P. 1
Taekwondo

Taekwondo

|Views: 1,016|Likes:

More info:

Published by: Rama_Candra_Nugr_850 on Dec 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2015

pdf

text

original

Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do) adalah olah raga bela diri Korea yang paling populer

dan juga merupakan olah raga nasional Korea. Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia dan juga dipertandingkan di Olimpiade. Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olah raga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat. Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan).

Daftar isi
[sembunyikan]
• • • • •

1 Tiga Materi Dalam Berlatih 2 Filosofi Sabuk pada Tae Kwon Do 3 Terminologi Tae Kwon Do 4 Pukulan, Tendangan, dan Tangkisan
○ ○ ○ ○

4.1 Pukulan 5.1 Tangkisan 5.2 Lihat pula 5.3 Pranala luar

5 Tendangan

Tiga Materi Dalam Berlatih
1. Poomse atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan

pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
2. Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai

sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.

3. Kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau

poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan diri.

Filosofi Sabuk pada Tae Kwon Do
• •

Putih melambangkan kesucian, awal/dasar dari semua warna,permulaan.(mempelajari jurus dasar (taeguk) 1) Kuning melambangkan bumi,disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat.? (mempelajari jurus dasar (taeguk) 2 dan 3).Sebelum naik sabuk hijau biasanya naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dulu. Hijau melambangkan hijaunya pepohonan,pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari taeguk 4 dan 5).Sebelum naik ke sabuk biru biasanya naik ke sabuk hijau strip biru terlebih dulu. Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.(mempelajari taeguk 6 dan 7).Sebelum naik sabuk merah biasanya naik ke sabuk biru strip merah terlebih dulu. Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita. (mempelajari taeguk 8, 9, dan 10). Sebelum naik sabuk hitam, biasanya naik ke sabuk merah strip dua dan merah strip satu dahulu. Hitam melambangkan akhir,kedalaman,kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan.Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 10.

Terminologi Tae Kwon Do
1. Sabeum = Instruktur 2. Sabeum Nim = Instruktur Kepala 3. Seonbae = Senior 4. Hubae = Junior 5. Tae Kwon Do Junshin = Prinsip Ajaran Tae Kwon Do 6. Muknyeom = Meditasi 7. Dobok = Seragam Tae Kwon Do 8. Ti = Sabuk Latihan 9. Oen = Kiri 10. Oreon = Kanan 11. Joonbi = Siap 12. Sijak = Mulai (Tanpa Komando(biasa dilakukan di poomse)) 13. Kalryeo = Stop 14. Keysok = Lanjutkan 15. Keuman = Selesai

16. A Nee = Tidak 17. Yee = Ya 18. Eolgol = Sasaran atas 19. Moumtong = Sasaran tengah 20. Arae = Sasaran bawah 21. Kyungrye = hormat 22. chariot= mempersiapkan diri 23. nici= sekian 24. belci ki manisi= tempat istirahat 25. menicip= pengawas taekwondo 26. dobeon= dua kali 27. sambeon= tiga kali 28. iljang= satu 29. ijang= dua 30. samjang= tiga 31. sahjang= empat 32. ohjang= lima 33. yukjang= enam 34. chiljang= tujuh 35. paljang= delapan

Pukulan, Tendangan, dan Tangkisan
Pukulan
• • • • • • • • • • Yeop Jireugi = Pukulan Samping Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas Dolryeo Jireugi = Pukulan Mengait Pyojeok Jireugi = Pukulan Dengan Sasaran momtong jireugi= pukulan mengarah ke tengah(pukulan mengarah ke ulu hati) are jireugi= pukulan ke bawah oreon jireugi= pukulan dengan tangan kanan yang dilakukan sambil menendang(ap chagi) Eolgol jireugi=pukulan ke atas (pukulan mengarah ke kepala) hengek= menunduk ap chumbi= siap

Tendangan

• • • • • • • • •

Ap Chagi = Tendangan Kedepan Dollyo Chagi = Tendangan Melingkar Depan Yeop Chagi = Tendangan Samping Dwi Chagi = Tendangan Kebelakang(sasaran=tengah) Twieo Dwi Chagi = Tendangan kebelakang Yang Dilakukan Sambil Melompat goley chagi= tendangan double sip chagi an chagi= tendangan yang dilakukan sambil melompat dan tangkisan aremaki eolgol ap chagi = tendangan mengarah ke atas yang menyamping (tendangan ke arah kepala) momtong ap chagi=tendangan mengarah ke tengah(mengarah ke perut) penriyti chagi= tendangan keliling. Dwi Hurigi=tendangan kebelakang miring dengan sasaran kepala Del'o ap chagi=tendangan ke arah kepala menggunakan tumit dan tidak miring aremaki = Tangkisan bawah Elgol Ceceumaki = Tangkisan ke arah kepala Bakat Momtong Bakat Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian dalam lengan bawah. Bakat Momtong An Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian luar lengan bawah. An Maki = tangkisan darri arah luar. bina maki an maki= tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan saat masuk ke dalam harus melalui lengan atas. am palmok mongtong bakat maki= tangkisan ke arah lengan bawah

• • • • •
• • •

Tangkisan

Common Phrases: Korean Terminology
27 10 2009

ye ————— yes (also “ne”) anio ————— no kahm sa hamnida ————— thank you komap sumnida ————— less formal form of “thank you” cheon maeneyo ————– you’re welcome (literally “Don’t mention it!”) cheuk ka hamnida ————— congratulations! ahnyong hasimnika —— How are you? (literally “Are you well?” ) ahnyong hasayo ———– less formal form of “How are you?” yoboseyo ——————- hello (used on the phone ) ahnyonghee gasipsiyo ———— good-bye (to the person who is leaving) ahnyonghee gyesipsiyo ———– good-bye (to the person who is staying) ahnyonghee gasayo ———– less formal form of “good-bye”

ahnyonghee gyesayo ——————- less formal form of “good-bye” pangap seumnida ——————- Pleased to meet you! toh poepkeseoyo ——————- See you later! eoseo osayo ——————- Welcome! choesong hamnida ——————- I’m sorry mian hamnida ——————- less formal form of “I’m sorry!” shillye hamnida ———- Excuse me! kwaen chanayo ——————- That’s all right ahlge seoyo ——————- I understand moreuge seoyo ——————- I don’t understand chaemi isseoyo ——————- It is fun (or interesting)!
Comments : Leave a Comment » Tags: bahasa korea, info taekwondo, korean terminology, tae kwon do, Taekwondo Categories : Uncategorized

Commands: Korean Terminology
27 10 2009

cha ryuht —— attention choon bi —— ready bah ro —— return to starting position dwi uro dorah —— about face dorah ———— turn elosoh —— stand gomahn —— stop (also “mum cho”) geuk gi hyang ha yoh —— face the flag jwa woo hyang woo —— face each other sah bum nim keh —— face instructor/master sun bae nim keh —— face senior student simsa kwan nim keh —— face examiner/tester dobok dahnjung —— fix your uniform dhee dahnjung —— fix your belt hai sahn —— class dismissed (also “hae cho”) jonglee —— line up (also “ji hap” and “jung yul”) kyung nae —— bow ahnjoe —— sit kool o angi —— kneel (kneeling) bah ro angi —— sit in lotus position (yoga posture) bahl bah kwah —— switch your stance (switch your feet) koo ryung op see —— in your own time seijak —— begin shiuh —— relax kalyeo —— break (or stop) kae sok —— continue
Comments : Leave a Comment »

Tags: bahasa dalam taekwondo, info taekwondo, tae kwon do, Taekwondo Categories : The Knowledge

Basic Taekwondo
27 10 2009

Gerakan dasar Tae Kwon Do (Ki Bon Do Jak) terbentuk dari kombinasi berbagai teknik gerakan menyerang dan bertahan. Dasar-dasar Tae Kwon Do terdiri atas 5 komponen, yaitu: 1. Keupso (bagian tubuh yang menjadi sasaran), terdiri atas : • • • • • Eolgol (bagian atas/kepala/muka) Momtong (bagian tengah/badan) Arae (bagian bawah tubuh) Jumeok (kepalan), yaitu Deung-Jumeok (punggung kepalan), Me-Jumeok (kepalan palu), Pyon-Jumeok, Bam-Jumeok, Jipke-Jumeok. Son (tangan), yaitu Sonnal (pisau tangan), Sonnal-Deung, Batang-Son (telapak tangan), Pyon-Jumeok, Pyonson-Keut dengan variasi Pyonson-Keut Sewo Chireugi, PyonsonKeut Upeo Chireugi, Jechin-Pyonson-Keut, Gawison Keut, Ageum Son. Palmok (lengan), yaitu An Palmok (lengan bagian dalam), Bakkat Palmok (lengan bagian luar) , Deung Palmok, Mit Palmok. Palgup (siku). Dari (kaki bagian atas) yaitu Mureup / lutut dan Jeonggang Wi / tulang kering, dan Bal (kaki bagian bawah), yaitu Ap chuk (ujung depan telapak kaki), Dwitchuk (telapak kaki bagian belakang), Dwikumchi (tumit), Baldeung (punggung kaki), Balnal Deung, Balbadak (telapak kaki bagian dalam), Balkkeut, Balnal (pedang telapak kaki).

2. Bagian tubuh yang digunakan untuk menyerang dan bertahan, terdiri atas :

• •

3. Seogi (sikap kuda-kuda), yang terdiri dari 3 sikap kuda-kuda pokok yaitu : a. Neolpyo Seogi (sikap kuda-kuda terbuka), terdiri atas • • • • • • • • • Pyeonhi Seogi (sikap kuda-kuda rileks) Charyeot Seogi (sikap kuda-kuda bersiap) Naranhi Seogi (sikap kuda-kuda sejajar). Juchum Seogi (sikap kuda-kuda duduk). Ap Seogi (sikap kuda-kuda jalan pendek). Ap Kubi Seogi (sikap kuda-kuda jalan panjang). Dwit Kubi Seogi (sikap kuda-kuda kuda-kuda L). Beom Seogi (sikap kuda-kuda harimau). Hakdari Seogi (sikap kuda-kuda satu kaki)

b. Moa Seogi (sikap kuda-kuda tertutup), terdiri atas Moa Seogi dan Koa Seogi (sikap kuda-kuda kaki menyilang).

c. Teuksu Poom Seogi (sikap kuda-kuda khusus), terdiri atas Kibon Junbi Seogi (sikap kudakuda siap), Bojumeok Junbi Seogi (sikap kuda-kuda siap dengan menutup kepalan). 4. Makki (tangkisan), berbagai macam tangkisan diantaranya yaitu: • • • • • • • • • • • Arae Makki (tangkisan ke bawah) Eolgol Makki (tangkisan ke atas) Momtong An Makki (tangkisan ke tengah dari luar ke dalam) Momtong Bakkat Makki (tangkisan ke tengah dari dalam ke luar) Sonnal Momtong Makki (tangkisan ke tengah dengan pisau tangan) Batang Son Momtong An Makki (tangkisan ke tengah dari luar dengan bantalan telapak tangan) Kawi Makki (tangkisan menggunting) Sonnal Bitureo Makki (tangkisan melintir dengan satu pisau tangan) Hecho Makki (tangkisan ganda ke luar) Eotgoreo Arae Makki (tangkisan silang ke arah bawah) Wesanteul Makki (tangkisan ganda memotong arah bawah dan ke luar

5. Kongkyok Kisul (teknik serangan), terdiri atas: a. Jereugi (pukulan), yaitu : • • • • •

Momtong Jireugi (pukulan lurus ke depan, sasaran tengah / ulu hati). Yeop Jireugi (pukulan lurus ke samping). Dangkyo Teok Jireugi (pukulan ke rahang sambil menarik). Du Jumeok Jecho Jireugi (pukulan ganda mengait ke atas). Han Sonnal Mok Chigi (sabetan tunggal dengan pisau tangan) Jebipoom Mok Chigi (sabetan dari luar ke dalam dibarengi tangkisan pisau tangan ke arah atas) Me Jumeok Naeryo Chigi (sabetan dari atas ke bawah dengan bantalan kepalan bagian ruas kelingking) Dung Jumeok Eolgul Ap Chigi (sabetan depan menggunakan bonggol atas kepalan dengan sasaran atas) Palkup Dollyo Chigi (sabetan memutar dengan siku tangan) Palkup Pyojeok Chigi (sabetan siku tangan dengan sabetan sasaran/target terpegang) Mureup Chigi (sabetan yang menggunakan lutut) Deung Jumeok Bakkat Chigi (sabetan dari dalam ke luar dengan menggunakan bonggol atas kepalan). Pyeonson Keut Sewo Chireugi (tutuksan dengan telapak tangan tegak) Kawison Keut Chireugi (tusukan dengan 2 jari ke arah mata)

b. Chigi (sabetan), yaitu :

• • • • • •

c. Chireugi (tusukan), yaitu : • •

d. Chagi (tendangan), yaitu : • • • • • • • • • • Ap Chagi (tendangan depan) Dollyo Chagi (tendangan serong/memutar kesamping) Yeop Chagi (tendangan samping) Dwi Chagi (tendangan belakang) Naeryo Chagi (tendangan menurun/mencangkul) Twio Yeop Chagi (tendangan Yoep Chagi dengan melompat) Dwi Huryeo Chagi (tendangan balik dengan mengkait) Doobal Dangsang Chagi (tendangan ganda ke depan sambil melompat) Twio Ap Chagi Twio Dwi Chagi

Comments : 1 Comment » Tags: info taekwondo, martial art, tae kwon do, Taekwondo Categories : Taekwondo News, The Knowledge

Pembagian kelas di Taekwondo
27 10 2009

Berikut pembagian klas yang dipertandingkan dalam Taekwondo menurut World Taekwondo Federation Kategory Senior Pria / Male Fin – Kurang dari 54 Kg Fly – 54 Kg – 58 Kg Bantam – 58 Kg – 62 Kg Feather – 62 Kg – 67 Kg Light – 67 Kg – 72 Kg Welter – 72 Kg – 78 Kg Middle – 78 Kg – 84 Kg Heavy – 84 Kg keatas Kategory Senior Wanita / Female Fin – Kurang dari 47 Kg Fly – 47 Kg – 51 Kg Bantam – 51 Kg – 55 Kg Feather – 55 Kg – 59 Kg Light – 59 Kg – 63 Kg Welter – 63 Kg – 67 Kg Middle – 67 Kg – 72 Kg Heavy – 72 Kg keatas Kategory Junior Pria / Male Fin – Kurang dari 45 Kg Fly – 45 Kg – 48 Kg Bantam – 48 Kg – 51 Kg

Feather – 51 Kg – 55 Kg Light – 55 Kg – 59 Kg Welter – 59 Kg – 63 Kg Ligh Middle – 63 Kg – 68 Kg Middle – 68 Kg – 73 Kg Light Heavy – 73 – 78 Kg Heavy – 78 Kg Ke atas Kategory Junior Wanita / Female Fin – Kurang dari 42 Kg Fly – 42 Kg – 44 Kg Bantam – 44 Kg – 46 Kg Feather – 46 Kg – 49 Kg Light – 49 Kg – 52 Kg Welter – 52 Kg – 55 Kg Ligh Middle – 55 Kg – 59 Kg Middle – 59 Kg – 63 Kg Light Heavy – 63 Kg – 68 Kg Heavy – 68 Kg Ke atas
Comments : Leave a Comment » Tags: berita taekwondo, kelas tanding taekwondo, martial art, tae kwon do, Taekwondo Categories : Taekwondo News

Taekwondo yang kita kenal sekarang , mempunyai sejarah yang sangat panjang seiring dengan perjalanan sejarah Bangsa Korea , dimana beladiri ini berasal. Sebutan Taekwondo sendiri baru dikenal sejak tahun 1954, merupakan modifikasi dan penyempurnaan dari berbagai beladiri tradisional Korea. Latar belakang sejarah perkembangan Taekwondo dpt dibagi dalam 4 kurun waktu, yaitu : Pada masa kuno, masa pertengahan , masa modern dan masa sekarang.

1. Pada Masa Kuno ○

Asal Mula Taekwondo Pada dasarnya manusia mempunyai insting untuk selalu melindungi diri dan hidupnya, hal ini secara disengaja maupun tidak akan memacu aktivitas fisiknya sepanjang waktu. Manusia dalam tumbuh dan berkembang tidak dapat lepas dari kegiatan / gerakan fisiknya , tanpa menghiraukan waktu dan tempat. Pada masa kuno manusia tidak punya pikiran lain untuk mempertahankan dirinya kecuali dengan tangan kosong, hal ini secara alamiah mengembangkan teknik – teknik bertarung dengan tangan kosong. Pada saat kemampuan bertarung secara tangan kosong dikembangkan sebagai suatu cara untuk menyerang dan bertahan, digunakan pula untuk membangun kekuatan fisik seseorang, bahkan dijadikan pertunjukan dalam acara ritual. Manusia mempelajari teknik – teknik bertarung didapat dari pengalaman nya melawan musuh – musuhnya. Inilah yang diyakini menjadi dasar seni beladiri Taekwondo yang kita kenal sekarang, dimana pada masa lampau dikenal sebagai ‘Subak” , “Taekkyon”, ” Takkyon” , maupun beberapa nama lainnya. Pada asal mula sejarah Semenanjung Korea , ada 3 suku bangsa / kerajaan yang mempertunjukan kontes seni beladiri pada acara ritualnya. Ketiga kerajaan ini saling bersaing satu sama lain, ketiganya adalah Koguryo, Paekje dan Silla, semuanya melatih para ksatria untuk dijadikan salah satu kekuatan negara, bahkan para ksatria yang tergabung dalam militer saat itu, menjadi warga negara yang mempunyai kedudukan yang sangat terpandang. Menurut catatan , kelompok ksatria muda yang terorganisir seperti ” Hwarangdo” di Silla dan “Chouisonin ” di Koguryo, semuanya menjadikan latihan seni beladiri sebagai salah satu subyek penting yang harus dipelajari. Sebuah buku tentang seni beladiri yang disebut ” Muye Dobo Tongji ” menyebutkan : ” ( Taekwondo) Seni pertarungan tangan kosong adalah dasar dari seni beladiri , yang membangun kekuatan dengan melatih tangan dan kaki hingga menyatu dengan tubuh agar dapat bergerak bebas leluasa, sehingga dapat digunakan saat menghadapi situasi yang kritis, berarti ( Taekwondo ) dapat digunakan setiap saat “. Koguryo’s ’sonbae’ dan Taekkyon Koguryo yang berdiri pada 57 tahun seblem masehi di semenanjung Korea bagian utara, membentuk kesatuan para ksatria tangguh yang disebut ‘Sonbae’, yang artinya laki – laki yang bersifat baik dan tak pernah takut dalam bertarung / perang . Dalam buku sejarah disebutkan bahwa saat Dinasti Chosun Kuno memerintah , tanggal 10 Maret setiap tahunnya pada hari raya Koguryo, masyarakat merayakan nya dengan acara – acara kontes tarian pedang, memanah, subak ( Taekkyon ) dan sebagainya. Kontes Subak ( Taekyon ) sebutan untuk Seni beladiri Taekwondo pada masa itu adalah salah satu kegiatan yang sangat populer. Penemuan beberapa lukisan dinding makam pada masa Koguryo, yang menggambarkan 2 orang yang saling bertarung dalam sikap Takkyon ( Taekwondo ), membuktikan bahwa seni beladiri yang sekarang kita kenal sebagai Taekwondo telah dipraktekan sejak 2000 tahun yang lalu di Semenanjung Korea.

Gambar di atas adalah lukisan dinding yang ditemukan pada langit – langit kuburan kerajaan Muyong – chong jaman dinasti Koguryo, yang menggambarkan 2 orang yang sedang mempraktekkan beladiri ( Taekwondo kuno )

Shilla’s ‘Hwarang” dan Taekkyon Kerajaan Shilla berdiri pada tahun 57 sebelum masehi di tenggara semenanjung Korea, secara geografis tidak terancam dari luar, tetapi dengan berdirinya Kerajaan Pakje disisi barat dan awal serbuan dari Koguryo dari utara maka Kerjaan Shilla mempersenjatai diri dengan meningkatkan dengan kemampuan seni beladiri yang berkembang saat itu. ” Hwarangdo” adalah tipe beladiri dari Shilla yang merupakan asimilasi dari sistem beladiri ” Sonbae ” dari Koguryo. Anggota – anggota Hwarang berlatih keras dengan semboyannya yang terkenal yaitu bakti kepada orang tua, setia pada negara & bangsa, pantang mundur dlm perang. Kim Yu Sin dan Kim Chun Chu adalah orang – orang yang memberikan sumbangan besar bagi penyatuan 3 kerajaan di Semennajung Korea. Dalam catatan peristiwa dari Chosun melukiskan kehidupan para Hwarang , sebutan bagi para ksatria yang mempelajari Hwarangdo, para hwarang diseleksi oleh kerajaan , dan setelahnya mereka hidup dan berkumpul dalam kelompok menurut yang mereka pelajari, seperti Subak ( bentuk dari Taekwondo kuno ), bermain pedang, berkuda dan bermain ” Sirum” / gulat gaya Korea. Diwaktu damai, hwarang bekerja melayani masyarakat, membantu keadaan darurat dan membangun jalan & benteng, siap mengorbankan hidupnya saat berperang. Hwarang sangat dipengaruhi oleh disiplin agama Budha, dapat dilihat di Kyonju Museum sangat jelas ditunjukan bahwa seni beladiri ini dipraktekan di kuil – kuil, digambarkan dengan adegan laki – laki yang tampak kuat dalam sikap menyerang dan bertahan dengan tangan kosong. Sikap yang ditampilkan sangat menarik adalah sikap Kumgang Yoksa yang sama dengan sikap pada beladiri Taekwondo sekarang . Ini membuktikan bahwa pada masa kerajaan Shilla ” Subak” dan “Taekkyon” tampak / muncul bersamaan , dan keduanya menandakan bahwa teknik – teknik tangan dan kaki tersebut dipakai dalam Taekwondo sekarang ini.

Gambar di atas adalah patung 2 ksatria yang sedang dalam pose / sikap

beladiri Kumgang Yoksa, yang terdapat pada gua Sokkuram di Kyongju, yang berasal dari abad ke 7.

Taekkyon dari Koguryo ke Shilla Seni bela diri Taekkyon yang populer di Koguryo, ternyata tertulis juga di Shilla, dibuktikan dengan : i. “Hwarang ” ( Sonrang ) di Shilla mempunyai arti kata yang sama dengan “Sonbae” di Koguryo jika ditinjau dari sudut etymology. ii. Keduanya memiliki sistem organisasi dan hirarki yang sama. iii. Menurut catatan sejarah, Sonbae di Koguryo digunakan dalam kompetisi Taekkyon saat perayaan nasional, hwarang di Shilla juga memainkan Taekkyon ( Subak,dokkyoni, atau taekkoni ) dalam perayaan seperti “palkwanhoe” dan “hankawi”, hal ini menunjukkan perkembangan secara sistematis teknik beladiri kuno ke Taekkyon / Sonbae yang menjadi dasar seni beladiri di Korea sekitar 200 tahun sesudah masehi. Mulai abad ke 4 sesudah masehi seni beladiri ini makin memasyarakat dan berkembang melalui sekolah / perguruan seni beladiri dengan berbagai kelompok teknik tangan kosong dan kaki.

2. Masa Pertengahan

Pada Dinasti Koryo ( 918 sampai 1392 Masehi ) yang mana penyatuan Semenanjung Korea setelah Shilla, Taekkyon berkembang sangat sistematis dan merupakan mata ujian penting untuk seleksi ketentaraan. Teknik Taekkyon tumbuh menjadi senjata yang efektif untuk membunuh. Pada permulaan Dinasti Koryo, kemampuan beladiri menjadi kualifikasi untuk merekrut personel ketentaraan sebab kerajaan membutuhkan kemampuan pertahanan yang kuat setelah penaklukan seluruh semenanjung Korea. Kemampuan dalam beladiri Taekkyon sangat menentukan pangkat seseorang dalam ketentaraan. Raja – raja pada dinasti Koryo sangat tertarik pada kontes Taekkyon yang disebut “Subakhui”, yang populer juga dimasyarakat dan dijadikan ajang perekrutan tentara. Namun pada akhir pemerintahan Dinasti Koryo ketika penggunaan senjata api mulai dikenal , membuat dukungan terhadap kemajuan beladiri berkurang jauh.
3. Masa Modern

Pada masa modern Korea , saat Dinasti Chosun ( Yi ) pada tahun 1392 sampai 1910, Kerajaan Korea dan Jaman penjajahan Jepang sampai tahun 1945, Subakhui dan Taekkyon, sebutan Taekwondo pada saat itu mengalami kemunduran dan tidak mendapat dukungan dari pemerintah yang memodernisasi tentaranya dengan senjata api. Dinasti Yi yang didirikan dalam ideologi Konfusius , lebih mementingkan kegiatan kebudayaan daripada seni beladiri. Kemudian , saat raja Jungjo setelah invasi oleh Jepang pada tahun 1952, pemerintah kerajaan membangun kembali pertahanan yang kuat dengan memperkuat latihan ketentaraan dan praktek seni beladiri. Seputar periode ini, terbit sebuah buku tentang ilustrasi seni bela diri yang diber judul Muyedobo – Tonji, yang memuat gambar – gambar dan ilustrasi yang mirip / menyerupai bentuk / sikap ( Poomse ) dan Gerakan Dasar ( Basic Movement ) Taekwondo sekarang, namun tentunya hal ini tak dapat diperbandingkan begitu saja dengan Taekwondo saat ini yang telah dimodernisasi dengan penelitian yang berdasarkan ilmu pengetahuan modern ( Scientific Studies). Akan tetapi , saat penjajahan Jepang semua kesenian rakyat dilarang termasuk Taekkyon, untuk menekan rakyat Korea. Seni beladiri Taekkyon hanya

diajarkan secara sembunyi oleh para master beladiri sampai masa kemerdekaan pada tahun 1945.

4. Masa Sekarang

Seiring dengan kemerdekaan Korea dari penjajahan Jepang, konsep baru tentang kebudayaan dan tradisi mulai bangkit. Banyak para ahli seni beladiri mendirikan sekolah / perguruan beladiri . Dengan meningkatnya populasi dan hubungan kerjasama yang baik antar perguruan beladiri, akhirnya diputuskan menyatukan berbagai nama seni beladiri mereka dengan sebutan : Tae Kwon Do, pada tahun 1954. Pada 16 September 1961 sempat berubah menjadi Taesoodo namun kembali menjadi Taekwondo dengan organisasi nasionalnya bernama Korea Taekwondo Association ( KTA ) pada tanggal 5 Agustus 1965, dan menjadi anggota Korean Sport Council. Pada era tahun 1965 sampai 1970 an , KTA banyak menyelenggarakan berbagai acara pertandingan dan demonstrasi untuk berbagai kalangan pada skala nasional. Taekwondo berkembang dan menyebar dipelbagai kalangan, hingga diakui sebagai disiplin / program resmi oleh Pertahanan Nasional Korea , menjadi olahraga wajib bagi tentara dan polisi. Tentara Korea yang berpartisipasi dalam perang Vietnam dibekali keahlian Taekwondo, pada saat itulah Taekwondo mendapatkan perhatian besar dari dunia. Nilai lebih ini menjadikan Taekwondo dinyatakan sebagai olahraga nasional Korea. Pada tahun 1972, Kukkiwon

didirikan, sebagai markas besar Taekwondo, hal ini menjadi penting bagi pengembangan Taekwondo keseluruh dunia. Kejuaran dunia Taekwondo yang pertama diadakan pada tahun 1973 di Kuk Ki Won,Seoul ,Korea Selatan, sampai saat ini kejuaraan dunia rutin dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Disamping itu , untuk meningkatkan kualitas Instruktur Taekwondo diseluruh dunia, Kukkiwon membuka Taekwondo Academy, yang mulai tahun 1998 telah membuka Program pelatihannya bagi Instruktur Taekwondo dari seluruh dunia. Kuk Ki Won, sebagai markas besar Taekwondo Dunia, disinilah pusat penelitian dan pengembangan Taekwondo, Pelatihan para Instruktur , sekretariat promosi ujian tingkat internasional. Pada 28 Mei 1973, The World Taekwondo Federation ( WTF ) didirikan, dan sekarang telah mempunyai 156 negara anggota dan Taekwondo telah dipraktekan oleh lebih dari 50 juta orang diseluruh penjuru dunia, dan angka ini masih terus bertambah seiring perkembangan Taekwondo yang makin maju dan populer. Taekwondo telah dipertandingkan diberbagai pertandingan multi even diseluruh dunia , dan Taekwondo telah dipertandingkan sebagai ekshibisi pada Olympic Games 1988 Seoul dan telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di Olympic Games 2000, Sydney.

Phylosofi Poomsae
9 10 2009

Garis diagram dan gerakan poomsae taegeuk berasal dari sombol-simbol filosofi timur yang disebut dengan Pal-Gwe (diagram segi delapan) sehingga poomsae taegeuk berjumlah delapan, mewakili setiap sisi dari pal-gwe.

Poomse Tae Geuk
Poomse merupakan intisari gerakan dasar Tae Kwon Do. Poomse terdiri atas 2 kata yaitu Poom dan Se yang berarti rangkain bentuk gerakan. Poomse merupakan pelajaran pokok dalam Tae Kwon Do yang dibagi menjadi dua yaitu :

1. Poomse yang belum mencapai tingkatan sabuk hitam yaitu Tae Geuk 1 sampai dengan Tae Guk 8. 2. Poomse untuk tingkatan sabuk hitam yaitu Kor Yo (Dan 1), Keum Gang (Dan 2), Tae Back (Dan 3), Pyon Won (Dan 4), Ship Jin (Dan 4, Dan 5), Ji Tae (Dan 5, Dan 6), Chun Kwon (Dan 6), Han Soo (Dan 7), IL Yeo (Dan 8). Dalam mempelajari Tae Geuk harus mengikuti dan mengetahui diagram dan arah gerakannya yang berasal dari simbol-simbol filosofi timur yang disebut Pal Gwe (diagram segi delapan / Pat Kwa / Octagon). Poomse Tae Geuk adalah poomse dasar dalam Tae Kwon Do. Tae berarti keagungan dan Geuk berarti keabadian, dengan demikian dapat disimpulkan tae geuk tidak berbentuk, tanpa permulaan dan akhir, segala sesuatu berawal dari keagungan dan keabadian. Tae Geuk mengikuti hukum alam yang disebut dengan Teori Ying Yang (Im yang) atau di Korea dikenal dengan nama Um Yang. Arti pada setiap tingakatan Tae Geuk Poomse adalah sebagai berikut: 1. Tae Geuk 1 (Keon) : Melambangkan sesuatu yang besar dan maha agung yang menjadi asal dari segala sesuatu. Keon merupakan permulaan segala sesuatu yang ada di bumi dan menjadi sumber penciptaan serta kekuatan yang berasal dari langit. Langit pula yang memberikan cahaya matahari dan hujan yang membuat segala sesuatu tetap tumbuh dan hidup. Tae Geuk 1 bersifat sederhana namun dilakukan dengan penuh kekuatan dan menampakkan keperkasaan sesuai wataknya. Tae Geuk 2 (Tae) : Melambangkan keteguhan hati dan kelemahlembutan. Dalam Tae batin seseorang tetap teguh namun gayanya tampak lemah lembut mengatasi keadaan dengan senyuman dan kebajikan. Tae Geuk 2 ini harus dilakukan dengan lemah lembut namun penuh kekuatan. Tae Geuk 3 (Ri) : Melambangkan matahari dan api yang memberikan cahaya, kehangatan dan harapan. Tae Geuk 3 harus dilakukan dengan penuh semangat dan daya yang variatif. Tae Geuk 4 (Jin) : Melambangkan guntur dan kilat yang menimbulkan panic dan ketakutan namun langit yang biru dan sinar matahari yang cerah akan muncul kembali. Prinsip ini menyarankan pada kita bahwa dalam menghadapi bahaya dan ketakutan seharusnya kita bersikap tenang dan berani, karena kita yakin bahwa setelah bahaya lewat akan ada masa yang cerah. Tae Geuk 4 ada beberapa gerakan yang sulit dan memerlukan ketenangan serta keseimbangan yang baik saat melaksanakannya. Tae Geuk 5 (Gon) : Melambangkan angina yang pembawaan aslinya halus dan menghembus sepoi-sepoi namun dapat menjadi dasyat seperti badai. Melambangakn sifat kerendahan dan kebaikan hati yang harus dilakukan terus menerus seperti angina yang selalu berhembus. Tae Geuk ini terlihat gerakan yang berulang-ulang, monoton namun sesekali menyentak dengan kuat.

2.

3.

4.

5.

6.

Tae Geuk 6 (Gan) : Melambangkan air yang merupakan elemen paling fleksibel, bentuknya berubah-ubah namun tidak berubah pada hakekatnya. Yang memberikan pengertian bahwa berbagai kesulitan dan penderitaan yang kita alami dapat diatasi jika kita tetap maju dan berbekal rasa percaya diri yang kuat. Tae Geuk 7 (Gam) : Melambangkan gunung yang menjadi symbol kestabilan karena dianggap tidak pernah bergerak dan puncaknya mengingatkan kita untuk tahu kapan kita harus bertindak dan kapan saatnya berhenti. Mengajarkan agar kita bertindak tidak gegabah. Tae Geuk 7 ini dilakukan dengan penuh ketenangan, namun tetap terlihat kokoh dan mantap. Tae Geuk 8 (Seon) : Melambangkan bumi yang kokoh, kuat dan bertenaga. Bumi merupakan sumber kehidupan dimana segala mahluk hidup dan tumbuh. Bumi dianggap sebagai ciptaan kekuatan dari langit. Tae Geuk 8 merupakan tae geuk terakhir, yang diharapkan dapat memperbaiki dan memperkokoh dasar kita sebelum mencapai tingkatan Dan.

7.

8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->