P. 1
SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN

SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN

3.0

|Views: 9,507|Likes:
Published by cha frederich

More info:

Published by: cha frederich on Dec 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2013

pdf

text

original

SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN

Sirkulasi Aliran Pendapatan
● Suatu bagan yang menunjukkan aliran pendapatan dan perbelanjaan yang berlaku dalam suatu perekonomian. Sirkulasi aliran pendapatan tersebut dapat dibedakan dalam beberapa bentuk, dan bentuknya tersebut dibuat sesuai dengan analisis ekonomi. Di dalam analisis makroekonomi biasanya sirkulasi aliran pendapatan ini dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu untuk perekonomian dua-sektor, tiga-sektor, dan perekonomian empat-sektor, atau perekonomian terbuka. Pada dasarnya sirkulasi aliran pendapatan yang digambarkan dalam analisis makroekonomi menunjukkan interaksi diantara sektor perusahaan dengan sektorsektor yang menjadi pembeli barang-barang yang d iproksikan sektor perusahaan. Aliran pendapatan timbul sebagai akibat : 1. 2. penggunaan faktor-faktor produksi yang dimiliki rumah tangga aliran pajak dan pungutan pemerintah yang lain

Sedangkan aliran pembelanjaan timbul sebagai akibat pembelian-pembelian atas barang dan jasa yang dihasilkan sektor perusahaan oleh rumah tangga pemerintah dan penduduk luar negeri.

Sirkulasi Aliran Pendapatan Nasional

2. a. Pajak pendapatan perisahaan

2. b. Pajak pendapatan individu

PERUSAHAAN

PEMERINTAH

RUMAH TANGGA

7. Pengeluaran pemerintah 3. Konsumsi rumah tangga 6. Investasi PENANAMAN PEMODALAN 8. Ekspor LUAR NEGERI Aliran tersebut menggambarkan aliran pendapatan dari sektor perusahaan ke arah sektor rumah tangga sebagai akibat dari penggunaan factor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Aliran itu meliputi (1) gaji dan upah, yang merupkan pendapatan tenaga kerja, (2) sewa yang merupakan pendapatan dari tanah dan bangunan, (3) bunga, yang merupakan pendapatan dari modal, dan (4) keuntungan yang merupakan pendapatan pemilik perusahaan. Sebagian dari pendapatan ini tidak diterima oleh rumah tangga. Keuntungan –keuntungan perusahaan harus membayar pajak keuntungan, sedangkan pendapatan rumah tangga yang lain harus membayar pajak pendapatan perseorangan. Setelah dikurangi pajak, pendapatan rumah tangga akan digunakan untuk membiayai beberapa kegiatan pembelanjaan atau ditabung. Yang paling penting adalah untuk membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Sisa pendapatan rumah tangga, yaitu setelah dikurangi oleh pajak, pengeluaran untuk 4. Tabungan LEMBAGA KEUANGAN 5. Impor

konsumsi dan pengeluaran untuk membeli barang impor akan ditabung di lembaga keuangan, yang kemudian lembaga keuangan akan meminjamkan dana yang didapati dari tabungan rumah tangga kepada penanam modal. Dalam penghitungan pendapatan nasional, nilai pandapatan dari perbelanjaan yang dihitung adalah nilai aliran yang berlaku dalam suatu tahun tertentu. Aliran pendapatan faktor-faktor produksi ditentukan nilainya dengan memperhatikan nilai gaji dan upah, sewa, bunga dan keuntungan yang diperoleh dalam satu tahun. Demikian pula nilai pembelanjaan pemerintah menunjukkan jumlah nilai pembelanjaan ke atas barang dan jasa yang dilakukan pemerintah pada suatu tahun tertentu. Perbelanjaan Agregat Jumlah pembelanjaan yang dilakukan oleh berbagai golongan pembeli ke atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Analisis penentuan tingkat kegiatan ekonomi dilakukan dengan memperhatikan aspek permintaan dan aspek penawaran dalam kegiatan suatu perekonomian. Keseluruhan permintaan atau keinginan untuk membeli barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian dinamakan permintaan agregat sedangkan keseluruhan penawaran barang dan jasa yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam perekonomian dinamakan penawaran agregat.

Pendapatan Nasional
Dalam analisis makroekonomi selalu digunakan istilah “pendapatan nasional” (national income) dan biasanya istilah itu dimaksudkan untuk menyatakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu tahun tertentu. Dengan demikian dalam pengggunaannya istilah pendapatan nasional adalah mewakili arti Produk Domestik Bruto atau Produk Nasional Bruto. Jadi Pendapatan Nasional adalah jumlah dari pendapatan factor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu.

Dalam sistem penghitungan Pendapatan Nasional, jumlah pendapatan itu dinamakan “Produk Nasional Neto pada harga faktor “ atau secara ringkas : Pendapatan Nasional.

METODE PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
1. Cara Pengeluaran Di negara-negara yang perekonomiannya sudah sangat maju seperti Negeri Belanda, Inggris, Jerman dan Amerika Serikat, penghitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran adalah cara yang paling penting. Hal ini disebabkan karena cara tersebut dapat memberikan keteranganketerangan yang sangat berguna mengenai tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai. Data pendapatan nasional yang dihitung dengan cara pengeluaran akan dapat memberikan gambaran tentang sampai dimana buruknya masalah ekonomi yang dihadapi atau sampai dimana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran yang sedang dinikmati. Data pendapatan nasional dan komponen-komponen data dihitung dengan cara pengeluaran dapat digunakan sebagai landasan untuk mengambil langkahlangkah dalam menghadapi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi. Masalah Penghitungan Dua Kali Dengan cara pengeluran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai pengeluaan dari berbagai golongan masyarakat ke atas barang-barang jadi dan jasa-jasa yang diproduksikan dalam perekonomian tersebut. Barang-barang atau jasa-jasa yang diimpor tidak dimasukkan dalam penghitungan ini. Begitu juga barang-barang produksi dalam negeri yang akan diproses kembali oleh perusahaan-perusahaan lain untuk dijadikan barangbarang lain tidak turut dihitung untuk menentukan besarnya pendapatan nasional. Barang-barang yang masih akan diproses lagi, nilainya tidak turut dihitung di dalam penghitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran adalah untuk menghindari berlakunya “penghitungan dua kali”.

Di dalam perekonomian seringkali berlaku keadaan dimana suatu barang itu diproses oleh beberapa perusahaan sebelum menjadi barang jadi. Ini berarti suatu barang jadi tertentu sudah beberapa kali diperjualbelikan di pasar sebelum ia selesai mengalami proses produksi. Sekiranya semua nilai beli yang terjadi dijumlahkan ke dalam pendapatan nasional, maka nilai yang diperoleh adalah lebih besar daripada nilai produksi yang sebenarnya telah diciptakan penghitungan. Penghitungan nilai pendapatan nasional yang terlalu besar ini terjadi karena nilai barang yang sama telah beberapa kali dijumlahkan dalam pendapatan nasional. Untuk menghindari terjadinya hal seperti ini, yang harus dijumlahkan di dalam menghitung pendapatan pendapatan nasional adalah : (i) (ii) Nilai barang-barang jadi saja, atau Nilai-nilai tambahan yang diciptakan dalam setiap tingkat proses produksi. Jadi kesimpulannya adalah : Penghitungan Pendapatan Nasional dengan cara pengeluaran dilakukan dengan menjumlahkan nilai barang-barang jadi yang dihasilkan dalam perekonomian. 2. Cara Produksi atau Cara Produk Neto Produk Neto (net output) berarti nilai tambah yang diciptakan dalam suatu proses produksi. Dengan demikian, cara kedua untuk menghitung pendapatan nasional ini adalah cara menghitung dengan menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh berbagai sektor dalam perekonomian. Tujuan : dalam mewujudkan pendapatan nasional. (ii) Sebagai salah satu cara untuk menghindari penghitungan dua kali, yaitu dengan hanya menghitung nilai produk neto yang diwujudkan pada berbagai tahap proses produksi. (i) Untuk mengetahui besarnya sumabngan berbagai sektor ekonomi di

3.

Cara Pendapatan Dengan penghitungan ini, pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahakan pendapatan yang diterima oleh factor-faktor produksi yang digunakan untuk mewujudkan pendapatan nasional. Pendapatan Nasional tidak ditentukan dengan menghitung dan menjumlahkan seluruh gaji dan upah, sewa, bunga dan keuntungan yang diterima oleh seluruh faktor-faktor poduksi dalam suatu tahun tertentu. Sebabnya adalah karena dalam perekonomian terdapat banyak kegiatan dimana pendapatannya merupakan gabungan dari gaji atau upah, sewa bunga dan keuntungan. Oleh karenanya, penghitungan pendapatan nasional dengan cara pendapatan pada umummya menggolongkan pendapatan yang diterima faktor-faktor produksi secara berikut : a. Pendapatan para pekerja, yaitu gaji dan upah b. Pendapatan dari usaha perseorangan (perusahan perseorangan). c. Pendapatan dari sewa d. Bunga neto e. Keuntungan perusahaan

Penghitungan Pendapatan Nasional
1. Penghitungan cara produk Neto Dalam cara produk neto, pendapatan nasional dihitung dengan oleh berbagai sector (lapangtan usaha) dalam menjumlahkan perekonomian. Di Indonesia penghitungan seperti ini dilakukan dengan membagi kegiatan. Kegiatan dalam perekonomian menjadi lapangan usaha yang utama, yaitu : 1. 2. 3. 4. Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan Pertambangan dan penggalian Industri pengolahan Listrik, gas dan air minum

5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. -

Bangunan Perdagangan, hotel dan restoran Pengangkutan dan komunikasi Bank dan Lembaga keuangan lainnya Sewa rumah Pemerintah dan pertahanan Jasa-jasa lain. Cara ini memperhatikan pertambahan nilai dalam proses produksi, Nilai Tambah = Nilai Penjualan – Nilai Pembelian

yang secara kasar dapat ditentukan dengan formula : 2. Penghitungan Cara Pengeluaran Dalam cara pengeluaran, penghitungan dilakukan berdasarkan harga yang berlaku dan harga tetap yaitu dengan cara menghitung dan menaksir aliran pembelanjaan. Di dalam cara penghitungan di Indonesia, nilai yang pertama sekali diperoleh adalah Produk Domestik Bruto, yaitu apabila konsumsi rumah tangga, investasi perusahaan, pengeluaran pemerintah dan ekspor neto (ekspor dikurangi impor) dijumlahkan. Perbelanjaan pemerintah sebagian besar dibiayai oleh pendapatan dari pajak. Berbeda dengan pengeluaran rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan mereka dan keluarga mereka, pembelanjaan pemerintah dilakukan terutama untuk kepentingan masyarakat. Perbedaan yang lain adalah golongan barang yang dibeli. Rumah tangga membeli barang konsumsi untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan pemerintah membeli barang konsumsi (seperti alat-alat perkantoran, jasa dokter dan guru) maupun barang modal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->