P. 1
Tumbuhan Monokotil Dan Dikotil

Tumbuhan Monokotil Dan Dikotil

4.0

|Views: 49,547|Likes:
Published by win selalu
supaya makalah ini bisa membantu anda semua
supaya makalah ini bisa membantu anda semua

More info:

Published by: win selalu on Jan 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2013

pdf

text

original

Arachis hypogea Nama Spesies : Arachis hypogaea Lokal : Kacang tanah Deskripsi 1. Morfologi a.

akar : berbintil, terdapat bakteri Rhizobium b. batang : herba c. daun : majemuk, menyirip, lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, berbulu, hijau Xanthosoma sagittifolium Species : Xanthosoma sagittifolium Lokal : Keladi Deskripsi : A. Morfologi 1. Morfologi Vegetatif BATANG : Metamorfosis membentuk umbi batang

AKAR : Akar dari tanaman keladi berbentuk serabut,putih. DAUN : Bangun daunnya berebentuk bangun perisai (peltatus),yaitu mempunyai tangkai daun yang tidak teratanam pada pangkal daun, melainkan pada bagian tengah helaian daun. Ujung daunnya meruncing(acuminatus). Pangkal daun terjadi pada sisi yang sama terhadap batang sesuai letak daun pada batang. Susunan tulang daunnya menjari dan menyirip. Tepi daunnya bergelombang(repandus). Daging daunnya seperti kertas (papyraceus). Warna daunnya hijau muda. Permukaan daunnya licin(Leavis) dan permukaan daun kelihatan berselaput lilin pada sisi bawah daunnya. Pangkal daun berbentuk pelepah. Tangkai daun hijau,bergaris-garis tua atau keungu-unguan, dengan panjang 23-150 cm.Daun tanaman keladi merupakan jenis daun tunggal dan bergaris tengah 15-30 cm. 2. Morfologi Generatif Bunga : Tanaman keladi berbunga majemuk, dan berbentuk bongkol dan berumah 1 dengan tangkai silindris, yang panjangnya 28-40 cm. Benang sarinya mengumpul membentuk gada, bermahkota satu dengan helaian berwarna putih. Biji : Pada tanaman keladi tidak ditemukan adanya biji. Buah : Pada tanaman keladi tidak ditemukan adanya buah. B. Anatomi Ciri anatomi dari daunnya yaitu Memiliki stomata; epidermis; parenkhim palisade; dan jaringan mesofil spon yang tetap dan tidak terdiferensiasi sampai kuncup mengembang. Sistem vaskulernya tampak jelas pada jaringan awal dalam ontogeni dar daun, dan tiap area provaskuler yang baru memiliki keaslian melalui bagian horisontal dari sel. Pada bagian tengahnya melebar dari sel embrionik daun. Ukuran sel emrionik daun tetap konstan tanpa memperhatikan ukuran organ. Embrionik daun terdiri dari 5-8 bagian yang tersusun secar teratur seperti batu-bata; memiliki banyak protoplasma dan sel parenkhim, serta area

provaskuler yang lebih kecil. Pada batangnya memiliki xylem tanpa vessels. Akarnya memiliki vilamen dan xylem akarnya tersusun dari vessels. C. Fisiologi Tanaman keladi ini bertpe tanaman C4, dimana tumbuhan ini mendahului siklus calvin dengan fiksasi karbon cara lain yang membentuk senyawa berkarbon 4 sebagai produk pertamanya. Maria Murnian Lestari / 068114159 Apium graveolens ??? apa sich Apium graveolens? kalau seledri tau engga?nah untuk tau lebih jauh ttg Apium graveolens klik disini!dijamin pengetahuan ttg tanaman obat akan semakin bertambah, ok!

Alpinia galanga

Nama species : Alpinia galanga Sinonim : Languas galanga (L.) Stuntz, Alpinia pyramidata BI, Alpinia officinarum Hance, Languas galanga (L.) Merr, Languas vulgare Koenig, Maranta galanga L, Amomum galanga (L.) Lour, Amomum medium Lour

Klasifikasi Kingdom: Plantae Division: Magnoliophyta Class: Liliopsida Order: Zingiberales Family: Zingiberaceae Subfamily: Alpinioideae Tribe: Alpinieae Genus: Alpinia Species: A. galangal Binomial name Alpinia galanga (L.) Willd. Deskripsi : Morfologi Akar : Rimpang besar dan tebal, berdaging, berbentuk silindris, diameter sekitar 2-4 cm, dan bercabang-cabang. Bagian luar berwarna coklat agak kemerahan atau kuning kehijauan pucat,mempunyai sisik-sisik berwarna putih atau kemerahan, keras mengkilap, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih. Daging rimpang yang sudah tua berserat kasar. Apabila dikeringkan, rimpang berubah menjadi agak kehijauan, dan seratnya menjadi keras dan liat. Batang : Batangnya tegak, tersusun oleh pelepah-pelepah daun yang bersatu membentuk batang semu, berwarna hijau agak keputih- putihan. Batang muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. Daun : Daun tunggal berwarna hijau, bertangkai pendek tersusun berseling. Daun disebelah bawah dan atas biasanya lebih kecil daripada yang ditengah. Bentuk daun lanset memanjang dan ujungnya runcing, pangkal tumpul dengan tepi daun rata. Pertulangan daun menyirip, panjang daun sekitar 20- 60 cm, dan lebarnya 4 - 15 cm. Pelepah daun kira-kira 15 - 30 cm, beralur dan berwarna hijau. Bunga : merupakan bunga majemuk berbentuk lonceng, berbau harum, berwarna putih kehijauan atau putih kekuningan. Ukuran perbungaan lebih kurang 10-30 cm x 5-7 cm. Jumlah bunga di bagian bawah tandan lebih banyak dari pada di bagian atas, panjang bibir bunga 2,5 cm, berwarna putih dengan garis miring warna merah muda pada tiap sisi. Mahkota bunga yang masih kuncup, pada bagian ujungnya berwarna putih, sedangkan pangkalnya berwarna hijau. Buah :

buahnya berupanya buah buni, berbentuk bulat, keras. ketika muda berwarna hijaukuning, setelah tua berubah menjadi hitam kecoklatan, berdiameter ± 1 cm. Ada juga yang buahnya berwarna merah. Biji : bijinya kecil-kecil, berbentuk lonjong,dan berwarna hitam.

Anatomi Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 0,5% v/b. Epidermis terdiri dari satu lapisan kecil agak pipih. Dinding berwarna kuning kecoklatan, kutikula jelas. Korteks parenkimatik, jaringan korteks bagian luar terdiri dari beberapa lapis sel dengan dinding tipis berwarna kuning kecoklatan, jaringan korteks bagian dalm terdiri dari sel parenkim besar, dinding sel tipis, tidak berwarna, kadang-kadang bernoktah halus, berisi butir pati. Pada parekim tersebar idioblas berisi minyak dan zat samak, berwarna coklat muda atau tua yang dengan penambahan besi (III) klorida LP warna berubah menjadi kehitaman. Butir pati tunggal, bentuk lonjong atau bulat telur, lamela tidak jelas, panjang butir 8 μm – 60 μm, umumnya 25 μm – 50 μm. Endodermis terdiri dari sel yang lebih kecil dari sel parenkim, dinding sel tipis, tidak berisi pati. Berkas pembuluh kolateral, tersebar dalam parenkim, dikelilingi serabut. Serabut kecil memanjang, dinding sel tebal, tidak berlignin, lebar lumen 20 μm -40 μm, bernoktah. Xilem umumnya berupa pembuluh jala, pembuluh noktah dan pembuluh tangga, lebar 20 μm – 60 μm, tidak berlignin. Floem sedikit dan tidak jelas. Fisiologi Fotosintesis Fotosintesis pada lengkuas sama seperti proses fotosintesis pada tumbuhan umumnya. dimana proses fotositesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan untuk menghasilkan makanan dengan memanfaatkan energi cahaya. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Reaksi fotosintesis adalah sebagai berikut : 12H2O + 6CO2 + cahaya --> C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II, membuatnya melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP, satuan pertukaran energi dalam sel. Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan

elektron yang harus segera diganti. Pada tumbuhan kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen. Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II, cahaya juga mengionisasi fotosistem I, melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH. ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia. Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin dimana karbon dioksida diubah menjadi ribulosa (dan kemudian menjadi gula seperti glukosa). Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap (tanpa cahaya). Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis: 1. Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya. 2. Konsentrasi karbon dioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. 3. Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. 4. Kadar air Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis. 5. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang. 6. Tahap pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh. Respirasi Reaksi respirasi termasuk dalam reaksi katabolisme yang memecah molekul-molekul gula menjadi molekul-molekul anorganik berupa CO2 dan H2O. Respirasi atau pernafasan berfungsi untuk mendapatkan energi dari bahan-bahan organi melalui proses pemecahan gula yang disebut dengan proses glikolisis. Senyawa gula pada tanaman didapatkan dari proses fotosintesis. Butiran amilum yang tersimpan dalm berbagai jaringan dan organ penyimpan cadangan makanan akan diubah kembali dalam bentuk glukosa fosfat di dalam sitoplasma sel. Akhirnya senyawa glukosa fosfat tersebut akan dipecah menjadi piruvat dan masuk dalam siklus Krebs. Selama glikolisis berlangsung dan dalam siklus Krebs akan dihasilkan gas CO2 yang akan dikeluarkan dari sel. Gas tersebut akan berdifusi akan terkumpul dalam rongga-rongga antar sel dan bila tekanan telah cukup akan dikeluarkan. Reaksinya adalah: C6H12O6 (glukosa) + 6O2 ----> 6H2O + 6CO2 + ATP Glukosa yang dihasilkan pada proses fotosintesis dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi pada tumbuhan. Pada respirasi, gula

(glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia. sumber : Jurnal “ Alpinia Galanga” Erna Sinaga (Pusat Penelitian dan pengembangan Tumbuhan Obat UNAS/P3TO UNAS) Buku Materia Medika Indonesia Jilid III "http://id.wikipedia.org/wiki/Akar"

Allium cepa (bawang merah)

Kingdom : Plantae Divisio : Magnoliophyta Sub divisio : Angiospermae Kelas : Liliopsida Ordo : Asparagales Famili : Amaryllidaceae (Liliaceae) Genus : Allium Spesies : Allium cepa L. Sinonim : Allium ascalonicum L.

NAMA DAERAH Bawang abang mirah (Aceh); Pia (Batak); Bawang abang (Palembang); Bawang sirah, Barambang sirah, Dasun merah (Minangkabau); Bawang suluh (Lampung); Bawang beureum (Sunda); Brambang, Brambang abang (Jawa); Bhabang mera (Madura); Jasun bang, Jasun mirah (BaIi); Lasuna mahamu, Ransuna mahendeng, Yantuna mopura, Dansuna rundang, Lasuna randang, Lansuna mea, Lansuna Raindang (Sulawesi Utara); Bawangi (Gorontalo); Laisuna pilas, Laisuna mpilas (Roti); Kalpeo meh (Timor); Bowang wulwul (Kai); Kosai miha; Bawa rohiha (Ternate); Bawa kahori (Tidore).

HABITAT pada tanah yang subur dengan drainase yang baik di Indonesia pada masa kemarau ditanam di sawah, pada masa hujan ditanam di ladang

MORFOLOGI --Akar (radix)-Serabut, bentuk seperti benang, berwarna putih --Batang (caulis)-Pada subang atau cakram (discus) merupakan batang yang sesungguhnya, hanya kecil dengan ruas-ruas yang amat pendek, bentuk seperti cakram, terdapat pula kuncup-kuncup, ujung runcing tapi rata, panjang  50 cm, lebar  0,5 cm, menebal dan berdaging sefta, mengandung persediaan makanan yang terdiri atas subang yang dilapisi daun sehingga menjadi umbi lapis --Daun (folium)-Tunggal, tebal, lunak, berdaging, memeluk umbi lapis

--Bunga (flos)-40± Majemuk, bentuk bongkol (capitulum), bertangkai silindris, panjang cm, hijau, benang sari 6, tangkai sari (filamentum) berwarna putih, kepala sari (anthera) hijau, putik (pistillum) menancap pada dasar bunga, mahkota bentuk bulat telur, ujung runcing, bagian tengah bergaris putih --Buah-Bulat,batu,hijau Biji (semen ) Bentuk segitiga, berwarna hitam Sisik (tunica atau squama) merupakan penjelmaan daun, tebal, lunak, dan berdaging, tempat penyimpan cadangan makanan Menurut sifat sisiknya yang berlapis (bulbus squamosus), daunnya merupakan bagian yang lebar, dan yang lebih luar menyelubungi bagian yang lebih dalam, jika umbi diiris membujur akan tampak jelas susunannya yang berlapis-lapis KHASIAT

1. umbinya dapat menjadi bahan masakan 2. sebagai obat gosok 3. kulitnya yang kering dapat digunakan bersama air untuk merebus telur 4. antiradang dan pembunuh bakteri 5. dapat mengencerkan dahak 6. menurunkan panas 7. menghangatkan badan 8. memudahkan pengeluaran angin 9. melancarkan pengeluaran air seni 10. mencegah penggumpalan darahmampu menurunkan kolesterol dan kadar gula dalam darah KANDUNGAN KIMIA ♣ kandungan sulfurnya untuk mencegah kanker ♣ Prostaglandin A-1, agen yang kuat untuk mengurangkan tekanan darah ♣ Flavonoid dipercayai mengurangi resiko kanker, penyakit jantung, dan kencing manis karena mempunyai unsur-unsur anti-kanker, anti-bakteria, anti-viral, anti-allergenic dan antiinflammatory ♣ umbi lapisnya mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin B1, dan vitamin C ANATOMI Pada penampang melintang, tiap sisik tampak satu lapis sel epidermis luar, bentuk segi empat, dinding bagian luar warna merah. Epidermis dalam bentuk serupa dengan epidermis luar hanya lebih kecil. Di antara kedua epidermis epidermis terdapat beberapa lapis sel parenkim berisi tetes-tetes minyak. Berkas pembuluh bertipe kolateral. Pada pengamatan tangensial, tampak sel epidermis bentuk empat persegi panjang, dinding antiklinal lurus. FISIOLOGI SINTESIS C4 Adaptasi pada habitat dengan suhu tinggi di siang hari, kelembaban tanah yang rendah.

FOTOSINTESIS Adaptasi fotosintesis tanaman ini dengan membentuk senyawa C4 sebelum masuk siklus Calvin.

Ananas comosus

Klasifikasi tanaman Ananas comosus : Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Ordo : Farinosae (Bromeliales) Famili : Bromiliaceae Genus : Ananas Spesies : Ananas comosus(L) Merr

Kerabat dekat spesies nanas cukup banyak, terutama nanas liar yang biasa dijadikan tanaman hias, misalnya A. braceteatus (Lindl) Schultes, A. Fritzmuelleri, A. erectifolius L.B. Smith, dan A. ananassoides (Bak) L.B. Smith. Nama Lokal :  ama daerah : Sumatera: ekahauku (Enggano), anes (Aceh), nas (Gayo), henas, kenas, N honas, hanas (Batak), gona (Nias), asit, nasit (Mentawai), enas, kanas, nanas (Melayu), aneh, naneh (Minangkabau), kanas, kanyas, nas, nyanyas (Lampung). Jawa: danas, ganas (Sunda), nanas (Jawa); lanas, nanas (Madura): Kalimantan: kanas, samblaka, malaka, uro usan, kayu usan, kayu ujan, belasan. Nusa Tenggara: manas (Bali), nanas (Sasak), aruma, fanda, pandal (Bima), panda (Sumba), nana (Sawu), peda, anana, pedang (Flores), parangena, nanasi (Taluud).Sulawesi: tuis mangandow, na'asi, nanasi, tuis, tuis ne walanda, busa, pinang (Ut.Alf.), nanati (Gorontalo), lalato (Buol), nanasi (Toraja), pandang (Makasar, Bugis), edan, ekam, hedan (Timor). esne (Kisar), ngewu (Tanimbar). Maluku: ai nasi, than baba-ba, kai nasi (Seram Timur), bangkalo, kampora, kanasoi (Seram Barat), anasu, banggala, bangkala, kai nasu, kambala, kampala (Seram selatan), arnasinu, kanasi, kurnasin, mangala, nanasi (Amb.Alf.), nanasu, anasul (Ulias). Irian Jaya: Manilmap, miniap. ©Nama asing : Pineapple (I), ananas (I;B;P;J), Pinya (Tag.). ©Nama simplisia : Ananas Fructus (buah nanas). MORFOLOGI Nanas berasal dari Brasil, sedangkan di Indonesia nanas ditanam di kebun-kebun, pekarangan, dan tempat-tempat lain yang cukup mendapat sinar matahari pada ketinggian 11300 m dpl. Nanas merupakan herba tahunan atau dua tahunan, tingginya kira-kira 50-150 cm. Nanas mempunyai tunas merayap pada bagian pangkalnya. Daunnya berkumpul dalam roset akar dan pada bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah. Helaian daun bentuk pedang, tebal, liat, panjang 80-120 cm, lebar 2-6 cm, ujung lancip menyerupai duri, tepi berduri tempel yang membengkok ke atas, sisi bawah bersisik putih, berwarna hijau atau hijau kemerahan. Bunga majemuk tersusun dalam bulir yang sangat rapat, letaknya terminal dan bertangkai panjang.

Buahnya buah buni majemuk, bulat panjang, berdaging, berwarna hijau, jika masak warnanya menjadi kuning. Buah nanas rasanya enak, asam sampai manis.

Bijinya kecil, seringkali tidak jadi. Akarnya hitam keputih-putihan. FISIOLOGI Tumbuhan nanas ini termasuk tumbuhan kering yang menyimpan air. Ananas comosus termasuk tumbuhan CAM. Pada pemasukan pendahuluan CO2 kedalam asam organic, yang diikuti oleh transfer CO2 kedalam siklus Calvin hanya dipisahkan sementara. Dan fiksasi carbon ke dalam asam organic terjadi pada malam hari dan sering disebut metabolisme asam krasulase sedangkan siklus Calvin pada siang hari. Tumbuhan seperti nanas ini membuka stomata malam hari dan menutup stomatanya siang hari dan pada. Sel mesofilnya menyimpan asam organic yang dibuatnya didalam vakuola saat malam hari sampai pagi. Tumbuhan CAM - Crassulacean Acid Metabolism. - tumbuh di kawasan gurun, dan mengambil CO2 di atmosfera dan membentuk sebatian 4-karbon juga. Sifatnya berbeza kerana stomata tumbuhan ini terbuka diwaktu malam dan tutup waktu siang. Keadaan ini boleh menghalang air hilang diwaktu siang melalui stomata. CO2 diserap waktu malam dam ditukarkan kepada sebatian 4-karbon asid organik (malate). Diwaktu siang peroses fotosintesis seperti biasa. ANATOMI Berdasarkan habitus tanaman, terutama bentuk daun dan buah dikenal 4 jenis golongan nanas, yaitu :
1. Cayene (daun halus, tidak berduri, buah besar), 2. Queen (daun pendek berduri tajam, buah lonjong mirip kerucut), 3. Spanyol/Spanish (daun panjang kecil, berduri halus sampai kasar, buah bulat dengan

mata datar)
4. Abacaxi (daun panjang berduri kasar, buah silindris atau seperti piramida).

Varietas cultivar nanas yang banyak ditanam di Indonesia adalah golongan Cayene dan Queen. Morfologi dan anatomi beberapa tahap perkembangan buah nenas (Ananas comosus)

var ietas Smooth Cayenne dan var ietas Queen telah diteliti untuk menentukan penyebaran idioblas yang berisi kristal rafida. Ada dua tipe idioblas yang mengandung kristal rafida:
1. Berukuran kecil dan rafida tersusun teratur, dan sejajar dengan sumbu sel. Banyak

terdapat pada kulit buah.
2. Lebih besar dan kristal rafida tidak tersusun rapi. Terdapat pada daging buah sedikit

yang ada pada kulit buah. Kerapatan rafida berubah seiring umurnya bertambah.

Kandungan kimia : Buah mengandung vitamin (A dan C), kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa (gula tebu), dan enzim bromelain. Bromelain berkhasiat antiradang, membantu melunakkan makanan di lambung, mengganggu pertumbuhan set kanker, menghambat agregasi platelet, dan mempunyai aktivitas fibrinolitik. Kandungan seratnya dapat mempermudah buang air besar pada penderita sembelit (konstipasi). Daun mengandung calsium oksalat dan pectic substances Clinacanthus nutans Nama Species:Clinacanthus nutans Nama Lokal : Dandang Gendis Sinonim : Clinacanthus burmani Nees Beleperone futgina Hassk Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledona

Bangsa : Solanaceae Familia : Acanthaceae MORFOLOGI AKAR : Tunggang,Berwarna Putih kotor BATANG : Berkayu ( lignosus),tegak,beruas,silindris,berwarna hijau DAUN : Hijau,Tunggal( folium simplex),Berhadapan,berbentuk lanset (lanceotus),panjang 8-12mm lebar 4-6mm,tulang daun menyirip( penninervis),ujung runcing( acutus) pangkal membulat ( rotundus),tepi daun beringgit( Crenatus),Permukaan daun tidak berbulu (laevis), permukaan atas lebih tua dan lebih mengkilap ( nitidus ) BUNGA : termasuk tipe bunga majemuk berbentuk malai, mahkota bunga berbentuk tabung berwarna merah muda BUAH :Kotak, bentuk bulat memanjang, berwarna coklat. ANATOMI AKAR sel-sel epidermis akar berdinding tipis dan biasanya tidak berkutikula. korteks akar terdiri atas sel-sel parenkim. Pada tanaman dikotil parenkimnya berbentuk kotak. Tidak mempunyai empulur karena xylem berkembang hingga ke tengah pusat lingkaran. BATANG Bagian batang sebelah luar dibatasi oleh epidermis yang selain berisi sel epidermis yang khas juga sel penjaga, idioblas, dan berbagai tipe trikom. korteks terdiri dari berbagai tipe sel daerah terluar dari korteks. tipe berkas pengangkut kolateral terbuka yaitu diantara xylem dan phloem terdapat kambium. tipe stelenya eustele. DAUN sel epidermis atas dan bawah, jaringan tiang (1 lapis ), rambut penutup bersel satu dengan sistolit, stomata tipe diasitik. selain itu juga terdapat sisik kelenjar tipe labiatae dan tetes-tetes minyak. tipe daun dorsi ventral, berkaspengangkut tipe kolateral. Kandungan Kimia Alkaloid, saponin, dan minyak atsiri. Kegunaan 1. Disentri. 2. Kencing manis. FISIOLOGI Fotosintesis Clinacanthus nutans menggunakan cara sintesis C3 untuk membentuk glukosa. Fotosintesis C3 biasa dilakukan oleh kebanyakan tanaman. Ciri khas dari fotosintesis ini yaitu saat suhu

udara tinggi maka stomatanya akan menutup. menutupnya stomata ditujukan untuk menghindari terjadinya fotorespirasi. apabila terjadi fotorespirasi maka tidak akan terbentuk gula. pada fotorespirasi, yang diikat bukan karbondioksida melainkan oksigen.

Sumber: A.Fahn, Anatomi Tumbuhan Anonim,1995, Penelitian Tanaman Obat Indonesia,Depkes RI, Jakarta Tjitrosoepomo,G.,2005,Morfologi Tumbuhan,UGM press, Yogyakarta www.idionline.org/_05_infodk.obatrad4.htm Allium sativum

ALLIUM SATIVUM L. Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Subkelas : Liliidae Ordo : Liliales Famili : Liliaceae Genus : Allium L. Spesies : Allium sativum L. Nama daerah : Sumatera : Lasum, bawang mental, bawang hong, bawang handak, palasuna. Jawa : bawang bodas, bawang putih, bhabang pote. Nusa Tenggara : Laisona maboteik. Sulawesi : Lasuna kebo, lasuna pute. Maluku : bawa subodo, bawa iso Nama{negara) lain : Inggris : Garlic, Italy : Anglio, Jerman : Knoblauch , Portugal : Alho , Dutch : Knoflook , Tagalog : Bawang Nama umum/dagang : Bawang putih. Sinonim : Lasuna, dasuan, banlasun, tafanuwa, vellulli Kandunga isi : Tanin < 1% minyak atsiri, dialilsulfida, aliin, alisin, enzim aliinase, vitamin A,B,C. Kegunaan : Karminatif , ekspektoran, hipotensi, sedatif Deskripsi 1.Morfologi Habitus Herba, semusim, tinggi 50-60 cm. Akar

Berakar serabut kecil berjumlah banyak. Batang Semu, beralur, hijau. Daun Tunggal, berupa reset akar bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, beralur, panjang 60 cm, lebar ± 1,5 cm, menebal dan berdaging serta mengandung persediaan makanan yang terdiri atas subang yang dilapisi daun sehingga menjadi umbi lapis, berwarna hijau. Bunga Memiliki 3 daun kelopak, dan 3 daun mahkota serta 6 benang sari. Buah Buah tidak berdaging. Biji Berbentuk kecil dan berwarna hitam. 2.Anatomi Pada penampang melintang tiap sisik tampak satu lapis sel epidermis luar, bentuk segi empat. Epidermis dalam bentuk sama dengan epidermis luar, hanya lebih kecil. Di bawah epidermis terdapat 1-3 lapis hypodermis, parenkim terdiri dari beberapa lapis sel, di antaranya terdapat berkas pembuluh tipe kolateral, di dalam sel parenkim terdapat tetes minyak dan protein. Serbuk berwarna putih kecoklatan, fragmen pengenal adalah parenkim berisi protein dan tetes minyak, epidermis dan trakea, serat-serat jernih dan panjang. 3.Fisiologi Bawang putih termasuk tanaman denganreaksi sintesis C4. Sintesis ini diawali dengan fiksasi CO2 oleh enzim karboksilase PEP ke PEP di kloroplas jaringan mesofil. Produkya adalah oksaloasetat, yaitu asam berkarbon empat. Oksaloasetat diubah menjadi malat, aspartat asam malat, aspartat. Malat diubah menjadi piruvat dengan membebaskan CO2. Daun tumbuhan C4 memiliki ciri-ciri khusus yang disebut anatomi Kranz. Daun tersebut mengandung jaringan mesofil dan berkas sel selubung. Kedua bentuk sel tersebut mengandung kloroplas. Pustaka Anonim, 1997, Materia Medika Indonesia jilid I, 20 - 23, Depkes, Jakarta Sudjadi, S., 2005, Biologi, Yudhistira, Surabaya file://localhost/E:/Garlic%20(Allium%20sativum%20L_)%20-%20MayoClinic_com.htm file://localhost/E:/Allium/Allium_sativum.htm file://localhost/E:/Allium/liliacea.htm Eugenia aromatica

Kerajaan : Plantae Filum Kelas Ordo Familia : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Myrtales : Myrtaceae

Genus

: Syzygium

Spesies : Syzygium aromaticum Cengkeh (Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum) Tinggi : 10-20 m Lokal: cengkeh Sinonim : Eugenia caryophyllata thumb; caryophyllus aromaticus L;jambusa caryophyllus N. D.Z; syzygium aromaticum (L). Kandungan kimia : kuncup bunga dan daun Eugenia aromatika menggandung saponin,flavonoida dan tanin, di samping minyak atsiri. Khasiat : Sebagai pelega perut,obat batuk,dan sakit gigi berlubang. buah untuk. Daun : berbentuk bulat telur atau memanjang, dengan pangkal yang sering memeluk batang. Batang : pohon yang gemang 40 cm dan tinggi hingga 20 m . Akar : Tunggang.coklat. Bunga : majemuk malai,tumbuh di ujung batang kelopak berbentuk corong,pangkal berlekatan,mahkota bentuk bintang,panjang 4-5 mm,benang sari banyak,panjang + 5 mm, tangkai putik pendek, masih muda berwarna hijau setelah tua berwarna merah. Buah : buni,bulat telur,panjang 2-2,5 cm merah kehitaman. Biji : Kecil,diameter + 4 mm coklat muda. FISIOLOGI Eugenia Auromatica Fotosintesis Fotosintesis merupakan proses penmbentukan(sintesa) bahan organic dari bahanbahan anorganik dengan bantuan tenaga cahaya.Eugenia Auromatica berfotosintesis sama seperti tumbuhan C3. Pada tumbuhan C3, fiksasi karbon awal terjadi melalui rubisko, enzim siklus Calvin yang menambahkan CO2 pada ribulosabisfosfat. Tumbuhan ini disebut tumbuhan C3 karena produk fiksasi karbon organic pertama ialah senyawa berkarbon tiga, 3fosfogliserat. Tumbuhan ini memproduksi sedikit makanan apabila stomatanya tertutup pada hari yang panas dan kering. Tingkat CO2 yang menurun dalam daun akan mengurangi bahan ke siklus calvin. Hal ini membuat rubisko menerima O2 sebagai pengganti CO2. Karena konsentarsi O2 melebihi konsentrasi CO2 dalam ruang udara di dalam daun, rubisko menambahkan O2 pada siklus Calvin dan bukannya CO2. Produknya kemudian terurai dan satu potong senyawa berkarbon dua dikirim keluar dari kloroplas. Mitokondria dan peroksisom kemudian memecah molekul berkarbon dua menjadi CO2, yang disebut dengan fotorespirasi. Fotorespirasi tidak menghasilkan ATP dan tidak menghasilkan makanan.

Fotorespirasi menurunkan keluaran fotosintesis dengan menyedot bahan organic dari siklus Calvin. Cara Respirasi Cara respirasi pada Eugenia aromatica sama dengan cara respirasi tumbuhan lain Respirasi ini terdiri dari 3 tahap yaitu: 1. glikolisis 2. siklus krebs 3. rantai transport electron dan fosforilasi oksidatif Glikolisis dan siklus krebs merupakan jalur katabolic yang menguraikan glukosa dan bahan bakar organic lainnya. Glikolisis terjadi di dalam sitosol, mengawali perombakan dengan pemecahan glukosa menjadi dua molekul senyawa yang disebut piruvat. Siklus krebs terjadi matriks, mitokondria, menguraikan turunan piruvat menjadi karbon dioksida. Tempat transfor electron dan fosforilasi oksidatif adalah membrane dalam mitokondria. Rantai transfor elekron menerima electron dari produk hasil perombakan glikolisis dan siklus krebs dan melewatkan electron ini dari satu molekul ke molekul lain. Pada akhir rantai, electron dengan ion hydrogen dan oksigen molekuler untuk membentuk air. Energi yang dilepas disimpan dalam suatu bentuk yang digunakan mitokondria untuk membuat ATP. ANATOMI Eugenia Auromatica Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam. a. Epidermis b. Korteks c. Endodermis d. Silinder Pusat/Stele a. Epidermis Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar. b. Korteks Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim. c. Endodermis Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis dapat

mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap. c.Silinder Pusat/Stele Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar. Terdiri dari berbagai macam jaringan : - Persikel/Perikambium Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar. - Berkas Pembuluh Angkut/Vasis Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium. - Empulur Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim. 1. Batang Dikotil Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam : a. Epidermis Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus. b. Korteks Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim. c. Endodermis Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae. d. Stele/ Silinder Pusat Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar. Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang. Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan

menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun. Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian : 1. Epidermis Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapat stoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan. 2. Parenkim/Mesofil Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang. 3. Jaringan Pembuluh Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun. Novreny (06.8114.167) Zea mays ………… Cangkul-cangkul yang dalam Menanam jagung di kebun kita ………… Wah, mendengar lagu ini pasti membuat kita teringat dengan masa kecil kita.Dimana para guru-guru TK bersusah payah mengajari kita untuk bisa menyanyikan lagu ini. Mendengar kata jagung sering membuat kita lapar apa lagi kalau jagungnya berupa jagung bakar,jagung rebus,bakwan jagung ataupun pop corn.Hmmm….. sedap sekali membuat cacing-cacing di perutku serasa meminta hak asasinya^^ Ya, kita sudah tidak asing lagi mendengar kata JAGUNG.Tapi, sebenarnya kita sering sekali menilai jagung dari bijinya yang berwarna kuning tersebut padahal yang disebut biji sebenarnya adalah buah dari jagung.Ooooh begitu ^o^ Untuk lebih jelasnya baca tulisan ini. Jagung memilikki nama latin Zea mays .Mungkin nama ini mengingatkan kita pada tepung maizena, dan yang kita ketahui tepung tersebut memang berasal dari jagung. Nama zea mays sendiri diberikan oleh Carolus Linnaeus pada tahun 1939. Kata "zea" diambil dari bahasa Yunani yang berarti "padi-padian", sedangkan kata "mays" merupakan kosakata orang Indian

yaitu "mahiz" yang merupakan sebuatan untuk jagung bagi orang Indian. Selain nama latinnya kita juga perlu untuk mempelajari Klasifikasi ilmiahnya untuk mempermudah kita mengenali lebih dalam tentang jagung dan jenis-jenisnya yang lain. Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan Divisio Kelas Ordo Famila Genus :Plantae :Angiospermae :Monocotyledon :Poales :Poaceae/Gramineae :Zea

Spesies :Zea mays Jagung memilikki 3 organ vegetatif yang penting yaitu: A. Akar (radix) Jagung memilikki sistem akar serabut (radix adventicia), yaitu akar lembaga yang dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besarnya dan semuanya keluar dari pangkal batang,akar ini bukan berasal dari calon akar tetapi akar liar yang berbentuk serabut. Akar jagung dapat mencapai kedalaman 8 meter walaupun pada umumnya berada pada kisaran 2 meter. Pada jagung yang cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu untuk menyokong/menyangga tegaknya tanaman. B. Batang (caulis) Batang jagung tegak dan mudah terlihat, seperti pada sorgum dan tebu. Batangnya beruas-ruas terbungkus oleh pelepah daun yang berasal dari buku-bukunya.Batang jagung termasuk batang rumput (calmus), yaitu batang yang tidak keras mempunyai ruas-ruas yang nyata dan seringkali berongga.Batang jagung bulat (teres),licin (leavis), arah tumbuhnya tegak lurus (erectus), dan cara percabangan monopodial.Jagung juga merupakan tumbuhan annual (anuus), yaitu tumbuhan yang umurnya pendek,umurnya kurang dari satu ahun sudah mati atau paling banyak dapat mencapai umur setahun. Terdapat juga mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga berbentuk roset. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. C. Daun (folium)

Jagung memilikki daun yang sempurna/lengkap karena memilikki helaian daun (lamina),tangkai daun (petiolus),dan upih/pelepah daun (vagina).Bangun daunnya adalah bangun pita (ligulatus), ujung daunya runcing (acutus),batang daunnya seperti memeluk batang, tepi daun rata (integer),permukaan daun ada yang licin (leavis) dan ada yang berambut.Berdasarkan susunan tulang daunnya jagung termasuk bertulang sejajar atau lurus (rectinervis).Stomata pada daun meilikki bentuk halter dan setiap stomata dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas, hal ini untuk menanggulangi defisit air pada sel-sel daun. Selain organ vegetatif tersebut jagung juga memilikki organ generatif berupa: A. Bunga (flos) Bunga pada tumbuhan biasanya digunakan untuk alat perkembangbiakkan pada tumbuhan,demikian juga dengan jagung , jagung memilikki dua jenis bunga (jantan dan betina) yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Bunga betinanya merupakan bunga majemuk tidak terbatas (inflorescentia racemosa) dan bunganya melekat langsung pada ibu tangkainya.Bentuknya berupa tongkol (spadix),seperti bulir,tetapi ibu tangkainya besar,tebal dan sering kali berdaging.Biasanya tongkolnya terbungkus oleh semacam pelepah dengan rambut.Tongkol tumbuh dari buku,diantara batang dan pelepah daun.Rambut ini sebenarnya adalah putik bunga jagung yang memanjang menyerupai rambut. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik Bunga jantannya juga merupakan bunga majemuk tidak berbatas (inflorescentia racemosa) dan bunganya tidak melekat langsung pada ibu tangakainya.Bentuk bunganya berupa bulir majemuk dan berbentuk seperti karangan bunga (inflorescence).Serbuk sari berwarna kuning dan berbau khas. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 25 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri). Tanaman jagung memilikki cara penyerbukkan anemofili, penyerbukkan dengan perantara angina.Hal ini sesuai dengan bentuk bunga dari jagung itu sendiri. B. Buah (fructus) Buah pada jagung merupakan buah sejati tunggal yang kering yang hanya mengandung satu biji dan biasanya kalau buah ini masak tidak pecah (indehiscens). Buahnya termasuk buah padi (caryopsis),yang memilikki cirri sebagai berikut : buah berdinding tipis mengandung satu biji dan kulit buah berlekatan dengan kulit biji,dan kadang-kadang ada juga yang berlekatan dengan bijinya.Kita juga seringkali tidak dapat membedakan buah dengan

bijinya.adi,sebenarnya yang kita sering sebut biji pada jagung sebenarnya adalah buahnya.Buah jagung meilikki daun-daun pelindung bunga betina yang tidak gugur dan yang kita kenal sebagai pembungkus tongkol jagung (klobot). ANATOMI TUMBUHAN Anatomi pada tumbuhan jagung secara umum sama dengan anatomi tumbuhan monokotil secara umum. A. Akar Struktur umum dari bagian luar ke dalam: epidermis (pada akar muda,jika tua digantikan oleh peridermis beruba jaringan gabus),kadang dijumpai hypodermis sebagai derivate epidermis,parenkim korteks,selapis sel endodermis, stele dan berkas pembuluh. Floem dan xylem pada monokotil terletak tersebar dan floem berada lingkaran luar dari lingkaran xylem dan perkembangan pertumbuhannya tidak berkembang hingga ke tengahtengah lingkaran pusat akar sehingga pada lingkaran pusat dijumpai parenkim empulur.. B.Batang Secara umum batang tersusun atas epidermis yang berkutikula dan kadang terdapat stomata,system jaringan dasar berupa korteks dan empulur,dan jaringan pengangkut (xylem dan floem).Untuk jaringan pengangkut tersusun dalam berkas-berkas dan tersebar di seluruh permukaan batang.Di antara berkas-berkas pengangkut tersebut dikelilingi oleh jaringan parenkim. Daerah parenkim kortek banyak ditemukan variasi sel parenkim baik sebagai parenkim penimbun, sel batu ataupun parenkim kelenjar. Sel dan kelenjar minyak, sel dan ruang lendir, benda-benda ergastik banyak ditemukan di daerah kortek ini. Sel sklerenkim (serabut) dan sel sklereida (sel batu) . C. Daun Secara garis besar daun selalu terdiri dari jaringan epidermis(1), daging daun (mesofil(2)) dan berkas pengangkut(3). Epidermis daun memiliki banyak variasi bentuk dan derivatnya. Pada kenampakan melintang, sel epidermis daun yang terletak paling luar dilapisi oleh selapis kutikula. Mesofil daun yang terdiri dari sel-sel parenkim, pada tumbuhan monokotil tidak dijumpai adanya differensiasi spons parenkim dan parenkim palisade seperti halnya pada daun tumbuhan dikotil. Pada parenkim mesofil banyak ditemukan variasi sel parenkim seperti misalnya: sel minyak dan sel lendir, demikian pula banyak ditemukan ergastik sel.

Pada kebanyakan ibu tulang daun, berkas pengangkut masih mengikuti tipe berkas pengangkut batangnya.Xilem dan floem terdapat pada tulang daun. D. Kandungan Kimia Rambut/tongkol muda: Saponin, zat samak , flavon, minyak atsiri, minyak lemak, alantoin, dan zat pahit. Bunga : Stigmasterol

FISIOLOGI TUMBUHAN a. Fotosintesis Poaceae biasanya tumbuh di daerah yang intensitas sinar mataharinya tinggi (panas dan matahari terik) sehingga akan banyak stomata yang dimilikki menjadi menutup.Sehingga tumbuhan akan memfiksasi oksigen lebih besar daripada karbondioksida dan menghasilkan senyawa organic 2-C pada akhir siklus bukan PGA (3-C) sehingga tidak menghasilkan glukosa.Oleh karena itu tumbuhan mengalami adaptasi fisiologi dengan membentuk senyawa berkarbon-empat sebelum masuk ke siklus Calvin sehingga dapat membentuk glukosa. Jagung merupakan salah satu tanaman yang mengalami adaptasi fisiologi ini sehingga disebut juga dengan tanaman C4.Adaptasi ini dibagi menjadi 2 cara yaitu: (1). Membentuk senyawa antara 4-C pada sel yang berbeda sebelum masuk ke siklus C3/Calvin. (2). Menbentuk senyawa antara 4-C yang disimpan pada vakuola pada malam hari yang pada siang harinya digunakan untuk siklus Calvin Sel Mesofil CO2 C-C-C PEP C-C-C-C Malat ATP

Sel Sarung Mestom C-C-C Asam piruvat C-C-C-C CO2 C3 Malat ditransfer glukosa Floem Mekanisme fotosintesisnya: Masuknya karbondioksida ke dalam senyawa organik dalam mesofil(suhu optimum penyerapan karbondioksida antara 28-30 °C.Pada fosfoenolpiruvat (PEP) ditambah karbondioksida dengan bantuan enzim PEP karboksilase untuk membentuk produk berkarbon empat yaitu oksaloasetat.Karena PEP karboksilase memilikki afnitas yang lebih tinggi dari karbondioksida sehingga dapat memfiksasi karbondioksida secara efisien dan tidak terpengaruh oleh hari yang panas dan kering.Setelah memfiksasi karbondiosida ,sel mesofil mengirim keluar produk berkarbon senya empatnya ke sel sarung mestom melalui yang plasmodesmata.Kemudian berkarbon-empat melepaskan karbondioksida

diasimilasi ulang ke dalam materi organik oleh rubisko dan siklus Calvin yang kemudian hasil akhirnya adalah glukosa. b. Respirasi Respirasi pada jagung hamper sama dengan tumbuhan lain pada umunya.Respirasi bertujuan untuk mendapatkan energi dari bahan-bahan organik melalui proses pemecahan gula.

Tahap-tahap dalam respirasi: 1. Glikolisis 2. Grooming phase

3. Siklus Krebs 4. Fosforilasi oksidatif dan etc. Faktor-faktor yang dapAt mepengaruhi laju respirasi: ketersediaan jumlah dan jenis substrat,ketersediaan oksigen sebagai sumber energi yang akan digunakan oleh mitokondria dalam lintasa electron untuk membentuk ATP. KANDUNGAN GIZI Kandungan Zat Gizi (Tiap 100 gr bahan) No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Zat Gizi Energi (cal) Protein (gr) Lemak (gr) Karbohidrat (gr) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Besi (mg) Vitamin A (SI) Vitamin B (mg) Vitamin C (mg) Air (gr) Jagung Biasa 129 4,1 1.3 30.3 5.0 108.0 1.1 117.0 0.18 9.0 63.5 Jagung manis 96.0 3,5 1.0 22.8 3.0 111 0.7 400 0.15 12.0 72.7

MANFAAT Selain enak dimakan jagung juga sering digunakan untuk pengobatan.Biasanya digunakan untuk pengobatan. Pada rambut atau tongkol muda: 1. Batu empedu. 2. Batu ginjal. 3. Busung air pada radang ginjal. 4. Busung perut. 5. Hepatitis. 6. Kencing manis. 7. Radang kandung empedu.

8. Sirosis. 9. Tekanan darah tinggi. SIKLUS JAGUNG Keterangan: Jagung merupakan tanaman mokotil.Tanaman vegetatif mewakili generasi sporofita diploid.Meiosis terjadi pada bunga jantan diwakili oleh tassels dan bunga betina oleh ears.Mikrospora haploid (spora jantan) berkembang menjadi serbuk sari dan megaspore haploid (spora betina) membelah secara mitosis membentuk megagametofita.Telur dibentuk di dalam megagametofita.Penyerbukkan mengarah kepembentukkan buluh serbu sari yang berisi dua sel sperma (mikrogametofita).Terakhir, hasil penyerbukkan ganda membentuk zigot diploid, tahap pertama terbentuk generasi baru sporofit dan tahap akhir sel endosperma triploid Sumber: http://digilib.bi.itb.ac.id/go.php?id=jbptitbbi-gdl-s1-2005-kandisekar1522&node=1754&start=11 http://www.iptek.net.id/ind/?ch=jsti&id=15 http://www.idionline.org/_05_infodk_obattrad8.htm http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0403/08/06a4.htm http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=292 http://id.wikipedia.org/wiki/Jagung Campbell,1999,Biologi I,Erlangga,Jakarta Tjitrosoepomo,Gembong,2005, Tumbuhan ,Gadjah Mada Press,Yogyakarta karena gambarnya gak bisa di upload jadi klik di attachment ya! Yemima Hariyono 068114160 Morfologi University

Vanilla planifolia Nama Sinonim : Vanilla viridiflora BI; Vanilla mexicana Mill Spesies : Vanilla planifolia Lokal : Anggrek Vanila, Panili Dekripsi

Morfologi Klasifikasi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Ordo : Aspargales Family : Orchidacheae Sub family : Vanilloideae Tribe : Vanilleae Sub tribe : vanillinae Genus : Vanilla Spesies : Vanilla planifolia Deskripsi · habitat : semak, menjalar tahunan panjang 10m : silindris lunak beruas-ruas tumbuh akar pada ruasnya diameter kurang lebih 1,5 cm hijau berbintik putih : folium simplex(tunggal) circumscription (bangun daun): jorong(ovalis)/ lanset(lanceolatus) basis folii (pangkal daun) : rotundatus apex folii (ujung daun) : acuminatus panjang : 15-19 cm margo folii (tepi daun) : integer nervatio (tulang daun) : rectinervis sheath: pendek intervenium (daging daun): carnosus

· caulis

· folium

· flos : inflorescentia (majemuk) letak pada suatu tumbuhan: flos lateralis corolla(mahkota) putih · simetri bunga: zygomorf · kelamin bunga: hermaprodit · perigonium(tenda bunga): corollinus(serupa tajuk)

fructus: legumen(polong), lonjong warna: masih muda hijau, setelah tua kuning kemerah-merahan semen : bulat, pipih, putih radix : serabut, putih, kotor mempunyai akar pembelit (cirrhus radicalis) · ovulum : kecil-kecil : warna pirang kehitam-hitaman · letak placenta : parietal · ovarium : inferus(terbenam) · pollen : berkelompok menjadi masa yang berlilin (polinia) · stamen : 1 atau 2, bersatu dengan kepala putik pada perpanjangan sumbu bunga, dikenal dengan nama tugu (ginostemium)

Anatomi Anatomi Batang dari luar ke dalam adalah: epidermis, korteks, sklerenkim dan berkas pengangkut(xilem dan floem) Berkas pembuluh terletak menyebar di daerah meristem. Tidak punya kambium vaskular sehingga tidak mempunyai jaringan sekunder. Pembuluh di jaringan ini disebut tipe berkas kolateral tertutup. Batasan antara empulur dan korteks tidak bisa dibedakan. Jaringan penguat terdiri dari serabut-serabut dengan dinding lignin yang tebal. Berkas Pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Xilem terdiri atas serabut-serabut, trakeid dan parenkima. Xilem selalu terletak dalam berkas menghadap ke tengah batang. Floem: terdiri atas sel tapisan dan sel pengiringnya kecil(biasanya persegi atau segi empat pada penampang melintang) Sel floem terletak dengan pola yang teratur di luar xilem. Berkasnya biasanya dikelilingi oleh serabut lignin dan membentuk sarung pembuluh. Anatomi Akar Jaringan pada akar: epidermis, korteks(bagian terdalam korteks disebut endodermis, pada endodermis terdapat pita kaspari), perisikel, berkas pembuluh. Stele akar pada monokotil: floem terpisah berselang-seling dan terletak di luar xilem tapi tidak sampai ke tengah akar sehingga dijumpai adanya empulur. Empulur akar merupakan derivat prokambium. Anatomi Daun Jaringan daun terdiri atas: epidermis(pada epidermis terdapat stomata yang dilindungi sel penutup), mesofil(terdiri dari parenkim palisade dan parenkim spon), Berkas pembuluh Kegunaan obat:obat pusing dan bahan kosmetik Buah, batang, dan daun mengandung saponin dan polifenol Fisiologis - Fotosintesis Vanilla planifolia merupakan tumbuhan CAM(Crassulacean Acid Metabolism). Tumbuhan ini membuka stomata pada malam hari dan menutupnya pada siang hari. Tujuan menutup stomata pada siang hari adalah mencegah karbondioksida masuk ke dalam daun. Selama malam hari, tumbuhan mengambil karbondioksida dan memasukkannya ke dalam berbagai asam organik. Sel mesofil tumbuhan CAM menyimpan asam organik yang dibuatnya selam malam hari di dalam vokuola hingga pagi, ketika stomata tertutup. Pada siang hari, ketika reaksi terang dapat memasok ATP dan NADPH untuk siklus Calvin, karbondioksida dilepaskan dari asam organik yang dibuat pada malam hari sebelum dimasukkan dalam kloroplas.

Daftar pustaka Anonim, 2007, An Anatomical study on the stems of two species of vanilla, http:// www.wanfangdata.com, diakses tanggal 1 Mei 2007 Campbell, 2003, Biologi jilid I, 198, Gramedia, Jakarta Gembong, 2005, Morfologi Tumbuhan, 32-47, 76-81, 124-128, 222, UGM Press, Yogyakarta Hutapea, R.,Johny, 1994, Inventaris Tanaman Obat Indonesia III, 311, Departemen RI Badan Pengembangan Kesehatan, Jakarta Loveless, A.R., 1989, Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik 2, 230-231, PT Gramedia, Jakarta Amaranthus spinosus

Amaranthus spinosus ( Bayam Duri ) Spesies : Amaranthus spinosus Sinonim : Klasifikasi : tanaman ini termasuk kelas Caryophylales, famili Amaranthaceae dengan genus Amaranthus. Deskripsi Morfologi AKAR Akar tanaman bayam duri sama seperti akar tanaman bayam pada umunya, yaitu memiliki sistem perakaran tunggang. BATANG Batang tanaman bayam duri ini kecil berbentuk bulat, lunak dan berair. Batang tumbuh tegak bisa mencapai satu meter dan percabangannya monopodial. Batangnya berwarna merah kecoklatan. Yang menjadi ciri khas pada tanaman ini adalah adanya duri yang terdapat pada pangkal batang tanaman ini.

DAUN

Daun spesies ini termasuk daun tunggal. Berwarna kehijauan, bentuk bundar telur memanjang (ovalis). Panjang daun 1,5 cm sampai 6,0 cm. Lebar daun 0,5 sampai 3,2 cm. Ujung daun obtusus dan pangkal daun acutus. Tangkai daun berbentuk bulat dan permukaannya opacus. Panjang tangkai daun 0,5 sampai 9,0 cm. Bentuk tulang daun bayam duri penninervis dan tepi daunnya repandus. BUNGA Merupakan bunga berkelamin tunggal, yang berwarna hijau. setiap bunga memiliki 5 mahkota. panjangnya 1,5-2,5 mm. Kumpulan bunganya berbentuk bulir untuk bunga jantannya. Sedangkan bunga betina berbentuk bulat yang terdapat pada ketiak batang. Bunga ini termasuk bunga inflorencia. BUAH Berbentuk lonjong berwarna hijau dengan panjang 1,5 mm. BIJI berwarna hitam mengkilat dengan panjang antara 0,8 - 1 mm. Deskripsi Anatomi BATANG Batang tanaman ini termasuk herbaceus Jaringan utama penyusun batang adalah v Jaringan epidermis yang terdiri dari selapis sel yang melindungi jaringan di bawahnya. v Jaringan kortek terdiri dari kolenkim, serabut-serabut dan parenkima. v Floem terdiri dari saluran dengan tapisan sebagai ciri khasnya, sel pengiring, serabutserabut dan parenkima. v Xylem yang terdiri dari pembuluh dan tracheid yang merupakan penyusun utama xylem, serabut-setrabut dan parenkima. Tipe berkas pengangkut yang dimiliki tanaman ini adalah kolateral terbuka, dimana xylem dan floem dipisahkan oleh kambium.Walaupun tanaman ini termasuk dikotil namun tanaman ini bukan tanaman berkayu. Tanaman ini tetap memiliki kambium vascular sepaerti tanaman dikotil lainnya. Tetapi kambium ini tidak selamanya aktif bekerja sehinnga tanaman ini tidak memiliki lingkar tahun yang menjadi ciri khas tanaman dikotil pada umumnya. Tipe stele batang pada tanaman ini serupa dengan tipe stele yang ada pada akar tanaman ini. AKAR Akar tanaman ini terdiri dari beberapa bagian yaitu: v Epidermis yang juga berderivat menjadi rambut akar untuk memperluas bidang penyerapan air..

v

Kortek. Jaringan kortek akar lebih tebal dibanding jaringan kortek yang ada di batang. Jaringan ini terdiri dari parenkima penyimpan dengan rongga sel yang luas. Ada endodermis pada bagian terdalam dari kortek.dan pada endodermis ini terdapat pita kaspari yang membedakan anatomi akar dan batang. v Perisikel merupakan deferensiasi dari permukaan silinder prokambium. v Jaringan penganggkut terdiri dari xylem dan floem. Anatomy xylem dan floem pada akar sama dengan yang terdapat pada batang. Stele pada akar ini memiliki susunan floem terpisah berselang-seling di sebelah luar lingkaran xylem.Namun struktur ini tidakberkembang ke pusat akar sehingga terdapat empulur pada bagian tengah akar. DAUN

Daun terdiri dari 3 bagian utama yaitu v Epidermis yang merupakan selapis sel dan di sini terdapat stomata yang berfungsi penting dalam proses respirasi. Di kanan kiri stomata terdapat sel yang mengatur kerja membuka dan menutupnya stomata yaitu sel penjaga. v Mesofil. Jaringan ini terbagi menjadi dua yaitu Parenkim palisade yang terdapat di bawah epidermis. Di sisni terdapat banyak klorofil yang di dalamnya terdapat plastida tempat kloroplast yang nerperan dalam proses fotosintesis. Parenkim spons yang disusun oleh sel yang tidak beraturan. v Jaringan pengangkut. Terdiri dari berkas-berkas pengangkut yaitu xylem dan floem. Berkas pengangkut pada daun ini merupkan terusan dari berkas pengangkut yang ada di cabang tanaman. Jadi anatomi berkas pengangkut pada daun ini mirip dengan anatomi pada batang. Gambar anatomi daun Amaranthus spinosus ada pada nomor dua. Deskripsi Fisiologis RESPIRASI Tanaman ini berespirasi seperti tanaman pada umumnya. Tetapi tanaman ini adalah tanaman yang cocok hidup di daerah yang cenderung lelmbab. Karena itu saat di tanam di daerah yang panas maka tanamn ini akan beradaptasi. Adaptasi yang dilakukan bisa dilihat dari ukuran daunnya yang lebih kecil dibandingkan daun bayam pada umumnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penguapan/ transpirasi. FOTOSINTESIS Tanaman ini tergolong tanaman yang berfotosintesis dengan melakukan adaptasi khusus. Adaptasi yang dilakukan tanaman ini dengan membentuk senyawa anatara yang berkarbon 4 (malat) pada sel yang berbeda sebelum masuk ke siklus Calvin. Sumber : www.wikipedia.com www.portaliptek.net

Gembong, 2003, Morfologi Tumbuhan, 11-91, UGM Press, Yogyakarta. http://www.org/Pier/species/amaranthus_spinosus.htm Robin, Wilfred, 1964, Botany, 96-97, 128-131, 141, John Willey & Sons Inc., USA Irene Anindyajati Retmana / 068114186 Tridax procumbens Nama Lokal : Songgolangit Sinonim : Tridax daisy KLASIFIKASI Kingdom : < FONT="">< FONT="">Plantae Subkingdom : Tracheobionta (tumbuhan vaskular) Superdivision : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Division : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga) Class : Magnoliopsida Subclass : Asteridae Order : Asterales Family : Asteraceae Genus : Tridax L. Species : Tridax procumbens L. (coatbuttons) Merupakan tumbuhan jenis rumput atau gulma dan termasuk herba berbiji. Tumbuh di daerah tropis, banyak ditemukan di lereng gunung, dan terutama tumbuh saat musim hujan. Biasa dikenal sebagai coatbutton atau cadillo chisaca dan di Indonesia (terutama di Jawa) biasa disebut Songgolangit. MORFOLOGI Radix (akar) : Sistemnya radix primaria (akar tunggang). Bentuknya fusiformis (tombak) dan menjalar pada pangkalnya. Caulis (batang) : Tipenya herbaceous (batang basah). Bentuk batangnya teres (bulat). Permukaan batangnya pillosus (berbulu) warna putih. Arah tumbuh batangnya erectus (tegak lurus). Percabangannya monopodial. Arah tumbuh cabangnya patens (condong ke atas). Warna batang hijau kecoklatan. Folium (daun) : Daun tak lengkap, merupakan daun bertangkai karena hanya punya petiolus (tangkai) dan lamina (helaian daun). Circumscriptio (bangun daun): ovatus (bulat telur) di mana bagian terlebarnya adalah di bawah tengah-tengah. Apex (ujung daun): acutus (runcing). Basis (pangkal): acuminatus (runcing). Venatio (pertulangan): penninervis (menyirip). Margo (tepi daun): divisus (bertoreh) dan torehnya merdeka atau tidak mempengaruhi bentuk daun yaitu dentatus (bergigi). Intervenium (daging daun): perkamentous (tipis kaku seperti perkamen). Permukaan daun: hispidus (berbulu kasar). Warna daun hijau tua. Merupakan folium compositum (daun majemuk) sehingga dimasukkan pula ke suku Compositae. Termasuk abrupte pinnatus (daun majemuk mennyirip genap). Phyllotaxis (tata letak daun): opposite (berhadapan bersilang). Flos (bunga) : Letaknya terminalis (di ujung). Termasuk bunga inflorescentia cymosa (majemuk berbatas) dengan tipe dichasium (anak payung menggarpu). Pedicellus (tangkai

bunga): pillosus (berbulu). Receptatulum (dasar bunga): epyginus (epigin) yaitu bakal buah tenggelam dan hiasan bunga seakan-akan duduk di bagian atasnya. Sepala (daun kelopak) : gamosepalus (berlekatan) dan bertipe fissus (bercangap). Petala (daun mahkota): polypetalus (lepas atau bebas). Bunga pitanya di bagian tepi berwarna putih dan bentuknya rotatus atau stellatus (bintang), serta fissus (bercangap) 2-3. Bunga tabungnya berwarna kuning terang di bagian tengah dan berbentuk capitulum (bongkol). Berupa bunga dengan kumpulan corolla berwarna kuning di tengah (disk flowers) bertipe zygomorph dan hermaphrodite. Di sekeliling tepinya ada corolla putih kekuningan (ray flowers) dengan potongan berbentuk huruf V pada tepi bunganya, actinomorph dan merupakan flos femineus (bunga betina). Tabung kepala sari kuning, cabang tangkai putik panjang, runcing, berambut. Fructus (buah) : Berupa buah yang kelopaknya tertinggal sebagai pappus (jambul). Sehingga bisa dianggap tanaman ini tidak berbuah. Semen (biji) : Berupa achene, 1,5-2,5 mm panjangnya dan diameter 0,5-1 mm(tidak termasuk pappusnya), terdapat pappus (jambul) dengan bulu-bulu halus atau bulu kejur (bristle). Menghasilkan achene (cypselas) yang jumlahnya 50-1500 per tanaman, berbentuk silindris, coklat kehitaman, bulu-bulunya berwarna pucat keabu-abuan. Pappus pada achene memungkinkan achene untuk dibawa angin ke tempat-tempat lain. Embrionya linear dan tidak ada endosperm. Batang bunganya yang panjang (sampai 50 cm) dan lentur lebih memungkinkan lagi achene terbawa angin sehingga distribusi tanaman ini menjadi luas. Perkecambahannya dirangsang oleh cahaya. KANDUNGAN DAN FUNGSI Tridax procumbens mengandung zat aktif seperti tannin, saponin, dan flavanoid yang bekerja secara simultan menghasilkan efek analgetik dan juga mempunyai efek anti-inflamasi atau mengurangi radang dan pembengkakan pada sendi. Daunnya juga dipakai untuk mnyembuhkan diare, disentri, bronchial catarrh, dan mencegah rambut rontok. Saat ini diketahui terdapat 3 zat aktif pada Tridax procumbens di antaranya : flavonoid tanin yang bersifat menyejukkan dan menghilangkan rasa nyeri rheumatic pada tulang dan pinggang; saponin tanin yang berguna anti radang, anti biotik, peluruh kencing, pereda sakit dan penurunan asam urat; flavonoid saponin yang bersifat analgesic yaitu meredakan rasa sakit dan nyeri. Flavonoid baru (procumbenetin) belakangan telah diisolasi dari daunnya dan merupakan 3,6-dimethoxy-5,7,2',3',4'-pentahydroxyflavone 7-O-beta-D-glucopyranoside. Sedangkan bunganya, yang juga bermanfaat sebagai antiseptik, insecticidal, dan paracitidal, juga mengandung steroidal saponin yaitu beta sitosterol 3-O-beta-Dxylopiranoside. Tanaman ini juga kaya akan kandungan zat mineral diantaranya kalium (K), magnesium (Mg), dan kalsium (Ca) yang baik untuk menjaga kondisi tulang dan jaringannya. Maka songgolangit dapat digunakan sebagai obat untuk menghilangkan rasa nyeri, kaku, dan pembengkakan di persendian karena rematik. Ia juga mampu menurunkan kadar asam urat, memperbaiki metabolisme fungsi hati dan ginjal, serta meningkatkan stamina tubuh. Ekstrak daunnya punya efek terhadap cardiovascular, menurunkan tekanan darah dan denyut jantung, mengobati hipertensi. Efek hypotensive dan bradycardiacnya menengah dan efek hypotensive ini mungkin karena mekanisme lewat aktivasi reseptor cholinergic muscarinic. Selain itu punya efek microbial melawan bakteri Gram positif dan Gram negative dan bisa menstimulasi penyembuhan luka. Flavonoid, glikosida, polisakarida, monosakarida saat ini sudah diisolasi dari daunnya. Daunnya biasanya diseduh dengan air panas layaknya air the. Dosis pengobatannya yang

biasa dipakai sebagai obat tradisional yaitu digunakan sebanyak dua genggam tangan orang dewasa. Daun itu dimasukkan ke dalam dua gelas air mendidih lalu dibiarkan mendidih terus dengan api kecil sampai airnya tersisa satu gelas. Saring dan biarkan hingga hangat lalu diminum. Untuk mendapatkan hasil maksimal sebaiknya diminum rutin setiap hari selama dua minggu. Saat ini bahkan sudah ada produk teh dalam kemasan kantung (teh celup) dengan bahan dasar daun teh dan daun songgolangit (Tridax procumbens). Dan dari penelitian menyebutkan Tridax procumbens tak beracun, aman bagi liverdanginjal. Tanaman ini umurnya pendek dan bertipe annual (tahunan). FISIOLOGI Merupakan tumbuhan C3. Reaksi fotosintesis yang terjadi pada Tridax procumbens adalah reaksi fotosintesis secara umum, yaitu melewati reaksi terang dan reaksi gelap (siklus Calvin atau siklus C3). Pigmen yang menangkap foton dari cahaya akan mengeksitasi electron dan memecah molekul air menjadi H+ dan O2 lewat fotolisis air. Lalu dilanjutkan dengan pembentukan NADP dan H+. Kemudian baru masuk ke siklus Calvin atau sering disebut fiksasi karbon, di mana CO2 diikat oleh RuDP untuk diubah menjadi senyawa organic C6. Dan akhirnya diubah menjadi molekul glukosa dengan menggunakan 18 ATP dan 12 NADPH. Siklus ini terjadi dalam kloroplas pada bagian stroma. Untuk menghasilkan 1 molekul glukosa diperlukan 6 siklus C3. Tahap-tahap dalam respirasinya juga sama secara umum, yaitu melalui tahap glikolisis, grooming phase, siklus Krebs, serta fosforilasi oksidatif dan ETC. ANATOMI Pada penampang melintang melalui tulang daun tampak epidermis atas terdiri dari 1 lapis sel bebentuk empat persegi panjang, mengecil pada tulang daun, tidak terdapat stomata, terdapat kutikula, rambut penutup terdiri dari 4 sampai 5 sel dan banyak, epidermis bawah terdiri dari 1 lapis sel berbentuk empat persegi panjang, mengecil pada tulang daun, terdapat stomata, rambut penutup terdiri dari 4 sampai 5 sel dan banyak, meliputi rambut kelenjar Asteraceae. Pada mesofilnya, jaringan palisade terdiri dari 1 lapis sel, jaringan bunga karang terdiri dari beberapa lapis sel yang bentuknya tidak beraturam, kolenkim di bawah epidermis tulang daun, berkas pembuluh bertipe kolateral. Pada sayatan paradermal tampak epidermis atas berbentuk poligonal dengan dinding sel agak berkelok.

Eugenia Polyantha Nama : Eugenia polyantha Sinonim : Syzygium polyanthum Lokal : Daun salam Klasifikasi : • • • • • • Kingdom Division Class Subclass Ordo : Plantae : Spermatophyta : Magnoliate : Rosidae : Myrtales

Subdivision : Magnoliophytina

• •

Family Genus

: Myrtaceae : Eugenia

Deskripsi : Morfologi Daun : berbentuk simpel, bangun daun jorong, pangkal daunnya tidak bertoreh dengan bentuk bangun bulat telur (ovatus), runcing pada ujung daun, pangkal daun tumpul (obtusus), terdapat tulang cabang dan urat daun, daun bertulang menyirip (penninervis), tepi daun rata (integer). Daun majemuk menyirip ganda (bipinnatus) dengan jumlah anak daun yang ganjil, daging daun seperti perkamen (perkamenteus), daunnya duduk, letak daun penumpu yang bebas terdapat di kanan kiri pangkal tangkai daun disebut daun penumpu bebas (stipulae liberae), tangkai daunnya menebal di pangkal dan ujung, beraroma wangi dan baru dapat digunakan bila sudah dikeringkan. Batang : tinggi berkisar antara 60f kaki hingga 90 kaki,bercabang-cabang,biasanya tumbuh liar di hutan. Arah tumbuh batang tegak lurus (erectus), berkayu (lignosus) biasanya keras dan kuat, bentuk batangnya bulat (teres), permukaan batangnya beralur (sulcatus), cara percabangannya monopodial karena batang pokok selalu tampak jelas, arah tumbuh cabang tegak (fastigiatus) sebab sudut antar batang dan cabang amat kecil, termasuk dalam tumbuhan menahun atau tumbuhan keras karena dapat mencapai umur bertahun-tahun belum juga mati. Akar : termasuk akar tunggang (radix primaria), berbentuk sebagai tombak (fusiformis) karena pangkalnya besar dan meruncing ke ujung dengan serabut-serabut akar sebagai percabangan atau biasa disebut akar tombak, sifatnya adalah akar tunjang karena menunjang batang dari bagian bawah ke segala arah. Anonim, 2007, Spices of Indonesia, http://www.Botanical Spice Index.com, diakses hari Minggu 4 Februari 2007 Ket.Gambar : cabang dengan beberapa helai daun segar Anatomi Makroskopik: daun tunggal bertangkai pendek, panjang tangkai daun 5 mm sampai 10 mm. helai daun berbentuk jorong memanjang, panjang 7 cm sampai 15 cm, leba 5 cm sampai 10 cm, ujung dan pangkal daun meruncing, tepi ata, permukaan atas berwarna coklat tua, tulang daun menyirip dan menonjol pada permukaan bawah, tulang cabang halus. Mikroskopik: epidermis atas terdiri dari satu lapis sel berbentuk persegi panjang, dinding empat panjang, dinding tebal, kutikula tebal; pada pengamatan tangensial dinding samping berkelok-kelok, utikula jelas bergaris. sel epidermis bawah lebih kecil daripada epidermis atas, dinding tipis, kutikula tebal, pada pengamatan tangensial dinding samping lebih berkelok-kelok. stomata tipe paasitik, hanya terdapat pada epidermis bawah. Mesofil: jaingan palisade terdiri dari 1 sampai 3 lapis sel, umunya 2 lapis, banyak tedapat sel idioblas berbentuk bulat berisi hablur kalsium oksalat berbentuk roset dengan ukuran 10 mm sampai 40 mm. jaringan bunga karang tedii dari beberapa lapis sel yang tersusun mendatar; rongga udara banyak; pada daun yang sudah tua dinding sel bunga karang dapat agak menebal, bernoktah dan berlignin, hablur kalsium oksalat serupa dengan yang terdapat di jaingan palisade. kelenjar lisigen berisi minyak bewarna kekuningan, garis tengah 50 mikron sampai 80 mikron, terdapat di jaringan palisade dan jaringan bunga karang bagian bawah. berkas pembuluh tipe bikolateal, dikelilingi serabut sklerenkim, disetai serabut hablur berisi hablur kalsium oksalat berbentuk roset; hablur didalam floem berukuran lebih kecil; seabut sklerenkim terdiri dari serabut berdinding sangat tebal, tidak berwarna, jernih, berlignin, lumen sempit. di dalam parenkim tulang daun utama terdapat hablur kalsium oksalat

berbentuk roset dengan ukuran seperti hablur di palisade. pembuluh kayu terutama terdiri dari pembuluh dengan penebalan tangga dan spiral. Serbuk: warna coklat. fragmen pengenal adalah fragmen epidermis atas dengan kutikula begais; fragmen epidermis bawah, hablur kalsium oksalat bentuk roset, lepas atau dalam mesofil; fragmen berkas pembuluh; fragmen seabut sklerenkim. FISIOLOGIS FOTORESPIRASI Pada sebagian besar tumbuhan, fiksasi awal terjadi melalui rubisko, enzim siklus Calvin yang menambah CO2 pada ribulosa bifosfat. Tumbuhan sperti ini disebut tumbuhan C3 karena produk fiksasi karbon organic pertama ialah senyawa berkarbon-tiga, 3-fosfogliserat. Pohon salam merupakan salah satu contoh tumbuhan C3 yang penting. Tumbuhan ini memproduksi sedikit makanan apabila stomatanya tertutup pada hari yang panas dan kering. Tingkat CO2 yang menurun dalam daun akan mengurangi bahan ke siklus Calvin. Yang membuat keadaan ini memburuk, rubisko dapat menerima O2 sebagai pengganti CO2. karena konsentrasi O2 melebihi konsentrasi CO2 dalam ruang udara di dalam daun, rubisko menambah O2 pada siklus Calvin dan bukannya CO2. produknya terurai dan satu potong, senyawa berkarbon dua, dikirim keluar dari kloroplas. Mitokondria da peroksisom memecah molekul berkarbon-dua menjadi CO2. proses ini disebut fotorespirasi karena proses ini terjadi dalam cahaya (foto) dan mengkonsumsi O2 (respirasi). Akan tetapi, tidak seperti respirasi seluler, fotorespirasi tidak menghasilkan makanan. Sebenarnya , fotorespirasi menurunkan keluaran fotosintesis dengan menyedot bahan organic dari siklus Calvin. Menurut suatu hipotesis, fotorespirasi merupakan perlengkapan evolusioner – peninggalan metabolic dari permulaan sejarah bumi ini, ketika atmosfer mengandung lebih sedikit O2 dan lebih banyak CO2 daripada saat ini. Pada atmosfer kuno saat rubisko pertama kali muncul, ketidakmampuan tempat aktif enzim untuk mengeluarkan O2 tidak menjadi masalah. Hipotesis ini berspekulasi bahwa rubisko yang sekarang masih mempertahankan afinitas warisan terhadap O2, yang sekarang begitu terkonsentrasi dalam at,osfer sehingga sejumlah fotorespirasi tertentu tidak dapat dihindari. Tidak diketahui apakah fotorespirasi itu menguntungkan bagi tumbuhan dalam suatu cara tertentu. Yang diketahui adalah pada banyak jenis tumbuhan, termasuk tumbuhan pertanian penting, seperti daun salam, fotorespirasi menguras sebanyak 50% karbon yang terikat (terfiksasi) oleh siklus Calvin. Sebagai heterotrof yang bergantung pada fiksasi karbon dalam kloroplas untuk makanan kita, kita secara alami memandang fotorespirasi sebagai sesuatu yang tidak berguna. Sebenarnya jika fotorespirasi dapat dikurangi dalam spesies tumbuhan tertentu tanpa memperngaruhi produktivitas fotosintesis, hasil panen dan pasokan makanan akan meningkat. Kondisi lingkungan yang mendorong fotorespirasi ialah hari yang panas, kering dan terik, kondisi yang menyebabkan stomata tertutup. Dalam spesia tertentu, cara lain fiksasi karbon yang meminimumkan fotorespirasi – sekalipun dalam iklim panas dan gersang – telah berkembang. Dua adaptasi fotosintetik yang paling penting ini ialah C4 dan CAM.

Annona squamosa

Nama Spesies : Annona squamosa L. Lokal : Srikaya Sinonim : Taksonomi • • • • • • • • Kingdom : Plantae Divisio : Magnoliophyta Class : Magnoliopsida Ordo : Magnoliales Familia : Annonaceae Genus : Annona Species : Annona squamosa Nama binomial : Annona squamosa L.

Morfologi Batang :Bentuk batang bulat(teres), permukaan batang berusuk (costatus), arah tumubuh batang tegak lurus (erectus), percabangan pada batang simpodial.Termasuk semak semi-hijau abadi atau pohon yang meranggas mencapai 8m tingginya.Kulit batang coklat muda Daun •
• • • •

Warna daun hijau Ujung daun runcing (acutus ) Pangkal daun runcing (acutus) Bangun daun memanjang (oblongus) Susunan tulang daun menyirip (penninervis)

• • •

Tepi daun rata (integer) Permukaan daun mengkilat (nitidus) Daging daun (papyraceus) seperti kertas

• Daun majemuk, helaian bentuk elips memanjang sampai bentuk lanset, ujung tumpul, sampai meruncing pendek, panjang 6--17 cm, lebar 2,5--7,5 cm, • Daun kelopak segitiga, waktu kuncup bersambung seperti katup, kecil. Mahkota daun mahkota segitiga, yang terluar berdaging tebal, panjang 2--2,5 cm, putih kekuningan, dengan pangkal yang berongga berubah ungu, daun mahkota yang terdalam sangat kecil atau mereduksi Bagian bawah daun sedikit berbulu balig (pubescent) atau melokos (glabrescent)

Bunga • • • • • Buah • • • • • Merupakan buah buni ganda (buah sejati ganda) Buah majemuk agregat Terbentuk atas daun-daun yang berlekatan secara longgar atau hampir tidak bersinggungan. Berbentuk bulat membengkok di ujung, garis tengah 5-10 cm Buahnya berbentuk bulat dengan kulit bermata banyak • Biji • • Biji dalam satu buah agregat banyak hitam mengkilat Bijinya berwarna coklat tua Daging buah putih keabuan Berumah satu (hermaphroditus) (monoecus), berkelamin banci

Bunga tunggal, dalam berkas, 1-2 berhadapan atau samping daun Dasar bunga bentuk tugu (tinggi) Benang sari berjumlah banyak, putih, kepala sari bentuk topi, penghubung ruang sari melebar, dan menutup ruang sari Putik banyak, setiap putik tersusun dari 1 daun buah, ungu tua, kepala putik duduk, rekat menjadi satu, mudah rontok

Akar : termasuk perakaran tunggang Anatomi

Anatomi daun buah:

Pada penampang melintang melalui tulang daun tampak epidermis atas terdiri dari satu lapis sel, berkutikula tebal. Rambut penutup terdiri dari satu lapis sel. Epidermis bawah terdiri dari satu lapis sel. Stomata tipe parasitik. Mesofil meliputi jaringan palisade terdiri dari 2 lapis sel, mengandung hablur kalsium oksalat berbentuk roset. jaringan bunga karang terdiri dari beberapa lapis sel, bentuk tidak beraturan, banyak rongga antar sel dan pada jaringan bunga karang kadang-kadang terdapat trakea. Pada ibu tulang daun terdapat berkas pembuluh tipe kolateral, terdiri dari xilem dan floem, di sekitarnya terdapat serabut dan lebih ke tepi ditemukan jaringan kolenkim. Pada parenkim ibu tulang daun terdapat hablur kalsium oksalat bentuk roset. serbuk berwarna hijau tua. Fragmen pengenal adalah rambut penutup terdiri dari 1-3 sel. Fragmen jaringan bunga karang dengan berkas pembuluh. Fragmen epidermis atas dengan jaringan mesofil. Fragmen berkas pembuluh dengan penebalan jala, fragmen sel batu. Anatomi Kulit Batang : Pada penampang melintang kulit batang tampak jaringan gabus terdiri dari 2 macam jaringan, yaitu jaringan gabus dengan dinding tebal, berlignin, warna coklat, dan jaringan dengan dinding tipis tidak berlignin. Parenkim korteks terdiri dari beberapa lapis sel berdinding tipis, kadang-kadang berisi kristal kalsium oksalat bentuk prisma. Terdapat kelompok sel batu dengan dinding tebal, bernoktah dan berlignin. Serabut sklerenkim berkelompok, dinding agak tebal, dengan lumen sempit, jari-jari empulur. Floem terdiri dari 2-3 lapis sel, isi butir pati dan kristal kalsium oksalat bentuk roset kecil. Parenkim floem bentuk lebih kecil dari perenkim korteks, terdapat kelompok serabut yang berlapis-lapis. Serbuk warna coklat. Fragmen pengenal adalah sel gabus bentuk poligonal, dinding tebal, parenkim korteks dengan kristal kalsium oksalat bentuk prisma dan butir pati, sel batu dengan dinding tebal dan noktah jelas, serabut skleenkim panjang dengan dinding tebal, lumen sempit, jari-jari empulur berisi kristal kalsium oksalat bentuk roset kecil. Kandungan Kimia Annona squamosa pada umumnya mengandung alkaloid tipe asporfin (anonain) dan bisbenziltetrahidroisokinolin (retikulin). Pada organ tumbuhan terdeapat senyawa sianogen. Daun, kulit, dan akar mengandung WN. Pulpa buah yang telah masak terdapatsitrulin, asam aminobutirat, ornitin, dan arginin. Fisiologi Tanaman ini termasuk ke dalam tanaman C3. Produk fiksasi karbon organik pertama tanaman C3 adalah senyawa berkarbon-tiga, 3-fosfogliserat. Tanaman C3 memproduksi makanan apabila stomatanya tertutup pada hari yang panas dan kering. Tingkat CO2 yang menurun dalam daun akan mengurangi bahan ke siklus Calvin yang membuat keadaan memburuk, rubisco dapat menerima O2 sebagai pengganti CO2. KArena konsentrasi O2 melebihi konsentrasi CO2 dalam ruang udara di dalam daun, rubisco menambahkan O2 pada siklus Calvin dan bukannya CO2. Produknya teruarai dan satu potong senyawa berkarbon dua dikirim keluar dari kloroplas. Mitokondria dan peroksisom kemudian memecah molekul berkarbon dua menjadi CO2. Proses ini disebut fotorespirasi, karena proses ini terjadi dalam cahaya dan mengkonsumsi O2. Fotorespirasi tidak menghasilkan ATP dan makanan dan kondisi lingkungan yang mendorong fotorespirasi adalah hari panas, kering, dan terik. Sumber http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=256 http://id.wikipedia.org/wiki/Srikaya

Tjitrosoepomo,G.,2003, Morfologi Tumbuhan, UGM Press Yogyakarta Campbell, 1999, Biologi edisi kelima jilid 1, Erlangga, Jakarta rhoeo spathacea Nanas Kerang disebut Rheo discolor (L.Her.) Hance atau Rhoeo spathacea Swartz termasuk ke dalam famili tumbuhan Commelinaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama Oyster Plant. Attachment: Rhoeo spatacea.doc Attachment: Nanas Kerang.doc Tags: koleksi tanaman obat Daftar tanaman dikotil (magnoliopsida/berkeping dua) : 1.Mangga2.Jambu3.Karet4.Durian5.Kedondong6.Belimbing7.Lamtoro8.Kakao / cokelat9.Beringin10.Rambutan11.Kapas12.Glerisidi13.Tomat14.Cabai15.Terung16.Teh17.M awar18.Jengkol19.Damar20.Mahoni21.Apel22.Sawo23.Petai24.Cendana25.DukuDaftar tanaman monokotil (liliopsida/berkeping satu) : 1.Kelapa2.Bambu3.Sawit4.Pisang5.Kurma6.Bawang7.Asparagus8.Anggrek9.Padi10.Gandu m11.Rumput12.Vanili13.Lontar14.Sagu15.Palem16.Pinang17.Sikas18.Pandan19.Jahe20.Kun yit21.Kencur22.Rotan23.Salak24.Enau25.SeraiSemoga bisa membantu

Daftar tanaman dikotil (magnoliopsida/berkeping dua) : 1.Mangga2.Jambu3.Karet4.Durian5.Kedondong6.Belimbing7.Lamtoro8.Kakao / cokelat9.Beringin10.Rambutan11.Kapas12.Glerisidi13.Tomat14.Cabai15.Terung16.Teh17.M awar18.Jengkol19.Damar20.Mahoni21.Apel22.Sawo23.Petai24.Cendana25.DukuDaftar tanaman monokotil (liliopsida/berkeping satu) : 1.Kelapa2.Bambu3.Sawit4.Pisang5.Kurma6.Bawang7.Asparagus8.Anggrek9.Padi10.Gandu m11.Rumput12.Vanili13.Lontar14.Sagu15.Palem16.Pinang17.Sikas18.Pandan19.Jahe20.Kun yit21.Kencur22.Rotan23.Salak24.Enau25.SeraiSemoga bisa membantu contoh dikotil putri malu -- Mimosa pudica kembang sepatu -- Hibiscus rosa-sinensis durian -- Durio zibberthinus ketela pohon -- Monihot utilisima kamboja -- Plameria acuminata kacang hijau -- Phaseolus radiatus karet -- Ficus elastica jati -- Tectona grandis akasia -- Accacia farnesiana flamboyan -- Delonix regia jambu batu -- Psidium guajava Suku polong-polongan atau Fabaceae merupakan salah satu suku tumbuhan dikotil yang terpenting dan terbesar. Banyak tumbuhan budidaya penting termasuk dalam suku ini, dengan bermacam-macam kegunaan: biji, buah (polong), bunga, kulit kayu, batang, daun, umbi, hingga akarnya digunakan manusia. Bahan makanan, minuman, bumbu masak, zat pewarna, pupuk hijau, pakan ternak, bahan pengobatan, hingga racun dihasilkan oleh anggota-

anggotanya. Semua tumbuhan anggota suku ini memiliki satu kesamaan yang jelas: buahnya berupa polong.

contoh monokotil klad monocots suku Petrosaviaceae bangsa Acorales bangsa Alismatales bangsa Asparagales bangsa Dioscoreales bangsa Liliales bangsa Pandanales * Cattleya, bunganya besar dan spektakuler, namun sulit dipelihara * Dendrobium, tanaman hias paling populer dari antara jenis-jenis anggrek * Grammatophylum, anggotanya termasuk anggrek Papua raksasa * Oncidium, termasuk di dalamnya anggrek "golden shower" * Phalaenopsis], kepopulerannya mendekati Dendrobium. Anggrek bulan adalah salah satu jenisnya * Spathyphyllum, anggrek tanah * Vanda, biasanya sebagai bunga potong

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->