P. 1
Draft Perpres PBJP

Draft Perpres PBJP

3.0

|Views: 3,564|Likes:
Published by Hendri, S.Ked

More info:

Published by: Hendri, S.Ked on Dec 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2013

Bagian Pertama

Persiapan Pengadaan

Paragraf Pertama

Pembentukan Organisasi Pengadaan

Pasal 32

1. PA dapat menunjuk KPA, jika diperlukan;

2. PA / KPA mengangkat :

a. PPK;

b. Panita/Pejabat Pengadaan /Anggota ULP;

c. Panitia Pemeriksa dan Penerima Hasil

Pekerjaan;

d. Panitia / Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak;

3. PPK dapat dibantu oleh tim pendukung yang

diperlukan untuk membantu pelaksanaan

pengadaan barang/jasa;

4. Panitia Pengadaan berjumlah gasal beranggotakan

sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan dapat

ditambah sesuai dengan kompleksitas pekerjaan;

5. Anggota panitia pengadaan / anggota ULP masing-

masing terdiri dari unsur-unsur yang memahami :

a. tata cara pengadaan;

b. substansi

pekerjaan/kegiatan

yang

bersangkutan;

c. hukum-hukum perjanjian/kontrak.

6. Pejabat pengadaan yang ditunjuk adalah 1 (satu)

orang yang memahami:

a. tata cara pengadaan;

b. substansi

pekerjaan/kegiatan

yang

bersangkutan;

c. ketentuan/ketentuan perjanjian / SPK.

Ayat 1

Cukup jelas

Ayat 2

Cukup jelas

Ayat 3

Cukup jelas

Ayat 4

Cukup jelas

Ayat 5

Cukup jelas

Ayat 6

Cukup jelas

Paragraf Kedua

Penyusunan Rencana Pengadaan

Pasal 33

Pemaketan

1. Untuk paket pengadaan dengan nilai di atas Rp

100.000.000,00 (seratus juta rupiah) pemilihan

penyedia barang/jasanya dilaksanakan dengan

membentuk panitia pengadaan /ULP.

2. Untuk paket pengadaan dengan nilai sampai

dengan nilai Rp100.000.000,00 (seratus juta

rupiah) pemilihan penyedia barang/jasanya

dilaksanakan dengan membentuk panitia

pengadaan atau menunjuk pejabat pengadaan.

Ayat 1

Cukup jelas

Ayat 2

Cukup jelas

Draft Perpres - Page 33 of 85

3. Dalam menetapkan/menyetujui sistem pengadaan

PPK, Pejabat/Panitia Pengadaan/ULP :

a. dilarang menyatukan atau memusatkan

beberapa kegiatan yang tersebar di beberapa

daerah yang menurut sifat pekerjaan dan

tingkat efisiensinya seharusnya dilakukan di

beberapa lokasi masing-masing;

b. dilarang menyatukan beberapa paket

pengadaan yang menurut sifat dan jenis

pekerjaannya bisa dipisahkan dan/atau

besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh

usaha kecil termasuk koperasi kecil;

c. dilarang memecah paket untuk pengadaan

yang merupakan satu kesatuan pekerjaan

konstruksi/sistem.

Ayat 3

Huruf a

Cukup jelas

Huruf b

Cukup jelas

Huruf c

contoh pekerjaan yang satu kesatuan

adalah struktur bangunan, jembatan

atau struktur kapal.

Pasal 34

Persiapan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa

1. PPK menyusun dan menetapkan spesifikasi

untuk pengadaan barang/pekerjaan pekerjaan

konstruksi/jasa lainnya dan KAK untuk

pengadaan jasa konsultansi.

2. PPK menyusun dan menetapkan HPS

3. PPK menyusun dan menandatangani kontrak

4. Pejabat/Panitia Pengadaan/ULP menentukan:

a. Metode pemilihan penyedia barang/jasa

1. Pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/

jasa lainnya:

a). Pelelangan Umum;

b). Pelelangan Terbatas;

c). Pemilihan Langsung;

d). Penunjukan Langsung.

2. Pengadaan jasa konsultansi:

a). Seleksi Umum;

b). Seleksi Terbatas;

c). Seleksi Langsung;

d). Penunjukan Langsung.

b. Metode pemasukan penawaran:

1) Satu sampul;

2) Dua sampul;

3) Dua Tahap.

c. Metode evaluasi administrasi, teknis dan

harga:

1. Pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/

jasa lainnya:

a). Sistem Gugur;

b). Sistem Nilai ;

c). Sistem penilaian biaya selama umur

ekonomi.

Ayat 1

Cukup jelas

Ayat 2

Cukup jelas

Ayat 3

Cukup jelas

Ayat 4

Huruf a

Cukup jelas

Huruf b

Cukup jelas

Huruf c

Cukup jelas

Draft Perpres - Page 34 of 85

2. Pengadaan Jasa Konsultansi:

a). Metode evaluasi kualitas;

b). Metode evaluasi kualitas dan biaya;

c). Metode evaluasi pagu anggaran;

d). Metode evaluasi biaya terendah;

d. Jenis kontrak;

1) berdasarkan bentuk pembayaran :

a). lumpsum;

b). harga satuan;

c). gabungan lump sum dan harga

satuan;

d). terima jadi (turnkey);

e). persentase.

2) berdasarkan jangka waktu pelaksanaan :

a). tahun tunggal;

b). tahun jamak.

3) berdasarkan jumlah PPK:

a). kontrak pengadaan tunggal;

b). kontrak pengadaan bersama.

e. Besaran uang muka, jika ada

f. Besaran nilai jaminan, jika ada

Huruf d

Kontrak Payung (framework agreement)

adalah salah satu bentuk dari kontrak

harga satuan berjangka panjang yang

dapat berlaku selama-lamanya 4

(empat) tahun.

`

Paragraf Ketiga

Jadwal Pelaksanaan Pengadaan

Pasal 35

1. Panitia wajib membuat jadwal pelaksanaan

pengadaan

barang/jasa

yang

meliputi

pelaksanaan pemilihan penyedia barang/jasa,

waktu mulai dan berakhirnya pelaksanaan

pekerjaan, dan waktu serah terima akhir hasil

pekerjaan.

2. Pembuatan jadwal pelaksanaan pengadaan

barang/jasa disusun sesuai dengan waktu yang

diperlukan serta dengan memperhatikan batas

akhir efektifnya tahun anggaran.

Cukup jelas

Paragraf Keempat

Biaya Pengadaan

Pasal 36

1. K/L/D/I wajib menyediakan biaya administrasi

untuk mendukung pelaksanaan pengadaan

barang/jasa yang dibiayai dari APBN/APBD, yaitu:

Ayat 1

Komponen

biaya

pelaksanaan

pemilihan penyedia barang/jasa harus

disediakan dalam anggaran, dan jika

diperlukan termasuk biaya untuk

pelaksanaan pemilihan penyedia

barang/jasa yang kontraknya akan

dilakukan pada tahun anggaran

berikutnya.

Draft Perpres - Page 35 of 85

a. Honorarium PA/KPA, PPK, panitia/pejabat

pengadaan, Pengelola Keuangan, Panitia

Pemeriksa dan Penerima Hasil Pekerjaan,

Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak

dan staf proyek;

b. Biaya pengumuman pengadaan barang/jasa

meliputi :

1) Biaya pengumuman rencana pengadaan

barang/jasa pada awal pelaksanaan

anggaran;

2) Biaya pengumuman pemilihan penyedia

barang/jasa termasuk biaya pemilihan

ulang.

c. Biaya penggandaan dokumen pengadaan

barang/jasa dan/atau dokumen prakualifikasi;

d. Biaya administrasi lainnya yang diperlukan

untuk mendukung pelaksanaan pengadaan

barang/jasa.

2. Pada setiap tahapan proses pemilihan penyedia

barang/jasa, PPK/ Pejabat Pengadaan/ Panitia

Pengadaan/ULP dilarang membebani atau

memungut biaya apapun kepada penyedia

barang/jasa.

Huruf a

Besaran honorarium ditetapkan

secara proporsional berdasarkan

pengalaman dan profesionalisme;

Huruf b

Cukup jelas

Huruf c

Cukup jelas

Huruf d

Cukup jelas

Ayat 2

Cukup jelas

Paragraf Kelima

Prinsip Prakualifikasi dan Pascakualifikasi

Pasal 37

1. Panitia Pengadaan / ULP wajib melakukan

kualifikasi dengan cara prakualifikasi atau

pascakualifikasi.

2. Prakualifikasi dilaksanakan untuk pengadaan:

a. jasa konsultansi;

b. barang/pekerjaan pekerjaan konstruksi/jasa

lainnya yang menggunakan metode

pelelangan terbatas, pemilihan langsung dan

penunjukan langsung;

c. barang/pekerjaan pekerjaan konstruksi / jasa

lainnya yang bersifat kompleks melalui

pelelangan umum.

3. Pascakualifikasi dilaksanakan untuk pengadaan

barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya melalui

pelelangan umum.

4. Persyaratan prakualifikasi/pascakualifikasi yang

ditetapkan harus merupakan persyaratan minimal

yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan agar

terwujud persaingan yang sehat secara luas.

5. Dalam proses prakualifikasi/pascakualifikasi

pejabat / panitia pengadaan/ULP dilarang

menambah persyaratan prakualifikasi/

pascakualifikasi di luar yang telah ditetapkan

Ayat 1

Cukup jelas

Ayat 2

Cukup jelas

Ayat 3

Cukup jelas

Ayat 4

Cukup jelas

Ayat 5

Cukup jelas

Draft Perpres - Page 36 of 85

dalam ketentuan Peraturan Presiden ini atau

ketentuan peraturan perundang-undangan yang

lebih tinggi.

6. Pejabat/panitia pengadaan/ULP wajib

menyederhanakan proses prakualifikasi dengan

tidak meminta seluruh dokumen yang disyaratkan

melainkan cukup dengan mengisi formulir

kualifikasi penyedia barang/jasa.

7. Penyedia barang/jasa wajib menandatangani surat

pernyataan di atas meterai bahwa semua

informasi yang disampaikan dalam formulir isian

kualifikasi adalah benar, dan apabila diketemukan

penipuan/pemalsuan atas informasi yang

disampaikan, terhadap yang bersangkutan

dikenakan sanksi pembatalan sebagai calon

pemenang, dimasukkan dalam daftar hitam

selama 2 (dua) tahun, serta dapat diancam

tuntutan secara perdata dan/atau pidana.

8. Dalam proses prakualifikasi/pascakualifikasi

pejabat/panitia pengadaan/ULP tidak boleh

melarang, menghambat, dan membatasi

keikutsertaan calon peserta pengadaan

barang/jasa dari luar propinsi/kabupaten/kota

lokasi pengadaan barang/jasa.

9. K/L/D/I dilarang melakukan prakualifikasi massal

yang berlaku untuk pengadaan dalam kurun waktu

tertentu dengan menerbitkan tanda daftar lulus

prakualifikasi/sejenisnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->