P. 1
Etika adm negara

Etika adm negara

|Views: 3,178|Likes:
Published by ani-julya-3097

More info:

Published by: ani-julya-3097 on Dec 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2013

pdf

text

original

Pentingnya hukum moral: 1.

Hukum moral sangat vital bagi manusia;
merupakan suatu hal yang mendasar bagi manusia

2. Hukum moral bersifat rasional dan objektif;
bersifat tanpa pamrih dan netral, pada intinya manusia selalu berusaha menghindari perbuatan buruk yang bertentangan dengan hati nuraninya

3. Moralitas terdiri dari hukum2 universal
berlaku bagi siapa saja, diamana saja tanpa terbatas oleh ruang dan waktu

Etika dan Moralitas
Etika berasal dari bahasa yunani ethos yang artinya kebiasaan Etika merupakan disiplin ilmu yang mempelajari nilai nilai baik dan buruk yang dianut oleh manusia dan merupakan salah satu cabang dari filsafat juga mempelajari nilai2 hidup dan hukum2 yang mengatur tingkah laku manusia Etika lebih banyak dikaitkan dengan prinsip2 moral yang menjadi landasan bertindak bagi seseorang yang mempunyai profesi tertentu mis, etika kedokteran etika administrasi etika hukum; yang merupakan asas moral dalam suatu profesi.

Etika dan Moralitas
 Moral berasal dari bahasa latin, mos yang artinya cara hidup atau kebiasaan sehingga muncullah istilah morale atau moril yang artinya jauh dari pengertian asalnya. Karena yang di maksud moril adalah semangat atau dorongan batin  Moral adalah hal2 yang mendorong manusia melakukan tindakan2 yang baik sebagai kewajiban atau norma. Moral dapat diartikan juga sebagai sarana untuk mengukur benar tidaknya manusia. Moral lebih ditujukan pada perbuatan seseorang secara individual, moral mempersoalkan kewajiban manusia sebagai manusia.  Moral lebih ditekankan pada tingkah laku yang bersifat spontan seperti murah hati, rasa kasih sayang dan kebaikan, jadi lebih ditekankan kepada karakter dan sifat2 individu yang khusus yang kesemuanya tdk ada dalam peraturan-peraturan hukum

Etika dan Moralitas
• Moralitas dimaksudkan untuk menentukan sampai seberapa jauh seseorang memiliki dorongan untuk melaksanakan tindakan2nya sesuai dengan prinsip prinsip etika dan moral. • Moralitas mempunyai makna yang lebih khusus sebagai bagian dari etika, berfokus kepada hukum2 dan prinsip2 yang abstrak dan bebas

Etika dan Moralitas
 Norma berasal dari bahasa latin penyiku atau pengukur dalam bahasa inggris berarti kaidah atau aturan. Kaitan dengan prilaku manusia norma digunakan sebagai pedoman atau haluan bagi prilaku yang seharusnya. • Norma mengacu kepada peraturannya sendiri beserta sanksi2nya, baik berawal dari dorongan batin, rasa susila maupun paksaan fisik. Etika maupun moral masuk kedalam norma sehingga dikenal norma agama, norma susila norma hukum norma sopan santun

Faktor faktor yang mempengaruhi tingkat moralitas
1. Latar belakang budaya 2. Pendidikan 3. Pengalaman 4. Karakter individu Dalam kaitan dengan tingkat moralitas disini kita tidak menentukan orang itu memiliki moralitas atau tidaknya tetapi hanya bisa dikatakan dengan tinggi rendahnya morlitas yang kesemuanya ini pada akhirnya berkaitan dengan nilai2 etika dan moral yang terdapat dalam jhati nurani orang tersebut.

MORAL SEBAGAI SEBUAH SISTEM NILAI
• MORAL MERUPAKAN DAYA DORONG INTERNAL DALAM HATI NURANI MANUSIA UNTUK MENGARAH KEPADA PERBUATAN2 BAIK DAN MENGHINDARI PERBUATAN2 BURUK, JADI SEMUANYA BERHUBUNGAN DENGAN NILAI YANG DIANUT OLEH SESEORANG • Nilai merupakan pendorong utama bagi tindakan manusia • Moore membedakan enam macam nilai : 1. Nilai Primer, sekunder, tertier → Hasrat 2. Nilai semu dan nilai riil → Kesungguhan 3.Nilai terbuka dan nilai tertutup → Lingkup 4. Nilai negatif dan positip → Positivitas 5. Nilai berdasarkan orde atau urutan → Orde 6. Nilai absolute dan nilai relatif → Relativitas Nilai2 dalam moral sangatlah spesifik, secara spiritual maupun behavioral ia mencerminkan keluhuran budi manusia dan menjadi pedoman paling asasi dari tindakan2nya, sebagai nilai absolut dan nilai riil moral berkenaan dengan hasrat dan dorongan hakiki pada manusia yang diciptakan dengan kelengkapan akal dan fikiran.

Nilai nilai moral memiliki karakteristik Sbb:

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Primer Riil Terbuka Bisa bersifat positif bisa negatif Orde tinggi atau arsitektonik Absolut

Permasalahan etika sosial
• Menurut Aristoteles jiwa manusia tediri dari cipta, rasa, dan karsa sedangkan raga terdiri dari zat mati zat tumbuhan, dan zat hewani • Dilihat dari aspek sifatnya dapat dibedakan sbb: - Mahluk individu → Karakter kepribadian dan pendirian yang berhubungan dengan ego yang mewarnai karakter dan prilaku manusia sebagai mahluk individu - Mahluk sosial → untuk hidup bersama dengan manusia lainnya dan berkomunikasi Dari kedua faham tentang manusia tersebut akhirnya lahirlah faham individualisme Dan faham kolektivitasme. Berhadapan dengan dua faham ekstreim tersebut kita harus berada ditengah-tengahnya. Tujuan etika adalah memberitahukan bagaimana kita dapat menolong manusia di dalam kebutuhannya yang riil yang secara susila dapat di pertanggung jawabkan

Permasalahan etika sosial
• Etika sosial lebih banyak mengundang perdebatan karena permasalahan2didalamnya yang lebih beraneka ragam pandangannya. Norma-norma dalam etika sosial harus selalu diterapkan dalam keadaan yang konkret. • Persoalan etika timbul karena semakin kompleksnya kehidupan masyarakat modren dan globalisasi masalah sospol bud • Kebebasan dan hak asasi akan dipermasalahkan apabila berkaitan dengan kepentingan sosial. Hak asasi manusia meliputi tiga komponen sbb: -Hak hidup ; Hak bebas ; Hak milik→ Hak ini menjadi terbatas apabila berada ditengah sistem sosial karena berhubungan dengan kepentingan sosial atau kepentingan umum.

Garis-garis Besar Landasan Etika
1. Naturalisme faham ini berpendapat bahwa sistem2 etika dalam kesusilaan mempunyai dasar alami yaitu pengkajian dilakukan berdasarkan atas fakta dan bukan atas teori2. naturalisme berpendapat bahwa manusia padadasarnya adalah baik sehinga harus dihargai. 2. Individualisme faham ini berpendapat bahwa setiap orang bertanggung jawab secara individual bagi dirinya. Dalam hubungan sosial yang paling pokok adalah individunya. Segala interaksi dalam masyarakat harus dilakukan demi keuntungan individu dampak positip: -terpacunya prestasi dan kreatipitas individu, memiliki etos kerja yang kuat dan selalu ingin berbuat yang terbaik bagi dirinya. Dampak negatip: - setiap orang akan mementingkan diri sendiri atau bersifat egosentris, pandangan ini mirip dengan orang2 yang menganut faham liberalisme

Garis garis besar landasan etika
3. Hedonisme faham ini berpendapat bahwa secara kodrat manusia selalu mengutamakan kenikmatan, yaitu apabila kebutuhan kodrati terpenuhi maka manusia akan memperoleh kenikmatan sepuas puasnya. Hedonisme berhubungan juga dengan materialisme yang berarti bahwa alat pokok untuk memenuhi kepuasan manusia adalah materi. faham ini ada kemiripan dengan ajaran karl marx yang di sebut dengan marxisme, hanya dalam faham ini dibalikan secara logika bahwa manusia memiliki rasa lapar, memiliki kehendak untuk hidup dan pertimbangan kesusilaan seringkali di tentukan oleh kepentingan. walaupun banyak teori2 yang mendukungnya, tetapi faham ini banyak kelemahannya karena pada dasarnya hidup manusia tidak serendah binatang dalam memenuhi hasratnya untuk meraih kesenangan, kenikmatan dan kepentingannya karena ada beberapa faktor yang berada di belakang manusi.

4. Eudaemonisme Beresal dari bahasa yunani , demon yang artinya roh, pengawal yang baik, kemujuran atau keuntungan. Orang yang telah mencapai tingkatan eudaemonia akan memiliki keinsyafan tentang kepuasan yang sempurna tidak saja secara jasmani tetapi juga secara rohani→Bahagia → kebahagian merupakan kebaikan tertinggi

5. Utilitarianisme faham ini berkaitan dengan pengenalan kesusilaan adalah manfaat dari suatu perbuatan. Suatu perbuatan dikatakan baik jika membawa manfaat atau kegunaan yang baik dan tidak menghasilkan yang buruk. Aliran pemikiran yang berkaitan dengan faham ini adalah pragmatisme, yang berpendapat bahwa yang benar itu dibuktikan dengan kegunaannya dan juga empirisme yang mengajarkan manusia unutk melihat manfaat2 nyata dari tindakan bermoral berdasarkan akalnya, juga positivisme yang menerjemahkan nilai2 manfaat secara kuantitatif. Sejalan dengan perkembangan yang modern muncullah faham scientisme yang menghubungkan kebenaran dan kegunaan berdasarkan ilmu, bahwa di luar ilmu tidak ada kebenaran

6. Idealisme
• Paham ini timbul dari kesadaran adanya lingkungan normativitas bahwa terdapat kenyataan yang bersifat normatif yang memberi dorongan kepada manusia untuk berbuat. Ajaran ini memberikan pengakuan tentang dualisme manusia yang terdiri dari jasmani dan rohani. Berdasarkan aspek cipta, rasa, dan karsa yang ada dalam batin manusia, dapat dibagi kedalam tiga komponen idealisme: 1. Idealisme rasioanalistik→berdasarkan akal dan pikiran manusia dapat mengenal norma2 yang menuntun prilakunya 2. idealisme estetik → bertolak dari pandangan bahwa dunia dan kahidupan manusia dapat dilihat dari perspektif karya seni yang berarti ketertiban atau hiasan, jadi manusia itu merupakan mahluk yang serba laras 3. Idealisme etik → intinya ingin menentukan ukuran2 moral dan kesusilaan terhadap dunia dan kehidupan manusia; paham ini mengajarkan norma2 moral yang berlaku bagi manusia dan menuntut manusia untuk mewujudkannya bahwa roh senantiasa mempunyai nilai tertinggi dan kekuasaan yang lebih besar

Landasan etika sebagai pedoman hidup bermasyarakat menurut Adler tertuang dalam enam ide agung sbb: • Keindahan • Hidup dan kehidupan manusia sesungguhnya adalah keindahan yang tediri dari: -Keindahan alamiah dimana prilaku alam beserta yang terdapat didalamnya ini mematuhi hukum2 tertentu dari sang pencipta -Keindahan artistik bersumber pada pemahaman jiwa manusia terhadap alam semesta. Kasih sayang, kedamaian dan kesejahteraan pada dasarnya merupakan unsur-unsur keindahan

Persamaan ( Equality )

• Setiap manusia yang lahir di bumi memiliki hak yang sama atau sederajat jenis kelamin dan Ras tidak boleh dijadikan ukuran untuk membedakan manusia, tapi hanya bisa di kategorikan saja. Konsekwensi dari ajaran persamaan ras ini menuntut persamaan diantara beraneka ragam etnis Tuhan menciptakan mansia terdiri dari dua jenis kelamin laki2 dan wanita keduanya sama di mata Tuhan Dalam kehidupan modern sekarang ini tidak ada perbedaan derajat antara laki2 maupun wanita

Kebaikan ( Goodness )
• Kebaikan sangat erat dengan hasrat dan cita manusia hal ini dapat dilihat dalam kehidupan sehari hari misalnya: -apabila orang tersebut menginginkan kebaikan dari suatu ilmu pengetahuan maka ia akan menerapkan objektivitas ilmiah, rasional dan memanfaatkan pengetahuan -jika menginginkan kebaikan tatanan sosial maka yang diperhatikan adalah sikap sadar hukum, saling menghormati dan berprilaku yang baik. Begitu juga dalam agama walaupun berbeda agama tetapi semua agama mengajarkan kepada kebaikan.

Keadilan ( Justice )

• Keadialn merupakan substansi rohani umum dari suatu masyarakat yang menciptakan dan menjaga kesatuannya. • Teori keadilan menurut aristoteles dikatakan bahwa yang dimaksud keadilan merupakan kelayakan dalam tindakan manusia yang dibagi kedalam empat macam keadilan yaitu keadilan komutatif, distributif, sosial, hukum

Kebebasan ( Liberty)
• Kebebasan dirumuskan sebagai keleluasaan untuk bertindak atau tidak bertindak berdasarkan pilihan2 yang tersedia bagi seseorang, jadi setiap orang memiliki pilihannya sendiri dan berhak menentukan pilihannya itu sesuai dengan keinginannya tetapi dlam batasan yang tidak melanggar kebebsan yang sama dari orang lain. Untuk mengatur kebebassan ini diperlukan hukum, agar kebebasan dapat terjamin Kebebasan manusia mengandung pengertian sbb: 1. Kemampuan untuk menentukan diri sendiri 2. Kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan 3. syarat-syarat yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihan-pilihannya beserta konsekuensi dari pilihan itu

Kebenaran ( Truth )

• Ide kebenaran dipakai dalam pembicaraan mengenai logika ilmiah misalnya dalam cabang eksak, sejarah juga filsafat. • Tapi ada juga kebenaran mutlak yang hanya bisa dibuktikan berdasarkan keyakinan bukan fakta

Legitimasi kekuasaan
• Legitimasi berasal dari bahasa yunani lex artinya hukum • Legitimasi dalam perkembangan selanjutnya bukan hanya mengacu kepada kesesuaian hukum2 formal tetapi juga hukum2 kemasyarakatan dan norma2 etis. Legitimasi adalah kewenangan dan atau keabsahan. • Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu

Jenis legitimasi :

1. Legitimasi religius berkaitan dengan sistem monarki, masyarakat tunduk pada kekuasaan raja2 karena mereka percaya bahwa raja adalah satu2satunya manusia yang memegang amanat dari tuhan 2. Legitimasi sosiologi, bahwa keabsahan kekuasaan seharusnya ditentukan secara rasional untuk kepentingan bersama dalam suatu organisasi raksasa yang dikenal sebagai negara • Konsep legitimasi sosiologi mendasarkan diri pada fenomena bahwa sekelompok anggota masyarakat bersedia dengan sukarela menyerahkan hak kepada orang yang terpilih untuk menentukan dan melaksanakan kebijakan2 tertentu yang menyangkut setiap anggota masyarakat tersebut

Tiga corak legitimasi sosiologi menurut Weber : 1. Kewenangan tradisional; kharismatik; legal-rasional
• Kewenangan tradisional;kekuasaan untuk mengambil keputusan umumdiserahkan kepada seseorang berdasarkan keyakinan-keyakinan tradisional, misalnya ia diberi kekuasaan karena ia berasal dari golongan bangsawan atau dinasti yang sudah lama memerintah • Kewenangan kharismatik, yang mengambil landasan pada kharisma pribadi seseorang sehingga ia dikagumi dan di hormati oleh khalayak, mis. Adolh hitler, mahata gandhi, sukarno, termasuk pemimpin yang memiliki kekuasaan yang bersandar pada kewenangan kaharismatik

Kewenangan legal rasional yaitu yang mengambil landasan dari hukum-hukum formal dan rasional bagi dipegangnya kekuasaan oleh seorang pemimpin.Kehidpan kenegaraan yang modern lebih banyak menggunakan konsepsi kewenangan legal rasional; presiden, perdana mentri, kanselir menerapkan kewenangan legal rasional

• Inti dari legitimasi sosiologis melihat kewenangan atas kekuasaan berdasarkan bulat tidaknya kesepakatan yang terjelma pada masyarakat, sehingga apabila bagian masyarakat terbesar sudah memiliki keyakinan tersebut maka kekuasaan itu dianggap absah secara sosiologis

3. Legitimasi etis; melihat kesesuaian antara dasar-dasar kekuasaan itu dari sudut norma2 moral.

• Legitimasi etis bukan hanya menyangkut opini masyarakat mengenai keabsahan seseorang didalam kekuasaannya, bukan pula berkaitan dengan tatanan hukum tertulis didalamnya, tetapi mencoba meletakan prinsip2 moral atas kekuasaan itu

Ciri-ciri spesifik legitimasi etis :
1. Persoalan yang menyangkut manusia hendaknya diselesaikan secara etis termasuk kekuasaan. Kedudukan seseorangyang mempunyai hak untuk mengatur prilaku sejumlah orang itu apakah memang benar-benar sesuai dengan nilai2 moral 2. Legitimasi etis berada dibelakang setiap tatanan normatif dalam prilaku manusia.etika menjadi landasan dari setiap pengumpulan bahan untuk menjadi peraturan hukum pada suatu negara.legitimasi etis menjadi kekuatan pokok yang menopang aturan-aturan hukum yang ada dalam masyarakat

Legitimasi kekuasaan negara menurut para filsuf dan ahli kenegaraan • Plato; pemerintahan akan adil jika raja yang berkuasa adalah seorang yang bijaksana, kebijaksanaan kebanyakan dimiliki oleh para filsuf. Teori ini banyak kelemahannya karena adanya pertanyaan yang belum terjawab mengenai filsuf raja akan punya ketulusan hatidalam usaha mereka mengejar keadilan dan tidak bersifat korup serta memperkaya diri pribadi

Thomas Aquinas Keadilan diterjemahkan dalam dua bentuk, pertama keadilan yang timbul dalam bentuk transaksi2 seperti pembelian dan penjualan yang sesuai dengan asas2 distribusi pasar, kedua keadialan diberikan kepada yang menjadi haknya berdasarkan pangkat, pemikiran ini menimbulkan diskriminatif Thomas hobbes Bahwa Untuk menertibkan tindakan manusia, mencegah kekacauan dan mengatasi anarki, tidak mungkin hanya mengandalkan kepada imbauan moral saja. Negara harus membuat supaya manusia itu takut dan alat utamanya melalui tatanan hukum. Negara harus kuat dan mampu memaksakan kekuatan hukum melalui ancaman2 yang ditakuti manusia yaitu hukuman mati

Jean jacques Rousseau
• Bahwa pada dasarnya manusia itu baik, negara dibentuk karena adanya niat2 baik untuk melestarikan kebebasan dan kesejahteraan individ. Dalam menangani konflik yang ada dalam masyarakat diatasi dengan persamaan demi tujuan2 yang lebih besar. Keinginan umum dan semua kesejahteraan individu akan muncul bersamaan. Segala bentuk kepentingan individu yang menyimpang dari kepentingan umum adalah salah dan karena itu orang harus melihat kebebasan itu justru pada kesamaan yang terbentuk dalam komunitas.

Demokrasi: adalah suatu sistem pemerintahan dimana kekuasaan terletak pada mayoritas rakyat dan pelaksanaannya dilakukan melalui wakil2 yang terpilih Dalam demokrasi setiap rakyat mempunyai andil dalam menentukan hukum meskipun andilnya berlainan

• Pembenaran etis bagi demokrasi: -Demokrasi berlandaskan pada keyakinan nilai dan martabat manusia - berdasarkan sifat dan nilai manusia demokrasi mengandung implikasi adanya konsep kebebasan manusia -Adanya suatu aturan hukum yang pasti atau hidup yang bebas berdasarkan hukum -asas persetujuan;Demokrasi didasarkan pada asumsi tentang pentingnya kontrol kerakyatan atas isu2 kebijakan yang mendasar. Pemerintah harus memiliki kekuatan dan otoritas

Lanjutan pembenaran etis bagi demokrasi
• asas persetujuan;Demokrasi didasarkan pada asumsi tentang pentingnya kontrol kerakyatan atas isu2 kebijakan yang mendasar. Pemerintah harus memiliki kekuatan dan otoritas. Asas persetujuan mensyaratkan keadilan untuk memusyawarahkan pelbagai persoalan serta menempatkannya dalam pembicaraan dan pertimbangan yang mendalam. • Prinsip kelima,Demokrasi mengandaikan bahwa melalui sarana2 yang ada padanya dunia akan menjadi lebih baik dan masyarakat memikul tanggung jawab untuk mencapai tujuan itu. demokrasi merupakan kondisi politis yang dibutuhkan bagi pembangunan pribadi yang sempurna

Persyaratan agar demokrasi dapat terus berlangsung:
1. Para pemilih yang terdidik 2. Perasaan bernegara diantara para warga negara 3. Kesempatan yang luas untuk membicarakan isu-isu kenegaraan 4. Keharusan untuk memilih orang2 yang berwatak baik dan terlatih dalam menangani urusan-urusan publik 5. Kebebasan untuk melaksanakan reformasi perangkat dan pranata pemerintahan. 6. Distribusi kemakmuran yang lebih merata

Salah satu prasyarat untuk terciptanya demokrasi adalah adanya distribusi kemakmuran yang merata, untuk itu negara memerlukan sarana yang memadai, sarana itu disebut sebagai birokrasi

• Dalam negara demokratis birokrasi diharapkan menjadi alat untuk menjebatani kebijakan2 administrstif yang diambil oleh penguasa dengan aspirasi rakyat dalam hal ini, rakyat dipandang sebagai pihak yang mendelegasikan wewenangnya kepada pihak penguasa. • Dalm koridor ini kita melihat birokrasi secara netral bukan sebagai penyakit administrasi yang berurusan dengan urusan yang menjengkelkan dengan banyaknya sekat2 formalitas yang haarus diselesikan oleh seseorang ketika menyelesaikan suatuurusan

Secara epistemologis, birokrasi berasal dari bahasa yunani Berau yang artinya meja tulis atau tempat bekerjanya para pejabat
• Birokrasi adalah tipe organisasi yang dimaksudkan untuk mencapai tugas2 administratif yang besar dengan cara mengoordinasi secara sistematis pekerjaan dari banyak orang. Birokrasi dibentuk awalnya agar keputusan2 pemerintah dapat dilaksanakan dengan lebih sistematis melalui aparat negara. • Keputusan politis akan bermanpaat bagi warga negara apabila pemerintah mempunyai birokrasi yang tanggap sisitematis dan efisien

Ciri2 pokok struktur birokrasi menurut max weber:
1. Birokrasi melaksanakan kegiatan2 reguler yang di butuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, didistribusikan melalui cara tertentu dan dianggap sebagai tugas resmi 2. Pengorganissaian kantor mengikuti prinsip hierarkis yaitu unit yang lebih rendah dalam sebuah kantor berada dibawah pembinaan dan pengawasan unit yang lebih tinggi 3. Pelaksanaan tugas diatur oleh peraturan2 abstrak yang konsisten dan mencakup penerapan aturan2 itu dalam kasus2 tertentu 4. Pejabat yang ideal melaksanakan tugas2nya dengan formal dan tidak bersifat pribadi 5. Pekerjaan dalam organisasi birokratis didasarkan pada kualifikasi teknis dan dilindungi dari pemecatan sefihak, serta menerapkan jenjang karier dan kenaikan pangkat yang berdasarkan senioritas atau prestasi atau gabungan keduanya. 6. Berdasarkan pengalaman tipe organisasi administratif yang murni berciri birokratis dilihat secara teknis akan mampu mencaoai tingkat efisiensi yang cukup tinggi

Efisiensi administarsi yang tinggi adalah hasil yang diharapkan dari adanya berbagai ciri birokrsi yang dikemukakan oleh webber • Supaya seseorang bisa bekerja secara efisien,ia harus memiliki keahlian2 tertentu dan menerapkannya secara aktif dan rasional, setiap angota harus ahli dalam bidang keterampilan tertentu untuk dapat menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya.

Beberap pemahaman yan dianut tentang birokrasi
1. Inefisiensi organisasi Pengertian ini muncul karena banyaknya peraturan formal yang harus diikuti jika orang berhubungan dengan birokrasi keadaan ini dapat dilihat dari: - Kepercayaan yang berlebihan kepada persyaratan2 Administratif - Kurangnya inisiatif - Kelambanan dalam berbagai urusan - Banyaknya formalitas dan formulir serta duplikasi pekerjaan Kekuasaan atau pemerintahan yang dijalankan pejabat; dalam konsep ini birokrasi dirumuskan sebagai pemerintahan oleh para pejabat negara. Jadi pejabat negara adalah politisi bukan sebagai administrator

2.

3. Administrasi dalam organisasi negara aparat birokrasi merupakan salah satu lembaga yang melaluinya kegiatan untuk mencapai tujuan dijalankan. Kegiatan yang disebut sebagai administrasi itu dilaksanakan dalam sebuah organisasi raksasa yang diebut dengan negara. Menurut weber administrasi berarti penyelenggaraan wewenang dan otoritas. Otoritas dapat dimiliki oleh para aparat birokrasi karena mereka sudah mendapat legitimasi dari rakyat melalui negara 4. Masyarakat modern Birokrasi adalah masyarakat modernitu sendiri;konsep ini memandang bahwa organisasi2 merupakan miniatur masyarakat dan masyarakat yang maju adalah yang memiliki organisasi yang tangguh. Oleh karena itu apabila para perencana hendak melakukan pembangunan secara modern maka yang pertama tama harus dilakukan adalah melakukan birokratisasi secara besar2an. Tapi pada kenyataanya birokratisasi yang berlebihan justru banyak mendatangkan kerugian.

5. Organisasi Rasional Menurut Weber Gagasan rasionalitas merupakan landasan dari tipe ideal birokrasi dengan ciri ciri: -Prinsip2 pembagian kerja -Pelimpahan wewenang -Impersonalitas -Kualifikasi teknis dan efisiensi

Gaya kepemimpinan dalam birokrasi
• Gaya kepemimpinan otoriter • Gaya kepemimpinan demokratis • Gaya kepemimpinan bebas ad 1; dilakukan oleh pemimpin2 yang mementingkan wewenang dan pengambilan keputusan yang cepat dan pasti. Pemimpin lebih banyak memberikan perintah dan bawahan tingal melaksanakannya. Agar para bawahan taat di berikan hukum 2 yang ketat intimidasi atau bahkan paksaan ad 2; lebih lunak dalam memandang kekuasaan. Mengambil keputusan berdasrkan pendapat2 dari bawahan suara terbanyak atau merujuk kepada peraturan-peraturan yang ada, disamping pertimbangannya sendiri ad 3;menyerahkan proses pelaksanaan kebijakan kepada bawahan. Pemimpin yang bebas tidak terlalu banyak memiliki pendapat sendiri dan lebih banyak ssebagai koordinator

Tugas pejabat publik adalah sebagai administrator yang harus mengabdi kepada kepentingan umum oleh karena itu seorang pejabat publik harus memiliki persyaratan baik secara teknis maupun normatip
• Syarat2 seorang pejabat publik landasan secara teknis: 1. Intelegensi 2. kemampuan mengambil keputusan 3. wawasan kedepan 4. memiliki kemampuan manajemen • Syarat2 landasan secara normatif yang terkandung dalam nilai2 moral: 1. menerapkan prinsip kebajikan; berani, sederhana. Bebas,indah, bangga,makna,tabiat baik, ramah, jujur, cerdas,jenaka; kesemuanya ini berkaitan dengan cipta rasa dan karsa manusia 2. menerapkan konsep keadilan yang meliputi : keadilan politik; keadilan hukum; keadilan ekonomis ; Keadilan sosial

• Keadilan politik: Keadilan yang menjadi asas hukum bagi organisasi2 politik yang terbentuk dari berbagai golongan, wilayah dan kepentingan dalam kehidupan negara • Keadilan hukum: Keadilan yang akan menentukan terjaminnya tertib sosial dalam masyarakat • Keadilan ekonomis: keadilan yang bertalian dengan produksi, distribusi, dan perdagangan • Keadilan sosial: mengharuskan adanyan distribusi layanan kepada setiap masyarakat secara adil. Pelayanan publik terlaksana secara adil kepada setiap warga negara tanpa memandang status, golongan jabatan atau pangkatnya.

Pedoman bagi administrator untuk berprilaku adil 1. Dorongan batin yang tetap dan kuat untuk memberikan kepada setiap orang yang semestinya 2. Tdak sewenang-wenang dan membeda-bedakan orang
Terusan landasan normatip: 3. Dapat mempertanggung jawabkan tindakan, keputusan dan kebijakan yang dibuatnya Pertanggung jawaban bagi administrator: -Pertanggungjawaban hierarkies -Pertanggungjawaban manajerial; penilaiannya lebih banyak menggunakan pertimbangan rasional objektivitas.pertanggungjawaban manajerial menuntut kelihaian, kegesitan, hubungan antar pribadi dan juga intelegensia -pertanggungjawaban kemasyarakatan

Tugas utama birokrasi di negara yang sedang berkembang di titk beratkan untuk memperlancar proses pembangunan. - berdasarkan hal tersebut dalam tugas tugas pembangunan aparat administrasi diharapkan memiliki komitmen terhadap tujuan2 pembangunan, baik dalam perumusan kebijakan maupun dalam pelaksanaan secara efektif dan efisien
Dalam pelaksanaanya harus: -Berorientasi kepada kegiatan - mampu memecahkan masalah2 kemasyarakatan - mampu merumuskan kebijakan2 tertentu kearah Kemajuan

Etika dalam pembangunan:
1. Kebebasan: -Kebebasan mengeluarkan pendapat -Kebebasan pers -Kebebasan berserikat -Kebebasan beragama 2. Persamaan -persamaan didepan hukum bagi semua masyarakat -persamaan kesempatan bagi semua lapisan masyarakat 3.Demokrasi dan partisipasi Dua komponen pendorong perubahan di negara berkembang: - Perubahan yang sifatnya otonom karena masyarakat menginginkan adanya pergeseran kearah kondisi sosial atau taraf hidup yang lebih maju - Perubahan yang berasal dari para pemimpin negara, politisi, teknokrat, intelektual dan birokrat yang menghendaki perubahan masyarakat kearah kemajuan sesuai yang dipahami dan di cita2kan demokratisasi dimaksudkan agar dalam melaksanakan pembangunan itu sesuai dengan keinginan masyarakat sehingga hasilnya dapat dinikmati bersama. dalam konsep ini masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut mereka, sehingga masyarakat ikut berpartisipasi didlamnya.

4. Keadilan sosial dan pemerataan
 Pembangunan di negara yang sedang berkembang diarahkan untuk meningkatkan taraf ekonomi secepat mungkin.  Untuk mewujudkannya dilakukan dengan pengerahan sumber2 daya yang tersedia, pencegahan terhadap pemborosan2finansial yang tidak bertanggung jawab serta tetap memberikan pelayanan publik yang maksimal. Efisiensi merupakan tujuan utamanya.  Efisiensi harus dipertahankan supaya sumber2 daya negara tidak cepat habis akibat pemborosan  Dalam lingkup negara keadilan tidak hanya menyoroti hubungan2 individual, tetapi juga mempersoalkan struktur politik masyarakat secara keseluruhan  Untuk mencapai keadilan sosial kita harus membangun struktur proses2 politik, ekonomi, sosial dan budaya, sehingga setiap anggota masyarakat cukup kondusif untuk memperoleh keadilan sesuai dengan haknya dan bisa mendapatkan bagian yang wajar dari kemakmuran masyarakat yang telah dicapai

Etika administrasi negara
• Administrasi negara harus dilihat dari locus dan focus • Locus dilihat dari keberadaannya dalam bidang ilmu, maka administrasi negara adalah mengenai kepentingan publik dan urusan publik • Focus dilihat dari kekhususannya dari ilmu tersebut, maka administrasi negara focusnya adalah teori organisasi dan ilmu manajemen • Adm. Negara merupakan proses yang rumit karena berkaitan dengan kegiatan teknis berlandaskan ilmu manajemen untuk mencapai efisiensi, dan kegiatan politis yang berusaha menafsirkan kehendak publik dan menerjemahkannya dalam kebijakan nyata. • Dari segi materi/isi, adm. Negara berarti melakukan kebijakan publik yakni menetapkan dan melaksanakan suatu kebijakan yang berpengaruh kepada masyarakat.

•Dari segi formal atau bentuk, adm. Neg. adalah pengambilan keputusan2 yang mengingkat orang banyak
• Dari segi sosiologi, administrasi negara merupakan bentuk tindakan sosial tertentu yang diorganisasi atau serangkaian proses tindakan sosial yang berlangsung dan dibakukan dalam periode tertentu. • Dari segi praktik Administrasi negara merupakan rangkaian pengambilan kebijakan yang menghasilkan norma2 formal, aturan2, serta keharusan2 bagi tindakan sosial. • Jadi setiap kegiatan adm. Neg. akan selalu punya konsekuensi nilai. Berdasarkan hal tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa proses administrasi negara senantiasa menuntut pertanggung jawaban etis • Etika administrasi negara berusaha menempatkan kaidah-kaidah moral dalam menghadapi pelbagai persoalan dalam pemerintahan dan juga masalah2 yang menyangkut kedudukan pribadi seorang administrator dalam proses interaksinya dengan negara dan masyarakat

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->