P. 1
Proposal Ptk Smkn 2 Sepatan

Proposal Ptk Smkn 2 Sepatan

|Views: 2,201|Likes:
Published by Herukuro

More info:

Published by: Herukuro on Dec 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/14/2013

pdf

text

original

TUGAS

Proposal PTK
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI (TIK) MELALUI TEKNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH MELALUI E-MAHEZONE BLOG BAGI SISWA KELAS XII - 1 JURUSAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI JARINGAN (TKJ) SMK NEGERI 2 SEPATAN TANGERANG BANTEN

Disusun Oleh : NAMA NO .REG MATAKULIAH JURUSAN : HERU SRI WURYANTO : 5215089348 : METEDOLOGI PENELITIAN : ELEKTRONIKA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA ( UNJ ) TAHUN 2009 / 2010

A.

Judul Penelitian : UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI (TIK) MELALUI TEHNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH MELALUI E-MAHEZONE BLOG BAGI SISWA KELAS XII, JURUSAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI JARINGAN (TKJ), SMK NEGERI 2 SEPATAN TANGERANG – BANTEN

B.

Latar Belakang Mata Pelajaran TIK sekarang ini sudah masuk kurikulum resmi dari Depdiknas. Mata pelajaran ini mempunyai dua aspek sasaran yang ingin dicapai yaitu pengetahuan tentang kognitip dan psikomorik. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi siswa banyak di ajak praktek di lab. daripada teori di kelas. Oleh karena itu pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi lebih menekankan pada aspek

Psikomotorik. Pengetahuan diperlukan sebagai dasar dalam melakukan perbaikan cara pikir anak dalam menguasai teknologi. Sedangkan mata pelajaran teknologi informasi dan teknologi lebih mengutamakan praktek. Oleh karena itu aspek keterampilan siswa dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi lebih baik. Siswa kelas XII SMK Negeri 2 Sepatan Tangerang dalam mengikuti mata

pelajaran praktek teknologi informasi dan komunikasi belum menunjukkkan hasil yang memuaskan terutama dalam hal pelaporan tugas pekerjaan rumah. Hal ini tampak dari hasil yang diberikan siswa setelah mendapatkan tugas pekerjaan rumah. Pada umumnya mereka mengalami kemalasan yang luar biasa karena begitu banyak game atau mainan yang ada di internet, sehingga dalam pelaporan tugas rumah tidak memuaskan. Kondisi semacam ini jika dianalisis banyak faktor penyebabnya salah satunya anak banyak aktivitas yang dilakukan selama di rumah misalkan akses game online di Internet.

2

Menyadari banyak faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya kekurang berhasilan, maka dalam pemberian tugas mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi perlu dikaji faktor utama yang memungkinkan sebagai penyebab kesulitan yang dihadapi siswa. Melalui pengkajian dapat ditemukan dan sekaligus ditentuakn langkah – langkah untuk memperbaikinya. Berbagai upaya telah dilakukan dalam memperbaiki system pemberian tugas rumah pada siswa antara lain dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium semaksimal mungkin untuk simulasi, perubahan penyampaian materi pembelajaran, pemberian tugas yang lebih visual. Beberapa usaha telah dilakukan, tetapi belum menunjukkan hasil yang memuaskan, terutam dalam pelaporan tugas pekerjaan rumah. Atas dasar kenyataan yang demikian, maka perlu dicari alternative lainnya dengan melakukan inovasi–inovasi baik dalam metode penyampaian maupun penggunaan fasilitas laboratorium serta pemanfaatan Internet untuk meningkatkan antusias siswa dalam hal pelaporan tugas rumah siswa kelas . Peningkatan kualitas siswa dapat dilakukan melalui peningkatan kemampuan dalam bidang pengetahuan dan bidang keterampilan. Peningkatan dalam bidang pengetahuan dapat dilakukan dengan mengkaji berbagai literature, memperhatikan pembelajaran guru di kelas dan sebagainya. Peningkatan dalam bidang keterampilan perlu adanya praktek dalam penanganan dan pelaporan tugas rumah. Kemampuan dalam bidang keterampilan perlu dilakukan secara sendiri –sendiri oleh siswa dengan praktek di lab. Penguasaan pengetahuan secara teoritis diperlukan sebagai media untuk menguasai keterampilan secara praktis. Satu kelemahan yang sering terjadi khususnya siswa adalah malasnya siswa membuat pelaporan lewat rangkuman dikertas.

C. Perumusan masalah Permasalahan yang terjadi pada siswa kelas XII Jurusan Teknologi Komunikasi Jaringan di SMK Negeri 2 Sepatan Tangerang adalah hal pelaporan tugas rumah yang kurang maksimal. Untuk mengatasi permasalahan diatas penulis melakukan inovasi dalam hal pelaporan tugas rumah. Inovasi yang dilakukan dalam pelaporan tugas rumah yaitu memanfaatkan fasilitas yang di miliki oleh sekolah SMK

3

Negeri 2 Sepatan Tangerang

semaksimal mungkin dalam proses pembelajaran.

Adapun inovasi yang dipilih dalam meningkatkan pelaporan tugas pekerjaan rumah oleh siswa adalah melalui E-Mahezone Blog. Dengan demikian diharapkan siswa lebih senang mengerjakannya karena melalui media online yang bisa siswa kerjakan dari mana saja misalkan Warnet, HP, Internet di rumah waktu mereka juga asik bermain facebook atau game online. Cara Pemecahan Masalah Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yaitu melakukan percobaan – percobaan untuk meningkatkan hasil belajar TIK dengan Tehnik pemberian tugas rumah siswa melalui E-Mahezone Blog. Adapun langkah – langkah sebagai berikut : a. Penyiapan dengan menyusun rencana meningkatkan hasil belajar TIK dengan Tehnik pemberian tugas rumah siswa melalui E-Mahezone Blog. b. Memperlihatkan kepada siswa masing – masing teknik dalam pelaporan tugas rumah yang sering di berikan di berbagai sekolah. c. Melakukan diskusi tentang berbagai teknik pelaporan tugas rumah untuk siswa. d. Mengumpulkan dan menganalisis data. e. Mendemontrasikan penggunaan E-Mahezone Blok. Di dalam dalam Lab. Untuk lebih jelasnya, maka desain inovasi yang digunakan dalam pembelajaran dapat dilihat pada bagian di bawah ini :

4

Bagan desain pemberian tugas rumah untuk siswa kelas XII Jurusan TKJ SMK Negeri 2 Sepatan Tangerang Tahun Pelajaran 2009/2010 Pengkajian Materi di Kurikulum

Materi Pembelajaran teori dan Praktek

Analisis hasil Siklus 2 dari penggunaan lab. Computer secara online ke EMahezone Blog dan pelaporan tugas rumah siswa secara online

Pembelajaran di kelas

Simulasi di laboratorium Siklus ke 2 di penggunaan lab. Computer secara online ke EMahezone Blog

Analisis dari simulasi dan komentar

Analisis hasil siklus 1 dari penggunaan lab. Computer offline dan pelaporan tugas siswa lewat kertas/folio 5

Siklus ke 1 penggunaan lab. Computer secara offline dan tugas pelaporan lewat folio

D. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan penelitian adalah menemukan pembelajaran yang efektif dan efisien dalam upaya peningkatan hasil belajar TIK melalui Tehnik tugas pekerjaan rumah lewat fasilitas E-Mahezone Blog untuk siswa kelas XII SMK Negeri 2 Sepatan Tangerang

E. Kontribusi/Manfaat Penelitian Kontribusi yang ingin dicapai adalah bertambahnya wawasan pengetahuan dalam bidang pendidikan, khususnya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, sehingga siswa tidak malas dalam pelaporan tugas rumah tetapi lebih senang karena lewat media yang sangat popular sekarang ini yaitu Internet. Dengan demikian inovasi yang telah ditemukan dapat digunakan guru mata pelajaran lain untuk membawa siswanya senang mengerjakan tugas rumah karena dapat mereka kerjakan dari rumah atau media lain yang online ke Internet.

F. Tinjauan Pustaka dan Hipotesis Tindakan 1. Tinjauan Pustaka a. Tehnik Tugas Pekerjaan Rumah Melalui E-Mahezone Blog Belajar adalah kegiatan para siswa, baik dengan bimbingan guru atau dengan usaha sendiri. Pendidik berusaha membantu agar siswa belajar lebih terarah, cepat, lancar, dan berhasil baik. Atau istilah lain dengan membelajarkan siswa. Pembelajaran agar berhasil perlu dilaksanakan sistematis, secara bulat dengan mempertimbangkan segala aspek. Sebelum mengenal pembelajaran secara khusus perlu mengenal pembelajaran secara umum. Pembelajaran di dalam kelas baik secara klasikal atau individual dibutuhkan adanya model pembelajaran. Untuk itu perlu diketahui terlebih dahulu pengertian model secara umum. Model dalam kehidupan sehari – hari merupakan suatu pola yang di contoh, baik dalam bentuk fisik suatu hasil kerja atu suatu pola tertentu menghasilkan perilaku belajar yang baik. Model pembelajaran merupakan penyederhanaan dari hubungan berbagai komponen yang ada dalam proses belajar

6

mengajar di dalam kelas. Komponen – komponen pembelajaran meliputi : metode belajar, sarana dan prasarana, guru, siswa, kurikulum, alat evaluasi, dan sebagainya. Menurut Zamroni, (1988:79), mengatakan model merupakan inti dari teori dalam bentuk sederhana , sehingga mudah dibaca dan dipahami. Sedangkan menurut Winardi (1986:53-55), mengatakan ada tiga cara untuk menyatakan model, yaitu : (1) secara verbal menerangkan dengan kata – kata, (2) secara grafis yaitu menerangkan dengan menyajikan diagram, dan (3) secara matematis pada ilmu pasti. Ada beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar siswa yaitu :

b. Prinsip Bimbingan Bimbingan dapat diartikan suatu proses bantuan atau tuntutan terhadap individu melalui usahanya sendiri untuk menemukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial. Layanan pengajaran merupakan bantuan kepada siswa dalam mengatasi kesulitan – kesulitan dalam kegiatan pengajaran sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuannya secara optimal.

c. Prinsip Pengayaan Pengayaan dalam pembelajaran dimaksudkan dengan adanya pengayaan pada kurikulum yang dipelajari oleh siswa. Kemampuan siswa dapat ditingkatkan melalui perluasan kurikulum yang dipelajari akan mengakibatkan pengetahuan siswa semakin luas dan mendetail. Pengayaan kurikulum dilakukan melalui tiga pendekatan yaitu : berorientasi pada proses, berorientasi pada konten, materi yang harus dipelajari, dan berorientasi pada produk atau hasil.

d. Belajar Tuntas Belajar tuntas merupakan suatu system belajar yang mengharapkan sebagian besar siswa tujuan (basic learning objective) tertentu secara tuntas. Penguasaan

7

terhadap tujuan sehingga dapat dikatakan tuntas memiliki standar tertentu sesuai dengan tuntutan masing – masing tujuan yang hendak dicapai. Pencapaian standar dalam belajar tuntas pada umumnya para siswa diharapkan minimal menguasai 85 % dari jumlah populasi peserta didik dan dari 85 % siswa harus menguasai sekurang – kurangnya 75 % tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

e. Individu dalam proses pembelajaran Individu sebagai peserta dalam proses pembelajaran memiliki perbedaan antara individu yang satu dengan yamg lainnya dalam berbagai hal, yaitu : waktu dan irama perkembanagan , motif, intelegensi, dan emosi, kecepatan belajar, dan pembawaan dan lingkungan. Perbedaan – perbedaan tersebut dalam individu akan mengakibatkan hasil belajar yang dicapai akan berbeda – beda pula. Oleh karena itu dalam pembelajaran pendidik bertugas memberikan pelayanan yang tepat dan menyediakan waktu yang cukup, sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai semaksimal mungkin oleh siswa.

2. Media dalam pembelajaran Bahan pengajaran adalah seperangkat materi keilmuan yang terdiri atas fakta, konsep, prinsip, generalisasi suatu ilmu pengetahuan yang bersumber dari kurikulum dan dapat menunjang tercapainya tujuan pengajaran. Metodologi pengajaran adalah metode dan teknik yang digunakan dalam melakukan interaksinya dengan siswa agar bahan pengajaran sampai kepada siswa, sehingga siswa menguasai tujuan pengajaran. Dalam metodologi ada dua aspek yang paling menonjol, yaitu metode mengajar dan media pengajaran sebagai alat bantu mengajar. Sedangkan penilaian adalah alat untuk mengukur atau menentukan taraf tercapai tidaknya suatu tujuan pengajaran.

Pola pembelajaran yang memanfaatkan media pembelajarn yang memanfaatkan media pembelajaran sebagai sumber – sumber di samping guru dapat digambarkan sebagai berikut : Penetapan Isi dan Metoda 8 Guru dengan Media Siswa

Tujuan

Gambar 2.1 Pola pembelajaran dibantu media (Arifin,2000)

Dalam praktek pembelajaran sebenarnya tidak ada pola yang kaku antar komponen pembelajaran. Pola kombinasi yang lengkap dapat digambarkan sebagai berikut :

Salah satu gambar yang paling banyak dijadikan acuan sebagai landasan

teori

penggunaan media dalam proses belajar adalah Dale’s Cone of Experience (Kerucut Pengalaman dale). Kerucut ini merupakan elaborasi yang rinci dari konsep tiga tigkatan pengalaman yang dikemukakan oleh bruner. Hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman langsung (konkret), kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan sampai kepada lambing verbal (abstrak). Semakin diatas puncak kerucut semakin abstrak media penyampai pesan itu. Perlu dicatat bahwa urut – urutan ini tidak berarti proses belajar dan interaksi mengajar belajar harus selalu dimulai dari pengalaman langsung, tetapi dimulai dengan jenis pengalaman yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kelompok siswa yang dihadapi mempertimbangkan situasi belajarnya.

Gambar 2.3 Kerucut Pengalaman Edgar Dale (Hamalik, 1994) Dasar pengembanagan kerucut di atas bukanlah tingkat kesulitan, melainkan tingkat keabstrakan, jumlah jenis indera yang turut serta selama penerimaan isi pengajaran atau pesan. Pengalaman langsung akan memberikan kesan paling utuh dan paling bermakna mengenai informasi dan gagasan yang terkandung dalam pengalaman itu, oleh karena melibatkan indera pengluhatan, pendengaran, perasaan, penciuman, dan peraba. Ini dikenal dengan Learning by doing karena memberi dampak langsung terhadap pemerolehan dan pertumbuhan pengetahuan,

keterampilan, dan sikap siswa.

9

a.

Penggunaan Komputer dalam Pembelajaran

Teknologi informasi (TI) merupakan salah satu bagian teknologi yang berkembang dengan pesat dan aplikasinya sangat luas dewasa ini.Aplikasi TI yang nyata misalnya dengan hadirnya multimedia dan web, dalam bidang pendidikan yang melahirkan terobosan baru dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses pembelajaran. Komputer telah diterapkan dalam bidang pendidikan semenjak awal

perkembangannya. Walaupun sangat bersifat administrative yaitu berupa pembuatan aplikasi database dan komputerisasi, namun dalam bentuk yang awal tersebut sudah mulai memasuki aspek pendidikan yang manual dan modul kerja sampai pada bentuk simulasi sederhana dalam suatu proses misalnya dalam kegiatan industri, penelitian dan administrasi. Berkembangnya hardwere komputer dalam 2 dekade terkhir dari mainframe yang mahal sampai PC dalam bentuk sekarang yang kemampuannya secara bertahap telah meningkat drastis, memungkinkan penggunaan komputer dalam pendidikan pada berbagai bentuknya, seperti yang paling akhir ini, pendidikan jarak jauh lewat internet dan softwere pengajaran berbagai bidang studi dalam bentuk CD softwere multimedia yang memuat animasi, film, gambar, musik dan suara yang interaktif. Pengajaran dengan bantuan komputer dikembangkan dari model belajar terprograma (programmed instruction). Belajar terprograma ini merupakan istilah umum pada system belajar yang berbeda untuk tingkat – tingkat berbeda pula. Penekanannya terletak paad perlunya respon dengan tujuan untuk pembentukan hasil belajar melalui control dari feedback atau reinforcement (pemberian support yang akan berpengaruh pada psikologis siswa)

b.

Multimedia dalam pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi Penggunaan komputer dalam pembelajaran kimia sebenarnya sudah ada sejak

beberapa decade terakhir. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, buku – buku teks banyak dilengkapi dengan softwere (multimedia) yang merupakan suplemen materi. Suplemen tersebut biasanya berisikan hal – hal yang tidak dapat dihadirkan langsung

10

oleh buku, misalnya peristiwa – peristiwa yang terjadi secara kebetualn atau sengaja dilakukan. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran teknologi informasi dan komputer sudah banyak diteliti, sehingga hasilnya banyak dipublikasikan. Dan penelitian di bidang ini menunjukkan bahwa penggunaan multimedia tersebut dapat meningkatkan

kemampuan siswa dalam memahami konsep – konsep (sanger,2001)

Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahn besar tersebut ialah dengan memanfaatkan multimedia yang dapat mempresentasikan semua domain berpikir dalam pembelajaran TIK. Multimedia tersebut haruslah memfasilitasi siswa untuk berpikir baik dari segi konsep maupun praktis. Penggunan alat bantu pengajaran sangat membantu siswa memahami materi secara visual sehingga anak bisa berpikir secara logis. Melalui multimedia dapat dipergunakan untuk menganalisis kegiatan praktek yang dilakukan oleh masing – masing siswa. Dengan audio visual dapat dilakukan analisis pada kegiatan pembelajaran yang kemudian dapat dilakukan berbagai analisis dari kelebihan dan atau kesalahan . Melalaui analisis tersebut, hasil praktek yang telah direkam, dapat diketahui mana yang perlu perbaikan jika terjadi kesalahan dalam praktek. Proses pembelajaran selanjutnya berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan demikian hasil yang diharapkan akan lebih baik. Pengajaran TIK melalui tugas rumah, pada anak kelas XII SMK Negeri 2 Sepatan Tangerang sangat diperlukan adanya peralatan bantu pelaporan tugas yang memadai karena siswa di kelas ini kurang antusias waktu diberi tugas rumah.

c. 1)

Pemberian Tugas Pekerjaan Rumah Dan Permasalahannya Pengertian

Tugas pekerjaan rumah adalah peristilahan secara umum yang diberikan kepada siswa yang mendapatkan tugas untuk belajar mandiri, sehingga ia harus mengerjakan pembelajaran sendiri di rumah atas materi yang diberikan oleh guru.

2)

Hipotesis Tindakan

11

Berdasarkan uraian dari pengertian belajar, model pembelajaran, prinsip – prinsip belajar dan individu sebagai peserta didik maka kegiatan pembelajaran diperlukan adanya keterpaduan diantara komponen dalam belajar. Keterpadauan ini berlaku disemua jenjang pendidikan termasuk di SMK Negeri 2 Sepatan Tangerang Jurusan TKJ .Penggunaan media pelaporan tugas rumah yang lebih modern efektif dan simple akan berpengaruh sekali pada antusiasme siswa untuk mengerjakannya. Internet banyak disukai anak sekarang dengan adanya aplikasi modern dan game game online. Dengan E-Mahezone Blog dapat dilakukan pelaporan tugas siswa yang nantinya dapat di pakai sebagai media pembelajaran yang online dan sangat membantu siswa di dalam memecahkan masalah secara menyenangkan. Proses pembelanjaran selanjutnya berdasrkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan demikian hasil yang diharapkan akan lebih baik. Pemberian tugas rumah melalui E-Mahezone Blog ini penulis harapkan dapat meningkatkan hasil belajar TIK di kelas XII SMK Negeri 2 Sepatan Tangerang Tahun Pelajaran 2009/2010. Berdasarkan uraian diatas maka diajukan hipotesis tindakan yaitu pelaporan tugas rumah siswa kelas XII SMK Negeri 2 Sepatan Tangerang tahun pelajaran 2009/2010 melalu E-Mahezone Blog..

G.

Rencana Penelitian

a. Setting penelitian Penelitian dilakukan di laboratorium dengan melihat tayangan LCD dengan siswa memperhatikan bagaimana cara pelaporan tugas rumah melalui E-Mahezone Blog.

b. Variabel Variabel yang menjadi sasaran dalam rangka PTK adalah Upaya Peningkatan Hasil Belajar TIK dengan Tehnik Penugasan rumah pada siswa melalui E-Mahezone Blog. Di samping variable tersebut masih ada beberapa variabel yang lain yaitu : 1) input: sarana pembelajaran, lingkungan belajar, bahan ajar, guru, siswa, prosedur evaluasi dsb.

12

2) proses KMB:

Interaksi belajar, gaya guru mengajar, implementasi berbagai

metode perbaikan Pelaporan tugas rumah melalui E-Mahezone Blog. 3)Out put : Hasil belajar siswa berupa meningkatnya hasil belajar TIK di kelas XII SMK Negeri 2 Sepatan Tangerang Tahun Pelajaran 2009/2010, motivasi siswa, dsb.

c. Rencana Tindakan 1) Perencanaan Untuk meningkatkan kemampuan siswa setelah memperoleh pengetahuan secara teoritik perlu di tingkatkan dengan kegiatan dilaboratorium. Kegiatan latihan ini untuk memperbaiki pelaporan tugas rumah siswa melalui E-Mahezone Blog dengan berbagai teknik perbaikan guna memperoleh keterampilan nyata yang sesungguhnya. Pada simulasi ini dikaji mulai dari mengetahui hal-hal yang menyebabkan siswa malas mengerjakan tugas rumah, termasuk sarana yang akan digunakan. Kegiatan simulasi jika dipandang cukup maka kegiatan dilanjutkan dengan pemberian tugas rumah pada siswa.

2) Implementasi Tindakan Rencana yang telah disusun dicobakan sesuai dengan langkah yang telah dibuat yaitu proses perbaikan pelaporan tugas rumah siswa melalui E-Mahezone Blog.

3) Observasi dan Implementasi Observasi ini dilakukan untuk melihat pelaksanaan apakah semua rencana yang telah dibuat dengan baik tidak ada penyimpangan – penyimpangan yang dapat memberikan hasil yang kurang maksimal dalam upaya peningkatan hasil belajar melalui tehnik penugasan rumah pada siswa melalu E-Mahezone Blog. Observasi dilakukan oleh teman sejawat dalam satu tim dan juga dilakukan perekaman lewat video record.

4) Analisis dan Refleksi Hasil kegiatan pelaporan hasil tugas rumah siswa, diputar kembali untuk dianalisis untuk mengetahui kegagalan atau kesalahan yang dialami oleh praktikan

13

dan kemudian didiskusikan dengan tim dan sesama guru untuk mencari penyelesaiannya yang efektif pada kegiatan upaya peningkatan hasil belajar TIK dengan tehnik penugasan rumah pada siswa melalui E-Mahezone Blog.

d. Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui observasi baik secara manual maupun melalui perekaman video, khususnya untuk data langsung prosedur/proses. Data ini digunakan untuk melihat proses/prosedur pelaksanaan perbaikan pengumpulan tugas rumah bagi siswa dan akan digunakan sebagai dasar penilaian pada segi perencanaan kegiatan. Disamping itu data dikumpulkan melalui tes untuk mengukur atusias siswa dalam mengerjakan tugas rumah. Data ini diperlukan untuk menentukan keberhasilan perencanaan perbaikan tehnik yang akan dipilih penulis dalam menentukan media yang tepat untuk mengajak siswa dengan atusias tinggi dalam pelaporan tugas rumah.

e. Indikator kinerja Sebagai tolak ukur keberhasilan bagi siswa yaitu anak kelas XII dalam upaya meningkatkan hasil belajar TIK dengan Tehnik pengumpulan tugas rumah. Indikator ini merupakan tempat dari rencana yang telah dibuat dan imlikasinya dalam rangka memperbaiki tingkat atusias siswa dalam mengerjakan tugas rumah.

f. Personalia Penelitian Tugas : 1. Menganalisis konsep yang ada di Silabus TIK 2. Menyusun perencanaan PBS berbasis E-Mahezone Blog 3. Menyusun instrument

g. Jadwal pelaksanaan No Jenis Kegiatan Bulan Ke 1 1 2 Penyusunan Proposal Analisis Pokok Bahasan dan Media

14

3 4 5 6 7 8 9

Pendesainan media pembelajaran yang digunakan Pelaksanaan PBS dengan E-Mahezone Blog Evaluasi Hasil Belajar Siswa Evaluasi Proses Pembelajaran Analisis hasil evaluasi Seminar hasil penelitian Penyusunan Laporan

15

DAFTAR PUSTAKA

Vembrianto. (1981). Pengajaran Modul. Paramita. Yogyakarta. Drs. Ign. Masidjo(1995). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah. Yogyakarta

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->