P. 1
Model Desain Pembelajaran Berorentasi ian Kompetensi

Model Desain Pembelajaran Berorentasi ian Kompetensi

|Views: 6,344|Likes:
Published by slametnurfai
pembelajaran merupakan kegiatan yang penting untuk memajukan pengetahuan dan pembelajaran berorentasi pencapaian kompetensi merupakan metode pembelajaran untuk mengembangka kompetensi peserta didik.
pembelajaran merupakan kegiatan yang penting untuk memajukan pengetahuan dan pembelajaran berorentasi pencapaian kompetensi merupakan metode pembelajaran untuk mengembangka kompetensi peserta didik.

More info:

Published by: slametnurfai on Dec 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/13/2014

pdf

text

original

MODEL DESAIN SISTEM PEMBELAJARAN BERORENTASI PENCAPAIAN KOMPETENSI

Makalah ini di susun guna memenuhi tugas mata kuliah Desain Instruksional Dosen Pengampu: Fiska Ilyasir, M.S.I

Oleh: Slamet Nurfa`i NIM: 071100001

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

FAKULTAS TARBIYAH

SEKOLAH TINGGI ILMU AGAMA STIA ALMA ATA YOGYAKARTA
2009

PENDAHULUAN Perkembangan kurikulun pendidikan di Indonesia mengalami berbagai persoalan dan hambatan. Berbagai kurikulum yang diterapkan pun berbeda-beda dan setiap pergantian pemerintahan kurikulun yang diterapkanpun berbeda-beda sehingga menuntut guru harus bekerja optimal dalam mengajar dan mencerdaskan anak didiknya. Dengan adanya pergantian pemerintahan yang seringkali disertai dengan kurikulum, maka hal ini seringkali membingungkan bagi kalangan bawah terutama bagi para guru apalagi sosialisasi kurikulum yang kurang. Sehingga menjadikan proses pendidikan kurang memenuhi tuntutan kualitas pembelajaran yang efektif. Kurikulum berbasis kompetensi(KBK) yang adalah kurikulum yang diluncurkan pada tahun 2004. Dalam kurikulum tersebut menuntut lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan terutama meningkatkan kompetensi para pesertadidik agar dapat mengikuti perkembangan zaman dan dapat memenuhi dan berperan aktif dalam dunia kerja. Kurikulum KBK merupakan kurikulum yang mengutamakan dan menuntut kompetensi pesertadidik dan pesertadidik kompeten dalam bidangnya. Namun dalam kenyataannya kurikulum KBK mengalami hambatan baik dalam pelaksanaannya maupun hasilnya yang kurang maksimal. Kurangnya sosialisasi terhadap guru inilah yang menyebabkan guru kurang memahami apa itu KBK dan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran. Belum lagi guru memahami tentang kurikulum KBK yang baru diterapkan kurang dari satu tahun, kemudian diganti dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan(KTSP) yang pada dasarnya hamper sama dengan KBK. Permasalahan pergantian kurikulum mulai dari kurikulum CBSA, KBK dan KTSP tersebut yang seringklali membuat kelabakan para guru. Dalam makalah ini akan membahas tentang kurikulum dan desai pembelajaran berorentasi kompetensi. Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini antaralain: Apa itu KBK? Bagaimana desain pembelajaran berorentasi kompetensi? Apa maksud dan tujuan dari desain pembelajaran berorentasi kompetensil?

MODEL DESAIN SISTEM PEMBELAJARAN BERORENTASI PENCAPAIAN KOMPETENSI
A. Defenisi Model Desain Sistem Pembelajaran Berorentasi Pencapaian Kompetensi. Model berasal dari kata mode atau model yang secara bahasa adalah contoh, cara, jadi model pengertiannya adalah membuat sesuatu menurut contoh.1 Sistem adalah aturan. Desain pembelajaran terdiri dari kata desai dan pembelajaran. Pengertian desain adalah upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah, pembelajaran adalah proses belajar dan mengajar antara guru dan peserta didik, jadi desain pembelajaran adalah upaya yang dilakukan guru untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul dalam proses belajar mengajar. Orentasi berasal dari kata orient yang artinya menghadap/mengorentasikan. Jadi orentasi adalah mengarah sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu Kompetensi menurut surat keputusan mendiknas adalah “Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu”. Sedangkan kompetensi menurut Association K.U. Leuven kompetensi adalah peingintegrasian dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang memungkinkan untuk melaksanakan satu cara efektif.2 Jadi kesimpilan pengertian model desain system pembelajaran berorentasi pencapaian kompetensi adalah membuat sistem atau aturan pembelajaran sesuai dengan contoh pembelajaran yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran agar pesertadidik mampu mengintegrasikan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap secara efektif, serta peserta didik mampu dan kompeten dalam bidang pekerjaan tertentu.
1 2

Drs. Bambang mardiyanto, Kamus Lengkap 9 Milyar (Jakarta; CV. Buana Raya).hal. 195. Ditulis oleh udhiexz, Model Pengembangan Sistem Intruksional

B.

Pendekatan dan Tantangan Bagi Guru Dalam Pembelajaran KBK Dalam melaksanakan pendidikan berorentasi kompetensi atau pembelajaran KBK merupakan tantangan bagi guru untuk membuktikan keprofesionalan guru dalam mengajar. Dalam pembelajaran model KBK anatar guru dan siswa atau peserta didik dituntut untuk berperan aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Sehingga dalam proses belajar mengajar, antara siswa dan guru ada interaksi dan komunikasi dua arah. Pembelajaran model KBK atau pembelajaran berorentasi pada pencapaian kompetensi terdapat tantangan dan hambatan bagi guru, sehingga memerlukan pendekatan-pendekatan dalam system belajar mengajar. System pembelajaran model KBK yang menjadi tujuan pokok pembelajaran adalah pencapaian kompetensi siswa atau output pembelajaran. Dalam pembelajaran model ini kesabaran guru memang dituntuk dan guru harus sabar dalam mengajar agar tercapai tujuan dan hasil belajar secara optimal. Dalam melaksanakan proses belajar mengajar agar memperoleh hasil pembelajaran yang baik, maka dalam melaksanakan KBM guru memerlukan beberapa pendekatan-pendekatan. Pendekatan dalam proses belajar mengajar antara lain; 1. Pendekatan IPTEK, artinya dalam melaksanakan pembelajaran model KBK agar tercapai hasil kompetensi, guru harus bisa menggunakan IPTEK sebagai sarana dalam menyampaikan pembelajaran. 2. Pendekatan kontekstual, artinya isi atau materi pembelajaran perlu pengitegrasian dengan keadaan masa kini, maksudnya situasi atau masalah yang ada dalam masyarakat diangkat dalam pembelajaran dalam kelas. Sehingga siswa dapat memehami isi materi dan siswa dapat memperoleh jawaban dari persoalan masyarakat. 3. pengangkatan budaya local, artinya dalam kurikulum kompetensi perlunya mengangkat potensi lokat sebagai materi pembelajaran, agar potensi daerah bisa terangkat.

4. Pendekatan personalitas, artinya dalam proses pembelajaran antara guru dan siswa perlu adanya pendekatan dan terjadi dialog. Sehingga guru dan siswa sama-sama dapat memahami isi materi guru memahami materi yang disampaikan sedangkan murid dapat menerima dan memahami isi materi yang disampaikan. 5. Pendekatan pembelajaran yang dapat dilakukan adalah pendekatan konstruktivisme, sains dan teknologi dan pendekatan inquiri. Pelaksanakan pembelajaran model KBK bagi guru disamping sebagai sebuah pendekatan dalam belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran model KBK guru juga merupakan tantangan bagi guru dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran model KBK ini merupakan tantangan bagi guru, karena dalam KBK guru dituntut keprofesionalannya dalam mengajar, guru dituntuk aktif dan kreatif dalam mengajar, disamping itu dalam penilaian pembelajaran KBK guru dituntut harus dapat menilai tiga komponen penilaian, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Sehingga KBK merupakan tantangan besar bagi guru dan tantangan untuk pencapaian hasil kompetensi yang optimal. C. Tujuan dan Orentasi Pembelajaran KBK Kita melihat dari defenisi dari KBK di atas, tujuan dan orentasi pembelajaran system KBK adalah Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa tujuan pembelajaran berorentasi pencapaian kompetensi adalah KBK bertujuan menjadikan anak didik sebagai seorang yang mempunyai tanggungjawab, cerdas, dan mampu melaksanakan dan kompeten dalam bidang tertentu. Adapun 1. orentasi desain sitem pembelajaran berorentasi kompetensio adalah; Dalam pembelajaran modek kompetensi adalah adanya toleransi antara guru dengan murid atau siswa.

2. 3. 4. 5.

Menjunjung tinggi prinsip kebersamaan. Berpikiran terbuka dan adanya andragogy dalam pembelajaran Kompetensi guru dan siswa dapat berkembang. Lulusan atau output pembelajaran sistem KBK yang menghargai keberagaman.3

Dengan demikian dalam pendidikan sistem orentasi kompetensi banyak keuntungan antara guru dan siswa. Keuntungan pembelajaran model KBK adanya kebersamaan antara siswa dengan guru. Namun betapapun banyak kelebihan tentu masih banyak kelemahan yang dimiliki oleh sistem KBK. D. Model dan ragam pembelajaran orentasi kompetensi, kelebihan dan kelemahannya. Dalam pendidikan sistem KBK atau kurikulum orentasi kompetensi terdapat banyak model. Model pembelajaran sistem orentasi terdapat beberapa model dan setiap model mempunyai kelebihan dan kekurangan. Adapun model pembelajaran sistem orentasi kompetensi yaitu; 1. Pembelajaran berorentasi kelas. Model pembelajaran orentasi kelas sering disebut pula sistem pembelajaran KBM. Adapun kelebihan dan kelemahan sistem ini adalah. Kelebihannya: a. Pengajar sendiri yang terjun langsung dalam mengelelola, menciptakan situasi dan kondisi, memilih sesuai fungsi jadi pengajar harus kreatif dalam mengelola dan menciptakan segala sesuatunya tetapi sebelum diterapkan, pengajar harus mengamati anak didik (karakteristik). b. Ada aspek perbaikan & tes” formatif di dalamnya dengan pelatihan yang dilakukan berulang-ulang

3

ibid.

c. Terdapat penentuan strategi, sistem penyampaian, rumusan tujuan, analisis , bahkan penilaian dan pengaturan dalam grup (kelompok) di dalam kelas. d. Murid dapat langsung mengatur susunan belajar mandiri di dalam kelas d. Pengajar sendiri yang mengajar langsung tanpa tim khusus. Kekurangannya: a. Terkadang tidak semua komponen disain pembelajaran termasuk di dalamnya b. beberapa aspek yang dapat berdampak terhadap proses belajar tidak dapat terdeteksi, sehingga tidak dapat di perbaiki dimana aspek yang terdapat kekurangan . c. Tidak dapat mencakup suatu mata pelajaran tertentu sehingga model KBM diterapkan di seluruh mata pelajaran yang ada. 2. Model pembelajaran afektif. Model pembelajaran afektih adalah model pembelajaran yang mengedepankan emosi anak didik. Biasabya model pembelajaran afektik hanya digunakan sebagai pelengkap saja. Model pembelajaran afcektif seringkali dikembangpan diluar pelajaran sekolah. Pembelajaran model afektif terdapat 5 jenis, antara lain: a. Model Konsiderasi, Manusia seringkali bersifat egoistis, lebih memperhatikan, mementingkan, dan sibuk dan sibuk mengurusi dirinya sendiri b. Model pembentukan rasional (rational building model) bertujuan mengembangkan kematangan pemikiran tentang nilai-nilai. c. Klarifikasi nilai (value clarification model) merupakan pendekatan mengajar dengan menggunakan pertanyaan atau proses menilai (valuing process) dan membantu siswa menguasai keterampilan menilai dalam bidang kehidupan yang kaya nilai. Penggunaan model ini bertujuan, agar para siwa menyadari nilai-nilai yang mereka miliki, memunculkan dan merefleksikannya, sehingga para siswa memiliki keterampilan proses menilai.

d. Perkembangan

moral

manusia

berlangsung

melalui

restrukturalisasi atau reorganisasi kognitif, yang yang berlangsung secara berangsur melalui tahap pra-konvensi, konvensi dan pasca konvensi. Model ini bertujuan membantu siswa mengembangkan kemampauan mempertimbangkan nilai moral secara kognitif. e. Model nondirektif, Guru hendaknya menghargai potensi dan kemampuan siswa dan berperan sebagai fasilitator/konselor dalam pengembangan kepribadian siswa. Penggunaan model ini bertujuan membantu siswa mengaktualisasikan dirinya.4 E. Konsep dan Implementasi Kompetensi. Pembelajaran model kompetensi mempunyai karateristik yang unik. Pembelajaran model KBK pada dasarnya berusaha memadukan faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain persiapan mental, kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab, penguasaan bahan, kondisi fisik, dan motivasi kerja, sedangkan faktor eksternal antara lain lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan sekolah. Dalam melaksanakan sistem pembelajaran kompetensi memerlukan langkah-langkah agar tercapai hasil pembelajaran langkahlangkahnya antara lain adalah; Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai; b. sumber referensi terbatas; c. jumlah pesera didik dalam kelas banyak; d. alokasi waktu terbatas; dan e. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. a. Preparasi, guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran
4

Model Pembelajaran Afektif (Sikap), http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/05/08/model-pembelajaran-afektifsikap/.

b. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Resitasi, pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. b. c. d. e. Karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai; Sumber referensi, alat, media, dan bahan cukup; Jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak; Materi pembelajaran tidak terlalu luas; dan Alokasi waktu cukup tersedia. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. a. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Melakukan generalisasi. F. Desain Instuksional Berorentasi Pencapaian Kompetensi. Desain pemlajaran merupakan hal pokok yang perlu dirumuskan oleh guru agar dapat tercapainya tujuan pembelajaran. Desain pembelajaran/instruksional adalah usaha yang dilakukan untuk memberikan gambaran dan mendeteksi maslah yang berkaitan dengan pe,belajaran. Desain pinntruksional sangat besar manfaatnya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itulah sebelum melakukan pembelajaran, guru perlu merumuskan desain instruksional agar standar kompetensi dapat dicapai. Adapun desain pembelajaran berorentasi pada pencapaian kompetensi adalah usaha yang dilakukan guru untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan dalam pembelajaran agar tercapai kompetensi yang telah ditentukan. Desai instruksional tentunya dalam merumuskan tujuan pembelajaran telah dilakukan oleh guru sebelum melakukan pembelajaran. Tujuan pembelajaran

dalam kurikulum KBK terbagi menjadi 2, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Dalam melakukan desain pembelajaran berorentasi pencapaian kompetensi memerlukan tahapan. Adapun tahapam yang harus dilakukan dalam merumuskan desain instruksional yang berorentasi pencapaian kompetensi adalah: 1. Tahapan identifikasi, yang meliputi langkah-langka: a. b. Analisis kebutuhan. Analisis karakteristik siswa.5 Analisis kebutuhan adalah langkah yang dilakukan untuk mengetahui antara kebutuhan siswa dalam pembelajaran. Dengan melakukan analisis kebuituhan, maka guru dalam melakukan pembelajaran dapat mengetahui dan mengidentifikasi kebutuhan siswa dalam pembelajaran. Sedangkan analisis karakteristik siswa adalah usaha yang dilakukan guru untuk mengetahui karakteristik siswa yang diajarnya. Dengan melakukan analisis kebutuhan dan analisis karakteristik siswa, maka akan membantu guru dalam merumuskan desain instruksional, sehingga akan tercapai standar kompetensi yang telah ditetapkan. 2. Tahap pengembangan, yang meliputi langkah-langkah: a. Perumusan tujuan instruksional. b. Analisis tugas dan jenjang belajar. c. Strategi instruksional. d. Karakteristik, pememilihan, dan penggunaan media. e. Pengembanagn prototipe6 3. Tahap evaluasi, yang meliputi langkah: a. b. c. d. Ujicoba Review dan rivisi Implementasi Evaluasi.7 KESIMPULAN
5 6

Waridjan dkk, Pengembangan kurikulum dan sistem instruksional(Jakarta: Dep. Pdan K, 1984) ibid 7 ibid

Model sistem pemelajaran berorentasi merupakan sistem pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi anak didik. Pendidikan model ini merupakan model pembelajaran yang diluncurkan pada tahun 2004 yang dikenal dengan kurikulum 2004. kurikulum model KBK mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya model KBK adalah dalam model KBK memadukan antara komponen internal dan komponen eksterna yang saling mempengaruhi. Model system pembelajaran beorentasi kompetensi mempunyai beragam model pembelajaran. Ada model pembelajaran beorentasi kelas, model pembelajaran berorentasi afektif. Pendidikan berorentasi kelas merupakan model pembelajaran yang berorentasi kegiatan belajar mengajar. Sedangkan model pembelajaran model afektif adalah model pembelajaran yang mengedepankan afekti atau hal-yang berupa perilaku. Model pembelajaran model ini mempunyai kelemahan, kelemahannya adalah tidak mempunyai system penilaian yang baku, karena afeksi bersifat subyektif. Kesimpulan akhir dari makalah ini adalah pembelajaran kompetensi adalah model pembelajaran yang menyatukan atau mengkompromikan antara potensi internal dan ekternal. Kurikulum model ini lebih mengutamakan kompetensi baik guru maupun siswa. Sehingga model pembelajaran ini menuntut keprofesionalan dan kesabaran guru dalam mengajar. Model pembelajaran ini disamping menuntut profesionalan dan kesabaran guru, tetapi bila model ini diterapkan juga memerlukan sarana dan prasarana yang memadai agar tercapai hasil pembelajaran yang optimal. System pembelajaran model ini layak untuk diterapkan pada sekolah kejuruan maupun perguruan tinggi. Sebab dalam pendidikan kejuruan dan perguruan tinggi pembelajaran model ini disamping didukung dengan sarana yang mendukun juga dalam pendidikan tersebut kualitas guru bias meningkat dan pembelajaran terjadi interaksi guru dan siswa. Sehingga pembelajaran lebih optimal dan kompetensi guru dan siswa lebih dapat berkembang dengan baik. DAFTAR PUSTAKA

Membedah Kurikulum Berbasis Kompetensi Model Pengembangan Sistem Intruksional Model pembelajaran afektif Pengembangan model pembelajarantatap muka, penugasan terstruktur dan tugas mandiri tidak terstruktur Deny Suwarja, KBK, Tantangan Profesionalitas Guru (artikel) Waridjan, dkk, Pengembanagan kurikulum dan system instruksional( Jakarta: dep. P dan K, 1984)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->