P. 1
Tugas Akhir Meta Pengaruh Tingkat Suku Bunga

Tugas Akhir Meta Pengaruh Tingkat Suku Bunga

5.0

|Views: 4,370|Likes:
Published by septianalbar

More info:

Published by: septianalbar on Jan 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

Memberikan Pelayanan TERBAIK:
Berusaha untuk selalu T erpercaya

E nerjik didalam melakukan setiap kegiatan

Senantiasa bersikap R amah
Membina hubungan secara B ersahabat
Menciptakan suasana A man dan nyaman
Memiliki I ntegritas tinggi

K omitmen penuh untuk memberikan yang terbaik

D. Struktur Organisasi PT Bank SUMUT Pusat

BAB III
TINJAUAN KEPUSTAKAAN

A. Pengertian Kredit

Kredit berasal dari bahasa Yunani yaitu “Credere” yang berarti “kepercayaan” atau dalam
bahasa Latin “Creditum” yang berarti “kepercayaan akan kebenaran” (Thomas, 1987: 9).
Menurut UU No. 10 Tahun 1998, kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat
dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam
untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu dengan pemberian bunga.
Sedangkan Bank menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998, ialah badan usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada
masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf
hidup rakyat banyak.

Dari uraian di atas, terkandung pengertian bahwa bank selaku kreditur percaya
meminjamkan sejumlah uang kepada nasabah debitur karena debitur dipercaya mampu
untuk membayar lunas pinjamannya setelah jangka waktu yang telah ditetapkan.
Maka dapat disimpulkan bahwa kepercayaan pada hakikatnya bersifat timbal balik, tidak
saja pemberi kredit (kreditur) yang menaruh kepercayaan terhadap penerima kredit
(debitur) bahwa penerima kredit akan melunasi hutangnya sesuai dengan jangka waktu
yang telah ditetapkan, tetapi pihak penerima juga harus mampu untuk meyakinkan pihak
pemberi kredit bahwa pada jangka waktu yang telah ditetapkan akan melunasi hutangnya.

B. Tujuan dan Fungsi Kredit

Adapun tujuan pemberian kredit adalah sebagai berikut:
1.Profitability, yaitu tujuan untuk memperoleh hasil dari kredit berupa keuntungan yang
diteguk dari pemungutan bunga.
2.Safety, yaitu keamanan dari prestasi atau fasilitas yang diberikan harus benar-benar
terjamin tanpa hambatan-hambatan yang berarti (Muchdarsyah, 1995: 14).

Selain memiliki tujuan, pemberian kredit juga memiliki fungsi, yaitu :
1.Kredit dapat meningkatkan utility (daya guna) dari modal / uang
Para penabung menyimpan uangnya di bank dalam bentuk tabungan, deposito, maupun
giro. Bank menggunakan uang tersebut dalam persentase tertentu guna suatu usaha
peningkatan produktifitas. Selanjutnya para pengusaha menikmati kredit dari bank
untuk memperluas atau memperbesar usahanya baik untuk peningkatan produksi,
perdagangan, maupun untuk memulai suatu usaha baru. Dana yang mengendap di bank
tidaklah bersifat diam (idle) tetapi disalurkan untuk usaha-usaha yang bermanfaat bagi
pengusaha ataupun masyarakat.
2.Kredit dapat meningkatkan utility (daya guna) dari suatu barang
Dengan bantuan kredit dari bank, produsen dapat memproduksi bahan mentah menjadi
bahan jadi sehingga kegunaan bahan tersebut dapat meningkat. Misalnya kelapa
menjadi kopra dan selanjutnya diolah menjadi minyak goreng.
Selain itu bantuan kredit dari bank juga dapat memindahkan barang dari suatu tempat
yang kegunaanya kurang ke tempat yang lebih bermanfaat.
3.Kredit dapat meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang
Melalui kredit, peredaran uang kartal dan uang giral akan lebih berkembang oleh
karena kredit menciptakan suatu kegairahan berusaha sehingga penggunaan uang akan
bertambah baik secara kualitatif apalagi secara kuantitatif.
4.Kredit dapat menimbulkan kegairahan berusaha masyarakat
Manusia adalah makhluk yang selalu ingin memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh
karena itulah seorang pengusaha memerlukan kredit dari bank untuk membantu
permodalan usahanya. Bila dari usaha yang mereka lakukan diiringi dengan
banyaknya permintaan dari masyarakat maka pengusaha akan memperbesar
produktifitasnya. Sehingga hal ini dapat menimbulkan kegairahan bagi pengusaha
untuk meningkatkan usaha mereka.
5.Kredit sebagai alat stabilitas ekonomi
Kredit yang diberikan oleh bank haruslah benar-benar diseleksi agar kredit sampai
pada masyarakat yang memang membutuhkan untuk menutupi kemungkinan-
kemungkinan usaha yang bersifat spekulatif. Simpanan masyarakat dihimpun dalam

bentuk tabungan, deposito, dan giro, sedangkan dana yang tertanam ini akan disalurkan
kepada usaha-usaha yang produktif.

6.Kredit sebagai jembatan untuk peningkatan pendapatan nasional
Para pengusaha yang memperoleh kredit tentu saja akan berusaha untuk meningkatkan
usahanya. Dari usaha ini perusahaan dapat meningkatkan pendapatan. Contohnya
apabila seorang pengusaha ingin membuat suatu usaha maka dari usaha ini akan
membutuhkan banyak tenaga kerja untuk menjalankan usaha mereka. Sehingga secara
otomatis akan meningkatkan pendapatan nasional.
7.Kredit sebagai alat hubungan ekonomi internasional.
Bank sebagai lembaga kredit tidak saja bergerak dalam negeri tetapi juga diluar negeri.
Negara yang kuat perekonomiannya akan membantu negara yang berkembang demi
membangun persahabatan antara Negara. Melalui bantuan inilah hubungan antara
Negara akan bertambah erat terutama menyangkut hubungan perekonomian dan
perdagangan (Muchdarsyah, 1995 : 5-9).

C. Prinsip Pemberian Kredit

Sebelum memberikan fasilitas kredit pada nasabah, maka bank harus merasa yakin terlebih
dahulu akan pengembalian kredit sampai jangka waktu yang telah ditetapkan. Keyakinan
ini diperoleh dari hasil penilaian kredit sebelum kredit tersebut dapat disalurkan.
Ada beberapa prinsip dalam penilaian kredit, yaitu antara lain:
1.Prinsip 5C, yang terdiri dari :
a.Character, yaitu mengetahui watak atau sifat calon nasabahnya agar kredit yang
diberikan terjamin. Hal ini dapat dilihat dari latar belakang pekerjaan maupun yang
bersifat pribadi, seperti cara hidup, hobi, perilaku, kepribadian dan sebagainya.
b.Capasity, yaitu melihat kemampuan calon nasabah dalam membayar kredit,
menjalankan usaha, dan memperoleh laba agar bank merasa terjamin akan
pengembalian kredit.
c.

Capital, yaitu melihat berapa modal yang dimiliki oleh calon nasabah itu
karena biasanya bank tidak memberikan kredit 100% dari usaha yang akan
dibiayai.

d.

Collateral, yaitu jaminan yang diberikan nasabah kepada bank nilainya
harus lebih besar dari jumlah kredit yang diajukan. Jaminan ini juga akan diteliti
keabsahannya sehinggga tidak dapat menimbulkan resiko yang mungkin muncul.
e.

Condition of Economic, yaitu melihat kondisi ekonomi saat itu ataupun
masa yang akan datang. Dalam keadaan ekonomi yang kurang stabil sebaiknya
pemberian kredit untuk sektor tertentu jangan diberikan dan kalaupun diberikan
haruslah melihat prospek usaha dimasa yang akan datang.
2.Prinsip 7P, yang tediri dari :
a.Personality, yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya
sehari-hari ataupun masa lalunya. Personality juga mencakup sikap, emosi, tingkah
laku dan tindakan nasabah dalam mengatasi suatu masalah.
b.Party, yaitu mengklasifikasikan nasabah kedalam klasifikasi tertentu atau golongan
tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya. Sehingga nasabah dapat
digolongkan ke dalam golongan tertentu dan akan mendapatkan fasilitas kredit
yang berbeda dari bank. Kredit untuk pengusaha lemah sangat berbeda dengan
kredit untuk pengusaha yang kuat modalnya, baik dari segi jumlah, bunga dan akan
persyaratan lainnya.
c.Purpose, yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit,
termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah. Tujuan pengambilan kredit dapat
bermacam-macam apakah untuk tujuan konsumtif, tujuan produktif atau tujuan
perdagangan.
d.Prospect, yaitu menilai usaha nasabah dimasa yang akan datang apakah
menguntungkan atau tidak, atau dengan kata lain mempunyai prospek atau tidak.
Hal ini penting mengingat jika suatu fasilitas kredit yang dibiayai tanpa mempunyai
prospek, bukan hanya bank yang rugi tetapi juga nasabah.
e.Payment, yaitu ukuran bagaimana cara nasabah dalam mengembalikan kredit yang
sudah diambil untuk pengembalian kredit ke sumber dananya.
f.Profitability, yaitu menganalisis kemampuan nasabah dalam mencari laba.
Profitability diukur dari periode ke periode apakah akan tetap sama atau semakin
meningkat.
g.Protection, yaitu untuk menjaga kredit yang diberikan bank namun melalui suatu
perlindungan. Perlindungan dapat berupa jaminan orang atau jaminan barang.
3.Prinsip 3R yang terdiri dari :

a.Risk bearing ability, yaitu menilai apa saja resiko yang mungkin timbul kemudian
hari atas kredit yang akan diberikan kepada nasabah debitur.
b.Repayment, yaitu bagaimana cara pembayaran kembali hutang nasabah debitur
kepada bank.
c.Return, yaitu menilai pengembalian seluruh hutang nasabah debitur apakah telah
sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan sebelumnya (Kasmir, 2003 : 92-94).

D. Jenis – jenis Kredit

Dalam dunia perbankan, ada beberapa jenis kredit yang diberikan kepada calon nasabah
debitur. Jenis-jenis kredit tersebut adalah :
1.Menurut sifat penggunaannya, antara lain :
a.Kredit konsumtif, yaitu kredit yang diberikan dengan tujuan untuk
memperoleh/membeli barang dan kebutuhan lainnya yang bersifat konsumtif.
Misalnya, Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Kredit Kepemilikan Mobil (KPM),
dan Kredit Bendaharawan.
b.Kredit Produktif, yaitu kredit yang diberikan dengan tujuan untuk memperlancar
jalannya proses produksi. Misalnya, Kredit Modal kerja (KMK) dan Kredit
Investasi (KI).
2.Menurut jangka waktu kredit, antara lain:
a.Kredit jangka pendek, yaitu kredit yang jangka waktunya sampai 1 tahun.
Misalnya Kredit Modal Kerja (KMK).
b.Kredit jangka menengah, yaitu kredit yang jangka waktunya antara 1 sampai 3
tahun. Misalnya Kredit Bendaharawan, kredit Profesi, dan Kredit Investasi kecil.
c.

Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang jangka waktunya lebih dari 3
tahun. Misalnya Kredit Investasi (KI) dan Kredit kepemilikan Rumah (KPR).
3.Menurut keperluannya, antara lain :
a.

Kredit Produksi, yaitu kredit yang digunakan untuk suatu usaha yang
nantinya akan menghasilkan keuntungan. Misalnya Kredit Modal Kerja (KMK),
dan Kredit Investasi (KI).
b.

Kredit Investasi, yaitu kredit yang digunakan untuk investasi jangka
panjang seperti untuk membeli tanah, mendirikan bangunan, dan sebagainya yang
nantinya masih dapat digunakan kembali.

c.Kredit perdagangan, yaitu kredit yang digunakan untuk membeli barang dan
menjualnya kembali.
4.Menurut sektor ekonomi, yang dibiayai antara lain :
a.Pertanian, misalnya Kredit Usaha Tani (KUT).
b.Perdagangan, misalnya Kredit Ekspor-Impor.
c.Industri, misalnya Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja.
d.Konstruksi, misalnya pembangunan pasar, jalan raya dan jembatan, pelabuhan,

listrik.

e.Perhotelan dan pariwisata, misalnya pembangunan hotel dan perbaikan tempat-
tempat pariwisata yang kurang diminati agar kelak dapat dimanfaatkan sebagai
salah satu sumber pendapatan.
5.Menurut kolektibilitasnya, antara lain :
a.Kredit lancar, yaitu kredit yang cara pembayarannya masih dalam kategori lancar
dan tidak ada gangguan.
b.Kredit dalam perhatian khusus yaitu kredit yang cara pembayarannya mengalami
sedikit masalah sehingga perlu perhatian yang khusus agar tidak ada pihak yang
rugi nantinya.
c.

Kredit kurang lancar, yaitu kredit yang cara pembayarannya sudah mulai
terganggu dan tidak selancar saat pertama menerima kredit.
d.Kredit diragukan, yaitu kredit yang pembayarannya sudah sangat diragukan oleh
pihak bank karena tidak dibayar oleh nasabah debitur tersebut.
e.Kredit macet, yaitu kredit yang pembayarannya sudah tidak lagi dilakukan oleh
nasabah debitur tersebut.
6.Menurut jaminan, antara lain :
a.

Kredit dengan jaminan (Secured Loan),yaitu kredit yang memerlukan
sesuatu untuk dijadikan sebagai jaminan agar sampai jangka waktu yang telah
ditetapkan nantinya bank tidak dirugikan jika nasabah melakukan wanprestasi.
b.

Kredit tanpa jaminan (Unsecured Loan), yaitu kredit yang tidak
memerlukan sesuatu untuk dijadikan sebagai jaminan.
7.Menurut sumber dana
a.Kredit dari dana simpanan masyarakat, yaitu kredit yang berasal dari seluruh dana
yang dihimpun oleh bank yaitu Tabungan, Deposito, dan Giro.

b.Kredit dari Bank Sentral, yaitu kredit yang berasal dari pinjaman kepada bank
Sentral (Kredit Likuiditas Bank Indonesia / KLBI).

E. Unsur –unsur Kredit

Ada beberapa unsur yang diperhitungkan dalam melakukan kegiatan perkreditan bank.
Adapun unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut :

1.

Kepercayaan

Dengan adanya suatu penyerahan uang / tagihan atau barang kepada pihak lain harus
dilandasi dengan rasa saling percaya antara kedua belah pihak bahwa pada saat telah
ditetapkan nasabah debitur akan melunasi hutangnya.

2.

Resiko

Dalam setiap pemberian kredit pasti mengandung suatu tingkat resiko. Resiko tersebut
adalah resiko pada saat yang akan datang yaitu saat proses pengembalian/ pembayaran
utang kepada bank. Resiko timbul bagi pihak bank karena uang (prestasi) tersebut telah
dilepaskan kepada nasabah debitur.

3.

Jangka waktu

Perbedaan antara pada saat kredit diterima dengan saat pengembalian kredit disebut
dengan jangka waktu kredit. Jangka waktu kredit dapat diklasifikasikan sebagai
berikut:
a.Kredit jangka pendek : Masa pelunasan paling lama 1 tahun
b.Kredit jangka menengah : Masa pelunasan antara 1 sampai 3 tahun
c.Kredit jangka panjang : Masa pelunasan lebih dari 3 tahun

4.

Prestasi / Kontra prestasi
Prestasi dapat berupa penyerahan uang/ tagihan (prestasi) dimana pihak kreditur akan
memperoleh suatu tambahan atas prestasi yang diberikan pada debitur yaitu dalam
bentuk kredit (kontra prestasi) sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan.

5.

Kreditur

Yaitu adanya pihak baik perorangan maupun badan yang memiliki uang, barang atau
jasa dan bersedia meminjam kepada orang lain.

6.

Debitur

Yaitu adanya pihak baik perorangan maupun badan yang memerlukan uang, barang
atau jasa.

F. Bunga Pinjaman

Dalam kegiatan sehari-hari, ada 2 (dua) macam bunga yang diberikan kepada nasabah,
Bunga tersebut dapat berupa bunga simpanan dan bunga pinjaman.
Bunga simpanan adalah bunga yang diberikan sebagai rangsangan / balas jasa dari nasabah
yang menyimpan uangnya di bank. Contohnya jasa giro, bunga tabungan, dan bunga
deposito.
Sedangkan bunga pinjaman adalah bunga yang diberikan kepada para peminjam atau harga
yang harus dibiayai oleh nasabah peminjam kepada bank seperti bunga kredit dan harga ini
bagi bank merupakan harga jual (Kasmir, 2003 : 37).

Ada beberapa alasan mengapa bank membebankan sejumlah bunga sebagai harga yang
harus dibayar oleh nasabah, antara lain :
1.Dana yang akan dipinjamkan tersebut mengandung biaya yaitu biaya untuk menutupi
dana yang terhimpun pada bank baik dalam bentuk tabungan, deposito, maupun giro.
2.Faktor nasabah itu sendiri karena nasabah debitur mempunyai hak untuk memilih harga
jasa yang diterimanya (bunga kredit) sesuai dengan tingkat yang paling baik bagi
nasabah tersebut.
3.Bank pesaing karena setiap bank pasti berusaha untuk menarik nasabah sebanyak
banyaknya yaitu dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah dari bank lainnya.
4.Target laba yang diinginkan oleh bank. Jika bank ingin mendapat laba yang besar maka
bank tersebut akan menaikkan bunga pinjaman dan demikian sebaliknya, untuk
menghadapi pesaingan maka bank akan menurunkan bunga pinjaman seminimal
mungkin.

5.Kebijakan pemerintah dalam menetapkan batas maksimal dan batas minimal dari suatu
pinjaman yang bertujuan agar setiap bank dapat bersaing dengan sehat.

G. Komponen yang Mempengaruhi Penentuan Tingkat Suku Bunga Kredit

Dalam menentukan besar kecilnya suku bunga kredit yang akan diberikan kepada calon
nasabah debitur terdapat beberapa komponen yang perlu memperoleh perhatian.
Adapun komponen yang perlu diperhatikan dalam penetapan suku bunga bank:
1.Biaya dana itu sendiri baik dalam pengertian sebagai cost of fund, cost of money, cost
of loanable fund
ataupun sebagai cost of borrowing fund.
2.Faktor nasabah, didalam kondisi pasar yang bersaing harga akan terjadi pada titik
kesepakatan antara pembeli dengan penjual. Hal ini mungkin terjadi karena pembeli
adalah mempunyai hak sepenuhnya untuk memilih harga dari jasa bank (suku bunga
kredit) yang akan dibelinya dengan tingkat yang paling baik baginya.
3.Bank pesaing. Untuk merebut nasabah sebanyak mungkin sesuai dengan masing-
masing target, harga atau dalam hal ini tingkat suku bunga kredit akan merupakan
faktor yang menentukan pula. Jadi penetapan suku bunga kredit ini perlu
dipertimbangkan pula.
4.Mutu pelayanan, para pengusaha dalam melaksanakan kegiatannya selalu berharap
akan memperoleh kepastian, ia berani membayar lebih mahal untuk memperoleh
kepastian tersebut. Hingga tidak jarang seorang nasabah bersedia membayar suku
bunga kredit yang lebih tinggi apabila keputusan permohonan kreditnya dapat diterima
saat itu juga.
5.Risiko usaha, hampir pada setiap jenis usaha mengandung risiko, baik risiko yang
besar atau kecil sifatnya. Adapun risiko-risiko yang akan dihadapi para pengusaha ini
perlu diperhitungkan pula oleh bank dalam penetapan suku bunga kreditnya. Semakin
rendah risiko tentu suku bunganya lebih murah dan sebaliknya pada risiko usaha yang
tinggi, suku bunga kreditnya pun juga lebih tinggi (Teguh,2001 : 108-109).

BAB IV
HASIL PENGUMPULAN DATA DAN PENGOLAHAN DATA

A. Hasil Pengumpulan Data

Dalam memperoleh data yang diperlukan metode yang digunakan adalah:
1. Library research (Penelitian Kepustakaan)
Adalah penelitian yang dilakukan dengan jalan mengumpulkan data yang bersifat data
sekunder yaitu dengan membaca dan mempelajari literature, buku-buku yang berkaitan
dengan judul penelitian.
2. Field research (Penelitian Lapangan)
Adalah penelitian langsung yang dilakukan dengan jalan mendatangi objek penelitian
yaitu PT Bank SUMUT Pusat, yang meliputi kegiatan wawancara dan observasi.
Didalam melakukan wawancara, penulis memberikan pertanyaan lisan (dialog) kepada
Pemimpin Divisi Kredit, yang beerhubungan dengan penelitian penulis.

Data yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

DATA PERKEMBANGAN DEBITUR KREDIT MULTI GUNA (KMG) BANK SUMUT

TahunBulan

Suku BungaJmlh Debitur (Permintaan)Jmlh Kredit (Rp.000)

2006

Agustus

13,8%

84.563

1.852.061.485

September13,8%

84.982

1.903.280.790

Oktober

13,8%

85.474

1.934.183.918

Nopember13,8%

85.918

1.961.463.449

Desember13,8%

86.422

1.987.708.959

2007

Januari

12%

86.525

1.989.522.881

Februari

12%

87.324

2.048.967.852

Maret

12%

88.526

2.163.570.085

April

12%

90.397

2.295.369.439

Mei

12%

91.894

2.411.421.986

Sumber: PT Bank SUMUT Pusat

1. Pengertian Kredit Multi Guna

Kredit Multi Guna Bank SUMUT adalah fasilitas kredit yang diberikan secara perorangan
kepada pegawai yang sumber pengembaliannya dari penghasilan tetap dan pemberiannya
melalui Dinas/ Instansi/ Koperasi Pegawai/ Lembaga/ Perusahaan tempat pegawai yang
bersangkutan bekerja, dengan tujuan untuk membiayai keperluan yang bersifat konsumtif,
investasi dan modal kerja.

2. Tujuan dan Sasaran Kredit Multi Guna

a. Tujuan Kredit Multi Guna

1)Membantu menyediakan kebutuhan dana bagi pegawai dalam rangka
menunjang kegiatan profesi dan atau usahanya untuk lebih meningkatkan
pengabdian kepada masyarakat dan kesejahteraan pegawai serta keluarganya.
2)Meningkatkan fungsi PT Bank SUMUT sebagai lembaga intermediasi
dengan menyalurkan kredit kepada pegawai yang mempunyai penghasilan
tetap.
b. Sasaran Kredit Multi Guna
Masyarakat yang memiliki profesi sebagai pegawai tetap di dinas/ instansi/
koperasi/ pegawai/ lembaga/ perusahaan, sehingga pengembalian kredit dapat
terjamin dari penghasilan yang diterima pegawai tersebut setiap bulannya.

3. Pengunaan Kredit Multi Guna

a.Kredit yang digunakan untuk membiayai keperluan yang bersifat konsumtif disebut
Kredit Multi Guna Bank SUMUT Konsumtif.
b.Kredit yang digunakan untuk membiayai penyediaan modal kerja seperti pembelian
barang dagangan, pembelian bahan baku, piutang dan lain-lain dalam rangka
pengembangan usaha berskala mikro dan kecil untuk meningkatkan kesejahteraan
dan taraf hidupnya disebut Kredit Multi Guna Bank SUMUT Modal Kerja.
c.Kredit yang digunakan untuk membangun/ membeli/ merehap tempat usaha,
membeli peralatan/ perlengkapan usaha dan lain-lain dalam rangka pengembangan
usaha berskala mikro dan kecil untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf
hidupnya disebut Kredit Multi Guna Bank SUMUT Investasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->