P. 1
peranan internet sebagai sumber belajar alternatif

peranan internet sebagai sumber belajar alternatif

5.0

|Views: 3,566|Likes:
Published by akumanojigoku

More info:

Published by: akumanojigoku on Dec 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

09/03/2015

PERANAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR ALTERNATIF BAGI SISWA

Hanung Manggala Putra 1. Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat sekarang baik di negara maju maupun negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Salah satu teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang adalah Internet. Kehadiran internet telah merubah sebagian besar cara hidup dan aktifitas manusia sehari-hari. Internet sebagai media interaktif dapat digunakan setiap orang untuk mendapatkan informasi dari seluruh dunia. Salah satu penggunanya adalah siswa/peserta didik. Peserta didik dapat menggunakan internet sebagai sumber belajar alternatif selain buku untuk mendapatkan informasi lebih banyak. Dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia,mulai banyak situs-situs yang menyediakan content-content untuk belajar. Menurut Dicky Moechtar,direktur Marketing First Media, jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat yaitu sebesar 1150% pada tahun 2000-2008. Maka dengan faktor tersebut mulai banyak bermunculan penyedia hosting situs dalam negeri yang salah satunya adalah situs dengan content berisi pendidikan. Hal ini membuat para pengguna internet yang sebagian besar adalah pelajar dapat memanfaatkan sebagai sumber belajar apabila mereka ingin mendapatkan informai lebih banyak daripada yang diajarkan di sekolah maupun untuk membantu mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Saat ini dengan jumlah perpustakaan umum sekitar 2500 unit serta penyebarannya yang tidak merata dan koleksi bukunya yang terbatas membuat pelajar harus lebih efektif lagi dalam mencari sumber belajarnya. Akan tetapi dengan kehadiran internet membuat mereka tidak lagi kesulitan dalam mencari sumber belajarnya. Mereka dapat mengambil referensi dari blog-blog atau situs

1

2

yang berisi pendidikan. Kendala jarak, waktu dan lokasi telah diminimalkan dengan adanya internet. Selain itu keragaman jenis informasi yang terdapat didalamnya kadang melebihi pengetahuan seorang guru maupun buku. Dengan keberadaan internet telah mempermudah pelajar dalam memahami sebuah materi karena internet adalah sebuah hasil dari perkembangan teknologi dan informasi yang bertujuan mempermudah manusia dalam kegiatannya. Sebagai pelajar, internet mempunyai kegunaan-kegunaan lain. Fenomena internet perlu dikaji lebih mendalam tentang kegunaannya mengingat kegunaan yang sangat banyak di masyarakat. Maka dari itu,pengajian kegunaan internet diperlukan sebagai keakuratan informasi yang perlu dipertanggungjawabkan tanpa adanya rekaan. 2. 2.1. Pembahasan Peranan dan Penggunaan Internet Peranan dan penggunaan internet telah mulai dikenal pasti dapat membantu pengurusan dalam sistem pendidikan negara khususnya dalam pelaksanaan proses pengajaran pembelajaran di dalam dan luar peduli dengan pendidikan. Kajian oleh Christie (1996) terhadap penggunaan mail eletronik (e-mail) dan penerkaan terhadap materi di kalangan para pelajar sekolah rendah mendapati bahwa, selain daripada semangat belajar secara kumpulan (cooperative learning), para pelajar juga semakin mesra dengan alat teknologi ini dan sentiasa berusaha untuk menerka alam yang baru ditemui' (virtual reality). Mereka sentiasa menemui materi dan bahan-bahan yang amat menarik perhatian. Nolan dan Martin (1994) menyatakan bahawa pembelajaran dalam suasana baru seperti menggunakan internet di sekolah telah membawa banyak perubahan kepada pelajar. Pelajar didapati lebih mahir membuat kajian dan lebih berfikiran secara kritis. Walau bagaimanapun jurang perbedaan sosial ekonomi di kalangan pelajar harus diambil kira semasa pendalaman teknologi komputer dan internet diberikan (Bier et. al, 1996). yang secara langsung melibatkan para pendidik, pelajar dan orangtua serta masyarakat yang

3

Sesungguhnya kehadiran internet dalam dunia pendidikan mempunyai arti yang sangat luas. Internet telah merubah cara pendidikan tradisional menuju arah yang lebih modern. Keaktifan seorang siswa dituntut lebih dalam memahami sesuatu karena keterbatasan yang terdapat pada sistem pembelajaran tradisional seperti keterbatasan jarak dan sumber informasi telah teratasi dengan kemunculan internet. Peranan internet disini sendiri bagi pelajar guna pengembangan daya atau kemampuan berpikir kritisnya yaitu sebagai berikut (Hardjito,2005) :
a. Akses ke sumber informasi

Sebelum adanya internet, masalah utama yang dihadapi oleh dunia pendidikan khususnya pada pelajar (diseluruh dunia) adalah akses kesumber informasi. Perpustakaan konvensional merupakan sumber informasi yang sayangnya tidak murah. Buku-buku dan jurnal harus dibeli dengan harga mahal. Pengelolaan yang baik terhadap buku juga tidak mudah. Sehingga akibatnya banyak tempat diberbagai lokasi di dunia yang tidak memiliki perpustaakaan yang lengkap. Adanya internet memungkinkan mengakses kepada sumber informasi yang mulai tersedia banyak. Di Indonesia, masalah kelangkaan sumber informasi konvensional (perpustakaan) lebih berat dibandingkan dengan ditempat lain. Adanya internet merupakan satu solusi pamungkas untuk mengatasi masalah ini daan juga bisa membantu pelajar untuk menddapatkan informasi sebanyak-banyaknya untuk keperluan pengembangan bagi diri mereka sendiri.
b. Akses ke pakar

Internet boleh dikatakan telah menghilangkan atas antara ruang dan waktu sehingga memungkinkan seorang pelajar disatu tempat dapat berkomunikasi dengan seorang pakar atau ahli yang mungkin bisa membantu dalam pengembangan daya atau kemampuan berpikir kritisnya.

4

c.

Media kerjasama Kolaborasi atau kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan dapat terjalin dengan mudah dan lebih efisien. Seperti yang dapat dilakukan oleh pelajar disatu tempat dengan pelajar ditempat lainnya dengan cara berdiskusi atau saling bertanya dan bertukar informasi mengenai suatu hal. Dengan begini mereka akan sama-sama mengalami perkembangan dalam kemampuan dan wawasan yang dapat membantu proses berpikir kritis mereka.

Dari teori diatas dapat diketahui bahwa berpikir kritis adalah suatu proses mental untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut dapat diperoleh dari hasil pengamatan, pengalaman, akal sehat atau komunikasi. Dengan kata lain, berpikir kritis juga merupakan suatu ketetapan yang hati-hati dan tidak tergesa-gesa untuk apakah sebaiknya kita menerima, menolak, atau menangguhkan penilaian terhadap suatu pernyataan, dan tingkat kepercayaan mana kita menerima atau menolaknya (dari Critical Thingking Oleh Moore dan Parker). Berpikir kritis tentunya tidak menjamin seseorang akan mencapai kesimpulan yang tepat. Pertama, karena ada kemungkinan seseorang tidak memiliki seluruh informasi yang relevan. Informasi yang penting mungkin belum ditemukan atau bahkan informasi tersebut tidak akan ditemukan. Kedua, bisa saja pemihakan (bias) dari seseorang dapat menghalangi pengumpulan dan penilaian informasi secara efektif. Seorang pemikir kritis memiliki karakteristik yang jujur terhadap diri sendiri, mampu melawan manipulasi dan mengatasi masalah, sering bertanya, mendasarkan penilaiannya pada suatu bukti , mampu mencari hubungan antar topik, dan juga ia bebas secara intelektual. Peran pemerintah disini dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis bagi pelajar secara tidak langsung sangat diperlukan yaitu mungkin seperti penyediaan sarana dan prasarana yang dapat menunjang proses belajar dan pencarian sumber informasi yang jelas, pelaksanaan program pendidikan yang mengacu pada kemampuan berpikir kritis pelajar, serta hal-hal lainnya yang juga

5

dapat membantu dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis. Selain dari pada peran pemerintah, peran orang tua juga sangat berpengaruh pada kelancaran proses belajar anak demi pengembangan kemampuan berpikir kritisnya. Peran orang tua disini mungkin seperti penyediaan fasilitas dalam belajar. fasilitas yang dimaksud adalah komputer sebagai suatu alat yang penting dalam penyediaan pelayanan internet. tapi orang tua juga harus terus berhati-hati dan menjaga anaknya dari situs-situs diinternet yang tidak baik. 2.2. Akses Internet di Indonesia Zaman sekarang internet merupakan kebutuhan bagi banyak orang karena dengan internet kita bisa mengakses dan menemukan segala informasi di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Kebutuhan internet yang sangat penting sehingga peningkatan jumlah pemakainya setiap tahun yang selalu meningkat di seluruh dunia. Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC masih juga rendah nilainya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet akses seperti warnet , hotspot dll. Penggunaannya semakin meningkat di negara kita walaupun tidaklah sehebat negara maju. Ini menggambarkan keadaan realitas masyarakat kita yang semakin sadar akan pentingnya komputer dan tidak lagi gaptek kepada teknologi baru. Ini jelas terbukti apabila institusi pendidikan juga semakin berusaha ke arah meningkatkan penggunaan teknologi moden ini terutamanya warga pendidik. Kalau dahulu, tidak adapun guru di Indonesia yang mengetahui apa itu internet, apa lagi untuk menggunakannya. Tetapi kini, bilangan guru yang mempunyai akses ke internet sudah mencapai angka ratusan dan tidak mustahil akan meningkat kepada jumlah yang lebih besar pada masa akan datang. Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru. Disadari betul bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, terutama para pelajar yang menggunakan internet sebagai sumber untuk pembelajarannya.. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan

6

efisiensi para pelajar, terutama peranannya sebagai sarana untuk memperoleh informasi yang up to date untuk kepentingan studinya. Tingkat pertumbuhan pengguna internet juga menunjukan angka yang sangat fantastik, bahkan internet telah menjadi bagian kebutuhan dalam sebuah rumah tangga. Fenomena ini menunjukan bahwa 5 sampai 10 tahun yang akan datang teknologi informasi akan menguasai sebagian besar pola kehidupan masyarakat. Secara keseluruhan memang masih dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia dan frekuensi pemakainyapun belum terlalu banyak. Namun perkembangan internet di Indonesia telah menunjukan perkembangan yang signifikan. Tabel Peningkatan Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet TAHUN PELANGGAN PENGGUNA 1996 31000 110000 1997 75000 384000 1998 134000 512000 1999 256000 1000000 2000 760000 1900000 2001 1680000 4200000 Sumber: APJII Namun dibanding dengan negara-negara asia yang lebih maju, seperti Singapura, Taiwan dan hongkong, Indonesia masih ketinggalan jauh. Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet yang baru berkisar 1.680.000 pelanggan sampai dengan tahun 2001 (APJII) atau tidak lebih 5 persen dari total jumlah rumah tangga di perkotaan. Dibandingkan dengan negara-negara Asia yang tersebut di atas, yang lebih matang pasar internetnya seperti Singapura yang telah memiliki pelanggan sebanyak 47,4 persen dari jumlah rumah tangga maka kondisi pasar internet di Indonesia masih ketinggalan jauh. Sedangkan sebagai pembanding yang lainnya adalah di Taiwan dan Hongkong yang masingmasing 40 persen dan 26,7 persen dari jumlah rumah tangga (Newsbyte, 2001). Contoh lainnya adalah di China yang berpenduduk lebih dari satu milyar telah memiliki tidak kurang dari 24 juta pemakai internet dengan tingkat penetrasi mencapai 7 persen terhadap penduduk di atas usia 5 tahun (Iamasia, 2001).

7

Ditinjau dari gambaran statistik di atas maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa masyarakat pengguna internet di Indonesia masih baru taraf pengenalan atau masih merupakan pasar yang baru muncul (mulai). Walaupun Indonesia masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet, namun peningkatan jumlah pelanggan internet yang ada saat ini menunjukan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar. Memang pada tahun 2001 terjadi kelesuan, namun itu bersifat sementara karena efek dari krisis global yang sedang di alami, disamping pengaruh tragedy penghancuran Gedung WTC sebagai simbul pusat perekonomian dunia. Efek dan pengarih global ini bisa dilihat dengan penurunan jumlah registran untuk domain id yang mencapai 17,9 % dari jumlah registran pada tahun 2000, yaitu dari angka 4264 registran turun menjadi 3501 registran. Namun penurunan permintaan domain id tersebut tidak serta merta berbanding lurus dengan pengingkatan jumlah pelanggan internet, karena justru pada tahun 2001 persentasi jumlah pelanggan internet menunjukan kenaikan angka yang sangat tinggi, yaitu 121%, dari 760000 pelanggan meningkat menjadi 1680000 pelanggan. Perkembangan tersebut juga telah menumbuhkan peningkatan jumlah perusahaan penyedia jasa layanan internet / ISP (Internet Service Provider), yang pada akhir tahun 2001 ini telah mencapai 68 ISP. Hal ini menunjukan bahwa peluang pasar yang dilahirkan dari internet cukup besar. Pada tahun 2001 memang secara global terjadi penurunan khususnya di bisnis cyberspace ini, namun hal itu merupakan seleksi alam dimana ternyata justru peningkatan layanan customer semakin meningkat, dan menunjukan juga bahwa pemain bisnis yang tetap survive adalah para pemain yang serius akan model bisnis yang dikembangkannya (berita detik). Namun disamping kondisi yang postitif di atas, pada pertengahan kwartal pertama tahun 2002, terjadi fenomena menarik, karena sebuah jaringn ISP terluas yaitu WasantaraNet telah menutup sebagian kantor cabangnya. Kemudian berikutnya, disusul ISP yang memiliki jaringan luas juga, yaitu MegaNet mengumumkan bahwa perusahaannya telah menutup semua kantor

8

operasionalnya. Kondisi ini jelas kurang menguntungkan bagi perkembangan akses informasi oleh masyarakat. Ada beberapa hal yang menyebabkan tidak beroperasinya kembali sebagian kantor cabang ISP tersebut, dianataranya, karena alasan cost perasionalnya yang terlalu tinggi, yang tidak bisa dipenuhi oleh pendapatanya. Namun pada perkembangan terakhir disebutkan bahwa alasan utamanya adalah karena persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh TELKOM, dengan TelkomNet Instantnya. Dari semua kondisi di atas, yang utama bagi user internet Indonesia adalah akses yang murah dan cepat, sehingga mereka bisa menikmati perkembangan teknologi informasi, terutama user internet di tingkat masyarakat daerah. Semua itu akan terwujud jika pengambil kebijkan di bidang ini bisa memiliki pandangan yang seimbang, baik dari segi user internet (masyarakat), maupun dari segi perusahaan penyedia jasa layanan internet dan teknologi informasi. 2.3. Manfaat Internet Sebagai Media Pendidikan Penggunaan teknologi komputer dalam bidang pendidikan bukanlah sesuatu yang baru, malah telah lama diperkenalkan di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa sejak awal tahun 60 an lagi. Malaysia tidak ketinggalan dalam menikmati arus pembangunan yang berasaskan komputer ini. Dalam konteks pendidikan, ia bukan hanya mampu membantu tugas-tugas pengurusan dan pelaksanaan, tetapi berpotensi sebagai alat untuk memperkaya lagi metode pengajaran dan pembelajaran bagi hampir semua mata pelajaran. Penciptaan mikro komputer pada awal tahun 70 an telah memberi kesan yang mendalam kepada penggunaan teknologi tersebut dalam bidang pendidikan di Malaysia (NorHashim, Mazenah & Rose Alinda, 1996). Tetapi berbeda dengan keadaan di Indonesia, pada sekitar tahun 70 an Indonesia masih tetap memakai sistem pendidikan yang tradisional. Arus kemajuan informasi masih dirasa kurang karena pemerintah kurang memerhatikan pendidikan. Pemerintah hanya mengejar ketertinggalan dengan negara lain hanya

9

dalam bidang perekonomian saja. Bahkan hal itu ditambah dengan politik Indonesia yang sangat tertutup dan kurangnya kebebasan dalam memperoleh informasi. Kemajuan dalam informasi baru dirasakan rakyat Indonesia setelah adanya reformasi. Arus informasi yang deras masuk di Indonesia juga telah membawa beberapa teknologi baru yang dapat mengubah sistem pendidikan cara lama menjadi lebih modern lagi. Teknologi-teknolgi tersebut dapat lebih memudahkan lagi dalam pembelajaran di Indonesia. Aspek teknologi telah digabungkan dalam kurikulum sekolah sebagai satu daya usaha ke arah menyemai dan memupuk minat serta sikap yang positif terhadap perkembangan teknologi. Budaya persekolahan seharusnya diubah daripada sesuatu yang berdasarkan memori kepada yang berpengetahuan, berpemikiran, kreatif dan penyayang dengan menggunakan teknologi terkini ( KPM, 1997 ). Atas alasan inilah pihak kerajaan melalui Kementerian Pendidikan berhasrat untuk mengujudkan Sekolah Bestari yang sekali gus bertindak mengisi agenda perancangan dan pelaksanaan Koridor Raya Multimedia ( Multimedia Super Corridor atau MSC ). Pelaksanaan Sekolah Bestari akan membuka ruang seluas-luasnya kepada teknologi komputer dan internet, yang akan membolehkan fleksibiliti dan kepelbagaian dibina dalam sistem pendidikan (KPM, 1997). Penggunaan dan perkembangan internet yang meluas dalam bidang perniagaan dan komunikasi, akan memudahkan pelaksanaannya dalam bidang pendidikan. Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara masal, yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi teleconference. Teknologi internet menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. Metoda talk dan chalk, ”nyantri”, ”usrah” dapat dimodifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-mail, mailing list, dan chatting. Mailing list dapat dianalogikan dengan ”usrah”, dimana pakar akan berdiskusi bersama anggota mailing list. Metoda ini mampu menghilangkan jarak antara pakar dengan pelajar. Suasana yang hangat dan

10

nonformal pada mailing list ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif seperti pada metoda ”usrah”. Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi :
a. arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu

dan tempat,
b. kemudahan mendapatkan resource yang lengkap, c. aktifitas pembelajaran pelajar meningkat, d. daya tampung meningkat, e. adanya standardisasi pembelajaran, f. meningkatkan learning out take comes baik kuantitas/kualitas.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa internet bukanlah pengganti sistem pendidikan. Kehadiran internet lebih bersifat suplementer dan pelengkap. Metoda konvensional tetap diperlukan, hanya saja dapat dimodifikasi ke bentuk lain. Metoda talk dan chalk dimodifikasi menjadi online conference. Metoda ”nyantri” dan ”usrah” mengalami modifikasi menjadi diskusi melalui mailing list. Internet merupakan satu sumber pengajaran dan pembelajaran dalam pendidikan matematik. Terdapat berbagai bahan menarik yang meliputi berbagi bentuk seperti aritmatik, geometri, statistik, kalkulus, algebra dan lain-lain yang boleh dimanfaatkan oleh guru dan pelajar berhubung dengan pendidikan matematik. Antara teori pembelajaran yang sering dibincangkan oleh warga pendidik pada masa ini ialah konstruktivisme. Penggunaan internet dalam proses pengajaran dan pembelajaran antara lain sebagai berikut (Suryadi,1997) : (1) Internet hanya akan bertindak sebagai sumber dan alat bantu dalam P&P. Aktivitas pembelajaran hendaklah dirancang dengan teliti oleh guru supaya internet dapat digunakan dengan berkesan (2) Komputer dan internet tidak mengubah peranan guru. Malah sebaliknya ,guru akan sentiasa berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran mereka, khususnya dalam bidang IT. Ketrampilan dan keperibadian yang mulia akan tetap menjadi tunjang dan ikutan utama.

11

(3)

Penggunaan komputer dan internet dapat mengurangkan beban tugas guru dan murid di samping setiap kerja dapat dilakukan dengan cermat, teratur dan sistematik.

(4)

Internet amat bermanfaat kepada guru dan murid serta orang tua khususnya dalam menghadapi kemajuan IT dan era globalisasi. Industri berasaskan maklumat yang akan mencorakkan kehidupan pada masa hadapan , perlu diberi perhatian sewajarnya oleh setiap ahli masyarakat, khususnya warga pendidik dan para orang tua.

Berdasarkan semua kemudahan di atas boleh dimanfaatkan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Para guru harus bijak memilih aplikasi yang sesuai digunakan. Oleh karena itu, perancangan aktivitas yang terkemas dan teratur amatlah penting, supaya murid-murid dapat menggunakan internet secara maksimum dan optimum. Semua aplikasi tersebut boleh digunakan sama ada sebagai sumber maklumat atau pun sebagai bahan bantu yang diintegrasikan terus dalam proses pengajaran dan pembelajaran. 2.4. Internet Sebagai Sumber Belajar Alternatif Teknologi informasi mutakhir yang kini banyak dikenal, bahkan sudah menjadi salah satu kebutuhan manusia, adalah internet. Teknologi ini dapat menjadi ruang pertemuan virtual seluruh warga yang tinggal di muka bumi. Lewat internet, dunia seakan tak berjarak. Internet serasa telah menihilkan lokasi dan waktu. Komunitas penduduk dunia dapat tergabungkan secara maya melalui teknologi yang luar biasa ini. Akan tetapi, di Indonesia, fenomena ini rupanya belum dikenal luas oleh masyarakat. Sebagai peranti teknologi yang memiliki manfaat di kebidangan yang beragam, internet belum banyak digunakan masyarakat. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2005 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik, hanya ada 2,9 persen rumah tangga Indonesia yang di kediamannya memiliki komputer. Dari jumlah itu, tak sampai 1 persen rumah tangga yang menggunakan sambungan internet di komputernya. Salah satu penyebab kurangnya antusiasme berinternet di masyarakat boleh jadi karena jumlah rumah tangga yang memiliki telepon, baik telepon kabel maupun telepon genggam, masih terbatas. Baru 12 persen rumah tangga yang tercatat memiliki telepon kabel dan 18 persen yang anggota

12

keluarganya memiliki telepon genggam. Selain itu, jangkauan wilayah yang sudah terlayani penyedia jasa layanan internet belum merata di seluruh wilayah negeri ini. Sebenarnya internet bisa jadi sumber belajar alternatif yang cukup efektif dan efisien. Selama ini, yang umum dikenal sebagai sumber belajar adalah buku dan guru. Padahal, semakin lama sumber belajar tradisional ini semakin terbatas, baik jumlah maupun distribusi. Dalam hal ini internet bisa jadi substitusi yang sifatnya lebih untuk melengkapi, bukan menggantikan peran guru secara keseluruhan. Pemanfaatan sumber belajar menggunakan alat bantu berbasis teknologi dengan media elektronik saat ini sangat umum digunakan di dunia pendidikan. Misalnya, penyebaran ilmu pengetahuan melalui pemutaran sebuah program pelajaran atau film edukasi dari sebuah kaset video atau keping cakram video, juga penggunaan media audio seperti kaset, hingga penggunaan media proyeksi dengan alat bantu komputer. Kesemua media ini sebenarnya berfungsi hampir sama dengan buku, yakni program yang diputar sesuai kebutuhan. Bedanya, visualisasi pada buku sangat kurang dan tidak semenarik jika dibandingkan visualisasi yang ditampilkan media elektronik. Paling mutakhir, media komputer berbasis internet menjadi sumber belajar acuan yang cukup digemari sekarang ini. Selain berfungsi sebagai sumber informasi melalui situssitus yang menyediakan beragam materi, internet adalah media diskusi ilmiah online. Dengan internet, diskusi yang diadakan dapat berlangsung kapan saja dan oleh siapa saja yang tidak berada dalam satu lokasi. Jika keterbatasan akan sumber belajar tradisional menjadi kendala pemerataan kualitas pendidikan, sumber referensi pengetahuan lain harus dicari. Untuk masa ini, internet bisa jadi jawaban alternatif bagi sumber belajar siswa. Kendala jarak, waktu, dan lokasi telah dinihilkan dengan adanya internet. Selain itu, keragaman jenis informasi yang terdapat di dalamnya kadang melebihi pengetahuan seorang guru atau buku. Akan halnya biaya, pemerintah seharusnya bersedia mengalokasikan dana untuk memasang minimal satu komputer yang memiliki jaringan internet di tiap sekolah. Saat ini di kebanyakan sekolah berlabel plus sudah mulai mewajibkan komputer berbasis internet sebagai salah satu

13

fasilitas meski belum tersedia di setiap kelas. Namun, sayang, untuk kondisi nasional, jangankan fasilitas komputer, perpustakaan konvensional pun belum bisa ditemukan di seluruh sekolah di Indonesia. Jika keberadaan ruang komputer saja masih sulit ditemukan di tiap sekolah, jangan harap bisa menghadirkan jaringan internet di dalam sekolah saat ini. Siswa di Indonesia tampaknya masih harus bersabar untuk dapat melek informasi secara cepat dan mudah. 3. Penutup 3.1. Kesimpulan Dunia pendidikan saat ini sudah sangat maju, apalagi hal itu juga didukung oleh perkembangan dunia teknologi khususnya teknologi informasi yang membantu dalam proses pembelajaran para pelajar dalam menggali informasi untuk kebutuhannya. Sekarang ini, kebanyakan dari para pelajar sudah mengetahui bagaimana cara mengambil informasi lewat komputer. Komputer sebagai sarana informasi menyediakan layanan internet sebagai program penyedia informasi dan bisa juga dikatakan sebagai perpustakaan besar karena hampir seluruh informasi mengenai apapun ada dalam internet. Selain daripada itu, internet juga masih mempunyai program lain didalamnya seperti E-Mail, Chatting, Browsing, Mailist, dan Hosting, yang bisa membantu pelajar dalam menggali informasi sebanyak-banyaknya tanpa batasan waktu dan tempat. 3.2. Saran Para pelajar yang mempelajari internet sudah sepatutnya diberikan contoh yang baik dalam membuka situs yang patut mereka buka oleh guru pembimbing mereka dalam hal ini guru mata pelajaran komputer. Biasanya, pelajaran komputer mulai diajarkan pada tingkat SMP dan SMA ataupun yang sederajat. Sebagai seorang pelajar, kita harus bisa memperkaya wawasan kita dengan berbagai informasi agar tidak tertinggal. Karena kurangnya informasi bisa berakibat pada kebodohan dan timbulnya sifat kemalasan dalam belajar. Itu merupakan sebagian kecil dari banyaknya akibat yang bisa ditimbulkan dari kurangnya informasi. Informasi dapat diperoleh dari suatu buku bacaan ataupun

14

dari internet, yang sekarang ini mulai digemari oleh para pelajar daripada dibuku bacaan. Daya berpikir kritis seseorang mulai meningkat ketika ia bisa memahami apa saja yang sebelumnya ia tidak ketahui dan berani dalam menanyakannya bila ia tidak tahu. Beserta itu juga sejalan dengan seberapa besar tingkat pengetahuan yang dimilikinya. Karena semakin besar dan luas pengetahuan seseorang, maka pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam pikirannya mengenai suatu hal akan semakin banyak, sehingga ide-ide atau gagasan-gagasan tentang suatu pengetahuan yang berdasarkan atas informasi bisa muncul dan mungkin juga mampu menciptakan suatu pengetahuan yang baru yang sebelumnya belum diketahui. RUJUKAN Anonim. 2009. Peranan Internet Terhadap Pengembangan Kemampuan/Daya Berpikir Kritis Pelajar. (Online), (http://phicumbritz.blogspot.com/2009/06/peranan-internet-terhadappengembangan.html, diakses 29 November 2009). Anonim. 2002. Kebaikan Internet. (Online), (http://www.angelfire.com/bug/rangkaian0/kelebihan_internet.htm, diakses 29 November 2009. Hardjito. 2005. Internet Untuk Pembelajaran, (Online), (http://nayel.multiply.com/journal/item/11/INTERNET_untuk_PEMBEL AJARAN , diakses 29 Nopember 2009). Suryadi, MT. 1997. TCP/IP dan Internet Sebagai Jaringan Komunikasi Global Satu Referensi Internet. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->