P. 1
Lembaga_Sosial_sosiologi

Lembaga_Sosial_sosiologi

|Views: 942|Likes:
Published by Suhadi Rembang
REVIEW BAB. II LEMBAGA SOSIAL
Oleh: Suhadi

Para ilmuan sosial hingga saat ini masih berdiskusi tentang penggunaan istilah
yang berhubugnan dengan ”seperangkat aturan/ norma yang berfungsi untuk
anggota masyarakatnya”. Istilah untuk menyebutkan seperangkat aturan/ norma
yang berfungsi untuk anggota masyarakatnya itu, terdapat dua istilah yang
digunakan, yaitu ”social institution” dan ”lembaga kemasyarakatan”. Mana yang
benar? Tentu semunya tidak ada yang salah, semuanya benar. Hanya saja ada
perbedaan penekanannya. Mereka yang menggunakan istilah ”social institution”
pada umumnya adalah para antropolog, dengan menekankan sistem nilai-nya.
Sedangkan pada sosiolog, pada umumnya menggunakan istilah lembaga
kemasyarakatan atau yang dikenal dengan istilah lembaga sosial, dengan
menekankan sistem norma yang memiliki bentuk dan sekaligus abstrak. Pada
tulisan ini, akan digunakan istilah lembaga sosial dengan tujuan untuk
mempermudah tingkat pemahaman dan sekaligus merujuk pada kurikulum
sosiologi yang berlaku saat ini.
REVIEW BAB. II LEMBAGA SOSIAL
Oleh: Suhadi

Para ilmuan sosial hingga saat ini masih berdiskusi tentang penggunaan istilah
yang berhubugnan dengan ”seperangkat aturan/ norma yang berfungsi untuk
anggota masyarakatnya”. Istilah untuk menyebutkan seperangkat aturan/ norma
yang berfungsi untuk anggota masyarakatnya itu, terdapat dua istilah yang
digunakan, yaitu ”social institution” dan ”lembaga kemasyarakatan”. Mana yang
benar? Tentu semunya tidak ada yang salah, semuanya benar. Hanya saja ada
perbedaan penekanannya. Mereka yang menggunakan istilah ”social institution”
pada umumnya adalah para antropolog, dengan menekankan sistem nilai-nya.
Sedangkan pada sosiolog, pada umumnya menggunakan istilah lembaga
kemasyarakatan atau yang dikenal dengan istilah lembaga sosial, dengan
menekankan sistem norma yang memiliki bentuk dan sekaligus abstrak. Pada
tulisan ini, akan digunakan istilah lembaga sosial dengan tujuan untuk
mempermudah tingkat pemahaman dan sekaligus merujuk pada kurikulum
sosiologi yang berlaku saat ini.

More info:

Published by: Suhadi Rembang on Jan 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

REVIEW BAB.

II LEMBAGA SOSIAL Oleh: Suhadi Para ilmuan sosial hingga saat ini masih berdiskusi tentang penggunaan istilah yang berhubugnan dengan ”seperangkat aturan/ norma yang berfungsi untuk anggota masyarakatnya”. Istilah untuk menyebutkan seperangkat aturan/ norma yang berfungsi untuk anggota masyarakatnya itu, terdapat dua istilah yang digunakan, yaitu ”social institution” dan ”lembaga kemasyarakatan”. Mana yang benar? Tentu semunya tidak ada yang salah, semuanya benar. Hanya saja ada perbedaan penekanannya. Mereka yang menggunakan istilah ”social institution” pada umumnya adalah para antropolog, dengan menekankan sistem nilai-nya. Sedangkan pada sosiolog, pada umumnya menggunakan istilah lembaga kemasyarakatan atau yang dikenal dengan istilah lembaga sosial, dengan menekankan sistem norma yang memiliki bentuk dan sekaligus abstrak. Pada tulisan ini, akan digunakan istilah lembaga sosial dengan tujuan untuk mempermudah tingkat pemahaman dan sekaligus merujuk pada kurikulum sosiologi yang berlaku saat ini. Pada tulisan yang mengulas/ mereview bab dua yaitu lembaga sosial ini, akan dipaparkan tentang; pengertian & hakekat lembaga sosial, tipe-tipe lembaga sosial, macam-macam lembaga sosial, serta peran & fungsi lembaga sosial itu sendiri. Mengingat begitu pentingnya pendalaman materi khususnya pada bagian lembaga keluarga, untuk itu ulasan tentang lembaga keluarga akan diulas sendiri (masih dalam proses). Hal ini dapat dilihat seringkali materi lembaga keluarga muncul di soal ujian nasional. Selanjutnya, semoga review materi lembaga sosial ini bermanfaat, khususnya untuk penulis, dan pembaca siswa di kelas IPS XII pada umumya. Pengertian & hakekat lembaga sosial Lembaga sosial adalah seperangkat aturan/ norma yang disepakati bersama untuk mengatur pola kehidupan manusia dalam mencukupi kebutuhannya. Beberapa ilmuan sosial yang berkontribusi dalam menjelaskan definisi lembaga sosial diantaranya dapat di lihat pada tabel di bawah ini. No. 1 2 3 4 5 Nama Ahli Horton & Hunt Bruce J. Cohen Penjelasan System norma untuk mencapai tujuan pokok manusia System pola sosial untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia Koentjaraningrat Suatu system norma untuk keperluan manusia dalam bermasyarakat Wiese & Becker Suatu jaringan sosial untuk memelihara hubungan manusia dan kelompoknya W.G. Summer Suatu pola-pola yang berfungsi memenuhi kebutuhan masyarakat

1

Lembaga sosial tidak serta merta hadir begitu saja. Terbentuknya lembaga sosial tercipta dengan urutan sebagai sebagai berikut seperti yang tertera pada tabel di bawah ini; Urutan 1 2 3 4 Istilah Usage Folkways Mores Custom Penjelasan Suatu cara untuk menyelesaikan sesuatu Kebiasaan atau perbuatan yang diulang-ulang Tata kelakuan yang diterima oleh masyarakat Adat atau tata kelakuan yang kekal dalam masyarakat

Aturan/ norma yang dimulai dari usage hingga custom yang digunakan untuk menjawab kebutuhan hidup manusia itu, kemudian di lembagakan/ diakui keberadaannya/ keabsahannya, atau dalam bahasa inggrisnya disebut institutionalization. Setelah diakui keabsahannya, aturan-aturan tersebut kemudian mendarahdaging pada diri setiap anggota masyarakat, atau dalam bahasa inggrisnya disebut internalized. Karena aturan/ norma itu telah diakui keberadaannya di masyarakat, agar aturan/ norma tersebut mampu digunakan dalam menyelesaikan masalah dan mencukupi kebutuhan masyarakat, maka diciptakan suatu alat untuk mengatur berjalannya aturan/ norma. Alat untuk mengatur berjalannya aturan/ norma itu yang kemudian disebut kontorl sosial atau dalam bahasa inggrisnya disebut social control. Kontol sosial itu berfungsi untuk; memperkuat keyakinan akan kebenaran norma/ aturan tersebut, memberi penghargaan bagi yang taat, mengembangkan rasa malu, memberikan rasa takut bagi pelanggar, dan melahirkan sistem hukum yang kuat. Perlu diketahui bahwa tidak semua sistem norma/ aturan-aturan yang ada di masyarakat di sebut lembaga sosial. Sistem norma/ aturan-aturan yang dapat kategorikan lembaga sosial harus memiliki syarat-syarat unsur sebagai berikut; - seperangkat aturan/ norma itu berkaitan dengan kebutuhan pokok anggota masyarakat, - seperangkat aturan/ norma itu harus relatif tetap, terstruktur, dan sistematis, dan - seperangkat aturan/ norma itu sebagai sumber untuk bertindak yang mengikat. Lantas apa saja ciri-ciri seperangkat aturan/ norma yang dikatakan sebagai lembaga sosial? Ada beberapa ciri yang dapat kita gunakan untuk mengenali suatu lembaga sosial, diantaranya; - didalamnya terdapat pola pemikiran dan pola perilaku (ideologi), - seperangkat aturan/ norma yang dimilikinya relatif kekal, - memiliki tujuan, - memiliki alat-alat, - memiliki simbol, dan

2

-

memiliki tradisi.

Setelah kita mampu mengetahui ciri-cirinya, apakah seperangkat aturan/ norma itu lembaga sosial atau tidak, selanjutnya adalah bagaimana cara mempelajari suatu lembaga sosial? Untuk mempelajari lembaga sosial, kita dapat menggunakan tiga pendekatan analisis, diantaranya seperti yang tertera pada tebal di bawah ini. Tiga pendekatan ini biasanya digunakan alat analisa pada penelitian dengan objek lembaga sosial yang ada di masyarakat. No. 1 2 Pendekatan analisis Historis Komparatif Penjelasan Melakukan analisis lembaga sosial dengan cara mencari tahu sejarah terbentuk dan berkembangannya Melakukan analisis lembaga sosial dengan cara membandingkan lembaga sosial satu dengan lembaga sosial lainnya Melakukan analisis lembaga sosial dengan cara mencari tahu apakah lembaga sosial itu berfungsi mencukupi kebutuhan masyarakat atau sebaliknya

3

Fungsional

Tipe-tipe lembaga sosial Menurut Gillin & Gillin, lembaga sosial memiliki banyak tipe. Adapun penjelasannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini ; No. 1 Dari sudut Tipe lembaga sosial Perkembangannya Cressive institutions Penjelasannya

2

Sistem nilainya

3

Penerimaan masyarakat

Lembaga sosial yang terbentuk dari adat-istiadat masyarakat Enacted institutions Lembaga sosial yang terbentuk bukan dari adatistiadat masyarakat Basic institutions Lembaga sosial yang didalamnya terdapat seperangkat aturan/ norma yang penting untuk kebutuhan masyarakat Subsidiary Lembaga sosial yang institutions didalamnya terdapat seperangkat aturan/ norma yang tidak penting untuk kebutuhan masyarakat Social sactioned Lembaga sosial yang diterima (approved) masyarakat institutions unsactioned Lembaga sosial yang ditolak

3

4

Penyebarannya

institutions General institutions

Restricted institutions 5 Fungsinya Operative institutions

Regulative institutions

masyarakat Lembaga sosial yang penyebarannya ada pada masyarakat luas (dunia) Lembaga sosial yang penyebarannya hanya ada pada masyarakat tertentu saja Lembaga sosial yang berfungsi menghimpun seperangkat aturan/ norma pada masyarakat Lembaga sosial yang berfungsi mengontorl seperangkat aturan/ norma pada masyarakat

Macam-macam lembaga sosial Berdasarkan macamnya, lembaga sosial pada umumnya terdapat lima macam, yaitu; lembaga keluarga, lembaga ekonomi, lembaga politik, lembaga pendidikan, dan lembaga agama. Lahirnya beberapa lembaga sosial di atas dilatarbelakangi karena pada dasarnya manusia harus terpenuhi kebutuhan pokoknya, seperti; kebutuhan untuk berkeluarga, kebutuhan untuk berekonomi (produksi, distribusi, dan konsumsi), kebutuhan untuk berkuasa (politik), kebutuhan untuk berpengetahuan, dan kebutuhan untuk berkeyakinan/ beribadah. Dengan demikianlah, lembaga-lembaga sosial itu hadir yang pada hakekatnya untuk mencukupi akan apa yang dibutuhkan oleh masyakat, sekaligus untuk mengatur kehidupan dalam mencukupi kebutuhan agar tidak terjadi konflik dan kekerasan. Dewasa ini, lembaga kesehatan dan komunikasi sedang marak hadir di masyarakat. Semakin lama, macam-macam lembaga sosial semakin kompleks. Hal ini sebanding dengan meningkatnya kebutuhan anggota masyarakat yang semakin kompleks pula. Peran & fungsi lembaga sosial Lahir dan adanya lembaga sosial di masyarakat, tentu memiliki peran dan fungsi bagi masyarakat dalam rangka mencukupi kebutuhan pokok/ dasar tiap-tiap anggota masyarakatnya. Lantas apa peran dan fungsi dari lembaga-lembaga sosial yang ada di masyarakat? Jawabnya dapat anda lihat pada tabel berikut; No. 1 Macam-macam lembaga sosial Lembaga keluarga Peran Fungsi

Seperangkat aturan/ Reporduksi, afeksi, norma untuk sosialisasi, ekonomi, kontrol mengatur jalinan sosial, dan proteksi. ikatan keluarga (orangtua, anak,

4

2

Lembaga ekonomi

3

Lembaga politik

4

Lembaga pendidikan

dan kerabat) Seperangkat aturan/ norma untuk mengatur dan mencukupi kebutuhan perekonomian anggota masyarakat Seperangkat aturan/ norma untuk mengatur dan mencukupi kebutuhan akan kuasa dan atau dominasi dari tiaptiap anggota masyarakat Seperangkat aturan/ norma untuk mengatur dan mencukupi pengetahuan dan wawasan anggota masyarakat

Mengatur praktek perekonomian, tempat transaksi jasa dan materi, serta mengubah dan memperbaiki struktur ekonomi (sosial budaya) Melegalkan aturan/norma, pelaksana peraturan, menyelesaikan konflik, pelayan masyarakat, melindungi masyarakat, dan memelihara keteraturan agar tidak ada marabahaya yang mengancam masyarakat Fm: Fungsi manifes (diharapkan) dan Fl: Fungsi laten (tidak diharapkan).

5

Lembaga agama

Fm: bekal cari nafkah, mengembangkan potensi anggota masyarakat, pelestari budaya, perangsang demokrasi, mengembangkan intelekstual dan keindahan, melatih adaptasi, sumber inovasi sosial, memilih dan mengajarkan peranan sosial, menanamkan ketrampilan, sumber pengendali sosial, sadar sehat, melahirkan nasionalistik, meningkatkan integritas, dan membentuk kepribadian. Fl: memperpanjang usia pengangguran, memperpanjang usia remaja, mempertahankan kelas sosial, menciptakan generasi perusak Seperangkat aturan/ Memberi pedoman hubungan norma untuk manusia dengan Tuhannya, mengatur sumber dasar perilaku, keyakinan dan menyatukan nilai dan etika, praktik peribadatan membentuk kebijaksanaan

5

sosial, sumber rekreasional (estetika), alat bantu mencari identitas moral, sumber tafsir (interpretasi) keadaan alam dan sosial, serta pengikat solidaritas sosial. Demikian review yang dapat penulis paparkan, semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih. Pati, 17 November 2009

6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->