P. 1
Pengetahuan Remaja Tentang Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan Pada Pelajar

Pengetahuan Remaja Tentang Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan Pada Pelajar

|Views: 3,454|Likes:
Published by jovitajjoe

More info:

Published by: jovitajjoe on Dec 30, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

Tugas Di ajukan untuk Memenuhi Kelulusan Mata Kuliah Metode Penelitian Sosial PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENGARUH ROKOK

TERHADAP KESEHATAN PADA PELAJAR

Rr. Jovita Adityasari Nrp. 082030046 HI/B UNIVERSITAS PASUNDAN 2008/2009

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang dijumpai dalam masyarakat dan merupakan masalah kesehatan yang serius. Sejarah panjang kebiasaan merokok ternyata terus berlanjut, dewasa ini di seluruh dunia diperkirakan terdapat 1,26 miliar perokok. Data WHO menyebutkan, di negara berkembang jumlah perokoknya 800 juta orang, hampir tiga kali lipat negara maju. Setiap tahun ada 4 juta orang yang meninggal akibat kebiasaan merokok dan tidak kurang dari 700 juta anak-anak terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif. Kalau tidak ada penanganan memadai, maka di tahun 2030 akan ada 10 juta kematian akibat merokok dan sekitar 770 juta anak yang menjadi perokok pasif dalam setahunnya (Aditama, 2003). Ada yang aneh dengan bangsa Indonesia ketika berbicara rokok. Jika bangsa-bangsa lain menunjukkan tren menurun konsumsinya pada rokok, Indonesia justru memperlihatkan kenaikan. Dalam sepuluh tahun terakhir, konsumsi rokok di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 44,1% dan jumlah perokok mencapai 70% penduduk Indonesia. Di Indonesia yang cukup memprihatinkan adalah tingginya kecendrungan merokok dikalangan generasi muda. Penelitian yang dilakukan oleh Global Youth Tobacco Survey (GYTS) pada tahun 2001 pada data BPS 2001, sebahagian besar perokok mulai merokok ketika mereka masih anak-anak atau remaja. Sebanyak 58,93% perokok mulai merokok pada usia 15-19 tahun dan 9,46% pada usia 10-14 tahun. Yang paling mengkuatirkan dari penelitian ini didapatkan usia terendah mulai merokok adalah usia 5 tahun. Usia 15-19 tahun diIndonesia pada umumnya adalah usia siswa SMA. Kebiasaan merokok dan generasi muda telah banyak dibicarakan oleh para ahli dari

berbagai dunia. Harapan para remaja agar dapat dianggap dewasa oleh lingkungan sekitarnya melalui merokok perlu mendapat perhatian yang serius. Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki potensi untuk berkembang sesuai dengan harapan masyarakat, remaja perlu untuk memiliki nilai yang tepat bagaimana mereka seharusnya berperilaku (Sarafino 1994). Bertitik tolak dari teori yang dikemukakan Lawrence Green (1980) perilaku merokok pada remaja khususnya siswa SMA dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan tentang merokok, sikap tentang merokok, peraturan sekolah, pengaruh orang tua, pengaruh teman dan pengaruh iklan. Pengetahuan dan sikap tentang merokok merupakan faktor predisposisi yang menjadi masalah utama dalam membentuk perilaku merokok pada siswa SMA. Peraturan sekolah merupakan faktor pendukung, sekolah memiliki aturan ketat yang melarang siswanya merokok dilingkungan sekolah ataupun diluar lingkungan sekolah. Latar Belakang yang mendasari kenapa saya memilih tema ini adalah banyaknya kehidupan yang telah direnggut tembakau dewasa ini, terutama di negara-negara bekembang seperti Indonesia. Korban yang direnggutnyapun sudah sampai di kalangan wanita dan remaja.

DAFTAR PUSTAKA

.

1. Aditama, T.Y, 1992, Rokok dan Kesehatan, Jakarta, Indonesia, Universitas Indonesia. 2. www.Google.com 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->