P. 1
SEJARAH an KRIMINOLOGi

SEJARAH an KRIMINOLOGi

|Views: 529|Likes:

More info:

Published by: muhammad mujahidin za (muja) on Dec 19, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

SEJARAH PERKEMBANGAN KRIMINOLOGKejahatan merupakan sebuah fenomena kompleks yang dapat dipahami dari beberapa sisi berbeda •Plato

(427 –347 BC): emas, manusia adalah sumber kejahatan •Aristoteles (382 –322 BC): kemiskinan menimbulkan kejahatan dan pemberontakan •Thomas More (1478 –1535): Hukuman tidak membuat jera penjahat, perlu dicari sebabmusabab kejahatan dan menghapuskannya. Berdasarkan pendapat para pakar tersebut muncullah ilmu yang disebut dengan KRIMINOLOGISejarah perkembangan kriminologi dapat digambarkan Zaman KunoAbad PertengahanAbad 18 –Rev. FrancePermulaan Sejarah BaruRevolusi France –Abad 19 Zaman Kuno Pada umumnya banyak ilmu pengetahuan muncul pada zaman kuno KECUALI KRIMINOLOGI Tokoh-tokoh yang turut menyumbangkan ide bagi perkembangan kriminologi •Plato •Aristoteles Tapi para tokoh Yunani tersebut tidak secara jelas menunjukkan arah adanya ilmu kriminologi. Ide-ide tersebut muncul atas pemikiran mereka tentang kejahatan Bukan mencari sebab-sebab kejahatan dan bagaimana mengatasinya (prekriminologi) Zaman Abad Pertengahan Pada fase ini, kriminologi tidak begitu berkembang (prekriminologi) untuk kesekian kalinya para pakar hanya memberikan ide tentang kejahatan, Bukan ide untuk mengatasi kejahatan Tokoh abad pertengahan Tokoh yang dikenal adalah Thomas van Aquino (1226 –1274) Kemiskinan mendorong orang untuk mencuri (Summa Contra Gentiles) Ide menarik yang dipertahankannya adalah bahwa dalam keadaan yang memaksa orang boleh mencuri (Summa Theologica) Permulaan Sejarah Baru Abad 16Dalam sejarah dunia, orang pertama yang melihat kejahatan dalam hubungannya dengan masyarakat dan mencari sebab musababnya dalam masyarakat adalah Thomas More, ahli hukum humanitis Inggris Thomas More •Dalam bukunya “UTOPIA (1516)” Thomas More menguraikan banyak hal yang digeneralisir menjadi 2 hal besar tentang sebab-sebab kejahatan di Inggris pada saat itu. 1.Kenapa masyarakat tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya? Peperangan dan Pertanian 2.Hukuman yang terlalu berat dapat menyebabkan risiko munculnya kejahatan Abad 18 –Revolusi Perancis 1.Penentangan terhadap hukum pidana dan hukum acara pidana 2.Sebab-sebab sosial dari kejahatan 3.Sebab-sebab anthropologi dari kejahatan Penentangan terhadap hukum pidana dan hukum acara pidana

Pada masa ini banyak sekali faktor-faktor yang memacu berkembangnya kriminologi, diantaranya: •Pidana Mati yang dirasa tidak sesuai dengan tujuan pemidanaan •Menggunakan interpretasi analogi •Asas Inqisatoir dalam penerapan hukum acara pidana Tokoh yang muncul selama abad 18 –Revolusi Perancis •Jean Jaques Rouseau (1712-1778) •Voltaire (1649 –1778) •Beccaria (1738 –1794) Masa Revolusi Perancis(1791) -abad 19 •Perubahan dalam hukum pidana dan hukum acara pidana •Sebab-sebab sosial dari kejahatan (penerapan metode statistik) •Sebab-sebab psychologi –anthropologi dari kejahatan (pertanggungjawaban pidana) Adanya code penalyang menghapuskan pidana mati, analogi. code penal pun dipakai di negara jajahan Perancis, seperti Belanda Het Crimineel wetboek voor het koningrijk Holland(1809) yang merupakan cikal bakal lahirnya WvS dan WvSNI. Runtuhnya Code Penal Pada tahun 1810, code penal mengalami perubahan yang mulai memberlakukan kembali penyiksaan dan hukuman mati Sehingga untuk kesekian kalinya, para ahli hukum pidana menentang adanya perubahan dalam sistem hukum pidana tersebut. Perkembangan kriminologi terasa sangat hebat pada tahun 1970 Munculnya istilah retentionistbagi golongan yang mempertahankan pidana mati dan abolitionist bagi golongan yang tidak sepakat dengan pidana mati Faktor−faktor yang memicu perkembangan kriminologi •Ketidakpuasan terhadap hukum pidana, hukum acara pidana dan sistem pemidanaan (munculnya code civil yang memuat kepastian hukum, equality before the law, dan keseimbangan kejahatan dengan hukuman) •Penerapan metode statistik Adolph Quetelet (1769 –1829) kejahatan memiliki pola yang sama setiap tahun. Kejahatan dapat diberantas dengan memperbaiki tingkat kehidupan masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->