P. 1
Model Pembelajaran Tipe Jigsaw - Kajian Teori

Model Pembelajaran Tipe Jigsaw - Kajian Teori

|Views: 38,413|Likes:
Published by Enos Lolang

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Enos Lolang on Dec 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2015

pdf

text

original

Para anggota dari kelompok asal yang berbeda, bertemu dengan topik yang

sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang

ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain

untuk mempelajari topik mereka tersebut. Setelah pembahasan selesai, para

anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok asal dan mengajarkan pada

teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan di

kelompok ahli. Jigsaw didesain selain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab

siswa secara mandiri juga dituntut saling ketergantungan yang positif (saling

memberi tahu) terhadap teman sekelompoknya. Selanjutnya di akhir

pembelajaran, siswa diberikan soal baik lisan maupun tulisan secara individu yang

mencakup topik materi yang telah dibahas. Kunci tipe Jigsaw ini adalah

interdependensi setiap siswa terhadap anggota tim yang memberikan informasi

yang diperlukan dengan tujuan agar dapat mengerjakan setiap soal yang diberikan

dengan baik.

Menurut Arends, R. (Khaeruddin dan Sujiono, 2008:39), sintaks

cooperative learning tipe jigsaw diperlihatkan pada tabel 2.1 berikut ini.

Tabel 2.1: Sintaks Model Cooperative Tipe Jigsaw

59

Fase

Tingkah Laku Guru

Fase 1:

Menyampaikan

tujuan

pembelajaran

dan

memotivasi siswa.

Menyampaikan tujuan pembelajaran (atau

indikator hasil belajar), pengalaman belajar yang

akan dicapai oleh siswa, memotivasi siswa, dan

mengaitkan pelajaran sekarang dengan yang

terdahulu.

Fase 2:

Menyajikan informasi

Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan

demontrasi atau melalui bacaan.

Fase 3:

Mengorganisasikan siswa ke

dalam kelompok-kelompok

belajar.

y Menyampaikan kepada siswa bahwa akan

dibentuk kelompok belajar.

y Mengorganiasasikan siswa ke dalam kelompok-

kelompok belajar secara heterogen.

y Menyampaikan kepada siswa bahwa setiap

anggota kelompok mempunyai tanggung jawab

untuk mempelajari bagian tertentu dalam

subpokok bahasan materi yang akan dipelajari.

y Menginformasikan kepada siswa bahwa setiap

anggota kelompok yang telah mempelajari

salah satu bagian dari subpokok bahasan (topik)

akan menjadi ahli dalam topik materi yang

dipelajarinya.

Fase 4:

Diskusi kelompok

y Mengelompokkan setiap anggota kelompok

yang mempelajari topik (materi) yang sama

menjadi kelompok expert (tim ahli), untuk

membahas topik (materi) melalui diskusi.

y Membimbing kelompok-kelompok belajar pada

saat siswa sedang mengadakan diskusi dalam

kelompok ahli (tim ahli).

y Menyampaikan kepada setiap anggota

kelompok diskusi untuk kembali ke kelompok

asal, setelah diskusi selesai.

y Meminta siswa untuk mempresentasikan hasil

diskusinya secara bergiliran dalam kelompok

masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan

diskusi.

Fase 5:

Evaluasi

y Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang

telah dipelajari.

y Meminta siswa untuk membuat rangkuman dari

hasil diskusi kelompoknya.

Fase 6:

Memberikan penghargaan

Guru memberikan penghargaan kepada siswa

yang berprestasi untuk menghargai upaya dan

hasil belajar siswa, baik secara individu maupun

secara kelompok.

60

Sumber: Khaeruddin dan Sujiono, E.H. (2008). Model-Model

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->