P. 1
Macam Strategi Belajar Mengajar

Macam Strategi Belajar Mengajar

3.0

|Views: 12,447|Likes:
Published by 4pppp
link alternative untuk mendownload
http://www.zid***du.com/download/10080282/MACAMSTRATEGIBELAJARMENGAJAR.doc.html
jangan lupa tanda bintang yang jumlahnya tiga (***) dihapus supaya bisa masuk.

semoga berguna...!
link alternative untuk mendownload
http://www.zid***du.com/download/10080282/MACAMSTRATEGIBELAJARMENGAJAR.doc.html
jangan lupa tanda bintang yang jumlahnya tiga (***) dihapus supaya bisa masuk.

semoga berguna...!

More info:

Published by: 4pppp on Jan 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

MACAM-MACAM METODE DALAM MENGAJAR 1.

Metode Seminar Metode seminar adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh beberapa orang dalam suatu sidang yang berusaha membahas / mengupas masalah-masalah atau hal-hal tertentu dalam rangka mencari jalan memecahkannya atau mencari pedoman pelaksanaanya.  Kelebihan metode seminar − Peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas dan mendalam tentang masalah yang diseminarkan − Peserta mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk melaksanakan tugasnya − Peserta dibina untuk bersikap dan berfikir secara ilmiah − Terpupuknya kerja sama antar peserta − Terhubungnya lembaga pendidikan dan masyarakat.  Keleemahan Metode Seminar − Memerlukan waktu yang lama − Peserta menjadi kurang aktif − Membutuhkan penataan ruang tersendiri. ( Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo.1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV Saudara.Halaman 76-79 ) Metod ini merupakan kegiatan belajar sekelompok siswa untuk membahas topik atau masalah tertentu. Setiap anggota kelompok seminar dituntut agar berperan aktif, dan kepada mereka dibebankan tanggung jawab untuk mendapatkan solusi dari topik atau masalah yang diberikan. Guru bertindak sebagai narasumber. Seminar merupakan pembahasan yang bersifat ilmiah, topik pembicaraan adalah hal-hal yang bertalian dengan masalah kehidupan sehari hari. Sebuah seminar adalah sebuah kegiatan pembahasan yang mencari pedoman-pedoman atau pemecahan-pemecahan masalah tertentu. Itulah sebabnya maka seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan dan kesepakatan semua peserta. Malahan tidak jaran, seminar melahirkan rekomendasi dan resolusi. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 2. Metode Kerja Kelompok Metode kerja kelompok adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh pelajar (setelah dikelompok-kelompokkan) mengerjakan tugas tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran. Merka bekerja sama dalam memecahkan masalah atau melaksanakan tugas.  Kelebihan metode kerja kelompok

1

− −

Para siswa lebih aktif tergabung dalam pelajaran mereka Memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan kemampuan para siswa −Dapat memberikan kesempatan pada para siswa untuk lebih menggunakan ketrampilan bertanya dalam membahas suatu masalah −Mengembangkan bakat kepemimpinan para siswa serta mengerjakan ketrampilan berdiskusi.  Kelemahan metode kerja kelompok − Kerja kelompok terkadang hanya melibatkan para siswa yang mampu sebab mereka cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang − Keberhasilan strategi ini tergantung kemampuan siswa memimpin kelompok atau untuk bekerja sendiri-sendiri − Kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbedabeda dan daya guna mengajar yang berbeda pula. ( Drs. Roestiyah NK. 1991.Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rineka Cipta ) Metode Kerja Lapangan Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan mengajak siswa kedalam suatu tempat diluar sekolah yang bertujuan tidak hanya sekedar observasi atau peninjauan saja, tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan kerja agar siswa dapat menghayati sendiri serta bekerja sendiri didalam pekerjaan yang ada dalam masyarakat.  Kelebihan metode kerja lapangan − Siswa mendapat kesemmpatan untuk langsung aktif bekerja dilapangan sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam bekerja − Siswa menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu mengenai kebaikan maupun kekurangannya.  Kelemahaan metode kerja lapangan − Waktu terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman yang mendalam dan penguasaan pengetahuan yang terbatas − Untuk kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek yang jauh dari sekolah shingga guru perlu meninjau dan mepersiapkan terlebih dahulu − Tidak tersedianya trainer guru/pelatih yang ahli. ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta ) 4. Metode Sumbang Saran Sumbang saran merupakan suatu cara mengajar dengan mengutarakan suatu masalah ke kelas oleh guru kemudian siswa memjawab mengemukakan pendapat /jawaban dan komentar seshingga masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru.  Kelebihan metode sumbang saran

3.

2

− − − − − − −

Susana disiplin dan demokratis dapat tumbuh Anak-anak aktif untuk menyatakan pendapatnya Melatih siswa untuk berfikir dengan cepat dan tersusun logis Merangsang siswa untuk selalu berpendapat yang berhubungan dengan masalah uang diberikan oleh guru Terjadi persaingan yang sehat Meningkatkan partisipasi siwa dalam menerima pelajaran Siswa yang kurang aktif menapat bantuan dari temannya yang pandai atau dari guru.  Kelemahan metode sumbang saran − Guru kurang memberi waktu kepada siswa untuk berfikir yang baik − Anak yang kurang selalu ketinggalan − Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai − Guru hanya menampang pendapat-pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan. ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rieka Cipta ) Metode Unit Teaching Metode unit teaching merupakan metode mengajar yang memberikan kesempatan pada siswa secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai belajar secara unit.  Kelebihan metode unit teaching Siswa dapat menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas Siswa dapat belajar keseluruhan sesuai bakat Suasana kelas lebih demokratis.  Kelemahan metode unit teaching −Dalam melaksanakan unit perlu keahlian dan ketekunan −Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja siswa −Perencanaan unit yang tidak mudah −Memerlukan ahli yang betul-betul menguasai masalah karena semua masalah yang belum tentu dapat dijadikan unit. ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rieka Cipta ) Metode Penemuan (Discovery) Metode penemuan merukan proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan suatu proses atau prinsip-prinsip.(Sund)  Kelebihan metode penemuan − Dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri siswa − Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kampuan masing-masing

5.

− − −

6.

3

− Teknik ini mampu membantu siswa mengembangkan, memperbanyak kesiapan serta penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif atau pengarahan siswa − Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sebagai sangat pribadi atau individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut.  Kelemahan metode penemuan −Ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu meningkatkan proses pengertian saja −Teknik ini tidak memberikan kesempatan berfikir secara kreatif −Para siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental −Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil −Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional akan kecewa bila diganti dengan teknik penemuan. ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rineka Cipta) ( Martinis Yamin. 2003. Metode pembelajaran Yang Berhasil. Jakarta : Sasama Mitra Sukses) Metode Eksperimen Metode eksperimen merupakan salah satu cara mengajar dimana seorang siswa diajak untuk beruji coba atau mengadakan pengamatan kemudian hasil pengamatan itu disampaikan dikelas dan di evaluasi oleh guru.  Kelebihan metode eksperimen − Siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah − Mereka lebih aktif berfikir dan membuktikan sendiri kebenaran suatu teori − Siswa dalam melaksanakan eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan menggunakan alat-alat percobaan.  Kelemahan metode eksperimen Seorang guru harus benar-benar menguasai materi yang diamati dan harus mampu memanage siswanya Memerlukan waktu dan biaya yang sedikit lebih dibandingkan yang lain. ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta) Bila pada metode Demonstrasi, yang terlibat lebih banyak adalah guru, maka pada metode ini siswa akan lebih banyak aktif. Metode Eksperimen ialah suatu cara memberikan kesempatan kepada siswa secara perseorangan 7.

− −

4

atau kelompok untuk berlatih melakukan suatu proses percobaan secara mandiri. Melalui metode ini siswa sepenuhnya terlibat, antara lain dalam merencanakan eksperimen, menemukan fakta, mengumpulkan data, menarik kesimpulan, merumuskan konsep, prinsip, atau hukum. Selanjutnya, siswa pun dapat melakukan pengujian kesimpulan atau pembuktian/penelitian kembali terhadap konsep atau prinsip yang telah ditemukannya itu melalui eksperimen verikatif. Metode ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan sikap ilmiah pada diri siswa. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 8. Metode Sosiodrama dan Bermain Peran Metode sosiodrama dan bermain peran merupakan suatu metode mengajar dimana siswa dapat mendramatisasikan tingkah laku atau ungkapan gerak gerik wajah seseorang dalam hubungan sosial antar manusia.  Kelebihan metode sosiodrama dan bermain peran − Siswa lebih tertarik perhatiannya pada pelajaran − Karena mereka bermain peran sendiri, maka mudah memahami masalah-masalah sosial tersebut − Bagi siswa dengan bermain peran sebagai orang lain, maka ia dapat menempatkan diri seperti watak orang lain itu − Ia dapat merasakan perasaan orang lain sehingga menumbuhkan sikap saling perhatian  Kelemahan metode sosiodrama dan bermain peran − Bila guru tidak menguasai tujuan instrusional penggunaan teknik ini untuk sesuatu unit pelajaran, maka sosiodrama tidak akan berhasil − Dalam hubungan antar manusia selalu memperhatikan norma-norma kaidah sosial, adat istiadar, kebiasaan, dan keyakinan seseorang jangan sampai ditinggalkan sehingga tidak menyinggung perasaan seseorang − Bila guru tidak memahami langkah-langkah pelaksanaan metode ini, maka akan mangacaukan berlangsungnya sosiodrama. ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta ) Metode bermain peran ialah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan imajinatif, daya ekspresi, dan penghayatan ini dilakukan dengan memerankan seseorang dari sejarah, dunia pengetahuan, dan lain-lain, atau peran lainnya dari dunia hewan dan tumbuhan. Kegiatan memerankan seseorang atau sesuatu akan membuat siswa mudah memahami dan seringkali menghayati hal-hal yang dipelajarinya. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 9. Metode Kasus

5

Metode kasus merupakan metode penyajian pelajaran dengan memanfaatkan kasus yang ditemui anak sebagai bahan pelajaran kemudian kasus tersebut dibahas bersama untuk mendapatkan penyelesaian atau jalan keluar.  Kelebihan metode kasus − Siwa dapat mengetahuai dengan pengamatan yang sempurna tentang gambaran yang nyata yang betul-betul terjadi dalam hidupnya sehingga mereka dapat mempelajari dengan penuh perhatian dan lebih terperinci persoalannya − Dengan mengamati, memikirkan, dan bertindak dalam mengatasi situasi tertentu mereka lebih meyakini apa yang diamati dan menemukan banyak cara untuk pengamatan dan pencarian jalan keluar itu − Siswa mendapat pengetahuan dasar atau sebab-sebab yang melandasi kasus tersebut − Membantu siswa dalam mengembangkan intelektual dan ketrampilan berkomunikasi secara lisan maupun tulisan.  Kelemahan metode kasus − Guru memerlukan banyak waktu untuk mempersiapkan bahan kasus yang ditemui dan petunjuk cara pemecahannya yang diperlukan siswa − Banyak waktu yang digunakan untuk diskusi − Untuk kegiatan kelompok membutuhkan fasilitas fisik yang lebih banyak. ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta) 10. Metode Demonstrasi Metode demonstrasi merupakan metode mengajar dimana seorang instruktur atau tim guru menunjukkan, memperlihatkan suatu proses.  Kelebihan metode demonstrasi − Perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang diberikan − Kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan dapat diatasi melalui pengamatan dan contoh yang konkrit − Memberi motivasi yang kuat untuk siswa agar lebih giat belajar − Siswa dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman langsung  Kelemahan metode demonstrasi − Bila alatnya terlalu kecil atau penempatannya kurang tepat menyebabkan demonstrasi itu tidak dapat dilihat jelas oleh seluruh siswa − Bila waktu tidak tersedia cukup, maka demonstrasi akan berlangsung terputus-putus atau berjalan tergesa-gesa. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

6

Metode demontrasi adalah suatu cara mengajar dengan mempertunjukkan cara kerja suatu benda. Benda itu dapat berupa benda sebenarnya atau suatu model. Hal-hal lain yang dapat dipertunjukkan adalah cara menggunakan alat atau serangkaian percobaan. Yang terakhir ini dilakukan bila alat-alat yang digunakan itu jumlahnya tidak memadai, percobaan itu mengandung hal-hal yang berbahaya, atau ada alat-alat yang mudah pecah. Dalam metode ini, antara lain dapat dikembangkan kemampuan siswa untuk mengamati, menggolongkan, menarik kesimpulan, menerapkan konsep, prinsip atau prosedur dan mengkomunikasikannya kepada siswa-siswa lain. Demonstrasi dapat dilakukan oleh guru atau siswa yang sudah dilatih sebelumnya. Metode ini biasanya disatukan dengan metode eksperimen.  Pelaksanaan : − Manakala kegiatan pembelajaran bersifat formal, magang, atau latihan kerja − Bila materi pelajaran berbentuk keterampilan gerak, petunjuk sederhana untuk melakukan keterampilan dengan menggunakan bahasa asing, dan prosedur melaksanakan suatu kegiatan − Manakala guru, pelatih, instruktur bermaksud menyederhanakan penyelesaian kegiatan yang panjang, baik yang menyangkut pelaksanaan suatu prosedur maupun dasar teorinya − Pengajar bermaksud menunjukkan suatu standar penampilan − Untuk menumbuhkan motivasi siswa tentang latihan/praktik yang kita laksanakan − Untuk dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan kegiatan hanya mendengar ceramah atau membaca di dalam buku, karena siswa memperoleh gambaran yang jelas dari hasil pengamatannya − Bila beberapa masalah yang menimbulkan pertannyaan pada siswa dapat dijawab lebih teliti waktu proses demonstrasi atau eksperimen − Bila siswa turut aktif bereksperimen, maka ia akan memperoleh pengalaman praktik untuk mengembangkan kecakapan dan memperoleh pengakuan dan pengharapan dari lingkungan social.  Batasan Metode Demonstrasi − Akan menjadi tidak wajar bila alat yang didemonstrasikan tidak dapat diamati dengan seksama oleh siswa − Kurang efektif bila tidak diikuti dengan metode eksperimen − Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelompok

7

− Terkadang saat suatu alat dibawa ke kelas untuk didemonstrasikan, terjadi proses yang berlainan dengan proses di dalam situasi nyata − Bila setiap orang diminta mendemonstrasikan dapat menyita waktu yang banyak, dan membosankan bagi peserta yang lain. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 11. Metode Inquiry Metode inquiry adalah teknik pengajaran guru didepan kelas dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti, dan membahas tugasnya didalam kelompok kemudian dibuat laporan yang tersusun baik dan kemudian didiskusikan secara luas atau melalui pleno sehingga diperoleh kesimpulan terakhir.  Kelebihan metode inquiry − Mendorong siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri, bersifat obyektif, jujur, dan terbuka − Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang − Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri siswa − Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru − Mendorong siswa untuk berffikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri  Kelemahan metode inquiry −Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh pengertian tentang konsep. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta) 12. Metode Microteaching Metode microteaching merupakan suatu latihan mengajar permulaan bagi guru atau calon guru dengan scope latihan dan audience yang lebih kecil dan dapat dilaksanakan dilingkungan teman-teman setingkat sendiri atau sekelompok siswa dibawah bimbingan dosen pembimbing atau guru pamong.  Kelebihan metode microteaching −Microteaching merupakan pengalaman laboratoris −Microteaching dapat membantu dan menunjang pelaksanaan praktek keguruan −Microteaching dapat mengurangi kesulitan pengajaran di kelas −Microteaching memungkinkan ditingkatkannya pengawasan yang ketat dan evaluasi yang mantap, teliti, dan obyektif

8

−Dengan adanya feed back dalam microteaching yang beruupa knowledge of resulte dapat diberikan langsung secara mendalam −Diharapkan mahasiswa mempunyai bekal yang lebih kuat, luas, dan mendalam  Kelemahan metode microteaching − Dapat menimbulkan efek departementalisasi atau ketrampilan mengajar dan bila tidak diteruskan dengan praktek mengajar secara menyeluruh − Pengertian microteaching disalah tafsirkan dapat hanya menitik beratkan pada ketrampilan guru sebagai pengantar saja, bukan guru dalam arti luas − Microteaching yang ideal memerlukan biaya yang banyak, peralatan mahal, dan tenaga ahli dalam bidang teknis maupun dalam bidang pendidikan pengajaran pada umumnya dan metodologi pengajaran pada khususnya − Menuntut perencanaan, pengetahuan, dan pelaksanaan yang cermat, mendetail, logis, dan sistematis. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strtegi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta) 13. Metode Simulasi Metode simulasi merupakan cara mengajar dimana menggunakan tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar orang dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan berbuat sesuatu dengan kata lain siswa memegang peranaan sebagai orang lain.  Kelebihan metode simulasi − Dapat menyenangkan siswa − Menggalak guru untuk mengembangkan kreatifitas siswa − Eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya − Mengurangi hal-hal yang verbalistik − Menumbuhkan cara berfikir yang kritis.  Kelemahan metode simulasi − Efektifitas dalam memajukan belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset − Terlalu mahal biayanya − Banyak orang meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan elemen-elemen penting − Menghendaki pengelompokan yang fleksibel − Menghendaki banyak imajinasi dari guru dan siswa. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

9

− −

Metode Problem Solving Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya.  Kelebihan metode problem solving − Masing-masing siswa diberi kesempatan yang sama dalam mengeluarkan pendapatnya sehingga para siswa merasa lebih dihargai dan yang nantinya akan menumbuhkan rasa percaya diri Para siswa akan diajak untuk lebih menghargai orang lain Untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan lisannya  Kelemahan metode problem solving − Karena tidak melihat kualitas pendapat yang disampaikan terkadang penguasaan materi sering diabaikan − Metode ini sering kali menyulitkan mereka yang sungkan mengutarakan pendapat secara lisan (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta) 15. Metode Karya Wisata Metode karya wisata merupakan metode mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa kesuatu tempat atau obyek tertentu diluar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu.  Kelebihan metode karya wisata − Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas obyek karya wisata itu serta mengalami dan menghayati langsung − Siswa dapat melihat kegiatan para petugas secara individu atau kelompok dan menghayatinya secara langsung − Siswa dapat bertanya jawab menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala macam persoalan yang dihadapi − Siswa memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi  Kelemahan metode karya wisata − Karena dilakukan diluar sekolah dan jarak yang cukup jauh maka memerlukan transport yang mahal dan biaya yang mahal − Menggunakan waktu yang lebih panjang dari pada jam sekolah − Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta ; Rineka Cipta)

14.

10

16.

Metode Latihan /Drill Metode latihan merupakan metode mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan latihan agar siswa memiliki ketegasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.  Kelebihan metode pelatihan − Ketegasan dan ketrampilan siswa meningkat atau lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari − Seorang siswa benar-benar memehami apa yang disampaikan  Kelemahan metode pelatihan − Dalam latihan sering terjadi cara-cara atau gerak yang tidak berubah sehingga menghambat bakat dan inisiatif siswa − Sifat atau cara latihan kaku atau tidak fleksibel maka akan mengakibatkan penguasaan ketrampilan melalui inisiatif individu tidak akan dicapai. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta)

17.

Metode Dialog Metode dialog merupakan salah satu teknik metode pengajaran untuk memberi motivasi pada siswa agar aktif pemikirannya untuk bertanya selama pendengaran guru yang menyungguhkan pertanyaan-pertanyaan itu dan siswa menjawab.  Kelebihan metode dialog − Tanya jawab dapat membantu tumbuhnya perhatian siswa pada pelajaran serta mengembangkan kemampuannya untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman, sehingga pengetahuannya menjadi fungsional − Siswa akan terbuka jalan pikirannya sehingga mencapai perumusan yang baik dan tepat.  Kelemahan metode dialog − Apabila motivasi kurang diberikan maka yang akan aktif hanya mereka yang pandai menggutarakan pendapat secara lisan − Sering kali melupakan tujuan yang ingin dicapai karena waktu yang disediakan habis untuk berdebat mempertahankan pendapat. (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta) 18. Metode Mengajar Non Directive Metode mengajar non direktive merupakan salah satu metode mengajar dimana siswa melakukan observasi mereka sendiri mampu melakukan analisis mereka sendiri dan mampu berfikir sendiri.

11

 Kelebihan metode non direktive − Guru memberi permasalahan yang merangsang proses berfikir siswa sehingga obyek belajar berkembang sesuai yang diharapkan − Siswa menemukan sendiri pengetahuan yang digalinya aktif berfikir dan menguasahi pengertian yang baik.  Kelemahan metode non direktive − Terjadi perbedaan pemahaman karena tingkat intelektual dan cara berfikir siswa berbeda − Seorang guru setiap saat harus mengoreksi cara berfikir siswa agar tidak keliru dalam memahami suatu hal. (Nana Sujana. 1989. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta) Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab merupakan cara lisan menyajikan bahan untuk mencapai tujuan pengajaran.  Kelebihan metode tanya jawab − Guru dapat mengetahui penguasaan pelajar terhadap bahan yang telah disajikan − Dapat digunakan untuk menyelidiki pembicaraan-pembicaaraan untuk menyemangatkan pelajar  Kelemahan metode tanya jawab − Guru hanya memberikan giliran pada pelajar tertentu saja − Hanya dikuasai oleh siswa yang pandai. (Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV.Saudara. Halaman 18-20) Merupakan suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa. Metode ini sering digunakan dalam proses belajar mengajar bersama-sama dengan metode lain. Tanya jawab ini dapat dilakukan pada awal, di tengah-tengah, atau pada akhir kegiatan belajar mengajar. Tanya jawab ini sering dilakukan pada untuk mengetahui sejauh mana bahan pelajaran yang sedang atau telah dibahas itu dipahami siswa. Dari hasil tanya-jawab, guru dapat memperjelas atau meluruskan pemahaman siswa mengenai suatu bahan pelajaran tertentu. Dalam metode ini, dapat dikembangkan kemampuan seperti mengajukan dan merumuskan pertanyaan serta mengkomunikasikan.  Metode ini sangat tepat bila pelaksanaannya bertujuan untuk : − Meninjau ulang pelajaran atau ceramah yang lalu, agar siswa memusatkan lagi perhatian pada jenis dan jumlah kemajuan yang telah dicapai sehingga mereka dapat melanjutkan pelajarannya 19.

12

− Menyelingi pembicaraan agar tetap mendapatkan perhatian siswa, atau dengan perkataan lain untuk mengikut sertakan mereka − Mengarahkan pengamatan dan pemikiran mereka.  Metode ini tidak wajar digunakan untuk : − Menilai kemajuan peserta didik − Mencari jawaban dari siswa, tetapi membatasi jawaban yang dapat diterima − Memberi giliran pada siswa tertentu.  Kebaikan metode tanya jawab adalah : − Tanya jawab dapat memperolah sambutan yang lebih aktif bila dibandingkan dengan metode ceramah yang bersifat menolong − Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat sehingga nampak mana yang belum jelas atau belum dimengerti − Mengetahui perbedaan-perbedaan pendapat yang ada, yang dapat dibawa ke arah suatu diskusi. Kelemahannya adalah bahwa tanya jawab bis menimbulkan penyimpangan dari pokok persoalan. Lebih-lebih jika kelompok siswa yang memberi jawaban atau mengajukan pertannyaan yang dapat menimbulkan masalah baru dan menyimpang dari pokok persoalan. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) Metode Katekesmus Metode katekesmus merupakan suatu cara menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah ditentukan.  Kelebihan metode katekesmus − Keseragamaan dan kemurnian pengetahuan akan terjamin − Memudahkan cara mengajar guru karena pelajaran telah tertulis dalam buku  Kelemahan metode katekesmus Daya jiwa yang dikembangkan hanya ingatan atas jawaban tertentu saja − Kurang memberi rangsangan pada siswa karena bahan sudah tersedia baik pada guru maupun siswa Inisiatif para siswa terkekang (Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV. Saudara. Halaman 20-23) 21. Metode Prileksi Metode prileksi merupakan suatu cara menyajikan pelajaran dengan menggunakan bahasa lisan, menyuruh para pelajar mendiskusikan, 20.

− −

13

− −

menganalisa, membanding-bandingkan dan akhirnya menarik kesimpulan dari apa yang disajikan untuk mencapai tujuan pengajaran.  Kelebihan metode prileksi − Pelajar dan guru sama-sama aktif − Menimbulkan kompetisi yang sehat antar siswa  Kelemahan metode prileksi Banyak waktu yang digunakan Kecekatan dan pengetahuan banyak dituntut dari guru dan siswa (Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV. Saudara. Halaman 32-35) Metode Proyek Metode proyek adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran yaitu pelajar dihadapkan kepada hal tertentu untuk mempelajari dalam rangka mewujudkan tujuan belajar.  Kelebihan metode proyek − Pelajar menjadi aktif − Terbentuk pribadi yang bulat dan harmonis  Kekurangan metode proyek − Menghabiskan banyak waktu − Harus ada persiapan yang mantap (Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV.Saudara. Halaman 47-50) Metode proyek merupakan suatu cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, membaca, meneliti, menghubungkan dan mengembangkan sebanyak mungkin pengetahuan yang telah diperoleh dari berbagai mata pelajaran. Metode proyek membahas suatu tema atau unit pelajaran. Kemudian siswa diminta untuk membuat lapran dari tugas yang diberikan kepadanya dalam bentuk makalah. Melalui metode ini diharapkan siswa dapat dilatih baik secara individual maupun kelompok untuk menelaah suatu materi pelajaran dengan wawasan yang lebih luas memantapkan pengetahuan yang telah diperoleh, meningkatkan penghargaan terhadap lingkungan, memahami dan berupaya memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, serta menyalurkan minat yang memungkinkan baik dilihat dari segi waktu atau bahan pelajaran dari berbagai mata pelajaran. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 23. Metode Penyajian Sistem Regu (Team Work) 22.

14

Metode penyajian sistem regu merupakan metode penyajian dengan seorang guru yang dibantu tenaga teknis atau team guru dalam menjelaskan suatu persoalan atau obyek belajar. Sistem beregu ditangani lebih dari dua orang guru.  Kelebihan metode penyajian sistem regu − Interaksi belajar mengajar akan lebih lancar − Siswa memperoleh pengetahuan yang luas dan mendalam karena diberikan oleh beberapa guru − Guru lebih ringan tugas mengajarnya sehingga cukup waktu untuk menyiapkan diri dalam membuat perencanaan  Kelemahan metode penyajian sistem regu − Bila seorang guru yang tidak mendapatkan giliran mengajar tidak memanfaatkan waktu untuk belajar lebih lanjut atau membuat perencanaan lebih matang (Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta) 24. Metode Mengajar Berprogama Metode mengajar berprogama adalah cara menyajikan bahan pelajaran dengan menggunakan alat tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran.  Kelebihan metode berprogama − Pelajar menjadi aktif karena ikut memperagakan alat tersebut − Pelajar akan cepat mengetahui hasil dan kelemahannya  Kelemahan metode berprogama − Suka menyusun programa dari setiap mata pelajaran − Memproduksi alat-alat pengajar membutuhkan biaya dan tenaga yang mahal dan banyak − Teaching machine itu tidak dapat merasakan apa yang dirasakan pelajar. (Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV. Saudara. Halaman 84-86) 25. Metode Musyawarah Metode musyawarah adalah cara menyajikan bahan pelajaran melalui perundingan untuk mencapai musyawarah bersama.  Kelebihan metode musyawarah − Memperluas dan memperdalam pengetahuan pelajar tentang pokok yang telah dimusyawarahkan − Memupuk dan membina kerjasama serta toleransi − Dapat terintegrasi mata pelajaran-mata pelajaran − Mudah dilaksanakan − Baik diigunakan untuk saling bertukar pikiran.

15

 Kelemahan metode musyawarah − Memakan waktu yang banyak − Sukar dilaksanakan untuk pelajar yang masih duduk dikelas rendah sekolah dasar, karena mereka belum mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang banyak − Hasil musyawarah belum tentu benar. (Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo. 1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV. Saudara. Halaman 74-76)

26.

Metode Ceramah Metode ceramah adalah suatu cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dilaksanakan oleh para guru. Dengan penyajian materi melalui penuturan dan penerangan lisan guru kepada siswa. Metode ini digunakan bila pelajaran tersebut banyak mengandung hal-hal yang memerlukan penjelasan dari guru. Metode ini hendaknya digunakan bersama-sama metode lain, seperti metode tanya-jawab. Pada metode ceramah ini, siswa dilatih untuk menjadi pendengar yang balk. Agar siswa tetap berperan secara aktif dalam proses belajar-mengajar yang menggunakan metode ceramah ini, maka siswa perlu dilatih mengembangkan kemampuan untuk mendengarkan, memahami suatu informasi, dan mencatatnya dengan baik. Siswa hendaknya diminta mengajukan pertanyaan atau memberikan tanggapan terhadap informasiinformasi tertentu. Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media, serta memperhatikan batas-batas penggunaanya.  Metode ceramah dapat dilakukan oleh guru : − Untuk memberikan pengarahan, petunjuk di awal pembelajaran − Waktu terbatas, sedangkan materi / informasi banyak yang akan disampaikan − Lembaga pendidikan memiliki sedikit staf pengajar, sedangkan jumlah siswa banyak.  Keterbatasan metode ceramah adalah sebagai berikut : − Keberhasilan siswa tidak terukur − Perhatian dan motivasi siswa sulit diukur − Peran serta siswa dalam pembelajaran rendah − Materi kurang terfokus − Pembicaraan sering melantur. ( http://s1pgsd.blogspot.com )

16

27.

Metode Diskusi Metode diskusi ialah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui wahana tukar pendapat dan informasi berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh guna memecahkan suatu masalah, memperjelas sesuatu bahan serta pelajaran dan mencapai kesepakatan. Melalui metode ini berbagai keterampilan seperti beratnya, berkomunikasi, menafsirkan, dan menyimpulkan dapat dikembangkan. Demikian pula keberanian mengemukakan pendapat, sikap-sikap kritis, skeptis, toleran, kemampuan mengendalikan emosi, dan sebagainya dapat dibina melalui penggunaan metode ini.  Metode ini dilaksanakan oleh pengajar bila : − Menyediakan bahan, topik, atau masalah yang akan didiskusikan − Menyebutkan pokok-pokok masalah yang akan dibahas, atau memberikan studi khusus kepada siswa sebelum mengadakan diskusi. − Menugaskan siswa untuk menjelasakan, menganalisis, dan meringkas. − Membimbing diskusi, tidak memberi ceramah. − Sabar terhadap kelompok yang lamban dalam berdiskusi. − Waspada terhadap kelompok yang tampak kebingungan atau berjalan dengan tidak menentu. − Melatih siswa dalam menghargai pendapat orang lain.  Metode ini tepat digunakan bila : − Siswa berada di tahap menengah atau tahap akhir proses belajar, − Pelajaran formal atau magang − Perluasan pengetahuan yang telah dikuasai siswa, − Belajar mengidentifikasi dan memecahkan masalah serta mengambil keputusan. − Membiasakan siswa berhadapan dengan berbagai pendekatan, interpretasi, dan kepribadian. − Menghadapi masalah secara berkelompok − Membiasakan siswa untuk beragumentasi dan berfikir rasional.  Keterbatasan : − Menyita waktu lama dan jumlah siswa harus sedikit. − Mempersyaratkan siswa memiliki latar belakang yang cukup tentang topik atau masalah yang didiskusikan. − Tidak tepat bila digunakan pada tahap awal proses belajar bila siswa baru diperkenalkan kepada bahan pelajaran baru. − Apatis bagi siswa yang tidak terbiasa berbicara dalam forum. ( http://s1pgsd.blogspot.com )

17

Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).  Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk : − Mendorong siswa berpikir kritis. − Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas. − Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama. − Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.  Kelebihan metode diskusi sebagai berikut : − Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan − Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik. − Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)  Kelemahan metode diskusi sebagai berikut : − Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar. − Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas. − Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara. − Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah, 2000) ( http://re-searchengines.com/art05-65.html ) 28. Metode Widyawisata Metode Widyawisata ialah suatu cara penguasaan bahan pelajran dengan membawa siswa langsung kepada objek yang akan dipelajari yang terdapat di luar kelas atau di lingkungan kehidupan nyata. Metode widyawisata antara lain diterpakan karena obyek yang akan dipelajari hanya terdapat di tempat tertentu. Selain itu, pengalaman langsung dapat membuat siswa lebih tertarik kepada pelajaran yang disajikan sehinggga lebih ingin mendalami hal yang diminatinya dengan mencari informasi dari buku-buku sumber lainnya serla menumbuhkan rasa cinta kepada Iingkungan alam dan lingkungan budaya. Metode widyawisata berfungsi pula memberikan variasi belajar kepada siswa. Agar widyawisata ini dapat mencapai hasil yang optimal, maka

18

diperlukan adanya perencanaan yang matang, pelaksanaan yang efektif dan efisien, serta adanya kegiatan tindak lanjut seperti evaluasi, pelaporan, diskusi, deklamasi, pameran sederhana, pemuatan karangan siswa pada koran sekolah, majalah dinding atau media lainnya, dan sebagainya. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 29. Metode Pameran ( penampilan ) Metode pameran digunakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyajikan dan menjelaskan apa yang dipelajarinya. Pameran yang dimaksud dapat berupa pameran kelas atau pameran sekolah dengan memamerkan grafik, model, alat, gambar ukiran, patung, tanaman, dan hasil karya lainnya yang dibuat oleh siswanya. Metode pameran dapat merupaan kegiatan puncak dari serangkaian kegiatan lain yang menggunakan widyawisata atau metode proyek. Pameran dapat digunakan sebagai sarana penilaian keberhasilan suatu kegiatan belajar. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 30. Metode Permainan Metode permainan adalah suatu permainan adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk permainan. Permainan dimaksud dapat berupa teka-teki, papan bergambar (sejenis ular tangga), kotak rahasia, atau kartu gambar yang dibuat oleh siswa atau oleh guru. Metode ini dapat digunakan untuk memberikan pengalaman menarik bagi siswa dalam memahami suatu konsep, menguatkan konsep yang telah dipahami, atau memecahkan masalah. Metode ini bermanfaat karena dapat mengembangkan motivasi instrinsik, memberikan kesempatan untuk berlatih mengambil keputusan, dan mengembang pengendalian emosi bila menang atau kalah, serta lebih menarik dan menyenangkan sehingga memudahkan siswa untuk memahami bahan pelajaran yang disajikan. Dengan demikian, tujuan pembelajaran akan tercapai secara tidak Iangsung. Metode ini sering digunakan dalam mata pelajaran Matematika, IPA, PPKN, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, dan sebagainya. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 31. Metode Cerita Metode cerita adalah suatu cara penanaman nilai-nilai kepada siswa dengan mengungkapkan kepribadian tokoh-tokoh melalui penuturan hikayat, legenda, dongeng, dan sejarah lokal. Metode ini dapat digunakan untuk membantu penghayatan nilai dan moral serta pembentukan sikap. Hal ini terjadi karena metode ini lebih mudah untuk membawa emosi siswa ke

19

suasana cerita sehingga siswa menjadi tertarik dan mungkin terharu sehingga akan mempermudah pembentukan sikap. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 32. Metode Studi Mandiri Metode ini berbentuk pelaksanaan tugas membaca atau penelitian oleh siswa tanpa bimbingan atau pengajaran khusus.  Metode ini dilakukan dengan cara : − Memberikan daftar bacaan kepada siswa sesuai dengan kebutuhannya. − Menjelaskan hasil yang diharapkan dicapai oleh siswa pada akhir kegiatan studi mandiri. − Mempersiapkan tes untuk menilai keberhasilan siswa.  Metode ini sangat tepat dilakukan bila : − Pada tahap akhir proses belajar − Dapat digunakan pada semua mata pelajaran − Menunjang metode pembelajaran yang lain − Meningkatkan kemampuan kerja siswa − Mempersiapkan siswa untuk kenaikan tingkat atau jabatan − Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperdalam minatnya tanpa dicampuri siswa lain Metode ini hanya dapat digunakan saat siswa mampu menentukan sendiri tujuannya dan dapat memperoleh sumber-sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 33. Metode Pembelajaran Terprogam Metode ini menggunakan bahan pengajaran yang disiapkan secara khusus. Isi pengajaran di dalamnya harus dipecah menjadi langkah-langkah kecil, diurup secara ceramat, diarahkan untuk mengurangi kesalahan, dan diikuti dengan umpan balik segera. Siswa mendapat kebebasan untuk belajar menurut kecepatan masing masing.  Yang perlu diperhatikan saat menggunakan metode ini : − Siswa harus benar-benar memiliki seluruh bahan, alat-alat dan perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pelajaran. − Siswa harus benar-benar tahu bahwa bahan itu bukan tes. Respon yang dibuat siswa selama proses belajar dimaksudkan untuk membantu belajar, bukan untuk dijadikan dasar penilaian.

20

− Tersedia sumber yang dapat membantu siswa bila ia mengalami kesulitan − Secara berkala, siswa harus dicek kemampuannya untuk membuatnya benar-benar belajar.  Kapan menggunakan metode ini ? − Saat siswa kurang mendapatkan interaksi sosial − Pada semua tahap belajar, dari permulaan sampai dengan proses akhir belajar − Merupakan pelajaran formal, belajar jarak jauh, dan magang − Mengatasi kesulitan perbedaan individual − Mempermudah siswa belajar dalam waktu yang diinginkan.  Kelemahan : − Kurang fleksibel karena bahan pelajaran yang telah dikumpulkan dengan baik membuat setiap siswa melalui urutan kegiatan belajar yang sama − Biaya pengembangan yang tinggi − Siswa kurang mendapatkan interaksi sosial. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 34. Metode Latihan Bersama Teman Metode ini memanfaatkan siswa yang telah lulus atau telah berhasil untuk melatih temannya dan ia bertindak sebagai pelatih dan pembimbing (asisten guru). Metode yang dipakai terserah kepada siswa pembimbing tersebut.  Yang perlu diperhatikan : − Bila hal ini merupakan pengalaman yang pertama bagi siswa pembimbing, maka guru harus mengawasi dan mengarahkan siswa pembimbing terlebih dahulu. − Setelah siswa pembimbing mengenal tugas tersebut, maka ia mulai dilatih keterampilan dalam pelaksanaan tugasnya. − Setelah siswa yang dibimbingnya berhasil/lulus, maka ia menjadi pembimbing bagi siswa yang lain.  Metode ini dapat dilaksanakan dalam situasi : − Semua tahap yang membutuhkan latihan satu persatu. − Latihan kerja, latihan formal dan magang  Kelemahan : − Terbatasnya siswa yang dapat dilatih sebagai pembimbing dalam satu periode tertentu. − Kegiatan latihan harus senantiasa dikontrol secara langsung untuk memelihara kualitas. ( http://s1pgsd.blogspot.com )

21

35.

Metode Studi Kasus Merupakan suatu cara pemberian kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung, masalah, kejadian, atau situasi tertentu yang telah dipersiapkan guru. Kemudian siswa ditugasi untuk mencari alternatif pemecahanan. Dalam melaksanakan tugas ini siswa dapat memperoleh pengalaman secara langsung dan nyata. Tugas dapat diberikan secara berkelompok atau perorangan. Melalui metode ini siswa dapat mengembangkan berbagai keterampilan dan pembiasaan untuk mandiri, jujur, mengembangkan pola fikir kritis dan menemukan solusi baru dari suatu tugas yang harus dipecahkan. Metode ini dapat diterapkan bila siswa telah memiliki pengetahuan awal tentang masalah yang disampaikan. ( http://s1pgsd.blogspot.com )

36.

Metode Insiden Metode ini hampir sama dengan metode studi kasus, akan tetapi siswa dibekali dengan data dasar yang tidak lengkap tentang suatu kejadian atau peristiwa. Mereka harus mencari data tambahan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepada merek tentang kejadian dan peristiwa tersebut. Data ini sudah tersedia di sekolah dan ada pada guru, maka guru mempersiapkan data itu untuk diberikan kepada siswa yang membutuhkannya. Metode ini memiliki keunggulan dibanding studi metode kasis, siswa belajar memahami suatu permasalahan, kemudian berusaha memecahkannya. Dalam hal ini akan menumbuh kembangkan cara berfikir siswa sebagaimana yang dikehendaki dalam studi mandiri, siswa berfikir kritis dan kreatif. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 37. Metode Simposium Metode ini adalah metode yang memaparkan suatu seri pembicara dalam berbagai kelompok topik dalam bidang materi tertentu. Materi-materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebagainaya kepada pembicara. Sebuah simposium hampir menyerupai panel, karena simposium harus pula terdiri dari beberapa pembicara, sedikitnya dua orang. Tetapi simposium berbeda dengan panel di dalam cara pembahasan persoalan. Sifatnya lebih formal. Seorang anggota simposium terlebih dahulu menyiapkan pembicaraannya menurut satu titik pandangan tertentu. Terhadap sebuah persoalan yang sama diadakan pembahasan dari berbagai sudut pandangan dan disoroti dari titik tolak yang berbeda-beda.

22

Bentuk pola lain metode simposium dapat dikelompokkan pada sejumlah aspek, dan setiap aspek disoroti tersendiri dan khusus, tidak perlu dari berbagai sudut pandangan. Bagian prasana menyiapkan tulisan yang dibagi-bagikan kepada peserta dan diadakan sanggahan dari ahli tertentu yang disebut penyanggah utama. Pendengar dapat memberi pandangan umum dan pertanyaan sesudah penyanggah utama. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 38. Metode Tutorial Metode ini merupakan cara penyampaian bahan pelajaran yang telah dikembangkan dalam bentuk modul untuk dipelajari siswa secara mandiri. Siswa dapat mengkonsultasikan tentang msalah-masalah dan kemajuan yang ditemuinya secara periodik. Metode ini biasanya dilakukan pada SLTP terbuka, paket B, C, dan belajar jarak jauh dengan tatap muka yang terjadwal. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 39. Metode Deduktif Metode ini merupakan penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran, kemudian dijelaskan dalam bentuk penerapannya atau contoh-contohnya dalam situasi tertentu. Metode ini menjelaskan teoritis ke bentuk realitas atau menjelaskan hal-hal yang bersifat umum ke yang bersifat khusus. Guru menjelasakan teoriteori yang telah ditemui para ahli, kemudian menjabarkan kenyataan yang terjadi atau mengambil contoh-contoh. Seperti makhluk yang bernyawa akan mati. Manusia, binatang, dan tumbuhan adalah makhluk bernyawa, maka ia akan mati.  Metode ini tepat dipergunakan bila : − Siswa belum mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari. − Isi pelajaran meliputi terminologi, teknis dan bidang yang kurang membutuhkan proses berfikir kritis. − Pengajaran mengenai pelajaran tersebut mempunyai persiapan yang baik dan pembicaraan yang baik. − Waktu yang tersedia sedikit. ( http://s1pgsd.blogspot.com ) 40. Metode Computer Assisted Learning ( CAL ) Metode ini digunakan untuk kegiatan belajar yang berstruktur, dimana komputer diprogramkan untuk permasalahan-permasalahan (sistem Pakar). Siswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut atau mencari jawaban dengan mempergunakan komputer dan seketika itu juga jawaban siswa diproses secara elektronik. Dalam beberapa detik siswa sudah mendapat

23

jawaban atau umpan balik jawaban tersebut. CAL memberikan siswa untuk maju sesuai dengan kecepatan masing-masing mereka. Metode ini dapat sampai pada yang paling kompleks.  Kelemahan : − Pengembangan program membutuhkan biaya tinggi dan waktu yang lama. − Pengadaan dan pemeliharaan alat mahal. ( http://s1pgsd.blogspot.com )

41.

Metode STAD (Student Achievement Divisions)

Metode STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan-kawan dari universitas John Hopkins. Metode ini dipandang paling sederhana dan paling langsung dari pendekatan pembelajaran kooperatif. Para guru menggunakan metode STAD untuk mengajarkan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu, baik melalui penyajian verbal maupun tertulis.  Langkahnya: − Para siswa di dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok atau tim, masing-masing terdiri atas 4 atau 5 anggota kelompok. Tim-tim memiliki anggota yang heterogen, baik jenis kelamin, ras, etnik, maupun kemampuan (tinggi, sedang, rendah). − Tiap anggota tim menggunakan lembar kerja akademik dan kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar sesama anggota tim. − Secara individual atau tim, tiap minggu atau tiap dua minggu guru mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan mereka terhadap bahan akademik yang telah dipelajari. − Tiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaannya terhadap bahan ajar, dan kepada siswa secara individu atau tim yang meraih prestasi tinggi atau memperoleh skor sempurna diberi penghargaan. Kadangkadang beberapa atau semua tim memperoleh penghargaan jika mampu meraih suatu kriteria atau standar tertentu. (Drs. Sugiyanto, M.Si. 2008. Model-model Pembelajaran InovatifI. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 UNS. Halaman 42-43)

42.

Metode Jigsaw

Metode ini dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawan-kawan dari Universitas Texas dan kemudian diadaptasi oleh Slavin dan kawan-kawan.  Langkahnya: − Kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri 4 atau 5 siswa dengan karakteristik yang heterogen.

24

− Bahan akademik yang disajikan kepada siswa dalam bentuk teks; dan setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan akademik tersebut. − Para anggota dari beberapa tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bagian bahan tersebut. Kumpulan siswa semacam itu disebut ”kelompok pakar” (expert group). − Selanjutnya para siswa yang berada dalam kelompok pakar kembali ke kelompok semula untuk mengajar anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam kelompok pakar. − Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam home teams, para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang telah dipelajari. (Drs. Sugiyanto, M.Si. 2008. Model-model Pembelajaran InovatifI. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 UNS. Halaman 43-44)

43.

Metode GI (Group Investigation)

Dasar-dasar metode GI dirancang oleh Herbert Thelen, selanjutnya diperluas dan diperbaiki oleh Sharn dan kawan-kawan dari universitas Tel Aviv. Metode GI sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan. Metode ini menuntut siswa untuk mempunyai kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun ketrampilan proses memiliki kelompok. Para guru yang menggunakan metode ini umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4 hingga 5 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan laporan di depan kelas secara keseluruhan.  Langkah-langkah: − Seleksi topik − Merencanakan kerja sama − Implementasi − Analisis dan sintesis − Penyajian hasil akhir − Evaluasi selanjutnya (Drs. Sugiyanto, M.Si. 2008. Model-model Pembelajaran InovatifI. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 UNS. Halaman 44-46)

44.

Metode Quantum

25

Tokoh utama dibalik pembelajaran kuantum adalah Bobbi DePorter, seorang ibu rumah tangga yang kemudian terjun di bidang bisnis propeti dan keuangan, dan setelah semua bisnisnya bangkrut akhirnya menggeluti bidang pembelajaran. Sejak tahun 1982 DePorter mematangkan dan mengembangkan gagasan pembelajaran kuantum di SuperCamp yang terletak di Kirkwood Meadows. Pada tahap awal pengembangannya, pembelajaran kuantum dimaksudkan untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karier para remaja di rumah, tidak dimaksudkan sebagai metode untuk mencapai keberhasilan lebih tinggi di sekolah. Pembelajaran kuantum sesungguhnya merupakan ramuan atau rakitan dari berbagai teori atau pandangan psikologi kognitif dan pemrogaman neurologi yang jauh sebelumnya sudah ada. (Drs. Sugiyanto, M.Si. 2008. Model-model Pembelajaran InovatifI. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 UNS. Halaman 65-67)

45.

Metode perancangan ( projeck method )

Yaitu suatu metode mengajar dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.  Kelebihan metode perancangan sebagai berikut : − Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan. − Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.  Kekurangan metode perancangan sebagai berikut : − Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini. − Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini. − Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan. − Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yangdibahas. ( http://re-searchengines.com/art05-65.html ) 46. Metode resitasi ( Recitation method ) Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri  Kelebihan metode resitasi sebagai berikut :

26

− Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama. − Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)  Kelemahan metode resitasi sebagai berikut : − Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri. − Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan. − Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (Syaiful Bahri Djamarah, 2000) ( http://re-searchengines.com/art05-65.html ) 47. Metode Pemecahan Masalah Metode ini dikenall sebagai Metode Brainstorming merupakan metode yang merangsang berpikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa Metode ini dapat dilaksankan pabila siswa telh berada pada tingkat yang lebih tinggi dengan prestasi yang tinggi pula.  Penggunaan metode ini dengan mengikuti langkah-langkah sebagi berikut : − Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan − Mencari data atau keterangan memecahkan masalah tersebut yang dapat digunakan untuk

− Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut − Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut − Menarik kesimpulan artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi  Kelebihan Metode Pemecahan Masalah : − Dapat membuat pendidikan sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan khususnya dengan dunia kerja − Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan para siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil

27

− Merangsang pengembangan kemampuan berpikir seiswa secara kreatif dan menyeluruh.  Kekurangan Metode ini adalah : − Mementukan masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir siswa , sekolah dan kelas serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa − Seringmemerlukan waktu yang cukup banyak dan seringmengambil waktu pelajaran lainnya − Mengubah kebiasaan siswa belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berpikir memecahkan masalah sendiri atau kelompok. ( Drs Sayiful Bahri Djamarah, Drs Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan ke tiga , Agustus 2006 )

48. Metode Bercerita Ialah suatu cara mengajar dengan bercerita. Pada hakekatnya metode bercerita sama dengan metode ceramah. Karena informasi disampaikan melalui penuturan atau penjelasan lisan dari seseorang kepada oaring lain  Kelebihan Metode Bercerita : − Guru mudah menguasai kelas − Guru dapat meningkatkan kosentrasi siswa dalam waktu yang relative la,a − Mudah menyiapkannya − Mudah melaksanakannya − Dapat diikuti oleh siswa dalam jumlah banyak  Kekurangan Metode Bercerita : − Siswa terkadang terbuai dengan jalannya cerita sehingga tidak dapat meengambil intisarinya − Hanya Guru yang pandai bermain kata-kata atau kalimat − Menyebabkan siswa pasif karena guru aktif

28

− Siswa lebih cenderung dituturkan

hafal isi ceita daripada sari cerita yang

( Drs Sayiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak didk – dalam interaks edukatif, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan Pertama , Februari 2000 ) 49. Metode Penampilan Metode Penampilan berbentuk pelasanaan paktek oleh siswa dibawah bimbingan dari dekat oleh Pengajar.  Jika metode ini dipergunakan dalam pengajaran harus : − Memberikan penjelasan yang cukup kepada siswa selama berpraktek − Melakukan tindakan pengamana sebelum kegiatan praktek dimulai untuk keselamatan siswa yang menggunakan  Metode Penampilan digunakan : − Pelajaran telah mencapai tingkat lanjutan − Kegiatan pembelajaran bersifat normal, latihan kerja atau magang − Siswa mendapat kemungkinan untuk menerapkan apa yang dipelajari kedalam situasi yang sesungguhnya − Kondisi praktek sama dengan kondisi kerja − Adanya bimbingan selama praktek − Kegiatan ini menjadi remedial bagi siswa  Keterbatasan penggunaan metode ini adalah : − Membutuhkan waktu yang lama − Membutuhkan fasilitas dan alat khusus yang mungkin mahal, sulit diperoleh dan dipelihara secara terus menerus − Membutuhkan pengajar yang lebih banyak ( Dra. Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mangajar, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan ke tujuh , Maret 2008 )

29

DAFTAR PUSTAKA             Tim D II PGSD. 2007. Strategi Belajar Mengajar. Surakarta : UNS Perss. Gulo ,W . 2002 . Strategi Belajar Mengajar . Jakarta : Grasindo. Karo – Karo, Ulihbukit . 1981 .Metodologi Pengajaran.Salatiga:CV Saudara. N.K. Roestiyah. 1991 . Strategi Belajar Mengajar . Jakarta : Rineka Cipta Sudjana, Nana. 1989 . Dasar – dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru. Yamin, Martinis.2003.MetodePembelajaran yang Berhasil. Jakarta:Sasana Mitra Suksesa. http://s1pgsd.blogspot.com Drs. Sugiyanto, M.Si. 2008. Model-model Pembelajaran InovatifI. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 UNS. Halaman 42-43 http://re-searchengines.com/art05-65.html Dra. Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mangajar, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan ke tujuh , Maret 2008 Drs Sayiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak didk – dalam interaks edukatif, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan Pertama , Februari 2000 Drs Sayiful Bahri Djamarah, Drs Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan ke tiga , Agustus 2006

30

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->