P. 1
Laporan Keuangan Konsolidasian PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk

Laporan Keuangan Konsolidasian PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk

|Views: 325|Likes:
Published by rz_alit

More info:

Published by: rz_alit on Jan 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2014

pdf

text

original

Laporan Keuangan Konsolidasian PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret

2005 dan 2004 (Tidak Diaudit)

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2005 DAN 2004

Daftar Isi

Halaman Neraca Konsolidasian …………………………………………………………………………………………...... 1-4 Laporan Laba Rugi Konsolidasian ……………………………………………………………………………..... 5-6 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian …………………………………………………………………..... 7

Laporan Arus Kas Konsolidasian ............................................................................................................... 8-9 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian ........................................................................................10-68

*******************************

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

Catatan AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas 2c, 2e, 2r, 5, 31, 32 Investasi Jangka Pendek 2d, 2e, 2r, 6, 31, 32 Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga Piutang 2e, 2f, 2r, 7, 31, 32 Usaha Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masingmasing sebesar Rp 973 dan Rp 1.234 per 31 Maret 2005 dan 2004) Lain-lain 2e, 2f, 2r, (setelah dikurangi penyisihan 8, 31, 32 piutang ragu-ragu sebesar Rp 230 per 31 Maret 2004) Persediaan (setelah dikurangi penyisihan persediaan usang sebesar Rp 3.506 dan Rp 5.387 per 31 Maret 2005 dan 2004) 2g, 9 Pajak Dibayar di Muka 2s, 19 Biaya Dibayar di Muka 2h Aktiva Lancar Lainnya 2r, 31, 32 Jumlah Aktiva Lancar

2005

2004 ( Disajikan Kembali )

654.938 163.062 123.361 46.132

20.856 786 39.628 39.409

74.612

194.361

40.958

26.333

496.856 52.126 70.880 77.114 1.800.039

51.020 14.377 2.891 28.439 418.100

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

1

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan) Per 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

Catatan

2005

2004 ( Disajikan Kembali )

AKTIVA TIDAK LANCAR Piutang Hubungan Istimewa Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih Investasi pada Perusahaan Asosiasi Investasi Jangka Panjang Lainnya Aktiva Tetap (setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 970.662 dan Rp 54.876 per 31 Maret 2005 dan 2004) Uang Muka Aktiva Tak Berwujud (setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 93.987 dan Rp 3.657 per 31 Maret 2005 dan 2004) Piutang Usaha Lainnya Aktiva tidak lancar lainnya - bersih Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA

2e, 32 2s, 19 2d, 2e, 10, 32 2d, 2e, 11, 32

35.576 6.451 83.949 222.502

2.793 369 1.055.721 93.305

2i, 2j, 2k, 11 13

1.400.956 585.570

66.772 600

2m 2f, 2r, 7, 31 2e, 2h, 2r, 31, 32

173.641 10.433 384.105 2.903.183 4.703.222

5.730 3.679 5.220 1.234.189 1.652.289

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

2

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan) Per 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

Catatan KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Pinjaman Jangka Pendek Surat Promes Hutang Usaha Lain-lain Hutang Pajak Beban Masih Harus Dibayar Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Surat Promes Pinjaman Jangka Panjang Hutang kepada Bukan Lembaga Keuangan Hutang Sewa Guna Usaha Kewajiban Lancar Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar

2005

2004 ( Disajikan Kembali )

2r, 15, 31 2e, 2r, 16, 31 2e, 2r, 17, 18, 31, 32 2s, 19 2e, 2r, 20 2e, 2r, 31,32 16 22 23 2e, 2r, 18, 31, 32

207.045 42.483 490.262 146.606 12.776 367.033 34.114 76.689 12.917 78 49.268 1.439.271

214.658 16.965 73.634 1.146 1.651 63.940 14.370 45.804 20.364 452.532

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang Hubungan Istimewa Kewajiban Pajak Tangguhan - Bersih Hutang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Surat Promes Pinjaman Jangka Panjang Hutang kepada Bukan Lembaga Keuangan Obligasi - Bersih Hutang Jangka Panjang Lainnya - Bersih Jumlah Kewajiban Tidak Lancar

2e, 32 2s, 19 2e, 2r, 31, 32 16 22 23 21 2n, 30

3.313 2.186

505 38

65.322 282.075 15.507 823.775 92.745 1.284.923

36.252 256.207 5.525 298.527

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

3

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan) Per 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

Catatan KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN EKUITAS HAK MINORITAS EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham Modal dasar - 7.485.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 1.871.768.000 saham Tambahan modal disetor Transaksi perubahan ekuitas perusahaan anak/perusahaan asosiasi Rugi yang belum direalisasi dari efek tersedia untuk dijual Defisit Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN EKUITAS 2b

2005

2004 ( Disajikan Kembali )

1.026.508

-

24 25 2d, 26 2d, 11c

935.884 32.313 (2.671 ) (3.380 ) (9.626 ) 952.520

935.884 32.313 (21.263) (3.500) (42.204) 901.230

4.703.222

1.652.289

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

4

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

Catatan

2005

2004 ( Disajikan Kembali )

PENJUALAN BERSIH, PENDAPATAN JASA DAN USAHA LAINNYA BEBAN POKOK PENJUALAN DAN JASA LABA KOTOR BEBAN USAHA Penjualan Umum dan Administrasi Jumlah Beban Usaha LABA USAHA

2e, 2q, 27, 32

1.462.425

147.349

2e, 2q, 28, 32

1.036.706 425.719

119.754 27.595

2e, 2q, 29, 32 155.344 238.699 394.043 31.676 2.293 9.656 11.949 15.646

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan Bunga Keuntungan atas Kenaikan Nilai Pasar Surat Berharga- Bersih Laba (Rugi) Selisih Kurs - Bersih Laba (Rugi) pelepasan aktiva tetap - Bersih Beban bunga dan pendanaan lainnya Lain-lain - Bersih Jumlah Beban Lain-lain - Bersih LABA SEBELUM BAGIAN LABA (RUGI) BERSIH PERUSAHAAN ASOSIASI BAGIAN LABA (RUGI) BERSIH PERUSAHAAN ASOSIASI - Bersih LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN

2e, 32 2r 2i 2e, 32

14.869 12.158 (2.128 ) 23 (52.811 ) 6.175 (21.714 )

1.172 172 302 (239) (17.026) 192 (15.427)

9.962

219

2d, 2e, 10, 32

2.466

(1.973)

12.428

(1.754)

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

5

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

Catatan

2005

2004 ( Disajikan Kembali )

MANFAAT (BEBAN ) PAJAK PENGHASILAN Pajak kini Pajak tangguhan Jumlah Manfaat Pajak Penghasilan LABA (RUGI) BERSIH SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS LABA (RUGI) BERSIH LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM (dalam rupiah penuh)

2s, 19 (3.899 ) 7.557 3.658 16.086 (8.878 ) 7.208 167 167 (1.587) (1.587 )

2u

4

(1)

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

6

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

Catatan

Modal Saham

Tambahan Modal Disetor Defisit Jumlah Ekuitas

Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak/ Perusahaan Asosiasi

Laba (Rugi) Yang Belum Direalisasi Dari Efek Tersedia Untuk Dijual

Saldo 1 Januari 2004 seperti dilaporkan sebelumnya 935.884 32.313 (25.575) (3,650 ) (34.583) 904.389

Pernyesuaian akibat penerapan PSAK 24 Revisi tanggal 24 Juni 2004 935.884 32.313 (25.575) (3.650) (40.617) (6.034)

3

(6.034) 898.355

Saldo 1 Januari 2004 setelah disajikan kembali

Transaksi perubahan ekuitas perusahaan anak/ perusahaan asosiasi 4.312 -

2d

4.312

Laba yang belum direalisasi dari efek tersedia untuk dijual 935.884 32.313 (21.263) (3.500) 150

2d

(1.587 ) (42.204)

150 (1.587) 901.230

Rugi bersih

Saldo 31 Maret 2004

Saldo 1 Januari 2005 seperti dilaporkan sebelumnya 935.884 32.313 (2.671)

(3.245)

(11.456)

950.825

Pernyesuaian akibat penerapan PSAK 24 Revisi tanggal 24 Juni 2004 935.884 32.313 (2.671) -

3

(3.245)

(5.378) (16.834)

(5.378) 945.447

Saldo 1 Januari 2005 setelah disajikan kembali

Rugi yang belum direalisasi dari efek tersedia untuk dijual 935.884 32.313 (2.671)

2d

(135) (3.380 ) 7.208 (9.626)

-

(135) 7.208 952.520

Laba bersih

Saldo 31 Maret 2005

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

7

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah) 2005 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pengeluaran kas selama tahun berjalan untuk: Pemasok Gaji, tunjangan dan kesejahteraan karyawan Beban usaha (tidak termasuk gaji, tunjangan dan kesejahteraan karyawan) Kas bersih yang diterima dari (digunakan untuk) operasi Beban bunga dan beban pendanaan lainnya - bersih Pajak penghasilan Penghasilan (beban) lainnya - bersih Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penurunan (penambahan) bersih investasi jangka pendek Hasil pelepasan aktiva tetap Penambahan aktiva tetap Penambahan uang muka pembelian aktiva tetap Penurunan (penambahan) bersih aktiva tidak lancar lainnya Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penambahan (penurunan) bersih piutang hubungan istimewa Penurunan bersih hutang hubungan istimewa Penerimaan dari pinjaman jangka pendek dan surat promes Penerimaan dari hutang jangka panjang dan surat promes Pembayaran pinjaman jangka pendek dan surat promes Pembayaran pinjaman jangka panjang dan surat promes Pembayaran hutang sewa guna usaha Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2004

1.519.527 (1.076.483 ) (142.502 ) (128.325 ) 172.217 (52.923 ) (6.034 ) (71.589 ) 41.671

108.169 (93.820) (8.801) (7.578) (2.030) (15.391) 87 924 (16.410)

(27.521 ) 1.022 (57.712 ) (166.013 ) (4.875 ) (255.099 )

1.325 184 (20.146) 29 (18.608)

295 (532 ) 148.239 13.048 (354.541 ) (16.702 ) (60 ) (210.253 ) (423.681 ) 1.078.619 654.938

(97) 81.852 (42.800) (7.071) 31.884 (3.134) 23.990 20.856

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

8

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah) 2005 2004

INFORMASI TAMBAHAN LAPORAN ARUS KAS Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas Transaksi perubahan ekuitas perusahaan anak/ perusahaan asosiasi Laba (rugi) yang belum direalisasi dari efek tersedia untuk dijual

(135 )

4.312 150

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

8

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

1. UMUM a. Pendirian Perusahaan PT Multipolar Corporation Tbk (Perusahaan) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 4 Desember 1975 berdasarkan akta notaris Adlan Yulizar, S.H. No. 7, yang kemudian diubah dengan akta notaris Raden Santoso, S.H. No. 80 tanggal 22 Januari 1980. Akta pendirian dan perubahannya tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dalam surat keputusan No. C2-1093.HT.01.01.Th.82 tanggal 3 September 1982 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 84, Tambahan No. 938 tanggal 20 Oktober 1987. Anggaran dasar ini telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan akta notaris Indah Fatmawati, S.H. No. 65 tanggal 29 Juli 2002, notaris pengganti dari Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., yang meliputi antara lain, perubahan Pasal 11 dan 14 mengenai struktur Dewan Komisaris dan Direksi. Perubahanperubahan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dan telah diterima sebagaimana dinyatakan dalam suratnya No. C-18641. HT.01.04.TH.2002 tanggal 26 September 2002. Perusahaan terutama bergerak dalam bidang jasa sistem terpadu, termasuk impor, perdagangan, distribusi dan jasa perawatan komputer dan produk terkait lainnya, jasa penyewaan peralatan komputer, jasa konsultasi di bidang manajemen dan teknologi informatika serta bertindak sebagai mitra dagang IBM (system integration, system remarketer dan PS 2 advance function). Perusahaan berkedudukan di Jakarta. Kantor pusat Perusahaan terletak di Menara Matahari Lippo Life, Palem Raya Boulevar No. 7, Lippo Karawaci - Tangerang, Banten. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 4 Desember 1975. b. Penawaran Umum Saham Perusahaan Dengan surat persetujuan dari Menteri Keuangan No. SI-052/SHM/MK.10/1989, Perusahaan menawarkan 3.428.000 saham kepada masyarakat pada tanggal 18 September 1989. Seluruh saham yang dikeluarkan Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1989 dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1990. Pada tahun 1996 dan 1997, Perusahaan mencatatkan tambahan saham masing-masing sebanyak 102.852.000 (dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham) dan 1.508.496.000 saham baru (dengan nilai nominal Rp 500 per saham) di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I dan II dalam rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Dalam Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham yang diselenggarakan pada tanggal 15 Februari 2000, sebagaimana dinyatakan dalam akta notaris Poerbaningsih Adi Warsito, S.H. No. 44 tanggal 15 Februari 2000, para pemegang saham menyetujui penerbitan 89.138.400 saham baru di luar Penawaran Umum Terbatas untuk investor strategis. Namun, hanya 89.000.000 saham baru di luar Penawaran Umum Terbatas yang disetujui oleh PT Bursa Efek Jakarta dalam suratnya No. S-2183/BEJ.EEM/07-2000 tanggal 24 Juli 2000 dan oleh PT Bursa Efek Surabaya dalam suratnya No. 005/EMT/LIST/BES/IV/2000 tanggal 18 April 2000 untuk dicatatkan pada kedua bursa tersebut. Pada tanggal 31 Maret 2005, seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.

10

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

1. UMUM (lanjutan) c. Struktur Perusahaan Anak (1) Perusahaan mempunyai perusahaan anak yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung sebagai berikut:
Tahun Operasi Komersial Jumlah Aktiva Persentase Pemilikan * 2005 2004

Anak Perusahaan

Lokasi

Kegiatan Usaha

Pemilikan langsung PT Sharestar Indonesia (SI) PT Visionet Internasional (d/h PT Computrade Indonesia) (VI) PT Netstar Indonesia (NI) PT Reksa Puspitak Karya (RPK) PT Tryane Saptajagat (TS) PT. Multifiling Mitra Indonesia (MMI) PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP) Pemilikan tidak langsung Melalui MPP: PT Matahari Super Ekonomi (MSE) Matahari International Finance Company B.V. (MIFCO) PT Nadya Putra Investama (NPI) PT Taraprima Reksabuana (TPRB) PT Matahari Kafe Nusantara (MKN) PT Matahari Mega Swalayan (MMS) PT Matahari Mega Toserba (MMT) PT Matahari Boston Drugstore (MBD) Prime Connection Limited (PCL) PT Matahari Graha Fantasi (MGF) PT Matahari Dana Prima (MDP, melalui NPI) Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Cikarang, Bekasi Administrasi saham dan jasa lainya Perdagangan Perdagangan Perdagangan Perdagangan Manajemen arsip 1990 2000 2002 1993 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 50,20 35.237 67.487 895 61.762 57 29.746 41.823 48.925 956 56.636 1.380 -

Tangerang, Banten

Penjualan eceran

1986

50,10

3.871.514

-

Tangerang, Banten Rotterdam, Belanda Tangerang, Banten

Penjualan eceran Keuangan Perdagangan umum Penjualan dan pemasaran air mineral Restoran Perdagangan umum Penjualan eceran Perbekalan farmasi dan apotek Investasi Pusat hiburan keluarga Pembiayaan konsumen

1994 1996 1998

100,00 100,00 100,00

10.257 9.650 2.141

-

Jakarta Tangerang, Banten Tangerang, Banten Tangerang, Banten Tangerang, Banten British Virgin Islands Jakarta

1998 2001 1995

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 50,01

30.699 660 4.391 2.000 2.000 84.050 175.690

-

Denpasar, Bali

-

99,99

1.927

-

*) bukan merupakan persentase pemilikan efektif

Per 31 Maret 2005, RPK dan TS bergerak dalam kegiatan investasi, sedangkan MMS, MMT, MBD, PCL dan MDP belum memulai operasi komersialnya. VI dan NI belum beroperasi kembali sejak dihentikannya operasi kedua perusahaan tersebut pada tahun 2002. (2) Sejak tanggal 27 September 2004, Perusahaan telah melakukan pembelian tambahan atas saham MPP dari pasar sebanyak 66.680.500 saham, sehingga pemilikan efektif Perusahaan pada MPP meningkat dari 47,27% menjadi 50,10%. Sesuai dengan SAK 4 tentang „ Laporan Keuangan Konsolidasi“, maka hasil usaha MPP yang disajikan dalam laporan keuangan konsolidasi Perusahaan adalah hasil usaha yang terhitung sejak tanggal kontrol diperoleh. ”Selisih lebih biaya perolehan atas nilai buku investasi” atas pembelian saham MPP disajikan sebagai bagian Aktiva Tidak Lancar pada neraca konsolidasi.

11

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

1. UMUM (lanjutan) c. Struktur Perusahaan Anak (lanjutan) (3) Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 1 Juli 2004, sebagaimana yang dinyatakan dalam akta notaris Myra Yuwono, SH No. 8 tanggal 8 Juli 2004, pemegang saham menyetujui perubahan anggaran dasar, diantaranya, mengubah nama PT Computrade Indonesia (CI) menjadi PT Visionet Internasional (VI). Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam suratnya No. C-18807.HT.01.04.TH.2004 tanggal 27 Juli 2004. Kemudian, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 3 September 2004, sebagaimana dinyatakan dalam akta notaris Myra Yuwono, SH No. 8 tanggal 13 Oktober 2004, pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp 10.000 menjadi Rp 100.000 yang terbagi atas 200.000.000 saham dengan nominal Rp 500 per saham, dan modal ditempatkan serta disetor dari Rp 2.500 menjadi Rp 30.000 dimana jumlah tersebut telah diambil dan disetor seluruhnya oleh Perusahaan. (4) Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat tanggal 29 Desember 2004, yang dituangkan dalam akta No. 37 dari notaris Unita Christina, SH, Perusahaan meningkatkan persentase pemilikan pada MMI dari 50% menjadi 50,20% melalui penerbitan 4.000 saham baru. Dengan demikian, sejak Desember 2004 laporan keuangan konsolidasian Perusahaan mencakup juga laporan keuangan MMI.

d. Komisaris, Direksi dan Karyawan Sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 14 Juni 2004, sebagaimana dinyatakan dalam akta notaris Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 70 tanggal 25 Juni 2004, susunan anggota dewan komisaris dan direksi Perusahaan adalah sebagai berikut: Presiden Komisaris Komisaris Independen Komisaris Presiden Direktur Direktur : : : : : : Dr. Cheng Cheng Wen Jonathan L. Parapak M. Salim Radjiman Marshall W. Cooper Jeffrey Koes Wonsono Harijono Suwarno Ketut Budi Wijaya Antonius Agus Susanto Dicky Setiadi Moechtar Lay Krisnan Chaya

Pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, Perusahaan dan Perusahaan Anak mempunyai sekitar 14.347 dan 223 karyawan tetap.

12

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia antara lain Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), peraturan serta pedoman penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) bagi industri perdagangan. Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan dasar akrual kecuali untuk laporan arus kas, dan menggunakan konsep harga perolehan (historical cost) kecuali untuk investasi tertentu yang dinyatakan sebesar nilai wajar (fair value), nilai aktiva bersih (net assets value) atau yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas (equity method), dan persediaan yang dinilai berdasarkan nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Laporan arus kas konsolidasi menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang dikeluarkan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disusun dengan menggunakan metode langsung. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi ini adalah Rupiah. b. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi akun-akun dari Perusahaan dan Perusahaan Anak sebagaimana yang diuraikan dalam Catatan 1c. Penyajian laporan keuangan konsolidasi dilakukan berdasarkan konsep satuan usaha (entity concept). Seluruh akun, transaksi dan laba signifikan antara perusahaan yang dikonsolidasikan telah dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha sebagai satu kesatuan. Aktiva dan kewajiban moneter di neraca Prime Connection Limited (“PCL”) dijabarkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang berlaku pada tanggal neraca (Rp 9.480 untuk USD 1 per 31 Maret 2005). Aktiva dan kewajiban non moneter dijabarkan dengan menggunakan kurs transaksi. Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan PCL didebitkan/dikreditkan sebagai “laba/rugi selisih kurs” pada laporan laba rugi konsolidasian 2005 Seperti diungkapkan dalam Catatan 1c, PCL belum mulai beroperasi.

c. Setara Kas Setara kas terdiri dari semua investasi yang sangat likuid yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya /pembelian dan tidak digunakan sebagai jaminan.

13

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) d. Investasi Investasi terdiri dari: 1. Surat berharga dalam bentuk efek hutang (debt securities) dan efek ekuitas (equity securities) Investasi dalam efek dapat diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga) kelompok yaitu : • Diperdagangkan (trading) Termasuk dalam kelompok ini adalah efek yang dibeli untuk dijual kembali dalam waktu dekat, yang biasanya ditandai dengan frekuensi transaksi pembelian dan penjualan yang tinggi. Efek ini dimiliki dengan tujuan untuk memperoleh laba dari kenaikan harga surat berharga dalam jangka pendek. Efek yang termasuk dalam kelompok ini dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas kenaikan atau penurunan nilai pasar efek tersebut pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. • Dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity) Investasi dalam efek hutang yang dimiliki hingga jatuh tempo, dicatat sebesar harga perolehan, disesuaikan dengan amortisasi premi atau diskonto hingga jatuh tempo. • Tersedia untuk dijual (available-for-sale) Investasi yang tidak memenuhi klasifikasi kelompok diperdagangkan dan dimiliki hingga jatuh tempo dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas kenaikan atau penurunan nilai pasar investasi tersebut pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada “Laba atau Rugi yang Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual”, dalam bagian Ekuitas di neraca konsolidasi. Investasi dalam efek yang dipindahkan klasifikasinya dicatat sebesar nilai wajar pada tanggal pemindahan. Laba atau rugi yang belum direalisasi dari kenaikan atau penurunan nilai wajar investasi efek pada tanggal pemindahan dicatat sebagai berikut: • Untuk surat berharga yang dipindahkan dari klasifikasi diperdagangkan, laba atau rugi yang belum direalisasi pada saat pemindahan namun yang sebelumnya telah dikreditkan atau dibebankan ke dalam usaha tahun berjalan, tidak dibalikkan; Untuk surat berharga yang dipindahkan ke klasifikasi diperdagangkan, laba atau rugi yang belum direalisasi pada saat pemindahan, dikreditkan atau dibebankan dalam usaha tahun berjalan pada saat tersebut; Untuk surat berharga hutang dalam klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo yang dipindahkan ke klasifikasi tersedia untuk dijual, laba atau rugi yang belum direalisasi pada tanggal pemindahan disajikan sebagai komponen terpisah dalam ekuitas; dan Untuk surat berharga hutang dalam klasifikasi tersedia untuk dijual yang dipindahkan ke klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo, laba atau rugi yang belum direalisasi pada tanggal pemindahan tetap dilaporkan sebagai komponen terpisah dalam ekuitas namun diamortisasi dengan cara yang konsisten seperti amortisasi premi atau diskonto selama periode sisa umur surat berharga sebagai penyesuaian atas penghasilan bunga. 14

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) d. Investasi (lanjutan) 1. Surat berharga dalam bentuk efek hutang (debt securities) dan efek ekuitas (equity securities) (lanjutan) Harga perolehan surat berharga yang dijual ditentukan dengan menggunakan metode ratarata sedangkan nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar yang telah ditetapkan. 2. Reksa dana dan dana yang dikelola (managed fund) Reksa dana dan managed fund dinyatakan sebesar nilai aktiva bersih pada tanggal neraca. Laba atau rugi yang belum direalisasi akibat perubahan nilai aktiva bersih pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. 3. Deposito berjangka Deposito berjangka yang digunakan sebagai jaminan dan/atau yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi kurang dari satu tahun sejak tanggal penempatan dinyatakan sebesar nilai nominal. 4. Investasi jangka panjang dalam bentuk penyertaan saham Investasi saham dimana Perusahaan dan perusahaan anak mempunyai pemilikan paling sedikit 20% tetapi tidak lebih dari 50% dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Berdasarkan metode ini, investasi dinyatakan sebesar harga perolehan, disesuaikan dengan bagian Perusahaan dan perusahaan anak atas laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi setelah tanggal perolehan, dividen yang diterima dan amortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) selama dua puluh (20) tahun atas selisih antara harga perolehan investasi dan bagian atas aktiva bersih perusahaan asosiasi pada tanggal perolehan. Perusahaan dan perusahaan anak menelaah dan mengevaluasi nilai tercatat atas selisih antara harga perolehan investasi dan bagian atas aktiva bersih perusahaan asosiasi secara berkala, dengan mempertimbangkan hasil usaha tahun berjalan dan prospek di masa yang akan datang dari perusahaan asosiasi tersebut. Transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi disajikan sebagai penambah atau pengurang Ekuitas dalam akun “Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak/Perusahaan Asosiasi” pada neraca konsolidasi. 5. Investasi dalam properti Investasi dalam tanah atau bangunan yang tidak digunakan atau dioperasikan oleh Perusahaan dan perusahaan anak diklasifikasikan sebagai “Investasi dalam Properti”. Investasi ini dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak diamortisasi/disusutkan. Perusahaan dan perusahaan anak menelaah dan mengevaluasi nilai wajar properti secara berkala, dengan mempertimbangkan nilai pasar dan prospek di masa yang akan datang dari aktiva tersebut.

15

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) e. Transaksi dengan Pihak Hubungan Istimewa Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan maupun tidak dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi. f. Penyisihan Piutang Ragu-ragu Penyisihan piutang ragu-ragu ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing individu pada akhir tahun. Saldo piutang dihapuskan melalui penyisihan piutang ragu-ragu yang bersangkutan atau langsung dihapuskan dari akun tersebut pada saat manajemen berkeyakinan penuh bahwa aktiva tersebut tidak dapat ditagih. g. Persediaan Persediaan teknologi informatika dan lain-lain, kecuali barang dalam perjalanan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak (moving average method), kecuali harga perolehan untuk persediaan tertentu yang ditentukan dengan menggunakan metode identifikasi khusus (specific identification method). Barang dalam perjalanan dinyatakan sebesar harga perolehan. Persediaan eceran dan distribusi dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan, yang dihitung dengan menggunakan metode eceran konvensional (conventional retail method), atau nilai realisasi bersih (net realizable value). Persediaan tidak termasuk persediaan konsinyasi. Penyisihan persediaan usang dibentuk berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi masing-masing persediaan pada akhir tahun, sedangkan penyisihan penurunan nilai dibentuk untuk menurunkan nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi bersih. h. Biaya Dibayar di Muka Biaya dibayar di muka diamortisasi berdasarkan masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. Bagian jangka pendek dari biaya dibayar di muka disajikan sebagai bagian dari Aktiva Lancar, sedangkan bagian jangka panjangnya disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar. i. Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali aktiva tertentu MPP, perusahaan anak, yang dinilai kembali pada tahun 1986 sesuai dengan Peraturan Pemerintah. Penyusutan dihitung dengan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap dengan menggunakan metode sebagai berikut:

16

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) i. Aktiva Tetap (lanjutan) Metode Bangunan (termasuk satuan rumah susun yang disajikan sebagai bagian dari “Aktiva Tidak Lancar Lainnya”) Garis lurus Prasarana dan renovasi bangunan Garis lurus Peralatan dan instalasi Saldo-menurun ganda Mesin Garis lurus Komputer Garis lurus Perabot, perlengkapan dan peralatan kantor Garis lurus Peralatan untuk disewakan dan peralatan reklame Garis lurus Alat-alat transportasi Garis lurus Aktiva sewa guna usaha kendaraan Saldo-menurun ganda Tahun Tarif

20 2 - 20 3-5 3–5 3–5 2–5 2–5 -

15% dan 25% 25% dan 50%

Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Sesuai dengan SAK 47 tentang “Akuntansi Tanah”, Perusahaan dan Perusahaan Anak mencatat harga perolehan tanah secara terpisah dari biaya pengurusan legal yang terjadi untuk memperoleh hak atas tanah serta pengeluaran untuk perpanjangan hak. Pengeluaran tersebut ditangguhkan dan disajikan sebagai bagian dari “Aktiva Tidak Lancar Lainnya” pada neraca konsolidasi dan diamortisasi selama umur hukum hak atau masa manfaat ekonomis, mana yang lebih pendek. Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing akun aktiva tetap yang bersangkutan pada saat aktiva tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Pada saat aktiva tetap sudah tidak digunakan lagi atau dilepas, maka harga perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan, dan laba atau rugi yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. j. Sewa Guna Usaha Transaksi sewa guna usaha dicatat dengan menggunakan metode sewa guna usaha dengan hak opsi (capital lease) apabila memenuhi semua kriteria yang disyaratkan dalam PSAK No. 30, “Akuntansi Sewa Guna Usaha”. Aktiva sewa guna usaha dengan hak opsi dicatat sebagai bagian dari Aktiva Tetap berdasarkan nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha pada awal masa sewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa (harga opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva sewa guna usaha selama lima (5) tahun, yang sama dengan masa manfaat ekonomis aktiva tetap yang bersangkutan (lihat Catatan 2i). Transaksi sewa guna usaha yang tidak memenuhi salah satu kriteria tersebut di atas, dicatat dengan menggunakan metode sewa menyewa biasa (operating lease). 17

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) k. Penurunan Nilai Aktiva Perusahaan dan perusahaan anak menelaah nilai tercatat aktivanya terhadap penurunan dan kemungkinan penurunan nilai aktiva ke nilai wajar apabila terdapat kejadian atau perubahan kondisi yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aktiva tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Selisih lebih antara nilai tercatat aktiva dengan taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali dibebankan pada usaha tahun berjalan. l. Sewa Jangka Panjang Perjanjian sewa jangka panjang yang pembayaran nilai kontraknya dilakukan selama suatu periode tertentu yang lebih pendek dari masa sewanya, dibukukan pada saat perjanjian sewa tersebut berlaku dengan mendebit akun “Sewa Jangka Panjang-Bersih” sebesar nilai kontrak dan mengkredit akun “Hutang Jangka Panjang Non-lembaga Keuangan” sebesar nilai kontrak yang belum dibayar. Sewa jangka panjang yang umumnya untuk ruangan toko, diamortisasi dengan metode garis lurus, terhitung sejak dibukanya toko/perpanjangan sewa toko yang bersangkutan selama jangka waktu sewa. Bagian yang akan dibebankan pada usaha dalam satu tahun direklasifikasi dan disajikan di aktiva lancar sebagai bagian dari “Biaya Dibayar di Muka”. m. Aktiva Tak Berwujud Biaya perolehan perangkat lunak komputer dan biaya pemuktahirannya, ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama empat (4) sampai dengan lima (5) tahun. Selisih antara biaya perolehan dengan nilai wajar aktiva bersih Perusahaan Anak (goodwill) diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 20 (dua puluh) tahun. n. Dana Pensiun Perusahaan dan Perusahaan Anak menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk karyawan tetap yang ingin berpartisipasi. Dana pensiun iuran pasti terdiri dari kontribusi karyawan sebesar 3%, serta kontribusi Perusahaan dan perusahaan anak sebesar 5% dari gaji pokok karyawan yang bersangkutan. Perusahaan dan Perusahaan Anak juga membentuk cadangan kesejahteraan karyawan untuk memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Negara Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 (disajikan sebagai “Hutang Jangka Panjang Lainnya” - lihat Catatan 24). Pada bulan Juni 2004, Ikatan Akuntansi Indonesia menerbitkan PSAK 24 (Revisi 2004), “Imbalan Kerja“, yang mengatur akuntansi dan pengungkapan imbalan kerja karyawan. PSAK 24 (Revisi 2004) menggantikan PSAK 24, “Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun“, yang diterbitkan pada tahun 1994. Penerapan PSAK 24 (Revisi 2004) dilakukan secara retrospektif dengan melaporkan jumlah penyesuaian yang terjadi yang terkait dengan periode sebelumnya sebagai penyesuaian terhadap saldo awal dari periode komparatif terawal yang disajikan.

18

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) o. Beban Emisi Obligasi Beban yang timbul sehubungan dengan penerbitan obligasi dikurangkan dari hasil penerbitan obligasi bersangkutan. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai nominal merupakan premium atau diskonto yang harus diamortisasi selama jangka waktu obligasi tersebut. p. Obligasi Diperoleh Kembali Perolehan kembali instrumen hutang yang tidak dimaksudkan sebagai pelunasan, diperlakukan seolah-olah telah terjadi pelunasan dalam laporan keuangan konsolidasi. Selisih antara nilai nominal instrumen hutang dengan nilai wajar dikreditkan atau dibebankan pada usaha periode berjalan. q. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan dari penjualan dan jasa dari teknologi informasi diakui pada saat penyerahan barang atau pemberian jasa kepada pelanggan. Pendapatan jasa yang ditagih atau diterima di muka, ditangguhkan (disajikan dalam Kewajiban Lancar Lainnya) dan diamortisasi pada saat pemberian jasa kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan barang dagangan eceran dan distribusi (kecuali pendapatan dari penjualan berdasarkan pengiriman - Cash on Delivery, diakui pada saat barang dikirim ke pelanggan) diakui pada saat barang dibayar di kounter penjualan. Pendapatan dari penjualan konsinyasi dibukukan sebesar jumlah penjualan barang konsinyasi kepada pelanggan, sedangkan beban terkait (sebagai bagian dari Beban Pokok Penjualan) dibukukan sebesar jumlah yang terhutang kepada pemilik (consignor). Pendapatan dari penjualan kartu pra-bayar (dikenal dengan nama “power card”) oleh pusat hiburan keluarga pada awalnya dicatat sebagai pendapatan diterima di muka dan diakui secara proporsional sebagai pendapatan berdasarkan penggunaan power card sesungguhnya oleh pelanggan. Pendapatan dari penjualan koin/paket “Make New Friends” diakui pada saat koin/paket dibeli oleh pelanggan dari tempat penjualan koin. Seluruh beban dan penghasilan (beban) lainnya diakui pada saat terjadinya (accrual basis). r. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut seperti yang diumumkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan untuk periode yang bersangkutan. Laba atau rugi selisih kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada usaha periode berjalan. Kurs yang digunakan (dalam rupiah penuh) adalah sebagai berikut: Mata Uang Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura 2005 9.480/1 USD 5.181/1 SGD 2004 8.587/1 USD 5.118/1 SGD

19

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) s. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability). Pajak tangguhan dihitung dengan tarif pajak yang berlaku saat ini. Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal dimasa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Penilaian penyisihan dibentuk atas bagian aktiva pajak tangguhan yang diperkirakan tidak dapat direalisasi di masa yang akan datang. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak, yakni laba yang telah disesuaikan dengan peraturan perpajakan yang berlaku. t. Informasi Segmen Informasi segmen Perusahaan dan Perusahaan Anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda terutama untuk para pelanggan di luar entitas Perusahaan. Segmen geografis adalah komponen Perusahaan dan Perusahaan Anak yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dari imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain. u. Laba Per Saham Dasar Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan, laba dari aktivitas normal dan laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan, laba dari aktivitas normal dan laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun berjalan, yang perhitungannya berdasarkan atas 1.871.768.000 saham pada tahun 2005 dan 2004. v. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen Perusahaan dan Perusahaan Anak membuat taksiran dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan pada tanggal laporan keuangan, serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan taksiran tersebut.

20

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

3. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Seperti yang diungkapkan pada Catatan 2n, pada tahun 2005, Perusahaan dan Perusahaan Anak menerapkan PSAK No 24 (Revisi 2004) sehubungan “Imbalan Kerja“, yang harus diterapkan secara retrospektif, sehingga Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2004 telah disajikan kembali. Akibat penerapan ini laba bersih Perusahaan untuk tahun 2004 turun Rp 2.690. Selain itu pada tanggal 29 Desember 2004, melalui RPK, Perusahaan meningkatkan kepemilikan di PT Broadband Multimedia Tbk (BM) dari 18,58% menjadi 20,18%. Hal ini menyebabkan perubahan pencatatan investasi dari metode harga perolehan menjadi metode ekuitas. Perubahan ini berlaku retrospektif sehingga Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tiga bulan yang berakhir tanggal 31 Maret 2004 telah disajikan kembali. Adapun dampak dari penyajian kembali Laporan Keuangan Konsolidasian tahun 2004 adalah laba bersih Perusahaan turun Rp 112. Di bawah ini adalah detail dari akun – akun yang disajikan kembali : Dilaporkan Terdahulu Neraca Konsolidasian Jumlah Aktiva Tidak Lancar Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Lancar Jumlah Kewajiban Tidak Lancar Ekuitas – Bersih Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laba Bersih Laba Bersih per saham Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Defisit 1.384.208 1.823.389 452.532 297.736 1.073.122 1.215 1 (1.294) Disajikan Kembali 1.234.189 1.652.289 452.532 298.527 901.230 (1.587) (1) (42.204)

4. AKUISISI TAMBAHAN PADA SAHAM PT MATAHARI PUTRA PRIMA Tbk DAN PT MULTIFILING MITRA INDONESIA Pada tanggal 27 September 2004, Perusahaan telah melakukan pembelian tambahan atas saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP) dari pasar sebanyak 66.680.500 saham, sehingga pemilikan Perusahaan pada MPP meningkat dari 47,44% menjadi 50,10%. Sesuai dengan PSAK 4 tentang “Laporan Keuangan Konsolidasian“, maka hasil usaha MPP yang disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan adalah hasil usaha yang terhitung sejak tanggal kontrol diperoleh. Perusahaan telah mengakui bagian rugi perusahaan asosiasi MPP sebesar Rp 2.859 untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2004, sedangkan hasil usaha MPP untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005 telah disajikan ke dalam laporan laba rugi konsolidasian Perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005. Selisih lebih biaya perolehan atas nilai buku investasi atas pembelian saham MPP disajikan sebagai bagian Aktiva Tidak Lancar pada neraca konsolidasian. Seperti dijelaskan pada Catatan 1c (4), Perusahan juga meningkatkan persentase kepemilikan pada PT Multifiling Mitra Indonesia (MMI) dari 50% menjadi 50,20%. 21

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

4. AKUISISI TAMBAHAN PADA SAHAM PT MATAHARI PUTRA PRIMA Tbk DAN PT MULTIFILING MITRA INDONESIA (lanjutan) Sehubungan dengan hal diatas, ringkasan proforma laporan keuangan konsolidasian jika laporan keuangan MPP dan MMI seolah-olah dikonsolidasi sejak awal tahun 2004 adalah sebagai berikut: 2005 Kas dan Setara Kas Jumlah Aktiva Lancar Jumlah Aktiva Tidak Lancar Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Lancar Jumlah Kewajiban Tidak Lancar Hak Minoritas Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban, Hak Minoritas dan Ekuitas Penjualan Laba Kotor Beban usaha Laba Usaha Laba Bersih 654.938 1.800.039 2.903.183 4.703.222 1.479.271 1.244.923 1.026.508 952.520 4.703.222 1.462.425 425.719 369.043 31.676 7.208 2004 247.208 1.329.763 2.572.133 3.901.896 1.245.211 772.424 983.031 901.230 3.901.896 1.293.787 400.142 369.053 31.089 (1.587)

5. KAS DAN SETARA KAS 2005 Kas (2005: termasuk USD 4; 2004: termasuk USD 493) Bank Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Bank Lippo Tbk (2005: termasuk USD 243; 2004: termasuk USD 139) Pihak Ketiga PT Bank Mega Tbk PT Bank Danamon IndonesiaTbk (termasuk USD 29) Bank lainnya (masing-masing di bawah Rp 200) (2005: termasuk USD 626 dan Euro 209.511; 2004: termasuk USD 361) Sub-jumlah 15.215 2004 43

29.030 297.762 254.252 23.757 604.801

12.623 8.051 20.674

22

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

5. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2005 Deposito Berjangka dan Deposito On Call Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Bank Lippo Tbk (2005: termasuk USD 12 2004: termasuk USD 4) Pihak Ketiga Sub-jumlah Jumlah Tingkat bunga deposito berjangka per tahun : Rupiah US Dolar 2004

13.922 21.000 34.922 654.938

139 139 20.856

3%- 7,35% 0,35% - 0,75%

Pada tanggal 31 Maret 2005, kas dan setara kas termasuk saldo sebesar Rp 119 dari penerimaan hutang obligasi MPP, di mana penerimaan tersebut akan digunakan untuk pembukaan toko-toko baru dan renovasi toko-toko MPP yang telah ada, sewa tambahan atau ruangan toko baru dan untuk modal kerja MPP seperti yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan (lihat Catatan 21).

6. INVESTASI JANGKA PENDEK 2005 Pihak Hubungan Istimewa Dana yang dikelola PT Ciptadana Sekuritas Efek-efek Reksa dana Indonesian Investment Fund Ltd (USD 2.041) PT Ciptadana Asset Management Saham Saham PT Lippo Karawaci Tbk PT Bank Lippo Tbk Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 100) Sub Jumlah 2004 (Disajikan Kembali)

62.826 19.350 7.912 71.981 734 259 163.062

-

534 252 786

23

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

6. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan) 2005 Pihak Ketiga Dana yang dikelola (2005: USD 483; 2004: termasuk USD 4.348) Deposito berjangka (2005: termasuk USD 146; 2004: termasuk USD 202) Efek-efek Saham Obligasi Wesel berbunga mengambang (termasuk USD 1.315) Reksa dana (USD105) Sub Jumlah Jumlah 2004 (Disajikan Kembali)

4.578 1.860 77.781 21.989 12.466 4.687 123.361 286.423

37.337 2.291 39.628 40.414

Pada tanggal 30 Desember 2003, MPP, perusahaan anak menandatangani perjanjian pengelolaan dana dengan PT Ciptadana Sekuritas (CS), pihak hubungan istimewa, yang dapat diperpanjang setiap tiga bulan. Berdasarkan perjanjian, MPP telah menempatkan dana pada PT CS, yang mana dana tersebut akan digunakan untuk pembelian investasi seperti obligasi dan debenture lainnya. Reksa dana dalam dolar AS merupakan milik MPP, perusahaan anak, yang diinvestasikan pada 39.665,59 unit “Indonesian Growth Fund” yang diterbitkan oleh Indonesian Investment Fund Ltd., Hong Kong, afiliasi, dan pada 851.500 unit “Mandiri Investa Dollar Amerika Serikat” yang diterbitkan oleh Mandiri Securities (diperoleh pada bulan Desember 2003). Reksa dana dalam rupiah merupakan investasi pada 2.000.000 unit “Rencana Cerdas” dan 2.000.000 unit “Lippo Dana Mantap”, keduanya diterbitkan oleh PT Ciptadana Aset Management, afiliasi. Berdasarkan persyaratan dalam program sponsor yang disebutkan di atas, investasi tersebut dapat ditarik satu tahun setelah tanggal penerbitan unit reksa dana “Lippo Dana Mantap”. Investasi pada dana yang dikelola merupakan investasi yang awal ditempatkan pada Staffordshire Assets Limited (Staffordshire), perusahaan investasi yang mempunyai izin, yang didirikan di British Virgin Islands. Berdasarkan perjanjian Pengelolaan Dana Bergaransi atas Dasar Preferensi (Dicretionary Guaranteed Fund Management) antara Perusahaan dan perusahaan anak dengan Staffordshire tanggal 30 November 2002. Seluruh investasi akan ditempatkan pada fixed income products berdasarkan instruksi dan pengarahan umum ataupun khusus dari Perusahaan dan perusahaan anak, sepanjang hal tersebut sesuai dengan tujuan investasi. Kemudian, berdasarkan perjanjian novasi antara Perusahaan dan perusahaan anak, dengan Staffordshire dan Wireless Word Limited (Wireless) tanggal1 Desember 2003, Wireless menerima hak dan kewajiban dari Stafforshire untuk melaksanakan dan mengikatkan diri pada perjanjian pengelolaan Dana bergaransi atas Dasar Preferensi tersebut, seperti memberikan hasil minimum sebesar 3,15% per tahun untuk investasi dalam Dolar Amerika Serikat. Pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, investasi tersebut ditempatkan pada deposito berjangka masing-masing sebesar USD 483 dan USD 4,348.

24

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

6. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan) Deposito berjangka dalam Rupiah memperoleh tingkat bunga tahunan berkisar dari 7% sampai dengan 7,35% pada tahun 2005 (2004: 6,86%% sampai dengan 7,38%), dan berkisar dari 2% sampai dengan 5% pada tahun 2005 dan 2004 untuk deposito berjangka dalam Dolar Amerika Serikat. Deposito berjangka mempunyai waktu jatuh tempo berkisar antara 1 bulan sampai dengan 6 bulan. Pada tahun 2005 dan 2004, deposito berjangka tertentu digunakan sebagai jaminin untuk fasilitas bank garansi yang diperoleh dari PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Internasional Indonesia Tbk. Investasi saham terutama merupakan investasi pada 25.924.000 saham PT Hero Supermarket Tbk yang dimiliki oleh MPP, perusahaan anak. Obligasi memperoleh bunga dengan tingkat tahunan berkisar antara 9,31% sampai dengan 18,25% pada tahun 2005. Wesel berbunga mengambang memperoleh bunga dengan tingkat tahunan berkisar antara 6,75% pada tahun 2005. MPP memperoleh rugi bersih sebesar Rp 21 dari transaksi penjualan investasi dalam efek hutang dan ekuitas pada tahun 2005.

7. PIUTANG USAHA 2005 Pihak Hubungan Istimewa PT Bank Lippo Tbk (2005: termasuk USD 2,215 ; 2004: termasuk USD 833) PT Link Net (2005: termasuk USD429; 2004: termasuk USD 418,735) PT Broadband Multimedia Tbk (2005: termasuk USD 955; 2004: termasuk USD 976) Pihak Hubungan Istimewa (lanjutan) PT Natrindo Telepon Seluler (2005: termasuk USD 439; 2004: termasuk USD 433) Lain-lain (2005: termasuk USD 23 2004: termasuk USD 173) Sub Jumlah Dikurangi : Bagian Jangka Panjang PT Bank Lippo Tbk (2005: USD 596; 2004: USD 183) Sub Jumlah 2004

21.650 14.829 9.960

13.770 11.834 10.043

4.430 904 51.773 (5.641 ) 46.132

4.318 1.012 40.977 (1.568) 39.409

25

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

7. PIUTANG USAHA (lanjutan) 2005 Pihak ketiga (2005: termasuk USD 3,587; 2004: termasuk USD 19,091) Dikurangi : Bagian Jangka Panjang (2005: termasuk USD 91; 2004: USD 129) Sub Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Bersih Jumlah 2004

80.377 (4.792 ) 75.585 (973 ) 74.612 120.744

197.706 (2.111) 195.595 (1.234) 194.361 233.770

Analisa piutang usaha menurut umur piutang berdasarkan jumlah hari terhutang pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004 adalah sebagai berikut:
Jumlah 2005 Kurang dari 31 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari Lebih dari 90 hari Jumlah 45.551 7.484 8.952 58.757 120.744 2004 198.815 8.740 307 25.908 233.770 Persentase terhadap Jumlah Piutang Usaha (%) 2005 37.73 6.20 7.41 48.66 100.00 2004 85.05 3.74 0.13 11.08 100.00

Piutang usaha jangka panjang sebesar Rp 10.433 dan Rp 3.679 belum jatuh tempo masing-masing pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004. Pada tahun 2005 dan 2004, piutang usaha tertentu digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek dan pinjaman bank jangka panjang yang diperoleh Perusahaan (lihat Catatan 15 dan 22). Berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode, manajemen Perusahaan dan perusahaan anak berpendapat bahwa penyisihan piutang raguragu sebesar Rp 973 dan Rp 1.234 pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, cukup untuk menutup kemungkinan kerugian oleh karena tidak tertagihnya piutang usaha. Perubahan penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut : 2005 Saldo awal tahun Penghapusan selama periode berjalan Penyisihan selama periode berjalan Saldo akhir periode 973 973 2004 1.234 1.234

26

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

8. PIUTANG LAIN-LAIN 2005 Pihak Hubungan Istimewa PT Broadband Multimedia Tbk PT Multifiling Mitra Indonesia Lain-lain (2005 dan 2004: termasuk USD 1) Sub Jumlah Pihak Ketiga PT Ciptamas Kreasi Dinamika Klaim asuransi PT Air Pasifik Utama Lain-lain (2005: termasuk USD 108; 2004: termasuk USD 273) Sub Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Bersih Dikurangi bagian jangka panjang Bersih Jumlah 47 35 82 10.257 7.132 23.487 40.876 40.876 40.958 40.534 2004 270 1.043 91 1404 9.099 13.769 2.061 24.929 24.929 24.929 26.333

Piutang dari PT Ciptamas Kreasi Dinamika berasal dari penjualan investasi RPK pada PT Kodel Margahayu Telindo, perusahaan asosiasi. Piutang klaim asuransi merupakan piutang milik MPP, perusahaan anak, pada tanggal 31 Maret 2005. Klaim ini timbul dari kebakaran yang terjadi pada tahun 2003 atas toko milik MPP yang berlokasi di Malang dan pusat hiburan MGF yang berlokasi di Samarinda, sehingga seluruh nilai buku aktiva tetap dan persediaan barang dagangan sebesar Rp 10.015 direklasifikasi ke piutang klaim asuransi. Pada tahun 2004, sebagian klaim sebesar Rp 5.748 telah disetujui, sisa saldo klaim masih dalam proses negosiasi. Tahun 2004, piutang Perusahaan pada PT Air Pasifik Utama (APU) dijamin dengan helikopter milik APU dengan taksiran nilai pasar sebesar USD 2,4 juta. Manajemen Perusahaan dan perusahaan anak berkeyakinan bahwa seluruh putang dapat ditagih, karenanya tidak ada penyisihan piutang ragu-ragu dibentuk pada tahun 2005 dan 2004.

27

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

9. PERSEDIAAN - BERSIH 2005 Eceran dan distribusi Kebutuhan sehari-hari, makanan dan minuman Perlengkapan rumah tangga dan perlengkapan mandi Pakaian wanita Pakaian pria Sepatu Pakaian anak Mainan, alat tulis dan perlengkapan olahraga Tas, kosmetik dan perhiasan Sub Jumlah Teknologi informatika Lain-lain Jumlah Penyisihan persediaan usang Bersih Perubahan penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut: 2005 Saldo awal tahun Penghapusan selama periode berjalan Penyisihan selama periode berjalan Saldo akhir periode 3.506 3.506 2004 5.387 5.387 205.366 56.710 48.055 38.468 34.355 28.963 14.395 3.509 429.821 70.425 116 500.362 (3.506) 496.856 2004 56.407 56.407 (5.387) 51.020

Manajemen Perusahaan dan Perusahaan Anak berpendapat bahwa penyisihan persediaan usang masing-masing sebesar Rp 3.506 dan Rp 5.387 pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari persediaan usang tersebut. Pada tahun 2005 dan 2004, persediaan tertentu digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka panjang (lihat Catatan 15 dan 22) yang diperoleh Perusahaan dan Perusahaan Anak. Persediaan diasuransikan terhadap kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungab Rp 529.229 dan USD 9,558 pada tanggal 31 Maret 2005 dan Rp 5.387 pada tanggal 31 Maret 2004, yang menurut pendapat manajemen Perusahaan dan perusahaan anak cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari risiko tersebut.

28

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

10. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI Akun ini merupakan penyertaan yang dinyatakan dengan metode ekuitas dan terdiri dari: Akumulasi Bagian atas Laba (Rugi) Bersih Perusahaan Asosiasi

Persentase Pemilikan 2005 Pemilikan tidak langsung Melalui RPK: - PT Broadband Multimedia Tbk - PT Natrindo Global Telekomunikasi - PT Tirta Mandiri Sejahtera Melalui MPP: - PT Bintang Sidoraya (BSR) - PT Matahari Leisure (ML) - PT Tason Mitra Prima (TMP) - PT Sarana Karya Cemerlang (SKC) Jumlah

Nilai Penyertaan

20,18 20,00 20,00 40,00 50,00 50,00 30,00

47.617 21.219 11.318 3.395 400 83.949

(19.006) (5.500) (1) 258 9.880 395 (13.974)

2004 (Disajikan Kembali) Pemilikan langsung PT Matahari Putra Prima Tbk Multifiling Mitra Indonesia Pemilikan tidak langsung Melalui RPK: - PT Broadband Multimedia Tbk - PT Natrindo Global Telekomunikasi - PT Tirta Mandiri Sejahtera Bersih

47,44 50,00

1.005.572 10.711

103.476 10.211

18,58 20,00 20,00

39.429 9 1.055.721

(18.509) (5.491) (1) (89.686)

Bagian laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi selama periode berjalan terdiri dari: 2005 PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP) PT Multifiling Mitra Indonesia (MMI) PT Matahari Leisure (ML) PT Broadband Multimedia Tbk (BM) PT Natrindo Global Telekomunikasi (NGT) Bersih 2.471 (5 ) 2.466 2004 (Disajikan Kembali) (2.859) 1.073 (112) (75) (1.973)

29

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

10. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI (lanjutan) a. Pada saat Penawaran Saham Perdana PT Broadband Multimedia Tbk (BM) di tahun 2000, Perusahaan, melalui PT Reksa Puspita Karya (RPK), perusahaan anak, mempunyai saham pendiri sebesar 16,69% yang kemudian disusul dengan tambahan pembelian saham baru sehingga sejak tahun 2001 kepemilikan menjadi 18,58%. Untuk lebih mencerminkan rencana investasi jangka panjang dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan, maka manajemen Perusahaan memutuskan untuk meningkatkan kepemilikan saham di BM menjadi diatas 20%. Untuk itu pada tanggal 29 Desember 2004, melalui RPK, Perusahaan membeli tambahan 5.988.800 saham BM atau setara dengan Rp 8.684 dari AcrossAsia Ltd dengan menggunakan harga pasar yang tercatat terakhir di Bursa Efek Surabaya. Setelah pembelian ini kepemilikan saham di BM meningkat dari 18,58% menjadi 20,18%. Selain itu sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No. X.M.I, RPK telah menyampaikan laporan pembelian tersebut kepada BAPEPAM pada tanggal 5 Januari 2005. Sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, perubahan persentase kepemilikan tersebut menyebabkan perubahan pencatatan investasi dari metode harga perolehan menjadi metode ekuitas. Perubahan ini berlaku retrospektif sehingga laporan keuangan konsolidasian tahun 2004 telah disajikan kembali (lihat Catatan 3). Pada tahun 2004, investasi tertentu pada BM digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek dan fasilitas pinjaman jangka panjang yang diperoleh Perusahaan (lihat Catatan 15 dan 22). b. Penyertaan saham pada BSR dan TMP diperoleh melalui PT Taraprima Reksabuana, perusahaan anak MPP. BSR bergerak dalam bidang penjualan dan pemasaran produk minuman bir sementara TMP belum beroperasi secara komersial. c. Penyertaan saham pada ML dan SKC diperoleh melalui MPP, perusahaan anak. ML bergerak dalam bidang manufaktur mesin permainan sedangkan SKC belum beroperasi secara komersial.

d. NGT bergerak di bidang jasa telekomunikasi. e. TMS bergerak di bidang usaha perdagangan, industri, pertambangan, real estat, agro bisnis dan jasa lainnya. f. Pada tanggal 27 September 2004, Perusahaan meningkatkan persentase pemilikan saham MPP dari 47,44% menjadi 50,10% sehingga laporan keuangan konsolidasian Perusahaan tanggal 31 Maret 2005 mencakup juga laporan keuangan konsolidasian MPP dan perusahaan anaknya (lihat Catatan 1.c dan 4). Investasi tertentu pada MPP digunakan sebagai jaminan untuk fasilitas pinjaman jangka pendek dan jangka panjang yang diperoleh Perusahaan (lihat Catatan 15 dan 22). g. Pada tanggal 29 Desember 2004, Perusahaan meningkatkan persentase pemilikan saham MMI dari 50,20% melalui penerbitan saham baru sehingga laporan keuangan konsolidasian Perusahaan tanggal 31 Maret 2005 mencakup juga laporan keuangan MMI. Perusahaan telah mengakui bagian laba bersih perusahaan asosiasi MMI sebesar Rp 709 untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005.

30

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

11. INVESTASI JANGKA PANJANG LAINNYA 2005 Investasi dan Uang Muka Investasi Saham yang Dicatat dengan Menggunakan Metode Harga Perolehan Investasi dalam Properti Investasi dalam Efek Ekuitas Tersedia untuk Dijual Jumlah 2004 (Disajikan Kembali)

165.962 54.920 1.620 222.502

36.885 54.920 1.500 93.305

a. Investasi dan uang muka investasi saham yang dicatat sebesar harga perolehan terdiri dari sebagai berikut: 2005 Investasi pada: BigboXX.com (CI) Limited (BCL) PT Aneka Tirta Nusa PT Matahari Courts Tbk (“PT MC”) PT Asianet Multimedia PT Multipolar Telemedia PT Lippo On Line PT Natrindo Telepon Selular PT Natrindo Kartu Panggil Uang muka investasi pada: PT Air Pasific Utama PT Asianet Multimedia PT Lippo On Line PT Natrindo Telepon Selular Jumlah 84.050 13.737 4.251 507 250 125 34.975 27.943 124 165.962 2004 507 250 125 7.757 0 27.943 124 179 36.885

Penyertaan saham pada BCL sebesar USD 9,122 merupakan 3,5% pemilikan oleh PrimeConnectian Limited, perusahaan anak MPP. BCL adalah suatu perusahaan yang tergabung dalam grup usaha Hutchison Whampoa Ltd yang bergerak dalam usaha retail dan distribusi. Pada tanggal 20 Desember 2004, uang muka investasi PT Reksa Puspita Karya (RPK), perusahaan anak, pada NTS sebesar Rp 179 telah dikonversi menjadi 385.579 saham sehingga jumlah saham NTS yang dimiliki RPK menjadi 44.842.379 saham. Kemudian pada tanggal 23 Desember 2004, RPK telah menjual seluruh saham NTS kepada ATN, pihak ketiga, dengan harga Rp 500 per saham, dan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 14.485. Pada tanggal 24 Desember 2004, RPK memperoleh pemilikan saham di ATN melalui konversi hutangnya menjadi modal saham sehingga RPK memiliki 44.842.379 saham ATN dengan nominal saham Rp 500 per saham atau persentase pemilikan sebesar 5,78%. Mengingat visi, strategi dan tujuan jangka panjang Perusahaan, maka investasi di ATN sebesar 5,78% akan di-divestasi secara bertahap. Pada Desember 2004, Perusahaan melalui RPK, menjual 17,367.520 saham ATN setara dengan 2,24% yang dimiliki oleh RPK kepada PT Asianet Multimedia dengan harga Rp 500 per saham, sehingga kepemilikan saham di ATN tinggal sebesar 3,54%. 31

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

11. INVESTASI JANGKA PANJANG LAINNYA (lanjutan) Pada 25 Januari 2005, persentase kepemilikan saham ATN mengalami dilusi lebih lanjut menjadi 1,96% (dari semula 5,78% menjadi 3,54% dan 3,54% menjadi 1,96%) sehubungan dengan pengeluaran saham baru ATN. Penyertaan saham sebesar 4,9889% pada MC, milik MPP, perusahaan anak, yang bergerak dalam bidang perdagangan eceran peralatan elektronik dan perabotan rumah. Pada tahun 2004, Perusahaan telah menempatkan uang muka investasi pada PT Air Pasifik Utama (APU) sebesar Rp 34.975 yang akan dilakukan melalui penerbitan saham baru APU. b. Investasi dalam properti terdiri dari : 2005 Tanah Bangunan Jumlah 48.888 6.032 54.920 2004 48.764 6.032 54.796

Tanah sebesar Rp 45.139 diperoleh VI (dahulu CI) pada tanggal 11 April 2001, sedangkan bangunan sebesar Rp 4.567 diperoleh Perusahaan pada tanggal 31 Juli 2001. Tanah seluas 80.000 meter persegi yang diperoleh VI terletak di Desa Cibatu, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Properti-properti tersebut mempunyai nilai pasar sekitar Rp 74.770 berdasarkan laporan penilai independen yang terakhir. Pada tahun 2004 dan 2003, investasi tertentu dalam properti digunakan sebagai jaminan jangka pendek dan pinjaman jangka panjang yang diperoleh Perusahaan (lihat Catatan 15 dan 22). Pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, kepemilikan tanah dan bangunan telah atas nama Perusahaan dan perusahaan anak kecuali tanah milik SI sebesar Rp 965 dan tanah milik Perusahaan sebesar Rp 167 di lokasi Bukit Sentul. c. Investasi dalam efek ekuitas yang tersedia untuk dijual terdiri dari sebagai berikut: Persentase Pemilikan (%) PT Lippo Karawaci Tbk (eks Siloam Health Care) 0,05 pada tahun 2005 dan 0,63 pada tahun 2004 5.000 (3.380 ) 1.620 5.000 (3.500) 1.500 2005 2004 (Disajikan Kembali)

Harga perolehan Rugi yang belum direalisasi dari efek tersedia untuk dijual Jumlah

32

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

11. INVESTASI JANGKA PANJANG LAINNYA (lanjutan) Pada tahun 2004, SHC melakukan penggabungan usaha ke dalam PT Lippo Karawaci Tbk (LK), dimana telah ditetapkan nilai konversi saham SHC yaitu setiap 500 saham SHC dikonversi menjadi 54 saham LK. Akibatnya persentase pemilikan saham di LK mengalami dilusi dari sebesar 0,63% menjadi 0,05%. Pada tanggal 17 Januari 2005 Perusahaan membeli 47.964.400 lembar saham PT Lippo Karawaci (LK), pihak mempunyai hubungan istimewa dengan harga Rp 1.050 per saham atau sejumlah Rp 50.363 melalui Penawaran Umum Terbatas II dalam rangka Perolehan Hak Pemesan Efek Terlebih Dahulu LK. Tambahan pembelian saham ini diperuntukkan untuk dijual kembali dalam waktu satu tahun.

12. AKTIVA TETAP
2005 Saldo Awal Biaya Perolehan Pemilikan Langsung Tanah Bangunan Prasarana dan renovasi bangunan Komputer Perabot, perlengkapan dan peralatan kantor Alat-alat transportasi Peralatan reklame Peralatan dan instalasi Mesin Peralatan untuk disewakan Aktiva dalam penyelesaian Sub Jumlah Aktiva Sewa Guna Usaha Jumlah Biaya Perolehan Penambahan Pengurangan Pemindahan Masuk (Keluar) Saldo Akhir

119.410 793.980 175.981 39.209 18.155 19.502 15 927.036 180.534 79.497 5.297 2.358.616 650 2.359.266

4.060 8.245 1.315 330 867 34.576 12.231 17.437 8.736 87.797 87.797

2.784 767 8 944 1.677 192 6.372 6.372

726 (726) 4.360 (4.360) -

119.410 798.040 181.442 40.483 17.751 19.425 15 959.935 192.573 101.294 9.673 2.440.041 650 2.440.691

Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan Prasarana bangunan Komputer Perabot, perlengkapan dan peralatan kantor Alat-alat transportasi Peralatan reklame Peralatan dan instalasi Mesin Peralatan untuk disewakan Sub Jumlah Aktiva Sewa Guna Usaha Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Bersih Penyisihan kerugian nilai aktiva tetap (lihat Catatan 32) : Bersih

146.172 76.144 31.962 13.084 14.603 15 495.817 118.082 26.477 922.356 338 922.694

9.188 7.170 1.844 584 743 18.502 7.378 7.855 53.264 9 53.273

2.553 698 7 847 1.058 142 5.305 5.305

573 (573) -

155.360 80.761 33.681 13.088 14.499 15 513.261 125.318 34.332 970.315 347 970.662

(69.073) 1.367.499

(69.073) 1.400.956

33

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

11. AKTIVA TETAP (lanjutan)
2004 Saldo Awal Biaya Perolehan Pemilikan Langsung Tanah Bangunan Prasarana dan Renovasi Bangunan Komputer Perabot, perlengkapan dan peralatan kantor Alat-alat transportasi Peralatan untuk disewakan Peralatan reklame Aktiva dalam penyelesaian Sub Jumlah Aktiva Sewa Guna Usaha Jumlah Biaya Perolehan Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan Prasarana bangunan Komputer Perabot, perlengkapan dan peralatan kantor Alat-alat transportasi Peralatan untuk disewakan Peralatan reklame Sub Jumlah Aktiva Sewa Guna Usaha Jumlah Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Bersih Penambahan Pengurangan Pemindahan Masuk (Keluar) Saldo Akhir

8.776 9.546 10.641 39.028 10.910 415 22.893 15 121 102.345 102.345

334 27 15.187 4.598 20.146 20.146

817 26 843 843

-

8.776 9.546 10.641 38.545 10.911 415 38.080 15 4.719 121.648 121.648

1.754 4.809 24.716 6.418 208 12.781 15 50.701 50.701 51.644

119 497 1.977 368 22 1.612 4.595 4.595

409 11 420 420

-

1.873 5.306 26.284 6.775 230 14.393 15 54.876 54.876 66.772

Penyusutan untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2005 dan 2004 dibebankan sebagai berikut: 2005 Beban pokok penjualan dan jasa Beban penjualan (lihat Catatan 29) Beban umum dan administrasi (lihat Catatan 29) Beban sewa dan pendapatan/beban lain-lain atas toko yang tidak dipergunakan dan ruang kantor - bersih Jumlah 7.153 303 45.809 7 53.272 2004 1.754 291 2.550 4.595

34

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

12. AKTIVA TETAP (lanjutan) Perusahaan dan Perusahaan Anak (diluar MPP group) telah memperoleh sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas tanah yang dimiliki sebagai berikut:
Tanggal Berakhir HGB Perusahaan HGB No. 830 - 832/Panunggangan Barat, Tangerang HGB No. 854 - 859/Panunggangan Barat, Tangerang HGB No. 915 - 919/Panunggangan Barat, Tangerang HGB No. 945 - 948/Panunggangan Barat, Tangerang HGB No. 13413/Bencongan, Tangerang HGB No. 13414/Bencongan, Tangerang HGB No. 13415 - 13416/Bencongan, Tangerang Perusahaan Anak HGB No. 817 - 820/Panunggangan Barat, Tangerang HGB No. 845 - 851/Panunggangan Barat, Tangerang HGB No. 2655 - 2659/Panunggangan Barat, Tangerang 20 Oktober 2006 20 Oktober 2006 6 April 2008 24 September 2024 26 Juli 2012 25 Desember 2011 6 Juni 2005 20 Oktober 2006 20 Oktober 2006 27 Mei 2028

Tanah milik MPC Group merupakan HGB atas tanah yang terletak di beberapa kota di Indonesia. HGB akan berakhir pada berbagai tanggal mulai tahun 2005 sampai 2029. Manajemen Perusahaan dan Perusahaan Anak berkeyakinan bahwa sertifikat HGB tersebut di atas dapat diperpanjang pada saat masa berlakunya berakhir. Berdasarkan penelaahan aktiva tetap secara individual pada akhir periode, manajemen Perusahaan dan perusahaan anak berpendapat bahwa tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai aktiva tetap pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004. Aktiva tetap dengan pemilikan langsung dan aktiva sewa guna usaha diasuransikan terhadap kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya dengan suatu paket polis yang mepunyai nilai pertanggungan sekitar Rp 1.335.928 dan USD 162 pada tanggal 31 Maret 2005. Manajemen Perusahaan dan perusahaan anak berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko tersebut. Pada tahun 2005 dan 2004, aktiva tetap tertentu digunakan sebagai jaminan atas pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari Perusahaan dan MPP, serta hutang obligasi MPP, perusahaan anak (lihat Catatan 15, 22 dan 21). 13. UANG MUKA Pada tahun 2005, akun ini terutama merupakan uang muka pembelian ruangan toko dalam pembangunan yang akan digunakan untuk toko-toko di Depok, Malang dan Medan, milik MPP, perusahaan anak (lihat Catatan 33). Disamping itu, akun ini juga merupakan uang muka pembelian peralatan dan instalasi untuk toko-toko MPP. Akun uang muka akan direklas ke aktiva tetap pada saat penyerahan bangunan ke MPP ketika aktiva dalam pembangunan tersebut selesai.

35

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

14. AKTIVA TIDAK LANCAR LAINNYA 2004 Sewa Jangka Panjang – bersih (lihat Catatan 2l) Uang Jaminan Aktiva Non–Operasional Satuan Rumah Susun - bersih Lainnya Jumlah 160.415 96.561 92.795 27.045 7.289 384.105 2003 632 4.586 5.218

a. Uang Jaminan Uang jaminan terutama terdiri dari jaminan sewa ruangan toko yang dibayarkan oleh MPP, perusahaan anak, kepada pengembang/pemilik bangunan dan disajikan setelah dikurangi dengan penyisihan kerugian sehubungan dengan rencana restrukturisasi toko sebesar Rp 1.130 pada tanggal 31 Maret 2005 (lihat Catatan 18). b. Aktiva Non-Operasional Aktiva non-operasional merupakan harga perolehan tanah, bangunan, satuan rumah susun, mesin, satuan rumah dan sewa jangka panjang untuk toko MPP, perusahaan anak, yang mengalami kebakaran dan disajikan setelah dikurangi dengan penyisihan kerugian sehubungan dengan rencana restrukturisasi toko sebesar Rp 21.169 pada tanggal 31 Maret 2005 (lihat Catatan 18). c. Satuan Rumah Susun – bersih Penyusutan satuan rumah susun yang dibebankan pada usaha, yang dicatat sebagai bagian dari “Beban lain-lain - Bersih” masing-masing sebesar Rp 446 untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2005.

15. PINJAMAN JANGKA PENDEK 2005 Hutang Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk PT Bank Permata Tbk (2005: USD 1,000; 2004: USD 5,500) PT Bank Niaga Tbk (2005: termasuk USD 2,000; 2004: USD 2,260) PT Bank International Indonesia Tbk (2004: USD 1,866) Sub Jumlah Fasilitas margin PT Ciptadana Sekuritas Kewajiban Anjak Piutang PT BNI Multi Finance (termasuk USD 68) Jumlah 105.000 47.912 9.480 25.960 188.352 15.300 3.393 207.045 2004 80.000 52.000 47.228 19.408 16.022 214.658 214.658

36

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

15. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan) Pinjaman yang diperoleh Perusahaan dari PT Bank Mandiri Tbk merupakan fasilitas modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp 52.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada bulan Juni 2005 dan dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 14,25% pada tahun 2005 dan 16% pada tahun 2004. Pinjaman yang diperoleh Perusahaan ini dijamin dengan piutang usaha sebesar Rp 61.948 (lihat Catatan 7) dan persediaan sebesar Rp 16.180 (lihat Catatan 9). Jaminan ini juga terkait dengan pinjaman jangka panjang yang diperoleh Perusahaan dari PT Bank Mandiri Tbk (lihat Catatan 22). Pinjaman yang diperoleh dari PT Bank Negara Indonesia Tbk merupakan fasilitas modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp 80.000. Pinjaman ini telah diperpanjang di tahun 2004 dan akan jatuh tempo pada tanggal 13 Juni 2005. Pada bulan Juni 2004, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas modal kerja dari PT Bank Negara Indonesia Tbk sebesar Rp 25.000 yang akan jatuh tempo pada 13 Juni 2005. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan 14,75% pada tahun 2005 dan 15% sampai dengan 16% pada tahun 2004. Pinjaman ini dijamin dengan saham PT Broadband Multimedia Tbk sebesar 27 juta saham (lihat Catatan 10.a), aktiva tetap tertentu milik Perusahaan (lihat Catatan 12), investasi dalam properti milik Perusahaan sekitar Rp 30.000 (lihat Catatan 11). Pinjaman dari PT Bank Permata Tbk (Permata) merupakan pinjaman yang diperoleh Perusahaan untuk membiayai pembelian persediaan yang dijual kepada pelanggan yang disetujui oleh PT Bank Permata Tbk (selanjutnya disebut Kontrak Penjualan). Fasilitas kredit ini mempunyai jumlah maksimum kredit sebesar USD 5,500 dan berlaku sampai 8 Juli 2005. Pada bulan Juni 2004, fasilitas pinjaman ini dibagi menjadi fasilitas pinjaman jangka pendek sebesar USD 4,000 dan fasilitas pinjaman jangka panjang sebesar USD 1,500 (lihat Catatan 22). Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 7% pada tahun 2005 dan 6,5% pada tahun 2004. Pinjaman ini dijamin dengan rekening escrow Perusahaan, piutang usaha dengan nilai 150% dari fasilitas pinjaman dan persediaan yang dibeli dari pinjaman ini dengan nilai minimal 125% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9). Pada tahun 2004, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari PT Bank Niaga Tbk dengan maksimum kredit sebesar Rp 7.000 yang digunakan untuk membiayai pembelian persediaan. Pinjaman ini dijamin dengan bangunan dan komputer tertentu milik perusahaan anak (lihat Catatan 12) dan dikenakan tingkat bunga sebesar 13%. Di samping itu, Perusahaan juga memperoleh fasilitas pembiayaan proyek khusus untuk pembelian persediaan dari PT IBM Indonesia dengan jumlah maksimum sebesar USD 2,000 yang dikenakan tingkat bunga sebesar 6% dan dijamin dengan rekening escrow Perusahaan, piutang usaha dengan nilai minimal 125% dari fasilitas pinjaman dan persediaan yang dibiayai dari pinjaman ini dengan nilai minimal 110% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9). Kedua fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 29 November 2005. Sedangkan pada tahun 2003, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Bank Niaga Tbk dengan nilai maksimum sebesar USD 2,640 dan jatuh tempo pada tanggal 28 April 2004. Fasilitas ini digunakan untuk mendanai pembelian persediaan dari PT IBM Indonesia. Tingkat suku bunga tahunan sebesar 7% pada tahun 2003. Pinjaman ini telah dilunasi oleh Perusahaan pada tahun 2004. Pada tahun 2003, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk dengan nilai maksimum sebesar USD 11,500. Pada tahun 2004, fasilitas ini telah diperpanjang dan Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas menjadi USD 12,500 yang terdiri dari FX line sebesar USD 1,000, BG Line sebesar USD 1,500 dan pembiayaan proyek sebesar USD 10,000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Oktober 2005 (lihat Catatan 22). Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 6% pada tahun 2005 dan 7% pada tahun 2004. Pinjaman ini dijamin dengan rekening escrow Perusahaan, piutang usaha, persediaan yang dibeli dari pinjaman ini dengan nilai minimum 125% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9). Pada bulan Januari 2005, Perusahaan memperoleh fasilitas margin dari PT Ciptadana Sekuritas, pihak hubungan istimewa, dengan jaminan portfolio saham milik Perusahaan yang ada di Ciptadana. Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga sebesar 18% per tahun. 37

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

15. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan) Pada tahun 2004, Perusahaan mempunyai beberapa perjanjian anjak piutang dengan PT BNI Multi Finance dalam rangka anjak piutang dengan hak recourse. Kewajiban anjak piutang ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 16,5% untuk anjak piutang dalam Rupiah dan 8,75% untuk anjak piutang dalam Dolar Amerika Serikat. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal-tanggal dalam bulan Mei sampai dengan Desember 2005. Perjanjian-perjanjian pinjaman tersebut di atas mensyaratkan, antara lain bahwa Perusahaan dan perusahaan anak tidak diperkenankan, kecuali dengan persetujuan dari kreditur, menggunakan fasilitas di luar tujuan, memindahkan dan atau menyewakan Perusahaan dalam bentuk dan maksud apapun kepada pihak lain, mengubah bentuk atas status hukum Perusahaan, mengubah anggaran dasar Perusahaan, memindahtangankan status saham Perusahaan baik antara pemegang saham maupun kepada pihak lain, memperoleh atau memberikan pinjaman, menjual, mengalihkan atau melepaskan seluruh atau sebagian aktivanya, mengubah struktur Perusahaan melalui penggabungan usaha, akuisisi atau likuidasi, bertindak sebagai penjamin atau menjaminkan aktivanya kepada pihak lain, melakukan praktek atau transaksi di luar kegiatan normal Perusahaan, melakukan investasi atau mendirikan bisnis baru yang besarnya melebihi 20% dari total aset Perusahaan, membayar hutang pemegang saham, membagikan laba atau dividen, memperoleh hutang sewa guna usaha, membuka cabang atau perwakilan usaha baru, mengubah susunan anggota dewan komisaris dan direksi, dan mengadakan transaksi dengan orang atau pihak lain termasuk tetapi tidak terbatas pada perusahaan afiliasinya di luar praktik-praktik dan kebijakan dagang yang ada dan melakukan pembelian lebih mahal daripada harga pasar atau menjual di harga pasar. Perjanjian-perjanjian pinjaman juga mensyaratkan Perusahaan untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu. Pada tanggal 31 Maret 2005, Perusahaan dan perusahaan anak telah memenuhi seluruh persyaratan yang terdapat dalam perjanjian pinjaman.

16. SURAT PROMES 2005 Jangka pendek Debentures (PT Kridatama Swakarsa, pengelola) Surat promes Pihak hubungan istimewa PT Ciptadana Sekuritas, pengelola Pihak ketiga Individu (PT Bank Mayapada Internasional Tbk, Pengelola) Jumlah Jangka Pendek Jangka panjang Surat promes Pihak hubungan istimewa PT Ciptadana Sekuritas, pengelola PT Link Net PT Satriajati Patria Luhur Sub Jumlah 15.483 14.965 2004

25.000 2.000 42.483

2.000 16.965

34.114 15.450 2.100 51.664

15.450 2.100 17.550

38

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

16. SURAT PROMES (lanjutan) 2005 Pihak ketiga PT Usaha Maya Gemilang PT Multi Sarana Integrasi Individu (Corfina Finance Ltd., pengelola) Sub Jumlah Dikurangi : Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Individu Jumlah Jangka Panjang Jumlah 18.702 14.700 14.370 47.772 2004 18.702 14.370 33.072

(34.114 ) 65.322 107.805

(14.370) 36.252 53.217

Debentures jangka pendek diterbitkan oleh Perusahaan dan Perusahaan Anak kepada pihak ketiga dan dikelola oleh PT Kridatama Swakarsa. Debentures ini merupakan debentures dalam mata uang Dolar Amerika Serikat, masing-masing sejumlah USD 1,633 pada tahun 2005 dan USD 1,743 pada tahun 2004. Debentures ini akan jatuh tempo pada beberapa tanggal yang berkisar antara satu sampai dengan dua belas bulan (jatuh tempo antara bulan April 2005 sampai dengan bulan Juni 2005). Debentures ini dikenakan tingkat bunga tahunan berkisar antara 3% sampai dengan 3,75% pada tahun 2005 dan 3,25% sampai dengan 3,75% pada tahun 2004. Surat promes jangka pendek sejumlah Rp 25.000 dikelola oleh PT Ciptadana Sekuritas dan dikenakan tingkat bunga sebesar 14,35% per tahun. Surat promes yang diterbitkan Perusahaan sejumlah Rp 2.000 dikelola oleh PT Bank Mayapada Internasional Tbk. Surat promes ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 16% sampai dengan 18% pada tahun 2005 dan sebesar 25% pada tahun 2004. Surat promes ini telah beberapa kali diperpanjang dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Desember 2005. Surat promes jangka panjang sejumlah Rp 55.000 dikelola oleh PT Ciptadana Sekuritas, diterbitkan oleh Perusahaan pada tanggal 27 September 2004 yang akan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2006. Surat promes ini tidak dikenakan bunga. Per 31 Maret 2005, saldo surat promes yang belum dibayarkan berjumlah Rp 34.114. Surat promes sekitar Rp 19.645 yang diterbitkan oleh Perusahaan kepada PT Link Net merupakan wesel tanpa jaminan dan bunga yang akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2006. Surat promes ini telah dibayar sebesar Rp 4.195 pada tahun 2003. Surat promes sejumlah Rp 2.100 yang diterbitkan oleh Perusahaan kepada PT Satriajati Patria Luhur merupakan wesel tanpa jaminan dan bunga yang akan jatuh tempo tanggal 1 Juli 2006. Surat promes sejumlah Rp 19.302 diterbitkan oleh Perusahaan kepada PT Usaha Maya Gemilang merupakan wesel tanpa jaminan dan bunga yang akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2006. Pada tahun 2003 surat promes ini telah dilunasi sebesar Rp 600.

39

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

16. SURAT PROMES (lanjutan) Surat promes yang diterbitkan Perusahaan sebesar Rp 30.000 kepada PT Multi Sarana Integrasi merupakan wesel dengan jaminan berupa helikopter milik PT Air Pasifik Utama. Surat promes ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 12% pada tahun 2005 dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2008. Pada tahun 2005, surat promes ini telah dilunasi sebesar Rp 15.300. Surat promes sekitar Rp 25.370 yang dikelola oleh Corfina Finance Ltd. diterbitkan oleh perusahaan anak kepada pihak ketiga pada tahun 2001. Wesel ini diterbitkan tanpa menggunakan jaminan dan dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 16%. Pada tahun 2003 surat promes ini telah dilunasi sebesar Rp 11.000. Pada bulan November 2004, Corfina Finance Ltd setuju menghapuskan bunga untuk periode 26 Nopember 2001 sampai dengan 25 Nopember 2004, dan memperpanjang jatuh tempo surat promes tersebut sampai dengan tanggal 25 Nopember 2006 dengan suku bunga 16% per tahun.

17. HUTANG USAHA Akun ini merupakan kewajiban Perusahaan dan Perusahaan anak kepada pemasok dalam rangka pembelian barang dagangan eceran dan pembelian perangkat keras, perangkat lunak komputer dan perangkat pendukung lainnya. Hutang usaha termasuk hutang MPP, perusahaan anak, sebesar Rp 473.088 kepada pemasok (pihak ketiga) dalam rangka pembelian barang dagangan. Semua saldo hutang kepada pemasok pada tanggal 31 Maret 2005 seluruhnya dibayar MPP pada triwulan kedua di tahun 2005.

18. HUTANG LAIN-LAIN DAN KEWAJIBAN LANCAR LAINNYA Akun ini terutama terdiri dari taksiran kewajiban sehubungan dengan customer loyalty program dari MPP, perusahaan anak, sebesar Rp 26.686 dan kewajibannya kepada kontraktor untuk pekerjaan renovasi bangunan, termasuk dekorasi toko, dan kepada pihak ketiga atas beban pemasaran. Pada tanggal 31 Maret 2005, kewajiban lancar lainnya terutama berasal dari taksiran kerugian akibat restrukturisasi toko milik MPP, perusahaan anak. Sehubungan dengan rencana restrukturisasi toko dan untuk menanggapi kesulitan ekonomi, dalam rapat Direksi MPP pada tahun 1996 dan 1997 serta dalam rapat Direksi PT Matahari Super Ekonomi (MSE) pada tahun 1996, diputuskan untuk secara berkesinambungan menelaah dan mendayagunakan secara maksimal operasional MPP untuk menghasilkan pendapatan dan kesesuaian lokasi dan demografi, menutup beberapa toko MPP yang tidak memberikan nilai tambah, mengurangi luas beberapa toko dalam rangka efisiensi dan merubah konsep toko Galeria dan MSE. Atas rencana ini, MPP membentuk penyisihan seperti penyisihan kerugian nilai aktiva tetap, taksiran kerugian akibat restrukturisasi toko, penyisihan kerugian nilai aktiva non-operasional (sewa jangka panjang untuk ruangan toko yang terbakar), penyisihan kerugian nilai uang jaminan dan penyisihan kerugian nilai akibat tidak dimanfaatkannya/dipulihkannya sewa jangka panjang pada toko lainnya. Penyisihan tersebut di atas dibebankan sebagai “Penyisihan Restrukturisasi Toko” dan dikredit, masing-masing ke akun aktiva yang bersangkutan atau sebagai “Taksiran Kerugian Akibat Restrukturisasi Toko”, tergantung mana yang lebih sesuai. Dari tahun 1997 sampai dengan tanggal 31 Maret 2005, MPP dan MSE telah menutup 31 toko dengan menggunakan penyisihan yang bersangkutan sebesar Rp 67.627. Saldo “Taksiran Kerugian Akibat Restrukturisasi Toko” dan akun lawannya masing-masing sebesar Rp 26.584 dan Rp 93.628 pada tanggal 31 Maret 2005. 40

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

19. PERPAJAKAN a. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan, seperti yang disajikan pada laporan laba rugi konsolidasian, dan taksiran laba kena pajak (rugi fiskal) Perusahaan sebagai berikut: 2005 Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan Sesuai Dengan Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laba sebelum beban pajak penghasilan dari perusahaan anak yang dikonsolidasi – bersih Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan Perusahaan Beda tetap: Bagian Rugi Bersih Perusahaan Asosiasi Penghasilan Bunga yang Telah Dikenakan Pajak Final Penyusutan Lain-lain Sub Jumlah 2004 (Disajikan Kembali) 12.428 (4.325 ) 8.103 (1.754) (246) (2.000)

99 (37) 14 243 319

2.859 (25) 14 (1.594) 1.254

Beda waktu: Kesejahteraan Karyawan Penyusutan Bagian Laba Bersih Perusahaan Asosiasi Rugi Pelepasan Aktiva Tetap Amortisasi Aktiva Tak Berwujud Lain-lain Sub Jumlah Taksiran rugi fiskal Rugi Fiskal yang Dapat Dikompensasikan Taksiran rugi fiskal Perusahaan yang dapat dikompensasikan

435 6.924 (709 ) 31 137 (12.141) (5.323) 3.099 (31.460) (28.361)

352 1.109 (1.073) 122 47 (78) 479 (267) (9.103) (9.370)

41

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

19. PERPAJAKAN (lanjutan) a. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (lanjutan) Taksiran rugi fiskal Perusahaan yang dapat dikompensasikan akan berakhir batas waktu penggunaannya pada tahun 2009. Beban pajak penghasilan dan perhitungan taksiran hutang pajak penghasilan badan (klaim atas pengembalian pajak penghasilan) adalah sebagai berikut:
2005 Perusahaan Taksiran Kena Pajak Beban Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Dibayar di Muka Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Jumlah Pajak Penghasilan Dibayar di Muka Taksiran Hutang Pajak Penghasilan Badan (Klaim atas Pengembalian Pajak Penghasilan) 6.845 7.630 107 14.582 Perusahaan anak 3.899 215 4.553 5.494 10.262 Perusahaan 5.455 7.634 90 13.179 2004 Perusahaan anak 752 314 1.066

(14.582 )

(6.363 )

(13.179 )

(1.066 )

Klaim atas pengembalian pajak penghasilan disajikan sebagai “Pajak Dibayar di Muka” dalam Aktiva Lancar. Klaim atas pengembalian pajak penghasilan pada tanggal 31 Maret 2005 termasuk klaim sebesar Rp 12.180 yang merupakan jumlah restitusi pajak penghasilan – pasal 22, 23 dan 25 untuk tahun pajak 2004. Berdasarkan hasil pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2003, Perusahaan memperoleh SKPLB PPh Badan sebesar Rp 12.271, dan SKPKB PPh Pasal 23, 26 dan Pasal 4(2) sebesar Rp 48, sehingga pada tanggal 21 Oktober 2004 Perusahaan menerima restitusi bersih sebesar Rp 12.223 dari Kantor Pajak.

42

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

19. PERPAJAKAN (lanjutan) a. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (lanjutan) Perhitungan manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan atas perbedaan waktu dengan menggunakan tarif pajak maksimum sebesar 30% adalah sebagai berikut : 2005 Perusahaan Akumulasi Rugi Fiskal – Termasuk Koreksi Dari Kantor Pajak Penyusutan Kesejahteraan Karyawan Rugi Pelepasan Aktiva Tetap Amortisasi Aktiva Tak Berwujud Bagian Laba Bersih Perusahaan Asosiasi Penyisihan atas taksiran tidak terpulihkannya aktiva pajak tangguhan Lain-lain Bersih Perusahaan anak PT Matahari Putra Prima Tbk Manfaat Pajak Penghasilan Tangguhan - Bersih 2004 (Disajikan Kembali)

(930 ) 2.077 262 9 41 (212 ) 2.289 (3.642 ) (106 )

80 333 106 36 14 (322) (80) 167

7.663 7.557

167

b. Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan - Bersih Akumulasi manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan disajikan sebagai “Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan - Bersih” dalam neraca konsolidasi, dengan rincian sebagai berikut : 2005 Perusahaan Penyisihan Piutang Ragu-ragu Kesejahteraan Karyawan Masih Harus Dibayar Akumulasi Rugi Fiskal Penyusutan dan Rugi Pelepasan Aktiva Tetap Amortisasi Aktiva Tak Berwujud Bagian Laba Bersih Perusahaan Asosiasi Penyisihan Persediaan Usang Penyisihan atas Taksiran Tidak Terpulihkannya Aktiva Pajak Tangguhan Lain-lain Bersih 5.048 1.979 8.508 2.355 (982 ) (4.123 ) 1.052 (4.801 ) (3.689 ) 5.347 303 1.400 2.811 (1.384 ) (934 ) (3.363 ) 1.616 (80 ) 369 2004 (Disajikan Kembali)

43

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

19. PERPAJAKAN (lanjutan) b. Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan - Bersih 2005 Perusahaan anak PT Multifiling Mitra Indonesia PT Matahari Putra Prima Tbk Sub Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih Kewajiban Pajak Tangguhan – Bersih PT Matahari Putra Prima Tbk PT Sharestar Indonesia Kewajiban Pajak Tangguhan – Bersih 2004 (Disajikan Kembali) 441 663 1.104 6.451 369

1.883 303 2.186

38 38

c. Hutang Pajak 2005 Pajak Penghasilan yang Dipotong dan Masih Harus Dibayar Pasal 21 Pasal 23 Pasal 25 Pasal 26 Pasal 29 Pasal 4 (2) Pajak pertambahan nilai - bersih Jumlah 1.159 5.159 307 394 673 4 5.080 12.776 2004 707 455 163 63 263 1,651

20. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR 2005 Sewa Gaji, Tunjangan dan Kesejahteraan Karyawan Pemasaran dan Perlengkapan Listrik dan Energi Asuransi Pemeliharaan dan Jasa Bunga Honorarium Arsip Manajemen Honorarium Tenaga Ahli Lain-lain Jumlah 44 155.197 68.038 24.890 21.649 19.777 15.353 14.124 3.050 2.653 42.302 367.033 2004 302 52.593 7.946 2.579 199 321 63.940

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

20. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR (lanjutan) Pada tahun 2005, beban sewa masih harus dibayar termasuk sebesar Rp 91.537 berasal dari MPP, perusahaan anak, yang merupakan selisih antara nilai tukar tetap dengan nilai tukar pada tanggal neraca yang digunakan untuk mengkoversi sewa dalam dolar Amerka Serikat ke Rupiah. Penggunaan nilai tukar tetap masih dinegosiasikan dengan pemilik bangunan oleh MPP.

21. HUTANG OBLIGASI 2005 Obligasi I Matahari Tahun 2002 dengan Tingkat Bunga Tetap Obligasi II Matahari Tahun 2004 dengan Tingkat Bunga Tetap Obligasi Syariah Ijarah I Matahari Tahun 2004 Nilai Nominal Obligasi Diperoleh Kembali Saldo Beban Emisi Obligasi yang Belum Diamortisasi Bersih 450.000 300.000 150.000 900.000 ( 54.000 ) 846.000 ( 22.225 ) 823.775 2004 -

Hutang obligasi merupakan hutang yang dimiliki oleh MPP, perusahaan anak, yang terdiri dari: a. Obligasi I Matahari Tahun 2002 dengan Tingkat Bunga Tetap Pada tanggal 25 September 2002, MPP, perusahaan anak, menerbitkan Obligasi I Matahari Putra Prima Tbk Tahun 2002 dengan Tingkat Bunga Tetap (Obligasi I Matahari) dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat. Nilai nominal obligasi keseluruhan adalah Rp 450.000 dengan nilai nominal Rp 50 per lembar obligasi dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 September 2007. Obligasi tersebut mendapat peringkat idAA- (stable outlook) berdasarkan hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat dari Pefindo untuk tahun 2004/2005 adalah idA+ (stable outlook). Bursa Efek Surabaya berdasarkan Surat Keputusan No. JKT-033/LIST-EMITEN/BES/IX/2002 tanggal 26 September 2002 menyetujui pencatatan obligasi tersebut di Bursa Efek Surabaya. Obligasi tersebut memiliki tingkat bunga tetap sebesar 17,875% per tahun selama 5 tahun mulai tanggal 25 September 2002. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”), bertindak selaku agen pembayaran, akan membayar bunga hutang obligasi setiap triwulan terhitung sejak tanggal 25 Desember 2002 sampai dengan tanggal 25 September 2007. Hutang obligasi dijamin dengan hak atas tanah, bangunan dan peralatan tertentu dengan nilai wajar sebesar 125% dari jumlah nilai nominal obligasi. Hasil obligasi akan digunakan untuk pembukaan toko-toko baru dan renovasi toko-toko yang telah ada, dan untuk modal kerja MPP, antara lain untuk pembelian persediaan barang dagangan.

45

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

21. HUTANG OBLIGASI (lanjutan) a. Obligasi I Matahari Tahun 2002 dengan Tingkat Bunga Tetap (lanjutan) Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, MPP diwajibkan, antara lain, untuk memenuhipersyaratan-persyaratan tertentu, seperti memelihara rasio-rasio keuangan tertentu. Pada tanggal 31 Maret 2005, semua rasio-rasio keuangan terpenuhi. Amortisasi biaya emisi obligasi yang dibebankan pada usaha untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005 adalah sebesar Rp 776. Apabila hasil pemeringkatan tahunan obligasi mengalami penurunan menjadi di bawah peringkat idA-, MPP diwajibkan untuk menyediakan dana yang disisihkan (sinking fund) pada tahun terjadinya penurunan peringkat tersebut dan tahun-tahun berikutnya selama peringkatnya tetap di bawah idA-, dengan jumlah yang ditentukan sebagai berikut: Tahun pertama, sebesar 10% dari jumlah nilai nominal obligasi; atau Tahun kedua, sebesar kumulatif 15% dari jumlah nilai nominal obligasi; atau Tahun ketiga, sebesar kumulatif 20% dari jumlah nilai nominal obligasi; atau Tahun keempat, sebesar kumulatif 30% dari jumlah nilai nominal obligasi; atau Tahun kelima, sebesar kumulatif 40% dari jumlah nilai nominal obligasi.

b. Obligasi II Matahari Tahun 2004 dengan Tingkat Bunga Tetap dan Obligsi Syariah Ijarah I Matahari Tahun 2004: Pada tanggal 11 Mei 2004, MPP menerbitkan “Obligasi II Matahari Putra Prima Tahun 2004 dengan Tingkat Bunga Tetap” (“Obligasi II Matahari”) dan “Obligasi Syariah Ijarah I Matahari Putra Prima Tahun 2004” (“Obligasi Syariah Ijarah I Matahari”) dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat. Nilai nominal obligasi masing-masing adalah sebesar Rp 300.000 dan Rp 150.000 dengan nilai nominal Rp 50 per lembar obligasi dan akan jatuh tempo pada tanggal 11 Mei 2009. Obligasi tersebut mendapat peringkat idA+ (stable outlook) untuk Obligasi II Matahari dan idA+(sy) (stable outlook) untuk Obligasi Syariah Ijarah I. Bursa Efek Surabaya berdasarkan Surat Keputusan No. JKT-007/LIST-EMITEN/BES/V/2004 tanggal 10 Mei 2004 menyetujui pencatatan Obligasi II dan Obligasi Syariah Ijarah I MPP di Bursa Efek Surabaya. Obligasi II Matahari tersebut memiliki tingkat bunga tetap sebesar 13,8% per tahun selama 5 tahun mulai tanggal 11 Mei 2004. KSEI bertindak selaku agen pembayaran, akan membayar bunga hutang obligasi setiap triwulan terhitung sejak tanggal 11 Agustus 2004 sampai dengan 11 Mei 2009. Setiap pemegang Obligasi Syariah Ijarah I Matahari berhak mendapatkan fee Ijarah sebesar 13,8% per tahun. Fee akan dibayarkan selama 5 tahun mulai tanggal 11 Mei 2004. KSEI, bertindak selaku agen pembayaran, akan membayar fee ijarah setiap triwulan terhitung sejak tanggal 11 Agustus 2004 sampai dengan tanggal 11 Mei 2009. Hutang obligasi dijamin dengan hak atas tanah dan bangunan tertentu dengan nilai wajar sebesar 115% dari jumlah nilai nominal obligasi atau dana obligasi syariah ijarah. Hasil Obligasi II Matahari akan digunakan untuk pembukaan toko-toko baru dan renovasi toko-toko yang telah ada dan untuk modal kerja MPP, antara lain untuk pembelian persediaan barang dagangan.

46

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

21. HUTANG OBLIGASI (lanjutan) b. Obligasi II Matahari Tahun 2004 dengan Tingkat Bunga Tetap dan Obligsi Syariah Ijarah I Matahari Tahun 2004 (lanjutan) Hasil Obligasi Syariah Ijarah I Matahari akan digunakan untuk menyewa ruang usaha yang telah ditentukan dalam Akad Wakalah Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, MPP diwajibkan, antara lain, untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu, seperti memelihara rasio-rasio keuangan tertentu. Pada tanggal 31 Maret 2005, semua rasio-rasio keuangan terpenuhi. Amortisasi biaya emisi obligasi yang dibebankan untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005 adalah sebesar Rp 877. Apabila hasil pemeringkatan tahunan obligasi mengalami penurunan menjadi di bawah peringkat idA- (untuk Obligasi II Matahari) dan idA-(sy) (untuk Obligasi Syariah Ijarah I Matahari), MPP diwajibkan untuk menyediakan dana yang disisihkan (sinking fund) pada tahun terjadinya penurunan peringkat tersebut dan tahun-tahun berikutnya selama peringkatnya masing-masing tetap di bawah idA- dan idA-(sy), dengan jumlah yang ditentukan sebagai berikut: • • • • • Tahun pertama, sebesar 10% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau dana Obligasi Syariah Ijarah I Matahari terhutang; atau Tahun kedua, sebesar kumulatif 15% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau dana Obligasi Syariah Ijarah I Matahari terhutang; atau Tahun ketiga, sebesar kumulatif 20% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau dana Obligasi Syariah Ijarah I Matahari terhutang; atau Tahun keempat, sebesar kumulatif 25% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau dana Obligasi Syariah Ijarah I Matahari terhutang; atau Tahun kelima, sebesar kumulatif 30% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau dana Obligasi Syariah Ijarah I Matahari terhutang.

22. PINJAMAN JANGKA PANJANG 2005 Pinjaman bank Pihak Hubungan Istimewa PT.Bank Lippo Tbk Pihak Ketiga PT Bank Mandiri Tbk (termasuk 2005: USD 14,441) PT Bank International Indonesia Tbk (2005: USD 2,957; 2004: USD 244) PT Bank Niaga Tbk (USD 1,216) PT Bank Permata Tbk PT Bank Akita Sub Jumlah 2004

40.000

-

221.908 28.028 11.529 7.827 2.390 311.682

252.833 2.096 254.929

47

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

22. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 2005 Pinjaman Bukan Lembaga Keuangan Eastbourne Worlwide Ltd Jumlah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Pinjaman Bank PT Bank Mandiri Tbk (termasuk USD 3,761) PT Bank International Indonesia Tbk (2005: USD 1,160; 2004: USD 244) PT Bank Niaga Tbk (2005: USD 503) PT Bank Permata Tbk PT Bank Akita Sub Jumlah Pinjaman Bukan Lembaga Keuangan Eastbourne Worlwide Ltd Jumlah Bagian Jangka Panjang 47.082 358.764 2004 47.082 302.011

57.314 10.995 4.771 3.131 478 76.689 76.689 282.075

39.000 2.096 41.096 4.708 45.804 256.207

Pada bulan Maret 2005, Perusahaan memperoleh pinjaman modal kerja dari PT Bank Lippo Tbk berupa fasilitas pinjaman tetap (Fixed Loan on Demand) dengan jumlah maksimum sebesar Rp 55.000 dan jangka waktu 24 bulan. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 14% per tahun dan dijamin dengan gadai saham sebanyak 15,5 juta saham PT Matahari Putra Prima Tbk milik Perusahaan, piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan. Perusahaan mengadakan perjanjian pinjaman dengan PT Bank Mandiri Tbk tanggal 23 Agustus 2003, yang telah diperbaharui tanggal 7 Oktober 2003 dengan jumlah maksimum fasilitas kredit sebesar Rp 260.333. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 14,25% pada tahun 2005 dan sebesar 16% pada tahun 2004. Berdasarkan perjanjian, pinjaman terdiri dari 2 (dua) fasilitas sebagai berikut : a) Kredit Investasi I dengan jumlah maksimal sebesar Rp 154.533 yang digunakan untuk mengambil alih pinjaman yang diperoleh dari : - PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebesar Rp 50.000; - PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp 50.000; - PT Bank Mayapada International Tbk sebesar Rp 5.000; - PT Bank Niaga Tbk sebesar Rp 23.600; - PT Bank Lippo Tbk sebesar Rp 24.500; dan - PT Bank Permata Tbk sebesar Rp 1.400. b) Kredit Investasi II dengan jumlah maksimal Rp 105.800 yang digunakan untuk mengambil alih pinjaman yang diperoleh dari Japan Asia Investment Corporation (JAIC) sebesar Rp 105.850.

48

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

22. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) Kemudian berdasarkan perjanjian kredit tanggal 13 Juli 2004, PT Bank Mandiri Tbk menyetujui untuk mengkonversi sisa Kredit Investasi I menjadi Rp 100.000 dan USD 5,559; dan sisa Kredit Investasi II menjadi USD 11,422. Pinjaman dalam Rupiah dikenakan tingkat bunga sebesar 14,25% per tahun dan pinjaman dalam Dolar AS dikenakan tingkat bunga sebesar 9,5% per tahun. Seluruh pinjaman ini akan jatuh tempo pada tahun 2008 dengan pembayaran triwulan sebesar jumlah tertentu, yaitu sebagai berikut: Jumlah Rp 2005 2006 2007 2008 Jumlah 42.340 65.045 71.140 43.383 221.908

Pinjaman ini dijamin dengan saham PT Matahari Putra Prima Tbk milik Perusahaan (lihat Catatan 10.f), investasi saham PT Broadband Multimedia Tbk milik RPK, perusahaan anak, dan milik AcrossAsia Ltd (dahulu AcrossAsia Multimedia Ltd), pemegang saham mayoritas (lihat Catatan 10.a), investasi jangka panjang dalam properti milik Perusahaan dan perusahaan anak (lihat Catatan 11.b) dan aktiva tetap milik Perusahaan dan perusahaan anak (lihat Catatan 12). Pinjaman ini juga terkait dengan jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek yang diperoleh Perusahaan dari PT Bank Mandiri Tbk (lihat Catatan 15). Pinjaman dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk, PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Permata Tbk merupakan pinjaman yang digunakan Perusahaan untuk membiayai pembelian persediaan yang telah disetujui oleh pihak bank (kontrak penjualan). Mayoritas pembelian persediaan dari kontrak penjualan yang dibiayai berasal dari PT IBM Indonesia. Setiap pinjaman untuk kontrak penjualan ini jatuh tempo sesuai dengan janka waktu kontrak penjualan yang dibiayai tersebut. Pinjaman yang digunakan untuk kontrak penjualan yang berjangka waktu lebih dari 1(satu) tahun terdiri dari: Pinjaman dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) akan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 20 April 2007, 28 Agustus 2007 dan 30 Maret 2008. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 6% pada tahun 2005 dan 2004. Pinjaman ini dijamin dengan rekening escrow Perusahaan, piutang usaha dan persediaan yang dibeli dari pinjaman ini dengan nilai minimum 125% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9). Pinjaman dari PT Bank Niaga Tbk memiliki saldo pinjaman sebesar USD 1,216 dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Agustus 2007. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 6% pada tahun 2005. Pinjaman ini dijamin dengan rekening escrow Perusahaan, piutang usaha dengan nilai maksimum 125% dari fasilitas pinjaman dan persediaan yang dibiayai dari pinjaman ini dengan nilai minimum 110% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9). Pinjaman dari PT Bank Permata Tbk memiliki jumlah maksimum kredit sebesar USD 1,500 (lihat Catatan 14). Pada tanggal 31 Maret 2005 fasilitas ini telah digunakan sebesar Rp 7.827 untuk membiayai proyek yang akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2007. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 7% untuk pinjaman dalam Dolar AS dan 14% untuk pinjaman dalam Rupiah pada tahun 2005. Pinjaman ini dijamin dengan rekening escrow Perusahaan, piutang usaha dengan nilai minimum 150% dari fasilitas pinjaman dan persediaan yang dibeli dari pinjaman ini dengan nilai minimum 125% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9). 49

-

-

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

22. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) Pada tahun 2004, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman investasi angsuran dari PT Bank Akita sebesar Rp 2.750. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 11% dan akan jatuh tempo pada tanggal 6 Mei 2009. Pinjaman ini dijamin dengan perangkat IBM yang dibiayai dan piutang usaha (lihat Catatan 12 dan 7). Pinjaman dari Eastbourne Worldwide Ltd berasal dari pengalihan hutang dari Japan Asia Investment Corporation (JAIC). Pada tahun 2003, akun ini merupakan sisa pokok dan bunga masih harus dibayar sebesar Rp 58.853 kepada JAIC yang berasal dari restrukturisasi hutang PT Multipolar Perkasa (perusahaan anak yang sudah dilepas di tahun 1999) ke PT Bank Indonesia Raya Tbk (sudah dilikuidasi). Pada Desember 2003, JAIC mengalihkan seluruh kewajiban ini kepada Eastbourne Worldwide Ltd. Pada bulan yang sama Perusahaan berhasil merestrukturisasi hutang tersebut sebesar Rp 11.771 yang dicatat sebagai pendapatan luar biasa di Desember 2003. Pada tanggal 5 Desember 2004, Eastbourne Worldwide Ltd menyetujui restrukturisasi hutang pokok dan bunga pinjaman Perusahaan. Pinjaman ini terhutang dalam 3 (tiga) kali pembayaran yaitu: Rp 23 Desember 2006 23 Desember 2007 23 Desember 2008 Jumlah 7,062 7,062 32,958 47,082

Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 3 bulanan SBI ditambah 2%. Berdasarkan perjanjian, Perusahaan dilarang menjaminkan kepada pihak lain (negative pledge) atas saham MPP milik Perusahaan sebesar Rp 30.000 dan atas saham BM milik AcrossAsia Limited (dahulu AcrossAsia Multimedia Ltd), pemegang saham Perusahaan sebesar Rp 60.000 (lihat Catatan 10.f). Perjanjian-perjanjian pinjaman tersebut di atas mensyaratkan, antara lain bahwa Perusahaan dan perusahaan anak tidak diperkenankan, kecuali dengan persetujuan dari kreditur, menggunakan fasilitas di luar tujuan penggunaan kredit, memperoleh kredit/pinjaman baru dalam bentuk apapun dari pihak lain, baik untuk modal kerja ataupun investasi kecuali dalam rangka transaksi dagang yang lazim, mengikatkan diri sebagai jaminan hutang atau menjaminkan sebagian besar atau seluruh harta kekayaan Perusahaan kepada pihak lain, melakukan kegiatan investasi yang lebih dari 20% dari total aktiva, memberikan pinjaman baru kepada siapapun juga termasuk pemegang saham kecuali dalam rangka kegiatan usaha normal, menjual atau memindahtangankan dengan cara apapun atau melepaskan sebagian atau seluruh harta debitur yang merupakan jaminan, menyerahkan sebagian atau seluruh hak dan atau kewajiban Perusahaan, melakukan merger dan menyajikan permohonan dan atau menyuruh pihak lain menyajikan permohonan kepada pengadilan untuk dinyatakan pailit atau penundaan pembayaran hutang. Pada tanggal 31 Maret 2005, Perusahaan dan perusahaan anak telah memenuhi seluruh persyaratan yang terdapat dalam perjanjian pinjaman.

50

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

23. HUTANG KEPADA BUKAN LEMBAGA KEUANGAN Hutang Kepada Bukan Lembaga Keuangan per 31 Maret 2005 merupakan hutang sewa toko oleh MPP, perusahaan anak, yang terdiri dari: Jumlah PT Trikaya Idea Sakti PT Griya Mentari Dewata PT Matahari Mas Sejahtera PT Bogor Internusa Graha Hotel (USD 429) Lain-lain (termasuk USD 65) Jumlah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun PT Griya Mentari Dewata PT Matahari Mas Sejahtera Lainnya (termasuk USD 65) Jumlah Bagian Jangka Panjang 11.438 7.350 4.950 4.069 617 28.424

7.350 4.950 617 12.917 15.507

MPP, perusahaan anak, menghentikan pembayaran hutang untuk toko-toko yang terbakar. Pembayaran akan dilanjutkan pada saat toko tersebut dibuka kembali.

24. MODAL SAHAM Susunan pemegang saham Perusahaan per 31 Maret 2005 dan 2004 adalah sebagai berikut :
2005 Persentase Pemilikan (%) 50,13 0,01 0,00 49,86 100,00

Pemegang Saham AcrossAsia Ltd. (d/h AcrossAsia Multimedia Ltd.) Manajemen Jeffrey Koes Wonsono Antonius Agus Susanto Lain-lain (masing-masing di bawah 5% pemilikan) Jumlah

Jumlah Saham 938.328.300 112.000 400 933.327.300 1.871.768.000

Jumlah 469.164 56 0 466.664 935.884

51

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

24. MODAL SAHAM (lanjutan)
2004 Persentase Pemilikan (%) 50,13 0,01 0.00 0,00 0.00 49,86 100,00

Pemegang Saham AcrossAsia Ltd. (d/h AcrossAsia Multimedia Ltd.) Manajemen Jeffrey Koes Wonsono Billy Sindoro Antonius Agus Susanto Jenny Kuistono Lain-lain (masing-masing di bawah 5% pemilikan) Jumlah

Jumlah Saham 938.328.300 112.000 7.500 400 200 933.319.600 1.871.768.000

Jumlah 469.164 56 3 466.661 935.884

25. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH Jumlah Agio Saham yang Timbul dari: - Penerbitan Saham Melalui Penawaran Umum Terbatas II dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu - Penerbitan Saham di Luar Penawaran Umum Terbatas Pengumuman dividen saham Beban emisi saham Jumlah

32.613 33.375 (22.856) (10.819) 32.313

26. TRANSAKSI PERUBAHAN EKUITAS PERUSAHAAN ANAK/PERUSAHAAN ASOSIASI 2005 PT Reksa Puspita Karya Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Transaksi Perubahan Ekuitas NGT, Perusahaan Asosiasi Sub Jumlah PT Matahari Putra Prima Tbk Rugi yang Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Sub Jumlah Jumlah 2004

(6.553 ) (701 ) (7.254 )

(6.553) (701) (7.254)

4.583 4.583 (2.671 )

(15.606) 1.597 (14.009) (21.263)

52

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

27. PENJUALAN BERSIH, PENDAPATAN JASA DAN USAHA LAINNYA a. Penjualan bersih, pendapatan jasa dan usaha lainnya diperoleh dari para pelanggan sebagai berikut :
Jumlah 2005 Pihak hubungan istimewa (lihat juga Catatan 32) Pihak ketiga Jumlah 25.622 1.436.803 1.462.425 2004 15.989 131.360 147.349 Persentase terhadap Jumlah Penjualan (%) 2005 2,00 98,00 100,00 2004 10,85 89,15 100,00

b. Rincian penjualan menurut produk dan jasa adalah sebagai berikut : 2005 Eceran dan Distribusi Teknologi Informasi Perangkat Keras dan Perangkat Pendukungnya Perangkat Lunak Jasa Lainnya Sub Jumlah Administrasi Saham dan Jasa Lainnya Jumlah 1.326.281 2004 -

92.824 8.275 30.667 131.766 4.378 1.462.425

118.289 9.515 18.754 146.558 791 147.349

Penjualan eceran dan distribusi merupakan hasil penjualan dari toko-toko MPP, perusahaan anak, termasuk Matahari Super Ekonomi dan pusat hiburan keluarga yang dikenal sebagai Time Zone. Tokotoko tersebut berlokasi di 37 kota di Indonesia. Untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005, penjualan konsinyasi MPP, perusahaan anak, berjumlah sebesar Rp 496.495, dan beban terkait yang dibayarkan kepada pemilik (consignor) sebesar Rp 347.266.

53

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

28. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN JASA Rincian beban pokok penjualan dan jasa menurut produk dan jasa terdiri dari: 2005 Eceran dan Distribusi Teknologi Informatika Perangkat Keras dan Perangkat Pendukungnya Perangkat Lunak Jasa Lainnya Sub Jumlah Administrasi Saham dan Jasa Lainnya Jumlah 929.678 2004 -

79.810 7.465 19.754 107.029 1.036.707

102.503 7.971 8.899 119.373 381 119.754

29. BEBAN USAHA 2005 Penjualan Sewa – Bersih (setelah dikurangi pendapatan sewa sebesar Rp 3.789 pada tahun 2005) Pemasaran Perlengkapan Kartu kredit Lain-lain Sub Jumlah Umum dan Administrasi Gaji, Tunjangan dan Kesejahteraan Karyawan Penyusutan (lihat juga Catatan 10) Listrik dan Energi Honorarium Tenaga Ahli Pajak dan Perijinan Perjalanan dan Transportasi Asuransi Telepon, Faksimili dan Benda Pos Pemeliharaan dan Perbaikan Lain-lain Sub Jumlah Jumlah Beban Usaha 2004 (Disajikan Kembali)

103.340 33.572 10.838 5.230 2.364 155.344

516 5 80 1.692 2.293

107.174 45.809 33.187 8.474 5.152 6.418 8.969 4.529 3.009 15.978 238.699 394.043

3.298 2.550 188 894 75 279 3 237 37 2.095 9.656 11.949

54

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

30. MANFAAT PENSIUN Perusahaan dan perusahaan anak tertentu menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk karyawan tetap yang ingin berpartisipasi. Program pensiun ini dikelola oleh PT Asuransi AIG Life, pihak hubungan istimewa. Dana pensiun terdiri dari kontribusi karyawan sebesar 3% dari gaji pokok tahunan, sedangkan Perusahaan dan perusahaan anak memberikan kontribusi sebesar 5% dari gaji tahunan karyawan yang bersangkutan. Perusahaan dan perusahaan anak juga membentuk cadangan untuk kesejahteraan karyawan berdasarkan Undang-undang Negara Republik Indonesia No. 13 tahun 2003 mengenai tenaga kerja. Cadangan yang belum tercakup dalam dana pensiun Perusahaan dan perusahaan anak tersebut di atas, disajikan dalam neraca konsolidasi sebagai “Hutang Jangka Panjang Lainnya” (lihat Catatan 22).

31. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Maret 2005, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing adalah sebagai berikut : Mata Uang Asing Aktiva Kas dan setara kas Investasi jangka pendek Piutang Usaha Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga Lain-lain Aktiva Lancar Lainnya – Uang Muka Aktiva Tidak Lancar Lainnya – Uang Jaminan dan Piutang Jangka Panjang Jumlah Aktiva Kewajiban Pinjaman Jangka Pendek Surat Promes Hutang Beban masih harus dibayar Kewajiban Lancar Lainnya – Uang Muka Pelanggan Hutang Jangka Panjang Jumlah Kewajiban Kewajiban Bersih dalam Mata Uang Asing USD Euro USD USD USD USD USD USD 902 209 4.090 3.466 3.496 109 2.179 2.586 Setara Rupiah 8.552 2.566 38.773 32.861 33.143 1.030 20.652 24.513 162.090

USD USD USD USD USD USD

3.068 1.390 1.544 9.932 254 19.108

29.083 13.173 14.634 94.160 2.411 181.142 334.603 (172.513 )

55

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan perusahaan anak melakukan transaksi dengan pihakpihak hubungan istimewa, yang terutama terdiri dari penjualan, penyediaan jasa dan sewa ruang yang dilakukan atas dasar yang sama dengan pihak ketiga (arm’s length basis), dan uang muka antar perusahaan. Rincian akun dan transaksi dengan pihak-pihak hubungan istimewa adalah sebagai berikut :
Persentase Terhadap Jumlah Aktiva/ Kewajiban/Pendapatan dan Beban yang Bersangkutan 2005 % 0,91 2004 (Disajikan Kembali) % 0,77

Jumlah 2005 Rp Kas dan setara kas PT Bank Lippo Tbk InvestasiJangkaPendek PT Lippo Karawaci Tbk PT Ciptadana Sekuritas Indonesian Investment Fund Ltd. PT Ciptadana Asset Management PT Bank Lippo Tbk Lain-lain Jumlah 42.952 2004 (Disajikan Kembali) Rp 12.762

71.981 62.826 19.350 7.912 734 259 163.062

534 252 786

1,53 1,34 0,41 0,17 0,02 0,01 3,48

0,03 0,02 0,05

Piutang Usaha PT Bank Lippo Tbk PT Link Net PT Broadband Multimedia Tbk PT Natrindo Telepon Seluler Lain-lain Sub Jumlah Lain-lain Jumlah

21.650 14.829 9.960 4.430 904 51.773 82 51.855

13.770 11.834 10.043 4.318 1.012 40.977 1.404 42.381

0,46 0,32 0,21 0,09 0,02 1,10 0,00 1,10

0,83 0,72 0,61 0,26 0,06 2,48 0,09 2,57

Piutang hubungan istimewa PT Lippo Sekurities Tbk Karyawan PT Natrindo Telepon Selular PT Sarana Karya Cemerlang PT Inti Mitratama Abadi Lain-lain Jumlah Investasi pada Perusahaan Asosiasi PT Broadband Multimedia Tbk PT Bintang Sidoraya PT Matahari Leisure PT Tason Mitra Prima PT Sarana Karya Cemerlang PT Matahari Putra Prima Tbk PT Multifiling Mitra Indonesia PT Natrindo Global Telekomunikasi Jumlah

20.951 9.008 2.125 1.600 1.035 857 35.576

1.710 978 105 2.793

0,45 0,19 0,04 0,03 0,02 0,02 0,75

0,10 0,06 0,01 0,17

47.617 21.219 11.318 3.395 400 83.949

39.429 1.005.573 10.710 9 1.055.721

1,01 0,45 0,24 0,07 0,02 1,79

2,39 60,86 0,65 0,00 63,90

56

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)
Persentase Terhadap Jumlah Aktiva/ Kewajiban/Pendapatan dan Beban yang Bersangkutan 2005 % 2004 (Disajikan Kembali) %

Jumlah 2005 Rp Investasi jangka panjang lainnya Investasi pada: BignoXX.com (CI) Limited PT Aneka Tirta Nusa PT Matahari Courts Tbk PT Lippo Karawaci Tbk PT Asianet Multimedia PT Multipolar Telemedia PT Lippo On Line PT Natrindo Telepon Seluler PT Natrindo Kartu Panggil Sub Jumlah Uang Muka Investasi pada: PT Air Pasifik Utama PT Asianet Multimedia PT Lippo On Line PT Natrindo Telepon Seluler Sub Jumlah Jumlah 2004 (Disajikan Kembali) Rp

84.050 13.737 4.251 1.620 507 250 125 0 104.540

1.500 507 250 125 7.757 0 10.139

1,79 0,29 0,09 0,03 0,01 0,01 0,00 0,00 2,22

0,09 0,03 0,01 0,00 0,47 0,00 0,61

34.975 27.943 124 63.042 167.582

27.943 124 179 28.246 38.385

0,75 0,59 0,00 1,34 3,56

1,69 0,01 0,01 1,71 2,32

Aktiva Tidak Lancar Lainnya Uang Jaminan – Lainnya Pinjaman Jangka Pendek Fasilitas margin – PT Ciptadana Sekuritas Hutang Usaha Lain-lain Jumlah Beban masih harus dibayar PT Multifiling Mitra Indonesia PT Satriajati Patria Luhur Jumlah Kewajiban lancar lainnya Uang muka pelanggan PT Broadband Multimedia Tbk PT Matahari Putra Prima Tbk Lain-lain Sub Jumlah Pendapatan jasa diterima di muka PT Bank Lippo Tbk Lain-lain Sub Jumlah Jumlah

385

15

0,01

0,00

15.300

-

3,3

-

373 44 417

793 108 901

0,01 0,00 0,01

0,05 0,01 0,06

-

2.579 773 3.352

-

0,16 0,04 0,20

250 2 252

1.825 10.472 88 12.385

0,01 0,00 0,01

0,11 0,63 0,01 0,75

2.213 2.213 2.465

1.078 767 1.845 14.230

0,05 0,05 0,06

0,07 0,04 0,11 0,86

57

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)
Persentase Terhadap Jumlah Aktiva/ Kewajiban/Pendapatan dan Beban yang Bersangkutan 2005 % 2004 (Disajikan Kembali) %

Jumlah 2005 Rp Hutang hubungan istimewa PT Bintang Sidoraya Royalti – Avel Pty. Limited, Australia Lain-lain Jumlah Surat Promes Individu (PT Ciptadana Sekuritas, pengelola) PT Link Net PT Satriajati Patria Luhur Jumlah 2004 (Disajikan Kembali) Rp

1.702 1.093 14 2.809

505 505

0,04 0,02 0,00 0,06

0,03 0,03

59.114 15.450 2.100 76.664

15.450 2.100 17.550

1,26 0,33 0,04 1,63

0,93 0,13 1,07

Hutang jangka panjang lainnya PT Multifiling Mitra Indonesia Penjualan bersih, pendapatan jasa dan usaha lainnya PT Bank Lippo Tbk Lain-lain Jumlah Beban pokok penjualan dan jasa PT Multifiling Mitra Indonesia Beban sewa PT Matahari Putra Prima Tbk Lainnya Jumlah Beban Pemasaran Avel Pty. Limited, Australia Honorarium arsip manajemen Beban telepon, faksimili dan benda pos Beban asuransi Penghasilan bunga PT Ciptadana Sekuritas Lain-lain Jumlah Beban bank

-

572

-

0,03

24.842 777 25.619

13.802 2.187 15.989

1,70 0,05 1,75

9,37 1,48 10,85

-

100

-

0,08

907 907

786 786

0,87 0,87

43,98 43,98

2.019 123 109 510

137 100 45

6,01 52,34 2,33 5,61

61,21 27,94 65,80

3.154 676 3.830 30

28 28 -

21,21 4,55 25,76 0,06

2,42 2,42 -

58

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)
Persentase Terhadap Jumlah Aktiva/ Kewajiban/Pendapatan dan Beban yang Bersangkutan 2005 % 2004 (Disajikan Kembali) %

Jumlah 2005 Rp Bagian laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi PT Matahari Leisure (ML) PT Broadband Multimedia Tbk PT Matahari Putra Prima Tbk PT Multifiling Mitra Indonesia PT Natrindo Global Telekomunikasi Bersih 2004 (Disajikan Kembali) Rp

2.471 (5 ) 2.466

(112 ) (2.859 ) 1.073 (75 ) (1.973 )

100,20 (0,20) 100,00

(5,67) (144,83) 54,35 (3,85) 100.00

Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak-pihak hubungan istimewa adalah sebagai berikut :
Perusahaan PT AON Indonesia PT Aryaduta Hotels Tbk PT Asianet Multimedia Hubungan Afiliasi Afiliasi Afiliasi Beban asuransi Penjualan Piutang usaha, uang muka antar perusahaan, investasi jangka panjang lainnya dan penjualan Piutang usaha, penjualan dan premi dana pensiun Penjualan Hutang royalty dan pembayaran untuk beban promosi Penyertaan saham dan hutang antar perusahaan Rekening koran, deposito berjangka, surat berharga, piutang usaha, biaya dibayar di muka, uang jaminan, pinjaman bank, uang muka pelanggan, beban masih harus dibayar, pendapatan jasa diterima di muka, penjualan, honorarium arsip manajemen, penghasilan bunga, dan beban bunga dan beban pendanaan lainnya Surat berharga, piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan, investasi jangka panjang lainnya, uang muka pelanggan, penjualan, beban telepon Piutang usaha Investasi pada dana yang dikelola, pembukaan rekening koran, piutang usaha, uang muka pelanggan, honorarium arsip manajemen dan penjualan Investasi reksa dana Investasi reksa dana Piutang usaha, uang muka antar perusahaan, penjualan dan pendapatan lain-lain Piutang usaha, biaya dibayar di muka, uang muka/pinjaman antar perusahaan, perolehan aktiva tetap, surat promes, penjualan, beban sewa, dan beban telepon Penjualan Piutang usaha, pendapatan jasa diterima di muka dan penjualan Sifat Saldo Akun/Transaksi

PT Asuransi AIG Lippo Life PT Asuransi Jiwa Lippo Utama PT Avel Pty. Limited, Australia PT Bintang Sidoraya PT Bank Lippo Tbk

Afiliasi Afiliasi Afiliasi Asosiasi Afiliasi

PT Broadband Multimedia Tbk

Afiliasi

PT Bukit Sentul Tbk PT Ciptadana Sekuritas

Afiliasi Afiliasi

PT Ciptadana Asset Management Indonesian Investment Fund Ltd. PT Inti Mitratama Abadi

Afiliasi Afiliasi Afiliasi

PT Link Net

Afiliasi

PT Lippo Cikarang Tbk PT Lippo E-Net Tbk

Afiliasi Afiliasi

59

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)
Perusahaan Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi

PT Lippo General Insurance Tbk

Afiliasi

Piutang usaha, biaya dibayar di muka, pendapatan jasa diterima di muka, penjualan dan beban asuransi Surat berharga, piutang usaha, investasi jangka panjang lainnya, uang jaminan, pendapatan jasa diterima di muka dan penjualan Surat berharga, perolehan investasi dalam properti, uang muka pembelian aktiva tetap dan penjualan Piutang usaha dan investasi jangka panjang lainnya Surat berharga, piutang usaha, piutang antar perusahaan, pendapatan jasa diterima di muka, penjualan dan honorarium arsip manajemen

PT Lippo Karawaci Tbk

Afiliasi

PT Lippo Land Development Tbk

Afiliasi

PT Lippo On Line PT Lippo Securities Tbk

Afiliasi Afiliasi

PT Matahari Courts Tbk (perusahaan asosiasi MPP) PT Matahari Leisure PT Matahari Putra Prima Tbk

Asosiasi Asosiasi Asosiasi

Penyertaan saham dan pendapatan bunga Penyertaan saham dan uang jaminan Surat berharga, piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan, investasi pada perusahaan asosiasi, beban masih harus dibayar, pendapatan jasa diterima di muka, penjualan, beban sewa, dan bagian laba bersih perusahaan asosiasi Piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan, investasi pada perusahaan asosiasi, uang jaminan, beban masih harus dibayar, hutang jangka panjang lainnya, penjualan, beban sewa, honorarium arsip manajemen, beban alat tulis dan perlengkapan kantor dan bagian laba bersih perusahaan asosiasi Piutang usaha dan penjualan Uang muka/pinjaman antar perusahaan dan investasi jangka panjang lainnya Piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan, investasi pada perusahaan asosiasi, penjualan dan bagian rugi bersih perusahaan asosiasi Piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan, investasi jangka panjang lainnya, hutang usaha, penjualan, dan beban telepon, faksimili dan benda pos Piutang usaha, uang mukapinjaman antar perusahaan, investasi jangka panjang lainnya, uang muka pelanggan dan penjualan Penjualan Perolehan aktiva tetap, surat promes, hutang jangka panjang lainnya, dan beban bunga dan beban pendanaan lainnya Penyertaan saham Investasi pada perusahaan asosiasi

PT Multifiling Mitra Indonesia

Asosiasi

PT Multimedia Netlink PT Multipolar Telemedia

Afiliasi Afiliasi

PT Natrindo Global Telekomunikasi

Asosiasi

PT Natrindo Kartu Panggil

Afiliasi

PT Natrindo Telepon Seluler

Asosiasi

PT Pacific Utama Tbk PT Satriajati Patria Luhur

Afiliasi Afiliasi

PT Tason Mitra Prima PT Tirta Mandiri Sejahtera AcrossAsia Ltd (d/h AcrossAsia Multimedia Ltd.)

Asosiasi Asosiasi

Pemegang saham

Uang muka Perusahaan

antar

perusahaan

dan

penjamin

pinjaman

bank

Komisaris dan direktur

Karyawan perusahaan

Pinjaman karyawan, dan gaji, tunjangan dan kesejahteraan karyawan

60

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

33. PERJANJIAN DAN KOMITMEN LAINNYA a. Pada tanggal 18 Mei 1994, Perusahaan mengadakan perjanjian izin distribusi dengan BankVision Software Ltd. (BV), Amerika Serikat, yang kemudian diubah dengan perjanjian tanggal 28 November 1997, dimana Perusahaan mendapat hak istimewa untuk menjual dan mendistribusikan produk dengan merek dagang BV. Sebagaimana telah disetujui oleh kedua belah pihak, Perusahaan membayar BV sebesar USD 250 dalam sekali pembayaran sebagai imbalan untuk seluruh hak istimewa dan izin tersebut. Perjanjian yang telah diubah tersebut berlaku selama 99 tahun. b. Pada tahun 1997, MPP, perusahaan anak, menandatangani sebuah perjanjian dengan PT Permana Indoasri Nusantara (PIN), dimana PIN mendapat hak untuk memasarkan dan menyewa ruangan toko MPP yang berlokasi di Serang, Sukabumi, Cianjur dan Karawang. Perjanjian ini berlaku sampai tiga bulan setelah pembukaan mal di mana ruangan toko tersebut berada. Sampai dengan 31 Maret 2005, hanya mal di Karawang yang telah dioperasikan. c. Pada bulan Maret 2001, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan PT Citraciti Pacific untuk menyewa ruangan toko seluas 11.000 m2 di Pekanbaru. Periode sewa adalah selama 20 tahun yang terbagi menjadi empat periode masing-masing 5 tahun, dan dimulai 4 bulan setelah searah terima ruangan toko kepada MPP. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian sewa menyewa, MPP memberikan jaminan sewa sebesar Rp 3.795 dan uang muka sebesar Rp 5.795, yang masing-masing disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Uang Jaminan) dan Uang Muka per 31 Maret 2005. Toko tersebut belum dibuka per 31 Maret 2005.

d. Pada tanggal 8 Maret 2001, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian lisensi dengan IGA, Inc. (IGA), dimana IGA memberikan wewenang dan lisensi kepada MPP untuk menggunakan merk dagang IGA (1) untuk mengidentifikasi MPP sebagai salah satu anggota IGA, (2) untuk distribusi dan pemasaran produk dengan standar kualifikasi yang ditetapkan oleh IGA, hanya di toko MPP, dan menyediakan pelayanan sesuai dengan sistem IGA pada toko tersebut, dan (3) sehubungan dengan pengadaan dan pemberian label pada produk dengan standar kualitas yang ditetapkan oleh IGA. Pada tanggal yang sama, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan IGA untukmemperoleh pelayanan dan dukungan dari IGA, termasuk pengarahan dan konsultasi, bantuan hubungan masyarakat internasional dan kehadiran pada peristiwa penting. e. Pada bulan Juli 2001, MPP, perusahaan anak, menandatangi perjanjian sewa menyewa dengan PT Benteng Teguh Perkasa untuk menyewa ruangan toko dengan luas 9.800 m2 untuk periode 20 tahun di Kramat Jati – Jakarta, dengan jumalh harga sewa sebesar Rp 75.100. Periode sewa dimulai pada bulan November 2004. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian sewa menyewa, MPP memberikan uang muka. Saldo uang muka sewa per tanggal 31 Maret 2005 adalah sebesar Rp 23.581 dan disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar lainnya (Sewa Jangka Panjang). Per 31 Maret 2005, MPP masih dalam proses negosiasi dengan pemilik bangunan untuk mengubah masa sewa dari 20 tahun menjadi 11 tahun.

61

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

33. PERJANJIAN DAN KOMITMEN LAINNYA (lanjutan) f. Pada bulan Juni 2002, MPP, perusahaan anak, menandatangani property agency agreement dengan PT Dwimustika Mas (DM) selaku penerima hak (franchisee) dari Coldwell Banker USA, untuk membantu MPP dalam melakukan studi kelayakan dan mengidentifikasi lokasi baru yang berpotensi untuk pengembangan toko di masa yang akan datang. Berdasarkan surat penawaran dari PT DM, pada bulan Desember 2002, MPP setuju untuk membeli ruangan toko dengan luas 12.000 m2, berlokasi di Depok dengan harga beli sebesar Rp 90.000. Pada bulan Februari 2004, MPP menandatangani perjanjian jual beli tambahan ruangan toko seluas 1.045 m2 dengan harga beli sebesar Rp 9.405. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian jual beli atas pembelian tambahan ruangan toko tersebut, MPP memberikan uang muka sebesar Rp 98.405, per 31 Maret 2005 disajikan sebagai bagian dari “Uang Muka Pembelian Aktiva Tetap“. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum dibuka. Berdasarkan surat penawaran dari PT DM, pada bulan Desember 2004, MPP setuju untuk membeli ruangan toko dengan luas 19.400 m2, yang berlokasi di Jakarta dengan harga beli sebesar Rp 206.150. Per 31 Maret 2005, MPP telah memberikan uang muka sebesar Rp 175.228 yang disajikan sebagai bagian dari “Uang Muka Pembelian Aktiva Tetap“. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum dibuka. g. Pada tanggal 27 Desember 2002, MPP, perusahaan anak, menandatangani Management Agreement dengan PT Matahari Graha Fantasi (MGF), perusahaan anak MPP, di mana MPP setuju untuk memberikan jasa konsultasi manajemen kepada MGF. Sebagai kompensasinya, MPP mendapat jasa manajemen tahunan, yang dihitung dengan persentase tertentu dari pendapatan kotor MGF. Kesepakatan ini berlaku selama 12 tahun terhitung mulai 1 Januari 2003. Pendapatan dan biaya manajemen sebesar Rp 859 untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005 telah dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian. h. Pada bulan Januari 2003, MGF, menandatangani Business System License Agreement dengan Avel Pty. Limited, Australia (lisensor) di mana lisensor memberikan kepada MGF hak eksklusif untuk menggunakan Timezone Business System di Indonesia. Sebagai kompensasinya, lisensor mendapat royalti tahunan, yang dihitung dengan persentase tertentu dari pendapatan kotor MGF. Kesepakatan ini berlaku selama 12 tahun terhitung mulai 1 Januari 2003. Beban royalti dibebankan pada usaha periode berjalan sebagai bagian dari “Beban Penjualan“ (Pemasaran) sebesar Rp 2.019 untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005. i. Pada bulan Februari 2003, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan PT Margamas Indah Development untuk menyewa ruangan toko sementara seluas 4.500 m2 dan ruangan toko permanen seluas 14.100 m2 di Makassar. Masa sewa ruangan toko sementara adalah selama 11 tahun atau akan berakhir setelah pembangunan ruangan toko permanen selesai. Periode sewa ruangan toko permanen adalah selama 11 tahun dimulai pada hari pembukaan toko di ruangan permanen. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian sewa, MPP memberikan jaminan sewa dan uang muka sewa untuk ruangan toko sementara dan permanen masing-masing sebesar Rp 1.000 dan Rp 7.900 yang disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Uang Jaminan) dan Uang Muka Sewa per 31 Maret 2005. Per 31 Maret 2005 toko permanen tersebut belum dibuka.

62

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

33. PERJANJIAN DAN KOMITMEN LAINNYA (lanjutan) j. Pada tanggal 3 Juli 2003, MPP, perusahaan anak, mendapat fasilitas kredit modal kerja revolving sebesar Rp250.000 dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Fasilitas kredit tersedia sampai dengan bulan Juli 2004 dan diperpanjang sampai dengan Juli 2005. Pada tanggal 25 Juni 2004, MPP, perusahaan anak, mendapat fasilitas kredit modal kerja revolving sebesar Rp100.000 dan fasilitas transaksi valuta asing berupa Pre Settlement of Exposure on Foreign Exchange (PSE-FX)/Settlement Risk (SR) dengan jumlah maksimal PSE-FX sebesar AS$400 dan jumlah maksimum SR sebesar AS$5.000 per hari dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Fasilitas kredit tersedia sampai dengan bulan Juni 2005 Pinjaman tersebut diatas dijamin dengan persediaan dengan nilai eceran minimal sebesar 110% dari jumlah fasilitas dan bangunan tertentu. Fasilitas kredit dikenakan bunga dengan tingkat bunga mengambang berkisar antara 10,94% sampai 12% per tahun. Berdasarkan perjanjian, MPP diwajibkan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu, antara lain seperti memelihara rasio-rasio keuangan tertentu. Pada tanggal 31 Maret 2005, semua rasio-rasio keuangan tersebut terpenuhi. Per tanggal 31 Maret 2005, fasilitas pinjaman yang belum digunakan sebesar Rp350.000 dan AS$400. k. Pada bulan Oktober 2003, MPP, perusahaan anak menandatangani perjanjian jual beli dengan PT Pendopo Niaga untuk membeli ruangan toko dengan luas 11.000 m2 yang berlokasi di Malang dengan harga beli sebesar Rp 99.585. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian jual beli, MPP memberikan uang muka sebesar Rp 99.585, yang disajikan sebagai bagian dari “Uang Muka Pembelian Aktiva Tetap” per 31 Maret 2005. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum dibuka. Pada bulan Juni 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani “Open Book Master Logistic Sevices Agreement“ dengan PT. Exel Indonesia (Exel), di mana Exel setuju untuk menyediakan jasa logistik kepada MPP. MPP setuju untuk membayar kepada Exel semua biaya yang timbul selama periode penyediaan jasa tersebut yang harus disetujui semua pihak. Di samping itu, MPP akan membayar jasa manajemen dengan jumlah tertentu untuk tahun pertama. Perjanjian ini berlaku efektif sejak tanggal 1 Juli 2004 dan berakhir tanggal 1 Juni 2009.

l.

m. Pada bulan Juli 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan PT Govindo Utama untuk menyewa ruangan toko seluas 7.008 m2 di Banjarmasin. Periode sewa adalah 11 tahun terhitung sejak tanggal pembukaan toko. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian, MPP memberikan jaminan sewa sebesar Rp 630 yang disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Uang Jaminan) per 31 Maret 2005. Toko tersebut belum dibuka per 31 Maret 2005. n. Pada bulan Agustus 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan PT Donindo Menara Utama untuk menyewa ruangan toko seluas 9.000 m2 di Banjarmasin. Periode sewa adalah 11 tahun terhitung sejak tanggal pembukaan toko dan dapat diperpanjang. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian sewa menyewa, MPP memberikan jaminan sewa menyewa sebesar Rp 1.500 yang disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Uang Jaminan) per 31 Maret 2005. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum. o. Pada bulan September 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan PT Santosa Mitra Kalindo untuk menyewa ruangan toko seluas 12.071 m2 di Pontianak. Periode sewa adalah 11 tahun terhitung sejak tanggal pembukaan toko dan dapat diperpanjang. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian sewa, MPP memberikan jaminan sewa sebesar Rp 1.300 yang disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Uang Jaminan) per 31 Maret 2005. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum dibuka. 63

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

33. PERJANJIAN DAN KOMITMEN LAINNYA (lanjutan) p. Pada bulan September 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian jual beli dengan PT Unitech Prima Indah untuk membeli ruangan toko dengan luas 13.417 m2 yang berlokasi di Medan, dengan harga beli sebesar Rp 112.466. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian jual beli, MPP memberikan uang muka sebesar Rp 112.466 yang disajikan sebagai bagian dari Uang Muka Pembelian Aktiva Tetap per 31 Maret 2005. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum dibuka. q. Pada bulan Nopember 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian kerjasama dengan Pemerintah Kota Malang untuk pembangunan kembali Pasar Besar Malang yang berlokasi di Malang. MPP berkewajiban untuk membangun kembali toko yang sebelumnya terbakar di Pasar Besar Malang. Sebagai kompensasinya, jangka waktu sewa MPP diperpanjang hingga tahun 2004.

34. INFORMASI SEGMEN Segmen Primer Perusahaan dan perusahaan anak mengklasifikasikan produk dan jasa mereka menjadi tiga segmen usaha utama yaitu : • Eceran dan Distribusi • Teknologi Informatika, • Administrasi Saham dan Jasa Lainnya, dan • Lain-lain. Informasi mengenai segmen primer yang berupa segmen usaha Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut : 2005 2004 (Disajikan Kembali) (i) Penjualan bersih, pendapatan jasa dan usaha lainnya Eceran dan Distribusi Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga Antar Segmen Sub Jumlah Teknologi Informatika Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga Antar Segmen Sub Jumlah

1.326.281 1.326.281 23.924 107.842 14.776 146.542

15.323 131.235 146.558

64

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

34. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 2005 2004 (Disajikan Kembali)

(i) Penjualan bersih, pendapatan jasa dan usaha lainnya Administrasi Saham dan Jasa Lainnya Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga Antar Segmen Sub Jumlah Jumlah Eliminasi Bersih (ii) Laba usaha Eceran dan Distribusi Teknologi Informatika Administrasi Saham dan Jasa Lainnya Bersih (iii) Jumlah Aktiva Eceran dan Distribusi – Bersih Teknologi Informatika Eliminasi di Dalam Segmen Teknologi Informatika Bersih Administrasi Saham dan Jasa Lainnya – Bersih Lain-lain Eliminasi di dalam Segmen Lain-lain Bersih Sub Jumlah Eliminasi Bersih

1.698 2.680 116 4.494 1.477.317 (14.892) 1.462.425

666 125 791 147.349 147.349

16.593 13.272 1.811 31.676

15.889 (243) 15.646

3.871.514 1.855.502 (73,696) 1.781.806 64.983 61.819 (2) 61.817 5.780.120 (1.076.898) 4.703.222

1.675.245 (30,651) 1.644.594 41.823 58.016 (2) 58.014 1.744.431 (92.142) 1.652.289

65

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

34. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 2005 2004 (Disajikan Kembali)

(iv) Jumlah kewajiban Eceran dan Distribusi – Bersih Teknologi Informatika Eliminasi di dalam Segmen Teknologi Informatika Bersih Administrasi Saham dan Jasa Lainnya – Bersih Lain-lain – Bersih Sub Jumlah Eliminasi Bersih (v) Pengeluaran Modal Eceran dan Distribusi Teknologi Informatika Administasi Saham dan Jasa Lainnya Jumlah (vi) Penyusutan dan Amortisasi Eceran dan Distribusi Teknologi Informatika Administrasi Saham dan Jasa Lainnya Jumlah (vii) Bagian Laba (Rugi) Bersih Perusahaan Asosiasi Eceran dan Distribusi Teknologi Informatika Lain-lain Bagian Laba (Rugi) Bersih Perusahaan Asosiasi - Bersih 1.911.675 851.109 (21.850) 829.259 16.911 86.641 2.844.486 (120.292) 2.724.194 799.366 (56.030) 743.336 21.236 96.447 861.019 (109.960) 751.059

68.329 19.145 323 87.797

20.144 2 20.146

42.096 10.533 643 53.272

4.340 255 4.595

2.471 (5) 2.466

(1.786) (187) (1.973)

66

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

34. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 2005 (viii) Investasi pada Perusahaan Asosiasi yang Dimiliki oleh Perusahaan dan Perusahaan Anak yang Bergerak dalam Segmen : Eceran dan Distribusi Teknologi Informatika Lain-lain Jumlah Investasi pada Perusahaan Asosiasi 2004 (Disajikan Kembali)

36.332 47.617

1.016.283 39.438

83.949

1.055.721

Segmen Sekunder Informasi mengenai segment sekunder yang berupa segmen geografis Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut: 2005 Penjualan Jabotabek Eceran dan Distribusi Teknologi Informasi Administrasi dan Jasa Lainnya Sub-jumlah Luar Jabotabek Eceran dan Distribusi Teknologi Informasi Administrasi dan Jasa Lainnya Sub-jumlah Jumlah 2004

583.896 121.877 4.359 710.132 742.385 9.889 19 752.293 1.462.425

144.717 752 145.469 1.841 39 1.880 147.349

35. KONDISI PEREKONOMIAN DI INDONESIA Kegiatan usaha Perusahaan dan Perusahaan Anak mungkin akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di Indonesia di masa mendatang yang mungkin akan menyebabkan ketidakstabilan nilai tukar mata uang dan secara negatif mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Perbaikan dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan tergantung pada beberapa faktor seperti kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan oleh pemerintah dan faktor lainnya, yang merupakan suatu tindakan yang berada di luar kendali Perusahaan dan Perusahaan Anak.

67

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

37. PERISTIWA PENTING SETELAH TANGGAL NERACA Pada tanggal 28 April 2005, Perusahaan telah menyampaikan dokumen Pernyataan Pendaftaran ke BAPEPAM sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Terbatas III kepada Para Pemegang Saham Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sejumlah 2.339.710.000 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 125 (dalam rupiah penuh) setiap saham yag ditawarkan dengan harga Rp 125 (dalam rupiah penuh).

38. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang diselesaikan pada tanggal 29 April 2005.

68

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->