P. 1
Pengertian strategi

Pengertian strategi

5.0

|Views: 2,440|Likes:
Published by ipank

More info:

Published by: ipank on Jan 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2013

pdf

text

original

PENGERTIAN STRATEGI Belajar mengajar a.

Pengertian Secara umum strategi belajar penjas merupakan kegiatan sebelum PBM dilaksanakan untuk menciptakan kondisi dan kegiatan belajar mengajar yang memungkinkan murid lancar belajar dan mencapai sasaran belajar. b. Ruang lingkup strabel Metode jalan menuju tujuan belajar dan media adalah segala hal yang mengandung informasi yang berupa pesan yang hendak disampaikan pada siswa bisa juga disebut perangkat lunak dan sofware.yang terdiri dari media visual, audio,kinetik. c. fungsi strabel penjaskes 1. Sebagai peletak dasar kegiatan suatu proses belajar mengajar. 2. Sebagai patokan atau ukuran keberhasilan, suatu pelaksanaan proses belajar mengajar bisa saja sesui dengan ketentuan yang telah digariskan dalam strategi, tapi juga dapat berjalan menyimpang. Metoda PBM Penjaskes a. Sistematik Pembelajaran Penjas Dalam perkembangan pengajaran penjas secara garis besarnya metode tersebut terdiri dari 3 tahap, yaitu pemanasan,bagian inti dan penenangan. b. Prinsip Metode PBM 1. Prinsip belajar mengajar berpusat pada guru Guru merupakan faktor utama dalam PMB, oleh karena itu guru dituntut untuk memenuhi persaratan khusus agar PBM menjadi efektiv dan efisien 2. Prinsip belajar mengajar berpusat pada siswa Anggran yang menjadi pusat adalah siswa jadi kedudukan siswa itu hakiki. 3. Prinsip yang berpusat pada bahan ajar 4. Prinsip metoda praktek

Guru pendidikan jasmani dalam pendidikan jasmani adalah mengusaai gerakan yang dipelajari a. CBSA sebagai pendekatan PBM b. Metode belajar mengajar penjas Metode adalah prosedur atau operasi untuk mencapai suatu tujuan. 1. Medode kommando Metoda ini sepenuhnya dikomandri / dominasi guru-guru yang membuat keputusan tentang bentuk, tempo, mutan dan intensitas penilaian dan tujuan PBM. 2. Metode tugas Pada dasarnya mengurangi dominasi guru melimpahkan beberapa tanggung jawab,dan siswa diberi sedikit kebebasan untuk membuat beberapa keputusan sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan PBM. Keuntunganya : 1) siswa memperoleh kebebasanya untuk melaksanakan kegiatan belajaranya sesuai dengan karakteriktis pribadinya sendiri. 2) guru dapat lebih bebas dalam melaksanakan interaksi dan pujian pada siswa secara pribadi sehingga hubungan antara siswa dan guru menujadi lebih produktif. 3) dapat menghindari gejala pemuja ”bintang” kelas dan pengasingan”anak bawang” oleh teman sekelas dll. Kerugianya : 1) Siswa dapat menyembunyikan diri dan menghindari hubungan dengan guru, sehingga guru dapat kehilangan kontrol proses belajar mengajar siswa bersangkutan. 2) Siswa tidak mendapat umpan balik berupa pujian dan koreksi dari guru dll. 3. Metode Resiprokal Pendekatan yaitu memberi kebebasan pada siswa untuk membuat keputusan yang lebih luas ketimbang metode tugas.

Landasan teoritis menerapkan teori umpan balik atau feed back informasi tentang hasil belajarnya akan memantapkan atau memperbaiki hasil belajarnya dikemudian hari. Prosedur secara garisbesarnya prosedur metode ini : 1) Siapkan lembaran kerja atau worksheet 2) Bentuklah kelas menjadi formasi berpasangan Keuntungan: 1) Memberi umpan balik seketika tanpa ditunda-tunda. 2) Dapat mengembangkan cara kerja dalam tim kecil. 3) Meningkatkan proses belajar mengajar. Kerugian : 1) Sering menimbulkan situasi yang emosional antara pelaku dan pengamat. 2) Pada umumnya pelaku tidak tahan terhadap kritik siswa pengamat. 3) Sering juga terjadi pasangan ini justru menetapkan suatu perilaku belajar. 4. Metode pangajaran mandiri berstruktur (Individual Programed Intruction) Pendekatan yaitu pemberian kebebasan yang lebih luas pada siswa berupa penilaian terhadap kemajuan belajarnya oleh dirinya sendiri. Landasan teoritis pengertian penilaian diri dipandang sebagai motivasi untuk belajar selanjudnya adanya dorongan batin dirinya sendiri. Langkah-langkah metode ini : 1) buatlah suatu format program. 2) berikan penjelasan dan persiapan. 3) tetapkanlah waktu-waktu monitoring. 4) mengkaji ulang.

Guru Sebagai Faktor Strategis Dalam Belajar Mengajar A. peran guru pendidikan jasmani 1. guru sebagai pemimpin Agar prilaku guru berpengaruh baik terhadap proses belajar mengajar siswa-siswanya maka guru dituntut ; 1) menguasai bidangnya baik keterampilan maupun pengetahuan. 2) mempunyai keyakinan bahwa pendidikan jasmani tidak sematamata mengembangkan segi jasmaniah tapi turut membantu sebagai manusia seutuhnya. 3) memahami kebutuahan dan karakteristik jasmaniah dan rohaniah siswa serta menyesuaikan upaya pembelajaranya dengan karakteristik dan kebutuhan tersebut. 2. Guru Sebagai Meneger PBM Keterampilan menegerial disebut dikemukan secara garis besar : 1) Kemampuan menyusun rencana pengajaran yang merupakan penyebaran lebih lanjud dari kurikulum. 2) Pengorganisasian proses belajar mengajar siswa penjas yaitu kemampuan memanfaatkan sumber yang mendukung terlaksanya bbm jangka panjang maupun pendek. 3) Pengembalian kegiatan belajar siswa 4) Penilaian, biasa berurusan dengan hal belajar dan prosesnya. 3. Guru Sebagai Fasilitator PBM Secara garis besar peranan fasilitator itu adalah sebagai berikut: 1) menekankan pada perencanaan pelaksanaan proses pembelajaran dan bahan pada kontrol proses tersebut. 2) membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran dan kontol terhadap proses tersebut dilakukan bersama antara guru dan siswa. 3) memberikan petunjuk bila diperlukan selama proses pembelajaran dan menetapkan bahwa tujuan belajarnya telah tercapai.

Pengelolaan Kelas Pendekatan pola formasi kelompok PBM penjas Penataan formasi yang dimaksud adalah menetapkan pola2 satuan pembelajaran dalam suatu kelas tertentu. Pendekatan penataan kelas dapat bertitik tolak dari berbagai aspek : 1. Pola kegitan tunggal yaitu kegitan belajar yang telah tertentu bentuk dan urutanya sehingga jalur kegiatan itu jelas nampak. Keuntungan dari pola ini : 1) 2) 3) 4) Guru dapat menggerakkan siswa sesuai dengan alur kemajuan dan Guru dapat menghentikan pbm untuk di demontrasi dan koreksi Memungkinkan untuk mengadakan penilaian secara menyeluruh Guru dapat menghentikan pelajaran pada saat-saat yang tepat dan urutan proses belajar mengajar seperti yang telah direncanakan. secara klasikal. tidak bagian demi bagian. mengadakan koreksi secara klasikal. 2. Pola Kegiatan Berganda Pola ini biasanya dilaksanakan secara berkelompok, setiap kelompok melaksanakan latihan yang berbeda pada tempat, stasion, terminal yang berbeda pula. Masalah yang perlu diselesaikan antara lain : 1) susunan kelompok latihan untuk setiap tempat atau kelompok siswa tertentu. 2) susunan kelompok siswa pun harus diperhitungkan apakah keterampilan anggotanya harus homogen atau tidak. 3) pengendalian bimbingan secara umum perlu diperhitungkan secara matang karena sukar untuk menghentikan PBM. 4) menetapkan waktu yang cukup memadai untuk melakukan sesuatu latihan. 5) menetapkan uruatan latihan yang harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak justru mengacaukan keutuhan pokok bahasan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->