P. 1
FRAKTUR

FRAKTUR

|Views: 5,643|Likes:
Published by uji_faiz_adi_cu73

More info:

Published by: uji_faiz_adi_cu73 on Dec 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

1. Traksi kulit

Traksi kulit digunakan untuk mengontrol sepasme kulit dan memberikan
imobilisasi .
a. Traksi buck: adalah bentuk traksi kulit dimana tarikan diberikan pada
satu bidang bila hanya imobilisasi parsial atau temporer yang diinginkan.
Digunakan untuk memberikan rasa nyaman setelah cidera pinggul
sebelum dilakukan fiksasi bedah (Smeltzer & Bare,2001 ). Indikasi yang
paling sering untuk jenis traksi ini adalah untuk mengistirahatkan sendi
lutut pasca trauma sebelum lutut tersebut diperiksa dan diperbaiki lebih
lanjut (Wilson, 1995 ).

JENIS- JENIS TRAKSI

b. Traksi Russell : Dapat digunakan pada fraktur plato
tibia, menyokong lutut yang fleksi pada penggantung
dan memberikan gaya tarik horizontal melalui pita
traksi balutan elastis ketungkai bawah.
Jenis traksi paling sering digunakan untuk memberi
rasa nyaman pada pasien yang menderita fraktur
panggul selama evaluasi sebelum operasi dan selama
persiapan pembedahan.

JENIS- JENIS TRAKSI

c. Traksi Dunlop : Adalah traksi pada ektermitas atas. Traksi
horizontal diberikan pada lengan bawah dalam posisi fleksi.
d. Traksi kulit bryant : Traksi ini sering digunakan untuk merawat
anak kecil yang mengalami patah tulang paha. Traksi Bryant
sebaiknya tidak dilakukan pada anak-anak yang berat badannya
lebih dari 30 kg. kalau batas ini dilampaui maka kulit dapat
mengalami kerusakan berat.

JENIS- JENIS TRAKSI

2. Traksi skelet

Traksi skelet dipasang langsung pada tulang. Metode traksi ini digunakan
paling sering untuk menangani fraktur femur, tibia, humerus dan tulang leher.
a. Traksi rangka seimbang : Traksi rangka seimbang ini terutama dipakai
untuk merawat patah tulang pada korpus femoralis orng dewasa.
Bentuk traksi ini sangat berguna sekali untuk merawat berbagai jenis fraktur
femur. Seperti bentuk traksi yang mempergunakan pin rangka, pasien
sebaiknya diperiksa setiap hari untuk mengetahui adanya peradangan atau
infeksi sepanjang pin, geseran atau pin yang kendor dan pin telah tertarik dari
tulang (Wilson, 1995 ).

JENIS- JENIS TRAKSI

b. Traksi 90-90: Traksi 90-90 sangat berguna
untuk merawat anak- anak usia 3 tahun sampai
dewasa muda. Dengan traksi
90-90 penderita masih dapat bergerak dengan
cukup bebas diatas tempat tidur(Wilson,1995 ).

Prinsip traksi efektif

1. Kontraksi harus dipertahankan agar traksi tetap efektif
2. Traksi harus berkesinambungan agar reduksi dan imobilisasi
fraktur efektif.
3. Traksi kulit pelvis dan serviks sering digunakan untuk
mengurangi spasme otot dan biasanya diberikan sebagai
traksi intermiten.
4. Traksi skelet tidak boleh terputus.
5. Pemberat tidak boleh diambil kecuali bila traksi
dimaksudkan intermiten. Setiap faktor yang dapat
mengurangi tarikan atau mengubah garis resultanta tarikan
harus dihilangkan.
6. Tubuh pasien harus dalam keadaan sejajar dengan pusat
tempat tidur ketika traksi dipasang.
7. Tali tidak boleh macet
8. Pemberat harus tergantung bebas dan tidak boleh terletak
pada tempat tidur atau lantai
9. Simpul pada tali atau telapak kaki tidak boleh menyentuh
katrol atau kaki tempat tidur.

10. Selalu dikontrol dengan sinar roentgen ( Brunner & suddarth,2001 ).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->