P. 1
Bab5 Kompresor Dan Kondensor

Bab5 Kompresor Dan Kondensor

|Views: 2,115|Likes:

More info:

Published by: antonius-krisna-7084 on Dec 07, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

BABV

KOMPRESOR dan KONDENSOR

5.1 Kompresor

5.1.1 Beherapa Jellis KompreJor

Kompresor dapat dibagi dalam dua jenis utama, yaitu kompresor positif dimana gas diisap masuk kedalam silinder dan dikompresikan; dan jenis kompresor noopositi( dimana gas yang diisap masuk dipereepat alirannya oleh sebuah impeler yang kemudian mengubah energi kinetik untuk menaikkan tekanan.

1. Penggolongan berdasarlam metode kompresi :

- (Kerja tunggal ) (Kompresor torak, bolak balik), - (Kerja ganda)

Metoda kompesi positif

(Kompresor torak tingkat ganda, bolak balik)

(Kompresor putar) (Kompresor sekrup)

t Kompresor centrifugal satu tingkat Metoda kompresi sentrifugal (Kompresor sentrifugal tingkat ganda)

2. Penggolongan menurut bentuk -Jenis vertikal

-Jenis horisontal

-Jenis silinder banyak (jenis -V,jenis -W, danjenis -VV) 3. Penggolongan menurut kecepatan putar

-Jenis kec.epatan rendah

-Jenis kecepatan tinggi

4. Penggolongan menurut gas refrigeran -Kompresor ammonia

-Kompresor freon

32

-Kompresor C02

5. Penggolongan menurut konstruksi -Jenis terbuka

-Jenis hermatik

-Jenis semi hermatik

nerilrut ini akan diberikan penjelasan secara' garis besar mengenai beberapa kompresor yang banyak digunakan pada waldu ini.

5.1.2. Kompresor torak kecepatan tincci bersiJinder banyak

Kecepatan putar yang tinggi dipergunakan apabila diperlukan kapasitas yang lebih besar,namun pada kompresor torak yang konveosional kecepatan putar tersebut ada batasnya. Hal itu disebabkan karena terbatasnya kekuatan material dan teljadinya getaran yang disebabkan oleh bagian mesin yang bergerak bolak balik. Kecepatan putar kompresor berkisar antara 900 - 1800 rpm dan untuk memperoJeh kapasitas yang lebih besar dipakai kompresor yang bersilinder banyak. Gambar 5.1 menunjukkn jenis kompresor yang banyak digunakan pada waktu ini. Meskipun demikian, banyak juga diperlukankompresor berukuran kecil dan sedang. Daya penggerak antara kompresor berkisar antara 3,7 sampai 200 kw ..

1. KaIUp peDUIup

peda pipa isap

2. SariDpn isap

3. SiIinder 4.Pepst_ S. Toral

6. Katup penutup pada pipa buana

7. PuIi aJur·V .1. Setat paras

9. Poroc Clllkol

10. Pompa miayat II. Katup keamanaD

Gbr. 5-1 Konstruksi kompreser torek (silender ganda) kecepatan tinggi -

33

6. Keausan cincin torak, bantalaa, dan sebagainya terjadi karena kecepatan dan beban yang tinggi.

7. Kerusakan minyakpelumas terjadi karenatemperatur kerjayangtinggi.

8. Apabila dipergunakan perbandingan kompresi yang tinggi , maka kemampuan akan turun dan kerugian dayanya bertambah besar karena efisiensi volumetriknya akan turnn.

5.1.3. Kompresor Semi Hermetik.

Pada kompresor semi hermetik listrik dibuat menjadi satu dengan kompresor. Jadi rotor motor listrik tersebut berada di dalam perpanjangan ruang engkol dari kompresor tersebut. Dengan jalan demikian tidak diperlukan penyekat poros, sehingga dapat dicegah terjadinya kebocoran gas refrigeran. Di samping itu, konstruksinya lebih kompak dan bunyi mesin lebih haJus.

Namun demikian, perlu diperhatikan agar dipergunakan isolator listrik (motor listrik) yang sebaik-baiknya, yaitu tahan terhadap pengarub refrigeran. Untuk hal tersebut, gas refrigeran freon sangat tepat, sebab selain tidak merusak isolator listrik, gas freon juga memiliki sifat mengisolasi.

Pada waktu ini, kompresor semi hermetik untuk gas refrigeran freon dibuat sampai kira-kira 40 kW. Dari segi konstruksinya, kompresor semi hermetik juga dapa! dibuat berselinder banyak, dengan momen putar start yang rendah, seperti terlihat pada gambar (5-2).

5.1. ... Kompresor Hermetik.

Pada dasarnya, kompresor bermetik hampir sarna dengan kompresor semi hermatik perbedaannya hanya terletak pada cara penyambungan rumah (baja) kompresor dengan stator motor penggeraknya. Pada kompresor hermatik dipergunakan sambung alas, sehingga rapat udara, seperti terlihat pada gambar 5-3. Pada kompresor semi hermatik dengan rumah terbuat dari besi tuang, bagian-bagian penutup dan penyambungannya masih dapat dibuka Sebaliknya dengan kompresor hermatik rumah kompresor dibuat dari baja dengan pengerjaan las, sehingga baik kompresor maupun

34

CD (i)"

@

No Nama Material
1 Tutup kepala silinder Besi luang
2 Kepela silinder Baja khusus
3 Flens dari pips buang Baja
4 Sihnder Besi luang
5 Torak Besi luang
6 Pena torak Baja khusus
7 Pompa rod. gigi BaJ8 luang
8 Logam bantalan Logan> putih
9 Sarinpn mID yak pelumas KawaI kuningan
10 BaWlg penghubung Baja khusus
11 Poros engko! BaJ8
12 Beban keseirnbangan Besi luang
13 Bantalan utama Logan> putih
14 Rumah engkol (ruang engkol) Besi tuang
15 Tutupmotor Besi tuang
16 Saringan gas masuk Kawai kurungan
17 Tutup Baja
18 Flens dan pipa isap Baja
19 Motor
20 Terminal hstri],
21 Tutup terrmnal Baja
22 Kepala pengarnan Baja Gbr. 5.2Penampangkomprescr serni-herrnatik

35

Perbedaan konstruksi antar kopresor yang kecepatan rendah dan kecepatan tinggi bersilinder banyak ada beberapa hal sebagai dibawah ini

(1). Mek.anisme k.atup

Dengan naiknya kecepatan putar, maka dipakai katup yang ringan, misalnya katup petal Hal ini disebabkan karena katup, seperti yang biasa dipergunakan pada motor bakar torak adalah terlalu berat. Katup pelat dapat secara cepat mengikuti gerakan torak, sehingga prestasinya lebih baik dan dapat diandalkan.

(2). Penyek.at poros

Dengan naiknya kecepatan poros engkol, dipergunakan penyekat mekanikal dan bukan sejenis penyekat paking,

(3). Pelnmasan

Minyak pelumas dialirkan ke ba.gian-bagian mesm secara paksa, dengan menggunakan pompa minyak pelumas.

(4). Pelepas tekanan

Pelepas tekanan dipasang didalam silinder utnuk meringankan start dan mengatur kapasitas kompressor. Pelepasan tekanan itu dijalankan oleh pengatur kapasitas dengan menggunakan tekanan minyak pelumas.

Ciri-ciri kompressor bersilinder banyak kecepatan tinggi adalah sebagai berikut :

1. kecil dan ringan

2. memerlukan pondasi yang sederhana karena getarannya lebih kecil

3. memungkinkan penggunaan pelepas tekanan dan idak diperlukan momen putar start yang lebih besar

4. kapasitas refrigerasi dapat diatur secara otomatikn

5. memungkinkan perputaran komponen yang dipergunakan pada setiap silinder, kapasitas kompressor dapat dirancang dengan menggunakan kapasitas yang tersedia, sehingga dapat diperoleh kompressor dengan 4, 6, 8, 12, 16 silinder, sesuai dengan keperluan, Oleh karena itu dapat diperoleh kompressor dengan harga yang lebih murah.

36

motor listrik tak dapat diperiksa tanpa memotong rumah kompresor oleh karena itu komponen dari kompresor hermatik haruslah terpercaya dan dapat diandalkan.

Kompresor hermatik biasanya dibuat untuk unit berkapasitas rendah, sampai 7,5 kWaltGambar 5.3 memperlihatkan suatu kompresor putar hermstik

Sementara itu, ada kecendrungan menggunakan motor listrik putaran tinggi dengan duapool(3000rpm:50Hz, atau 3600 rpm: 60 Hz) sebagai pengganti motor listrik empat-pool (1500 rpm: 50HZ; atau 16800 rpm: 60 Hz)

Gambar 5.3 kompresor pillar hennatik

5.1.5. Kapasitas kompresor

Kapasitas refrigerasi dari sebuah mesin refrigerasi tergantung pada kemampuan kompresor memenuhi jumlah gas refrigeran yang perlu disirkulasikan.

Kapasitas kompresor biasanya dinyatakan dengan volume gas yang diisap per satuan waktu (m3/jam)

(1) untuk kompresor torak, secara teori kapasitas kompresor dapat dinyatakan sebagai

V=(7tl4)x D2XLx zx n x60 (m3/jarn)

di mana,

D =: diameter silinder (m)

37

L = panjang langkah torak (m) z = jumlah silinder

n = jumlah putaran poros per menit

(2) Untuk kompresor putar (positif),lihat juga gambar 5-4)

Gambar 5-4 Volume langkah torak dari kompresor putar.

v = (1t/4) X (D 2 -d 2)x L X z X n X 60 ~ m 3 I Jam)

Di mana,

D = diameter-dalam dan silinder rumah (m)

d = diameter-Iuar dari silinder rotor (torak berputar) (m) t = tebal silinder (m)

z = tumlah silinder

n = jumlah putaran rotor per menit

5.1.6. Proses kompresi

Ada tiga macam proses kompresi yang kita kenal, yaitu kompresi isotermal, kompresi politropik, dan kompresi adiabatik.

(1) Kompresi Isotermal

Dalam kompresi isotermal, temperatur gas tidak berubah, sehingga temperatur gas pada akhir langkah kompresi sarna dengan temperatur gas pada awal kompresi. Dalam hal ini kenaikan temperatur gas dapat dicegah, karena panas yang timbul selama proses kompresi, segera diserapsempurna oleh fluida pendinginan melalui dinding silinder. Namun demikian, proses kompresi isotennal sukar dilakssnakan,

38

Tetapi, dengan kompresi isotermal kerja yang diperlukan adaJah yang paling rendahjika dibandingkan denganjenis proses kompresi yang lain. Hubungan antara

Di mana,

P = tekanan gas (absolut ) (kglcm2 abs) V = volume gas (m')

Sedangkan subskrip 1 dan 2, berturut-turut menyatakan kondisi gas pada awal dan akhir proses kompresi

(2) Kompresi Politropik

Dalam kompresi politropik temperatur gas setelah kmpresi lebih tinggi daripada temperatur gas pada awal langkah kompresi, meskipun selama proses tersebut berlangsung terjadi perpindahan kalor dari silinder ke sekitamya Kompresi gas refrigeran di dalam kornpresor, dalam keadaan sebenarnya, kira -kira meadekati proses politropik tersebut dimas. Kerja yang diperlukan untuk kompresi politropik lebih besar dari pads. untuk kompresi isotermal, tetapi lebih rendah dari pada untuk kompresi adiabatik.

Disamping itu, kenaikan tekanan yang diperoleh dengan kompresi politropik lebih besar daripada dengan kompresi isotermal, lebih rendah daripada dengan kompresi adiabatik

Untuk kompresi pJitropik, hubungan antara tekanan dan volume pada awal dan akhir proses kompresi adalah sebagai berikut :

Dimana:

n= eksponen : 1 < n < (Cp/Cv)

Cp = kalor spesifik tekanan konstan Cv = kalor spesifik volume konstan

39

(3) Kompresi Adiabatik

Proses kompresi adiabatik adalah proses kompresi tanpa perpindahan kalor dari gas dan sekitarnya, yaitu dengan jalan memberikan isolasi panas secara sempurna pada dinding silinder, Dengan kompresi adiabatik, temperatur gas akan naik dan lebih tinggi dari padakenaikan yang terjadi dengan kompresi politropik.

Disamping ito, dengan kompresi adiabatik kerja yang diperlukan untuk kompresi akan lebih besar, tetapiakan diperoleh kenaikan tekanan yang lebih tinggi. Hubungan antara tekanan dan volume pada awal langkah kompresi dan pada akhir kompresi dapat dinyatakan sebagai

Dimana:

k = (Cp/Cv) = konstanta adiabatik

Proses kompresi di dalam kompresor, dalam kenyataannya bukanlah kompresi adiabatik maupun kompresi isotermal, akan tetapi kompresi politropik. Namun, karena prosesnya mendekati kompresi adiabatik, maka dalam perhitungan dengan menggunakan diagram mullier proses kompresi tersebut dianggap adiabatik

5.1.7. Siklus Kerja Kompresor

Apabila gas refrigeran diisap masuk dan dikompresikan di dalam silinder kompresor mesin refrigerasi, perubahan tekanan gas refrigen terjadi sesuai dengan perubahan volume yang diakibatkan oleh gerak torak didalam silinder tersebut

Gbr 5.5 menunjukkan perubahan tekanan gas di dalam silinderselama langkah uap dan langkah kornpresi.

(1) Langkah Isap

1) Pada waktu torak berada di titik mati atas (titik A) katup buang dan katup isap ada dalam keadaan menutup. Kemudian, pada waktu torak mulai bergerak dari titik mati atas (TMA) ke titik mati bawah (1MB) katup isap akan membuka,

2) Selama gerakan torak dari TMA ke titik B, gas yang ada di dalam silinder akan berexpansi, tetapi gas sebenarnya baru terisap masuk ke dalam silinder

40

setelah tekanan dalam silinder tersebut turun mencapai tekanan penguapan. Oleh karena ito, selama gerakan torak dari titik A ke titik B, tida etrjadi pengisapan, (langkah bebas; idle stroke)

3) Maka barn setelah torak mencapa titik B dan meneruskan gerakannya menuju TMB (titik C), gas refrigeran mulai diisap masuk ke dalam silinder. Pada waktu torak berada di T.MB katup isap menutup dan proses pengisapan gas

refrigeran seless-.

Lanlllah komprcsr pe mbuangan

~1 ----r Katup isap

-I:- tertutup

Ll- L Tor_I: ada di TMB

~~j ·2 ·~E [_

·5 1===·4---i

~~{ f -~

'3 L L_ ·6

Volume SI$.8

"7

Tekanan

t

Tcl(l'1t!.n buang

Tekxnan isap _-+-4_-~:,._ ~C Torok berada di TMB

(}-_---{ - Volume

Vol""e langkah loral k ompresor

r T •• k A (Awal Jrakan lorak dan TAke TMB, torak berada d. TMA) ~-11011~ ~atup isap mulai membuka

lJ L Tenutup

013 ~ Torak herada d. TMA

f ,.

! r: _ Kalup isa p terbuka

LOl4 x:.

I T.uk C (akh" langkah lsap, toral berada d. TMB)

J! '-;C r

l -il ! -~--r.-

1 I L ./~_ L

r::= Langkah --1\Torak berada d. TMB

isap sebenamya

J Ka tup IS-(l.P menutup hHlup buang

8. Langhb pembuangan 9: Langkah bebas isap LangLah isap

10: Jumlah yang tcrisap

..,ben_rny_

II: KllUP buang tutup 12: Volume lisa

J3: Tim. B (Awallanghb isap) 14: Lan&kah bebas isan

tnular mernbuka

Tek anan tmgp

• I..anglah k o.npresi

T.Dl A (Alh" proses p-mbuang an , Torok ada di TM A)

(, l.J\n~l.h buang (Torak d. TMA) 7 TprHl ad. d. TM A

Gambar 5.5 sw..1us kompresor (gerakan torak dan perubahan tekanan eli dalam silinder)

41

(2) Langkah Kompresi

1) Pada waktu torak berada di TMB (Titik C). baik katup isap maupun katup buang ada dalam keadaan menutup,

2) Selanjutnya, selama gerakan total dari TMB ke titik D, gas di dalam silinder

mengalami proses kompresi sehingga tekanan gas akan naik secara

berangsur-angsur.

3) Apabila telah dicapai tekanan buang (pengeluaran), pada titik d, katuo buang mulai membuka sehingga gas akan keluar dari dalam silinder,

4) Selama gerakan total dari titik D ke TMA (Titik A), pengeluaran gas refrigeran berlangsung pada tekanan konstan. Proses kompresi selesai pada waktu torak berada di mA.

Seperti telah diterangkan di atas, selama langkah isap terdapat langkah bebas (idle stroke) sehingga jumlah gas yang terisap berkurang. Dengan demikian, efisiensi volumetriknya akan turun, Oleh karena itu, hendaknya diusahakanagar panjang langkah bebas dapat dibuat sependek-pendeknya sehingga pengisapan gas masuk kompresor dapat dimulai seawal mungkin.

5.1.7. T emperatur Gas Keluar

Selain tekanan gas refrigeran akan naik selama langkah kompresi, temperatunyapun akan naik. Laju kenaikan tersebut tergantung dari jenis refrigeran yang dipergunakan. Untuk proses kompresi adiabatik, hubungan antara temperatur dan tekanan gas adalah sebagai berikut :

Di mana,

T = temperatur gas absolut (OK)

Sedangkan subskrip 1 dan 2, berturut-turut menyatakan kondisi pada awal kompresi dan akhir kompresi.

42

Dan persamaan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa makin tinggi harga konstan adiabatik (k) dari gas refrigeraa, makin tinggi pula kenaikan temperatur yang terjadi dari proses kompresi tersebut, Tabel tersebut di bawah ini menunjukkan konstanta adiabatik dari beberapa gas.

JeDis ,as k
Udara 1,4
Ammonia 1,3
Freon 22 1,2
Freon 12 1,136 Dalam kompresor sebenarnya, gas di kompresikan secara politropik sehingga hubungan antara temperatur dan tekanan pada awal dan pada akhir kompresi adalah

Di mana, 1 < n < k (n kim-kim sarna dengan k, dan n = 1,128 untuk kompresor ammonia). Oleh karena itu, maka dalam perhitunga praktisnya, proses kompresi dapat dianggap adaiabatis.

5.1.9. Karakteristik Kornpresor

(1). Efisiensi volumetrik

Kapasitas kompresor tergantung pada volume langkah torak dan kecepatan putar porosnya Tetapi, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, Jumlah gas refrigen yang terisap masuk selama langkah isap adalah sama dengan volume langkah toraknya, apabila kondisi gas yang terisap ito sarna dengan kondisi gas sebelum masuk ke dalam silinder

43

Dalam keadaan sehari-hari, berat gas refrigen yang terisap masuk lebih keeil dari pada keadaan yang ideal (teoritik)

Efisiensi volumetrik( I1v ) menyatakan perbandingan antara berat gas refrigen yang terisap masuk sebenarnya, terhadap berat gas refrigen yang terisap masuk dalam keadaan ideal, atan

G' 7J1I = G

Di mana,

G = berat gas refrigen yang terisap masuk daJarn keadaan ideal (kg/jam)

G' = berat gas refrigen yang terisap masuk ke dalam keadas., yang sebenamya (kg/jam)

Efisiensi volumetrik lebih kecil dari pada 1, karena beberapa faktor tersebut di bawah ini

(a) Pengaruh volume sisa : volume sisa adalah volume antara kepala torak dan silinder, pada waktu torak berada di TMA. Gas refrigen yang ada di daJam volume sisa pada akhir langkah kompresi, bertekanan tinggi (sarna dengan tekanan buang) sehingga menghambat pengisapan gas pada awal langkah isap, yaitu pada waktu torak bergerak dari arab titik A ke titik B, seperti terlihat pada gbr 5.5, jadi, baru seteJah tekanan gas di dalam silinder turun mencapai tekanan yang sarna deng~ tekanan gas refrigen pada seksi masuk kompresor (Titik B pada garnbar 5.5) gas refrigen mulai terisap masuk ke dalam silinder.

Berdasarkan proses terse but diatas, diefisiensikan sebagai

maka efisiensi volumetrik dapat

Di mana,

V' = volume gas refrigeren yang terisap sebenarnya Inr'(jam) V = volume langkah torak per satuan waktu (m3/jarn)

Tlvc = efisiensi volumetrik berdasarkan pengembangan volume sisa

44

(b) Pengaruh expansi gas yang terisap : volume spesifik dari gas refrigen yang mas uk ke dalam silinder naik dari v ke Vi karena adanya efektrotel pada waktu gas masuk melalui katup isap, dan efek pemanasan dinding silinder yang bertemperatur tinggi.

Maka efisiensi volumetrik berdasarkan expansi volumetrik gas refrigen dapat dinyatakan sebagai :

v' ,., ="tv

V

Di mana,

v = volume spesifik gas sebelum masuk kedalam silinder, (m3/kg)

Vi = volume spesifik gas yang ada di dalam silinder pada akhir langkah isap (m3/kg)

Karena,

G = V/v dan G' = V'/v'

Maka:

G' V V' V' v

.,., - - x - x =n:n

"II' - -G - TT -; - ~ -; - cr=t vs

V V V V

Besaruya efisiensi volumetrik pada kompresor yang sebenarnya, tergantung dari

beberapa faktor tersebut dibawah ini

1) Makin besar volume sisa, makin rendah llv~

2) Makin besar perbandingan kompresi, makin rendah llvc

3) Makin kecil volume silinder, makin rendah llvc

Hal ini disebabkan karena luas permukaan silinder per volume silinder menjadi lebih besar, sehingga gas mudah menjadi panas.

4) Makin tinggi kecepatan putar, makin rendah llvc

45

Gbr 5.6 menunjukkan grafik efisiensi dari kompresor yang sebenarna Efisiensi volumetrik tergantung dari jenis re:&igeran, volume langkah torak, konstruksi katup, pendinginan silinder, dan sebagainya

Namun, apabila kompresor yang sama menggunakan reftigeran yang sama, efisiensi volumetrik tergantung pada perbandingan kompresi dan kecepatan putarnya (lihat gambar 5.7)

20

----Jenis ~ikal keoepatan reodah -----Jenis siI~ pflda

PerbandinpD kompresi

Gambar :>,6 Efisiensi Volumelrik Kompresor

100~.-r-.-.-.-'-~~'-'-' g 90 hl-+-+-+-+--t--t--t--t--t-1

...

'I: 80~~~+-+-+-+--+ U

~ 70~f--f--~R-.::~f---1r'0 ,~ 60~~~+-+-~~~~

,~ .sol--I--+-+-+-+--t--f"'-'~~-t-i

'"

w ~L-L-L-~~~~~~~~

1 2 3 4 S 6 7 8 9 10

Pc:rbandingan kompresi

Kompresor A B C L'
Diameter silmder, mm 100 100 70 70
Penjang langkah, mm 100 100 60 60
Keccpatan putar poros, rpm 900 1200 1200 1500 Gambar 5,7 Perubahan efiiensi vlumetrik sesuai dengan ukuran dan kecepatan putar poros kompresor bersilinder banyak dan kecepatan putar tinggi

46

('1) Daya teoritik yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor

Kerja yang dilakukan oleh kompresor dapat dihitng dengan menggunakan diagram mullier, Dan diagram mullier dapat diketahui entalpi gas pada seksi masuk dan keluar kompresor. Maka daya yang diberikan kompresor dapat dihitung dengan menggunakan persamaan tersebut di bawah ini :

(id - is)

N = ------------- (V/v) kW

860

Di mana,

N = daya yang diperlukan kompresor (leW)

V = volume gas yang dipindahkan kompresor (m3/jam) v = volume spesifik gas (m3/kg)

V/v = G = berat gas yang dikompresikan (kg/jam) i = entalpi gas (kca1lkg)

sedang subskrip d dan s berturut-turut menyatakan kondisi gas pada seksi keluar dan masuk kompresor,

Jika daya tersebut di atas merupakan daya kompresi isentropik atau entropi konstan, maka day~ motor listrik penggerak kompresor yang diperlukan adalah

N

N'=

Di mana,

N' = daya motor penggerak kompresot (kW) N = daya kompresor isentropik (kW)

TIc = efisiensi kompresor

llm = efisiensi mekanik

Namun, sebaiknya digunakan daya motor penggerak kompresor 10 % lebih tinggi dari pada N', untuk mengatasi kenaikan beban karena tetjadinya perubahan kondisi operasi, dan supaya dapat memberika momen puitar yang tinggi pada waktu start.

(3) Efisiensi kompresi

47

Gas yang ada di daJmn kompresor • di komresikan dan mengaJami hambatan • terutama pada waktu melalui katup isap dan katup buang . oleh kama itu , tekanan gas pada awal langkah kompresi sedikit Iebih rendah dari pada tekanan gas di dalam pipa isap. Selan ito, tekanan gas keluar kompresor sedikit lebih tinggi dari pada tekanan gas di dalam pipa buang. Dengan dsemikian, daya yang sebenamya diperlukan untuk melakukan proses kompresi lebih besar dari pada jika proses kompresinya isentropik (tihat gbr 5.8). perbandingaa antara kerja yang sebenarnya diperlukan untuk proses kompresi terhadap kerja kompresi teoritik (isentropik) dinamai efisiensi kompresi stan kompresi indikator,

Tekanan ps sebenamya

Tekanan isap

(T ebnan penguapan)

. Selisih lei::anan leonia

Selisih tcl::anan sebenamY8

Tcbnan gas sebenamya

Gambar 5.8 Sikius kompresi dalam keadaan sebenamya.

Makin tinggi perbandingan kompresinya, makin rendah efisiensi kompresi [lihat Gbr 5.9) efisiensi kompresi dapat dinyatakan dengan persa maan

Daya kompresi teoritik

Efisiensi kompresi = -------------------------------------

Daya kompresi sebenarna

48

Makin tinggi kecepatan putar kompresor, makin rendah efisiensi kompresi. Oleh karena itu, konstruksi katup harus disesuaikan dengan kondisi operasinya, supaya dapat diperoleh efisiensi kompresi yang tinggi,

(4) Efisiensi mekanik

pada kompersor terjadi gesekan antara bagian yang bergerak misalnya antara torak dan dinding silinder, antara poros dan bantalan, dan sebagainya Oleh karena itu, diperlukan daya tambahan untuk mengatasi gesekan tersebut di atas.

Efisiensi mekanik adalah perbandingan antarn daya yang diperlukan untuk mengkompresikan gas dalam keadaan sebenarnya terhadap daya yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor.

Bah 5. Refrigerasi dan Mesin Refrigerasi

I,O~r---'---.--_~~

f o,sl J~---- _ --j--+-----J

-: ---- ------

n

~. n, - Efisiensi kompresi putaran rendah dan ocdan

- ,,', 'I" - Efisiensi kompresi kompraor pularan tinui II

6 8

Pcrbandmgan kompresr

10

Gambar 5.9 Efisiensi kompresi dari kompresor

Daya yang sebenarnya diperlukan untuk mengkompresikan gas (daya indikator)

Efisiensi mekanik = --------------------------------------------------

Daya yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor (daya poros)

49

Efisiensi mekanik tergantung terutama pada kelonggaran antara bagian-bagian yang bergerak, kecepatan dan tekanan bidsng, dan sebagainya (Lihat gambar 5.10)

[,,$

I

I

I

! "
I
I I
,----1---
I ~- = Efisiensr mek anik k ornpr es or putaran rendah dan sedang ~._ = Efisiens: rnekanik kompresor pUlaran lingg.

4

6

10

Perbandmgan kompresi

Gambar. 5.10. Efisiens] mekanik dari kompresor

(5) Prestasi kompresor

Karakteristik kompresor di berikan oleh pabrik pembuatanya , sesuai dengan penelitian dan hasil pengujian yang telah di lakukan. Dari data yang di lakukan itu, dapat di perkirakan karakteristik dari kompresor Iainnya Yang sejenis, tetapi dengan jumlah silinder dan kecepatan putar yang beda.

5.2 Kondensor

5,%.1 Kalor pe~embunan dan kemampuan ref~erasi.

Untuk mencairkan uap refrigeren yang bertekanan dan bertemperatm" tinggi (yang keluar dari kompresor), dipedukan usaha melepaskan kalor sebanyak kalor laten pengembunan, dengan cara mendinginkan nap remgerBD itu. Jumlah kalor yang dilepaskan oleh uap refrigeran kepada air pendingin atau udara pendingin, di dalam kondensor, sarna dengan selisih entalpi uap refiigeran pada seksi masuk dan pada seksi keluar kondensor.

Jumlah kalor yang dilepaskan di dalam kondensor sama dengan jumlah kalor yang diserap oleh refiigeran di dalam evaporator dan kalor yang ekivalen dengan energi yang diperlukan untuk melakukan kerja kompresor dalam kompresor,

Maka untuk menghitung banyaknya .kalor pengembunan, terlebih dahulu hams dihitung kapasitas refrigerasi (kcal(jam) dan daya kompresi (kW), berdasarkan temperatm- penguapan dan temperatur pengembunan yang diterapkan, dengan menggunakan data spesifikasi kompresor yang ada Jadi,

Kalor pengembunan (kcal/jam)

= (kapasitas refrigerasi, kcalljam)- ( daya kompresor, kW x 860 (kcal/jam)/kW)

Pada waktu mesin refiigerasi mulai bekerja, temperatur benda yang harus didinginkan masih tinggi, sehingga temperatur penguapannya juga tinggi, Oleh karena itu, kalor pengembunannyajuga bertambah besar. Dengan demikian, dalam perancangan kondensor, hal tersebut barus diperlUtungkanjuga

Pada umumnya, mesin refrigerasi dengan temperatur penguapan yang tinggi, seperti yang terjadipada penyegar uelara, kalor pengembunanya kira-kira 1,2 , sampai 1,3 kali kapasitas refrigasi. Sedangkan dalam mesin refrigerasi, seperti me sin pembuat es, kalor pengembunan sebaiknya 1.3 sampai 1.6 satu kali kapasitas refrigerasi .

5.J.2 Jumlah air pendin:in atau udara pendingin

Laju aJiran air pendingin atau udara pendingin yang diperlukan untuk mengembunkan uap refiigeran yang keluar dari kompresor dapat dihitung dengan menggunakan persamaan tersebut di bawah ini,

Jumlah air pendingin (liter/jam)

Kalor pengembunan (kcaJIjam)

1 (kcallliter °C) [ Temperatur air keluar eC)- Temperatur air masuk (OC) ]

Di mana kalor spesifik air pendingin dianggap sama dengan 1 kcallkg dan berat jenisnya 1 kg/liter.

Sedangkan untuk kondensor dengan pendingin udara,

Kalor pengembunan (kcal/jam)

O,28(kcal/m3 °C) [ Temperatur udara pendingin keluar eC)] - Temperatur udara pendingin masuk eC)

Di mana kaJor spesifik udara pendingin sama dengan 0,242 kcallkgOC; volume spesifik udara O,87m3/kg.. sehingga kalor spesifik udara pendingin per m3 sarna dengan 0,28 kcallm3°C.

5.~·l Perpindahan Kalor dalam Kondensor

Luas bidang pendinginan yang diperlukan kondensor, untuk memenuhi kalor pengembunan yang dirancang, secara kasar dapat dihitung dengan menggunakan , persamaan berikut ini.

Luas bidang pendingin dari kondensor (m2) Kaler pengembunan

(Koefperpindahan kalor total (kcal/m2jam °C» x (perbedaaa temperatur rata-rata antara refrigeran dan fluida pendingin eC» Perbedaan temperatur rata-rata dalam persamaan tersebut di atas biasanya

dinyatakan dengan perbedaan temperatur logaritmik.

S2

5.1.4 SeJisih Temperatar Rata-Rata dalam Koademor

Refiigeran masuk ke dalam kondensor sebagai nap super panas dan keluar kondensor sebagai em jenuh stau super dingin. Obr 5.11 menunjnkkan hubungan antara kedua kondisi tersebut, sedangkan untuk mempermudah penjelasan tentang temperatur yang terjadi di dalamnya, dipergunakan kondensor pipa ganda

Gambar.5. ] 1 Temperatur refrigeran dan temperatur air pendingin di dalam kondensor

'Jatatan.

1. Di dalam kondensor pipa ganda, biasanya refrigeraa mengalir di dalam pipa luar, dan air pendingin, mengalir di dalam pipa dalam. Namun, pada gambar tidak dituniukkan demikian untuk memudahkan penjelasannya

2. Temperatur refrigeran pada seksi masuk (temperatur nap superpanas) lebih tinggi daripada temperatur jenuh. Selisih temperatur antara refrigeran masuk dan air pendingin keluar adalah Atl. tetapi dafam praktek, dipergunakan temperatur jenuh untuk menggantikan temperatur refrigeran masuk, sehingga dipakai Atl (bukan At' I)

53

3. Refrigeran keluar kondensor kadang-kadang dalam kondisi superdingin Selisih temperatur refrigeran superdingin dan temperatur air pendingin pada seksi masuk adalah L1t2 Namun, dalam prakteknya dianggap temperatur jenuh, sehingga dianggap sebagai .1.t' 2.

Pada gambat tersebut ditunjukkan perubahan kondisi refHgeran dari nap sqper panas menjadi uap jenuh, pengembunan uap jenuh menjadi eair jenuh, dan pendinginan refrigeran eair jenuh menjadi superdingin, semuanya terjadi pada waktu refrigeran mengalir di dalam kondensor.

Sementara itn, air pendingin mengalir dalam arab berlawanan dengan aliran refrigeran, di mana temperatur air pendingin naik karena menterap kaJor pengembunan. Oleh karena itu, dalam menetapkan perbedaan temperatur antara refrigeran dan air pendingin di dalam kondensor, hendaknya. diperhitungkan pendinginan refrigeran dalam daerah superpanas, daerah eampuran dan daerah superdingin

Apabila kita perhatikan jumlah perpindahan kalor daJam ketiga daerah tersebut di atas, maka selama perubahan dari titik A ke titik B (dalam superpanas) terse-but pada Gbr 5.11, jumlah perpindahan kalor dari gas refrigeraa ke air pendingin di dalam kondensor, adalah jauh lebih rendah j ika dibandingkan dengan perpindahan kalor yang etIjadi dari titik B ke titik C (dalam daerah campuran).

Selanjutnya, selama perubahan dari titik C ke titik D (dalam daerah superdingin), perpindahan kalor terjadi dari refrigeran eair ke air pendingin, Dalam hal tersebut laju perpindahan kalor yang terjadi adalah lebih besar daripada yang terjadi dari titik B ke titik C.

Dari penjelasan di atas, l~u perpindahan kalor dan perbedaan terriperatur antara refrigeran dan air pendingin dalam setiap daerah tersebut tidaklah sama, Namun, untuk mempermudah perhitungan perpindahan kalor di dalam kondensor, dipakailah harga ratarata koefisien perpindahan kalor dan perbedaan temperatur rata-rata Dengankata lain, jika Jaju perpindahan kalor dapat dinyatakan sebagai K x perbedaan temperatur (At). maka tidak akan terlihat perbedaan yang besar antara perpindahan kalor yang terjadi dalam daerah superpanas dan daerah campuran.

T emF_I .. • pengcn>bunan: I,

-r

~ ~I~- '-z

1.,

'..,

Oleh karena itu, tidak akan banyak faedahnya menghitung perpindahan kalor di dalam kondensor, dengan cam menghitung perpindahan kalor yang terjadi dalam setiap daerah tersebut Dalam hal ini, perhitungan dilakukan dengan anggapan ketiga daerah tersebut sebagai daerah campuran, selama proses pengembunan tersebut berlangsung. Selanjutnya, dengan menganggap bahwa selurub permukaan bidang perpindahan kalor dari kondensor ada pada temperatur kondensasi, maka perbedaan temperatur rata-rata dapat dinyatakan dengan temperatur air pendingin pada seksi masuk dan seksi keluar kondensor. Perbedaan temperatur rata-rata terebut dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan

At! - At2

Atm = 0,43 --------------log (AU! At2)

Di mana Atm dinamai perbedaan temperatur rata-rata logaritmik

5.2.5. Laju Perpindahan Kalor dalam Kondensor Pendingin Air

Di dalam pipa kondensor terjadi perpindahan kalor dari uap refrigeran ke air pendingin (lihat gbr 5.12). Jumlah kalor yang dipindahkan melalui dinding pipa pendingin tergantung pada perbedaan temperatur, material pipa, laiu aliran massa fluida kerja, dan sebagainya Sedangkan kotoran dan kerak yang menempel pada pipa menghalangi proses perpindahan kalor.

55

Koefisien perpindahan kalor dinyatakan dalam kcal/m2jamoC. yaitu jumlah kalor yang dipindahkan melalui permukaan pipa seluas 1 m2 selama 1 jam, apabila perbedaan temperatur antara refrigeran dan air pendingin adalah 1°C.

KotoraD

Tcmperatur Tcmperatur mn,eru uagi---'

1 (Tcmperatur

koacfealasi)

rcadah

Tcmperatur air Pcadiagia

Gbr.S.30 Perubahan ternperatur pada bidang perpindahan ka'or,

(1) Koefisien perpindahan kalor

Koefisien perpindahan kalor (kcal/m2jamoC) dari pipa pendingin kondensor dapat dihitung dengan persamaan berikut ini.

1

K = -----------------------------------------------------

(l/er) + (101/,,0) + (I//..) + (lV/..f) + (l/ow)

Di mana,

cu= koefisien konduktivitas termallapisan pennukaan dinding pada sisi

,

refrigeran, (kcal/m'jam''C)

fL...v= koefisien konduktivitas termal lapisan pennukaan dinding (pipa) pada sisi air pendingin (kcal/m~jamOC)

I, la, If = berturut-turut menyatakan tebal din ding pipa, tebal lapisan minyak pelumas, dan tebal kotoran pada pipa (m)

A.. A(" A.f = berturut-turut menyatakan koefisien konduktivitas termal dari dinding, lapisan minyak peIumas, dan kotoran pada pipa (kcal/mjam'C)

56

(1) Faktor kotoran

Perpindahan kalor melalui dinding pipa pendingin dari kondensor dapat di hambat oleh kotoran yang mengendap pada dinding. Kooran tersebut dapat di sebabkan karena adanya minyak atau kotoran yang terdapat di dalam air pendingin.

Ao= 0,1- 0,13 kcall mjam ° C konduktivitas tennaJ dari kotoran sekitar, Af= 0,3 -1, kcall mjam ° C

Jadi, l~u perpindahan kalor melalui minyak dan kotoran adalah relatif kecil.

Tahanan termal dari keduajenis kotoran tersebut, IJAa dan ItfAfwnamai faktor kotoraa

(3)Kecepatan aUran air pendingin

Makin tinggi keeepatan air pendingin, makin tinggi pula koefisien perpindahan kalor (u) sehingga koefisien perpindahan kalor total (K) juga bertambah besar, Namun, apabila kecepatan air pendingin terlalu besar, gesekan (tahanan) yang terjadi antara air dan dinding pipa menjadi bertambah besar pula Oleh karen a itu, kecepatan aliran air pendingin harus dibatasi, biasanya 1,5 sampai 2,5m1detik

(4) JeRis refr~eran dan koefisien perpindahan kalor

Jika dibandingkan dengan ammonia, freon rnemiliki koefisien perpindahan kalor pennukaan (C1.1-) yang rendah, Oleh karena itu, dengan kecepatan aliran yang sarna, l~u perpindahan kalor dari kondensor freon lebih rendah daripada kondensor arnmoniaoleh karena itu, pada kondensor freon, kecepatan aliran air pendingin di dalam kondensor dibuat lebih tinggi untuk memperoleh koefisien perpindahan kalor permukaan (a..vkcal/m2jamoC) pada sisi air pendingin yang lebih besar, Dengan demikian dapat dipeoleh l~u perpindahan kalor yang lebih besar, Di sampiog itu, pipa pendingin kondensor freon dilengkapi dengan sirip-sirip yang dipasang pada sisi refrigeran. Siripsirip tersebut memperbesar luas bidang perpindahan kalor dan memperkecil tahanan konduktivitas tennal (lin,), sehingga dapat memperbesar I~u perpindahan kaJor.

57

(5) KerDeian tekanan

Oesekan antara dinding pipa dan air pendingin yang mengalir di daJamnya, akan menyebabkan kerugian tekanan air pendingin. Kerugian air pendingin dalam kondensor pendinginan air tergantung dari jumlah dan kecepatan aJirarmya Seperti telah dijelaskan diatas , untuk memperoleh kondensor dengan I~u perpindahan kalor yang tinggi maka kecepatan aliran fluida pendioginnya harns dinaikkan. Tetapi kerugian tekanannya akan b~bah besar sehingga diperlukan pompa air pendingin tekanan tinggi, Maka mungkin saja efisiensi mesin refrigerasi akan turon karena daya yang diperlukan untuk menggerakkan pompa semakin besar.

DaJam kondensor uotuk Freon, kecepatan a1iran Freon baruslah lebih tinggi dari pada jika dipergunakan ammonia, supaya dapat diperoleh l~u perpindahan kaJopr yang lebih tinggi. Batas kecepatan aliran yang diperbolehkan-kira-kira 2,78m1detik.

Dalam ruangan air pendiogin dari sebuah kondensor biasanya biasanya dipasang sekat-sekat untuk mengarahkan dan mendistribusikan aliran air pendingin. Dengan cam demikian, kecepatan aJiranya juga dapat di atur sesuai dengan jumlab dan cara penempatan sekat-sekat tersebut,

5.2.6 Kondemor tabune dan pipa horisontal

Kondensor tabung pada pipa minyak dipergunakan pada unit _ kondensor berukuran kecilkecil sampai besar, unit pendingin air dan penyegar udara paket baik untuk ammonia maupun untuk freon.

Seperti terlihat pada gambar.S.13, di dalam kondensor tabung dan pipa terdapat banyak pipa pendingin, di mana air pendmgin mengalir di dalam pipa-pipa tersebutujung dan pangkal pipa pendingin terikat pada pelat-pipa, sedangkan di antara pelat-pipa dan l..:tuP tabung di pasang sekat-sekat, untuk membagi aliran air yang melewati pipapipatersebuttetapi juga untuk mengatur agar kecepatanya cukup tinggi ( 1,5 sampai 2 m/detik).

58

Tutup

I. Lubang air pendmgin

m&Suk daD keluar 2 Pelat pipa

3. Pelat dtstribusi 4 Prpa bersirip

S. P.D~lIkur muka cairan

6. Lubang r.frigeran masuk

7. Lubang r.friFran keluar

8. Penyumbat

9. T.bung

Garnbar 5.32 kondensortabung dan pipa bersirip horisontal untuk freon.

Air pendingin masuk kondensor dari bagian bawah, kemudian masuk ke dalam pipa-pipa pendingin dan keluar pada bagian atas. Jumlah saluran air pendingin yang terbentuk oleh sekat-sekat itu di namai jumlah saluran. Jumlah saJuran maksimum yang bisa di pergunakan adalah 12. Tahanan aliran air pendingin di daJam pipa bertambah besar dengan bertambah banyaknyajumlah saluran.

Pipa pendingin ammonia biasanya terbuat dari baja (dan pelat-pipa baia), sedangkan untuk freon, biasanya di pergunakan pipa tembaga ( dan pelat baia ). Jika di kehendaki adanya ketahanan terhadap korusi.sebaiknya di pergunakan pipa kuningan (brass) atau pipa cupro =nickelfdan pelat pipa kuningan )

Ciri-ciri kondeusor tabung dan pipa a.daIahadaIah sebagai berikut :

1) dapar dibuat dengan pipa pendingin bersirip, sehingga relatif berukuran kecil

dan ringan,

2) Pipa air dapat di buat oleh mudah.

3) Bentuknnya sederhana (horisontal ) dan mudah pemasanganya

4) Pipa pendingin mudah di bersihkan,

5.1..7 Kendenser tabuDg dan koil

Kondensor tabung dan koil banyak dipergunakan pada unit dengan freon sebagai refrigen berkapitas relatif lebih kecil, misalya pada penyegar udara jenis paket, pendingin air dan sebagainya Pada gambar. 5.14 di gambarkan kondensor tabung dan

59

koil dengan koil tabung pipa pendingin di dalam tabung yang di pasang pada posisi vertikal. Koil pipa pendingin tersebut biasanya di buat di dari tembaga, tampa sirip alan dengan sirip ( aerofin tube ). Pip a tersebut mudah di buat dan murah harganya

Air pendingin keluar

- Cairan refrigeran keluar

Pipe keluar untuk cairan refrigeran

Gambar 5.33 kondensor tabung dan koil.

Pada kondensor tabung dan koil, air mengalir di dalam koil pipa pendingin.

Endapan dan kerak yang terbentuk di dalam pipa jams di bersihkan dengan mempergunakan zat kimia (deterjen).

Ciri ciri kondensor tabung dan koil adalah sebagai berikut :

1. Harganya murah karena mudah pembuatanya

2. Kompak karena posisinya yang vertikal dan mudah pemasanganya

3. Boleh di katakan tidak mungkin mengganti pipa pendingin, sedangkan pembersihnya harus di lakukan dengan menggunakan deterjen,

5.2.8 Kendeaser jenis pipa ganda

Kondensor jenis pipa ganda merupakan susunan dari dua pipa koaksial di mana refrigen mengalir melalui saluran yang terbentuk antara pipa- dalam dan pipa- Iuar,

60

dariatas ke bawah. Sedangkan air pendingin mengalir di daJam pipa- daJam daJam arab berlawanan dengan arab aliran refrigen; jadi dari bawab ke alas.

Pada mesin refrigen berkapasitas rendah dengan freon sebagai refrigen, di pergunakan pipa- dalamdan pipa- luar terbuat dari tembaga. Gbr.5.15 menunjukkan kondensor jenis pipa ganda, dalam bentuk koiI. Pipa- daJam dapal di buat bersirin atau tanpa sirip.

Tabung dalam

Uap rd"ripn masuk

111E~

I masult

Cairan refrigcran keluar

Gambar 5.15 Kondersor koil pipa ganda.

Kecepatan aJiran di dalam pipa pendingin kira-kira antara lsampai 2 mf detik.sedangkan perbedaan antara ternpratur air keluar dan masuk pipa pendingin (kenaikan tempratur air pendingin di dalam kondensor) kira-kira 8sampai io'c. Laju perpindahan kaJomya relatifbesar.

Ciri-ciri kondensor jenis pipaganda adalah sbb:

1. Konstruksi sederhana dengan harga yang memadai

2. Dapat rnencapai kondisi superdingin karena arab aliran refrigeran dan air pendingin

yang berlawanan,

3. Penggunaan air pendingin relatif'kecil

4. Kesulitan dalam membersihkan pipa; harus dipergunakan deterjen

5. Pemeriksaan tehadap korosi dan kerusakan pipa tidak mungkin

dilaksanakan;penggantian pipa juga sukar dilaksanakan.

61

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->