P. 1
20090519Cetak Biru Logistik Indonesia

20090519Cetak Biru Logistik Indonesia

|Views: 4,578|Likes:
Published by setia wirawan

More info:

Published by: setia wirawan on Dec 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2013

pdf

text

original

(bernaung di bawah organisasi induk KADIN Indonesia)

1. GAFEKSI (Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Seluruh Indonesia)
atau INFA (Indonesian Forwarders Association)

Merupakan Asosiasi hasil peleburan dari tiga Asosiasi sebelumnya, yaitu :
a. GAVEKSI (Gabungan Veem dan Ekspedisi Seluruh Indonesia) dibawah naungan Direktorat
Jenderal Perhubungan Laut, Departemen Perhubungan;
b. INFFA (Indonesian Freight Forwarders Association) dibawah naungan Departemen
Perdagangan;
c. AEMPU (Asosiasi Ekspedisi Muatan Pesawat Udara) dibawah naungan Direktorat Jenderal
Perhubungan Udara, Departemen Perhubungan.

Sejak tahun 1986 Pimpinan/Pegurus dari GAVEKSI, INFFA, AEMPU membentuk Dewan Jasa
Pengurusan Transportasi Indonesia atau Indonesian Freight Forwarder Council yang merupakan
wadah/tempat dialog dan musyawarah untuk mencari mufakat dalam rangka menindak lanjuti
himbauan dan maksud positif dari Departemen Perhubungan yang menghendaki bahwa Asosiasi-
asosiasi yang sejenis agar bergabung dan melebur menjadi satu demi untuk mempermudah
pembinaannya.

Pada tanggal 10 Juni 1989 fusi (peleburan) terlaksana dan sekaligus telah merampungkan Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sementara GAFEKSI (INFA). Pengukuhan GAFEKSI (INFA)
dilakukan oleh Menteri Perhubungan pada tanggal 25 Juli 1989 melalui keputusan Menteri
Perhubungan Nomor: KP.4/AU.001/Phb-89 yang menyatakan GAFEKSI (INFA) merupakan satu-
satunya wadah organisasi bagi perusahaan Forwarder/Ekspedisi Muatan di Indonesia. GAFEKSI
(INFA) adalah Anggota Badan-Badan Nasional dan Internasional, antara lain:
- KADIN Indonesia;
- DEPALINDO (Dewan Pemakai Jasa Angkutan Indonesia);
- FIATA (International Federation of Freight Forwarders Association);
- AFFA (ASEAN Federation of Forwarders Association);
- FAPAA (Federation of Asia Pacific of Air Cargo Agents);
- IFCBA (International Federation of Custom Brokers Association).

Kini GAFEKSI (INFA) memiliki sekitar 3.100 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Perwakilan
GAFEKSI (INFA) terdapat di 18 Wilayah dan 1 perwakilan khusus di Batam. Jasa yang diberikan oleh
GAFEKSI (INFA) kepada anggotanya antara lain :
- Memberikan rekomendasi dan jaminan tertulis bagi perusahaan yang melakukan kegiatan PPJK
(Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan);
- Memberikan jasa konsultasi masalah freight forwarding dan logistik, kepabeanan, pajak,
transportasi dan lain-lain, yang dihadapi anggota;
- Mewakili kepentingan para anggota secara eksternal;
- Memberikan penyuluhan dan sosialisasi kebijakan dan peraturan pemerintah atau internasional
yang berpengaruh terhadap kepentingan anggota;
- Melakukan pelatihan sumber daya manusia; dan lain-lain.

Guna mengantisipasi kelangkaan tenaga profesional di bidang International Freight Forwarding,
Logistics dan Supply Chain Management, GAFEKSI/INFA membentuk lembaga pendidikan dan
latihan yang disebut INFA INSTITUTE. Lembaga ini diperlengkapi dengan tenaga-tenaga pendidik
profesional dan berpengalaman dalam bidang ini. Disiplin ilmu yang diampu antara lain Basic Freight
Forwarding, Intermediate Freight Forwarding, Dangerous Cargo, Basic Air Cargo, dan Logistics and
Supply Chain Management, mengacu pada Training Manual yang di susun, di standardisasi, dan
ditetapkan oleh FIATA, IATA, UNESCAP serta pelatihan perpajakan.

65

2. ASPERINDO (Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia)

Berdiri pada tanggal 26 Maret 1986 yang mewadahi perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang
jasa pengiriman ekspres di Indonesia dan merupakan satu-satunya asosiasi perposan atau
perusahaan jasa ekspres yang memperoleh pengakuan dari pemerintah:
- Departemen Perhubungan;
- Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi;
- KADIN (Kamar Dagang dan Industri).

Saat ini anggota ASPERINDO berjumlah sekitar 2000 cabang perusahaan tersebar di 27 propinsi dan
terbagi menjadi 3 kompartemen yaitu:
- Kompartemen Internasional: perusahaan-perusahaan yang melayani pengiriman dan penerimaan
barang/dokumen ke dan dari Luar Negeri.
- Kompartemen Domestik: perusahaan–perusahaan yang melayani pengiriman dan penerimaan
barang/dokumen untuk seluruh wilayah Indonesia.
- Kompartemen Intra Kota: perusahaan–perusahaan yang melayani pengiriman dalam kota/City

Courier.

Jasa yang diberikan oleh Asperindo kepada anggota-anggotanya adalah:
a. Memberikan perlindungan dalam hal-hal yang berkaitan dengan Pemerintah dan instansi lain
yang berkaitan dengan Usaha Jasa Titipan Pengiriman dan Pengantaran, yang tidak melanggar
hukum yang berlaku.
b. Memberikan bantuan dalam usaha untuk mendapatkan perlindungan terhadap persaingan yang

tidak sehat.

c. Memberikan bantuan berupa surat keterangan, rekomendasi, referensi dan sejenisnya untuk
kelancaran usahanya, apabila dianggap layak oleh Dewan Pengurus.
d. Memberikan bantuan dan laporan informasi tentang peraturan-peraturan dan kebijaksanaan-
kebijaksanaan Pemerintah yang menyangkut perekonomian dan dunia usaha pada umumnya
dan dalam Bidang Jasa Titipan Pengiriman dan Pengantaran pada khususnya.
e. Anggota berhak untuk mengikuti acara-acara dan pendidikan/latihan yang diadakan oleh

organisasi.

f. Memberikan informasi baik berupa penerbitan berkala, brosur, kolom warta dan lain-lain yang

ada.
g. Memberikan Surat Tanda Anggota bagi perusahaannya.
h. Anggota berhak mempunyai 1 (satu) suara dalam Musyawarah, Sidang dan Rapat.
i. Anggota berhak untuk memilih dan dipilih menjadi anggota Dewan Pengurus, baik di Cabang
dimana dia terdaftar, maupun di Tingkat ASPERINDO Pusat.

3. INSA (Indonesian National Shipowners’ Association)

INSA didirikan pada tanggal 6 September 1967 dan hingga saat ini memiliki anggota sebesar 941
perusahaan.

- Visi INSA : sebagai infrastruktur pembangunan, perekonomian, alat pemersatu kesatuan dan
persatuan bangsa & negara.
- Misi INSA : adalah turut memberdayakan pelayaran niaga nasional.

Fungsi INSA adalah mempersatukan, melindungi dan memperjuangkan kepentingan anggota dan
mengarahkan kemampuan usaha untuk mencapai tujuan bersama, menjadi tuan di negeri sendiri.
INSA terdiri dari beberapa bidang, yaitu:
- Bidang Organisasi dan Keanggotaan;
- Bidang Pengembangan Industri & Pelayaran;
- Bidang Kerja sama dan Hubungan Luar Negeri;
- Bidang Pemberdayaan SDM dan Diklat;
- Bidang Angkutan Passenger & RoRo;
- Bidang Angkutan General Cargo;
- Bidang Angkutan Dry Bulk;
- Bidang Angkutan Container;

66

- Bidang Angkutan Lepas Pantai;
- Bidang Angkutan Tug and Barge;
- Bidang Angkutan Cair.

Dengan spesialiasi bidang kerja seperti di atas, INSA bertekad merealisasikan program kerjanya yang
paling utama, yaitu:
- Melaksanakan INPRES No. 5 Tahun 2005 untuk Pemberdayaan dan Pengembangan armada
nasional yang tangguh dan mandiri;
- Kerjasama diantara seluruh anggota untuk mencapai efisiensi yang maksimal dan untuk
meningkatkan kekuatan perdagangan.
- Menyebarluaskan informasi bisnis untuk menuntun para anggotanya.
- Membina hubungan baik dengan Pemerintah serta pihak berwenang terutama dalam
merumuskan peraturan pemerintah yang berhubungan dengan kegiatan maritim.
- Membina kerjasama dengan asosiasi yang ada di Indonesia dan di luar negeri serta turut
berperan aktif dalam pertemuan yang membahas masalah pelayaran di dalam negeri maupun di
dunia internasional.
- Bersikap aktif dalam masalah pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia dengan
mengadakan kursus, seminar dll.

4. ORGANDA (Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan)

ORGANDA didirikan 30 Juni 1962. Kini jumlah anggota ORGANDA ada 1.600.000 perusahaan
dengan tugas utamanya adalah:
- Memperjuangkan dan meningkatkan kesadaran nasional serta patriotisme para anggota dalam
tanggung jawabnya sebagai warga negara.
- Memperjuangkan aspirasi anggota.
- Memperjuangkan iklim usaha yang sehat.
- Membina dan mengembangkan peran anggota.

ORGANDA berfungsi sebagai:
- Wadah menyalurkan aspirasi, pembinaan, pengembangan anggota.
- Wadah peran serta dalam usaha mensukseskan pembangunan nasional.
- Wadah komunikasi antar anggota.

ORGANDA memiliki VISI sebagai berikut:
Menjadikan ORGANDA sebagai organisasi profesi yang besar dan berakar serta
diperhitungkan/disegani, sehingga dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota
dan fungsionaris ORGANDA dari mulai tingkat Pusat, Propinsi dan Kota/Kabupaten terlebih bagi
Pemerintah dan masyarakat luas.

ORGANDA mengusung MISI sebagai berikut:
Memberikan pelayanan secara optimal kepada seluruh anggota baik yang menyangkut aspek
penyediaan sarana dan prasarana untuk menunjang kelangsungan dan kepastian berusaha, aspek
keamanan serta memberikan layanan advokasi atas segala permasalahan yang dihadapi anggota
ORGANDA yang berkaitan dengan permasalahan hukum dan perundang-undangan.

5. APBMI (Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia)

APBMI didirikan pada tanggal 28 Oktober 1989 melalui SK Menteri Perhubungan No. KP.6/AL-
3014/phb-89. Saat ini APBMI memiliki anggota sebanyak 833 perusahaan yang tersebar di seluruh
Indonesia.

Tugas APBMI sebagai mitra kerja Pemerintah pada intinya adalah melaksanakan bongkar muat dari
dan ke kapal laut secara cepat, aman dan selamat demi tercapaikan keselamatan kapal, barang
muatan dan keutuhan barang peralatan kapal yang ditangani.

67

Peranan APBMI adalah:
- Membina para anggota untuk menunjang dan berperan aktif dalam memperlancar arus barang di

pelabuhan.

- Turut memperhatikan keselamatan kapal dari segi stowage, baik untuk pelayaran dalam negeri
maupun luar negeri.
- Memberikan pendidikan bagi anggotanya dibidang pengoperasian kapal, seluk beluk
perdagangan dalam dan luar negeri baik dari segi organisasi, administrasi dan manajemen pada
umumnya, teknik asuransi, claim, “warren-kennis” serta pengetahuan mengenai prinsip dan
prosedur pelayanan jasa transportasi.

6. APTESINDO (Asosiasi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara)

APTESINDO yang didirikan pada tanggal 12 Desember 2005 hingga saat ini mengayomi 22
perusahaan.

Visi APTESINDO: Menjadikan anggota sebagai penyedia jasa tempat penimbunan sementara yang
profesional & kompetitif di pasar global.

Misi APTESINDO:
- Mendukung kebijakan pemerintah dalam program pembangunan ekonomi nasional.
- Mengembangkan kemampuan anggota sebagai tulang punggung kelancaran distribusi barang
ekspor dan atau impor.
- Meningkatkan pelayanan jasa tempat penimbunan sementara untuk memperlancar serta
memperkuat daya saing perdagangan Indonesia di pasar global.
- Menjadikan para anggota sebagai pelaku bisnis yang profesional dibidang tempat penimbunan
sementara yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan.

7. ASDEKI (Asosiasi Depo Kontainer Indonesia)

ASDEKI didirikan pada tahun 1996. Saat ini jumlah anggotanya adalah 69 perusahaan. ASDEKI
memberikan jasa berupa:
- Pelayanan depo peti kemas terhadap maskapai pelayaran dan keagenannya sebagai pemilik peti

kemas.

- Pelayanan depo peti kemas terhadap pihak pemilik barang dan keagenannya atau yang
mewakilinya sebagai pengguna peti kemas.
- Pelayanan depo peti kemas terhadap pihak pengangkut kontainer sebagai sarana penunjang
pendistribusian kontainer.
- Pelayanan depo peti kemas terhadap pihak dermaga, pengelola pelabuhan dan segenap
fasilitatornya sebagai pelaksana tata tertib dan penyelenggaraan arus keluar masuk atau bongkar
muat barang/peti kemas dari dan ke pelabuhan.

ASDEKI mengusung VISI sbb:
Menjadi organisasi profesi yang dapat memajukan usaha Depo Kontainer Indonesia bersama pelaku
ekonomi lainnya bermanfaat bagi anggota khususnya dan Negara Indonesia umumnya.

MISI perjuangannya adalah:
- Memperjuangkan dan melindungi hak serta kepentingan anggota dalam menjalankan roda usaha
Depo Kontainer.
- Menjalin kerjasama dengan pemerintah dan organisasi profesi yang berkaitan dengan usaha
Depo Kontainer.
- Memupuk kerjasama dan mengurangi persaingan yang tidak sehat antar sesama anggota.
- Membantu anggota untuk meningkatkan profesionalisme dalam upaya memacu kinerja masing-
masing Depo Kontainer.

68

8. INACA (Indonesian National Air Carriers Association)

INACA adalah wadah bagi pengusaha penerbangan yang saat ini beranggotakan 25 perusahaan.
INACA berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM penerbangan untuk
mengantisipasi liberalisasi penerbangan ASEAN (open sky) mulai 2008.

Fokus pengembangan SDM INACA adalah dalam rangka safety, bukan urusan komersial dan
marketing. Salah satu SDM yang diprioritaskan adalah kebutuhan tenaga pilot, copilot, teknisi dan
pendukung lainnya. Untuk itu, INACA mengusulkan ketentuan usia pilot diperpanjang masa tugasnya
yakni untuk copilot dari maksimum 63 tahun menjadi 65 tahun. Sedangkan untuk kapten pilot tetap 60
tahun. INACA juga memperjuangkan sertifikasi kompetensi bagi pilot. Selain itu meminta Pemerintah
untuk mempermudah pendirian sekolah penerbangan (flying school).

Upaya menomorsatukan keselamatan dan keamanan penerbangan dilakukan INACA melalui
dukungan terhadap deklarasi bersama antara Pemerintah Indonesia dengan ICAO (International Civil
Aviation Organization). Sedangkan upaya melindungi kepentingan pengusaha penerbangan nasional,
dilakukan INACA melalui dukungan terhadap penerapan azas cabotage penerbangan, sekaligus
meminta hak yang sama dengan negara lain.

9. Asosiasi Perusahaan Penyedia Jasa Logistik lainnya:
- ACRB (Air Carrier)
- ICAC (Air Cargo)
- GAPASDAP (Angkutan Sungai Penyeberangan)
- ATDI (Asosiasi Transportasi Darat Indonesia)

69

LAMPIRAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->