P. 1
Ragam Bahasa Tidak Resmi Dalam Lagu Project Pop

Ragam Bahasa Tidak Resmi Dalam Lagu Project Pop

|Views: 1,258|Likes:
Sebuah makalah tentang ragam bahasa tidak resmi dalam lagu-lagu Project Pop. Makalah ini ditulis sebagai ganti ujian sisipan 2 untuk mata kuliah Sosiolinguistik di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Mohon maaf apabila terjadi kesalahan bahasa, saya orang Kanada.
Sebuah makalah tentang ragam bahasa tidak resmi dalam lagu-lagu Project Pop. Makalah ini ditulis sebagai ganti ujian sisipan 2 untuk mata kuliah Sosiolinguistik di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Mohon maaf apabila terjadi kesalahan bahasa, saya orang Kanada.

More info:

Published by: Christopher Allen Woodrich on Jan 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

RAGAM BAHASA TIDAK RESMI DALAM LAGU PROJECT POP Makalah Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Lulus Mata Kuliah Sosiolinguistik

Oleh: Christopher Allen Woodrich NIM: 084114001 PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA JURUSAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
1

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa makalah yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, .......................................... Penulis

Christopher Allen Woodrich

KATA PENGANTAR

2

Atas bantuan mereka dalam penyelesaian makalah ini saya ingin ucapkan terima kasih kepada orang-orang berikut: • • • Trifosa Sie Yulyani Retno Nugroho, atas dukungannya dalam semua tugas akademik. Dr. I. Praptomo Baryadi, M. Hum untuk segala ajarannya tentang sosiolinguistik yang tidak pernah membuat saya ngantuk Para anggota band Project Pop untuk lagu-lagu mereka yang lucu dan menarik dianalisis sehingga makalah ini tidak terasa bagai tugas. Makalah ini tidak sempurna dan apabila terjadi kekurangan saya mohon maaf lebih dahulu. Terima kasih.

Yogyakarta, ………………….. 2009

Christopher Allen Woodrich NIM: 084114001

DAFTAR LAMPIRAN Halaman LAMPIRAN I: DAFTAR KOSA KATA TIDAK RESMI .......................... 10 3

LAMPIRAN II:

LIRIK “MARA MARA MARA” ........................................ 12 16

LAMPIRAN III: LIRIK “METAL VS. DUGEM” .........................................

LAMPIRAN IV: LIRIK “JANGAN PIKI-PIKI” ............................................ 20

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .......................................................................................... 4 i

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................ ii KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... iv DAFTAR ISI ...................................................................................................... v BAB I: PENDAHULUAN ........................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1 B. Tujuan Analisis ........................................................................... 1 C. Sistematika Penyajian ................................................................. 1 BAB II: BAB III: PENGERTIAN RAGAM BAHASA TIDAK RESMI ................... 3 ANALISIS LAGU PROJECT POP ................................................ 5 A. Mara mara mara .......................................................................... 5 B. Metal Vs. Dugem ........................................................................ 6 C. Jangan Piki-Piki .......................................................................... 6 BAB IV: PENUTUP ....................................................................................... 8 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 9 LAMPIRAN ..................................................................................................... 10

BAB I: PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Walaupun dalam karangan ilmiah bahasa yang bersifat baik dan benar boleh digunakan, dalam situasi lain penggunaan bahasa baik dan benar terasa tidak pas atau tidak efektif. Dalam komunikasi sehari-hari, bahasa yang baik dan benar terasa kaku

5

dan tidak menarik, sehingga menjadi membosankan. Oleh sebab itu, muncullah pikiran bahwa suatu bahasa sudah baik kalau sudah komunikatif. Pandangan bahwa bahasa boleh bebas asal komunikatif ini menjadi dasarnya ragam bahasa tidak resmi. Kata-kata yang bukan bahasa Indonesia, ejaan yang tidak baku, ataupun pronunciation yang tidak umum diperbolehkan. Oleh karena itu, bahasa tidak resmi ini menjadi sangat berwarna-warni. Ini jelas kelihatan dalam lagu Project Pop, yang menggunakan bahasa Inggris dan Jawa, ejaan yang gaul dan pronunciation yang tidak sesuai dengan tata bahasa. Bahasa ini menghidupi lagu mereka, dan akibatnya menarik ditelilti lebih dalam. B. Tujuan Analisis Tujuan dari makalah ini adalah menganalisis bahasa yang digunakan oleh band Project Pop dalam tiga lagu, yaitu Mara Mara Mara, Metal Vs. Dugem, dan Jangan Piki-Piki. Dalam analisis data diperbadingkan bahasa ragam tidak resmi dan ragam bahasa resmi. C. Sistematika Penyajian Makalah ini dibagi menjadi empat bab. Bab satu adalah bab pendahuluan, yang berfungsi sebagai pengantar. Bab ini dibagi menjadi tiga subbab dan menjelaskan latar belakang masalah, tujuan dan metode analisis, dan sistem penyajian. Bab dua adalah pengertian ragam bahasa tidak resmi. Dalam bab ini akan dibahasa apa itu ragam bahasa tidak resmi, mengapa terjadi, dan berapa bentuknya. Bab tiga adalah analisis ketiga lagu Project Pop yang terpilih. Bab ini dibagi menjadi tiga, satu subbab per lagu yang dianalisis. Dalam bab ini akan dilihat bahasa tidak resmi apa saja yang digunakan, lalu mengapa ini muncul. Bab empat adalah penutup. Penutup ini merupakan kesimpulan dari makalah ini.

6

BAB II: PENGERTIAN RAGAM BAHASA TIDAK RESMI Seperti yang telah dinyatakan, setiap bahasa hidup mempunyai ragam-ragam sendiri. Ada ragam berdasarkan keadaan pembicara, misalnya usia, jumlah bahasa yang dikuasai, dan jenis kelamin. Ada pula ragam yang berdasarkan bagaimana bahasa itu digunakan (konteks), misalnya suasana, tujuan dan bidang (Praptomo, 2009). Setiap ragam bahasa itu mempunyai ciri-ciri khas yang membuatnya menjadi berbeda dari ragam lain. Ini termasuk intonasi, morfologi, ejaan, bunyi, kosa kata, 7

gaya bahasa dan sebagainya. Pembeda ini bisa termasuk yang standard dan yang tidak standard; suatu ragam tidak selalu menggandung perbedaan dari apa yang dianggap resmi (Praptomo, 2009). Dengan pengertian dasar ini bisa dilihat ragam bahasa tidak resmi. Secara keseluruhan, ragam bahasa tidak resmi adalah ragam bahasa yang tidak sesuai dengan bahasa yang baik dan benar. Beberapa petanda ragam bahasa tidak resmi berikut: • • • • • • Tidak menggunakan unsur gramatikal secara eksplisit dan konsisten Tidak menggunakan imbuhan secara lengkap Tidak menggunakan kata ganti resmi Tidak menggunakan kata baku Tidak menggunakan EYD Menggunakan kata dan unsur kedaerahan lain (Praptomo, 2009) Misalnya, kalimat dalam ragam bahasa resmi berbunyi “Kakak saya kemarin malam pergi ke pasar untuk menjual singkong,” sedangkan kalimat dengan arti yang sama dalam ragam bahasa tidak resmi bisa berbunyi “Abang gue maren malem ke pasar tuk dodolan singkong.” Contoh lain, kalimat yang resmi berbunyi “Berapakah harga bolu ini?” Dengan menggunakan kalimat yang tidak resmi, bunyinya berubah menjadi hanya “Berapa?” Menurut bahasa yang baik dan benar, kedua kalimat dalam bahasa tidak resmi ini salah. Walaupun ragam bahasa tidak resmi dianggap tidak benar, dalam situasi tertentu bisa merupakan penggunaan bahasa yang baik. Oleh karena bahasa yang resmi dianggap membosankan dan sering terlalu panjang diucapkan, bahasa yang tidak resmi digunakan dalam hidup sehari-hari. Di antara lain, bahasa tidak resmi digunakan dalam pergaulan, di pasar, dan di rumah.

8

BAB III: ANALISIS LAGU PROJECT POP Sebelum analisis ini dimulai perlu dikemukakan bahwa, walaupun bahasa yang digunakan dalam lagu-lagu ini tidak benar, masih dapat dimengerti. Perlu juga dimengerti bahwa pelesapan morfem atau kata bisa terjadi dalam lagu untuk menjaga irama lagu tersebut. A. Mara mara mara Lagu pertama yang akan dianalisis adalah “Mara mara mara.” Dalam lagu ini terdapatlah: ucapan, kata ganti, kata dan partikel, dan morfem tidak resmi. Ucapan yang tidak resmi dalam lagu ini termasuk “ape (apa),” “kaya (kayak),” “tau (tahu),” dan “mara (marah).” Pengucapan “ape” berasal dari bahasa 9

gaul, di mana ucapan sengaja dijadikan beda. Sedangkan, pelesapan huruf terjadi karena pengaruh dari aspek singkat dan cepat bahasa gaul dan bahasa SMS. Di dalam lagu ini hanya ada satu kata ganti yang tidak resmi, yaitu “loe (kamu).” Ini merupakan pengaruh dari bahasa gaul, yang dipengaruhi dari bahasa Betawi. Ini mungkin terjadi karena anggota-anggota Project Pop sudah lama tinggal dan bekerja di Jakarta; penggunaan istilah bahasa gaul juga bersifat ekonomis karena membuka lagu ini kepada kaum muda yang sering menggunakan bahasa gaul. Walaupun hanya ada satu kata ganti tidak resmi, ada beberapa partikel dan kata lain yang tidak resmi. Ini termasuk “kayak (yang dieja ‘kaya’),” “dong,” “kok (yang dieja ‘ko’,)” dan “mesti.” Dong dan kok merupakan interjeksi dari bahasa gaul, yang digunakan sebagai emphasis. Sedangkan, kata “kayak” digunakan untuk menjaga irama dan kata “mesti” adalah pengaruh dari latar belakang Jawa penyanyi. Morfem yang tidak resmi dalam lagu ini termasuk “napa (kenapa, morfem lesap),” “ngapa (mengapa, morfem lesap),” “gitu (begitu, morfem lesap),” dan “gemuke (si gemuk, morfem {–e} dari bahasa Jawa).” Pendorong paling besar penggunaan morfem tidak resmi adalah untuk menjaga irama dalam lagu agar tetap menarik. Sedangkan, morfem {–e} digunakan karena anggota band itu adalah orang Jawa. B. Metal Vs. Dugem Lagu kedua yang akan dianalisis adalah “Metal Vs. Dugem.” Dalam lagu ini terdapatlah: ejaan, ucapan, morfem, dan kata tidak resmi. Ejaan tidak resmi termasuk “pake (pakai),” “kalo (kalau),” dan “pala’ (kepala).” Kata “pake” dan “kalo” merupakan pengaruh dari bahasa gaul dan bahasa SMS; kata-kata seperti ini digunakan sebagai alat pengakrab band dengan para pendengar. Sedangkan “pala’” digunakan untuk menjaga irama agar lagu lebih enak didengar. Ucapan yang tidak resmi dalam lagu ini termasuk “malem (malam),” “sendal (sandal),” dan “asem (asam).” Kebiasaan untuk menggunakan bunyi /e/ sebagai ganti bunyi /a/ dalam pengucapan mempunyai dua dasar. Satu ialah latar belakang Jawa

10

penyanyi, dan yang lain ialah keperluan untuk mempunyai rima agar lagu jalan lancar. Morfem yang tidak resmi dalam lagu ini termasuk “ditempeleng (ditempel, dengan tambahan {-eng}),” dan “muter (memutar, morfem {(N)-}).” Morfem {-eng}, yang tidak berarti, ditambah ke kata ditempel untuk menyesuaikan kata itu dengan rima lagu. Sedangkan, muter dengan morfem {(N)-} merupakan suatu pengaruh dari bahasa Jawa yang juga digunakan oleh sebab lebih mudah diucap cepat berulang-kali. Kata tidak resmi dalam lagu ini termasuk “nek geluk ora gelem (diajak berkelahi tidak mau, dari bahasa Jawa),” “kayak,” dan “gak.” Kalimat “nek geluk ora gelem” digunakan untuk dua alasan; terutama untuk menjaga ritma dan irama tetapi juga karena ada pengaruh dari latar belakang Jawa penyanyi. Sedangkan, kata “kayak” dan “gak” merupakan bahasa gaul yang digunakan agar lagu menjadi lebih menarik untuk target audience-nya, yaitu remaja. C. Jangan Piki-Piki Lagu terakhir yang akan dianalisis adalah “Jangan Piki-Piki.” Dalam lagu ini terdapatlah: ejaan, morfem, dan kata tidak resmi. Ejaan tidak resmi dalam lagu ini termasuk “kalo (kalau),” “piki-piki (berpikirpikir) dan “smangatmu (semangatmu).” Kata “kalo” merupakan pengaruh dari bahasa gaul dan bahasa SMS; kata-kata seperti ini digunakan sebagai alat pengakrab band dengan para pendengar. Kata “piki-piki” digunakan untuk menjadi khas Project Pop agar lagunya terdengar unik. Sedangkan, ejaan “smangat” digunakan untuk menjaga irama agar lagunya lebih enak didengar. Morfem yang tidak resmi dalam lagu ini hanya satu, yaitu morfem {-in}, dari bahasa gaul. Ini terdapat pada kata “pikirin.” Morfem {-in} ini digunakan untuk lebih mengarahkan lagu ini kepada target audience-nya (remaja) dan agar laku dan dinikmati dalam target audience itu. Bahasa tidak resmi paling banyak dalam lagu ini adalah kata tidak resmi, yang sebagian besar berasal dari bahasa gaul. Kata-kata ini termasuk “bikin,” “gue,” dan

11

“nggak.” Ada pula kata dari bahasa asing, misalnya “come on baby (mari sayang),” “party (berpesta),” dan “everybody say (semua bilanglah).” Bahasa gaul yang digunakan dalam lagu ini merupakan suatu alat pembantu yang dimaksud untuk menarik target audience. Oleh karena dipandang bahwa remaja sering menggunakan bahasa gaul, bahasa gaul ini sering digunakan dalam lagu yang diarahkan ke mereka. Sedangkan, bahasa Inggris yang digunakan dimaksud untuk membuat penyanyi kelihatan “mode,” atau “keren.” Oleh karena sebagian besar lagu disko berbahasa Inggris, Project Pop telah menggunakan bahasa itu dalam lagu disko mereka ini.

BAB IV: PENUTUP Bahasa tidak resmi, yaitu bahasa yang bertolak pada bahasa resmi, sering digunakan dalam hidup sehari-hari. Ternyata bahasa tidak resmi ini juga terdapat pada lagu-lagu populer, misalnya lagu Project Pop. Bahasa tidak resmi ini digunakan dalam lagu mereka untuk berbagai alasan, tetapi ada dua alasan yang paling pokok. Pertama, bahasa tidak resmi seperti bahasa gaul digunakan karena audiens target adalah remaja. Oleh karena remaja dipandang sering menggunakan bahasa gaul, lagu-lagu ini diberi istilah gaul agar lebih laku. Alasan kedua adalah alasan artistik, yaitu untuk menjaga irama dan rima. Oleh karena beat suatu lagu sangat penting untuk keberhasilannya, apabila sekelompok penyanyi menggunakan bahasa yang baik dan benar lagu mereka akan kacau. Demikian digunakanlah bahasa tidak resmi, untuk keindahan.

12

DAFTAR PUSTAKA Baryadi, Dr. I. Praptomo. 2009. “Ragam Bahasa.” Pelajaran Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka. 2008. Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Uraian Sederhana tentang Gaya Bahasa atau Majas. Cetakan Kelima. Jakarta: Indonesia Tera Project Pop. 2008. Top of Pop. Video CD. Jakarta: PT. Music Studio’s.

13

LAMPIRAN LAMPIRAN 1: DAFTAR KOSA KATA TIDAK RESMI (Catatan: termasuk kata-kata yang tidak dibahas dalam naskah) Dalam Ragam Bahasa Tidak Resmi ‘Pala Aja Ancur Ape Asem Bikin Bolokokok Come on baby Ditempeleng Dong Everybody say Saja Hancur Apa Asam Membuat Tidak berarti Marilah sayang Ditempel Tidak ada, bahasa lisan Semua orang bilanglah 14 Dalam Ragam Bahasa Resmi Kepala

Gak (nggak) Gemuke (morfem {-e}) Gitu Give me the five Gue In the house Jamping-jamping Kalo Kaya (kayak) Kita chose Kok Loe, lo Malem Mara Mesti Muter Napa Nek geluk ora gelem Ngangguk (morfem {(N)-}) Ngapa Nyantai (morfem {(N)-}) Pake Party Piki-Piki Pikirin (morfem {-in}) Sendal Smangat Tau Usah

Tidak Si gemuk Begitu Tos! (tidak resmi, tetapi mempunyai pesan yang sama) Aku Dalam keadaan baik (metaforis) Melompat-lompat Kalau Seperti Kita memilih Tidak ada, bahasa lisan Kamu Malam Marah Pasti Memutar Kenapa Diajak berkelahi tidak mau Mengangguk (morfem {me(N)-}) Mengapa Menyantai (morfem {me(N)-}) Pakai Berpesta Berpikir-pikir Pikirkan (morfem {-kan}) Sandal Semangat Tahu Perlu

15

LAMPIRAN 2: LIRIK “MARA MARA MARA” (Project Pop, 2008: 3) (Dinyanyi dengan dua orang dan satu chorus) 1 Ape loe 2 Ape Loe 1 Eh ape 2 Ape 1 Loe kalau mencak-mencak

16

Mencak kaya kocak 2 Loe kalau mencak-mencak Mencak kaya cicak 1 Masa gitu aja kamu ko bolokokok 2 Kamu yang gitu aja jadi bolokokok 1 Napa mesti nyolot melotot Nye nye nye nye nye nye nye Hei biasa aja dong Ngga usah pakai otot 2 Ngapa mesti nyolot-melotot We we we we we we we we Biasa aja tau Ngga usah pakai otot Chorus: Mara mara mara Itu ngga perlu Udahan maranya Cepatan dong cepatan dong Mara mara mara Itu ngga perlu Udahan maranya Cepatan dong cepatan dong 1 Salahmu 2 Salahmu 17

1 Enak aja salahmu 2 Enak aja salahmu 1 Enak aja salahmu Loe kalau mencak-mencak Mencak kaya kocak 2 Loe kalau mencak-mencak Mencak kaya cicak 1 Masa gitu aja loe bolokokok 2 Kamu yang gitu aja jadi bolokokok 1 Napa mesti nyolot melotot Nye nye nye nye nye nye nye Hei biasa aja dong gemuke Ngga usah pakai otot 2 Ngapa mesti nyolot-melotot We we we we we we we we Nyantai aja lagi Ngga usah pakai otot (Chorus, dua kali) 1 Loe dulu minta maaf

18

2 Loe dulu minta maaf (Dua baris di atas diulang tiga kali) 1 Napa mesti nyolot melotot Nye nye nye nye nye nye nye Biasa aja deh Ngga usah pakai otot 2 Ngapa mesti nyolot-melotot We we we we we we we we Loe yang biasa aja Ngga usah pakai otot (Chorus tiga kali)

19

LAMPIRAN 3: LIRIK “METAL VS. DUGEM” (Project Pop, 2008: 4) (Dinyanyi dalam dua kelompok) 1 Hu… hu… hu… ra… Hu… ra… Kita anak metal Kita kalo joget Sukanya mental-mental Tabrak sana tabrak sini Seperti kuda binal Kita bisa lincah Walaupun cuma pake sendal Habis joget pegal-pegal Kita selalu optimis Ayo semua ngangguk ngangguk Apa saja kita setuju Ayo semua ngangguk ngangguk Guk ngangguk ngangguk Ngangguk ngangguk Ngangguk ngangguk guk Guk ngangguk ngangguk Kaya ayam lagi matuk tuk Guk ngangguk ngangguk Ngangguk ngangguk

20

Ngangguk ngangguk guk Guk ngangguk ngangguk Kaya orang lagi batuk tuk tuk tuk 2 Kita anak dugem Pagi atau malem Bisa tetap dugem Walau badan bau asem Kita anak dugem Tidak macem macem Tetap bisa kalem Walau diajak berantem Kita anak dugem Pagi atau malem Bisa tetap dugem Walau badan bau asem Kita anak dugem Tidak macem macem Tetap bisa kalem Nek geluk ora gelem Kita selalu pesimis Ayo semua geleng geleng Apa saja tidak setuju Lebih suka geleng geleng Leng geleng geleng geleng Geleng geleng Leng geleng geleng Kaya ayam lagi celeng Leng geleng geleng geleng Geleng geleng Leng geleng geleng Kaya orang ditempeleng 1 Hu… ra… hu… ra… Bagaimana kalau diadu Pala’ siapa paling batu Anak metal gak takut Anak dugem pasti takut 2 Siapa bilang kita takut Kepala kita memang paling batu

21

Anak metal ngangguk ngangguk Anak dugem ayo geleng geleng 1 Guk ngangguk ngangguk Ngangguk ngangguk Ngangguk ngangguk guk Kaya ayam lagi matuk tuk Guk ngangguk ngangguk Ngangguk ngangguk Ngangguk ngangguk guk Guk ngangguk ngangguk Kaya orang lagi batuk tuk 2 Leng geleng geleng geleng Geleng geleng Leng geleng geleng Kaya ayam lagi celeng Leng geleng geleng geleng Geleng geleng Leng geleng geleng Kaya orang ditempeleng 1 Guk ngangguk ngangguk Ngangguk ngangguk Ngangguk ngangguk guk Kaya ayam lagi matuk tuk 2 Leng geleng geleng geleng Geleng geleng Leng geleng geleng Kaya ayam lagi celeng 1 Guk ngangguk ngangguk Ngangguk ngangguk Ngangguk ngangguk guk 2 Leng geleng geleng geleng Geleng geleng

22

1 Guk ngangguk ngangguk Ngangguk ngangguk Ngangguk ngangguk guk 2 Leng geleng geleng geleng Geleng geleng Leng geleng geleng 1 Guk angguk Angguk angguk 2 Geleng geleng geleng 1 Lagunya kok jadi gini 2 Yo… mbuh 1 Puter aja yuk 2 Ho oh Bersama Ter muter muter muter Muter muter muter ter Ter muter muter muter Muter muter muter ter Ter muter muter muter Muter muter muter ter 2 Uku pusing 1 Sama

23

LAMPIRAN 4: LIRIK “JANGAN PIKI-PIKI” (Project Pop, 2008: 10) Ayo goyang jangan piki-piki Ayo goyang jangan piki-piki Ayo goyang jangan piki-piki Ayo goyang jangan piki-piki Hei… kalo goyang di sini Nggak ada salahnya Mulai saat ini Jangan banyak tanya Project Pop is in the house Give me the five ayo kita chose Jangan buat gue jadi emosi Berdiam diri bikin basi Kalo mau joget musk gue kasih Iramanya bebas Yang penting asyik Everybody say yoo hoo (yoo hoo) Say haa (haa) Say ho ho ho (ho ho ho) Sudah siap (yap yap yap yap) Jangan goyang dulu ya Jangan goyang dulu ya Jangan goyang dulu ya Hey! Yo! Let’s go! Come on baby ayo semua Maju ke depan Silahkanlah kaki ke kiri 24

Dan ke kanan Come on baby goyangkan Pinggul buat putaran Come on baby (huu iii!!!) Ayo goyang jangan piki-piki Ayo goyang jangan piki-piki Ayo goyang jangan piki-piki Ayo goyang jangan piki-piki Bikin gaya baru jamping-jamping Supaya perut jadi langsing Project Pop is in the house Give me the five ayo kita chose Semua di sini kita party Ayu smangatmu jangan mati Kalo adalah masalah pikirin nanti Nikmati saja apa yang pasti Everybody say yoo hoo (yoo hoo) Say haa (haa) Say ho ho ho (ho ho ho) Sudah siap (yap yap yap yap) Jangan goyang dulu ya Jangan goyang dulu ya Jangan goyang dulu ya Hey! Yo! Let’s go! Come on baby ayo semua Maju ke depan Silahkan kaki ke kiri dan ke kanan Come on baby goyangkan pinggul Buat putaran Come on baby (huu iii!!!) Angkat tanganmu ke udara Goyang saja jangan banyak bicara Project Pop is in the house Give me the five ayo kita chose Ayo semua bangun jangan tidur Maju semuanya jangan mundur

25

Lakukan gerakan paling ancur Rasa malunya kita gempur Everybody say yoo hoo (yoo hoo) Say haa (haa) Say ho ho ho (ho ho ho) Sudah siap (yap yap yap yap) Jangan goyang dulu ya Jangan goyang dulu ya Jangan goyang dulu ya Hey! Yo! Let’s go! Come on baby ayo semua Maju ke depan Silahkan kaki ke kiri dan ke kanan Come on baby goyangkan pinggul Buat putaran Come baby (Ayo mang!) Come on baby ayo semua Maju ke depan Silahkan kaki ke kiri dan ke kanan Come on baby goyangkan pinggul Buat putaran Come baby (Jadi cepat sih)

26

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->