P. 1
Diplomasi Publik Cina Institut Konfusius Pengaruh Dan Efektifitasnya Dalam Mengubah Opini Publik Dunia Pada Cina

Diplomasi Publik Cina Institut Konfusius Pengaruh Dan Efektifitasnya Dalam Mengubah Opini Publik Dunia Pada Cina

|Views: 807|Likes:
Published by Erika Angelika

More info:

Published by: Erika Angelika on Jan 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

Diplomasi Publik Cina : Institut Konfusius, Pengaruh dan Efektifitasnya dalam Mengubah Opini Publik Dunia pada Cina

Disusun oleh : Erika 0706291243 Jurusan Ilmu Hubungan Internasional

Tugas Makalah Akhir Mata Kuliah Diplomasi Modern Program Studi S1 Reguler Ilmu Hubungan Internasional Semester Ganjil 2007/2008

DEPARTEMEN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS INDONESIA 2008

Page | 1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Dewasa ini, signifikansi pengaruh opini publik pada politik luar negeri suatu negara dan pada politik internasional semakin terasa. Opini publik dapat sangat berpengaruh pada pembuatan berbagai kebijakan luar negeri suatu negara. Besarnya pengaruh opini publik itulah yang mendorong munculnya berbagai usaha untuk mempengaruhi opini publik suatu negara. Salah satu usaha yang dilakukan suatu negara untuk mempengaruhi opini publik negara lain adalah melalui diplomasi publik. Diplomasi publik merupakan sebuah istilah yang terbilang baru di dunia perdiplomasian, yang muncul setelah masa diplomasi tradisional. Pada dasarnya diplomasi publik bertujuan untuk mempengaruhi opini publik di suatu negara agar publik negara lain menerima kebijakan negara pelaku diplomasi publik. Dewasa ini, hampir seluruh negara, terutama negara-negara besar melakukan praktik diplomasi publik, salah satu pelaku diplomasi publik tersebut adalah Cina. Sebagai salah satu negara besar dunia, Cina menyadari akan pentingnya opini publik suatu negara. Kesadaran itulah yang membuat Cina melakukan berbagai usaha diplomasi publik, salah satunya melalui pembentukan sebuah institusi yang kini sudah merambah ke berbagai belahan dunia, untuk mempromosikan (umumnya) budaya dan bahasa Cina : Institusi Konfusius. Keberadaan Institusi Konfusius ini bisa dikatakan sudah mendunia, sudah berbagai cabang Institusi Konfusius dibuka di berbagi universitas dunia. Institusi Konfusius pun dinilai sebagai usaha diplomasi publik Cina paling sukses.

1.2. Permasalahan Makalah ini akan membahas mengenai diplomasi publik Cina melalui Institusi Konfusius dan efektifitasnya dalam mempengaruhi opini publik dunia.

1.3. Kerangka Konsep
Page | 2

1.3.1. Konsep Diplomasi Publik Mengadopsi perkataan Planning Group for Integration of USIA pada 20 Juni 1997, diplomasi publik dipahami sebagai usaha mempromosikan kepentingan nasional suatu negara melalui pemahaman, pemberitahuan, dan usaha mempengaruhi audiens luar negeri1. Dalam usahanya membentuk lingkungan komunikasi di luar negeri, diplomasi publik menggunakan tiga dimensi utama, yaitu manajemen berita (news management), komunikasi strategis (strategic communications), dan penjalinan hubungan (relationship building). Ketiga dimensi ini juga dijelaskan lebih lanjut oleh Joseph S. Nye Jr. yang mengatakan ada tiga dimensi diplomasi publik yaitu 1) membangun komunikasi secara rutin, yang menjelaskan konteks dari kebijakan domestik maupun luar negeri suatu negara, 2) membangun sebuah komunikasi strategis, di mana suatu tema khusus terus-menerus dipromosikan negara kepada publik, dan 3) membangun hubungan jangka panjang dengan individu-individu penting lewat program-program seperti beasiswa, pertukaran pelajar atau tenaga ahli, pelatihan, seminar, dan sebagainya. Diplomasi publik memiliki tujuh pilar utama, seperti yang disebutkan oleh Ross yaitu adanya 1) integrasi diplomasi publik ke dalam kebijakan luar negeri, 2) penyesuaian dengan konteks, 3) kredibilitas dan konsistensi pesan yang disampaikan, 4) pembuatan tema untuk target yang spesifik, 5) penggunaan media nasional dan transnasional, 6) aliansi dan kemitraan, dan 7) komitmen untuk dialog dan pertukaran. Ketujuh pilar itu merupakan pilar-pilar yang menyusun suatu diplomasi publik, ketujuh unsur yang pasti ada dan terpenuhi dalam diplomasi publik yang sesungguhnya.

1

Mark Leonard, et. all. Public Diplomacy. (London : The Foreign Policy Centre, 2005), hal. 1.
Page | 3

BAB II PEMBAHASAN

1.1. Asal-Usul dan Perkembangan Institut Konfusius Institut Konfusius pertama kali didirikan di Seoul, Korea Selatan pada tanggal 21 Januari 2004, sebagai jawaban atas kebutuhan warga Korea untuk mempelajari bahasa dan kebudayaan Cina. Nama dari Institut Konfusius sendiri diambil dari nama seorang pemikir besar sekaligus filsuf terkenal Cina, Konfusius. Doktrin Konfusius diakui memiliki pengaruh penting di seluruh dunia. Penamaan Institut Konfusius menggunakan nama filsuf besar Cina tersebut diharapkan akan memberikan kemakmuran dan pengaruh yang besar ke seluruh dunia bagi bahasa dan budaya Cina 2 seperti halnya ajaran Konfusianisme yang sudah tersebar ke seluruh dunia. Penamaan Institut Konfusius ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan usaha penyebaran doktrin Konfusianisme ke seluruh dunia.

Kiri : Logo yang terdapat di semua Institut Konfusius seluruh dunia Kanan : karikatur Konfusius, filsuf besar Cina yang menjadi dasar penamaan Institut Konfusius

Institut Konfusius dipahami sebagai sebuah institusi publik non-profit yang bertujuan untuk mempromosikan budaya dan bahasa China, serta membantu

mengembangkan sistem pengajaran lokal China di taraf internasional melalui berbagai
2

”. Introduction to the “Confucius Institute” Project. http://www.ccd.edu/assets/about_ccd/news/ Introduction%20to%20CI.pdf, diakses pada 15 Desember 2008, pukul 07.48.
Page | 4

cabang Institut Konfusius. Kantor pusat Institut Konfusius terletak di Beijing, di sinilah berbagai metode dan teknik pengajaran, serta media pembelajaran berasal. Melalui kantor pusat/headquarters di Beijing inilah, segala kegiatan Institut Konfusius di berbagai negara diatur. Asal-usul pendirian Institut Konfusius sebenarnya berasal dari kesadaran pemerintah Cina akan pentingnya usaha penyebaran soft power Cina, yang diyakini sebagai kekuatan utama Cina dalam bertahn di dunia global. Cina sadar, sebagai negara besar yang berpenduduk terbesar di dunia, Cina memiliki satu kekuatan utama di bidang budaya yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Keunikan budaya dan bahasa Cina itulah yang berusaha ditawarkan Cina dalam bentuk kerjasama Institut Konfusius. Institut Konfusius pada dasarnya menawarkan kerjasama menjadi mitra pendidikan yang menyedikan berbagai pengajaran mengenai sejarah, budaya, dan bahasa Cina pada penduduk negara dunia, dengan pembukaan berbagai cabang Institut Konfusius di berbagai macam negara. Tujuan pembukaan Institut Konfusius ini sebenarnya adalah untuk mempromosikan studi dan pemahaman mengenai bahasa dan budaya Cina di seluruh dunia 3 serta menyediakan kondisi dan fasilitas pembelajaran bahasa dan budaya Cina bagi publik negara lain, dan untuk mewujudkan hubungan yang baik antara Cina dengan negara lain 4. Melalui kerjasam dalam bentuk Institut Konfusius ini, diharapkan Cina dapat menghilangkan anggapan dari publik dunia bahwa Cina adalah ancaman bagi seluruh negara 5 . Institut Konfusius menyebarkan pada dunia bahwa Cina adalah negara yang cinta damai melalui berbagai cerita budaya dan sejarah yang disampaikannya6.

2.2. Keterlibatan Pemerintah Cina dalam Institut Konfusius Sebagai suatu badan non-profit yang tidak memungut biaya bagi para peminatnya, pendanaan Institut Konfusius datang dari investasi bersama antara wilayah yang ditempati
3

4

5

6

The University of Melbourne. University Set to Host Confucius Institute. http://uninews.unimelb.edu.au/ news/2592/, diakses pada 15 Desember 2008, pukul 08.22. The Office of Chinese Language Council International. Introduction to the "Confucius Institute" Project. http://english.hanban.edu.cn/market/HanBanE/412360.htm, diakses pada 3 November 2008, pukul 22.55. Josh Kurlantzick. Chinese Soft Power in Southeast Asia (Part I). http://www.theglobalist.com/ StoryId.aspx?StoryId=6240, diakses pada 16 Desember 2008, pukul 18.08. John H. Brown. PDPBR For February 24 (Supplement: PD In Asia, Australia). http://uscpublicdiplomacy.com/index.php/newsroom/johnbrown_detail/070224_pdpbr_supplement_pd_in_as ia_australia/, diakses pada 3 November 2008, pukul 22.46.
Page | 5

Institut Konfusius dan kantor pusat Institut Konfusius di Beijing sendiri. Pendanaan Institut Konfusius juga disokong oleh Pemerintah Cina yang telah mengucurkan dana dalam jumlah tidak sedikit untuk membiayai operasional Institut Konfusius. Tidak hanya memberikan bantuan dalam hal pendanaan, Pemerintah Cina juga sangat mendukung perkembangan dan penyebaran Institut Konfusius di dunia. Dalam kementrian Cina, Institut Konfusius diurus oleh National Office for Teaching Chinese as a Foreign Language (yang dikenal dengan nama Hanban), yang merupakan cabang dari Departemen Pendidikan Kementrian China (Chinese Ministry of Education)7. Hanban inilah yang lantas mengatur segala aktifitas Institut Konfusius menyangkut berbagai hal seperti penyediaan sarana dan prasarana pengajaran, teknik pengajaran, sampai pada pengawasan apakah teknik pengajaran di berbagai cabang Institut Konfusius sudah sesuai dengan keinginan Pemerintah Cina atau tidak. Institut Konfusius terikat oleh hukum lokal di Cina, dan oleh karenanya berkewajiban menerima inspeksi yang diadakan oleh bagian administratif pendidikan Cina8.

2.3. Kegiatan Institut Konfusius Secara umum, Institut Konfusius mengajarkan berbagai budaya dan bahasa Cina sehingga diperoleh pemahaman mendalam mengenai keadaan Cina secara keseluruhan. Seperti telah disebutkan sebelumnya, segala aktifitas pengajaran di berbagai cabang Institut Konfusius di seluruh dunia dipantau oleh kantor pusat (headquarter) Institusi Konfusius yang terletak di Beijing. Melalui kantor pusat inilah, berbagai produk kurikulum dan prasarana seperti buku dan berbagai media pembelajaran lainnya disediakan. Berbagai prasarana yang disediakan kantor pusat Institut Konfusius (Confucius Institute Headquarter) antara lain berupa materi audio dan video, buku-buku yang disediakan dalam bentuk Perpustakaan Cina (Chinese library), sarana pengajaran multimedia “Great Wall Chinese”, fasilitas komunikasi dan informasi untuk pengajaran bahasa Cina sebagai bahasa global, berbagai film dan acara televisi sehubungan dengan budaya Cina, dan lain-lain9. Tidak hanya menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pembelajaran di Institut Konfusius, Confucius Institute Headquarter juga menyediakan berbagai pelatihan teknik operasional
7 8 9

The University of Melbourne, op.cit. The Office of Chinese Language Council International, op.cit. Ibid.
Page | 6

pengajaran bahasa dan budaya Cina, berbagai instruktur dan tenaga ahli, serta tidak ketinggalan sejumlah besar bantuan finansial sehubungan dengan usaha promosi dan pengajaran bahasa dan budaya Cina10. Aktifitas pengajaran bahasa dan budaya Cina di Institut Konfusius juga dilengkapi dengan berbagai kursus pelatihan dalam bidang-bidang khusus seperti turisme, bisnis, keuangan, penerjemahan bahasa Cina, beladiri Cina kung-fu11, dan berbagai ilmu pengobatan tradisional Cina. Institut Konfusius juga menyediakan kursus yang memberikan sertifikat dan ijazah untuk pengajaran bahasa Cina sebagai bahasa asing (teaching Chinese as a foreign language certificate). Melalui Institut Konfusius jugalah, para peminat studi di Cina dapat bertanya dan memperoleh info lebih lanjut mengenai studi di Cina.

Kiri : Lambang Institut Konfusius Kanan : Suasana di perpustakaan Institut Konfusius yang dilengkapi berbagai sarana untuk menunjang kegiatan pembelajaran bahasa dan budaya Cina

2.4. Berbagai Tanggapan pada Institut Konfusius

2.4.1. Institut Konfusius sebagai Tandingan Usaha Diplomasi Publik Amerika Serikat Salah satu tanggapan yang muncul berkenaan dengan kelahiran dan penyebaran Institut Konfusius adalah mengenai Institut Konfusius yang dipandang sebagai usaha Cina untuk menandingi usaha Amerika Serikat dalam urusan diplomasi publik. Institut Konfusius
10 11

Ibid. Minnesota Daily. Confucius Institute Introduces China to Americans. http://www.mndaily.com/2008/09/26/ confucius-institute-introduces-china-americans, diakses pada 15 Desember 2008, pukul 08.05.
Page | 7

dengan keberadaan “Chinese Corner”-nya dikatakan telah menandingi keberadaan “American Corner”-nya Amerika Serikat, terutama dari segi fasilitas yang lebih beragam. Inilah yang, misalnya, terjadi di perpustakaan Institut Negara untuk Studi Islam di Sumatera Utara, Indonesia. Dikatakan Alexander Feldman selaku koordinator program informasi internasional dari pemerintah Amerika Serikat, sebulan setelah American Corner didirikan dengan fasilitas buku, majalah, dan komputer dengan akses internet, datanglah wakil dari Institut Konfusius yang mengajukan usulan untuk mendirikan Chinese Corner persis di sebelah American Corner, dengan fasilitas yang lebih beragam dan dilengkapi peralatan videoconference 12 . Usaha Institut Konfusius di sini dinilai berusaha menandingi usaha diplomasi publik Amerika Serikat, dan Feldman menilai usaha itu terbilang sukses.

2.4.2. Institusi Konfusius sebagai Usaha Pemerintah Cina untuk Menguasai Dunia Selain dikatakan sebagai usaha pemerintah Cina untuk menandingi diplomasi publik Amerika Serikat, banyak kalangan berpendapat keberadaan Institut Konfusius tidak lain merupakan usaha pemerintah Cina untuk kembali meluaskan pengaruhnya di dunia internasional. Hal ini sangat mungkin mengingat The National Office for Teaching Chinese as Foreign Language, badan yang mengatasi Institut Konfusius, pada awalnya memiliki tujuan ambisius untuk membangun sedikitnya 100 Institut Konfusius di seluruh dunia13, yang kini sudah terwujud. Sementara Hanban sendiri menyatakan keinginannya untuk membangun minimal 1000 institut pada 2020 nanti. Impian Hanban sepertinya masuk akal, mengingat sejak didirikan pertama di Korea Selatan pada tahun 2004, Institut Konfusius kini telah berhasil meluaskan pengaruhnya dengan membangun sedikitnya 260 Institut Konfusius di seluruh dunia, dengan 40 dari keseluruhan institut tersebut terletak di Amerika Serikat 14. Institut Konfusius pun disebut-sebut sebagai program studi Cina yang terbesar dan paling komprehensif15. Ini merupakan kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan yang sangat pesat inilah yang lantas mengkhawatirkan banyak pihak, Cina ditakutkan akan memiliki pengaruh
12

13 14 15

Michael Erard. The Mandarin offensive: Inside Beijing’s global campaign to make Chinese the number one language in the world. http://www.wired.com/wired/archive/14.04/mandarin_pr.html, diakses pada 16 Desember 2008, pukul 19.21. The University of Melbourne, loc.cit. Minnesota Daily, op.cit. The University of Melbourne, loc.cit.
Page | 8

dalam bidang budaya dan bahasa yang sangat besar di masa depan dikarenakan semakin suksesnya Institut Konfusius ini.

2.4.3. Tanggapan Pemerintah Cina Sehubungan dengan Institut Konfusius Pengaruh Institut Konfusius yang besar dalam bidang budaya juga dirasakan oleh pemerintahan Cina. Seperti yang dikatakan Wu Jianmin, Pemimpin Chinese Foreign Affairs University, yang dikutip dari People’s Daily, “Culture is the essence of China’s soft

power...”16. Cina menyadari akan kekuatannya di bidang budaya yang bisa dikembangkan lebih lanjut dengan penyebaran Institut Konfusius. Penyebaran melalui budaya akan memperoleh efek yang bertahan lama dan mudah diterima oleh negara tujuan diplomasi17, kata Chen Weiyuan, editor State Administration of Foreign Experts Affairs. Cina menyadari betul potensi penyebaran budayanya melalui Institut Konfusius ini, oleh karenanya pemerintah Cina sangat serius mengurus diplomasi publiknya melalui Institut Konfusius ini.

2.5. Pengaruh Keberadaan Institut Konfusius pada Opini Publik Dunia pada Cina Tujuan awal pendirian Institut Konfusius adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik sekaligus menekankan penyebaran budaya dan bahasa Cina. Sejak awal pendiriannya hingga sekarang, terbukti bahwa usaha Institut Konfusius dalam memberikan pemahaman yang mendalam mengenai budaya dan bahasa Cina cukup berhasil, dilihat dari semakin banyaknya publik yang tertarik untuk mempelajari bahasa dan budaya Cina, serta semakin banyaknya cabang Institut Konfusius yang dibuka di berbagai belahan dunia. Kesemuanya itu menunjukkan usaha diplomasi publik Cina cukup berhasil. Seperti yang terjadi di Minnesota, tempat salah satu cabang Institut Konfusius, di mana kehadiran Institut Konfusius dirasa mampu memberikan perubahan pendapat pada Cina sehubungan konflik Tibet dan masalah hak asasi manusianya yang rendah. Adanya Institut Konfusius membuat orang-orang yang belajar dalam institut tersebut menjadi lebih memahami sejarah dan budaya Cina, sehingga mereka juga memperoleh pemahaman lebih mendalam dan karenanya tidak

16 17

John H. Brown, op.cit. Ibid.
Page | 9

mudah berpandangan negatif pada Cina18. Keberadaan Institut Konfusius, yang disertai bentuk kerjasama antara Cina sebagai penyedia fasilitas pengajaran bahasa dan budaya Cina dengan negara penyedia tempat Institusi Konfusius juga sanggup melahirkan hubungan yang baik antar keduanya, berlandaskan hubungan simbiosis saling menguntungkan antar kedua negara. Adanya hubungan baik antar negara tersebut memuluskan jalan Cina untuk lebih diterima di dunia internasional—terlepas dari sistem politiknya yang berbeda dengan negara lain. Sehingga secara umum, dapat dikatakan diplomasi publik Cina melalui Institut Konfusius cukup berhasil karena mampu menghasilkan hubungan kerjasama yang baik antara Cina dengan negara-negara lain, serta mampu menyebarkan pengaruh budaya dan bahasa Cina secara global.

2.6. Analisa Jika dilihat secara general, dapat dikatakan hubungan antara Cina dengan negara-negara dunia, khususnya negara penyedia tempat bagi Institut Konfusius, sudah sangat membaik jika dibandingkan dengan dahulu ketika Cina ditakui oleh banyak negara karena paham komunismenya. Tidak dapat disangkal, perubahan citra Cina turut dipengaruhi oleh kehadiran Institut Konfusius yang terus mempromosikan budaya, cerita, sejarah, dan bahasa Cina di dunia. Pantaslah kiranya Institut Konfusius disebut sebagai bentuk diplomasi publik yang dilakukan oleh Cina, karena Institut Konfusius didirikan dengan tujuan memberikan pemahaman lebih jelas pada publik dunia tentang budaya dan bahasa Cina, serta untuk memperbaiki hubungan Cina dengan negara dunia lainnya. Menyambung penjelasan mengenai kerangka konsep mengenai konsep diplomasi publik yang penulis hadirkan di awal makalah, penulis berpendapat ketiga aspek diplomasi publik, yaitu adanya komunikasi rutin, komunikasi strategis, dan hubungan jangka panjang sudah dipraktikkan oleh Institut Konfusius. Komunikasi rutin jelas disampaikan melalui pemberian pesan bahwa Cina ingin berhubungan baik dengan negara dunia, yang diwujudkan melalui kerjasama pendirian Institut Konfusius yang seluruh sarana, fasilitas, dan tenaga
18

Mario A. Montes. Confucius Institute bring perspective to protests against China. http://www.nmsu.edu/ ~ucomm/Releases/2008/april/china_perspective.htm, diakses pada 15 Desember 2008, pukul 07.48.
Page | 10

pengajarnya disediakan oleh Headquarter Confucius Institute di Beijing. Komunikasi strategis diwujudkan pemerintah Cina dengan teus-menerus mempromosikan suatu tema besar, yaitu bahwa Cina adalah negara yang cinta damai pada publik. Sementara hubungan jangka panjang antara Cina dengan negara penyedia tempat Institut Konfusius jelas diwujudkan melalui berbagai program Institut Konfusius, seperti pelatihan, program pertukaran pelajar, beasiswa, dan lain-lain. Karena itu, Institut Konfusius dapat dikatakan telah memenuhi tiga asumsi diplomasi publik menurut Nye tersebut. Selain itu, penulis memandang dari tujuh pilar diplomasi publik yang disampaikan Ross, sedikitnya lima di antaranya sudah dilakukan oleh Institut Konfusianis. Pilar yang telah dilakukan itu adalah adanya kredibilitas dan konsistensi pesan yang disampaikan dalam Institut Konfusius, adanya pembuatan tema untuk target yang spesifik, adanya penggunaan media nasional dan transnasional, adanya aliansi dan kemitraan, serta adanya komitmen untuk dialog dan pertukaran. Kredibilitas dan konsistensi pesan serta pembuatan tema untuk target spesifik ditunjukkan melalui pesan bahwa Cina adalah negara cinta damai yang menghargai budayanya, yang terus disampaikan Institut Konfusius pada publik tempat Institut Konfusius berada. Penggunaan media nasional dan transnasional pun dilakukan Institut Konfusius melalui berbagai film, videoconference, buku, audio, video, dan sebagainya yang disediakan untuk mempromosikan budaya dan bahasa Cina. Aliansi dan kemitraan juga sangat jelas ditunjukkan dengan eratnya kerjasama yang terjalin antara Cina dan negara penyedia tempat Institut Konfusius. Begitu pula dengan komitmen untuk dialog dan pertukaran, yang senantiasa dipromosikan Institut Konfusius melalui program-program beasiswa dan pertukaran pelajarnya. Di sini dapat dilihat, Institut Konfusius telah memenuhi lima dari tujuh pilar diplomasi publik yang baik. Walaupun keberadaan Institut Konfusius jelas mencerminkan usaha diplomasi publik yang baik, melalui terpenuhinya tiga asumsi diplomasi publik menurut Nye dan lima dari tujuh pilar diplomasi publik menurut Ross, akan tetapi penulis masih menyangsikan efektifitas dari Institut Konfusius tersebut. Penulis memandang perubahan citra Cina dan penciptaan hubungan baik antar Cina dan negara dunia sedikit-banyak memang disebabkan karena kehadiran Institut Konfusius, melalui berbagai pengajaran bahasa dan budaya Cina, serta melalui berbagai kerjasama dengan negara dunia. Akan tetapi, perlu diingat bahwa tidak
Page | 11

ada indikator pasti yang mengatakan perubahan opini publik negara penyedia tempat Institut Konfusianis disebabkan karena kehadiran institut tersebut. Kenyataannya, banyak faktor-faktor lain yang turut mempengaruhi perubahan opini publik dunia tersebut pada Cina. Salah satunya adalah kesadaran bahwa Cina sekarang memegang kunci penting bagi kondisi perekonomian dunia, yang lantas mampu membawa Cina menjadi negara adidaya pengganti Amerika Serikat di kemudian hari. Adanya kesadaran akan posisi Cina yang penting itu tentu menyebabkan banyak negara berusaha memperbaiki hubungannya dengan Cina; pandangan bahwa Cina memberikan ancaman bagi keamanan dunia internasional pun sekan tertutupi oleh pandangan bahwa Cina mungkin bisa menjadi kekuatan dunia baru. Faktor tersebut, menurut penulis, tidak ada hubungannya dengan usaha diplomasi publik akan tetapi sangat berpengaruh pada pandangan negara dunia terhadap Cina, yang lantas berpengaruh pada perbaikan hubungan Cina dengan negara dunia. Di sini penulis menekankan, diplomasi publik Cina melalui Institut Konfusius bukanlah satu-satunya penyebab timbulnya hubungan baik Cina dengan negara lain, juga bukan satu-satunya penyebab berubahnya citra Cina yang tadinya sebagai ancaman menjadi sebagai partner kerjasama penting bagi negara dunia. Akan tetapi, memang keberadaan Institut Konfusius mampu memberikan perubahan yang cukup signifikan dalam menghadirkan pemahaman yang baik mengenai budaya, sejarah, cara pikir, dan bahasa Cina pada dunia internasional. Sehingga dapat dikatakan, usaha diplomasi publik Cina demi menghadirkan pemahaman yang mendalam mengenai bahasa dan budaya Cina pada dunia internasional melalui Institut Konfusius, penulis rasa, cukup berhasil.

Page | 12

BAB III KESIMPULAN

Pengaruh opini publik yang dirasa semakin penting dewasa ini mendorong berbagai negara besar melakukan aksi diplomasi publik, yang pada dasarnya bertujuan untuk mengubah opini publik suatu negara agar setuju pada kebijakan negara pelaku diplomasi publik. Salah satu negara besar yang melakukan diplomasi publik adalah Cina, melalui pendirian Institut Konfusius di berbagai belahan dunia. Pendirian Institut Konfusius yang pertama berlokasi di Seoul, Korea Selatan, pada tahun 2004. Sejak itulah, Pemerintah Cina mengembangkan Institut Konfusius, yang berkantor pusat di Beijing, ke seluruh negara dunia. Hingga kini tercatat sudah ada sedikitnya 260 Institut Konfusius tersebar di seluruh dunia. Dan jumlah ini sepertinya akan bertambah mengingat misi Hanban, cabang dari Departemen Pendidikan Kementrian Cina yang mengurus Institut Konfusius menargetkan akan ada sedikitnya 1000 Institut Konfusius di seluruh dunia pada 2020. Pada dasarnya Institut Konfusius adalah institut non-profit yang bertujuan memberikan pemahaman lebih baik mengenai budaya dan bahasa Cina. Institut ini hadir untuk memenuhi keinginan warga dunia yang tertarik mempelajari bahasa dan budaya Cina. Untuk menunjang proses pembelajaran, kantor pusat Institut Konfusius di Beijing memberikan berbagai buku, video, audio, serta berbagai sarana lain yang dapat menunjang proses pembelajaran. Tidak hanya itu, kantor pusat Institut Konfusius juga membekali setiap cabang Institut Konfusius dengan berbagai tenaga ahli dan pelatihan, juga bantuan finansial demi pendirian dan operasional Institut Konfusius. Pendanaan Institut Konfusius sendiri berasal dari dana hasil kerjasama antara Pemerintah Cina dengan pemerintah negara tempat Institusi Konfusius berada, serta dari dana Pemerintah Cina sendiri, khususnya Departemen Pendidikan Kementrian Cina. Pemerintah Cina sangat mendukung usaha penyebaran Institut Konfusius ini karena institut ini dinilai dapat mewujudkan terbinanya hubungan baik antara Cina dengan negara dunia melalui berbagai kerjasama yang terjalin sehubungan dengan keberadaan institut tersebut. Lebih lanjut lagi, Institut Konfusius didirikan dengan mengemban suatu tugas besar yaitu untuk menciptakan citra Bangsa Cina yang baik, citra bahwa Bangsa Cina bukanlah ancaman bagi keamanan internasional karena perbedaan sistem
Page | 13

politik komunisme yang dianutnya, melainkan Bangsa Cina adalah bangsa cinta damai yang ingin menjalin hubungan baik dengan negara seluruh dunia. Citra yang baik mengenai Cina inilah yang ingin dicapai Institut Konfusius melalui pemberian pemahaman akan budaya dan bahasa Cina yang baik bagi publik negara asing. Dibandingkan dulu, antara Cina dan negara dunia kini sudah terjalin hubungan yang baik. Citra Bangsa Cina kini pun sudah berubah, Cina tidak lagi dilihat sebagai ancaman seperti yang menjadi anggapan warga dunia dahulu. Terjalinnya hubungan yang baik dengan negara lain serta berubahnya citra Cina ke arah positif bisa jadi merupakan hasil dari keberadaan Institut Konfusius, yang memberikan pengaruh berupa soft influence pada publik dunia dalam bentuk budaya, cerita, sejarah, bahasa, video, film, audio, serta berbagai pengaruh lain yang diberikan oleh kehadiran Institut Konfusius. Namun penulis melihat, sebenarnya terdapat banya faktor lain yang menyebabkan perubahan opini publik dunia terhadap Cina, seperti misalnya kesadaran akan pentingnya menjalin hubungan baik dengan Cina yang diramalkan menjadi negara pemegang kekuasaan dunia di masa depan. Faktor-faktor ini tidak ada hubungannya dengan keberadaan Institut Konfusius. Sehingga sebenarnya perubahan citra Cina dan terjalinnya hubungan baik antara Cina dengan negara-negara dunia bukan semata-mata disebabkan oleh kehadiran Institut Konfusius, namun keberadaan Institut Konfusius memang memberikan pengaruh yang signifikan bagi usaha mengubah opini publik dunia.

Page | 14

DAFTAR PUSTAKA

Referensi dari buku :

Leonard, Mark, et. all. Public Diplomacy. 2005. London : The Foreign Policy Centre.

Referensi dari internet :

Brown, John H. PDPBR For February 24 (Supplement: PD In Asia, Australia). http://uscpublicdiplomacy.com/index.php/newsroom/johnbrown_detail/070224_pdpbr_s upplement_pd_in_asia_australia/, diakses pada 3 November 2008, pukul 22.46. Erard, Michael. The Mandarin offensive: Inside Beijing’s global campaign to make Chinese the number one language in the world.

http://www.wired.com/wired/archive/14.04/mandarin_pr.html, diakses pada 16 Desember 2008, pukul 19.21. Kurlantzick, Josh. Chinese Soft Power in Southeast Asia (Part I).

http://www.theglobalist.com/ StoryId.aspx?StoryId=6240, diakses pada 16 Desember 2008, pukul 18.08. Minnesota Daily. Confucius Institute Introduces China to Americans.

http://www.mndaily.com/2008/09/26/

confucius-institute-introduces-china-americans,

diakses pada 15 Desember 2008, pukul 08.05. Montes, Mario A. Confucius Institute bring perspective to protests against China. http://www.nmsu.edu/ ~ucomm/Releases/2008/april/china_perspective.htm, diakses pada 15 Desember 2008, pukul 07.48. The Office of Chinese Language Council International. Introduction to the "Confucius Institute" Project. http://english.hanban.edu.cn/market/HanBanE/412360.htm, diakses pada 3 November 2008, pukul 22.55. The University of Melbourne. University Set to Host Confucius Institute.

http://uninews.unimelb.edu.au/ news/2592/, diakses pada 15 Desember 2008, pukul 08.22. “ ”. Introduction to the “Confucius Institute” Project.

http://www.ccd.edu/assets/about_ccd/news/ Introduction%20to%20CI.pdf, diakses pada 15 Desember 2008, pukul 07.48.
Page | 15

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->