P. 1
HAM Di China

HAM Di China

|Views: 2,126|Likes:
Published by dian

More info:

Published by: dian on Dec 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2015

pdf

text

original

Soal : Apakah penegakkan HAM domestik penting bagi China sendiri? Jawab : 1.

Ya penting bagi China bila dilihat dari konteks kepentingan nasional negara China, dimana China merupakan negara dan bangsa besar yang memiliki banyak tanggung jawab dimata dunia internasional. 2. Tidak penting bagi China bila dilihat dari konteks pemikiran peribadi pemerintah China. Mengapa saya memberikan dua jawaban berbeda dalam penilaian saya tentang apakah penting masalah penegakkan HAM di China? Bukan tanpa sebab saya memberikan dua jawaban, karena sejauh studi saya tentang China, baik melalui literatur ataupun media, ada kontradiksi dari prilaku-prilaku yang dilakukan China berkaitan dengan masalah HAM. Baik dalam masalah penanganan HAM di negara mereka sendiri yang hingga sekarang belum bener-benar diperbaiki sampai bagaimana China bisa terpilih menjadi kandidat dewan perlindungan HAM PBB bersama dengan Kuba yang mana diketahui kedua negara sosialis ini memiliki track record pelanggaran HAM yang berat. Maka untuk memperkuat jawaban saya, pertama-tama akan saya jelaskan alasan dan bukti jawaban pertama saya. HAM penting bagi China Terbongkarnya pelanggaran-pelanggaran HAM mulai dari yang biasa sampai yang berat di China berawal dari pemberlakuan kebijakan Open Door policy1 oleh Deng Xiao ping tahun 1970an yang bertujuan untuk memperbaiki sistem perekonomian negara China. Namun kebijakan ini malahan menjadikan perangkap tersendiri bagi China karena dengan secara tak langsung membuka jalan ’penginterogasian’ kepada pemerintahan China, khususnya pada masalah HAM. China yang pada awalnya sangat tertutup pada dunia media massa, bahkan mau tak mau harus membiarkan pencari berita dari negara-negara asing masuk ke negaranya sehingga kasuskasus pelanggaran HAM itupun terkuak. Mulai dari program one child policy tahun 1979 sampai pristiwa Tian nan Men 4 Juni 1989 hingga kini masalah Beijing-Tibet. Karena terbukanya kasus-kasus tersebut, China mendapat dampak negatif yang cukup mempengaruhi pemerintahan China khususnya dalam masalah ekonomi. Negara-negara barat, khususnya AS yang kita tahu sebagai negara penjunjung HAM sangat menegur keras pelanggaran-pelenggaran HAM di China. Dan karena teguran-teguran dan protes keras dari negara-negara liberal inilah mulai bermunculan para pemikir China liberal yang mulai aktif menyuarakan hak-hak asasi rakyat China tahun 1980an. Tokoh pemikir China Liberal seperti Han Depei, Li Buyun dan Zhang Wenxiang merupakan orang-orang yang berperan penting dalam ditegakkannya keadilan HAM di China2. Karena usaha dan protes terus menerus mereka kepeda pemerintah, akhirnya Pemerintah China mulai mengaggap penting penegakkan HAM ini. Mulai tahun 1980an perubahan sikap pemerintah China tentang masalah HAM ditunjukkan dengan konfrensi-konfrensi tentang HAM yang diadakan oleh pemerintah China dengan melibatkan masyarakat edukasi dan perijinan adanya buku-buku yang membahas tentang HAM untuk di jual di China. Ditambah dengan dikeluarkannya Human Rights White Paper oleh Pemerintah China tahun 1991 sebagai wujud kepeduliannya dan keinginannya untuk 
1 2

Kebijakan untuk membuka hubungan ekonomi dengan luar negeri dan menerima investasi asing. Makalah : Peran Pemikir China Liberal Dalam Konstruksi Nilai HAM di China, Microsoft Word file, hal. 10 diakses pada 14 Desember 2009, pukul 11.20

1

memperbaiki kondisi hak asasi manusia di China3. Kebebasan politik pun kini lebih diperhatikan oleh Pemerintah China. Dan dengan cara-cara ini, China menunjukkan pada dunia internasional bahwa China telah memperbaiki diri dan sekaligus mengangkat nama mereka di dunia internasional. Berikut ini adalah daftar-daftar konfrensi dan pertemuan yang dilakukan China yang berhubungan dengan masalah HAM di dalam dan luar negeri4 : NO. KONFRENSI 1. Hubungan Legal Antara Hak dan kewajiban5 2. Pembahasan Hal-Hal Spesifik Tentang HAM oleh Research Center for Social Science Development 3. Konsep HAM di China oleh People’s University of China 4. Konsep HAM di China oleh Law Institute of Chinese Academy of Social Sciences 5. Bangkok Asian Regional Meeting on Human Rights 6. World Conference on Human Rights 7. UN Fourth World Conference on Women dan ’95 Nongovernmental Organizations Forum 8. Konferensi Internasional Tentang HAM
TANGGAL/TAHUN

1988 ? 20 April 1991 18-21 Juni 1991 ? 1993 1995 21 Oktober 1998

KOTA / NEGARA Changchun, China China China China Bangkok, Thailand Vienna, Austria Beijing, China China

Dari seluruh konfrensi-konfrensi yang diadakan ataupun dihadiri oleh China tersebut diatas, China telah membuktikan perubahan sudut pandang pemikiran dan pola pemerintahan mereka yang telah lebih baik dari sebelumnya, dengan adanya good will dalam masalah HAM. Permasalah yang masih terhitung baru dalam masalah HAM di China tentang pelanggaran HAM di Tibet oleh pemerintah China juga telah di klarifikasi oleh Presiden China Hu Jintao yang mengatakan ”Permasalahan China dan Tibet bukanlah masalah agama, etnies ataupun hak azasi, namun lebih kepada masalah pemeliharaan persatuan nasional6.” dan daftar ’perubahan sikap’ China tentang HAM ditambah pula dengan dicabutnya China oleh AS dalam daftar atas Negara-Negara Pelanggar HAM Parah dan masuknya China menjadi kandidat Dewan HAM PBB bersama AS dan Kuba. Pada masalah agamapun di China sejak kenaikan Deng Xiao Ping, keberadaan agama dan tempat ibadah telah diijinkan kembali7, agama baru masuk ke dalam China, dan hingga kini walau masih terdapat permasalahan, namun menurut saya pada dasarnya diijinkannya keberadaan
3 4

Makalah : Peran Pemikir China Liberal Dalam Konstruksi Nilai HAM di China, Ibid, hal. 10 Makalah : Peran Pemikir China Liberal Dalam Konstruksi Nilai HAM di China, Ibid, hal. 10-11 5 Albert Chen. “Developing Theories of Rights and Human Rights in China”, dalam Raymond Wacks (ed.), Hong Kong and 1997: Essays in Legal Theory. (Hong Kong: Hong Kong University Press, 1993), hal. 125. kutipan Makalah : Peran Pemikir China Liberal Dalam Konstruksi Nilai HAM di China, Microsoft Word file, hal. 10 6 javascript:popupWindow('/indonesian/templates/email.cfm?url=/indonesian/archive/2008-04/2008-04-12voa2.cfm',300,200) diakses pada 14 Desember 2009, pukul 11.20 7 Kumpulan Selingan MBM TEMPO, China Semiliyar Wajah, (Pustaka Azet press 1985) Bab 2 hal.7

2

agama dan tempat ibadah di China yang berideologi komunis merupakan sebuah hal besar dalam masalah HAM. Dari hal-hal diatas, terdapat harapan bahwa China memang berjalan kearah yang lebih baik dalam masalah HAM, dan bila pemerintah China lebih terbuka lagi dalam kebijakan HAM mereka dengan memberikan sedikit peran pada rakyat untuk masuk dalam pembentukkan kebijakan, maka bukan mustahil bahwa China dapat sejajar dengan negara-negara barat dalam masalah HAM. Namun sekarang yang jadi pertanyaan dan menurut saya merupakan alasan sebenarnya mengapa pemerintah China mulai memperhatikan HAM di negara mereka dan memperbaiki keadaan HAMnya, apakah karena HAM itu penting atas dasar kemanusiaan ataukah atas dasar nama baik dan tekanan di dunia internasional? Hal ini akan coba saya jawab pada jawaban kedua saya.  HAM tidak sebegitu pentingnya bagi China

Menurut saya bagi China HAM tidaklah penting, malah sesungguhnya China mungkin tidak mengenal atau bahkan mengakui keberadaan dari HAM itu sendiri. Mengapa saya menyimpulkan hal demikian? Karena menurut saya, asal mulanya berawal dari pengaruh ajaran Confusius yang berakar dan dianut oleh hampir seluruh rakyat China sejak lama, dimana ajaran ini tidak mengenal HAM8. Diperparah lagi dengan ideologi komunis yang dianut China dimana menurut Marx, pencetus sosialis, hak adalah hasil dari komunitas borjuis dan bahwa hak-hak diperlukan negara kapitalis dalam rangka menyediakan perlindungan dari negara9. Ajaran Confusius yang tak mengenal yang namanya hak manusia dan malah menentukan kedudukan manusia, dilihat dari status sosial inilah yang dipelajari masyarakat China sejak lama, manusia tidak memiliki hak melainkan kewajiban. Kemudian ketika sosialisme berkembang dengan ajaran marxist yang menganggap hak adalah hasil pemikiran borjuis yang egois di China, tidak heran para pemikir politik China menggap rendah HAM yang dalam ideologi dan agama mereka bahkan tidak diterima dan diakui, ’buat apa memakan makanan yang bahkan para leluhur tak pernah memberitahu kita10’ menurut orang China. Lalu mengapa China melakukan banyak rekonstruksi dalam program pemerintahan mereka tentang HAM, mengikuti banyak konfrensi yang membahas HAM, mengeluarkan Human Rights White Paper oleh Pemerintah Cina bahkan sampai menjadi kandidat Dewan HAM PBB? Saya menyimpulkan beberapa alasan umum dan khusus : Alasan umum : • Tuntutan yang terus menerus dari para pemikir China Liberal • Tuntutan dunia internasional untuk penegakkan HAM di China • Ingin memulihkan pandangan internasional terhadap sikap China • Memperbaiki hubungan pemerintah China dengan masyarakat Alasan khusus : • Protes keras dan ancaman penghentian kerjasama dari negara-negara barat

8 9

Makalah : Peran Pemikir China Liberal Dalam Konstruksi Nilai HAM di China, Ibid, hal. 5 Teori Hak Asasi Manusia oleh R. Herlambang Perdana Wiratraman, SH., MA. Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Pdf file, diakses pada 14 Desember 2009, pukul 11.20 10 Perkataan seorang tokoh biksu bijaksana dalam sebuah dongeng China kuno, artinya: mengapa melakukan sesuatu yang tak diajarkan.

3

Alasan umum diatas hanyalah pelengkap alasan utama perubahan sikap China. Pembekuan hubungan diplomatik oleh Prancis, protes keras dan penghentian penjualan senjata oleh AS dan Inggris pasca ’Tian An Men’ inilah alasan khususnya. Bila pada awalnya saja protes keras bangsa barat berupa pembekuan hubungan diplomatik, maka bukan mustahil bila pada suatu waktu bangsa-bangsa liberal itu akan menghentikan sama sekali kerjasama mereka dengan China yang saat itu sangat memerlukan FDI untuk membangun perekonomian mereka. Hak asasi manusia dibagi menjadi dua kelompok, hak sipil politik dan hak sosial ekonomi11. Dari dua hak utama ini saya akan menganalisis pentingkah HAM di China melalui kasus pelanggaran-pelanggaran yang kebanyakan tentang hak sipil politik12 . • Pristiwa Tian An Men Berawal dari demonstrasi berkala sejak tahun 1986 hingga akhirnya menjadi pristiwa pembantaian rakyat oleh pemerintah China, 4 Juni 1989. para mahasiswa dan rakyat yang menuntut adanya perubahan pemerintahan ke arah demokrasi padahal saat itu, China masih dalam tahap membangun perekonomian negara. Hal inilah yang dianggap pemerintah China belum bisa dilakukan begitu saja melainkan dengan bertahap, namun para demonstran yang semakin besar jumlahnya dan mulai melakukan tindakan-tindakan ricuh menimbulkan kecemasan pada pemerintah China. Hingga akhirnya pembantaian demonstran di Tian An Men terjadi. Pemerintah China mengumumkan hanya 200-300 orang tewas, namun beberapa sumber mengatakan China mengurangi satu nol dibelakang jumlah korban alias 2000-3000 nyawa melayang13. Dari peristiwa ini saya berpikir, China memang tak begitu peduli dengan HAM. Bahkan menurut saya China sebenarnya takkan keberatan membumihanguskan seluruh demonstran saat itu bila media tidak meliput. Hal itu malah akan membantu China mengurangi sedikit kelebihan penduduknya dan memberikan peringatan kepada rakyat tentang ’who takes the charge’ sebenarnya. Bahkan menurut beberapa sumber, ribuan demonstran yang ditangkap pada saat itu, sebagian besar tidak kembali dan tidak diketahui keberadaannya. • One Child Policy Hal inilah yang paling radikal dalam masalah pelanggaran HAM di China menurut saya, selain faktor karena saya perempuan namun juga karena kebijakan ini merupakan bentuk lain dari legalisasi pembunuhan terbuka. ”Seorang janda menenggelamkan dua anak perempuannya di danau Guangzhou agar bisa menikah lagi dan melahirkan anak.” itulah pemberitaan yang disampaikan Michele Vink dari harian Asian Wall Street Journal14. Itu adalah hasil dari penerapan one child policy di China. kebijakan kejam ini berdasar dari permasalahan besarnya jumlah penduduk China yang mencapai satu milayar lebih saat itu, untuk mengerem ledakan penduduk, pemerintah ’mengajak’ para pasangan untuk memiliki hanya satu anak dengan ancaman fasilitas negara akan dicabut bila suatu pasangan memiliki lebih dari satu anak dan sebaliknya bila mereka mengikuti, akan ada bonus untuk mereka.

11 12

Makalah : Peran Pemikir China Liberal Dalam Konstruksi Nilai HAM di China, Ibid, hal. 4-5 Mencakup otonomi seseorang atas dirinya sendiri, seperti kebebasan mengungkapkan pendapat, kebebasan beragama, hak untuk tidak disiksa, dan lain-lain 13 Data China Red Cross, dikutip oleh Makalah : Peran Pemikir China Liberal Dalam Konstruksi Nilai HAM di China, Ibid, hal. 8 14 Kumpulan Selingan MBM TEMPO, ibid, bab 5 hal. 25

4

Karena kebijakan inilah, kemudian ada program sterilisasi15, Goosypol16, dan yang mencengangkan suruhan rahasia dari pemerintah China kepada para dokter dan bidan rumah sakit untuk mengugurkan kandungan dengan atau tanpa sepengetahuan si Ibu. Pada sekitar tahun 19851986 ada 37.000 kasus penguguran bayi baik janin yang masih muda maupun yang sudah sembilan bulan17. • Penjara Hitam dan Hak mengeluarkan pendapat dan Berkehidupan Masa kelam China sudah lewat, tapi ’kebudayaan’ China masih tetap berlanjut dalam hal otoriter. Baru-baru saja pada kedatangan Obama ke China, kasus penjara hitam China di ekspos secara besar-besaran oleh rakyat dan media China. Penjara hitam ini merupakan penjara khusus pemerintah China yang digunakan untuk memenjarakan rakyat yang mengajukan laporan-laporan permasalahan mereka untuk diselesaikan. Hal ini dilakukan pemerintah China untuk ’menanggulangi’ banyaknya orang yang datang mengajukan keluhan mereka. Di Beijing, diperkirakan ada 7-50 penjara hitam yang digunakan untuk memenjarakan penduduk, mulai dewasa, wanita dan anak-anak yang disatukan dalam sebuah sel18, namun pemerintah China tidak mengakui keberadaan dari penjara hitam. Pemerintah yang harusnya menyelesaikan masalah rakyat malah memenjarakan meraka tanpa sebab. Selain kebiasaan pemerintah China untuk mengirim warga negaranya ke penjara tanpa proses peradilan, kebebasan berpendapat dan berkehidupan di China masih juga memprihatinkan. Seorang aktivis china dan penulis berita Feng Zheng Hu ditolak pulang ke China delapan kali dan sempat dipenjara 3 tahun oleh pemerintah China karena hasil tulisannya yang membahas perusahan Jepang yang beroperasi di daratan China19. Dan masih ingat masalah Falun Gong, sejak tahun 1999 yang hingga sekarang masih berlangsung pada orang-orang yang melakukan Falun Gong, dimanapun meraka berlatih. belum lagi masalah diskriminasi suku bangsa muslim Uighur, dan tindakan represif China terhadap Tibet. Pada masalah-masalah ini, hak para korban untuk mengeluarkan pendapat dan berkehidupan tidak diidahkan oleh China. Sikap otoriter China dan sensitifitas mereka pada area politik yang tak boleh disentuh masyarakat menjadikan tindakan mereka represif dan menyingkirkan HAM. Dan menurut orang pemerintah China sendiri, apa yang meraka lakukan adalah untuk kebaikan rakyat China, dan masalah HAM adalah bukan tempatnya di China. Dari tiga masalah pelanggaran HAM utama di China diatas, dapat langsung dikatakan, China tak peduli pada HAM. Selama pemerintahan mereka dapat terus berkuasa tanpa adanya campurtangan rakyat, politik yang kuat, perekonomian yang terus naik maka meneurut mereka rakyat akan baik-baik saja. Padahal dari hal besar yang mereka anggap remeh inilah kebobrokan sistem pemerintahan mereka akan terjadi. Rakyat tidak akan selamanya diam tunduk dibawah tekanan otoriter yang keras, pengaruh globalisasi yang notabene telah mempengaruhi hampir seluruh dunia pasti mengubah mindset rakyat China yang menginginkan demokrasi yang utuh, bukan cover dengan judul demokrasi.

15 16

Penghentian kemampuan pembuahan sel telur KB untuk pria dari minyak kapuk. 17 Kumpulan Selingan MBM TEMPO, ibid, bab 5 hal. 30 18 www.youtube.com, Human right Watch mencela penjara rahasia China, (NTDTV.com), diakses pada 14 Desember 2009, pukul 11.20 19 www.youtube.com, Aktivis HAM China Protes di Bandara Tokyo, (NTDTV.com), diakses pada 14 Desember 2009, pukul 11.20

5

Kesimpulan Kesimpulan saya adalah China menganggap HAM penting bagi pemerintahan mereka dalam lingkup Ekonomi dan pandangan internasional, namun dalam pemikiran peribadi China, HAM bukanlah sesuatu yang penting berdasar dari ideologi dan agama yang mereka anut sejak dulu. Maka, peneggakkan HAM semestinya hanya sebagai pelicin urusan pemerintahan China dengan negara lain. China memang merupakan bangsa besar yang timbul akibat peradapan yang kuat dimana sistem monarki memegang kekuasaan, raja, bangsawan dan para pemegang status sosial tinggi lainnyalah yang memiliki hak, dan rakyat hanya mempunyai kewajiban. Hal ini terus menurun menjadi akar budaya yang tak lepas dari bangsa China, walaupun mereka sudah berbentuk republik sekarang. Maka menurut saya, penyebab rendahnya peneggakan HAM di China disebabkan oleh budaya kokoh China sendiri. Dan saya rasa, hal ini tak akan berubah dalam jangka waktu panjang di China, mengingat hal ini tertanam cukup kuat dalam bangsa China sendiri. Negara-negara asing boleh menekan China, namun China yang memutuskan sendiri hal tersebut, karena pada logika yang jika boleh dikatakan, saat ini hingga kedepan, bukan China kelak yang akan membutuhkan negara-negara Barat, namun sebaliknya. Dan tekanan-tekanan dari barat tersebut hanya dianggap ancaman untuk menundukkan China.

BIBLIOGRAFI

6

Literatur : Sukisman, WD. ”Sejarah Cina Kontemporer Jilid 2 : Dari Revolusi Nasional, Melalui Revolusi Kebudayaan, Sampai Moderenisasi Sosialis.” (PT Pradnya Paramita Press, 1993) Kumpulan Selingan MBM TEMPO. ”Cina Semilyar Wajah” ( Pustaka Azet Press, 1985) Website : Makalah : Peran Pemikir China Liberal Dalam Konstruksi Nilai HAM di China www.scribd.com, Microsoft Word file, diakses pada 14 Desember 2009, pukul 11.20 Hu Jintao: Tibet bukan Masalah HAM, Hanya Cina Patut Menanggulanginya,VOA javascript:popupWindow('/indonesian/templates/email.cfm?url=/indonesian/archive/200804/2008-04-12-voa2.cfm',300,200) diakses pada 14 Desember 2009, pukul 11.20 Teori Hak Asasi Manusia www.google.com, R. Herlambang Perdana Wiratraman, SH., MA. Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Pdf file, diakses pada 14 Desember 2009, pukul 11.20 Human right Watch mencela penjara rahasia China www.youtube.com, (NTDTV.com), diakses pada 14 Desember 2009, pukul 11.20 Aktivis HAM China Protes di Bandara Tokyo www.youtube.com, (NTDTV.com), diakses pada 14 Desember 2009, pukul 11.20 Mengapa Falun Gong dianiaya di China http://bloraku.com/forums/members/bagusee.html

7

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->