P. 1
20090519Cetak Biru Logistik Indonesia

20090519Cetak Biru Logistik Indonesia

|Views: 4,572|Likes:
Published by setia wirawan

More info:

Published by: setia wirawan on Dec 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2013

pdf

text

original

Visi diartikan sebagai kondisi ideal yang diharapkan atau dapat di capai di masa yang akan datang.
Logistik secara definisi adalah bagian dari Rantai Suplai yang berarti arus dan penyimpanan barang,
jasa dan informasi yang terkait, dari hulu-ke-hilir dan sebaliknya, mulai dari titik asal barang tersebut
hingga titik tempat digunakan atau dikonsumsinya barang tersebut, untuk dapat memenuhi
persyaratan dan permintaan dari pelanggan.

Visi logistik nasional suatu Negara dan tingkat keterlibatan pemerintah dalam pembangunan
logistiknya tentunya berbeda-beda. Sebagai perbandingan, kita dapat mengambil contoh Visi dan
kebijakan logistik nasional dari beberapa negara seperti Australia, Hongkong, Singapura, Uni Eropa,
USA dan negara tetangga kita yaitu Thailand.

Australia menempatkan logistik sebagai bagian strategi daya saing nasional dan membentuk satu
organisasi khusus untuk itu. Hongkong lebih cenderung memposisikan dirinya sebagai hub logistik
untuk kawasan Laut Cina Selatan dan sebagai gerbang masuk Cina dan membentuk Dewan Logistik
Nasional. Singapura menempatkan logistik sebagai industri jasa yang strategis dalam kemitraan
publik-swasta yang kebijakannya ditangani Economic Development Board. Uni Eropa cenderung
untuk kebijakan logistiknya mengarah kepada keterkaitan Negara-negara Uni Eropa dengan
mendorong peran swasta penuh dan peran pemerintah hanya menetapkan standar logistik. Sama
dengan Uni Eropa, US mendorong sektor swasta penuh dalam penanganan logistik dengan kebijakan
transportasi yang liberal.

EULOC Vision 2015 adalah membangun sistem logistik tanpa batas ruang, cost efficiency dalam
rangka mendukung daya saing Uni Eropa, memberikan peluang bisnis yang sama pada pelaku bisnis
dan sistim yang berkelanjutan. Vision 2015 tersebut disertai dengan mission statement yang
antaranya memberikan hak-hak tertentu kepada pemangku kepentingan seperti warga Negara dan
perusahan untuk akses ke pelayanan logistik. Komponen utama dari Vision 2015 tersebut adalah
Seamless Systems, Intelligent Regulation, Cost Efficiency, Resources, Europe’s Competitiveness,
Equal Business Opportunity, dan Sustainability.

Hongkong vision adalah sebagai pintu gerbang untuk “Pearl River Delta“ yaitu kawasan yang terdiri
dari Hongkong, Macao, Shenzen dan Guang Dong, yang berhubungan langsung dengan banyak
provinsi di mainland China bagian selatan. Penetapan logistik Hongkong sebagai “hub“ tersebut,
Hongkong memberikan focus yang tinggi terhadap penerapan teknologi pendukungnya.

41

Visi logistik Thailand kedepan adalah menjadi “hub“ untuk kawasan IndoChina: Vietnam, Laos,
Kamboja, Myanmar dan sebagian Mainland China. Dari sudut pandang geografis, visi logistik
Thailand ini dimungkinkan sepanjang Thailand dapat mempersiapkan infrastruktur pendukung untuk
pencapaian visi tersebut dan adanya kesediaan kerjasama dari Negara-negara Indochina.
Keuntungan yang diharapkan oleh Thailand dari visi ini adalah tercapainya skala ekonomi untuk
penurunan biaya logistik, mendorong investasi dan perolehan keuntungan ekonomi dari perannya
sebagai pusat perdagangan dan jasa. Dengan hal tersebut, Thailand optimis untuk dapat
menurunkan total biaya logistik-nya sebanyak 9% selama 5 tahun ke depan.

Belajar dari pengalaman negara-negara lain dalam mengedepankan visi logistik mereka, terutama
negara tetangga dekat kita, Indonesia selayaknya memiliki visi ke depan untuk sektor logistik nasional
yang kemudian dijabarkan dalam “strategi nasional” dan “paket kebijakan” sebagai acuan
pembangunan dan pengembangan sektor lain yang terkait.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->