P. 1
Bk PA BUMN Perkebunan-print A4

Bk PA BUMN Perkebunan-print A4

|Views: 2,389|Likes:
Published by Ifoelbad

More info:

Published by: Ifoelbad on Dec 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2014

pdf

text

original

A. Pengertan

1. Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan
keuangan. Catatan atas laporan keuangan memuat penjelasan mengenai gambaran
umum perseroan, ikhtsar kebijakan akuntansi, penjelasan pos-pos laporan keuangan
dan informasi pentng lainnya.

2. Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistemats. Setap pos dalam
neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas harus
berkaitan dengan informasi yang ada dalam catatan atas laporan keuangan.

3. Dalam Pedoman ini diatur yang harus diungkapkan mencakup, tetapi tdak terbatas,
pada unsur-unsur yang diuraikan dalam bagian ini. Secara umum, catatan atas laporan
keuangan mengungkapkan:

a. Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi
yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting;

b. Informasi yang diwajibkan dalam PSAK tetapi tidak disajikan dalam neraca, laporan
laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas;

c. Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam neraca, laporan laba rugi, laporan
perubahan ekuitas dan laporan arus kas tetapi diperlukan dalam rangka penyajian
secara wajar;

d. Untuk pos-pos yang nilainya material, harus dirinci dan dijelaskan dalam catatan
atas laporan keuangan. Sedangkan untuk pos-pos yang bersifat khusus harus dirinci
dan dijelaskan pada catatan atas laporan keuangan tanpa mempertimbangkan
materialitasnya;

e. Untuk pos yang merupakan hasil penggabungan beberapa akun sejenis dirinci dan
dijelaskan sifat dari unsur utamanya dalam catatan atas laporan keuangan.

Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:309 Sec1:309
Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:309 Sec1:309

23/07/2008 13:00:31
23/07/2008 13:00:31

310 I Pedoman Akuntansi BUMN Perkebunan

Bagian 7 I Catatan Atas Laporan Keuangan

4. Catatan atas laporan keuangan harus menunjukkan secara terpisah jumlah dari setap
jenis transaksi dan saldo dengan para direktur, pegawai, komisaris, pemegang saham
utama, dan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istmewa. Ikhtsar terpisah tersebut
diperlukan untuk piutang, hutang, penjualan atau pendapatan dan beban.

5. Dalam rangka membantu pengguna laporan keuangan memahami dan membandingkan-
nya dengan laporan keuangan perusahaan lain maka catatan atas laporan keuangan
umumnya disajikan dengan urutan sebagai berikut:

a. pengungkapan mengenai dasar pengukuran dan kebijakan akuntansi yang di-
terapkan;

b. informasi pendukung pos-pos laporan keuangan sesuai urutan sebagaimana pos-
pos tersebut disajikan dalam laporan keuangan dan urutan penyajian komponen
laporan keuangan;

c. pengungkapan lain termasuk kontinjensi, komitmen dan pengungkapan keuangan
lainnya serta pengungkapan yang bersifat nonkeuangan.

B. Dasar Pengaturan

1. Laporan keuangan harus menyajikan secara wajar posisi keuangan, kinerja keuangan,
perubahan ekuitas, dan arus kas perusahaan dengan menerapkan PSAK secara benar
disertai pengungkapan yang diharuskan PSAK dalam catatan atas laporan keuangan.
Informasi lain tetap diungkapkan untuk menghasilkan penyajian yang wajar walaupun
pengungkapkan tersebut tdak diharuskan oleh PSAK. (PSAK 1 paragraf 10)

2. Laporan keuangan harus disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha. Apabila
laporan keuangan tdak disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha maka ke-
nyataan tersebut harus diungkapkan bersama dengan dasar lain yang digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan serta alasan mengapa asumsi kelangsungan usaha
perusahaan tdak dapat digunakan. (PSAK 1 paragraf 17)

3. Informasi kuanttatf harus diungkapkan secara komparatf dengan periode sebelumnya
kecuali dinyatakan lain oleh Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Informasi kompa-
ratf yang bersifat naratf dan deskriptf dari laporan keuangan periode sebelumnya
diungkapkan kembali apabila relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode
berjalan. (PSAK 1 paragraf 28)

Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:310 Sec1:310
Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:310 Sec1:310

23/07/2008 13:00:31
23/07/2008 13:00:31

Pedoman Akuntansi BUMN Perkebunan I 311

Bagian 7 I Catatan Atas Laporan Keuangan

4. Apabila penyajian atau klasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan diubah maka penya-
jian periode sebelumnya direklasifikasi untuk memastkan daya banding. Sifat, jumlah
serta alasan reklasifikasi harus diungkapkan. Apabila reklasifikasi tersebut tdak prakts
dilakukan maka alasannya harus diungkapkan. (PSAK 1 paragraf 30)

5. Laporan keuangan setdaknya disajikan secara tahunan. Apabila tahun buku perusahaan
berubah dan laporan keuangan tahunan disajikan untuk periode yang lebih panjang atau
pendek dari periode satu tahun maka sebagai tambahan terhadap periode cakupan
laporan keuangan, perusahaan harus mengungkapkan:

a. alasan penggunaan periode pelaporan selain periode satu tahunan; dan

b. fakta bahwa jumlah komparatif dalam laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas,
laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan tidak dapat diperbandingkan.

(PSAK 1 paragraf 36)

6. Perusahaan harus mengungkapkan informasi mengenai jumlah setap aset yang akan
diterima dan kewajiban yang akan dibayarkan sebelum dan sesudah dua belas bulan
dari tanggal neraca. (PSAK 1 paragraf 40)

7. Kewajiban berbunga jangka panjang tetap diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka
panjang, walaupun kewajiban tersebut akan jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas
bulan sejak tanggal neraca, apabila:

a. kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka waktu lebih dari dua belas

bulan;

b. perusahaan bermaksud membiayai kembali kewajibannya dengan pendanaan
jangka panjang; dan

c. maksud tersebut pada huruf b didukung dengan perjanjian pembiayaan kembali
atau penjadualan kembali pembayaran yang resmi disepakati sebelum laporan
keuangan disetujui.

Jumlah kewajiban yang dikeluarkan dari penyajian dalam kelompok kewajiban jangka
pendek sesuai dengan paragraf ini beserta informasi yang mendukung penyajian ter-
sebut harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. (PSAK 1 paragraf 47)

8. Perusahaan harus mengungkapkan, di neraca atau di catatan atas laporan keuangan,
sub-klasifikasi pos-pos yang disajikan, diklasifikasikan dengan cara yang tepat sesuai
dengan operasi perusahaan. Setap pos di sub-klasifikasikan, jika memungkinkan,
sesuai dengan sifatnya; dan jumlah terutang atau piutang pada perusahaan induk, anak

Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:311 Sec1:311
Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:311 Sec1:311

23/07/2008 13:00:31
23/07/2008 13:00:31

312 I Pedoman Akuntansi BUMN Perkebunan

Bagian 7 I Catatan Atas Laporan Keuangan

perusahaan, perusahaan asosiasi dan pihak-pihak yang memiliki hubungan istmewa
lainnya diungkapkan secara terpisah. (PSAK 1 paragraf 53)

9. Perusahaan mengungkapkan hal-hal berikut di neraca atau di catatan atas laporan
keuangan:

a. untuk setiap jenis saham:
1) jumlah saham modal dasar;
2) jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh;
3) nilai nominal saham;
4) ikhtisar perubahan jumlah saham beredar;
5) hak, keistimewaan dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham,
termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal;
6) saham perusahaan yang dikuasai oleh perusahaan itu sendiri atau oleh anak
perusahaan atau perusahaan asosiasi; dan
7) saham yang dicadangkan untuk hak opsi dan kontrak penjualan, termasuk nilai
dan persyaratannya.

b. penjelasan mengenai sifat dan tujuan pos cadangan dalam ekuitas;

c. penjelasan apakah dividen yang diusulkan tapi secara resmi belum disetujui untuk
dibayarkan telah diakui atau tidak sebagai kewajiban; dan

d. jumlah dividen saham preferen kumulatif yang belum diakui.

Perusahaan yang modalnya tdak terbagi dalam saham, sepert persekutuan, meng-
ungkapkan informasi yang setara dengan persyaratan di atas, yang memperlihatkan
perubahan dalam suatu periode dari setap jenis penyertaan serta hak, keistmewaan
dan pembatasan yang melekat pada setap jenis penyertaan. (PSAK 1 paragraf 55)

10. Perusahaan menyajikan, di laporan laba rugi atau di catatan atas laporan keuangan,
rincian beban dengan menggunakan klasifikasi yang didasarkan pada sifat atau fungsi
beban di dalam perusahaan. (PSAK 1 paragraf 58)

11. Perusahaan yang mengklasifikasikan beban menurut fungsinya harus mengungkapkan
informasi tambahan mengenai sifat beban, termasuk beban penyusutan dan amortsasi
serta biaya pegawai. (PSAK 1 paragraf 63)

12. Perusahaan mengungkapkan dalam laporan laba rugi atau dalam catatan atas laporan
keuangan; jumlah dividen per saham yang diumumkan. (PSAK 1 paragraf 65)

Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:312 Sec1:312
Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:312 Sec1:312

23/07/2008 13:00:32
23/07/2008 13:00:32

Pedoman Akuntansi BUMN Perkebunan I 313

Bagian 7 I Catatan Atas Laporan Keuangan

13. Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistemats. Setap pos dalam
neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas harus berkaitan dengan informasi
yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan
mengungkapkan:

a. informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi
yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting;

b. informasi yang diwajibkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan tetapi
tidak disajikan di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan
ekuitas;

c. informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan
dalam rangka penyajian secara wajar. (PSAK 1 paragraf 69)

14. Bagian kebijakan akuntansi dalam catatan atas laporan keuangan menjelaskan hal-hal
sebagai berikut:

a. dasar pengukuran dalam menyiapkan laporan keuangan;

b. kebijakan akuntansi tertentu yang diperlukan guna memahami laporan keuangan
secara benar. (PSAK 1 paragraf 72)

15. Perusahaan mengungkapkan hal-hal berikut ini jika tdak diungkapkan dibagian
manapun dari informasi yang dipublikasikan bersama dengan laporan keuangan:

a. domisili dan bentuk hukum perusahaan, negara tempat pendirian perusahaan,
alamat kantor pusat perusahaan serta lokasi utama bisnis jika berbeda dari lokasi
kantor pusat;

b. keterangan mengenai hakekat operasi dan kegiatan utama perusahaan;

c. nama perusahaan dalam grup, nama perusahaan asosiasi, nama perusahaan induk
dan perusahaan holding;

d. nama anggota direksi dan komisaris; dan

e. jumlah karyawan pada akhir periode atau rata-rata jumlah karyawan selama
periode yang bersangkutan. (PSAK 1 paragraf 74)

16. Untuk setap jenis pinjaman atau penerbitan surat berharga yang bersifat utang dalam
mata uang asing, perusahaan harus mengungkapkan informasi berikut ini:

a. karakteristik umum dari setiap pinjaman dan surat berharga yang bersifat utang
termasuk informasi mengenai suku bunga dan nama kreditur;

Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:313 Sec1:313
Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:313 Sec1:313

23/07/2008 13:00:32
23/07/2008 13:00:32

314 I Pedoman Akuntansi BUMN Perkebunan

Bagian 7 I Catatan Atas Laporan Keuangan

b. nilai nominal dalam mata uang asing, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo,
jadual angsuran atau pembayaran;

c. dasar konversi utang menjadi efek lain jika pinjaman dapat dikonversi;

d. nilai kurs yang digunakan pada tanggal neraca;

e. jaminan kredit;

f. hal penting lain, misalnya persyaratan kredit tidak dipenuhi. (PSAK 1 paragraf 75)

17. Apabila suatu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan diterapkan sebelum tanggal
berlaku efektf dan penerapan lebih dini tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan
yang ada dalam Pernyataan tersebut, maka fakta tersebut harus diungkapkan. (PSAK 1
paragraf 76)

C. Penjelasan

1. PSAK dimaksudkan agar laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan,
kinerja dan arus kas sehingga tujuan laporan keuangan tersebut dapat tercapai. PSAK
mungkin tdak mengatur pengungkapan informasi tertentu padahal pengungkapan
informasi tersebut diperlukan guna menyajikan laporan keuangan secara wajar. Dalam
hal tersebut maka perseroan harus memberikan tambahan pengungkapan informasi
yang relevan sehingga laporan keuangan dapat disajikan secara wajar.

2. Pada beberapa kasus, informasi naratf yang disajikan pada laporan keuangan periode
sebelumnya masih relevan untuk diungkapkan pada periode berjalan. Misalnya rincian
tentang sengketa hukum yang dihadapi, dimana hasil akhirnya belum diketahui secara
past pada periode sebelumnya dan masih dalam proses penyelesaian, perlu diungkapkan
kembali pada periode berjalan. Pengguna laporan akan memperoleh manfaat dari
informasi adanya ketdakpastan pada tanggal neraca sebelumnya dan langkah-langkah
yang telah dilakukan pada periode berjalan untuk mengatasi ketdakpastan tersebut.

3. Terdapat suatu keadaan dimana reklasifikasi guna menjaga daya banding informasi
komparatf dengan informasi pada periode berjalan tdak prakts dilakukan, misalnya pada
periode sebelumnya data dikumpulkan sedemikian rupa sehingga tdak memungkinkan
dilakukan reklasifikasi serta tdak prakts untuk menciptakan kembali informasi tersebut.
Dalam keadaan demikian maka sifat penyesuaian terhadap informasi komparatf yang
seharusnya dilakukan harus diungkapkan.

Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:314 Sec1:314
Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:314 Sec1:314

23/07/2008 13:00:32
23/07/2008 13:00:32

Pedoman Akuntansi BUMN Perkebunan I 315

Bagian 7 I Catatan Atas Laporan Keuangan

4. Dalam keadaan sangat luar biasa, perseroan mungkin terpaksa atau memutuskan
untuk mengubah tanggal neracanya misalnya akibat di akuisisi oleh perusahaan lain
yang mempunyai tanggal neraca yang berbeda. Dalam kasus sepert ini, pengguna
laporan perlu mengetahui bahwa jumlah yang disajikan pada periode berjalan dan
jumlah komparatf tdak dapat dibandingkan dan alasan perubahan tanggal neraca
diungkapkan.

5. Apabila perseroan menyediakan barang atau jasa dalam siklus operasi perseroan yang
dapat diidentfikasi dengan jelas, maka klasifikasi aset lancar dan tdak lancar serta
kewajiban jangka pendek dan jangka panjang dalam neraca memberikan informasi yang
bermanfaat dengan membedakan aset bersih sebagai modal kerja dengan aset yang
digunakan untuk operasi jangka panjang. Pengklasifikasian tersebut juga menonjolkan
aset yang diharapkan akan direalisasi dalam siklus operasi berjalan dan kewajiban yang
akan jatuh tempo pada periode yang sama. Informasi tentang tanggal jatuh tempo aset
dan kewajiban bermanfaat dalam menilai likuiditas dan solvabilitas perseroan.

6. Terdapat kewajiban yang akan jatuh tempo dalam siklus operasi tahun berikutnya,
diharapkan dapat dibiayai kembali atau diperpanjang kembali sehingga tdak diharapkan
adanya penggunaan modal kerja lancar. Kewajiban sepert itu merupakan bagian dari
pembiayaan jangka panjang perseroan dan diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka
panjang. Dalam hal tdak terdapat perjanjian mengenai pembiayaan kembali, maka
pembiayaan kembali tdak dapat di asumsikan akan terjadi secara otomats sehingga
kewajiban harus diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek. Perjanjian kembali
harus secara resmi disepakat sebelum laporan keuangan disetujui yang membuktkan
bahwa pada tanggal neraca substansi kewajiban merupakan kewajiban jangka
panjang.

7. Rincian yang tercakup dalam subklasifikasi, di neraca atau di catatan atas laporan
keuangan, tergantung pada persyaratan dari PSAK dan materialitas jumlah pos yang
bersangkutan. Pertmbangan apakah pos-pos tambahan disajikan secara terpisah
didasarkan atas penilaian dari:
a. sifat, likuiditas dan materialitas aset;
b. fungsi pos-pos tersebut dalam perseroan;
c. jumlah, sifat dan jangka waktu kewajiban.

8. Catatan atas laporan keuangan meliput penjelasan naratf atau rincian jumlah yang
tertera dalam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan
ekuitas serta informasi tambahan sepert kewajiban kontnjensi dan komitmen. Catatan

Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:315 Sec1:315
Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:315 Sec1:315

23/07/2008 13:00:32
23/07/2008 13:00:32

316 I Pedoman Akuntansi BUMN Perkebunan

Bagian 7 I Catatan Atas Laporan Keuangan

atas laporan keuangan juga mencakup informasi yang diharuskan dan dianjurkan untuk
diungkapkan dalam PSAK serta pengungkapan-pengungkapan lain yang diperlukan
untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar.

9. Dalam rangka membantu pengguna laporan memahami laporan keuangan dan
membandingkannya dengan laporan keuangan perusahaan lain, maka catatan atas
laporan keuangan umumnya disajikan dengan urutan sebagai berikut:
a. pengungkapan mengenai dasar pengukuran dan kebijakan akuntansi yang
diterapkan;
b. informasi pendukung pos-pos laporan keuangan sesuai urutan sebagaimana pos-
pos tersebut disajikan dalam laporan keuangan dan urutan penyajian komponen
laporan keuangan;
c. pengungkapan lain termasuk kontinjensi, komitmen dan pengungkapan keuangan
lainnya serta pengungkapan yang bersifat nonkeuangan.

Sistematka struktur dalam catatan atas laporan keuangan agar tetap dipertahankan
sepanjang hal tersebut prakts untuk dilaksanakan.

10. Pengguna laporan perlu mengetahui dasar pengukuran yang digunakan (nilai historis,
nilai pasar, nilai realisasi, nilai wajar atau nilai sekarang) sebagai landasan dalam
penyiapan laporan keuangan. Apabila lebih dari satu dasar pengukuran digunakan
dalam laporan keuangan, maka informasi yang disajikan cukup memadai untuk
dapat mengindikasikan aset dan kewajiban yang menggunakan dasar pengukuran
tersebut. Selanjutnya, dalam menentukan apakah kebijakan akuntansi tertentu harus
diungkapkan, manajemen mempertmbangkan apakah pengungkapan tersebut akan
membantu pengguna laporan untuk memahami bagaimana transaksi dan peristwa
tercermin di laporan laba rugi dan neraca. Kebijakan akuntansi meliput, tetapi tdak
terbatas pada, hal-hal sebagai berikut:
a. pengakuan pendapatan;
b. prinsip-prinsip konsolidasi;
c. penggabungan usaha;
d. joint venture;
e. pengakuan beban termasuk metode penyusutan atau amortisasi aset berwujud
dan aset tidak berwujud;
f. kapitalisasi biaya pinjaman dan pengeluaran lainnya;
g. kontrak konstruksi;
h. properti investasi;

Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:316 Sec1:316
Bk PA BUMN Perkebunan-print A4.iSec1:316 Sec1:316

23/07/2008 13:00:32
23/07/2008 13:00:32

Pedoman Akuntansi BUMN Perkebunan I 317

Bagian 7 I Catatan Atas Laporan Keuangan

i. instrumen keuangan dan investasi;
j. sewa (lease);
k. biaya riset dan pengembangan;
l. persediaan;
m. pajak termasuk pajak tangguhan;
n. penyisihan;
o. biaya manfaat pensiun;
p. penjabaran mata uang asing dan lindung nilai (hedging);
q. definisi segmen usaha dan geografis dan dasar alokasi biaya antar segmen;
r. definisi kas dan setara kas;
s. akuntansi inflasi; dan
t. hibah pemerintah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->