P. 1
Buletin IV Edisi 3 Tahun 2009

Buletin IV Edisi 3 Tahun 2009

|Views: 932|Likes:

More info:

Published by: adminkkptanjungpriok on Dec 29, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

2

REFORMASI BIROKRASI

DAFTAR ISI
Pengantar Redaksi Repormasi Birokrasi,Raissekki,SKM,MM Penyempurnaan Organisasi (KKP sebagai UPT),RBA Widjonarko,SKM,Mkes TAHUBJA Kekarantinaan, Ikron, SKM, MKM Kasus Kesakitan Pada TKI, Cuci tangan pakai sabun, yuk ………… Widya Utami Disiplin sebagai motor organisasi, Soetji Lestari Y, S.Kom, M.Kes Penanggulangan becana bidang sanitasi standar minimal ataukah optimal ???, RBA Widjonarko,SKM,Mkes Anjing & Kucing selalu bermusuhan mengapa ???,Roswitha Kusuma Wardhani Anda ingin mendirikan Yayasan ?, RBA Widjonarko,SKM,Mkes Pencegahan masuknya H1N1 Melalui pelabuhan Laut, RBA Widjonarko,SKM,Mkes SIRIH,Irene Kusumastuti Kapan Saya bisa melakukan kajian ???,RBA Widjonarko,SKM,Mkes BOM Jakarta Juli 2009, Gempa,RBA Widjonarko,SKM,Mkes Aduuh. . . .Putri Cinderella tersangka kasus Pes ?,Ny. Bertha M. Pasolang, SSos Beberapa TIPS untuk Hidup, Irene Kusumastuti Gaptek di Lingkungan PNS, Mungkinkah ???,Nana Mulyana,SKM Kiat Belajar Komputer Sendiri, Nana Mulyana,SKM
3 4 5 6 11 13 15

Re

DISIPLIN SEBAGAI MOTOR ORGANISASI

formasi pada

birokrasi hakikatnya untuk

merupakan melakukan aspek sumber

upaya

Su
sangat suatu vital dalam

mber Daya Manusia adalah aspek yang penting organisasi.. dan daya roda dalam Begitu manusia organisasi kerja

pembaharuan

yang menyangkut aspek – kelembagaan, dan ini daya manusia. k e t a t a l a k s a na a n Reformasi yang birokrasi

pentingnya

sumber

18

diibaratkan makhluk jantung

seperti

memerlukan perencanaan mendasar, sistimatik yang komperhensif, efektif dan dan

organ jantung dalam sistem
29

hidup. yang

Kualitas sehat

30

agar dapat berjalan secara efisien dilakukan secara bertahap berkelanjutan. Penyelenggaraan aspek – aspek kelembagaan dan ketatalaksanaannya harus ditata diperharui, lain, ulang dengan atau kata

mendukung makhluk hidup untuk beraktivitas dengan maksimal. Hal yang sama juga terjadi antara sumber daya manusia dan kinerja organisasi. suatu dipengaruhi sumber Salah satu daya Baik oleh itu aspek buruknya organisasi kualitas sendiri. yang

34 37 41 42 43 44

47 48 51

bahwa

reformasi

birokrasi ...........

penting dalam menunjang kualitas sumber daya ........

Diterbitkan oleh : KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK DITJEN PP & PL DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PELINDUNG / PENASEHAT : Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Raissekki, SKM.MM., DEWAN REDAKSI : Ketua, RBA. Widjonarko,SKM.M.Kes. Anggota Redaktur : Drs. Wilpren Gultom,MM.,Rosyid Ridlo Prayogo,SE.,MKM., Ikron, SKM.,MKM., Agus Syah FH.SKM., dr. I Nyoman Putra., dr.Endriana S.Lubis. EDITOR : Nana Mulyana,SKM, Lussi Soraya., Dewi Dyah Palupi,SKM.,Desain Grafis &Photografer : Ali Isha Wardhana dan Syaflovida., Sekertariat : Evi Maria, Nursamah,S.Sos Alamat : Jl. Raya pelabuhan No.17 - Tanjung Priok, Jakarta Utara, Telepon : (021) 43931045, 4373266., Faximile : (021) 4373265., Webblog : http:// kkptanjungpriok.blogspot.com., E-mail : kkptanjungpriok@gmail.com

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

3

Pengantar Redaksi
INFO KESEHATAN PELABUHAN
Buletin Info Kesehatan Pelabuhan ini merupakan buletin Volume IV edisi 3 yang diterbitkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok. Buletin ini merupakan wahana informasi bagi insan pelabuhan dalam mengembangkan potensi diri guna mendukung pelaksanaan program kesehatan, khususnya bagi para pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan di seluruh Indonesia. Buletin Info Kesehatan hasil pelaksanaan program, pengembangan sumber daya manusia naskah – naskah ilmiah serta peristiwa – bahkan informasi Pada edisi ini mulai topik yang ajeg, yakni Ruang PKSE, Ruang PRL, Teknologi dan informasi, kerja dan kemitraan, Kajian, Aneka peristiwa Redaksi menerima laporan, reportase, – sajak ataupun karya yang berkaitan dengan pelabuhan. Redaksi pada para kolega KKP, institusi daerah serta seluruh pembaca di berpartisipasi dalam penulisan Buletin Pelabuhan berisi informasi kajian – kajian, teknologi, peningkatan melalui pelatihan, dan karya – karya seni peristiwa terkini lainya, kesehatan tradisional. dikembangkan topik – Atensi, Ruang TU, Ruang UKLW, Serba serbi, Jejaring Flora dan fauna, serta Relaksasi sumbangan artikel, saduran, karikatur, sajak sastra lain dan foto – foto program kesehatan memberikan kesempatan ini kesehatan unit pusat dan seluruh Indonesia untuk Info Kesehatan Pelabuhan.

Dewan redaksi mengajak para pembaca buletin ini untuk melaju dengan kecepatan optimal dalam meningkatkan jejaring informasi guna mencapai kinerja yang kita inginkan. Selamat bekerja dan sukses selalu Dewan Redaksi COVER
dr. RITA KUSRIASTUTI,MSc Cover Buletin : Direktur P2B2 (Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang)

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

4

REFORMASI BIROKRASI
Oleh : RAISSEKKI, SKM, MM

Re

formasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan

dengan

k o m p e te n s i .

Mungkinkah Pastilah

penyelenggaraan reformasi birokrasi tanpa pengalokasian dana remunerasi? hal ini tidak akan berjalan efektif. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) merupakan Unit Pelaksana Teknis Departemen Kesehatan yang juga harus terjangkau oleh penyelenggaraan reformasi birokrasi, adalah apalagi pelayanan salah satu fungsinya saja publik. Kalau

pembaharuan yang menyangkut aspek – aspek kelembagaan, ketatalaksanaan dan sumber daya manusia. Reformasi birokrasi ini memerlukan perencanaan yang mendasar, komperhensif, dil akukan aspek sistimatik s ecara agar b e r tahap dapat dan dan berjalan secara efektif dan efisien yang berkelanjutan. Penyelenggaraan aspek – kelembagaan ketatalaksanaannya harus ditata ulang langkah tugas

reformasi birokrasi ini sudah menyentuh KKP maka secara otomatis pengalokasian dana remunerasi juga harus diperoleh. Apabila sudah dilakukan reformasi birokrasi sekaligus dengan pengalokasian dana remunerasi, maka secara otomatis pula pegawai KKP harus memiliki integritas dan produktifitas tinggi, bertanggungjawab pelayanan dan yang memberikan yang mampu

atau diperharui, dengan kata lain, bahwa reformasi birokrasi merupakan hasil guna dalam strategis untuk mencapai daya guna dan mengemban kelembagaan. Maksud penyelenggaraan

remunerasi ini diharapkan agar : praktek KKN dapat dihilangkan; kualitas pelayanan publik mampu memenuhi harapan publik; efisiensi, efektifitas dan produktifitas dapat optimal; transparansi dan akuntabilitas sudah tinggi; serta disiplin dan etos kerja menjadi tinggi. Nah, . . . mungkinkah ini terjadi apabila Kita lihat, beberapa sektor

prima. Semoga harapan seluruh pegawai KKP ini tercapai untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, efisien, efektif, produktif dan transparan serta melayani masyarakat dan akuntabel Nah . . . selanjutnya, sudahlah bila ada bila

penyimpangan sangsi yang berat.

pantas

reformasi birokrasi tidak merata dan tidak menyeluruh? sudah berhasil dengan remunerasinya, disisi lain masih banyak sektor yang belum; disamping merata. itu, pemerataan keuangan tidak dapat daerah juga demikian halnya . . . tambahan khusus seharusnya

diberikan sangsi, mulai yang ringan hingga

Kapan terciptanya tatakelola pemerintahan yang baik??? Jawabannya ada dalam diri kita masing – masing.

Penetapan besarnya tunjangan

dilakukan dengan basis organisasi sampai

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

5

PENYEMPURNAAN ORGANISASI (KKP sebagai UPT ???)

P

enyempurnaan birokrasi pada seluruh sektor pemerintahan teknis dampak tujuan organisasi dan unit akan untuk sangat yang dalam bagi Kantor KKP Unit mandiri. pada diatur dalam agar dibawahnya penting ini

mekanisme dengan harus yang UPT

koordinasi lainnya

antar atau UPT sektor

suatu antara itu

UPT UPT

pelaksana mencapai

dengan instansi vertikal lainnya. Yang jelas diketahui diberikan bahwa oleh hanya berfungsi sebagai pelaksana tugas teknis induknya, sedangkan seluruh mekanisme, prosedur, pedoman kerja dan lain – lainnya bukan tugas UPT tersebut. Beberapa hal yang perlu kita ketahui bersama tentang organisasi UPT sesuai Permenpan no : 18 / 2008 tentang Pedoman Organisasi UPT Kementrian dan Lembaga Pemerintah non Kementrian, antara lain sebagai berikut : 1. Unit Pelaksana Teknis adalah organisasi yang tertentu penunjang induknya. bersifat dan/atau tertentu mandiri tugas dari yang teknis melaksanakan tugas teknis operasional organisasi

membuahkan Penyempurnaan untuk memiliki Kesehatan menjadi Pelaksana

organisasi.

penting bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) mewujudkan organisasi profesional, responsif, adaptif, inovatif dan kemandirian termasuk yang organisasi telah Pelabuhan UPT Teknis (KKP) pengelolaannya,

Penyelenggaraan

Kepmenpan no : 62 / 2003

yang saat ini

telah diperbaharui dalam Permenpan no : 18 / 2008 tanggal 25 Nopember 2008 tentang Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis Kementrian Peraturan ditindaklanjuti oleh dan Lembaga ini perlu Pemerintah Non Kementrian. Menteri proses penyusunan

2. Tugas teknis operasional adalah tugas untuk melaksanakan kegiatan teknis tertentu yang secara dengan langsung pelayanan berhubungan masyarakat. 3. Tugas teknis penunjang adalah tugas untuk melaksanakan kegiatan teknis tertentu dalam rangka mendukung pelaksanaan induknya.
Ke halaman ……………………………….… 14

legislasi dibawahnya yang lebih operasional untuk penyempurnaan organisasi UPT agar lebih mandiri dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. efisiensi Dalam dan rentang pimpinan untuk rangka efektifitas kendali sektoral menjamin

pelaksanaan tugas dan fungsi serta untuk menyederhanakan pekerjaan, para bertanggungjawab

tugas

organisasi

menyempurna

kan organisasi UPTnya dan menetapkan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

6

TATA HUBUNGAN KERJA KEKARANTINAAN
Oleh : Ikron, SKM, MKM
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sebagai Unit Pelaksana Teknis Departemen Kesehatan yang berada dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya mengacu kepada Permenkes 356 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan. KKP mempunyai tugas melaksanakan pencegahan masuk & keluarnya penyakit, penyakit potensial wabah, survailans epidemiologi, kekarantinaan, pengendalian dampak kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, pengawasan OMKABA, serta pengamanan terhadap penyakit baru dan penyakit yang muncul kembali, bioterorisme, unsur biologi, kimia dan pengamanan radiasi di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat Negara.

fungsi,

D

alam

melaksanakan KKP lain

tugas

pokok

Exention Certificate (OME-SSCEC) 5. Tahubja Penerbitan Health Certificate Lalu lintas Komoditi OMKABA EksportImport-Antar Daerah (HC OMKABA Eksport-Import-Antar Daerah) 6. Tahubja Penerbitan Health Book (HB) 7. Tahubja 8. Tahubja Penerbitan Penerbitan Port Health Health Alert Quarantine Clearance (PHQC) Notice/Health Alert Card (HAN/HAC) 9. Tahubja Penanganan Call Kapal (EC) Berikut ini kami sampaikan sembilan tahubja yang telah disusun oleh KKP Kelas I Tanjung Priok sebagai berikut: 1. Tahubja Penerbitan KKP Certificate of Pratique (COP) a. Kepala mendelegasikan kepada KKP pejabat Bidang kewenangan Emergency

tersebut

menyelenggarakan pelaksanaan

antara

kekarantinaan. berdaya guna,

Pelaksanaan tugas pokok serta kualitas dalam rangka

dan fungsi tersebut agar berhasil dan meningkatkan persepsi pelaksanaan

kegiatan di lapangan dan menyatukan untuk memberikan pelayanan Prima dan berkualitas kepada pengguna jasa, perlu disiapkan dan didukung Tata Hubungan Kerja (Tahubja) sebagai acuan petugas dalam melaksanakan kegiatan di lapangan, 1. Tahubja antara Penerbitan lain Tahubja of Kekarantinaan meliputi : Certificate Pratique (COP) 2. Tahubja Penerbitan Ship Sanitation Control (SSCEC) 3. Tahubja Penerbitan Ship Sanitation Control Certificate (SSCC) 4. Tahubja Penerbitan One Month Exemption Ship Sanitation Control Exemption Certificate

fungsional/Petugas

Pengendalian Karantina & Surveilans Epidemiologi (Bid. PKSE) di induk melalui Kepala Bidang PKSE maupun

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

7
kwitansi agent PNBP COP Pelayaran KKP Wilker

di

Wilayah

Kerja

(Wilker) Wilker

melalui untuk COP KKP

menyerahkan kepada (supporting) h. Pejabat Bidang

Koordinator melaksanakan (Recommending) b. Pejabat

penerbitan

Fungsional/Petugas PKSE maupun di

Fungsional/Petugas Usaha

Bagian Tata

menyerahkan

menunggu dan menerima informasi kedatangan kapal dalam karantina (Kapal maupun Owner i. Pejabat Bidang sandar di kade/dermaga di luar berlabuh/Angker melalui Agent

Blanko COP kepada Bidang PKSE yang sudah ditandatangani oleh

Kepala KKP (Supporting) c. Pejabat Bidang COP Fungsional/Petugas PKSE yang maupun di KKP Wilker oleh Agent KKP Wilker

DAM/zona Karantina) dari Nakhoda/ Pelayaran KKP Wilker Bidang (Focal point) Fungsional/Petugas PKSE maupun KKP di

menerima permohonan Penerbitan disampaikan melalui Nakhoda/Owner d. Pejabat Bidang

menginformasikan kepada pejabat fungsional/petugas Pengendalian Risiko Lingkungan (Bid. PRL) dan Bidang Upaya Kesehatan & lintas Wilayah sama (Bid. UKLW) untuk TIM bersamadalam satu

Pelayaran (Focal point) Fungsional/Petugas PKSE maupun di

memeriksa, menelaah dan meneliti keabsahan permohonan penerbitan COP dari Agent pelayaran From Ship The Master serta (IFSTM), j. menelaah dan meneliti Information apakah berisiko atau tidak berisiko (Focal point) e. Pejabat Bidang melakukan Fungsional/Petugas PKSE maupun di Registrasi KKP Wilker k.

melakukan pemeriksaan kesehatan kapal berserta isinya (informing) Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE, Bid. PRL dan Bid. UKLW maupun di Wilker bersama – sama naik ke atas kapal untuk melakukan kapal pemeriksaan kesehatan

permohonan

berserta isinya (Coordinating) Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PRL dan Bid. UKLW menyampaikan hasil pemeriksaan tentang faktor kepada risiko/sanitasi kapal dan kesehatan ABK maupun P3K kapal Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE di atas kapal (Focal point) l. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE menyampaikan kesehatan hasil kapal pemeriksaan

Penerbitan COP yang disampaikan oleh Nakhoda/Owner melalui Agent Pelayaran (Focal point) f. Pejabat Bidang Fungsional/Petugas PKSE maupun bukti Penerbitan di KKP Wilker COP

memberikan permohonan kepada

Registrasi

Nakhoda/Owner melalui

Agent Pelayaran (Focal point) g. Pemungut PNBP menerima PNBP COP dari Agent pelayaran dan

beserta isinya kepada Nakhoda yang

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

8

didampingi oleh Pejabat Fungsional/ Petugas KKP Bid. PRL dan Bid. UKLW (Focal point) j. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE mengisi COP yang akan diberikan kepada Nakhoda di atas Kapal (Focal point) k. l. Kepala KKP menetapkan COP (Decision Making) Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE memberikan COP kepada Nakhoda di atas Kapal (Focal point) m. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE dan mengintruksikan untuk menurunkan kepada isyarat Nakhoda bahwa kapal telah clear karantina (bendera Q / Bendera Kuning pada siang hari dan switch off lampu merah di atas lampu putih pada malan hari) yang didampingi oleh Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PRL dan Bid. UKLW (Focal point) 2. Tahubja Penerbitan KKP Ship Sanitation Control Exemption Certificate (SSCEC) a. Kepala mendelegasikan kepada KKP pejabat Bidang kewenangan f.

PRL) di induk melalui Kepala Bidang PRL maupun di Wilayah Kerja (Wilker) melalui Koordinator Wilker untuk Sanitasi KKP melakukan c. Pejabat Pemeriksaan

Kapal (Recommending) Fungsional/Petugas Usaha Bagian Tata menyerahkan

Blanko SSCEC/SSCC kepada Bidang PKSE yang sudah ditandatangani olek Kepala KKP (Supporting) d. Pejabat Bidang SSCEC Fungsional/Petugas PKSE yang maupun di KKP Wilker oleh Agent KKP Wilker

menerima permohonan Penerbitan disampaikan melalui Nakhoda/Owner e. Pejabat Bidang

Pelayaran (Focal point) Fungsional/Petugas PKSE maupun di

memeriksa permohonan penerbitan SSCEC dari Agent pelayaran (Focal point) Pejabat Bidang melakukan Fungsional/Petugas PKSE maupun di Registrasi KKP Wilker

permohonan

Penerbitan SSCEC yang disampaikan oleh Nakhoda/Owner melalui Agent Pelayaran (Focal point) g. Pejabat Bidang Fungsional/Petugas PKSE maupun bukti Penerbitan di KKP Wilker SSCEC

fungsional/Petugas

Pengendalian Karantina & Surveilans Epidemiologi (Bid. PKSE) di induk melalui Kepala Bidang PKSE maupun di Wilayah Kerja (Wilker) Wilker penerbitan melalui untuk SSCEC Koordinator melaksanakan b. Kepala KKP (Recommending) mendelegasikan kepada KKP pejabat Bidang kewenangan

memberikan permohonan kepada h. Pemungut

Registrasi

Nakhoda/Owner melalui PNBP menerima PNBP

Agent Pelayaran (Focal point) SSCEC dari Agent pelayaran dan menyerahkan kwitansi PNBP SSCEC kepada (supporting) agent Pelayaran

fungsional/Petugas

Pengendalian Risiko Lingkungan (Bid.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

9

i.

Pejabat Bidang

Fungsional/Petugas PKSE maupun KKP di

KKP Wilker

(Decision Making) o. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE memberikan SSCEC (Focal point). 3. Tahubja Penerbitan KKP Ship Sanitation Control Certificate (SSCC) a. Kepala mendelegasikan kepada KKP pejabat Bidang kewenangan kepada Nakhoda melalui agent pelayaran

menginformasikan kepada pejabat fungsional/petugas Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan (Bid. PRL) untuk bersama- sama dalam satu j. TIM melakukan pemeriksaan Sanitasi kapal (informing) Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE dan Bid. PRL maupun di Wilker bersama – sama naik ke atas kapal untuk k. melakukan pemeriksaan sanitasi kapal (Coordinating) Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PRL Kepala untuk serangga) tikus dan menyampaikan KKP melalui Kabid hasil PRL, pemeriksaan sanitasi kapal kepada apakah diterbitkan SSCEC dan atau dilakukan (Hapus kalau atau dan KKP di tikus atau tindakan tikus/ atas dan Hapus kapal atau penyehatan

fungsional/Petugas

Pengendalian Karantina & Surveilans Epidemiologi (Bid. PKSE) di induk melalui Kepala Bidang PKSE melaksanakan (Recommending) b. Pejabat Fungsional/Petugas Usaha KKP Bagian Tata menyerahkan penerbitan untuk SSCC

Blanko SSCEC/SSCC kepada Bidang PKSE yang sudah ditandatangani olek Kepala KKP (Supporting) c. Pejabat Bidang Fungsional/Petugas PKSE menerima Penerbitan KKP surat SSCC

ditemukan tanda-tanda kehidupan ditemukan tanda-tanda kehidupan serangga l. Kepala serangga (Recommending) merekomendasikan kepada Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE melalui Kepala Bid. PKSE maupun di Wilker melalui Koordinator Wilker untuk penerbitan SSCEC (Recommending) m. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE mengisi/mengetik blanko (Focal SSCEC SSCEC/SSCC yang akan diberikan kepada agent pelayaran point) n. Kepala KKP menetapkan

permohonan

(tindakan hapus tikus/tindakan hapus serangga) yang disampaikan oleh Nakhoda/Owner d. Pejabat Bidang (BUS) melalui Agent KKP surat Swasta tindakan Pelayaran (Focal point) Fungsional/Petugas PKSE untuk menerima Usaha melakukan Badan

penetapan

hapus tikus dan atau tindakan hapus serangga) melalui point) e. Pejabat Bidang Fungsional/Petugas PKSE memeriksa penerbitan KKP surat SSCC/ dari Nakhoda/Owner Pelayaran (Focal Agent

permohonan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

10
KKP pengawas yang tikus pengawasan Fumigasi/ ditetapkan) tindakan atau dan

pemberitahuan tindakan hapus tikus/ hapus serangga dan surat penetapan BUS untuk melakukan tindakan hapus tikus dan atau hapus serangga yang disampaikan oleh Nakhoda/Owner f. Pejabat melalui Agent KKP pelayaran (Focal point) Fungsional/Petugas Bidang PKSE surat melalui point) g. Pejabat Bidang Registrasi Fungsional/Petugas PKSE memberikan Bus melalui menerima permohonan KKP bukti melakukan Registrasi BUS yang (Focal

k.

Pejabat (sebagai Desinseksi melakukan

Fungsional/Petugas

fumigasi/hapus kapal l. Pejabat (sebagai Desinseksi melaporkan kepada m. Pejabat (sebagai Desinseksi

desinseksi/hapus serangga di atas yang dilakukan oleh BUS Fungsional/Petugas pengawas yang hasil Kabid PKSE KKP (Supporting) Fumigasi/ ditetapkan) pengawasannya melalui Kasi KKP

permohonan Penerbitan SSCC dan penetapan Agent disampaikan oleh Nakhoda/Owner Pelayaran

Pengendalian Karantina (Informing) Fungsional/Petugas pengawas yang untuk Fumigasi/ ditetapkan) hasil penerbitan Karantina

Penerbitan kepada Agent PNBP

SSCC/penetapan Nakhoda/Owner h. Pemungut PNBP

merekomendasikan pengawasannya Pengendalian (Recommending)

Pelayaran (Focal point) SSCC dari Agent pelayaran dan menyerahkan kwitansi PNBP SSCC kepada (supporting) i. Kepala tindakan atas j. KKP hapus menunjuk Pengawas tikus dan Bid. dan atau PKSE KKP menetapkan fumigasi/ agent Pelayaran

SSCC kepada Kabid PKSE melalui Kasi

n. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE mengisi/mengetik blanko (Focal SSCC SSCEC/SSCC yang akan diberikan kepada agent pelayaran point) o. Kepala KKP menetapkan (Decision Making) p. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE memberikan SSCC kepada Nakhoda melalui agent pelayaran (Focal point) 4. Tahubja Exemption a. Kepala Penerbitan Ship KKP One Month Control Sanitation

tindakan hapus serangga/Desinseksi usulan Kepala (Recommending) Pejabat (sebagai Desinseksi melaporkan Fungsional/Petugas pengawas yang kepada Fumigasi/ ditetapkan) Nakhoda/

Mualim/Perwira jaga kapal tentang rencana tindakan tikus dan atau fumigasi/hapus desinseksi/hapus

Exention Certificate (OME-SSCEC) mendelegasikan
16

serangga di atas kapal (Informing)

Bersambung ke halaman …………………...

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

11

KASUS KESAKITAN PADA TKI
Imi Chumairah, SKM
Membicarakan masalah TKI yang terdeportasi sekilas negeri Namun bondong memang tiada habisnya, orang pandang selalu pada kebanyakan melalui kegiatan Kepmenkes No. 356 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan. KKP Kelas I Tanjung Priok khususnya bidang ini, selain UKLW dalam aktifitasnya pengobatan, menangani TKI Malaysia yang tedeportasi memberikan pelayanan kesehatan kegawat daruratan terdeportasi, adanya juga data-data serta penanganan terhadap para TKI mendokumentasikan dasar yang

mungkin mengira bahwa bekerja keluar menjanjikan kenyataannya kesuksesan. para TKI

Indonesia yang tak hentinya berbondong – mencari peruntungan keluar negeri khususnya ke Malaysia, bukannya mendapatkan keberuntungan tapi justru penderitaan, deportasi asal begitu Malaysia banyaknya yang tiba TKI di

menggambarkan tentang situasi penyakit dan penanganan penyakit pada TKI yang terdeportasi, berkoordinasi dengan instansi terkait di wilayah pelabuhan. GAMBARAN PENGAMATAN A. Jumlah kedatangan TKI dan Angka Kesakitan Selama kurun 2009 dari waktu Januari TKI s.d. yang September terdeportasi jumlah Malaysia

Pelabuhan Tanjung Priok datang dengan kondisi lusuh dan dalam keadaan sakit. Menghadapi situasi seperti ini KKP Kelas I Tanjung Priok, khususnya bidang UKLW, selalu berupaya semaksimal mungkin untuk cepat tanggap untuk menangani permasalahan kesehatan yang dialami oleh TKI yang terdeportasi dari Malaysia ini, hal ini dilakukan tak lain adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat dari penyakit yang dialami oleh TKI yang terdeportasi, selain itu Kantor Kesehatan

sebanyak

9.746 orang. Distribusi kedatangan TKI ke terminal penumpang Nusantara Pura II sangat beragam dan jika dirataratakan, kedatangan TKI sebanyak 4 – 5 kali. Kedatangan TKI paling sering terjadi di bulan September yaitu sebanyak 8 kali, hal ini kemungkinan terjadi karena di bulan tersebut seluruh negara yang penduduknya mayoritas muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri termasuk di Malaysia. Kedatangan yang paling per bulan

Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok sebagai Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen Kesehatan bertanggung Jenderal peranan Penyehatan berada jawab Pengendalian Lingkungan, strategis dibawah kepada Penyakit dalam dan Direktur dan upaya

mempunyai

pencegahan masuk dan keluarnya Penyakit Menular dan Penyakit Potensial Wabah,

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

12

sedikit terjadi di bulan Januari sebanyak 2 kali. Menurut grafik di bawah ini, dapat dilihat bahwa jumlah kedatangan TKI yang terdeportasi paling banyak terjadi dibulan September sebanyak 1404 orang dan yang paling rendah dibulan Januari sebanyak 571 orang. Walaupun jumlah TKI yang datang ke Indonesia September ikut tinggi, paling banyak tidak bulan yang di bulan namun justru bulan otomatis Januari memiliki Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa kebanyakan TKI menderita penyakit Rinofaringitis yaitu sebanyak 1442 orang dan Febris adalah penyakit yang paling sedikit diidap oleh TKI tersebut. Hal ini kemungkinan terjadi asupan terjadi penyakit. C. Rujukan Ada beberapa kasus penyakit yang terpaksa di rujuk ke rumah sakit yang telah ditunjuk dan ditetapkan oleh Departemen Kesehatan, seperti RSUD. B. Diagnosa Penyakit dan Distribusinya Selama terdapat kurun sepuluh yaitu: waktu tersebut, yang penyakit Koja dan RSPI Suliyanti Saroso. Hal ini dilakukan karena keterbatasan alat atau tingkat keparahan suatu penyakit yang diderita oleh TKI. Suspect Thypoid Fever menjadi penyakit yang paling sering dirujuk ke rumah sakit rujukan, dalam hal ini RS. Koja. Penanganan TKI ini akan lebih karena lingkungan yang kurang yang di tempat dan yang penampungan memadai,

persentase angka kesakitan di bulan ini merupakan

persentase angka kesakitan yang paling tinggi. Detail dari persentase kesakitan dapat dilihat pada grafik berikut ini:

makanan penurunan

terbatas

kurang memenuhi nilai gizi ideal sehingga imunitas menyebabkan mudahnya penularan

paling sering diderita oleh TKI yang terdeportasi, Cepalgia, Rinofaringitis, Faringitis, Conjungtivitis,

Dermatitis, Myalgia, Penyakit Saluran Atas Lainnya, Dispepsia, dan Febris.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

13

efektif apabila adanya koordinasi dari berbagai pihak. Dimulai dari pengawasan terhadap rumah yang penampungan didapat oleh sementara, TKI yang pengawasan terhadap asupan gizi bersangkutan dan juga pemberian pengetahuan tentang penyakit dan pentingnya (selesai). menjaga kesehatan.

CUCI TANGAN PAKAI SABUN, Yuuk…..
Disarikan oleh Widya Utami
Sampai tanggal 5 September 2009 menurut data dari Pusat Komunikasi Publik . Depkes secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 berjumlah 1.055 orang dan telah tersebar di 24 Propinsi. Hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 tersebut dilakukan Badan Litbangkes. Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR). Selain itu kepada pihak perusahaan, kantor, sekolah dan sejenisnya dihimbau untuk menyiapkan sarana untuk cuci tangan, sabun atau antiseptik di masing-masing tempat.. Disamping itu juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke PuskesBersambung ke halaman ke halaman …. 24

mas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu Surveilans Severe Acute respiratory Infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu dirawat di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS, Dirjen P2PL Depkes. dijelaskan, penyakit influenza A Juga H1N1

ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda sangat yang cepat pernah namun bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya dapat dicegah. Cara yang efektif untuk mencegah yaitu menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan bugar yakni makan dengan gizi seimbang, beraktivitas fisik/berolahraga, istirahat yang cukup dan mencuci tangan pakai sabun.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

14
UPT, sebagai kebijakan

Sambungan dari halaman …………………...

5

5. Syarat berikut :

pengubahan

4. Syarat berikut : •

pembentukan

UPT,

sebagai teknis kegiatan urusan bersifat


kegiatan dari dan/atau yang

Adanya

perubahan

Melaksanakan operasional teknisi Pemerintah

Pemerintah;

Adanya perubahan tugas, fungsi, kewenangan, beban kerja, ruang lingkup pelayanan. dan jangkauan efisiensi UPT dan yang

penunjang

pelaksana dan menjadi tanggung jawab dari Kementerian atau LPNK yang bersangkutan sesuai dengan peraturan yang • • internasional; Menghasilkan Memberikan barang kontribusi dan/jasa dan yang diperlukan oleh masyarakat; manfaat kepada masyarakat dan penyelenggara pemerintahan; • Mempunyai ruang lingkup tugas yang bersifat strategis dan berskala regional dan/atau nasional; • Menunjang pencapaian • Tersedianya meliputi • keberhasilan visi dam dalam misi yang perundang-undangan dan/ konvensi berlakku

Mewujudkan dan fungsi

efektifitas penyelenggaraan tugas bersangkutan;

Tersedianya sumber daya yang meliputi pegawai, pembiayaan, sarana dan prasarana;

Tersedianya jabatan

fungsional

teknis sesuai dengan tugas dan fungsi UPT yang bersangkutan;

Memiliki Prosedur

Standar (SOP)

Oprasional dalam teknis dan/atau sebagai kebijakan

melaksanakan operasional 6. Syarat berikut :

tugas

tertentu UPT,

Kementerian atau LPNK; sumber daya pegawai, pembiayaan, fungsional

tugas teknis penunjang tertentu; pembubaran

sarana dan prasarana; Tersedianya jabatan teknis sesuai dengan tugas dan fungsi UPT yang bersangkutan; • Memiliki Prosedur melaksanakan operasional • Standar (SOP) tugas tertentu Oprasional dalam teknis dan/atau keserasisan pemerintah

• •

Adanya

perubahan

Pemerintah; Beban kerja yang dilaksanakan tidak layak ditangani oleh UPT. 7. Nomenklatur UPT, sebagai berikut : • Balai, terdiri dari Kepala (eselon IIIb atau IIIa), kepala Subagian Tata atau • Usaha IV a), dan kepala seksi paling banyak 3 seksi (eselon IV b dan kelompok jabatan fungsional Loka, terdiri dari kepala urusan

tugas teknis penunjang tertentu; Memperhatikan hubungan antara

pusat dan pemerintah daerah

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

15
dengan ??? Kantor Sudahkah

(eselon IV b atau IV a) dan kepala subseksi (eselon V a) • Pos, hanya terdiri dari kepala (eselon V a). 8. Pada cukup UPT yang secara geografis pelayanan UPT dapat (1), mempunyai luas, pelaksanaan nonstruktural 9. Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi sebagai atau pelaksanaan LPNK dapat peraturan Kementerian perundang-undangan, jangkauan untuk tugas

Nah, Kesehatan

bagaimana Pelabuhan

dilakukan evaluasi terhadap KKP??? Sudah adakah aspek legal kriteria yang dipakai untuk menilai KKP sesuai Permenkes 356 / 2008? Bagaimana nasib KKP pada masa mendatang ?? Jangan khawatir bagi KKP Kelas I, karena pada Permenpan 18 / 2008 pasal 25 tertulis demikian : UPT yang pada saat berlakunya Peraturan ini sudah ditetapkan sebagai eselon II.b atau II.a pada prinsipnya dinyatakan masih tetap berlaku. Wah, syukur . . . syukur . . . syukur . . . (RBAW)

memudahkan

dibentuk wilayah kerja/unit organisasi

membentuk UPT yang dikecilkan dari ketentuan dalam peraturan ini

DISIPLIN SEBAGAI MOTOR ORGANISASI
Oleh : Soetji Lestari Y, S.Kom, M.Kes
Sumber Daya Manusia adalah aspek yang sangat penting dalam suatu organisasi. Begitu vital dan pentingnya sumber daya manusia dalam roda organisasi diibaratkan seperti kerja organ jantung dalam sistem makhluk hidup. Kualitas jantung yang sehat mendukung makhluk hidup untuk beraktivitas dengan maksimal. Hal yang sama juga terjadi antara sumber daya manusia dan kinerja organisasi. Baik buruknya suatu organisasi dipengaruhi oleh kualitas sumber daya itu sendiri. Salah satu aspek yang penting dalam menunjang kualitas sumber daya manusia adalah kedisiplinan. Disiplin diperlukan pada berbagai aspek kehidupan manusia diantaranya disiplin di keluarga, disiplin dalam konteks hubungan sosial, disiplin
Bersambung ke halaman …………………... 23

dalam bekerja, disiplin dalam beribadah, bahkan disiplin terhadap diri sendiri. Akar kata disiplin yaitu disciple yang berarti belajar. Disiplin adalah suatu proses yang dapat menumbuhkan perasaan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan tujuan organisasi secara obyektif, melalui kepatuhannya arahan menjalankan peraturan organisasi. Disiplin merupakan suatu bentuk untuk melatih dan membentuk menjadi seseorang lebih baik. Dengan jawab kata dalam lain disiplin mengajarkan diantaranya komitmen seseorang terhadap tanggung hidupnya terhadap diri sendiri, terhadap apa yang melakukan sesuatu

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

16
melalui Kabid PKSE

Sambungan dari halaman …………………...

10

Bidang KKP h.

PKSE

kewenangan

kepada KKP

pejabat Bidang

merekomendasikan kepada Kepala untuk penerbitan OME-SSCEC (Recommending) Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE membuat OME-SSCEC yang akan i. j. Kepala diberikan KKP kepada agent OMEpelayaran (Focal point)

fungsional/Petugas

Pengendalian Karantina & Surveilans Epidemiologi (Bid. PKSE) di induk melalui Kepala Bidang PKSE melaksanakan b. Pejabat Bidang penerbitan SSCEC (Recommending) Fungsional/Petugas PKSE menerima KKP surat untuk OME-

menetapkan

SSCEC (Decesion Making) Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE memberikan Nakhoda OME-SSCEC melalui agent kepada

permohonan Penerbitan OME-SSCEC dari Nakhoda/Owner melalui Agent Pelayaran (Focal point) c. Pejabat dan Fungsional/Petugas surat KKP Bidang PKSE memeriksa, menelaah meniliti permohonan yang (Focal KKP penerbitan melalui point) d. Pejabat Fungsional/Petugas Bidang PKSE melakukan Registrasi OME-SSCEC

pelayaran (Focal point) 5. Tahubja Penerbitan Health Certificate Lalu lintas Komoditi OMKABA EksportImport-Antar a. Kepala Daerah KKP (HC OMKABA Eksport-Import-Antar Daerah) mendelegasikan kepada KKP pejabat Bidang melalui untuk HC KKP kewenangan

disampaikan oleh

Nakhoda/Owner

Agent pelayaran

fungsional/Petugas

permohonan Penerbitan OME-SSCEC yang disampaikan oleh Nakhoda/ Owner e. Pejabat Bidang Registrasi Owner f. melalui Agent Pelayaran KKP bukti (Focal point) Fungsional/Petugas PKSE memberikan permohonan kepada Agent melalui PNBP b.

Pengendalian Karantina & Surveilans Epidemiologi (Bid. PKSE) Kepala Bidang PKSE penerbitan melaksanakan (Recommending) Pejabat Fungsional/Petugas Bidang PKSE menerima permohonan Penerbitan HC dari Eksportir/Importir dan atau produsen dan atau EMKL/ agent yang diberi kuasa penuh oleh Produsen dan eksportir/Importir KKP (Focal point) c. Pejabat dan Certificate Fungsional/Petugas meneliti of Bidang PKSE memeriksa, menelaah Keabsahan Analycis dari permohonan penerbitan HC dan

Penerbitan Nakhoda/ Pelayaran PNBP PNBP agent KKP

OME-SSCEC (Focal point) Pemungut dan

menerima kwitansi

OME-SSCEC dari Agent pelayaran menyerahkan OME-SSCEC g. Pejabat kepada

Pelayaran (supporting) Fungsional/Petugas

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

17
TIM fisik melakukan dan ke tempat tempat OMKABA

laboratorium

yang

terakreditasi,

Bahan aditif) untuk bersama- sama dalam kunjungan produksi (informing) h. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE dan atau Bid. PRL dan atau untuk Bid. UKLW bersama – sama satu pemeriksaan komoditi atau komoditi

apakah memenuhi syarat kesehatan atau tidak (Focal point) d. Pejabat Fungsional/Petugas Penerbitan HC KKP dari Bidang PKSE melakukan Registrasi permohonan Eksportir/Importir dan atau produsen dan atau EMKL/agent yang diberi kuasa penuh oleh Produsen dan eksportir/Importir (Focal point) e. Pejabat Bidang Fungsional/Petugas PKSE memberikan KKP bukti

lapangan dan

penyimpanan

melakukan pemeriksaan fisik dan kunjungan lapangan (untuk komoditi OMKABA yang baru pertama kali mengajukan HC) (Coordinating) i. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PRL fisik dan dan atau hasil Bid. UKLW menyampaikan pemeriksaan lapangan

Registrasi permohonan Penerbitan HC kepada Eksportir/Importir dan atau produsen dan atau EMKL/ agent yang diberi kuasa penuh oleh Produsen (Focal point) f. Pemungut PNBP menerima PNBP HC dari yang Eksportir/Importir dan atau diberi kuasa dan penuh PNBP atau j. oleh HC produsen EMKL/agent dan eksportir/Importir

kunjungan

kepada Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE (Informing) Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE menyampaikan dokumen lapangan hasil dan serta pemeriksaan hasil kunjungan

Produsen dan eksportir/Importir dan menyerahkan produsen yang Produsen (supporting) g. Pejabat Bidang KKP Fungsional/Petugas PKSE KKP l. menginformasikan Pengendalian (Bid. PRL Risiko untuk dan dan kwitansi atau kepada Eksportir/Importir dan atau EMKL/agent penuh oleh diberi kuasa

pemeriksaan fisik komoditi dan atau merekomendasikan PKSE (Informing) k. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE membuat draft HC point) Kepala Bidang PKSE memparaf HC sebelum m. Kepala ditandatangani KKP menetapkan oleh HC Kepala KKP (Recommending) (Decision Making) n. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid.
Bersambung ke halaman …………………... 19

hasilnya

kepada Kepala KKP melalui Kabid

eksportir/Importir

(Focal

kepada pejabat fungsional/petugas Bidang Lingkungan dan minuman)

penerbitan HC komoditi makanan dan Bidang Upaya Kesehatan & lintas Wilayah (Bid. UKLW untuk lalu lintas komoditi obat, kosmetika, alat kesehatan dan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

18

PENANGGULANGAN BENCANA BIDANG SANITASI
STANDAR MINIMAL ATAUKAH OPTIMAL???

pukul 14.55 WIB, berkekuatan 7,3 skala richter yang berpusat di Barat Daya Tasikmalaya – Jawa Barat, menyebabkan kerugian moril dan materiel yang sangat memprihatinkan. Ratusan orang meninggal dunia dan puluhan orang hilang, banyak yang luka ringan hingga luka berat, bangunan rumah penduduk dan infra • • •

P

eristiwa gempa yang terjadi pada hari Rabu tanggal 2 September 2009 sekitar

Kwalitas dan kuantitas air bersih : • Minimum awal) Tingkatkan menjadi 15-20 liter/orang/ hari secepat mungkin Tempat pendistribusian air tidak lebih dari 100 meter dari pemukiman Minimal satu tempat (kran) utk 80100 pengungsi dan tidak lebih dari 200 pengungsi tiap pompa tangan atau sumur • Kurang dari 10 bakteri Coli/100 ml air 7 liter/orang/hari (fase

struktur di Propinsi Jawa Barat banyak yang rusak berat, kerugian materiel dan moril tidak terhitung banyaknya. Bagaimanakah standar pelayanan kesehatan dalam penanggulangan

Pembuangan kotoran manusia • • • Tiap jamban maksimal 20 org Jarak jamban <50 m dari pemukiman Letak penampungan kotoran >30 m dari sumber air

bencana seperti contoh riel di Jawa Barat ini? Apakah telah sesuai dengan standar dunia internasional ini? Apakah menjelang hanya era globalisasi standar

minimal yang membuat bangsa kita selalu berpikiran dan bertindak minimal? Marilah kita berpikir secara optimal untuk

Pengelolaan limbah padat • • • Sampah rumah tangga dibuang dari pemukiman/dikubur Tdk terdapat limbah medis Bak sampah keluarga tidak lebih 15 m dari pemukiman/barak atau lubang sampah umum tidak lebih 100 m dari pemukiman/barak • Tempat sampah kapasitas 100 lt/10 KK
Bersambung ke halaman …………………... 22

menyelenggarakan

upaya

pelayanan

masyarakat secara optimal juga, demi menjaga kepercayaan dunia internasional atas upaya kita untuk kepentingan bangsa ini. Standar pelayanan kesehatan dalam penanggulangan higene sanitasi. bencana Mungkin di ini bidang hanya

pelayanan minimal yang bisa kita jangkau dalam kondisi yang memprihatinkan.

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

19

Sambungan dari halaman …………………...

17

oleh Nakhoda/Owner melalui Agent Pelayaran (Focal point) f. Pemungut PNBP menerima PNBP HB dari kepada (supporting) g. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE mengisi HB yang akan diberikan kepada Agent Pelayaran point) h. Kepala i. KKP menetapkan HB (Decision Making) Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE memberikan HB kepada Agent Pelayaran (Focal point) 7. Tahubja a. Kepala Penerbitan KKP Port Health (Focal Agent pelayaran kwitansi agent PNBP dan HB menyerahkan

PKSE memberikan

HC

kepada

Eksportir/Importir dan atau produsen dan atau EMKL/agent yang diberi kuasa penuh oleh Produsen dan eksportir/Importir (Focal point) 6. Tahubja Penerbitan Health Book (HB) a. Kepala KKP mendelegasikan kepada KKP pejabat Bidang kewenangan

Pelayaran

fungsional/Petugas

Pengendalian Karantina & Surveilans Epidemiologi (Bid. PKSE) di induk melalui Kepala Bidang PKSE maupun di Wilayah Kerja (Wilker) melalui Koordinator melaksanakan (Recommending) b. Pejabat Fungsional/Petugas kepada Bidang Wilker yang KKP PKSE sudah Bagian Tata Usaha menyerahkan Blanko HB maupun di Wilker penerbitan untuk HB

Quarantine Clearance (PHQC) mendelegasikan kepada KKP Karantina pejabat Bidang & kewenangan Pengendalian

ditandatangani oleh Kepala KKP (Supporting) c. Pejabat Bidang HB Fungsional/Petugas PKSE maupun di KKP Wilker oleh Agent KKP Wilker

fungsional/Petugas

Surveilans Epidemiologi (Bid. PKSE) di induk melalui Kepala Bidang PKSE maupun di Wilayah Kerja (Wilker) melalui Koordinator Wilker untuk PHQC KKP melaksanakan b. Pejabat penerbitan

menerima permohonan Penerbitan yang disampaikan melalui Nakhoda/Owner d. Pejabat Bidang

Pelayaran (Focal point) Fungsional/Petugas PKSE maupun di

(Recommending) Fungsional/Petugas Bagian Tata Usaha menyerahkan Blanko PHQC kepada Bidang PKSE maupun di Wilker yang sudah ditandatangani oleh Kepala KKP (Supporting) c. Pejabat Bidang PHQC Fungsional/Petugas PKSE yang maupun di KKP Wilker oleh

memeriksa, menelaah dan meneliti keabsahan permohonan penerbitan HB dari Agent pelayaran point) e. Pejabat Bidang Fungsional/Petugas PKSE maupun di KKP Wilker (Focal

melakukan Registrasi permohonan Penerbitan HB yang disampaikan

menerima permohonan Penerbitan disampaikan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

20
kepada pejabat

Nakhoda/Owner d. Pejabat Bidang

melalui

Agent KKP Wilker

kewenangan

Pelayaran (Focal point) Fungsional/Petugas PKSE maupun di

fungsional terkait di induk (Bid. PKSE melalui Kabid PKSE dan Bid. UKLW melalui Kabid UKLW)) maupun di Wilker melalui Koordinator Wilker untuk b. Pejabat melaksanakan penerbitan KKP HAN/HAC (Recommending) Fungsional/Petugas Bagian Tata Usaha menyerahkan Blanko HAN/HAC kepada Bidang PKSE (Supporting) c. Pejabat Bid. menerima Fungsional/petugas maupun informasi di KKP Wilker PKSE

memeriksa, menelaah dan meneliti keabsahan penerbitan kesehatan Vaccination HB permohonan dan dokumen P3K List, List, (SSCEC/SSCC, List, Passanger

kapal, Health Book, Crew

General List, Port of Call, MDH, COP) dari Agent pelayaran (Focal point) e. Pejabat Bidang Fungsional/Petugas PKSE maupun PHQC Pelayaran di KKP Wilker yang (Focal

kedatangan

kapal dari negara terjangkit PHEIC dan atau kapal bahwa di atas kapal ada kasus/supeck PHEIC dari Nakhoda/Owner d. Pejabat Bidang tersebut lanjut e. Pejabat Bidang melalui Agent KKP Wilker tindak dan KKP Wilker Pelayaran (Focal point) Fungsional/Petugas PKSE maupun di

melakukan Registrasi permohonan Penerbitan melalui point) f. Pemungut PNBP menerima PNBP PHQC dari Agent pelayaran dan menyerahkan kwitansi PNBP PHC kepada (supporting) g. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE mengisi PHQC yang akan diberikan kepada Agent Pelayaran (Focal point) h. Kepala KKP menetapkan PHQC (Decision Making) i. Pejabat Bid. Fungsional/Petugas memberikan KKP PHQC f. PKSE agent Pelayaran Agent disampaikan oleh Nakhoda/Owner

memeriksa dan menilai informasi sebagai dasar penanganan Fungsional/Petugas PKSE maupun di

pengendalian (Focal point)

menginformasikan kepada pejabat fungsional/petugas KKP Bid. UKLW untuk bersama- sama dalam satu TIM melakukan pemeriksaan dan pengamatan (Informing) Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE dan Bid. UKLW maupun di pelaku perjalanan

kepada Agent Pelayaran (Focal point) 8. Tahubja a. Kepala Penerbitan KKP Health Alert Notice/Health Alert Card (HAN/HAC) mendelegasikan

Wilker bersama – sama naik ke atas kapal untuk dan melakukan pengamatan pemeriksaan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

21
Emergency

pelaku

perjalanan

kapal 9. melakukan a.

perjalanan (Focal point) Tahubja Penanganan Call Kapal (EC) Kepala KKP mendelegasikan kepada pejabat kewenangan

(Coordinating) g. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. UKLW pengamatan terhadap pelaku perjalanan (Focal point) h. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. UKLW merekomendasikan terhadap yang untuk di pelaku isolasi di yang perjalanan suspect RS dan tidak dicurigai dan

fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE, Bid. PRL dan Bid. UKLW di induk melalui Kabid masing-masing Wilker melalui maupun di Wilker Koordinator

untuk melaksanakan penanganan EC (Recommending) b. Pejabat Bidang atas point) c. Pejabat Bidang Fungsional/Petugas PKSE maupun dan di KKP Wilker Fungsional/Petugas PKSE maupun dari di KKP Wilker

penumpang

dicurigai untuk dikarantina di ruangan karantina dan atau di atas kapal (Informing) i. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. UKLW merekomendasikan terhadap dan j. telah pelaku perjalanan untuk yang telah di isolasi di RS sehat dikarantina diberikan HAN/HAC (Informing) Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE mengisi blanko HAN/ HAC (Focal point) k. l. Kepala KKP menetapkan HAN/ HAC (Decision Making) Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE kepada memotong lembar pelaku perjalanan HAN/HAC dan memberikannya (Focal point) m. Kepala KKP melalui Kabid PKSE melaporkan (informing) n. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE mengizinkan HAN/HAC pelaku perjalanan yang telah diberikan untuk melanjutkan ke Dirjen PP & PL f. e. d.

menerima informasi adanya EC di kapal Nakhoda/Owner melalui Agent Pelayaran (Focal

menganalisa

menelaah

informasi EC tersebut (Focal point) Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. terkait menyiapkan peralatan dan EC (coordinating) Pejabat Bidang Fungsional/Petugas PKSE maupun di KKP Wilker

menunggu dan menerima informasi kedatangan kapal dalam EC ( kapal berlabuh/Angker di luar DAM/zona Karantina) melalui point) Pejabat Bidang Fungsional/Petugas PKSE maupun KKP di KKP Wilker Bidang dari Nakhoda/Owner Pelayaran (Focal Agent

menginformasikan kepada pejabat fungsional/petugas Pengendalian Risiko Lingkungan (Bid. PRL) dan Bidang Upaya Kesehatan &

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

22

lintas

Wilayah

(Bid.

UKLW)

untuk TIM EC i.

kepada Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE di atas kapal (Focal point) Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE, Bid. PRL dan Bid. UKLW maupun di Wilker bersama – sama membuat laporan hasil penanganan EC kapal (Coordinating) j. Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE melaporkan hasil penanganan EC kapal kepada Kepala KKP melalui Kabid. PKSE red) • • • • (Informing). (selesai ...

bersamamelakukan (informing) g.

sama

dalam

satu

penanganan

Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PKSE, Bid. PRL dan Bid. UKLW maupun di Wilker bersama – sama naik ke atas kapal untuk EC melakukan kapal penanganan (Coordinating)

h.

Pejabat Fungsional/Petugas KKP Bid. PRL dan Bid. UKLW menyampaikan hasil penanganan EC kapal

Sambungan dari halaman …………………...

18

Pria >=14 th min. 1 stel lengkap Wanita >=14 th min. 2 stel lengkap dan pembalut wanita yang cukup Anak 2-14 th min. 1 stel lengkap Anak sampai 2 th min. 2 set pakaian, 1 handuk, 1 syal bayi, 6 popok, sabun bayi, minyak bayi

Pengelolaan limbah cair • Tidak ada air yang menggenang disekitar sumber air, tempat tinggal dan jalan • Ada saluran pembuangan air

Pemukiman • Luas lokasi penampungan 45 m2 per orang (ideal), 30 m2 per orang (minimum) • • Untuk mencegah kebakaran setiap bangunan 300 m2 dibuat jarak 30 m Tempat tinggal : luas lantai 3,5-4,5m2 per orang, terlindung dari terik matahari dan hujan, aliran udara dan suhu optimal

• •

Semua mendapat alas kaki Sabun mandi 250 gr/org/bln

Semoga naskah ini menjadi perhatian dan masukan bagi para penyusun standar pelayanan ataupun pengambil kebijakan dalam hal ini. (RBAW)
Agar menjadi perhatian dan masukan bagi para penyusun standar pelayanan ataupun pengambil kebijakan

Perlengkapan diri • Para pengungsi (penduduk setempat) memiliki akses untuk memperoleh selimut yang cukup

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

23

Sambungan dari halaman …………………...

15

manajemen. Karena tujuan dari disiplin pegawai yaitu agar peraturan dan tujuan organisasi dapat terlaksana. Namun, yang dapat membuat kinerja seseorang bekerja dengan efektif adalah orang itu sendiri. Tindakan punishment dan reward dalam organisasi merupakan hal yang mendorong terlaksananya hal tersebut.

kita rencanakan, terhadap apa yang kita katakan, dan apa yang kita perbuat. Hal inilah yang menjadi titik penting terhadap maju mundurnya suatu organisasi. Pegawai penggerak yang suatu merupakan organisasi motor berperan

sangat penting untuk memajukan organisasi itu sendiri. Disiplin pegawai banyak ragam dan macamnya waktu, diantaranya disiplin disiplin terhadap terhadap

peraturan yang berlaku, maupun disiplin terhadap tanggung jawab pekerjaan. Disiplin pegawai erat kaitannya dengan pengelolaan waktu yang baik. Efek domino berlaku dalam menyelesaikan suatu tugas pekerjaan. Pekerja yang disiplin dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik sedangkan pekerja yang indisipliner menghasilkan pekerjaan yang terbengkalai, dapat menghambat kinerja rekan-rekan lain, dan berujung pada kinerja organisasi itu sendiri. Masalah disiplin adalah masalah yang harus dipecahkan, dicarikan jalan keluarnya. Kedisiplinan seseorang tentu tidak timbul dengan sendirinya namun perlu tahapan belajar baik dari dalam diri maupun lingku ngan luar. Tidak ada individu yang sempurna di dunia ini oleh karena itu setiap individu diizinkan melakukan kesalahan yang diiringi dengan proses belajar untuk memperbaikinya. Proses penerapan disiplin pegawai memang tidak semudah membalikkan tangan. Perlu kerja sama dari berbagai pihak selain dari pribadi pegawai itu sendiri. Komitmen yang kuat pun diperlukan baik dari pegawai maupun lingkungan luar seperti pihak

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

24
merk terkenal,

Sambungan dari halaman ……... 13 Selain itu, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat Apabila dalam 2 hari flu keramaian tidak juga serta beristirahat di rumah selama 5 hari. membaik segera ke dokter. Hidup Sehat Berawal dari Cuci Tangan Pakai Sabun Data dari Unicef (2007) menunjukkan sekitar 160.000 anak-anak Balita meninggal akibat Diare pertahunnya. Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dapat menurunkan risiko penyakit Diare sebesar 45% (Fewtrell 1, Kaufmann RB et al, 2005) dan dapat menurunkan sampai 23 % jalur penularan Infeksi Saluran Pernafasan, namun begitu CTPS ini belum merupakan kebiasaan masyarakat di Indonesia. CTPS sebenarnya sudah diperkenalkan kepada anak-anak sejak kecil tidak hanya oleh orang tua di rumah, namun juga telah diajarkan dari Taman KanakKanak menjadi biasanya sebagai fasilitas sampai budaya hanya contoh cuci Sekolah Dasar. kita masuk Tetapi dan ke kenyataannya perilaku sehat ini belum masyarakat dilakukan ketika kita sekedarnya,

dan

pengering

tangan

sayangnya fasilitas itu belum digunakan dengan baik, karena biasanya orang hanya mencuci tangan sekedar menghilangkan bau amis bekas makanan dan lupa atau malas makan. mencuci Jika tangan kita dulu sebelum ke sedikit melirik

masyarakat pedesaan, pada umumnya masyarakat desa hanya menggunakan air seadanya dan belum sabun di banyak untuk atas yang menggunakan Beberapa hal mencuci

tangan sebelum atau sesudah dari jamban. menunjukan kenyataan bahwa perilaku cuci tangan pakai sabun sebagai salah satu upaya personal pun hygiene banyak hygienis belum dipahami dalam menjadi Survei masyarakat secara luas dan prakteknya belum diterapkan ini masih kehidupan sehari-hari. Kebiasaan perilaku yang jarang dilakukan.

Baseline Environmental Services Program (ESP-USAID) 2006 menyebutkan, kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada saat penting makan masih hanya amat sebesar rendah. CTPS 14,3%, Survei sebelum sesudah menyatakan, kebiasaan

buang air besar 11,7%, setelah menceboki bayi 8,9%, sebelum menyuapi anak 7,4% dan sebelum menyiapkan makanan hanya 6% . Pencegahan penularan penyakit dapat diwujudkan melalui intervensi kesehatan. Berbagai riset menyebutkan, risiko penularan penyakit dapat berkurang dengan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, perilaku hygiene, seperti cuci tangan memakai sabun pada waktu penting. Menurut penelitianFewtrell l, Kaufmann RB, et al, (2005) per-

sebuah rumah makan Indonesia, biasanya tangan disediakan dalam bentuk kobokan berisi air bersih dengan sepotong kecil jeruk nipis yang maksudnya untuk menghilangkan bau amis di tangan. Pemandangan berbeda ketika kita masuk ke restaurant fast food terkemuka, fasilitas cuci tangan sudah sangat memenuhi syarat, yaitu air bersih mengalir dilengkapi dengan sabun cuci tangan cair berkualitas

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

25

ilaku cuci tangan pakai sabun merupakan intervensi kesehatan yang paling murah dan efektif dibandingkan cara lain. Bukan hanya diare, ISPA, Hepatitis A, dan kecaci ngan, penelitian itu juga membuktikan bahwa cuci tangan memakai sabun dapat mencegah penularan flu burung. Penelitian lain menyebutkan CTPS dapat mencegah infeksi kulit, mata, dan memudahkan kehidupan orang dengan HIV/AIDS. Fakta-fakta yang bukan hanya terjadi di Indonesia bagai itu, tahun mendorong Sanitasi Perserikatan TuBangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 2008 seInternasional. juannya jelas, yakni menekan angka kesakitan penyakit yang bersumber dari rendahnya kualitas sanitasi, khususnya kebersihan tangan. Begitu pentingkah kebiasaan cuci tangan hingga dirasa perlu ditetapkan hari khusus untuk memperingatinya?. Realisasinya telah dicanangkannya “Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia” yang pertama di Jakarta 15 Oktober 2008. Dan yang lebih penting lagi adalah adanya perhatian dari pemerintah sehingga terbit Kepmenkes No 852/Menkes/SK/IX/2008. Aksi dan gema kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun ini setiap tgl 15 Oktober dirayakan di seluruh dunia, Global Hand Washing Day dan tahun 2008 lalu merupakan perayaan yang pertama. Perayaan pertama dipusatkan di Lapangan Markas Besar Angkatan Udara (MBAU), Wisma Aldiron, Pancoran, Jakarta Selatan. Pada saat yang bersamaan, acara serupa juga diadakan di Bandung (Lapangan Gasibu), Yogyakarta (Alun-alun Kota), dan Malang (Stadion Kanjuruan). Selain kegiatan di empat kota tersebut, UNICEF juga menyelenggarakan

kegiatan serupa di 22 kabupaten, di enam propinsi. Jutaan anak di 50 negara termasuk Indonesia peringatan Peringatan ini di 5 hari benua terlibat untuk dalam tersebut. menarik penting

dilakukan

perhatian dan meningkatkan kesadaran publik terhadap cuci tangan pakai sabun. Berbagai kegiatan ini melibatkan anak sekolah, para dokter kecil yang disebut sebagai Pasukan 20 detik, serta kader kesehatan posyandu yang diharapkan mereka menjadi agen perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah dan masyarakat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2007) dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan,Depkes Prevalensi Nasional Berperilaku Benar Dalam Cuci Tangan : 23,2%. Menurut WHO yang dimaksud dengan langkah-langkah CTPS yang benar adalah yang efektif untuk membersihkan tangan dari kuman. Mencuci tangan pakai sabun dengan cara yang benar memerlukan waktu minimal 20 detik. 1. 2. 3. 4. Buka aliran air (atau tuang air dengan gayung) Basahkan tangan dengan sedikit air. Tutup aliran air untuk menghemat air, Gosokan telapak 5. 6. sabun tangan pada dan kedua kedua

pungung tangan pakai sabun. jari-jemari, kedua jempol secara seksama, Dengan mengunakan kuku, bersihkan sela-sela di bawah kuku

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

26

7.

Buka aliran air lagi (tuangkan air dari gayung) dan gosok-gosok air kedua habis. 8. Tutup aliran air kembali. 9. Keringkan kedua tangan dengan mengibas-ibaskan kedua tangan di udara sampai kering. Kalau ada, keringkan pakai kain atau handuk bersih, atau kertas tisu sekali pakai. tangan dibawah

Tutup aliran air (hemat air)

mengalir sampai sisa-sisa sabun

3
Ambil sabun dan gosokkan tangan.

Praktek

CTPS

yang

benar

hanya

membutuhkan sabun dan air mengalir. Air mengalir tidak harus dari keran, bisa juga mengalir gayung, dari botol, sebuah kaleng, wadah ember berupa tinggi,

4
Gosok dengan seksama: - telapak tangan - punggung tangan, - jari-jemari - jempol hingga seluruh permukaan tangan kena sabun.

gentong atau jerigen. Untuk penggunaan jenis sabun dapat menggunakan semua jenis sabun karena semua sebenarnya cukup efektif dalam membunuh kuman Langkah-langkah CTPS yang benar. Buka aliran air

1
Basahkan kedua tangan dengan sedikit air

Dengan mengguna-kan kuku, bersihkan sela-sela dibawah kuku.

5

2

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

27
sendiri, kebiasaan

Buka aliran air dan basuh tangan sampai sisa-sisa sabun hilang.

CTPS Pencegahan Paling Efektif Untuk di Indonesia mencuci tangan dengan menggunakan sabun bisa dibilang masih sangat minim.

6
Tutup aliran air (hemat air).

Padahal banyak sekali manfaat yang bisa diambil akui jika Anda sampai membiasakan sekarang besar diri mencuci tangan pakai sabun. “Kita harus bahwa kondisi kesehatan Salah satu sebagian indikator masyarakat status

Indonesia masih sangat memprihatinkan. rendahnya kesehatan di Indonesia adalah tingginya angka kematian bayi dan balita, yang disebabkan oleh diare dan ISPA. Menurut data dari Subdit Diare, Direktorat

7
Keringkan Kalau tisu. ada, kedua tangan kedua dengan tangan mengibasibaskan kedua tangan di udara. keringkan dengan kain bersih, handuk bersih atau

Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Departemen Kesehatan RI (tahun 2003), diare masih merupakan penyebab kematian nomor dua pada Balita, nomor tiga pada bayi dan nomor lima pada semua umur,” ujar dr. Wan Alkadri, M.Sc, Direktur Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan RI. Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, CTPS secara ilmiah penularan sudah virus. terbukti Logika mencegah

gampangnya, kalau ada virus nempel di tangan, lantas tangan dipakai gosok-gosok hidung, maka virus bakal masuk. Penggunaan sabun pada saat mencuci

8

tangan menjadi penting karena sabun sangat membantu menghilangkan kuman yang tidak tampak minyak/lemak/kotoran di permukaan kulit serta meninggalkan bau wangi. Sehingga kita dapat memperoleh kebersihan yang berpadu dengan bau wangi dan perasaan segar setelah mencuci tangan pakai sabun, ini tidak akan kita dapatkan jika kita hanya menggunakan air

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

28

saja.

Yang

tidak

kalah

penting

untuk

Ada 5 hal penting yang harus diketahui mengenai CTPS, yaitu: 1. Cuci tangan pakai air saja tidaklah cukup. Penggunaan sabun selain membantu singkatnya waktu cuci

diperhatikan

adalah

kesempatan/waktu

kita harus melakukan perilaku cuci tangan, di Indonesia diperkenalkan 5 waktu penting, seperti yang ada dalam Pedoman Umum Cuci Tangan Pakai Sabun (Ditjen PP-PL, 2008) yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Sebelum makan Sebelum menyiapkan makanan Sesudah Buang Air Besar Setelah menceboki bayi/anak Setelah memegang unggas/hewan.

tangan, dengan menggosok jemari dengan sabun menghilangkan kuman yang tidak tampak seperti minyak, lemak dan kotoran. sabun, Dengan pun menggunakan tangan

menjadi lebih wangi. 2. Cuci tangan pakai sabun adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit diare dan pneumonia, dimana kedua penyakit tersebut penyebab utama kematian anak. 3. Saat paling penting mencuci tangan pakai sabun adalah setelah menggunakan toilet, menceboki bayi (atau bersentuhan dengan kotoran manusia), sebelum makan, sebelum memberi makan anak dan sebelum menyiapkan makanan. 4. Mencuci tangan pakai sabun adalah cara termurah dan efektif untuk mencegah berbagai macam penyakit. 5. Mencuci tangan pakai sabun juga dapat mencegah berbagai macam penyakit lain seperti, infeksi kulit, infeksi mata, Babi penyakit cacingan, SARS, mencegah Flu Burung, mencegah Flu serta baik untuk penderita HIV/ AIDS dalam menjaga kesehatan. Riset juga membuktikan bahwa cuci

Selain waktu penting lainnya di atas yaitu ; sebelum menyusui bayi, setelah batuk/ bersin dan membersihkan hidung, setelah membersihkan sampah dan untuk anakanak adalah setelah bermain di tanah atau di lantai. Menurut kajian yang disusun oleh Curtis and Cairncross (2003) didapatkan hasil bahwa perilaku CTPS khususnya setelah kontak dengan feses ketika ke ke jamban dan membantu Perilaku anak jamban, dikatakan dapat dapat

menurunkan insiden diare hingga 42-47%. CTPS juga menurunkan transmisi ISPA hingga lebih dari 30% ini diperoleh dari kajian yang dilakukan oleh Rabie and Curtis (2005). Di lain pihak, Unicef menyatakan bahwa CTPS dapat menurunkan 50% insidens flu burung. Praktek CTPS juga dapat mencegah infeksi kulit, mata dan memudahkan kehidupan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Beberapa kajian ini menunjukan untuk bahwa intervensi CTPS dianggap sebagai pilihan perilaku yang efektif pencegahan berbagai penyakit menular.

tangan pakai sabun sangat efektif di lingkungan yang padat penduduk dan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

29

kumuh

sekalipun.

Begitu

banyaknya

manfaat dari

mencuci

tangan pakai Tidak

sabun, diharapkan hal ini bisa menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. heran jika kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, sudah diajarkan di sekolahsekolah sedini mungkin. Mudah saja mendapatkan tubuh yang sehat dan terbebas dari kuman. Hanya dengan mencuci tangan pakai sabun 20 detik, dijamin dari Anda terbebas berbagai selama akan penyakit.

ANJING DAN KUCING SELALU BERMUSUHAN . . . MENGAPA?
Oleh : Roswitha Kusuma Wardhani

APLIKASI CUCI TANGAN PAKAI SABUN Cuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari dapat diterapkan di 5 tatanan (setting) yaitu di rumah tangga, sekolah, tempat-tempat umum, institusi kesehatan dan di lingkungan kerja. Di semua tatanan tersebut pada intinya adalah upaya untuk memberdayakan ‘anggota’ di 5 tatanan tersebut agar tahu, mau, dan mampu mengaplikasikan perilaku CTPS dan berperan aktif dalam mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Sehingga mulai sekarang lakukan kebiasaan mudah dan murah ini agar hidup kita lebih sehat, nyaman dan bermakna……….(selesai) Anjing hutan dan anjing domestik Dalam dongeng anak – anak seribu satu malam ataupun kenyataan dalam kehidupan kita sehari – hari, memang anjing dan kucing selalu bermusuhan. Bahkan permusuhan ini telah dijadikan pepatah atau peribahasa yang berbunyi demikian : “mereka berdua ini bagai kucing dan anjing saja, hampir setiap bertemu pasti selalu bertengkar”. Mungkin memang ada pengecualian beberapa kasus nyata yang lain yakni ada anjing yang bisa hidup berdampingan dengan kucing tanpa adanya permusuhan, namun jumlahnya pasti tidak banyak. Hutan di Nusantara tercinta ini masih banyak dihuni oleh anjing – anjing hutan yang sering kita sebut Serigala. Lolongan anjing hutan ini masih sering terdengar pada malam hari ataupun pagi hari saat mentari mulai muncul di sebelah timur,
Bersambung ke halaman ……. 39

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

30

Anda ingin mendirikan Yayasan ?

Ka
tersalurkan yang bahkan masih

membawa kotoran . . . akhirnya terkumpul pasitas inovatif yang akan dimiliki lebih di laut yang saat ini mulai tidak nyata kotor. bisa dan seseorang Kemungkinan, dengan pimpinannya pikir

bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain, namun apabila tidak akan cenderung merugikan akar dirinya sendiri. Ada banyak kasus individual jarang sekali ditemukannya masalah seorang individu menjadi deserter terhadap pimpinan ataupun kelompoknya yang memiliki lebih parah bagi para bisa stroke, staf pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang potensi fisiknya jarang inovative sehingga seorang menggerogoti Tidak

menampung masukan staf yang inovatif konsep atau membintang mungkin pimpinan

menolak karena beda orientasi . . . orientasi materiel atau orientasi ketenangan jabatan atau lain – lain latar belakang alasan individual. Untunglah bila staf bisa berpikir jernih, loyal alias “membebek” namun apabila perilaku staf menjadi “deserter” pastilah merugikan institusi. Lantunan lagu institusi yang bagus akan enak didengar dan tenang apabila pimpinan dan staf sama bodohnya atau sama pintarnya atau sama orientasinya, baik “programme oriented” ataupun “money oriented”. Oleh karena itu, institusi yang berfungsi sebagai pembina harus lebih jeli apabila institusi dibawahnya bergejolak atau tenang – tenang yang katanya seperti air yang mengalir (ke laut yang menjadi kotor?). Penyelesaian menenangkan masalahnya, atau bukan meninabobokkan

apalagi pada saat aktifnya bermental labil. berkomentar bahwa pimpinannya “bodoh, dan lain sebagainya”. Kenapa demikian?? Mungkin benar – benar bodoh tapi karena keberuntungannya saja yang membuat nasibnya menjadi baik. Bukankah memang demikian kenyataannya bahwa walaupun sudah ada perangkat legislasi persyaratan penentuan sebuah jabatan namun selalu disiasati atau tidak dipedulikan dan bahkan dilanggar sehingga yang diperoleh bukan “the right man on the right place” tapi “the wrong man on the nice place”. Hal ini tidak perlu diperdebatkan namun secara diam – diam bisa kita lihat walaupun seorang mantan pejabat bilang bahwa “biarlah semua itu berjalan seperti air yang mengalir”, wow . . . bukankah air yang

institusi yang bergolak atau memberikan acungan jempol terhadap yang tenang – tenang, tetapi buatlah suatu instrumen pembinaan yang efektif. Mari tanggungjawab. Alkisah para pensiunan yang masih memiliki kapasitas inovatif akan merasa kesepian yang nabrak kiri kanan, yang penting bisa menyalurkan kemampuannya dalam membangun masa depan bangsa. . . . kita songsong masa depan dengan penuh rasa

mengalir itu bisa menguap, bisa mrembes (bhs Jawa) dan mengalirnya pasti kebawah (ke tempat yang lebih rendah) dengan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

31
hukum dalam

Para akan

pensiunan

mantan

pejabat

yang

Penulis menganjurkan agar para pensiunan memperhatikan status pendirian yayasan yang akan dibangun. Secara singkat, sepintas tentang yayasan ini, sebagai berikut : Yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang untuk yang yang dipisahkan mencapai tidak dan tujuan diperuntukkan kemanusiaan, anggota. Kementrian berwenang dalam pendirian yayasan ini adalah kementrian kehakiman dan hak azasi manusia. Yayasan dapat mendirikan badan usaha yang kegiatannya sesuai dengan maksud dan tujuan yayasan; bentuk dengan Yayasan dapat melakukan penyertaan dalam berbagai usaha yang bersifat prospektif ketentuan seluruh penyertaan

Hubungan Antar Manusia (HAM)nya bagus memperoleh sebagai pekerjaan konsultan lanjutan, ataupun misalnya

sebagai staf kesekretariatan yang dianggap penting oleh institusi asal mereka bekerja sehingga mereka masih mempunyai kesempatan untuk menyalurkan kapasitas inovatifnya bagi institusi. Bagi pensiunan yang tidak memiliki kesempatan pekerjaan tersebut akan merasa kesepian bila tidak memiliki kesibukan lain bahkan mantan pejabat yang tipe kepemimipinannya kasus “post power sakit – otoriter bisa terkena

tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan mempunyai

syndrome”, sering marah – marah di rumah karena terbiasa marah di kantor, sakitan yang selanjutnya terkena stroke, dll. Untuk para pensiunan yang tidak memiliki kesempatan bekerja dari institusi asal dia bekerja, bakat kemampuan marah, inovatif ataupun sebaiknya

tersebut paling banyak 25 % (dua puluh lima persen) dari seluruh nilai kekayaan Yayasan; Anggota Pembina, Pengurus, dan Pengawas Yayasan dilarang merangkap sebagai Anggota Direksi atau Pengurus dan Anggota Dewan Komisaris atau Pengawas dari badan usaha. Yayasan didirikan oleh satu orang atau lebih dengan memisahkan sebagian harta kekayaan pendirinya, sebagai kekayaan awal; Pendirian Yayasan dilakukan dengan akta notaris dan dibuat dalam bahasa Indonesia; berdasarkan Yayasan surat dapat wasiat; didirikan Biaya

disalurkan melalui institusi independen yang dipimpinnya sendiri yakni dengan cara mendirikan sebuah yayasan sosial. Yayasan yang akan didirikan lebih tepat bila bermitra dengan sektor asal mereka bekerja, bisa sebagai fungsi kontrol, bahkan bisa sebagai oposan namun harus memiliki tujuan demi kepentingan syarat bangsa ini. Selanjutnya, Apakah Anda bisa serta apakah yayasan itu? Bagaimana syarat – pendiriannya? dll? tanggungjawabnya, tahun 2001 tentang

membaca Undang – undang nomor 16 Yayasan, membaca legislasi dibawahnya yang lebih operasional. Kenyataan menunjukkan bahwa banyak sekali yayasan – yayasan yang sudah mulai beroperasi namun status hukumnya tidak legal. Oleh karena itu,

pembuatan akta notaris ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah; Dalam hal Yayasan didirikan oleh orang asing atau bersamasama orang asing, mengenai syarat dan tata cara pendirian Yayasan tersebut diatur

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

32

dengan Peraturan Pemerintah. Dalam pembuatan akta pendirian Yayasan, pendiri dapat diwakili oleh orang Dalam lain hal berdasarkan surat kuasa;

instansi terkait; atau b. setelah lewat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal jawaban kepada permintaan terkait pertimbangan tidak diterima. Dalam ditolak, hal permohonan wajib pengesahan Menteri memberitahukan instansi

pendirian Yayasan dilakukan berdasarkan surat wasiat, penerima wasiat bertindak mewakili pemberi wasiat; Dalam hal surat wasiat tidak dilaksanakan, maka atas permintaan pihak yang berkepentingan, Pengadilan dapat memerintahkan ahli waris atau penerima wasiat yang bersangkutan untuk melaksanakan wasiat tersebut. Yayasan memperoleh status badan hukum setelah akta pendirian memperoleh Kewenangan pengesahan dari Menteri;

secara tertulis disertai dengan alasannya, kepada pemohon mengenai penolakan pengesahan tersebut; tidak sesuai dengan Alasan penolakan ketentuan dalam adalah bahwa permohonan yang diajukan Undang-undang ini dan/atau pelaksanaannya. Akta pendirian memuat Anggaran Dasar dan keterangan lain yang dianggap perlu; Anggaran Dasar Yayasan sekurangkurangnya memuat: a. nama dan tempat kedudukan; b. maksud dan tujuan serta kegiatan c. untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut; d. jangka waktu pendirian; e. jumlah pendiri benda; f. cara memperoleh dan penggunaan kekayaan; g. atau anggota Pengawas; h. hak dan kewajiban anggota Pembina, Pengurus, dan Pengawas; i. tata cara penyelenggaraan rapat organ Yayasan; cara dan Pembina, pengangkatan, penggantian dan Pengurus, pemberhentian, kekayaan dari dalam bentuk awal uang yang pribadi atau dipisahkan kekayaan peraturan

Menteri dalam memberikan pengesahan akta pendirian Yayasan sebagai badan hukum dilaksanakan oleh Kepala Kantor. Wilayah Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia atas nama Menteri, yang wilayah kerjanya Kepala meliputi Kantor tempat Wilayah kedudukan Yayasan; pengesahan, Dalam memberikan

Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dapat meminta pertimbangan dari instansi terkait. Pengesahan akta pendirian diajukan oleh pendiri atau kuasanya dengan mengajukan permohonan tertulis kepada Menteri; Pengesahan diberikan dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal lengkap. permohonan Dalam diterima hal secara diperlukan

pertimbangan pengesahan diberikan atau tidak diberikan dalam jangka waktu: a. paling lambat 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal jawaban permintaan pertimbangan diterima dari

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

33

j. ketentuan

mengenai dan

perubahan pembubaran

Dasar Yayasan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengurus Yayasan diangkat oleh Pembina berdasarkan keputusan rapat Pembina untuk jangka waktu selama 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan; Susunan Pengurus sekurang-kurangnya terdiri atas: • seorang ketua; • seorang sekretaris; dan • seorang bendahara. Nah, selanjutnya sektor atau instansi mana saja yang memberikan pertimbangan dalam pendirian yayasan ini, antara lain yakni sektor sosial (Depsos), BK3S, dll yang mengeluarkan ijin operasional yayasan. Selamat menikmati tugas dalam pekerjaan yang baru. (RBAW)

Anggaran Dasar; k. penggabungan Yayasan; dan l. Penggunaan kekayaan sisa likuidasi atau penyaluran kekayaan Yayasan setelah pembubaran. Keterangan kurangnya tempat dan lain nama, memuat alamat, Pendiri, tanggal sekurangpekerjaan, lahir, serta Pembina,

kewarganegaraan

Pengurus, dan Pengawas; Jumlah minimum harta kekayaan awal yang dipisahkan dari kekayaan pribadi Pendiri ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah a. Yayasan tidak boleh memakai nama yang: b. telah dipakai secara sah oleh Yayasan lain; atau c. bertentangan dengan ketertiban

EMPAT SEHAT LIMA SEMPURNA ???

umum dan/atau kesusilaan. Nama Yayasan harus didahului dengan kata "Yayasan"; Dalam hal kekayaan Yayasan berasal dari wakaf, kata "wakaf" dapat ditambahkan setelah kata "Yayasan". Kekayaan Yayasan berasal dari sejumlah kekayaan yang dipisahkan dalam bentuk uang atau barang; kekayaan Selain Yayasan kekayaan dapat tersebut,

diperoleh dari : • sumbangan atau bantuan yang tidak mengikat; • wakaf; • hibah; • hibah wasiat; dan • perolehan bertentangan lain yang tidak dengan Anggaran

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

34

Kr
sebelum

iteria

ilmiah baru

untuk

pandemi telah sampai dengan saat ini, antara lain : 1. Melakukan Sistem • Kewaspadaan Dini (SKD) melalui deteksi dini dalam : Pengawasan kapal dalam karantina Pemeriksaan lebih intensif kapal yg

influenza

(H1N1)

terpenuhi atas dasar kejadian yang ada. Penularan virus Influenza baru (H1N1) ini mudah menjalar dari orang ke orang lain, dan dari satu negara ke negara lain. Sejak ditetapkannya kejadian Influenza baru (H1N1) sebagai pandemi pada tanggal 11 Juni 2009 oleh Margaret Direktur Jenderal WHO Dr Kantor Kesehatan Chan,

PENCEGAHAN MASUKNYA H1N1 MELALUI PELABUHAN LAUT (Summary report)

terhadap

datang dari luar negeri, untuk kapal yang berasal dari negara terjangkit dilakukan pemeriksaan lebih intensifdi Luar Dam (zone Quarantine), sedang kapal yang berasal dari negara sehat tetap dilakukan pemeriksaan intensif namun pemeriksaannya dilakukan di Kade (dermaga).

Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok melakukan pencegahan secara intensif agar tidak menyebar masuk ke Indonesia melalui pelabuhan Tanjung Priok.

H1N1 vs H5N1 Kita tahu bahwa virus tersebut telah masuk Indonesia namun upaya pencegahan tersebut masih tetap harus dilakukan agar tidak menambah jumlah kasus kesakitan Influenza baru (H1N1) ini. Disisi lain kasus influenza H5N1 (flu burung) yang sangat mematikan ini juga masih tetap bercokol di bumi pertiwi. Yang paling di khawatirkan antar adalah virus ini terjadinya yang bisa perkawinan
Petugas KKP Kelas I Tanjung Priok diatas motor boat menuju luar dam guna pemeriksaan kapal dalam karantina

memunculkan virus dengan sub tipe yang baru, dengan tingkat keganasan yang mematikan seperti pada H5N1 dan potensi penularannya tinggi seperti pada H1N1.

Apa yang dilakukan KKP? Beberapa kegiatan antisipatif yang dilakukan oleh KKP Kelas I Tanjung Priok
Petugas KKP Kelas I Tanjung Priok diatas kapal di luar dam bersiap dalam Pemeriksaan kapal dalam karantina

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

35

Pemeriksaan kesehatan Awak kapal dan penumpang lebih intensif dan orang per orang, dan termasuk kasus penanganan Infeksi rujukan

tersangka ke Rumah Sakit Penyakit Soelianti Saroso (RSPI) serta Health Allert Cards pemberian •

terhadap yang terpapar Pemeriksaan kesehatan lebih Intensif terhadap kerjanya Tanjung Priok, untuk mengantisipasi masuknya pelabuhan kasus Tanjung H1N1 Priok, melalui yang kunjungan pasien yang
Petugas KKP Kelas I Tanjung Priok berada di atas kapal bersiap untuk pemeriksaan kesehatan awak kapal

datang di Klinik KKP dan Wilayah

melibatkan seluruh stake holder di pelabuhan Tanjung Priok. •

Hasil sosialisasi oleh KKP Kelas I Tanjung Priok bahwa melalui ini para surat stake edaran holder dan hasil juga pertemuan membuahkan

menyelenggarakan dan memfasilitasi
Bpk Dirjen PP & PL meninjau kelengkapan peralatan Medis di KKP Kelas I Tanjung Priok

pertemuan – pertemuan berikut untuk mengantisipasi masuknya kasus H1N1 yang melalui pelabuhan Tanjung Priok, antara lain pertemuan – pertemuan yang diselenggarakan dan difasilitasi oleh Administrator Pelabuhan, oleh Insa Jaya, oleh BKKP, dan lain – lain stake holder.

Pengawasan

terhadap

Klinik

berada di lingkungan Pelabuhan 2. • Melakukan sosialisasi melalui : Surat edaran KKP Kelas I Tanjung Priok membuat surat edaran secara terus menerus

sebagai tindak lanjut surat – surat edaran Dirjen PP & PL – Depkes RI • Pertemuan Pertemuan pertemuan oleh KKP yang Kelas I

3. Diseminasi informasi melalui pemasangan poster dan leaflet 4. Komunikasi, edukasi dan informasi (KIE) terhadap kapal awak para kapal, agen penumpang pelayaran, dan

diselenggarakan

dengan muatan – muatan :

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

36

Pertemuan jejaring kerja dan kemitraan seluruh stake holder yang diselenggarakan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok

Jika menderita Influenza, agar : • Melapor ke KKP atau Puskesmas • Tetap tinggal di rumah • Menghindari tempat – tempat umum selama 7 hari • Menerapkan etika batuk • Memakai masker • Hygiene diri dengan cara selalu
Bahan dan peralatan yang digunakan Mengantisipasi masuknya kasus H1N1

mencuci tangan dengan sabun • Tempat tinggal agar ada ventilasi dan sirkulasi udara yang baik • PHBS • Minum obat sesuai anjuran • Makanan bergizi dan cairan yang cukup 5. Penguatan sarana melalui penyediaan obat – obatan, alat pelindung diri (APD) bagi petugas, dll 6. Penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui pembinaan staf dan simulasi 7. Penguatan institusi Tidak kalah pentingnya institusi dengan adalah cara penguatan

Pelabuhan Utama Tanjung Priok Nonor : UK.117/31/6/AD.RPK-09 pada tanggal : 23 Juli 2009 tentang Pembentukan Tim Kewaspadaan, Pencegahan dan Penanganan Influenza A Baru (H1N1) di Pelabuhan Tanjung Priok.

Selamat bekerja. (RBAW)

pembentukan tim penanganan H1N1 melalui Surat Keputusan Administrator

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

37

Si
sering Untuk

rih merupakan tanaman merambat kita temukan yang di

memamah sirih. Silakan anda berkunjung ke Kupang, dan lebih banyak lagi ke pulau Sabu ; (di Red). peta pulau di Sawu
O

daerah pedesaan yang sengaja ditanam oleh penduduk perkotaan, kebanyakan batang ditanam menjalarnya pada pot bunga, yang diarahkan keatas sebagai penghijauan untuk halaman depan bangunan rumah lantai dua, sedang pot tempat akarnya tumbuh tetap berada di lantai dasar guna memudahkan Tanaman sirih dalam ini bisa Untuk kadang penyiramannya. setempat. daerah
le h :I re

Untuk

wilayah pulau Jawa, yang dipakai untuk sirih daunnya Tenggara yang untuk sirih

SI ne RIH

memamah adalah Nusa Timur, dipakai memamah

Ku su m as tu ti

sedang di wilayah

adalah buahnya. Mana yang lebih enak? atau Silakan mencobanya sendiri. membangun bronch sebuah captering, bangunan Perlindungan Mata Air atau disebut penduduk Kabupaten Ngada – Propinsi Nusa Tenggara Timur mengadakan upacara adat, salah satu acaranya adalah seluruh peserta upacara diminta untuk memamah sirih yang disuguhkan. Ini merupakan salah satu adat kebiasaan bangsa Indonesia yang unik namun dapat menumbuhkan kebersamaan dan kegotongroyongan serta tingginya pesan moral yang terkandung didalamnya. Campuran dalam memamah sirih; campuran memamah sirih untuk di wilayah pulau Jawa adalah gambir, kapur, pinang dan tembakau sebagai pengoles Daunnya buahnya? anda

merambat keatas sampai ketinggian lebih dari 10 meter, bagus untuk penghijauan bangunan rumah di lantai dua. Yang pasti, tanaman sirih ini banyak ditemukan di hutan tropis yang tumbuh liar, termasuk hutan – hutan di Indonesia. Daun dan buahnya biasa dimamah dengan cara mengunyah namun tidak ditelan, biasanya dilakukan oleh para orang – orang tua di daerah pedesaan walau kadangkala juga ditemukan beberaapa orang kota bahkan para profesional yang memamah percaya, sirih. namun Anda mungkin ini tidak bisa kenyataan

ditemukan di daerah Nusa Tenggara Timur, bahkan seorang dokter spesialispun juga

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

38

bibir sedangkan untuk di wilayah Nusa Tenggara Timur hanya memakai campuran kapur, pinang dan tembakau sebagai pengoles bibir serta serabut buah pinang sebagai sikat gigi. 3. bulat,

setelah mendidih biarkan selama 10 menit. Selanjutnya air rebusan daun sirih tersebut dipakai untuk berkumur, lakukan ini setiap 3 jam sampai berangsur – angsur gusi sembuh dan tidak mengeluarkan darah. Bau mulut Untuk menghilangkan bau mulut, caranya sama dengan pada gusi bengkak yakni rebuslah 5 helai daun sirih yang masih berwarna hijau kedalam 2 gelas air, setelah mendidih biarkan selama 10 menit. Selanjutnya air rebusan daun sirih tersebut dipakai untuk berkumur, lakukan ini pagi, siang dan malam sebelum tidur 4. Sakit gigi Untuk menghilangkan sakit gigi, juga sama dengan pada gusi bengkak ataupun bau mulut, yakni rebuslah 5 helai daun sirih yang masih berwarna hijau kedalam 2 gelas air, setelah mendidih biarkan selama 10 menit. Selanjutnya air rebusan untuk daun sirih tersebut dipakai berkumur,

Batang, daun dan buah sirih Batang berwarna merupakan hijau sirih berbentuk kecoklatan, mempunyai akar,

ruas sekitar 10 – 15 cm. Ruas batang sirih ini tempat munculnya munculnya cabang, munculnya daun dan munculnya bunga / buah. Daun sirih muda berwarna hijau sedang yang tua akan semakin menguning dan selanjutnya akan jatuh atau tanggal. Buah sirih berbentuk batang lonjong sekitar 10 cm berwarna biru muda keabu – abuan.

Kegunaan sirih. Sangat banyak sekali kegunaan sirih bagi kita manusia, namun hanya beberapa saja yang akan Penulis kemukakan, antara lain : 1. Memamah sirih Seperti yang Penulis ceriterakan diatas, bahwa beberapa daerah melakukan upacara sebagai penduduk bersama pelaku. 2. Gusi bengkak atau berdarah Bila gusi bengkak atau berdarah, 6. rebuslah 5 helai daun sirih yang masih berwarna hijau kedalam 2 gelas air, adat selingan pada bahkan dengan bagi saat mamah cara memamah sirih bersama, disamping kebiasaan ngrumpi sirih bagi ini si 5.

lakukan ini berulang – ulang sampai rasa sakitnya hilang. Mimisan Yang sering ditemui biasanya yang sakit mimisan adalah anak – anak. Ambillah sehelai daun sirih, dicuci dengan air hangat sampai bersih, digulung kecil, kemudian salah satu ujung gulungan daun sirih tersebut dipotong, selanjutnya masukkan potongan gulungan daun sirih tersebut kedalam hidung sekitar 1 cm. Bagi wanita

menyebabkan

ketagihan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

39

Bagi wanita dewasa yang belum kawin, vagina dewasa untuk menghilangkan untuk sudah, bau untuk sedangkan yang wanita

menghilangkan bau dan membuat vagina menjadi rapat. Caranya, ambilah daun sirih muda yang berwarna hijau sebanyak 15 lembar, secukupnya direbus dalam dengan panci air kecil,

setelah mendidih dibiarkan selama 10 menit dengan api masih menyala. Selanjutnya taruh dibawah kaki depan sebuah tanpa tertimpa tersebut. kursi, sedang wanitanya dalam, sirih
Sambungan dari halaman …………. 29

duduk di kursi dengan kaki terbuka memakai uap celana dengan harapan agar pagina dapat rebusan hal daun ini, Dalam aturlah yang

lolongannya menyeramkan dan membuat bulu kuduk berdiri. Lolongan anjing hutan atau asu ajag (bahasa penduduk di lereng Gunung Raung – Banyuwangi lokasi : red) menunjukkan bahwa di dalam jumlah yang besar. Anjing rumah merupakan serigala yang telah mengalami domestikasi, walaupun juga sama – sama mamalia karnivora tetapi sudah tidak liar atau tidak buas lagi, selanjutnya berkembang menjadi ratusan ras dengan berbagai macam variasi. Variasinya bermacam – macam, mulai dari tinggi badan, bentuk muka raungan

kedudukan kursi dan panci agar tidak membahayakan sementara diuap. Selamat mencoba. Bagi para pembaca buletin yang belum pernah melihat tanaman sirih, disini ditampilkan beberapa foto tanaman sirih. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Selamat mencoba, terutama bagi wanita dewasa. (selesai) wanita

tersebut terdapat sekelompok anjing hutan

PHOTO TANAMAN SIRIH

sampai ke warna dan bentuk bulu. Anjing domestik merupakan makhluk sosial yang bisa hidup tinggal bersama manusia, bisa diajak bermain, bisa dilatih, dan merupakan binatang yang paling anjing setia juga terhadap memiliki manusia yang memeliharanya. Disamping kesetiaannya,

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

40
dengan makanan mengingat manusia lain dari

kecerdasan yang cukup tinggi sehingga bisa melakukan kegiatan sesuai perintah majikannya walaupun harus melalui pelatihan – pelatihan tertentu, misalnya anjing dipakai di bandara karena melalui hidungnya bisa menunjukkan letak narkoba, dipakai berburu karena keahliannya dalam menaklukkan kecerdasan buruannya, anjing dalam dll. Tingkat menunjukkan

sudah mengalami domestikasi. Kucing juga dapat padi dan bersosialisasi atau lebih bahan mampu bila sehingga dapat dipakai sebagai penjaga gangguan tikus. Kucing betina lebih pandai perintah dengan majikannya dibandingkan

kucing jantan.

kepandaiannya, tergantung jenis anjing. Anjing memiliki otot yang kuat, tulang pergelangan kaki yang bersatu sehingga memiliki kecepatan berlari yang kencang, sedang giginya untuk menangkap dan mencabik mangsanya. Anjing bisa melihat warna kuning, ungu atau violet dan tidak bisa melihat secara detail namun lebih sensitif terhadap cahaya dan gerakan bila dibanding dengan manusia. Anjing dapat menggerakkan menegakkan) menentukan sebenarnya, agar lokasi daun lebih telinganya cepat bisa suara (memiringkan, memutar, menidurkan dan sumber

Beda perilaku kucing dengan anjing ? Beda perilaku kucing dan anjing yang perlu kita ketahui dalam kenyataan kehidupan sehari – hari, antara lain : 1. Apabila makanan yang diberikan oleh Sang Majikan sangat kurang : anjing dan kucing akan mencari makanan di tempat lain, namun anjing akan kembali pulang ke rumah Sang Majikan sedang kucing akan tetap tinggal di tempat yang banyak memberikan makanan (tidak pulang lagi ke rumah Sang Majikan). 2. Pada saat Sang Majikan tiba di rumah atau bertemu dimanapun, anjing Majikan pasti menyambut Sang walaupun sebelumnya

disamping itu juga mampu

mendengar suara yang sumbernya empat kali lebih jauh dari yang dapat didengar oleh manusia. Beberapa penyakit pada anjing juga merupakan penyakit pada manusia, disamping juga bisa mengalami keletihan, kesakitan akibat temperatur udara yang berubah secara drastis, dll. Penyakit anjing yang paling mengerikan dan dapat menular ke manusia adalah penyakit anjing gila atau rabies.

dalam keadaan tidur sedang kucing akan berdiam diri tidak peduli pada majikannya, kecuali Sang Majikannya terlebih 3. Ekor anjing dahulu akan yang digoyang – mendatanginya. goyangkan atau dikibas – kibaskan pada saat dia senang, sedang ekor digoyang – goyangkan atau dikibas – kibaskan pada kucing pertanda

Kucing Kucing juga merupakan mamalia karnivora, ada yang liar juga ada yang

bahwa si kucing sedang marah. Hal inilah yang menyebabkan kucing

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

41
berbeda bila kita budaya, saling

dan

anjing

tidak

bisa

hidup

bertengkar saling terkam. Nah, manusia saling alangkah baiknya

berdampingan, karena pasti akan bertengkar. Betapa tidak? Pada saat anjing mau mengajak kucing bermain maka anjing akan menghampiri kucing dengan mengibas – ibaskan dan menggoyang – goyangkan ekornya; tetapi tidak disangka bahwa anjing kucing marah yang dan menyangka bahwa

mengetahui simbul – simbol perbedaan antara sesama agar tidak saling mencakar.
Cit…. Cit... Aku bukanlah sumber Masalahnya lho …….. !!!

menantangnya sehingga kucing langsung menerkam dan mencakar anjing; tanpa banyak komentar anjing langsung membalas terkaman dan gigitannya. Oleh simbol yang berbeda tersebut, maka selalu kita lihat anjing dan kucing selalu menghasilkan fakta-fakta empiris, pengujian kebenaran konsep, beberapa proposisi dan beberapa teori Namun demikian dalam pelaksanaan suatu proses kajian, tidak bisa meninggalkan fungsi – fingsi manajemen, termasuk budgeting. Fungsi manajemen merupakan elemen – elemen dasar yang akan selalu ada oleh Fungsi dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan manajer dalam melaksanakan meliputi (staffing), pelaporan kegiatan kajian untuk mencapai tujuan. manajemen tersebut staf merencanakan (planning), mengorganisir (organizing), mengordinasi (reporting), (budgeting). manajemen Untuk ini memerintah dan (coordinating),

KAPAN SAYA BISA MELAKUKAN KAJIAN ???
Kajian merupakan proses masalah menggunakan akan ditemukan suatu suatu dengan prosedur kebenaran.

pemecahan

yang sistematis, logis, dan empiris sehingga Sistematis dalam arti memiliki metode atau tata cara dan tata urutan serta bentuk kegiatan yang jelas dan runtut. Logis dalam arti menggunakan akal. prinsip Empiris yang dalam dapat arti diterima

berdasarkan realitas atau kenyataan. Oleh karena itu, kajian merupakan proses yang sistematis, logis, dan empiris untuk mencari kebenaran ilmiah atau pengetahuan ilmiah. Sumbangan kajian terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, yang akan

penganggaran tergantung saya

Namun penggunaan fungsi bervariasi

keinginan masing – masing manajer. menjawab, kapan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

42

melakukan kaijian? Inilah jawabnya : Fungsi penting manajemen dan tidak mungkin bisa ditinggalkan dalam melaksanakan suatu kajian yakni fungsi anggaran sesuai penganggaran biaya yang (budgeting); selanjutnya suatu kajian, pasti memerlukan memadai kebutuhan. Harapan

secara optimal, dibawah ini disajikan hasil kajian Mr. X tentang pilihan gambar dan sikap seorang pria. Jika anda seorang pria, silakan pilih gambar yang anda sukai dibawah ini. Pilih : segi enam beraturan atau segi empat atau segi tiga atau lingkaran? Jawaban dapat dilihat pada halaman .... 47

tinggal harapan, kenyataannya anggaran kajian tersebut tidak muncul lagi. Sebagai selingan agar kita tetap segar (fresh) dalam melaksanakan tugas

Bom

di Jakarta pada bulan Juli 2009, tepatnya

(pengebom bunuh diri) adalah juga bangsa kita, sedang perancangnya yang masih hidup dan tersenyum justru bukan bangsa kita. Syukurlah beberapa waktu kemudian para perancang bom ini melalui bisa ditemukan yang dilakukan oleh aparat yang berwenang, dan yang masyarakat menyengsarakan terhadap pasti yang atas informasi mulai gerah Hal ini diberikan oleh penggerebekan

pada tanggal 17 Juli 2009 pukul 07.47 dan 07.57 terjadi di kawasan Mega Kuningan - Jakarta di hotel JW. Mariott dan Ritz – Carlton. Peristiwa bom di dua hotel ini adalah peristiwa bom bunuh diri yang menewaskan 9 orang korban dan melukai lebih dari 50 orang, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Peristiwa memilukan ini terjadi sembilan juga hari setelah dua pemilu hari sebelum Presiden dan wakil Presiden kita dan menjelang kedatangan tim sepak bola Manchaster United yang direncanakan menginap di hotel Ritz – Carlton untuk melakukan pertandingan dengan tim sepak bola Indonesia pada tanggal 20 Juli 2009. Kejadian ini adalah pilu bangsa kita, keamanan di negara kita dianggap kurang bagus, korban secara langsung dan tidak langsung menimpa saudara – saudara kita terutama yang tingkat ekonominya menengah kebawah. Pelaku yang disebut sebagai pengantin

BOM JAKARTA JULI 2009

dengan tindak – tanduk para teroris yang masyarakat. bahwa memang tergantung dari sosialisasi moral masyarakat tindakan tersebut adalah tidak benar dan akan memperoleh sangsi hukum yang berat; bahkan masyarakat mulai menolak daerahnya dijadikan tempat pemakaman

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

43

para teroris yang yang mati tertembak. Tampaknya para pengantin ini bersedia sebagai pelaku bom bunuh diri oleh karena tingkat ekonominya yang susah bak “hidup segan mati tak hendak”, . . . mendapat sorga”, . . . tawaran yang menjajnjikan walau tidak jelas, ditambah lagi “masuk akhirnya diterima, mungkin demikian ceriteranya. Marilah kita lihat, kepulangan para Tenaga Karja Indonesia (TKI) yang pulang paksa dari negeri Jiran (Malaysia), waduuu . . . terenyuh rasanya, sebagian besar tanpa membawa uang hasil kerja, ada yang masih tampak luka cambuk akibat sangsi hukum yang diterimanya di negeri Jiran, ada yang hamil tanpa bapak, ada yang membawa anak tanpa suami . . . dan Jumat. Bila silakan tengok di memiliki jiwa Pelabuhan Tanjung Priok setiap hari Selasa anda nasionalis, pastilah hati anda akan merasa

tersayat, mereke – mereka adalah bangsa kita. Disisi lain, kita tahu bahwa perancang pengeboman di negara kita, bukanlah berasal dari negara kita sendiri. Kita tidak perlu sinisme terhadap negara asal pengebom tetapi marilah kita renungkan, selama ini kita menyembunyikan para teroris sehingga para aparat aktor masyarakat merasa sulit menemukan penolakan perencana terhadap aktor

pengeboman tersebut. Barulah mulai ada pengebom setelah munculnya sosialisasi moral dan sangsi hukum yang berat akan diterima bagi mereka yang mendukung aktor pengebom tersebut. Memang benar bahwa “bersama kita bisa”, artinya seluruh komponen masyarakat akan bisa membersihkan unsur – unsur pengebom dari negeri kita tercinta ini. Ajakan ini artinya dalam dan bisa kita lakukan. (RBAW) bangsa kita. Pada tanggal 30 September 2009 juga terjadi gempa dan tsunami berkekuatan 8,3 skala richter di negara kepulauan Samoa – Pasifik Selatan, ratusan orang meninggal dunia dalam musibah tersebut. Memang tanda – tanda zaman bahwa bumi semakin tua, kejadian ini tidak bisa dihindari, kita hanya bisa meminimalisir jatuhnya korban jiwa dan meminimalisir kerugian harta benda. Kita berharap akan kasih sayang Tuhan selalu merangkul kehidupan kita. (RBAW)

Gempa
ratusan orang

berkekuatan 7,3 skala richter yang berpusat

sekitar 142 km Barat Daya Tasikmalaya – Jawa Barat, juga menimpa Jawa Barat dan seluruh DKI Jakarta yang menyebabkan meninggal dunia dan puluhan orang hilang, banyak yang luka ringan hingga luka berat. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 2 September 2009 sekitar pukul 14.55 WIB. Bangunan rumah penduduk dan infra struktur di Propinsi Jawa Barat banyak yang rusak berat, kerugian materiel dan moril tidak terhitung banyaknya, sekali lagi kasihan bangsa kita. Setelah bertubi – tubi terjadinya pengboman di negeri kita, kini tertimpa gempa yang mengenaskan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

44
sering

sedang

RELAKSASI

Aduuh. . . Cinderella .Putri memarahinya. Cinderella tersangka hanya dapat jatah kasus Pes ? makanan yang terbatas
dengan lauk pauk yang

Ibu

tirinya

Pa
ada tinggal anak tidak

da

zaman

dahulu kala, sesepasang di sebuah seorang cantik nama yang nama

Oleh : Ny. BERTHA M. PASOLANG, SSos lebih sedikit bila dibanding

keluarga berbahagia dengan kedua saudara tirinya, bahkan yang sangat menyakitkan adalah kamar tidur yang tadinya dipakai oleh Cinderella, ternyata dijadikan sebagai kamar tidur bagi kedua saudara tirinya sedang Cinderella harus tidur di dapur. Kondisi kebersihan dapur pada saat itu sangat memprihatinkan, panas, Saat . . . dan udaranya sekali pengap tanpa ventilasi, udaranya tikusnya. pada siang hari banyak desa kecil, mereka dikaruniai perempuan diketahui

Cinderella. Adanya wabah penyakit yang penyakitnya menyebabkan Sang Ibu meninggal dunia sehingga Sang Ayah. Oleh rasa kesulitan merawat anak perempun yang cantik ini, maka Sang Ayah mencari sesosok perempuan lain untuk dijadikan Ibu bagi anak perempuannya. Akhirnya Sang Ayah mendapatkan istri seorang Janda dengan dua orang anak dapat perempuan menjadi Ibu yang yang diharapkan

saat sebelum tidur,

kadang bercengkerama dengan tikus – tikus yang mulai akrab dengan keberadaan Cinderella yang tidur di dapur, padahal tikus – tikus tersebut dapat menularkan penyakit Pes (Plague) melalui kutunya dan penyakit leptospirosis melalui kencingnya. Keakraban Cinderella dengan tikus – tikus yang bermukim dalam dapur tersebut Cinderella menyebabkan keterpaparan

mampu merawat Si Cinderella. Selanjutnya, Janda dan kedua anaknya tersebut tinggal bersama Cinderella dan ayahnya. Pada awalnya, Cinderella merasa sangat senang sekali karena disamping memiliki Ibu sebagai pengganti Ibu kandungnya yang telah meninggal dunia, namun juga memiliki saudara sebaya yang dapat sebagai teman bermain di rumahnya. Harapan Cinderella, tinggal harapan, sedangkan kenyataannya justru kedua saudara tiri dan Ibu tirinya ini menyakitkan hati Cinderella. Nasib Cinderella sebagai anak tiri sangat menyedihkan, saudara tirinya selalu menyudutkan Cinderella

akan penyakit yang dapat ditularkan oleh penyakit Pes yang pada saat itu sering mewabah di beberapa negara. Jenis – jenis tikus yang mejadi tempat tinggal pinjal yang menularkan penyakit Pes ini, antara lain : R.r. diardii, S. murinus, R. exulans, Hiomys suillus, R. tiomanicus, dan penularnya cheopis, antara Neopsylla pinjal yang menjadi lain : Xenopsylla Stivalius sondaicus,

cognatus, Culex iritans, sedangkan kuman

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

45
kencana bahwa dari tersebut. “anakku, jam 12.00

penyebab penyakit Pes ini adalah Bakteri Yersinia pestis (Pasteurella pestis), berbentuk batang, gram negatif, bipolar, non motil dan non sporing. Suatu hari Cinderella tiba - tiba jatuh sakit, demam tinggi, tubuh menggigil, perasaan tidak enak dan malas, nyeri otot, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar lipat paha, ketiak, dan leher (bubo sebesar buah duku bentuk oval dan lunak, serta nyeri), kelenjar limpa membengkak. Bapaknya kerja di luar kota pulang sebulan sekali, sedang Ibu tiri dan saudara tirinya sama sekali tidak memperhatikannya dia dalam dia kondisi sehingga Dalam calon gadis. Cinderella kondisi permaisuri Apadaya

penarik kepada jangan malam”.

kereta Cincerella sampai

Selanjutnya, Sang Ibu kandung berkata berangkatlah ke pesta kerajaan, namun lewat Kedatangan Cinderella dengan

berpakaian indah dan memakai kereta kencana ini mengejutkan Sang Pangeran sehingga pesta dengan secepatnya Cinderella Sang langsung arena dan menjemput memasuki Pangeran

tersebut.

Cinderella sangat menikmati pesta tersebut, mereka berdua sangat serasi bak seorang Raja dan Sang Permaisurinya. Pesta berlangsung meriah dengan sarana yang mewah sekali, . . . . tanpa terasa waktu hampir menunjukkan jam 12.00, dengan cepat Cinderella segera berlari pulang sesuai pesan Sang Ibu Kandungnya, sampai – sampai Cincerella hampir terjatuh di tangga trap aula tempat pesta sehingga salah satu sepatu kacanya tertinggal. Sesampainya di rumah, kereta kencana menguap hilang dan kudanya berubah kembali menjadi tikus. Setelah Cinderella pulang, Sang Pangeran merasa menyesal karena tidak sempat menanyakan siapa dan dimana tempat tinggal Cinderella. Jalan keluar Sang tentara Pangeran kerajaan kaca untuk adalah untuk yang menemukan mengerahkan Cinderella

pingsan tanpa ada yang merawatnya. pingsan melalui nasib bermimpi pesta yang tentang seorang pangeran yang mencari suatu kerajaan yang mengundang seluruh gadis – Cinderella miskin dan tidak diperhatikan oleh keluarga, tidak memiliki pakaian untuk datang ke pesta tersebut. Untunglah Cinderella sering bercengkerama dan dekat sekali dengan tikus – tikus sehingga dalam mimpinya itu tikus – tikus tersebut bergotongroyong merajut pakaian pesta untuk Si cantik Cinderella sehingga dia memiliki pakaian pesta yang indah sekali buatan tikus – tikus temannya, pakaian penuh dengan pernik – pernik mutiara dan sepatu dari kaca. Pada saat pesta, menjelang Sang keberangkatannya Ibu untuk ke kandung ke datang

mencari Cinderella dari rumah ke rumah dengan membawa sepatu tertinggal di tempat pesta kerajaan.

menjumpainya Cinderella kerajaan tikusnya

menghadiahkan tempat pesta tikus –

Akhirnya, Cinderella ditemukan, Cinderella dan keluarganya diboyong ke Kerajaan dan Cinderella dinikahkan dengan Sang Pangeran, menjadi Putri calon permaisuri kerajaan. Itulah mimpi Putri Cinderella pada

sebuah kereta kencana untuk mengantar datang tersebut, disulap sedangkan

menjadi

kuda sebagai

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

46

saat pingsan, dan pada keesokan harinya Putri Cinderella ditemukan tidak bernyawa lagi di dapur bersama teman bermainnya Si tikus yang juga banyak yang mati karena penyakit Pes. Demikianlah ceritera sedih dan sekaligus ceritera bahagia tentang Putri Cinderella yang menjadi calon permaisuri kerajaan. Semoga kasus Pes ini tidak terjadi lagi di bumi Pertiwi tercinta ini. Kenapa demikian ??? Karena : Pes sudah pernah masuk ke bumi Pertiwi ini pada tahun 1910 melalui pelabuhan pada Tanjung tahun Perak Surabaya, 1916 melalui

inkubasi untuk pes paru - paru adalah 2 – 4 hari. Selanjutnya, marilah kita lihat gambar – gambar panderita Pes.

pelabuhan Tanjung Mas - Semarang, pada tahun 1923 melalui pelabuhan Cirebon dan tahun 1927 melalui pelabuhan Cilacap. Korban yang diakibatkan oleh penyakit pes dari tahun 1910 sampai dengan tahun 1960 tercatat sebanyak 245.375 orang dengan angka kematian tertinggi yaitu 23.275 orang yang terjadi pada tahun 1934. Kecamatan Nongkojajar – Sejak terjadinya wabah pes pada tahun 1987 di Kabupaten Pasuruan yang menewaskan 21 orang; kasus pes pada manusia dapat ditekan hingga tidak ditemukan lagi adanya kematian. Masa inkubasi untuk penyakit pes bubo adalah 2 – 6 hari, sedang masa

Purpura,Ecchymosis berkembang menjadi gangrene pada Pes septikernia

Pinjal Xenopsylia Cheopis pembawa Pes

TIMBUL BUBO(MRINGKIL/SENGKELAN SEBESAR BUAH DUKU PADA KETIAK/SELANGKANGAN

Basil Yersinia Pestis

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

47

5. Jangan sering bercermin.

BEBERAPA TIPS UNTUK HIDUP
Oleh : Irene Kusumastuti

1. Jangan terlalu banyak merokok atau tidak merokok sama sekali.

6. Mengubah hidup Anda rutin.

2. Bekerja keras. 7. Jaga penampilan Anda.

3. Minum minuman yang baik. Jawaban dari halaman ..… 42 Jawaban : 1. Segi enam beraturan berarti : pria yang berpikir enejik 2. Segi empat berarti : pria penuh 4. Tersenyum sesering Anda bisa. pertimbangan 3. Segi tiga berarti : pria dipersimpangan jalan 4. Lingkaran berarti : pria yang selalu berpikir tentang wanita Nah, yang manakah pilihan anda? (RBAW)

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

48

GAGAP TEKNOLOGI DI LINGKUNGAN PEGAWAI NEGERI SIPIL, MUNGKINKAH ??? (mungkin saja !!!)

“S

ebanyak 185 dari 947 pegawai negeri sipil (PNS) tidak bisa naik pangkat gara

berkembang dan diharapkan dapat me ngantisipasi perkembangan tersebut. Demikian masa ini kita tidak dapat bersaing jika kita tidak mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas dan mengembangkan diri sendiri dan tidak ketergantu ngan. Maka diperlukan langkah – langkah untuk pengembangan SDM di dalam me nguasai teknologi informasi.

-gara gagal lulus sertifikasi komputer dan bahasa Inggris. Mereka didominasi kala ngan guru sekolah dasar dari desa-desa pelosok.”( TEMPO Kota Interaktif, Tangerang (TI) masih Jakarta), Selatan dirasa “Pemahaman seluruh pegawai negeri sipil Pemerintahan (Tangsel), teknologi Banten terhadap pengunaan

informasi

minim” (Tangerang (Finroll News), "Pegawai yang dianggap tidak memiliki kemampuan SDM otomatis tidak dipercaya menangani pekerjaan, terutama yang butuh keterampilan khusus, sehingga datang ke kantor sekadar mengisi daftar hadir,"(Warta Medan). Kejadian di atas adalah sebagian contoh yang mencuat ke permukaan mungkin masih banyak lagi terjadi di lingkungan kita tetapi kita hanya membiarkan saja dan tidak ambil peduli. Bagi yang peduli sekalipun baik ditingkat bawah atau ditingkat pimpinan pasti mengalami kendala dalam merubah kemampuan pegawainya tersebut. Padahal dengan kecanggihan teknologi yang semakin cepat berkembangannya tidak diikuti dengan pengembangan kemampuan dalam menguasai teknologi tersebut. Maka akibatnya sangat berakibat buruk dalam pengembangan organisasi. Oleh sebab itu perlunya usaha peningkatan sumber daya manusia untuk mengikuti kemajuan teknologi yang terus berkembang. Dengan penggunaan teknologi informasi tidak akan berhenti PELATIHAN Bagi setiap pegawai yang tidak bisa mengoperasikan komputer maka harus di berikan suatu pelatihan otodidak dari rekan kerja yang sudah menguasainya. Apabila tidak mencapai sasaran maka berikan tugas kepada pegawai tersebut untuk mengerjakan yang harus menggunakan komputer , namun masih juga tidak mampu maka jalan terakhir adalah dikirim pada penyelenggara pelatihan, misalnya kursus untuk menjadikan pegawai yang tidak bisa menjadi bisa dan menguasai komputer. Anekdot yang terjadi sekarang adalah ; “tidak bisa mengoperasikan komputer

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

49
Notebook untuk

tetapi menjalankan dan bermain game yang ada di komputer, membuka internet, BISA”.

harus

membeli/mengadakan

atau laptop ?. Anekdot yang terjadi adalah ”mengadakan membawanya”. notebook/laptop menggantikan komputer desktop karena risi

PERALATAN KOMPUTER, PRINTER dan SCAN Banyak yang berkilah bahwa di tempat bekerja tidak disediakan peralatan yang memadai hanya ada satu komputer dan itupun hanya digunakan oleh orang tertentu saja. Maka saatnya para kepala kantor dan bagian inventaris kantor untuk melihat kebutuhan komputer pada setiap bidang atau ruangan sehingga bisa mengusulkan dalam anggaran tahun depan sesuai dengan standar komputer perkantoran bukan standar desain grafis yang diusulkan tetapi kenyataanya di bawah standar perkantoran. Selain komputer harus diadakan peralatan printer dan scan itupun sesuai persyaratan standar perkantoran. Anekdot yang terjadi,”buat apa mengadakan komputer banyak –banyak, mengerjakan masih bisa dilakukan dengan mesin tik kok !”. Coba dihitung jumlah kesalahan pengetikan, efesien waktu dan keakuratan jika dibandingkan dengan komputer. pengetikan jika menggunakan

JARINGAN INTERNET Penggunaan internet masa dasawarsa ini memang sangat cepat sekali berkembangnya ditambah dengan MOB pertemanan ala facebook dan blogger juga ditambah dengan meluas dunia informasi yang disediakan di dunia maya tersebut yang memang tergantung untuk memilih contents apa yang akan diambil dari Koran dunia maya tersebut. Penggunaan jaringan internet yang telah tersedia dan dipasang di instansinya maka bisa digunakan untuk mengirim informasi atau laporan antara ruangan sehingga pelaporan setiap bulannya untuk dikirim ke instansi di atasnya akan lebih tepat waktu dan tentunya cepat. Selain saling mengirim informasi atau sharing juga bisa melihat hasil laporan berupa printoutnya dan jika ingin lebih bisa saling berkomunikasi antar komputer (Hebat bukan !!!). Internet bagi pegawai yang ingin mengembangkan potensi dirinya maka yang akan dicari adalah informasi yang berguna dan orang lain belum tentu meliriknya. Anekdot yang terjadi adalah menggunakan social network hanya untuk “say hello belaka, jika memang untuk refresing kejenuhan pekerjaan mungkin bisa ditolelir jika tidak ini merupakan suatu penyakit. Bagi beberapa instansi telah melakukan block social network tersebut karena menggangnu peningkatan pekerjaan. bekerja ? Bagaiman ditempat Anda

PERALATAN LAPTOP Bagaimana dengan Notebook atau laptop ? itu kembali kepada fungsinya apakah memang perlu diadaakan ! mengingat laptop memiliki keterbatasan waktu penggunaan dan pada satu sisi untuk pengguna yang telah menguasai komputer dektop itu hanya untuk penggunaan berjalan saja atau untuk persentase hasil kegiatan. Jika menggunakannya lebih dari 4 jam kenapa

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

50

MENGUASAAN APLIKASI PENGETIKAN Apakah yang telah bisa mengoperasikan komputer dijamin bisa juga menggunakan aplikasi standar perkantoran adalah pengetikan misalnya aplikasi Office Word/ OpenOfficeWriter, Office Excel/ OpenOfficeCalc 2003/2007, belum tentu bisa mengunakannya ditambah lagi dengan aplikasi seperti Office Publisher, Office PowerPoint/ OpenOfficeImpress dan OpenOfficeDraw/ Office Picture Manager baik 2003 / 2007 dan lain-lainya. Kecuali bagi yang pernah pendidikan Diploma III, S1 dan S2 jika itupun karya ilmiahnya dibuatkan orang lain, tapi bagi yang mau belajar walaupun tidak sekolah sampai Diploma III pun pasti mereka mengusainya. Kembali kepada kemauan belajar dan menguasainya atau karena dorongan keterpaksaan karena tugas yang diperintahkan pimpinannya. Anekdot yang terjadi adalah : “masih banyak dokumen dan sertifikat dalam penulisannya menggunakan mesin ketik”.Padahal beberapa sertifikat dan dokumen juga amplop surat bisa disetting dengan aplikasi yang ada misalnya Office Publisher 2003/2007.

kan OS komputer bukan hasil bajakan tetapi asli, jika tidak mau saatnya beralih menggunakan OS gratis alias open source yaitu LINUX atau Ubuntu. Sebelum tertangkap menggunakan aplikasi bajakan, bisa malu aplagi diekpos di media masa. Anekdot yang terjadi : “karena kebiasaan menggunakan aplikasi yang bajakan dan kandung enak dimata, yah teruskan sajalah ditambah lagi beberapa aplikasi tidak bisa berjalan di linux”.

PERANAN SEORANG AHLI Peranan seseorang yang ahli dalam bidang perangkat lunak /software dan juga perangkat keras/hardware pada instansi pemerintah layak diperhitungkan waktu melakukan pengadaan peralatan komputer juga pengadaan jaringan /Network hal ini tidak lepas jika peralatan dan aplikasi pada komputer megalami gangguan tetapi jika memang tidak ada anggaran yang cukup bisa menggunakan seorang ahli tersebut secara freelance/tidak terikat tatapi tidak diragukan kemampuannya. Apakah hal ini dilakukan pasti jawabannya beragam dan yang menjadi nilai tambah seorang ahli ini bisa digali kemampuannya untuk belajar.

PINDAH KE APLIKASI GRATIS Tidak bisa dipungkiri masih banyak yang menggunakan aplikasi bajakan pada instansi pemerintah karena memang tidak mampu atau memang sengaja. Hal wajar bagi penguna perorangan bagaimana dengan pengguna perkantoran. Jika memang peduli hasil karya dan budaya kita tidak mau dibajak tetapi kenapa penggunaan Operation System(OS) pada komputer masih menggunakan bajakan. Saatnya para pemegang anggaran mengada-

BELAJAR TERUS BELAJAR UNTUK BISA Apapun pendidikannya tahapan belajar perlu dilakukan sampai kemampuan diri tidak lagi dapat belajar, hal ini perlu dilakukan untuk mengembangan diri baik dalam era globalisasi dan kemajuan jaman yang diikuti oleh berkembangnya teknologi perangkat lunak dan perangkat keras. Jika tidak mau tertinggal apalagi terlindas jaman

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 3 Triwulan III (Juli - September) Tahun 2009

51

maka resiko yang harus ditanggung adalah menguasai teknologi tersebut sehingga kita bukan lagi sebagai yang dikendalikan tetapi sebagai pengendali. Minimal menguasai teknologi untuk tidak terlindas jaman, jangan sampai ada sebutan yang melekat “hari gini masih GAPTEK “ (*gagap teknologi).Bagaimana kita bisa mengajari pada anak-anak kita sedangkan diri sendiri tidak bisa. Mari saatnya merubah diri menerima perubahan jaman dengan mempelajarinya dan bukan mencibirnya, karena dengan mencibirnya sama saja dengan menjelekan diri sendiri. Kalau tidak belajar sekarang kapan lagi. Jika anda malu untuk bertanya secara langsung pada orang yang menguasai Teknologi tersebut. Cara yang lain dengan membeli tabloid komputer atau majalah komputer memang harga lumayan mahal tetapi tidak sebanding dengan hasil yang dicapai. Pepatah mengatakan “ malu bertanya sesat dijalan sekarang harus dirubah “malu bertanya cari jawaban dengan cara yang lain”, “Banyak jalan menuju roma” kalau tidak punya uang yah…. Menabung dulu. (NM)

KIAT BELAJAR KOMPUTER SENDIRI
(cara yang paling sederhana ) Tidak semua orang bisa melakukan hal de ngan cara belajar melalui pendidikan atau kursus, adakalanya cara belajar sendiri akan lebih serius dan berhasil. Mari kita coba kiatkiat di bawah ini. Pertama Buang rasa malu untuk bertanya jika tidak bisa dan jangan bosan untuk bertanya jika memang mengalami kesulitan dalam mengnerjakan sesuatu hal dalam penggunaan komputer. Kedua Jika yang ditanya menjawab dengan ketus dan meledek ataupun menghina, biarkan saja siapa tahu kelak kita akan lebih pandai dari dia. Dalam pemberian pelajaran kadang yang ditanya tidak menjawab tetapi memberikan secara langsung, ikuti langkahlangkah yang dikerjakannya. Ketiga Lakukan percobaan apa yang telah dibaca dari Tabloid, majalah dan Internet sampai berhasil dan jangan mudah me nyerah, jika mengalami kendala bisa bertanya pada IT di kantor atau ikut forum di website terkait atau di yahoo answer. Keempat Tidak ada kemampuan datangnya secepat kilat atau mendadak, semuanya memerlukan waktu. Disinilah letaknya jangan bosan dan jenuh dalam belajar, kalau bisa cari sesuatu hal yang berkaitan dengan hoby sehingga tidak ada kata bosan. Selalu membuka diri jika di koreksi apalagi jika salah karena tidak ada ilmu yang sempurna. (NM)

52

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->