P. 1
Makalah Kunjungan Museum Polri 2009

Makalah Kunjungan Museum Polri 2009

|Views: 1,440|Likes:
Published by HANDIK ZUSEN
Laporan hasil pelaksanaan kunjungan ke Museum Polri
Laporan hasil pelaksanaan kunjungan ke Museum Polri

More info:

Published by: HANDIK ZUSEN on Dec 19, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2012

pdf

text

original

PESAN SEJARAH UNTUK GENERASI POLRI MASA DEPAN (Hasil observasi singkat Museum Polri) I. PENDAHULUAN. 1.

Latar Belakang Eksistensi Polri saat ini dalam mengemban tugas pokonya selaku pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegak hukum tentunya tidak dapat dilepaskan begitu saja dari campur tangan berbagai pihak, khususnya para pendahulu Polri yang telah memberikan sumbangsihnya berupa pengabdian terbaiknya bagi kemajuan Polri. Pengorbanan jiwa raga dan harta benda pun tentunya tidak luput dalam perjalanan pengabdian tersebut. Sejak berdirinya Polri secara resmi sebagai pengemban fungsi kepolisian di negara kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 1 Juli 1946, maka sejak saat itu pula lah sejarah merekam segala hal yang telah diperbuat Polri dalam rangka turut serta menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI melalui peran Polri dalam proses kemerdekaan RI maupun penumpasan pemberontakan-pemberontakan sampai dengan saat ini dimana Polri berfokus untuk mewujudkan tekad sebagai abdi utama bagi nusa dan bangsa Indonesia dengan berlandaskan tekad untuk semakin meningkatkan kualitas kinerja Polri tanpa henti. Segala sumbangsih dari para pendahulu Polri dalam mengabdikan dirinya maupun peran Polri dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara ini tentunya tidak boleh hilang begitu saja mengingat di dalamnya antara lain terdapat nilai-nilai perjuangan Polri, pesan-pesan luhur para pendahulu Polri, tantangan-tantangan maupun hambatanhambatan yang dihadapi Polri bahkan kekurangan-kekurangan yang dimiliki Polri pun perlu untuk diketahui oleh para generasi penerus Polri yang hendak menerima estafet pengabdian Polri di masa-masa yang akan datang. Pesan-pesan sejarah pengabdian Polri harus senantiasa sampai kepada setiap insan bhayangkara di seluruh penjuru tanah air

2 Indonesia. Sehingga seiring dengan pelaksanaan pengabdian para generasi penerus Polri tersebut, tidak terlupakan pula sejarah para pendahulu Polri dan peran Polri demi NKRI. Hal dimaksud senada dengan ucapan mantan Presiden Soekarno, “JASMERAH (Jangan Melupakan Sejarah”, karena melalui sejarah kita dapat menjadikan peristiwa-peristiwa di masa lalu sebagai bahan pelajaran yang dapat digunakan dalam menambah khasanah wawasan kita, menghargai jasajasa para pendahulu Polri dan membantu memiliki perspektif yang visioner dalam memajukan organisasi Polri. Oleh karena itulah, pada masa kepemimpinan Polri di bawah Kapolri Jenderal Polisi Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M. dimulai proses pembangunan Museum Polri untuk pertama kalinya yang dilaksanakan sejak bulan februari 2009 dan telah diresmikan pada tanggal 1 Juli 2009. Inisiatif Kapolri Jenderal Polisi Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M. untuk mengabadikan rekam jejak langkah demi langkah Polri dalam berkiprah melaksanakan tugas-tugasnya dalam suatu museum merupakan suatu usaha yang ditujukan dalam rangka membangun sebuah cermin identitas baru yang utuh bagi Polri, berkait dengan pengalaman masa lalu, masalah-masalah kekinian dan sekaligus kesiapan menghadapi tantangan masa depan yang menuntut ketrampilan, kearifan, dan pengetahuan serta sikap tegas dalam menghadapi masalah1. Selanjutnya melalui tulisan ini, penulis hendak berusaha

menggambarkan sekelumit “pesan-pesan” maupun peristiwa-peristiwa yang “terekam” pada museum Polri yang telah dikunjungi penulis beserta seluruh mahasiswa PTIK Angkatan ke-55 pada tanggal 1 September 2009. Kegiatan dimaksud merupakan bagian dari proses pembelajaran dari mata kuliah Sejarah Kepolisian bagi mahasiswa PTIK. Dalam penulisan suatu sejarah peristiwa tertentu, hendaknya perlu diperhatikan metode-metode penulisan kesejarahan sebagai berikut2 :
1

2

Sambutan Kapolri Jenderal Pol. Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M. dalam Buku Panduan Museum Polri, 30 Juni 2009, h. 3. Arahan Dosen Pengajar Mata Kuliah Sejarah Kepolisian kepada Mahasiswa PTIK Angkatan ke-55 di kelas 325, tanggal 1 September pukul 08.30 WIB, sebelum pelaksanaan

3 1. Heuristik Sejarah berfungsi untuk mencari jejak masa lalu melalui penemuan sumber-sumber yang dapat memberi informasi, berupa peninggalan benda-benda sejarah, dokumen, pelaku, saksi dan informan. 2. Penilaian sejarah secara kritis Penilaian terhadap suatu sejarah baik berdasarkan sumber ektern dan intern sehingga dapat diketahui apabila terdapat gap informasi pada suatu penulisan sejarah. 3. Interpretasi Berdasarkan informasi yang didapat dari suatu sejarah selanjutnya dilakukan proses pemahaman guna mengetahui pesan yang terkandung dalam suatu fenomena (non narasi). 4. Historiografi Penulisan sejarah secara kritis dan ilmiah yang menyajikan peristiwa-peristiwa masa lalu secara rekonstruktif dan imajinatif. 2. Permasalahan Berdasarkan uraian diatas maka yang menjadi permasalahan dalam penulisan ini adalah bagaimana optimalisasi fungsi Museum Polri dalam meningkatkan wawasan pengabdian generasi penerus Polri masa depan ? 3. Persoalan-persoalan Dari permasalahan tersebut, maka persoalan-persoalan yang

akan dibahas dalam penulisan ini adalah : a. b. c. Bagaimana latar belakang pendirian Museum Polri ? Bagaimana kondisi Museum Polri saat ini ? Upaya-upaya apa saja yang perlu dilakukan dalam rangka mengoptimalkan fungsi dan eksistensi Museum Polri ?

II.

PEMBAHASAN.

kegiatan kunjungan ke Museum Polri.

4 1. Latar Belakang Pendirian Museum Polri Latar belakang pendirian museum Polri yang saat ini telah dibuka untuk khalayak umum sejak diresmikannya pada tanggal 1 Juli 2009 berawal dari inisiatif yang dicetuskan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Bambang Hendarso Danuri, M.M. dengan dilandasi semangat untuk melestarikan nilai-nilai sejarah dari segenap kiprah Polri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan mewariskannya kepada generasi penerus Polri masa depan sehingga diharapkan Polri masa depan senantiasa maju dan eksis baik di kancah nasional maupun internasional. Berbagai informasi yang dapat diperoleh dengan mengamati obyek-obyek sejarah di Museum Polri dapat menambah wawasan generasi penerus bangsa pada umumnya dan generasi penerus Polri pada khususnya, mulai dari obyek-obyek sejarah yang ada di Lantai 1, Lanta 2 dan Lantai 3. Tema besar berbagai proses yang tentang upaya Polri dalam merupakan ekspresi menyelenggarakan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mempengaruhinya kesejarahan yang menjadi dasar legitimasi Polri sebagai lembaga yang dibentuk untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat3. 2. Kondisi Museum Polri Secara umum, Museum Polri yang baru saja diresmikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M. memiliki kondisi sebagai berikut : a. b. Relief pada Dinding bagian depan Museum Polri Obyek Sejarah pada Lantai 1 1) Patung Polisi Pada saat awal memasuki lobi Museum Polri dapat kita jumpai benda berupa patung polisi yang dibuat oleh pematung ternama Indonesia Dolorosa Sinaga. Patung tersebut berupa tiga orang polisi, satu sedang memegang
3

Landasan pemikiran inisiatif pembangunan Museum Polri dalam Buku Panduan Museum Polri, 30 Juni 2009, h. 7.

5 kerta-melambangkan membawa burung bahwa Polri membutuhkan bahwa

pengetahuan dalam melaksanakan tugasnya, satu sedang merpati-melambangkan perdamaian dan sisi kemanusiaan adalah dua hal yang harus diutamakan oleh polisi dalam menjalankan tugasnya dan yang satu lagi sedang melindungi seorang perempuan dan 2) anak-melambangkan masyarakat umum yang dilindungi dan diayomi oleh polisi. Ruang Sejarah Ruangan ini terletak pada sisi sebelah kanan museum setelah kita melewati bagian lobi. Keberadaan ruangan ini untuk memberikan gambaran tentang eksistensi konsep lembaga kepolisian yang sebenarnya telah ada dalam tatanan negara sejak masa feodal. Sehingga melalui ruangan ini ingin ditunjukkan bahwa sebenarnya identitas Polri tetap tidak berubah, yakni sebagai alat negara penegak hukum walaupun dalam dinamikanya telah mengalami barbagai perubahan seiring perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara, yang digambarkan dengan eksistensi fungsi kepolisian sejak masa kerajaan Sriwijaya dan Majapahit pada abad ke-7 sampai ke-16, era tahun 1600 -1945, era 1945-1946, era 1946-1949, era 1950-1959, era 1959-1966, era 1966-1998 dan seterusnya hingga saat ini. 3) Ruang Koleksi dan Peristiwa Ruangan ini terletak di sisi kiri setelah melewati ruang lobi museum. Di dalam ruangan inilah terdapat berbagai benda bersejarah yang telah digunakan dalam rangka mendukung pekerjaan Polri. Melalui Ruang Koleksi dan Peristiwa inilah hendak digambarkan tentang peran perangkat-perangkat teknologi dari masa lalu dalam membantu tugas Polri, perkara-perkara apa saja yang telah berhasil ditangani dengan perangkat teknologi tersebut dan efektivitas fungsinya, antara lain Koper

6 Identifikasi Sidik Jari, Lie Detector jenis Polygraph Calibrator LX 2000 W-305 buatan Lafayette Instrumen Company yang diadakan Polri tahun 1997, Kamera Tersamar Chinon yang terletak dalam koper khusus untuk keperluan undercover, dan lain-lainnya. 4) Hall of Fame Di ruangan inilah para generasi penerus Polri dapat menyaksikan para tokoh pemimpin Polri dengan nilai-nilai serta tradisi yang mereka telah tanamkan terhadap organisasi Polri di era kepemimpinannya masing-masing. Melalui ruangan ini dapat kita saksikan sekilas kiprah dan sumbangsih serta kekhasan leadership style tiap-tiap Kapolri dari masa ke masa, dimulai dari R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo sampai dengan Jenderal Polisi Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M. c. Denah Lantai 2 1) Ruang Kepahlawanan Berbagai kisah kepahlawanan yang telah diukir oleh para pendahulu Polri dalam mengabdikan jiwa dan raganya demi bangsa dan negara terpatri di dinding-dinding Ruang Kepahlawanan ini. Mulai dari kisah Inspektur Polisi Mohammad Jasin yang pada tanggal 21 Agustus 1945 mendeklarasikan Tokubetsu Keisatsutai (Polisi Istimewa) Surabaya sebagai Polisi Republik Indonesia dan siap mempertahankan kedaulatan NKRI, dedikasi R. Soebarkah yang telah meletakkan fondasi pendidikan Polri, kisah heroik Anton Soedjarwo dalam operasi Trikora, kisah Aipda K.S. Tubun dan Sukitman, kehidupan polisi di wilayah perbatasan dan wilayah terpencil, polisi korban bom di Kedubes Australia, polisi korban Tsunami Aceh, Gugurnya Polisi Forensik saat menjalankan tugas olah TKP di KMP Levina I dan lain-lainnya. 2) Ruang Simbol dan Kesatuan

7 Polri memiliki struktur yang begitu kompleks yang terwujud dalam berbagai fungsi struktural di tubuh Polri. Di ruangan ini dapat terlihat gambaran yang utuh tentang kesatuankesatuan yang ada dalam organisasi Polri, meliputi tugas utama fungsi tersebut, kiprahnya dalam sejarah kepolisian Indonesia dan perkembangannya hingga masa kini yang dilengkapi pula dengan presentasi berbagai simbol-simbol tiap fungsi Polri-Reserse, Lalu-Lintas, Samapta, Intelijen, Brimob, Densus 88/AT, dll-eksistensi Polwan, sampai dengan keseluruhan simbol Polda-mulai Polda NAD sampai Maluku Utara. 3) Ruang Penegakan Hukum Salah satu tugas pokok Polri yaitu sebagai penegak hukum serta keberhasilan-keberhasilannya dalam mengungkap berbagai kasus besar/menonjol digambarkan melalui ruangan ini, mulai dari pengungkapan kasus-kasus Bom-kasus Bom Bali I dan II, kasus Bom Hotel JW Marriot, kasus Bom Kedubes Australia- penggerebekan kelompok-kelompok teroris JI, pengungkapan kasus illegal logging skala besar, pembongkaran pabrik-pabrik ekstasi sampai dengan pengungkapan kasus cyber crime, dan lain-lain. 4) Kid’s Corner Pengenalan tentang tugas-tugas kepolisian sejak dini terhadap anak-anak tentunya memiliki nilai strategis dalam menanamkan nilai-nilai kemuliaan tugas Polri tersebut sehingga diharapkan kelak dari sekian anak-anak yang pernah mengunjungi Kid’s Corner tersebut berminat mengabdikan diri melalui Polri maupun bagi yang tidak demikian turut memiliki pemahaman tentang tugas-tugas Polri sejak dini. 5) Ruang Labfor dan Identifikasi Disinilah tergambar bagaimana upaya-upaya Polri secara profesional dalam melakukan proses penyelidikan dan

8 penyidikan dengan menggunakan metode Scientific Crime Investigation guna keperluan pembuktian suatu peristiwa yang diduga tindak pidana. d. Denah Lantai 3 1) Ruang Audio Visual Kilas balik sejarah Polri melalui film-film dokumenter dapat disaksikan di ruangan ini. Sehingga para pengunjung museum dapat menyaksikan garis besar lintasan sejarah Polri dalam perkembangannya sejak pertama kali dibentuk hingga saat ini. 2) Ruang Pameran Temporer Ruangan ini melengkapi pameran-pameran permanen dari Lantai 1 dan 2 dengan pameran-pameran tematik berkala. Disamping itu, ruangan ini juga disediakan bagi pihak umum yang hendak menyelenggarakan pameran-pameran tertentu, seperti pameran foto, seni rupa, dan lain-lain. 3) Ruang Perpustakaan Berbagai buku referensi tentang Polri dan fungsi kepolisian secara umum disediakan bagi pengunjung museum di ruangan ini guna menambah wawasan tentang berbagai hal terkait dunia kepolisian. 3. Upaya Optimalisasi Fungsi dan Eksistensi Museum Polri Berdasarkan hasil observasi singkat yang dilakukan penulis terhadap situasi dan kondisi di Museum Polri, maka secara garis besar Museum Polri dapat dinilai sudah mendekati maksimal dalam penyajian ekspresi kesejarahan Polri, namun akan lebih dapat ditingkatkan lagi kualitas Museum Polri apabila dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Sebagai langkah awal dalam melestarikan aspek-aspek kesejarahan peran Polri dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia, maka untuk saat ini keberadaan Museum Polri sudah cukup representatif, namun masih perlu dilakukan pengembangan secara lebih mendalam terkait dengan peran-peran Polri di setiap proses perjalanannya menjalankan fungsi kepolisian bagi negara

9 kesatuan Republik Indonesia. Misalnya saja dalam deskripsi tentang leadership style oleh tiap-tiap Kapolri menurut mahasiswa masih dirasakan terlalu singkat padahal banyak sekali mungkin aspek-aspek kepemimpinan para Kepolri tersebut yang dapat digali lebih dalam sebagai khasanah kesejarahan Polri, seperti halnya eksistensi kepemimpinan mantan Kapolri Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso yang senantiasa dikenang oleh seluruh masyarakat Indonesia dan mendapatkan predikat sebagai salah satu putra terbaik bangsa ini mengingat semasa kepemimpinannya, beliau dikenal jujur, adil, tidak berpihak, inovatif dan profesional. b. Menurut pengamatan mahasiswa, masih banyak terdapat missing link dalam pengungkapan sejarah Polri pada Museum Polri yang perlu diperbaiki ke depannya, sehingga terkesan terlalu singkat dan tidak lengkap, seperti halnya di Ruang Sejarah pada Lantai 1 terkesan menonjolkan peran Polri yang diwakili oleh Polisi Istimewa dalam perjuangan kemerdekaan RI sampai dengan masa-masa agresi militer Belanda, pemberontakan PKI dan gerakan-gerakan separatis lainnya, sehingga penampakkan tentang kesan tugas-tugas Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat masih dirasa kurang. Oleh karena itu perlu upaya lebih lanjut untuk senantiasa memperbaikinya. III. KESIMPULAN. Melalui pelaksanaan kegiatan dimaksud, Mahasiswa dapat lebih memiliki kesadaran korps (esprit de corps) dan solidaritas kolektif sebagai anggota Polri sehingga mampu memberikan motivasi tersendiri untuk senantiasa memberikan pengabdian terbaik bagi nusa dan bangsa. Dengan mengetahui sejarah Polri yang dirangkum dalam satu Museum Polri tersebut, Mahasiswa selaku generasi penerus Polri akan senantiasa menjadi insan bhayangkara yang menghargai jasa-jasa para pendahulunya, tidak melupakannya begitu saja seiring perjalanan waktu. Eksistensi Museum Polri di tengah-tengah kehidupan masyarakat dapat menjadi sarana legitimasi Polri melalui ekspresi kesejarahan Polri sehingga

10 masyarakat dapat semakin percaya, cinta dan bangga terhadap Polri dalam menjalankan perannya utamanya dalam masyarakat, to protect and serve. Dengan kondisi Museum Polri saat ini masih perlu dilakukan pengembangan-pengembangan secara lebih lengkap dan rigid. lebih lanjut secara konsisten dan berkesinambungan sehingga dapat disajikan aspek-aspek kesejarahan Polri

Jakarta, 2 September 2009 Penulis

HANDIK ZUSEN NO. MHS. 6877

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->