P. 1
Mozaik Surau Edisi Januari 2009

Mozaik Surau Edisi Januari 2009

|Views: 102|Likes:
Published by baitul amin
Buletin Mozaik Surau edisi bulan Desember 2008
Buletin Mozaik Surau edisi bulan Desember 2008

More info:

Published by: baitul amin on Dec 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2015

pdf

text

original

KISAH HIKMAH

Tetapkan Arah, Tentukan Tujuan
Saya sempat tertegun ketika melihat sebuah film kartun anak-anak. Bahkan terinspirasi untuk menguatkan tekad menetapkan arah dan tujuan hidupku. buntu. Di sana pula ia bertemu d e n g a n s e e k o r kucing dan bertanya padanya, “ Wa h a i kucing kecil ke mana aku harus pergi?” Kucing kecil itu berkata, “Aku tidak tahu. Berjalanlah di jalan mana saja, selama kau tidak tahu mau pergi ke mana, toh semua jalan sama saja.” Saya terhenyak dan berfikir bahwa kita harus tahu kita menuju ke mana, dan menginginkan apa. Jalan kepada-Nya adalah jelas dan kita tidak membutuhkan tadzkirah (peringatan) setiap saat. Marilah berjalan pada jalan Allah. Kita harus tahu apa tujuan kita. Jika di dunia saja kita sudah bingung, di akhirat kita akan semakin bingung. Pada hari kiamat kita akan berdiri diam, tidak tahu berada di mana, dan mau ke mana. Berabe amat! Sultan Muhammad Al Fatih (putra dari Sultan Murad II yang juga adalah sultan ke 7 Daulah Usmaniyah Turki – ed) saat itu telah menaklukkan Konstantinopel, karena ia mendengar hadits Nabi Muhammad SAW, ketika sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kota manakah yang dibuka pertama kali Konstantinopel atau Roma?” Beliau menjawab kota Heraclius yang pertama (ditaklukkan) Konstantinopel. (H. R. Imam Ahmad dan Ad Darimi). Ia juga mendengar Hadits Nabi yang memberkati pasukan penakluk itu. “Konstantinopel akan ditaklukkan, maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya, dan sebaik-baiknya pasukan adalah pasukan itu” (H.R Imam Ahmad Bin At Thabrani). Bayangkan sebelumnya Muhammad Al Fatih adalah seorang pemuda yang berjalan di majelis ilmu, menghapal AlQur’an, menjauhi maksiat lalu mendengar hadits ini, dan ditangannya kota Konstantinopel, ditaklukkan, lalu menjadi sebaik-baik pemimpin (dari ‘Hati Sebening Mata Air’, oleh Amru Khalid). Kak Mer

2 2009

Zuhud, Tasawuf & Tarekat
Pada Mozaik edisi Januari 2009 lalu, kita memahami zuhud sebagai perilaku meninggalkan kehidupan dunia yang bersifat materi dan menekuni hal-hal yang bersifat rohani. Tidak jauh dari pengertian tersebut, dalam Ensiklopedi Tasawuf terbitan Angkasa, Bandung (2008), dari segi bahasa, zuhud berarti meninggalkan, tidak menyukai atau mengambil sedikit. Adapun dari segi istilah berarti mengosongkan hati dari sesuatu yang bersifat duniawi atau meninggalkan hidup kematerian. Orang zuhud (zahid) adalah orang yang meninggalkan dunia untuk mendapatkan apa yang ada pada Allah. Dalam tradisi tasawuf, zuhud merupakan salah satu tahapan, atau maqam yang harus dilalui calon sufi untuk berada sedekat mungkin dengan Allah. Sebelum menjadi sufi, ia harus menempuh jalan panjang yang berisi maqamat. Seorang calon sufi harus terlibat dahulu menjadi orang yang zuhud (zahid), setelah menjadi zahid barulah ia bisa meningkat menjadi sufi. Sepeninggalan Nabi Muhammad Rasulullah SAW, zuhud menjadi semacam ‘gerakan perlawanan’ para sahabat Rasulullah yang secara terang-terangan mengritik perilaku bermewah-mewah yang dilakukan oleh para penguasa waktu itu. Abu Dzarr al Ghifari dipandang sebagai perintis hidup zuhud dari kalangan sahabat Nabi Muhammad SAW. Dalam suatu kunjungan ke Damaskus pada 32 H/652 M, Abu Dzarr menyaksikan Gubernur Mu’awiyah Ibn Abi Sufyan membangun istana gubernur yang sangat megah. Abu Dzarr berkata kepada Mu’awiyah, “Kalau engkau membangun istana dengan hartamu, itu berlebihlebihan. Kalau engkau membangun dengan harta rakyat, engkau berkhianat.” Karena kritiknya yang pedas itu, Abu Dzarr ditangkap dan dikirim oleh Mu’awiyah kepada Khalifah Utsman di Madinah. Oleh Khalifah Utsman, Abu Dzarr beserta keluarganya dibuang ke Rabadzah, sebuah padang gersang jauh di luar kota Madinah. Dalam perjalanan menuju pembuangan itu, Ali ibn Abi Talib, sahabatnya yang turut mengantarnya di samping para petugas berkata, “Wahai Abu Dzarr, engkau takut kepada mereka karena dunianya. Mereka takut kepada engkau karena keyakinanmu.” Sejak saat itu muncul tokoh-tokoh zahid (pengamal zuhud) yang menjadi cikal bakal ajaran tasawuf. Istilah tasawuf sendiri, asal katanya sangat banyak dan definisinya tidak ada yang lengkap. Pengertian tasawuf lebih kurang meliputi hal-hal; membersihkan hati, menjauhkan hawa nafsu, berperangai baik, mendekatkan diri pada Tuhan, mensucikan diri, menjauhkan diri dari kemewahan. Pengamal tasawuf disebut sufi. Dan kalangan sufi meyakini bahwa benih-benih tasawuf lahir dan diilhami oleh pribadi, perilaku, peristiwa, ibadah, dan kehidupan Rasulullah. Banyak yang bisa dicontohkan, misalnya; bersunyi-sunyi diri di Gua Hira’, berdzikir dan bertafakur, Isra’ Mi’raj, pribadi Rasulullah SAW yang sederhana (zuhud, tidak terpesona oleh kemewahan dunia), ibadah (shalat dan berdzikir), i’tikaf (terutama dalam bulan Ramadhan). Setelah lebih kurang dua abad setelah Rasulullah wafat, kelompok pengamal tasawuf disebut tarekat. Pada masa itu memang banyak bermunculan tarekat dengan nama-nama yang baru, seperti Sirriyah, Ubudiyah, Shiddiqiyah, Taifuriyah, Khawajakaniah, Naqsyabandiyah, Naqsyabandiyah Al Ahrariyah, Naqsyabandiyah Al Mujaddidiyah,

Film i t u adalah “Alice in Wonderland” yang bercerita tentang Alice, seorang anak gadis saat berjalan, menghadapi jalan
Zuhud...
sambungan dari hal. 1

Tarekat terkait erat dengan tasawuf, karena tarekat merupakan organisasi persaudaraan dalam menjalankan upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pemikiran yang mendasari tasawuf adalah

karena Allah SWT merupakan Zat yang suci, maka Zat yang suci itu tidak akan dapat didekati kecuali oleh sesuatu yang suci. Dalam mendekatkan diri kepada Allah, para sufi biasanya melalui tahapan-tahapan

spiritual (maqamat). Masing-masing sufi menempuh tahapan spiritual yang berbedabeda, berdasarkan pengalaman ruhani yang berbeda-beda pula. Menurut al-Ghazali langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai kejernihan hati (tazkiyah al-nafs) adalah takhalli yaitu mengosongkan hati dari selain Allah, tahalli yaitu mengisi hati dengan zikir kepada Allah dan sifat-sifat terpuji, dan tajalli yakni memperoleh hakekat tentang ‘wujud’ Tuhan.

Iklan Baris
350 produk obat herbal, sunnah dan islami tersedia di sini :www.ihsanstore.co.cc hub, Ihsan Store: 0816103035)

Naqsyabandiyah Al Mujaddidiyah Al Khalidiyah. Seiring dengan itu (150 s/d 200 tahun setelah Rasulullah wafat) lahir mazhab-mazhab di bidang fiqih, seperti Hambali, Maliki, Syafi’i dan Ja’fari. Tarekat sendiri menurut bahasa berasal dari kata Arab thariqah yang berarti jalan atau metode atau aliran (madzhab). Tarekat adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan tujuan sampai (wusul) kepadaNya. Tarekat merupakan metode yang ditempuh seorang sufi dengan aturan-aturan tertentu sesuai dengan petunjuk guru atau Mursyid tarekat masing-masing, agar berada sedekat mungkin dengan Allah SWT. Ahli tasawuf mengaitkan istilah tarekat dengan firman Allah SWT: “Dan bahwasanya apabila mereka tetap berdiri pada jalan (thariqah) yang benar niscaya akan kami turunkan (hikmah) seperti hujan yang deras dari langit.” (QS Al-Jinn/72 : 16)
Baca Zuhud...
bersambung ke hal. 4 kolom. 2

Pemasangan iklan dapat menghubungi Renny : 08170971798 dan Fifi : 081905616845. Tarif iklan baris Mozaik Rp 15.000,- per baris, paket A iklan box cetak Rp 250.000,- per edisi. Paket B iklan box cetak & online Rp 350.000,- per edisi.

Jadwal Sholat Bulan Maret 2009 (Waktu Indonesia Barat)
Sumber : pkpu.or.id

01- 06 07 - 11 12 - 16 17 - 21

12.05 12.04 12.03 12.01

15.10 15.05 15.07 15.09

18.12 18.09 18.07 18.05

19.22 19.19 19.17 19.14

04.40 04.40 04.40 04.40

22 - 24 25 - 26 27 - 28 29 - 31

12.00 12.00 12.00 11.58

15.10 15.10 15.10 15.11

18.03 18.03 18.03 18.00

19.12 19.12 19.12 19 . 00

04.39 04.39 04.39 04.38

PROFIL: Kyai H. Muhammad Zarkasyi

Tarekat Ada dalam Islam
Lahir dan dibesarkan dalam lingkungan pondok pesantren, Kyai H. Muhammad Zarkasyi mengenal istilah tarekat sejak masih muda usia. Bahkan ketika menjadi santri di Kediri-Jawa Timur ia mengaku sempat tidak bersimpati pada salah satu tarekat yang akhirnya merembet menjadi ‘apriori’ terhadap semua tarekat yang lain. Kemudian k e t i k a menyanyi ini menjawab mantap, ia ingin Nama : K.H. Muhammad. Zarkasyi masuk tarekat Tempat/tgl lahir : Brebes, 27 Desember 1953 untuk mendapatkan Nama Ayah : K.H. Ahmad Jazuli cara atau metode Nama Ibu : Hj. Rodiah agar dalam Nama Istri : Hj. Munifah menjalankan shalat Nama anak : merasakan lebih 1. Suroyya khusyu’. 2. M. Abduh “Saya kira 3. Abdul Wahab 4. Abdul Razaq tujuan seorang 5. Abdul Manan muslim untuk 6. Abdus Syukur bertarekat tidak Nama cucu : ada alasan lain 1. Siti Wajihatun kecuali ingin menyempurnakan menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW, “Ada lima tarekat yang karena Rasulullah membawa tiga pilar saya pelajari dulu – ajaran, yakni; Iman, Islam dan Ihsan. Ihsan lewat buku-buku – adalah engkau menyembah Allah seolahsebelum saya olah melihat Allah. Nah, shalat yang khusyu’ m a s u k juga seperti itu, seolah melihat Allah. tarekat. Dan Meskipun ‘seolah’ tentu ada caranya yang uniknya bisa dipelajari, dan ilmu itu disebut tasawuf Thariqat sedangkan tata cara atau metodenya disebut tarekat. Nah, untuk menimba ilmu ini, yang kemudian mempraktekkannya, harus dibimbing oleh seorang guru atau Mursyid,” tutur Kyai Zarkasyi. Naqsyabandiyah Dalam perjalanan menuju shalat khusyu’ Al-Khalidiah ini merupakan urutan kelima. nanti ada proses pembersihan hati. Oleh Tapi ternyata, karena keberadaannya mudah sebab itu ada yang menyebut tarekat dijangkau, justru yang ke lima inilah yang sebagai jalan menuju kejernihan hati. saya kunjungi terlebih dahulu. Benar, pada “Kalau orang sudah jernih hatinya akan suatu hari di tahun 1982 saya datang ke mudah memisahkan sifat tercela dan mana Jakarta ditemani oleh kenalan saya untuk yang terpuji. Nabi mengatakan, di dalam kemudian masuk tarekat ini.” tutur Kyai badan seseorang ada segumpal daging. Zarkasyi. Segumpal daging itu adalah hati. Untuk Ketika ditanya apa yang menjadi alasan membersihkan hati tidak ada cara lain utama Kyai Zarkasyi masuk tarekat, Kyai kecuali dzikrullah,” tegas Kyai Zarkasyi• yang punya suara merdu dan hobi

Lautan Makna Tasawuf
Beberapa waktu lalu, kepada Mozaik beliau menjelaskan bahwa tasawuf merupakan ajaran Islam yang memperhatikan bagaimana umat Islam mensucikan jiwanya, mendekatkan dirinya kepada Allah, merasakan kehadiran Allah untuk mewujudkan akhlak yang mulia dalam kekhalifahan dan kehambahaan. Kekhalifahan yang dimaksud adalah insan DR. H. Asep Usman Ismail saat menerima cenderamata usai wawancara y a n g mempunyai dengan Mozaik, 7 Februari 2009 lalu. tanggung jawab sosial, serta kehambaan yang Begitu banyak literatur tentang tasawuf, betul-betul mewujudkan ‘abdan syakuro, yang ternyata beragam pula mengatakan yaitu kehambaan yang bersyukur dan yang makna tasawuf. DR. H. Asep Usman Ismail benar-benar menyadari tanggung jawabnya M.A., dosen tasawuf dari Universitas Islam kepada Allah. Selanjutnya dikatakan, tasawuf memperhatikan tiga hal, yaitu Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, kesucian hati, kedekatan dengan Allah, mendefinisikan tasawuf sebagai ‘bagian merasakan (kehadiran) Allah untuk dalam’ dari Islam, atau unsur esoterisnya. melaksanakan tanggung jawab kehambahan dan tanggung jawab kekhalifahan. Tanggung jawab kehambahan adalah menjadi hamba yang senantiasa menjaga ibadahnya kepada Allah, tanggung jawab kekhalifahan peduli dan tanggung jawab kepada Mursyid, umat dan bangsa. Sementara ‘belahan luar’ dari agama Islam adalah fiqih. Karena itu, kalau sholat ada ‘belahan luar’ dan ‘belahan dalam’ – yang bagian luar ada bacaan dan gerakan. Sementara bagian dalam atau esoteris kita menghadapkan diri kepada Allah, merasakan karunia Allah, ikhlas, khusyu’, itu semua melengkapi bagian luar. Selanjutnya, Wakil Pimpinan Redaksi dan Penanggung Jawab Ensiklopedi Tasawuf terbitan Angkasa, Bandung ini mengungkapkan bahwa tasawuf dan fiqih merupakan kesatuan. “Keduanya tidak bisa terpisahkan. Memisahkan tasawuf dari fiqih adalah sama dengan mengambil aspek dalam dan mengabaikan aspek luar. Padahal agama ini luar dan dalam. Sementara tarekat itu artinya metodologi, cara, atau jalannya,” tegas pria kelahiran Sukabumi ini.

PERISTIWA

melanjutkan ke pondok pesantren di Semarang, di mana saat itu ia sedang belajar menghafal Al Qur’an, lingkungannya banyak yang pengamal tarekat, ia mulai bersimpati pada tarekat. Setelah kembali ke Brebes dan membantu sang ayah K.H. Ahmad Jazuli mengelola sebuah pondok pesantren, ia mulai tertarik dan ingin masuk tarekat.

Forum Diskusi Baitul Amin (FORDIBA)
Sabtu pagi, 7 Februari 2009 lalu Surau Baitul Amin Sawangan kembali menyelenggarakan Forum Diskusi Baitul Amin (Fordiba), yang kali ini mengetengahkan tema Isra’ Mi’raj, untuk memperingati perjalanan besar Nabi Muhammad SAW. Hadir sebagai narasumber adalah Abangda Drs. H. Akhmad Farki – yang akrab dipanggil Bang Ifer, dan moderator Abangda Mas Bambang Setijono. Bang Ifer ditengah diskusi Fordiba bertemakan peringatan Isra' Mi'raj Rasululullah
SAW.

andiyah AlFoto Bersama- Saudara-saudara jamaah Thariqat Naqsyab Depok, Jawa Khalidiah. Foto diambil di Surau Baitul Amin Sawangan, Barat

P E M I M P I N U M U M H . A k h m a d S y u k r a n B e s t a r i , S E , M M S I | P E M I M P I N R E D A K S I I r. B a m b a n g M u l y a n t o n o | R E D A K T U R P E L A K S A N A M R e z a H o e s i n , S E , M B A | S TA F R E D A K S I D y a h A g u s t i n e , S . S o s ; M a c h r u s y M u a f i ; R a h m a n H i d a y a t , S E | R E P O R T E R S u y a d i Yu s u f ; M . I m r o n A f f a n d i , S E ; S a r t o n o ; J a j a n g H e r n a n d a r ; M e i l i n a ; I n g g r i t B a n d a r i ; N a n a S . M u n a w a r a h , S . S i | D i s a i n & TATA L E TA K A j o u l l M F H i d a y a t ; E v i t K h o l i l i ; A n g g a | A L A M AT R E D A K S I & S I R K U L A S I K a m p u s B a i t u l A m i n , J l . C u r u g R a y a N o . 3 5 , S a w a n g a n , D e p o k 1 6 5 1 7 ; Telp : (021) 98268252 ; email : mozaik@baitulamin.org | PEMASANGAN IKLAN Renny Febrianti; Fifi Fibriyanti, S.Sos | Redaksi menerima tulisan berupa artikel, puisi dan tulisan lainnya, dikirimkan ke alamat Redaksi Mozaik Surau atau melalui email.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->