P. 1
perancangan jaringan labolatorium SMKN 1 Pekanbaru

perancangan jaringan labolatorium SMKN 1 Pekanbaru

4.0

|Views: 4,475|Likes:
Published by Defi Mendasari

More info:

Published by: Defi Mendasari on Jan 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2014

pdf

text

original

“Perancangan Jaringan LAN di laboratorium A SMK Negeri 1 Pekanbaru”

DEFI MENDASARI
NIM 10853001616 Ditulis Sebagai Syarat Menyelesaikan Mata Kuliah Desain dan Manajemen Jarkom Dosen Pembimbing: Anggraini, S. Kom, M.Eng

JURUSAN SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM PEKANBARU RIAU 2009 KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, rasa syukur kehadirat ALLAH SWT, karena berkat rahmat dan hidayah NYA akhirnya dapat menyelesaikan Final Project di SMK Negeri 1 Pekanbaru. Final Project ini merupakan salah satu syarat menyelesaikan mata kuliah Desain dan Manajemen Jarkom di Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Suska Riau. Pada kesempatan ini ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesarbesarnya kepada :
1. Kedua orang tua tercinta yang telah memotivasi dalam segala bidang positif. 2. Dosen Pembimbing Mata Kuliah Desain dan Manajemen Jarkom, Ibu Anggraini,

S.Kom, M.Eng yang banyak sekali memberikan pengetahuan di bidang jaringan. 3. Staf Pengajar Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Pekanbaru yang telah membimbing dalam penyelesaian Final Project ini.
4. Semua pihak yang telah membantu dalam melaksanakan Final Project ini.

Final Project ini ada banyak kekurangan, disebabkan kerbatasan pengetahuan yang dimiliki serta minimnya bahan pembanding, serta masukkan dari pihak lain. Sumbangsih kritikan, masukan dan saran sangat dibutuhkan guna membangun bila ada kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan Final Project ini untuk menuju kesempurnaan.

Pekanbaru, Penulis

Desember 2009

Defi Mendasari NIM : 10853001616

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................i Daftar Isi .........................................................................................................Error: Reference source not found BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .....................................................................1 B. Tujuan ..................................................................................2 C. Ruang Lingkup .....................................................................2 D. Sasaran Pelaksanaan dan Materi ..........................................3 E. Mata Kuliah Penunjang ........................................................3 BAB II PEMBAHASAN 1. Pengantar Jaringan ................................................................4 2. Komponen Jaringan...............................................................14 3. Membangun jaringan LAN....................................................20 4. Desain Jaringan LAN di Labolatorium A SMK N 1.............25 BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan............................................................................34 Daftar Pustaka ................................................................................................35

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Jaringan komputer adalah suatu sistem jaringan yang penerapannya mengarah kepada kepentingan orang banyak. Ilmu ini berhubungan dengan teknologi informasi yang banyak dipergunakan orang pada saat sekarang ini. Fenomena ini terjadi dalam banyak bidang kehidupan, seperti media cetak, perbankan, perhotelan, pemasaran, produksi, sains, telekomunikasi, dan sebagainya. Dalam bidang telekomunikasi orang bisa berkomunikasi dengan menggunakan komputer, yang tidak hanya dalam satu ruangan, tetapi bisa meliputi antar benua, yaitu Internet. Jadi bisa dikatakan komputer telah memasuki segala bidang kehidupan kita. Dalam bidang perbankan kita mengenal adanya SMS Banking, dan lain sebagainya. Oleh karena itu untuk mengaplikasikan teori-teori yang sudah diperoleh dalm tiga semester ini, maka dirasakan perlu untuk mempraktekkannya di lapangan. Karena apa yang diperoleh berbeda situasinya ketika kita terjun langsung di lapangan. Mahasiswa sistem informasi yang merupakan calon ahli, secara dini diharuskan mempersiapkan diri memikul tanggung jawab tersebut dengan melakukan praktek-praktek lapangan disamping ilmu-ilmu terapan yang diperoleh.
SMK Negeri 1 merupakan salah satu sekolah berstandar Internasional. Sekolah ini terdiri dari beberapa bidang keahlian, diantaranya adalah Bidang Keuangan, Bidang Perkantoran, Bidang Penjualan, Bidang Usaha Jasa Pariwisata dan Bidang Teknik Komputer Jaringan. Sebuah sekolah yang menggunakan teknologi informasi dan diantara teknologi yang digunakannya adalah jaringan komputer local (Local Area Network) yang mana

berguna pada Resource Sharing yang efesien dalam hal waktu dan tidak terbatas akan jarak yang jauh. Karena itu jaringan komputer sekolah menjadi sangat penting untuk

memudahkan pengiriman data dan keutuhan data-data yang penting dan bisa tetap terjaga dari segala ganguan. Berdasarkan fungsi, sarana dan fasilitas yang dimiliki SMK Negeri 1 Pekanbaru, maka SMK Negeri 1 Pekanbaru sangat cocok untuk tempat pelaksanaan Studi kasus yang diberikan oleh dosen yaitu membangun sebuah network pada sebuah tempat dengan ketentuan tempat yang real. Oleh karena itu, penulis mengambil judul Perancangan Jaringan LAN di laboratorium A SMK Negeri 1 Pekanbaru dengan membahas jaringan komputer local LAN pada sekolah ini, disamping fasilitas yang dimiliki, juga ekstensi keberadaan sekolah itu sendiri. B. TUJUAN Adapun tujuan dari perancangan jaringan ini adalah : o Sebagai syarat menyelesaikan Mata kuliah Desain dan Manajemen Jarkom o Dapat menganalisa suatu perangkat jaringan komputer o Dapat menganalisa identifikasi masalah-masalah pada suatu jaringan komputer C. RUANG LINGKUP Pelaksanaan studi kasus ini ruang lingkupnya pada analisis dan perancangan sistem jaringan komputer dari sisi internal (LAN). Hal ini sengaja penulis batasi pokok permasalahannya, mengingat jaringan komputer pada SMK Negeri 1 ini sudah cukup besar. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis sistem jaringan adalah dari berbagai aspek yang digunakan antara lain : • • Sistem jaringan computer local (LAN) Topologi yang digunakan

D. SASARAN PELAKSANAAN DAN MATERI : Adapun yang akan ditinjau adalah mempelajari sistem jaringan komputer internal. Materi yang akan dibahas meliputi tiga tipe dasar jaringan komputer beserta penanganannya, yaitu : 1) Mengetahui sistem jaringan komputer local 2) Mengetahui topologi jaringan 3) Mengetahui arsitektur komputer E. MATA KULIAH PENUNJANG: Mata kuliah yang menunjang pelaksanaan studi kasus ini adalah : 1) Sistem Operasi (OS) 2) Desain dan Manajemen Jarkom

BAB II PEMBAHASAN
1. Pengantar Jaringan Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node. Tujuan dari jaringan komputer adalah untuk menghubungkan jaringanjaringan yang ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Karena suatu instansi memiliki keinginan/kebutuhan yang berbeda-beda maka terdapat berbagai cara jaringan terminal-terminal dapat dihubungkan. Struktur Geometric ini disebut dengan LAN Topologies. Terdapat enam Network Topologi yaitu :  Star  Mesh  Ring  Bustree  Hybrid

Setiap topologi memiliki karakteristik yang berdeda-beda dan masing-masing juga memiliki keuntungan dan kerugian. Topologi tidak tergantung kepada medianya dan setiap topologi biasanya menggunakan media sbb :  Twisted pair  Coaxial cable  Optical cable, atau  Wireless 1.1. Mengenal Macam Jaringan Komputer Macam jaringan komputer bila dilihat berdasarkan lingkup dan luas jangkauannya, dibedakan menjadi beberapa macam : • Local Area Network (LAN) Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resource, misalnya printer) dan saling bertukar informasi. Dalam membuat jaringan LAN, minimal kita harus menyediakan dua buah komputer yang masing-masing memiliki kartu jaringan atau LAN Card. • Metropolitan Area Network (MAN) Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televise kabel. • Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesinmesin yang bertujuan untuk menjalankan programprogram (aplikasi) pemakai. • Internet

Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda . Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet. • Jaringan Tanpa Kabel

Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komukasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel. 1.2. Memahami Arsitektur Fisik Jaringan Komputer

Arsitektur fisik jaringan identik dengan topologi yang akan digunakan dalam jaringan tersebut. Hal tersebut bertujuan agar apabila suatu saat jaringan tersebut

ingin kita kembangkan menjadi suatu jaringan dengan skala yang lebih besar dan luas maka pemasangan maupun perawatan jaringan menjadi lebih mudah. Dengan adanya arsitektur fisik jaringan, pengguna jaringan dapat menentukan topologi mana saja yang cocok untuk digunakan dalam jaringannya. Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, dan star. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri. 1. Topologi BUS Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan. Kabel yang digunakan untuk menghubungkan jaringan ini biasanya adalah kabel coaxial. Setiap server dan workstation yang disambungkan pada bus menggunakan konektor T.

Gambar 1. Topologi Jaringan Bus

Keuntungan • • • Hemat kabel Layout kabel sederhana Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain Kerugian • • • Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil Kepadatan lalu lintas pada jalur utama Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan • Diperlukan repeater untuk jarak jauh

di sepanjang kabel pusat maka

2. Topologi TokenRING Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat-alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.

Gambar 2. Topologi jaringan Token-Ring

Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu. Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat. 3. Topologi STAR Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau HUB. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.

Gambar 3. Topologi Jaringan Star Keuntungan • Paling fleksibel • Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain • Kontrol terpusat • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan • Kemudahaan pengelolaan jaringan Kerugian • Boros kabel • Perlu penanganan khusus • Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis Pengembangan dari ketiga topologi diatas akan membentuk topologi mesh dan topologi tree/hybrid/campuran.

1.3.

Mengenal Model/Type Jaringan Komputer

Type Jaringan terkait erat dengan sistem operasi jaringan. Ada dua type jaringan, yaitu client-server dan type jaringan peer to peer. 1) Jaringan Client-Server Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain di dalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server di jaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation. Keunggulan • Kecepatan akses lebih tinggi karena

penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation. • Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan. • Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan. Kelemahan • • Biaya operasional relatif lebih mahal. Diperlukan adanya satu komputer

khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.

Kelangsungan

jaringan

sangat

tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.

2) Jaringan Peer To Peer Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.

Keunggulan • fax/modem, printer. • Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan. • Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan. Kelemahan Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive,

Troubleshooting jaringan relatif lebih

sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation. • Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri. • fasilitas yang dimiliki. • Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut. Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing

1.4.

Manfaat Jaringan Komputer

Jaringan komputer merupakan kumpulan sejumlah peripheral yang terdiri dari beberapa komputer, printer, LAN Card, dan peralatan lain yang saling terintegrasi satu sama lain. Dengan demikian, kita dapat melakukan aktivitas seperti tukar menukar data atau informasi dengan mudah dan dalam waktu singkat dan cepat. Banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh apabila komputer kita terhubung dengan jaringan. Diantaranya :

Resource Sharing, dapat menggunakan sumberdaya yang ada secara bersamasama. Misal seorang pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data, tidak mendapatkan kesulitan dalam menggunakan data tersebut, seolah-olah data tersebut berada didekatnya. Hal ini sering diartikan bahwa jaringan komputer mangatasi masalah jarak.

Reliabilitas tinggi, dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternative persediaan. Misalnya, semua file dapat disimpan atau dicopy ke dua, tiga atu lebih komputer yang terkoneksi kejaringan. Sehingga bila salah satu mesin rusak, maka salinan di mesin yang lain bisa digunakan.

Menghemat uang. Komputer berukutan kecil mempunyai rasio harga/kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer besar seperti mainframe memiliki kecapatan kira-kira sepuluh kali lipat kecepatan komputer kecil/pribadi. Akan tetap, harga mainframe seribu kali lebih mahal dari komputer pribadi. Ketidakseimbangan rasio harga/kinerja dan kecepatan inilah membuat para perancang sistem untuk membangun sistem yang terdiri dari komputer-komputer pribadi.

2.
2.1.

Komponen Jaringan

Media Transmisi Data A. Kabel UTP Jaringan komputer sekarang menggunakan kabelUTP (Unshielded Twisted

Pair) dengan standar 100 base - TX Fast Ethernet. Kabel UTP terdiri dari 4 pasang kawat berulir (twistwed Pair Wire) sehingga pada kabel itu semuanya terdapat 8

kawat. Setiap pasang akawat ini di beri kode warna, yang pertama warna penuh (Biru, Jingga, Hijau atau cokelat) dan pasangannya yang berulir seputar yang utama tadi dengan warna putih dan strip warna yang sesuai dengan pasangannya.

Gambar 4. Kabel UTP B. Kabel Koaksial Kabel ini mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: • • • • Paling populer digunakan pada Local Area Network (LAN) Memiliki bandwidth yang lebar, sehingga bias digunakan untuk komunikasi broadband (multiple channel) Ada bermacam-macam jenis kabel coax seperti kabel TV, thick, ARCnet, dan thin coax. Thick coaxial dikenal dengan nama 10Base5, biasanya digunakan untuk kabel backbone pada instalasi jaringan ethernet antar gedung. Kabel ini sulit ditangani secera fisik karena tidak flexibel dan berat, namun dapat menjangkau jarak 500 m bahkan 2500 m dengan repeater.

Thin coaxial lebih dikenal dengan nama RG-58, cheapernet, 10Base2, dan thinnet, biasanya digunakan untuk jaringan antar workstation. Dapat digunakan untuk implementasi topologi bus dan ring karena mudah ditangani secara fisik.

Gambar 5. Kabel koaksial thick atau thick Ethernet C. Fiber Optic • • • • • • Mahal Bandwidth lebar hampir tidak ada resistansi dan loss tidak bisa di-tap di tengah tidak terganggu oleh cuaca dan panas merupakan salah satu kabel utama di masa depan

Gambar 6. Fiber Optik D. Wireless • • instalasi mudah dilakukan setiap workstation berhubungan dengan hub atau cosentrator melalui gelombang radio atau inframerah

2.2.

Hardware Jaringan A. Server

Secara umum server adalah komputer program yang menyediakan service kepada komputer program lain yang sama ataupun berbeda. Dalam model programming client/server, server adalah program yang menunggu dan memenuhi permintaan dari client program yang sama atau berbeda. B. Workstation Merupakan komputer yang menggunakan fasilitasfasilitas dan aplikasi yang disediakan oleh computer server C. NIC (Network Interface Card) Adalah computer circuit board or card yang dipasang dalam komputer (server maupun workstation) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam jaringan. Dilihat dari jenis interfacenya umumnya terbagi dua yaitu PCI dan ISA. Terdapat juga beberapa card diperuntukkan khusus untuk laptop atau notebook dengan socket PCMCIA. Sering disebut dengan ethernet card, Network card.

Gambar 7. Kartu Jaringan D. Hub & Hub Switch Merupakan konsentrator yang membagi sinyal data bagi network interface card (NIC).

Gambar 8. Hub

E. Router Merupakan peralatan yang menentukan rute (jalur) yang akan dilewati oleh data dalam jaringan.

Gambar 9. Router F. Konektor Merupakan peralatan yang digunakan untuk menghubungkan suatu media transmisi tertentu dengan network interface card. a. RJ-45 Pada ujung-ujung kabel CAT 5 ini dipasangkan konektor yang dikenal sebagai konektor RJ-45 (RJ dari kata 'Registered Jack'). Konektor RJ-45 ini mirip dengan konektor pada kabel telepon (RJ-11). Bila pada kabel telepon menggunakan tiga pasang kawat, maka kabel network ini empat pasang. Untuk memudahkan memilah-milah kabel di masa datang, konektor RJ- 45 dipasangkan pada kabel CAT 5 dengan aturan tersendiri. Untuk melihat urutan kawat-kawat yang dipasang pada konektor RJ-45, anda harus melihatnya dengan memegang 'klip' konektor ini di bagian bawah, agar'lubang'-nya (tempat memasukkan kabel) menghadap Anda.

Gambar 10. Konektor RJ-45 b. Konektor BNC Konektor yang digunakan untuk menghubungkan kabel coaxial dengan kartu jaringan. Konektor ini mirip dengan penggunaan pada konektor TV. Konektor BNC ini ada 3 jenis yaitu Jenis Konektor BNC, Jenis Terminatir BNC dan Jenis T BNC

Gambar 11. Konektor BNC

G. Crimp tool Crimp tool / Crimping tool adalah alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ45/RJ-11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam-macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja.

Gambar 12. Crimp tool

3.
3.1.

Membangun Jaringan LAN

Pemasangan Kabel Dalam penyambungan kabel pada konektor RJ-45 ada dua jenis model. Yang

pertama dinamakan dengan jenis sambungan Crossover Cable yang kegunaannya

untuk menghubungkan dua computer membentuk LAN tanpa melalui hub. dan untuk menghubungan antara hub ke sebuah hub lainnya.

Gambar 13. Crossover cable Yang kedua dinamakan dengan jenis sambungan Straight–Through cable yang dipakai untuk menghubungkan computer kesebuah hub.

Gambar 14. straight-through cable

Urutan penyambungan kabel UTP ke konektor RJ-45 untuk metode straight cable

Urutan Straigh dipakai untuk menghubungkan komputer ke switch atau hub.

Gambar 15. Kabel Straight digunakan untuk sambungan PC to HUB Untuk penyambungan kabel UTP ke konektor RJ-45 untuk metode Cross cable, dengan urutan kabelnya:

Gambar 16. Cabel Croossed digunakan untuk sambungan PC to PC dan Hub to Hub

Gambar 17. Urutan Pemasangan kabel pada konektor RJ-45 3.2. IP Address

IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.

IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router,switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada. Kelas-kelas IP Address

Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel 5.

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah: Network ID = 113 Host ID = 46.5.6 Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113. IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1 Network ID = 132.92 Host ID = 121.1 Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx –

223.255.255.x. Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.

4. Desain Jaringan LAN di Laboratorium A SMK

Negeri 1 Pekanbaru
4.1 Analisa Kebutuhan

Berdasarkan hasil identifikasi maka dilakukan analisis kebutuhan untuk merancang/mengembangkan jaringan yang paling sesuai dengan kondisi yang ada 4.2 Kebutuhan Perangkat Perangkat yang digunakan dalam membangun jaringan LAN di Laboratorium SMK Negeri 1 Pekanbaru adalah : • • • • • • • • • • 1 PC Router 40 PC Client Modem ADSL Wireless Access Point Switch 24 port (2) Hub (1) NIC (Network Interface Card) Kabel UTP belden 1 gulung Konektor RJ-45 UPS Keterangan perangkat : • Server adalah suatu komputer yang menjadi pengelola dan pusat bagi komputer lainnya. Karena berfungsi sebagai pusat, minimal sebuah server harus mempunyai beberapa karakter yang lebih dibandingkan dengan komputer yang terhubung kedalam suatu jaringan. Keseluruhan komputer yang terhubung ke server dalam jaringan disebut sebagai Workstation. Hampir semua jenis computer dapat digunakan sebagai komputer workstation.

Network Interface Cards (NIC) dan Ethernet Card/Kartu Jaringan Kartu Jaringan merupakan perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antar komputer. Kebanyakan kartu jaringan adalah kartu internal, yaitu kartu jaringan yang dipasang pada slot ekspansi di dalam komputer. Kartu Jaringan umumnya telah menyediakan port koneksi untuk kabel koaksial ataupun kabel twisted pair.

HUB dan Switch, Sebuah Konsentrator/Hub adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain. Switch merupakan sebuah konsentrator sama dengan HUB. Perbedaannya adalah pada cara pengiriman/penyaluran data pada jaringan

Gambar 18. Perbedaan Hub dan Switch

Gambar 19. Metode Penghantaran pada Hub dan Switch

Pada perancangan jaringan ini menggunakan switch. Kenapa menggunakan switch?. Switch yang dimaksud di sini adalah LAN switch. Switch adalah perluasan dari konsep bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu : cutthrough, store-and-forward. Switch cut-through memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuannya sebelum meneruskan ke segmen tujuan. Switch store-and-forward, kebalikannya, menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan. Waktu yang diperlukan untuk memeriksa satu paket memakan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tak mengganggu jaringan. Dengan teknologi terbaru, kecepatan switch store-and-forward ditingkatkan sehingga mendekati kecepatan switch cut-through. Di pasaran kita juga bisa memilih switch hibrid yang menggabungkan arsitektur cut-through dan store-and-forward. Dengan switch, kita mendapatkan keuntungan karena setiap segmen jaringan memiliki bandwidth 10Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada “shared network.” Dengan demikian kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah switch yang saling terhubung disebut “collapsed backbone.” Saat ini banyak orang memilih menggunakan jaringan Ethernet 10Mbps pada segmen-segmennya dan Fast Ethernet 100Mbps pada koneksi ke server. Untuk keperluan ini digunakan switch 10/100 yang biasanya memiliki beberapa (4-24) port 10Mbps untuk koneksi ke komputer klien dan 1 port 100Mbps ke komputer server.

4.3

Topologi yang digunakan

Adapun jenis topologi yang digunakan dalam perancangan jaringan LAN ini adalah Topologi Star. Topologi star ini merupakan sebuah alternatif yang juga bisa diimplementasikan pada sebuah jaringan.
192.168 .0.1/24 PC R outer Server Mikrotik 10.1.2.34/24 Modem AD SLInternet Service Provider / PD A 192.168.10.3/24 192.168.10.4 --192 .168.10.254 Subnet mask255.255 : .255.0

Internet

L a p to p dll ,
W ireless Access Point IP Address 192.168 – 192.168.0.21 : .0.2 Subnet M ask255 : .255.255.255.0 D efault Gatew ay : 192.168.0.1 Preferred D N S Server : 10.1.2.26 Alternate D N S Server : 10.1.2.27 IP Address 192 : .168.0.22 – 192.168.0.41 Subnet M ask255.255.255.255 : .0 D efault Gatew ay : 192.168.0.1 Preferred D N S Server : 10.1.2.26 Alternate D N S Server : 10.1.2.27

H ub

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

`

Setiap PC Terhubung ke Sw itch

Sw itch terhubung ke hub

Sw itch

Setiap PC T erhubung ke Sw itch

Setiap PC T erhubung ke Sw itch

Sw itch

Setiap PC T erhubung ke Sw itch

Gambar 20. Rancangan detail TTopologi erhubung

Gambar 21. Denah Labolatorium A Sekilas tampak seperti topologi bus. Tapi rancangan ini menggunakan topologi star karena menggunakan konsentrator. Kenapa menggunakan topologi star?. Hal ini karena keunggulan dari topologi tipe Star ini ialah dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya. Pada kasus ini, layanan yang akan diberikan berupa LAN, Internet dan server. Untuk LAN biasanya digunakan user untuk berbagi sumberdaya seperti printer, sharing data. Sedangkan untuk Internet user menggunakannya untuk akses informasi

dan komunikasi (email). Jumlah user/pengguna jaringan berdasarkan identifikasi kurang dari 50 user. Berdasarkan kondisi tersebut, maka disarankan pemilihan koneksi ke Internet Service profider (ISP) dapat berupa dial-up dengan menggunakan Telkom speedy, atau wireless. Hal tersebut dikarenakan bandwith yang dibutuhkan cukup diakomodasi oleh jenis koneksi tersebut.

4.4

Konfigurasi Jaringan

Konfigurasi jaringan ini digunakan agar jaringan berfungsi dengan baik dan mengatur IP Address untuk setiap unit PC. IP Address sudah diatur oleh ISP (Internet Service Provider) adalah sebagai berikut : 1. IP Address 192.168.0.2 sampai dengan 192.168.0.41 2. Subnet Mask 255.255.255.0 3. Default Gateway 192.168.0.1 4. Preferred DNS Server 10.1.2.26 5. Alternate DNS Server 10.1.2.27 Pada IP address yang mana client tinggal melanjutkan Host ID Server. Seperti diketahui Server memiliki Host ID 1, (192.168.0.1 ), maka client dimulai dari 192.168.0.2 – 192.168.0.41. Host ID sampai 192.168.0.41 karena jumlah client

adalah 40 client. Setelah jaringan terhubung maka files atau printer di sharing dengan cara klick kanan files atau folder tersebut dan pilih Sharing. 4.5 Menyetting jaringan pada Windows XP

a. Memberi Nama dan Workgroup Komputer Klik kanan My Computer. Maka akan keluar tampilan seperti berikut:

Pilih Computer Name. Klik Change untuk merubah nama dan workgroup komputer, seperti tampilan berikut:

Isilah Computer Name dan Workgroup. (Workgroup harus sama dengan komputer lain yang ada dalam jaringan yang kita bangun). Klik OK

b. Menyetting IP Address, langkahnya:

Setelah itu tampil tampilan IP address seperti berikut:

Isi IP Address seperti contoh pada gambar diatas. Mengisi IP Address tidak boleh sama antara dua komputer.

c. Menguji koneksi jaringan. Melihat koneksi dengan komputer lain. Langkahnya: Klik start, run, ketik seperti gambar:

Maka akan keluar tampilan seperti dibawah jika jaringan tersebut terhubung/conect.

(Gambar: Tampilan PING jika Jaringan terhubung)

(Gambar: Ping jika kabel Jaringan tidak terhubung/jaringan bermasalah)

BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan Sejalan dengan perkembangan teknologi jaringan dan kebutuhan pengguna, maka sudah selayaknya suatu organisasi/lembaga memulai penerapan Jaringan atau local area network. Desain jaringan adalah penting karena berhubungan dengan rancangan kinerja dan kehandalan komputasi dan komunikasi pada suatu institusi. Untuk merancang jaringan yang efisien maka identifikasi keragaan dan kebutuhan pengembangan merupakan tahapan yang sangat penting. Dari hasil identifikasi tersebut dilakukan analisis kebutuhan sehingga dapat dirancang jaringan yang ekonomis namun berdaya guna. Pemilihan topologi jaringan hendaknya memperhatikan karakteristik topologi itu sendiri, letak gedung, dan jumlah lantai pada gedung tersebut. Sedangkan perangkat keras untuk jaringan dipilih berdasarkan topologi jaringan, beban kerja, kebutuhan akses komunikasi, dan kebutuhan pengamanan sistem.

DAFTAR PUSTAKA
Kurniawan, Wiharsono, 2007. Jaringan Komputer. Kerjasama Andi dan Smitdev.com Purbo, Onno W, dan Taufan, Riza, 2001. Manajemen Jaringan. PT Elex Media Komputindo. Jakarta Tim Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. 2004. Modul Instalasi Perangkat Jaringan Lokal (Local Area Network) Prihanto, Harry, 2006, Membangun Jaringan Komputer : Mengenal Hardware dan Topologi Jaringan, didownload dari situs : http://www.ilmukomputer.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->