra Anda. Ia pasti mogok makan hanya karena ada masalah kecil saja, jiwanya labil dan wataknya emosional, tubuhnya kurus, tidurnya tidak nyenyak, jika sakit tak mau minum obat, jika ngambek sukar dibujuk, logikanya pendek karena terlalu dipenuhi tuntutannya, ia suka ngambek .... , analisku. "Cukup ... cukup ...! Anda mengungkap wataknya seolah-olah telah mengenalnya. Bagaimana Anda tahu detil seperti itu ?" heran si ayah itu. "Gejala seperti itu tidak mengherankan lagi. Begitulah rata-rata temperamen anak semata wayang. Karakternya mudah dikenali dan sering ciceramahkan oleh banyak psikolog." kataku. "Apakah para psikolog tersebut mempunyai kiat khusus untuk mengatasi dan mendidik anak tunggal ?" tanya bapak tersebut. "Terapinya ada ditangan Anda sendiri." jawabku. "Bagaimana caranya ?" desaknya. "Kunci pertama adalah beriman kepada Allah dengan pasrah dan tawakal kepada-Nya. Setelah itu tunaikan kewajiban-kewajiban Anda berdua sebagai seorang bapak dan ibu. Pikirkan lalu putuskan kemungkinan-kemungkinan kabaikan bagi putra atau putri Anda. Jangan terlalu berlabihan dalam

menunjukkan kasih sayang. Kendalikan diri dari tuntutan-tuntutannya yang tidak masuk akal." terangku. Si ayah itu menangis, entah mengapa, lalu ia bertanya, "Bila kami tidak mampu tegas terhadapnya, adakah cara lainnya ?" "Jika Anda berdua tidak mampu tegas dengan satu-satunya buah hati Anda, maka kirimkanlah ia ke pondok pesantren untuk mendapatkan pendidikan kepribadian, kemndirian dan kedisiplinan secara intensif. Bila Anda berdua masih juga tidak tega, titipkan kepada famili terdekat sehingga ketergantungan terhadap orang tua bisa diatasi. Di pondok pesantren atau di rumah kerabat terdekat, ia akan tumbuh normal seperti anak-anak yang lain. Sebab tidak ada lagi yang memanjakannya. Ia terpisah dari lingkungan semula, lalu tumbuhlah rasa percaya pada diri sendiri. Setelah percaya diri ini tumbuh semakin kuat, ia boleh Anda ambil kembali. Jika BNapak dan Ibunya bersikeras, enggan melakukan ketegasan semacam ini, putra atau putri Anda berada diambang bahaya, baik itu bagi dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat. @@@@@

TERAPI ANAK KABUR DARI RUMAH
Banyak kasus anak yang kabur dari rumah maupun dari sekolahnya lalu hidup menggelandang dan keluyuran di jalanan, di supermarket dan bertempat tinggal di sembarang tempat di alam bebas ini. Mengapa terjadi perilaku yang demikian itu ? Karena sanksi berat dari orang tua atau dari gurunya.

Betapa berbahayanya bila terkena razia lalu ditempatkan dipenampungan anak-anak nakal, sebab justru di tempat itulah bahaya siap menghadang. Di antara yang ada dipenampungan mungkin terdapat orangorang kriminal dan di pusat rehabilitasi tersebut mereka bisa mempengaruhi anak-anak lain yang masih polos atau belum terkontaminasi oleh moral yang buruk. Kebiasaan lari dari rumah bila tidak ditangani secara therapis oleh para orang tua dan phsikiater, akan berkembang menjadi problem yang sangat komlek dan membuahka kejahatan. Salah satu ekses dari perilaku yang demikian adalah kesukaan berbohong, suka menyerang dan mungkin terjebak pada kejahatan mencuri. Sebab-musabab seorang anak kabur dari rumah, antara lain ;

1. Melihat Bakat Petualangan Bila melihat anak memiliki kecenderungan menyukai alam bebas yang pemandangannya indah, maka ia pasti suka pada petualangan alam seperti panjat tebing , naik gunung, olah raga yang bersentuhan dengan alam bebas dan sebagainya. Ini suatu bakat yang perlu penyaluran. Bahkan bisa ditambah dengan kegiatan peduli ligkungan, enghijauan dan sebagainya yang disamping bersifat petualangan sekaligus bersifat ilmiah. Banyak keluarga Barat banyak mendirikan klub-klub widya wisata yang merupakan gabungan antara rekreasi dan minat ( bakat ) para peserta. Kegiatan ini angat positif untuk mengisi waktu liburan sekolah. Jika klub-kub seperti ini tidak dimanfaatkan, anak akan mengalihkan kecenderungan pada kekerasan. Para guru, instruktur dan orang tua bisa menyodorkan buku petualangan untuk memberi semangat dan arah pada si anak. 2. Kepekaan Jiwa Usia Anak-anak. Anak-anak memiliki jiwa yang peka terhadap perlakuan buruk yang ia erima. Bila hak asasinya

ditekan, mereka akan cepat bereaksi, lalu kaburlah ia dari rumah untuk menghindari rasa sakit hati dan ketersinggungannya. Bersikaplah lemah lembut dan menghormatinya sebagai manusia yang perlu kemandirian dalaj memutuskan segala sesuatu. Perlakukan anak-anak dengan baik dan adil. Perbaiki sikapnya dengan bijaksana, obatilah keburukan-keburukannya seperti seorang dokter terhadap pasiennya. Pakailah acuan-acuan yang ada pada buku-buku pandua psikologi anak. 3. Ada Suatu Kebencian Atau Permusuhan. Penyebab anak kabur dari rumah bisa disebabkan juga karena dirumah ataupun disekolahnya ada seorang yang dibencinya. Terutama disekolah sering terjadi persaingan dan permusuhan. Hal ini bisa memicu perkelahian. Bila situasi ini tidak segera dierai, maka salah satu pihak merasa harus keluar dari sekolah. Disamping itu metode dan cara-cara pengajaran tidak sesuai dengan bakat si anak sehingga mereka sangat tertekan, merasa sangat bodoh dan was-was akan sangsi yang akan diterimanya. Semuanya itlah yang membuat anak kabur dari bangku sekolahnya. Bagaimana penanganannya ?

Bila situasi rumah yang menjadi pemicunya kepergiannya, maka sudah seharusnya orang tua menciptakan kedamaian dirumah, jauhkan dari keributan dan pertengkaran antar anggauta keluarga. Bila situasi sekolah yang menjadi pangkal permasalahannya, hendaknya guru-guru instropeksi diri tentang cara pengajaran yag manuju arah metode yang bisa diterima oleh anak didiknya. Selaraska metode belajar dengan kebutuan hidup secara luas. 4. Tidak Menerima Kenyataan. Bisa juga jiwa si anak tidak mau menerima kenyataan hidup, ia memimpikan kehidupan yang serba enak, makanan lezat dan segala kebutuhan selalu terpenuhi. Ia kabur dari rumah dengan harapan bahwa, diluar rumah bisa makan kenyang walaupun harus dengan berbagai cara yang ditempuhnya. Orang tua perlu memperhatikan masalah ini. Berikan kepada anak-anak yang menjadi kebutuhannya, walaupun dalam bentuk yang sederhana. Dalam problem seperti ini pun pemerintah berkewajiban memberikan santunan kepada keluarga yang belum mampu. Sebab merekapun termasuk unsur masyarakat yang penting juga. Jika mereka baik akan membawa dampak sosial yang baik juga. Sebaliknya jika kaun dhuafa rusak, akan mengganggu setabilitas sosial yang lebih parah lagi. Alangkah indahnya yang telah dipraktekkan olah Islam, dengan membangun lembaga pengumpulan dana untuk khusus bagi anak-anak miskin. Nampaknya anggaran negara tidak memberi bagian untuk penyantunan anak-anak miskin secara memadai. Ini perlu dicarikan jalan keluarnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->