P. 1
Pembelajaran IPS

Pembelajaran IPS

5.0

|Views: 6,945|Likes:
Published by ryzqon
Pembelajaran IPS
Pembelajaran IPS

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: ryzqon on Dec 19, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2013

pdf

text

original

TUGAS MANDIRI RANGKUMAN MODUL 12

Disusu oleh : Nama : …………………

UNIVERSITAS TERBUKA 2009

Merancang dan Menerapkan Keterampilan Dasar IPS KEGIATAN BELAJAR 1 Ketrampilan Dasar IPS
A. PENGERTIAN DASAR KETERAMPILAN IPS IPS merupakan suatu kajian integrasi dari ilmu-ilmu sosial dan ilmuilmu kemanusiaan untuk emningkatkan kemampuan kewarganegaraan (civic competence). Pendidikan IPS terdiri atas bahan pilihan yang sudah disederhanakan dan diorganisasikan secara psikologis dan ilmiah untuk kepentingan tujuan pendidikan. Tujuan ilmu pengetahuan sosial ialah membantu generasi muda dalam mengembangkan kemampuan membuat keputusan yang informatif dan rasional bagi kebaikan masyarakat sebagai warga negara dari sebuah dunia yang berbudaya majemuk, bermasyarakat demokratis yag memiliki ketergantungan satu sama lain (NCSS, 1994). Dalam pembelajaran IPS hal yang paling penting adalah berkaitan dalam hubungan antar manusia. B. KLASIFIKASI KETERAMPILAN DASAR IPS Keterampilan dasar IPS dapat di klasifikasikan kedalam beberapa

kategori. Naum secara umum dapat terbagi atas (1) work study skills, contohnya adalah membaca, membuat out-line, membaca peta, dan menginterpretasikan grafik; (2) Group-process skills; contohnya adalah berfikir kritis dan pemecahan masalah; serta (3) social-living skills; contohnya adalah tanggung jawab, bekerja sama dengan orang lain, hidup dan bekerja sama dalam suatu kelompok. Oleh karena itu ketrampilan IPS merupakan dasar seseorang untuk dapat berhubungan dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat maka NCSS (1971) mengemukakan bahwa terdapat beberapa keterampilan yang seyogyanya dapat dimiliki, antara lain (1) keterampilan penelitian (research

skills), (2) keterampilan berfikir (thinking skills), (3) keterampilan berkomunikasi (communication skills), dan (4) keterampilan penelitain diperlukan untuk mengumpulkan data, seperti berikut ini. 1. Mengidentifikasi dan mengklasifikasi data. 2. Mengumpulkan dan mengorganisasi data. 3. Menginterpretasikan data. 4. Menganalisis data 5. Mengevaluasi hasil 6. Menggeneralisasi hasil. 7. Mengaplikasikan pada konteks yang lain. Keterampilan berfikir dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap pemecahan masalah dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Yang termasuk kedalam keterampilan berfikir yang dapat di kembangkan guru dalam pembelajaran, antara lain berikut ini : 1. Menetapkan sebab dan akibat 2. Mengevaluasi fakta 3. Memprediksi 4. Menyarankan konsekuensi-konsekuensi dari suatu fenomena. 5. Meramalkan amsa depan. 6. Menyarankan alternatif pemecahan amsalah. 7. Mampu memandang sesuatu dari perspektif yang berbeda keterampilan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat di perlukan untuk dapat melatih bagaimana seseorang dapat berhubungan dan bekerja sama dengan orang lain. Keterampilan yang termasuk kedalam keterampilan partisipasi sosial, antara lain berikut ini :

1. Mengidentifikasi Konsekuensi dari tindakan seseorang dan dampaknya terhadap orang lain. 2. Memperlihatkan kebaikan dan perhatian terhadap orang lain. 3. berbagi tugas dan membangun kerja sama dengan orang lain. 4. memfungsikan keanggotaan dan sebuah kelompk 5. mengadopsi beberapa variasi dari epran dalam kelompok 6. terbuka terhadap kritik dan saran. Keterampilan mengembangkan komunikasi. Beberapa diantaranya yang termasuk keterampilan untuk menunjang berkomunikasi adalah : 1. pemahaman tentang lambang dan sistem lambang, seperti warna dalam peta dan lambang >, = . + dalam matematika. 2. pemahaman tentang aturan dan ketentuan yang terkaitkan dengan sarana komunikasi 3. pengungkapan gagasan secara jelas dan kreatif melalui berbagai bentuk komunikasi. berkomunikasi untuk diperlukan memahami agar orang siswa lain dapat melalui

kemampuan

C. PERKEMBANGAN SISWA DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN DASAR IPS Piaget mengemukakan bahwa anak-anak berkembang sementara menjadi matang dan memperoleh pengalaman baru dari sekitarnya. Mereka menempuh serangkaian perkembangan intelektual yang memperlihatkan kualitas ssuai denagn pengalaman yang diperoleh. Semakin bervariasi lingkungan maka sekain bervariasi pengalaman yang diperoleh yang berarti juga semakin baik kualitas intelektualnya diidentifikasi pada setiap aspek perkembangan sebagai berikut :

Perkembangan fisik psikomotorik: pertumbuhan fisik telah mencapai kematangan, anak mampu mengontrol tubuh dan keseimbangan, melakukan berbagai aktifitas dan keterampilan fisik yang ebrhubungan dengan berbagai variasi memgang benda dan berjalan, membaca, duduk dan mendengarkan dalam periode waktu yang cukup lama. Perkembangan kogitif-bahasa: kemampuan mental anak berada pada tahap praoperasional menuju operasional konkret. Anak memiliki kemampuan untuk berfikir tentangs esuatu dan menyelesaikan permasalahan dengan pemikiran karena telah dapat memanipulasi objek-objek simbolik. Anak mampu menggunakan pemikiran untuk emmberikan penilaian atau membuat keputusan. Keterampilan kognitif yang dimiliki anak adalah : mengkladifikasi, konservasi, merangkai, mengurut, membandingkan memahami perbedaan waktu, memahami hubungan, mengorganisasi dan mengingat informasi, mengenal tindakan, mengenal objek, mengenal perubahan dimensi serta membuat hipotesa sederhana. Perkembangan psikososial, emosional, dan moral: ditandai dengan pertanyaan anak yang terfokus pada “apa yang dapat saya lakukan sendiri”. Anak sangat berminat terhadap teman sebaya. Pengembangan perasaan diri yang positif mendorong anak mampu mengembangkan konsep diri yang positif, memahami peran dan posisi diri serta melakukan penyesuaian diri.

Kegiatan belajar 2 MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN DASAR IPS
Terdapat benang merah yang berkaitan dengan pengembangan

keterampilan IPS, yaitu pertama, keterampilan utama dalam kronologi, dan aplikasi keterampilan berfikir dalam menanggapi isu dan sepeti menentukan lokasi, membaca, mengorganisasi, menaksir, dan mengkomunikasikan informasi.

A. PRINSIP PENGEMBANGAN KETERAMPILAN DASAR IPS Terdapat beberapa prinsip dasar yang seyogyanya diperhatikan, antara lain : 1. Keterampilan dasar IPS harus diberikan sebagai bagian dari sbuahtopik pembelajaran,bukan merupakan hal yang terpisah. 2. Siswa sebaiknya diberikan pemahaman tentang arti dan tujuan keterampilan tersebut agar termotivasi untuk mengembangkannya. 3. Pemoddelan berupa contoh yang baik sebaiknya diberikan, serta siswa dipandu untuk menggunakan keterampilan dasar tersebut sehingga dapat mengembangkan kebiasaan yang baik sejak awal. 4. Siswa memerlukan peluang yang ebrulang-ulang untuk mempraktekkan keterampilan. Dalam hal ini, guru memberikan koreksi dan penguatan langsung atas kinerja mereka sehingga siswa mengetahui apakah sudah berhasil atau maih memerlukan beberapa perbaikan. 5. Pada pengembangan keterampilan dasar IPS, siswa memerlukan bantuan individual karena tidak semua siswa memiliki kecepatan yang sama dalam hal penguasaan keterampilan yang dipelajari. 6. Pembelajaran ketrampilan dasar IPS sebaiknya disajikan dengan cara muali dari yang paling mudah menuju ke tingkat yang lebih sulit, dimulai dari yang sederhana sampai pada yang lebih rumit. 7. Siswa sebaiknya dibantu untuk menggeneralisasikan keterampilanketerampilan yang telah mereka peroleh dengan mepraktekkannya pada berbagai keadaan. 8. Program pembelajaran sebaiknya luwes agar memungkinkan keterampilan dapat diajarkan sesuai dengan keperluan siswa. Dalam hal ini, disarankan dalam satu kegiatan pembelajaran dapat dikembanagkan beberapa keterampilan sekaligus.

B. MERANCANG DAN MENERAPKAN KETERAMPILAN DASAR Dalam merancang dan menerapkan keterampilan dasar IPS beberapa model pembelajaran yang mendukung dapat dilakukan untuk emngembangkan keterampilan. Jika keterampilan dasar IPS sebagai mana yang telah dijelaskan terdahulu ingin tercapai dengan baik maka pada pelaksanaannya harus memperhatikan beberapa faktor sebagai berikut : 1. Kebermaknaan; dalam hal ini keteramapilan akan mengingat jika pemahaman tentang informasi dan gagasan telah di peroleh siswa. Keterampilan dapat diberikan melalui pengalaman siswa itu sendiri. 2. Penguatan; terdiri atas pengulangan oleh guru dan latihan oleh siswa. Pengulangan dan latihan dapat meningkatkan keterampilan siswa. Dalam hal ini, pengulangan dilakukan sampai siswa memperoleh peluang untuk melakukan keterampilan dengan baik. 3. Umpan balik; kegaitan belajar akan efektif jika siswa menerima dengan cepat tentang hasil-hasil tugas belajar tersebut. Umpan balik yang sederhana, misalnya memberikan koreksi atas pekerjaan yang dilakukan sehingga siswa mengetahui kekurangannya atau sebaliknya mengetahui bahwa ia sudah menguasai keterampilan tersebut. C. BEBERAPA MODEL PEMBELAJARAN DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN DASAR Beberapa model pembelajaran yang dapat mendukung dalam mengembangkan keterampilan dasar IPS. 1. Diskusi Kegiatan diskusi yang menyenangkan dapat dipenuhi dengan (a) pengelompokkan arti istilah dan pernyataan, (b) mengadakan pemahaman bersama dalam suatu kelompok (c) berbagai pengetahuan dan pengalaman, (d) membantu siswa memahami informasi baru, (e) mengidentifikasi berbagai opini dan pandangan, serta (f) bekerja sama dalam pemecahan masalah.

2. Penyelidikan Terbimbing Penyelidika terbimbing akan efektif jika mengikuti serangkaian langkah berikut (a) siswa memilih atau diberi topik yang perlu diselidiki atau diteliti, (b) mengumpulkan informasi yang mereka perlukan, (c) menganalisis informasi yang telah mereka perlukan, dan (d) menyajikan sebuah laporan tentang temuan-temuan penyelidikan tersebut presentasi di kelas, serangkaian gambar, diagram, dan grafik dinding, atau laporan tertulis. 3. Model Pemecahan Masalah Model ini dapat digunakan dalam mengembangkan keterampilan dasar IPS karena dapat menarik minat siswa untuk memecahkan masalah-masalah yang terdapat di sekitar siswa. Dalam model pemecahan masalah ini, tahap-tahap dalam penyelesaian berbeda-beda sesuai dengan permasalahan yang bersangkutan. Namun demikian secara umum, tahapan-tahapan diurutkan sebagai berikut : a. Identifikasi Masalah b. Survei Masalah c. Definisi Masalah d. Fokus Masalah e. Analisis Faktor-faktor Penyebab f. Pemecahan Masalah. 4. Kerja Kelompok Melalui kerja kelompok siswa diberi peluang untuk menentukan tujuan, mengajukan dan menyelidiki, penjelasan konsep, dan membahas masalah. Menjadi bagian dari suatu kelompok akan menumbuhkan rasa saling memiliki, saling menghormati, dan tanggung jawab. Sikap dan perilaku serta keterbukaan pikiran, tanggung jawab, kerja sama, dan perhatian pada orang lain juga dapat dikembangkan. Kerja kelompok yang baik memerlukan persiapan yang cermat dan dipakai hanya untuk berikut ini :

a. Kegiatan yang memiliki sasaran yang jelas yang dapat dilakukan dengan lebih baik oleh suatu kelompok dibandingkan oleh perseorangan. b. Kegiatan dimana semua anggota kelompok yang bersangkutan dapat diberi tugas berguna yang harus dilaksanakan. c. Apabila semua anggota kelompok tersebut memiliki keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas yang telah diberikan kepada mereka.

Kegiatan belajar 3 PEMBELAJARAN IPS TERPADU
A. KONSEP DASAR DAN JENIS-JENIS PEMBELAJARAN TERPADU Model Pembelajaran integrasi pada dasarnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik bermakna dan otentik. Karakteristik model pembelajaran integrasi adalah holistik, bermakna, otentik, dan aktif. Pembelajaran terpadu sangat diperlukan terutama untuk sekolah dasar karena pada jenjang ini siswa meghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan yang artificial. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Kesepuluh cara atau model tersebut adalah (1) fragmented (2) connected (3) nested (4) sequenced (5) shared (6) webbed, (7) threaded (8) integrated (9) immersed (10) networked.

1. Model Penggalan (Fragmented) Pembelajaran Fragmented seperti pada pembelajaran tradisional yang memisah-misahkan disiplin ilmu atas beberapa, seperti matematika, sains, bahasa, dan studi sosial, serta humaniora, sains dan seni. Model ini mengajarkan disiplin-disiplin tersebut secara terpisah tanpa adanya usaha untuk mengaitkan atau memadukan. 2. Model Keterhubungan (Connected) Model connected dilandasi oleh anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Butir-butir pembelajaran kosa kata, struktur, membaca dan mengarang. Penguasaan butir-butir pembelajaran tersebut merupakan keutuhan dalam mebentuk kemampuan berbahasa dan bersastra. Hanya saja pembentukan pemahaman, keterampilan dan pengalaman secara utuh tersebut tidak berlangsung secara otomatis. 3. Model Sarang (Nested) Model nested merupakan pemaduan bebagai bentuk penguasaan konsep keterampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran. Pembelajaran berbagai bentuk penguasaan konsep dan keterampilan tersebut keseluruhannya tidak harus dirumuskan dalam tujuan pembelajaran. 4. Model Urutan/Rangkaian (Sequenced) Model sequenced merupakan model pemaduan topik-topik antar mata pelajaran yang berbeda secara paralel. Pembelajaran terpadu bertahap merupakan pembelajaran yang ditempuh dengan cara mengajarkan dua mata pelajaran yang secara material (bahan ajar) memiliki kesamaan materi dan keterkaitan antar keduanya. Terpadu ini ditempuh dalam upaya mengutuhkan atau menyatukan materi-materi yang bercirikan sama dan terkait agar lebih menyeluruh dan utuh.

5. Model Berbagi (Shared) Model shared merupakan bentuk pemaduan pembelajaran akibat adanya “overlapping” konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih. Pembelajaran terpadu berbagia adalah pendekatan atau tata cara pembelajaran yang dilakukan dengan cara berbagi pokok bahasan (materi) diantara mata pelajaran yang tumpang tindih (dimana satu pokok bahasan terdapat pada beberapa mata pelajaran). Penggunaan strategi pembelajaran model ini secara metodologis dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitas siswa secara lebih efektif karena pendekatan ini menuntun siswa untuk membuka wawasan dan cara berfikir yang luas dan mendalam melalui pemahaman terhadap konsep secara lintas disiplin ilmu. 6. Model Jaring Laba-laba (Webbed) Model ini bertolak dari pendekatan tematis sebagai pemandu bahan dan kegiatan pembelajaran. Pembelajaran terpadu jejaring adalah model pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecenderungan dapat disampaikan melalui beberapa bidang studi lain. Dalam hubungan ini, tema dapat mengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran. 7. Model Galur (Threaded) Pembelajaran terpadu bergalur merupakan pendekatan pembelajran yang ditempuh dengan cara mengembangkan gagasan pokok yang merupakan benang merah (galur) yang berasal dari konsep yang terdapat dalam berbagai disiplin ilmu. Model threaded merupakan model pemaduan bentuk keterampilan, misalnya melakukan prediksi dan estimasi dalam matematika, ramalan terhadap kejadian-kejadian, antisipasi terhadap cerita dalam novel. Bentuk threaded ini berfokus pada apa yang disebut metacurriculum. 8. Model Keterpaduan (Integrated) Model integrated merupakan pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu. Model ini berangakat dari adanya tumpang tindih beberapa konsep,

keterampilan dan sikap yang dituntut dalam pembelajaran sehingga perlu adanya pengintegrasian multi disiplin. 9. Model Celupan (Immersed) Model immersed dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya. Dalam hal ini, tukar pengalaman dan pemanfaatan pengalaman sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. 10. Model Jejaring (Networked) Terakhir, model networked merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan pengubahan konsepsi, bentuk pemecahan masalah maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi, maupun konteks yang berbeda-beda.

B. KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran terpadu memiliki beberapa kelamahan dan keunggulan. Keunggulan dan kelemahan tersebut diantaranya berikut ini : 1. Keunggulan Pembelajaran Terpadu a. Mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas. b. Memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang utuh, menyeluruh, dinamis dan bermakna sesuai dengan keinginan dan kemampuan guru maupun kebutuhan kesiapan siswa. c. Mempermudah dan memotivasi siswa untuk mengenal, menerima, menyerap dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep, pengetahuan, nilai atau tindakan yang terdapat dalam beberapa pokok bahasan atau bidang studi. d. Menghemat waktu, tenaga dan sarana serta biaya pembelajaran, disamping menyederhanaan langkah-langkah pembelajaran.

2. Kelemahan Pembelajaran Terpadu a. Dilihat dari aspek guru, model ini menuntut tersedianya peran guru yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, kreativitas tinggi, keterampilan metodologi yang handal, kepercayaan diri dan etos akademik yang tinggi dan berani untuk mengemas dan mengembangkan materi. b. Dilihat dari aspek siswa, pembelajaran terpadu termasuk memiliki peluang untuk pengembangan krativitas akademik. c. Dilihat dari aspek sarana atau sumber pembelajaran terapdu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak. d. Dilihat dari aspek kurikulum, pembelajaran terpadu memerlukan jenis kurikulum yang terbuka untuk pengembangannya. e. Dilihat dari sistem penilaian dan pengukurannya, pembelajaran terpadu tersebut membutuhkan sistem penilaian dan pengukuran. C. PEMBELAJARAN TERPADU DALAM ILMU PENGETAHUAN SISIAL (IPS) Pengetahuan sosial merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmuilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, budaya. Pengetahuan sosial dirumuskan atas dasr realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan intradisipliner dari aspek dan cabangcabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, pilitik, hukum, budaya). Pengertian dan struktur yangd emikian itu maka IPS disekolah dapat dikenali dengan beberapa rumusan singkat sebagai ebrikut : 1. Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi, sejarah, ekonomi, hukum dan politik, kewarganegaraan, sosiologi, bahkan juga bidang humaniora, pendidikan dan agama (Numan sumantri, 2001) 2. Materi kajian IPS berasal dari struktur keilmuan geografi, sejarah, ekonomi, hukum dan politik, sosiologi yang dikemas sedemikian upa menjadi pokok bahasan atau tema tertentu.

3. Materi IPS juga menyangkut berbagai amsalah sosial yang dirumuskan melalui tema-tema pendekatan intradidipliner dan multidispliner. 4. Isi materi dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat, kewilayahan, adaptasi dan pengelolaan lingkungan, struktur, proses dan masalah sosial serta upayaupaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan, kekuasaan, keadilan dan jaminan keamanan (Daljoeni, 1981.) tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial itu ialah untuk memperkaya dan mengembangkan kehidupan peserta didik dengan mengembangkan kemampuannya (abilities and power) dalam lingkungannya dan melatih

mereka untuk menempatkan dalam masyarakat demokrasi. 1. Model Integrasi Berdasarkan Tema Dalam pembelajaran IPS keterpaduan berdasarkan tema yang terkait seperti apriwisata. Pariwisata dalam contoh yang dikembangkan ditinjau dari ebrbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam ilmu pengetahuan sosial. Priwisata dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam didiplin geografi. Secara sosiologis, priwisata itu juga ditinjau dari pertisipasi masyarakat, pengaruhnya terhadap kondisi sosial budaya setempat. 2. Model Integrasi Berdasarkan Potensi Utama Keterpaduan IPS dapat dikembangkan melauli tema yang berdasarkan pada poensi utama yang ada diwilayah setempat. Sebagai contoh, disini adalah poensi kebudayaan Bali. Dalam pembelajran yang dikembangkan dalam budaya Bali dikaji dari faktor alam, sosial/antropologis, ditinjau histori kronologis dan kausalitas, serta prilaku terhadap aturan. 3. Model integrasi berdasarkan permasalahan. Model pembelajran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan permasalahan yang ada, contohnya adalah permasalahan banjir. Apda pembelajran ini, permasalahan banjir ditinjau dari beberapa faktor sosial yang mempengaruhinya. Diantaranya faktor ekonomis, sosial dan budaya, faktor alam, tinjauan historis kronologis dan kausalitas serta prilaku masyarakat terhadap aturan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->