P. 1
216 Steam Pemanas Super Heated

216 Steam Pemanas Super Heated

|Views: 623|Likes:
Published by ixanhatred

More info:

Published by: ixanhatred on Jan 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

216 steam pemanas superheated Hasil tes dari mcGill Universitas Bahan Butiran Permukaan kasar Ledakan Indek

regangan Bidang Daya tahan lipatan Kemampuan ikatan dalam Kekuatan basah Kemampuan menyerap Pengkristalan Kecerahan Kekuatan serat Pengaruh dari steam pemanas sedikit kenaikan cukup mempengaruhi berpengaruh 20% meningkat 30 – 20 % tidak memiliki pengaruh tidak ada perbedaan nyata naik hingga 10 – 20 % sedikit berpengaruh sedikit berpengaruh tidak ada ukuran pengganti sampai suhu 300 C atau lebih kecil sedikit berubah

Seperti yang dicatat diatas, apapun alat pengering pada prinsipnya, dapat dikonversi menjadi steam pemanas superheated. (misalnya : flash, fluidized bed, spray, impinging jet, conveyor dryers). Termal efisiensi dapat ditingkatkan dan ukuran unit dapat dikurangi oleh bagian panas itu sendiri secara tidak langsung (misalnya : konduksi dan radiasi). Telah dicatat pada saat temperatur diturunkan suhunya, telah memberikan panas secara tidak langsung dan bermanfaat untuk pemanasan selanjutnya. Antara lain pada kalor pemanas radiasi “penurunan temperatur” dari 250 C menjadi 170 C menjadi kasus yang spesifik pada pustaka ini. Ini tidak perlu untuk selalu mengoperasikan SSD diatas temperatur agar menjadi manfaat dari keuntungan SSD sendiri. Bagaimanapun juga aspek lain dari pengeringan memberi rata-rata tinggi atau menurunkan konsumsi daya, mutu keselamatan operasi, pemilihan prosedur banyak kasus. Secara relatif produk nilai rendah contohnya : kotoran lumpur, batubara, tanah gambut, bahan bakar) dapat mudah terbakar di udara panas dan pengeringan dalam jumlah besar. Pengurangan konsumsi daya di SSD menjadi keuntungan sejak adanya efek gas rumah kaca di lingkungan seperti CO (karbon monoksida) baik itu gas beracun (NO, SO). Bagaimanapun kelebihan uap air yang dihasilkan harus memiliki aplikasi yang dekat utnuk diproses. Ringkasan Tabel 2 menjadi faktor kunci pendukung kelayakan untuk pemanasan steam superheated. Kedua proses produk memiliki faktor yang berhubungan yang harus

dipertimbangkan. Test laboratorium diperlukan sebelum proses untuk pemanasan steam superheated agar uap air terpanaskan. Faktor pendukung kelayakan steam pada pengering superheated Faktor Sensitifitas temperatur rendah Konten kelembaban tinggi deskripsi pengaruhnya untuk menghindari steam temperatur steam tinggi Sejak panas laten dari kelembaban dapat dipulihkan dengan SSD, bagian ini mewakili sebagian besar, peningkatan efisiensi akan semakin besar. Suhu permukaan lebih tinggi dengan SSD dapat mengurangi pemanasan dan waktu pengeringan Kekurangan oksigen dengan SSD meningkatkan mutu produk Pelepasan SSD memberikan rasa pahit berlebih mengurangi waktu pengeringan dapat mengurangi biaya produksi dengan nilai produk yang tinggi

Daya tahan tinggi termal Sensitifitas tinggi menjadi oksidasi Rasa yang tidak diinginkan atau bau Produk harga tinggi

Faktor proses yang terkait Penggunaan lain dari uap air yang tersedia Pengaruh lingkungan oleh pengering Pembakaran/resiko ledakan Sumber mahal dari energi thermal konsumsi daya lebih kecil dan biaya modal kecil SSD memberikan kemudahan perbaikan solven dan partikel kekurangan oksigen dapat mengurangi resiko bahaya kebakaran/ledakan Penghematan energi termal dengan SSD akan menjadi energy yang baik dibandingkan pemborosan bahan bakar.

Alat pengering jenis berikut telah teruji di skala pabrik / atau diperdagangkan untuk komersial untuk beberapa produk : • Alat pengering cahaya, baik atau tidak dengan pemanasan langsung dari dinding pengering dengan uap air bertekanan tinggi • Pengering jenis fluidized bed, dengan atau tanpa menaruh penukar panas, dioperasikan pada tekanan rendah mendekati tekanan atmosfir atau diatas 5 bar • Pengering jenis semprotan dioperasikan mendekati tekanan atmosfir untuk mendidihkan air (skala pabrik) • Benturan (untuk kertas cetak, kertas tissu, dan skala kecil untuk tekstil dan komersial • Alat pengering jenis Conveyor (pengangkut), dioperasikan pada tekanan atmosfir atau tekanan tinggi • Alat pengering jenis agitasi bed dioperasikan pada tekanan atmosfir atau tekanan tinggi • Packed bed / melalui sirkulasi pengeringan • Alat pengering lawan arus

Alat pengering jenis getaran cair dengan membenamkan alat penukar panas

Karena akibat batasan masalah, bab ini hanya mendiskusikan alat pengering uap air hanya untuk produk yang terpilih. Referensi ini menyediakan keterangan terperinci. Pengeringan Lumpur Lumpur dapat dikeringkan secara terus menerus di tonase yang besar di pengering jenis flash atau fluid bed dengan uap air yang terpanaskan dengan panas superheated. Hirose dan Hazama (1983) melaporkan penangan lumpur buangan pada suatu pabrik dengan perlakuan menggunakan steam pengering jenis fluidized bed. Lumpur tersebut mengandung air sebesar 400% (basis kering), dengan cara tehnis menggunakan desalinasi dan evaporasi kemudian diuapkan sehingga kadar air menjadi 75%, sebelum itu umpan harus dikeringkan sehingga kandungan air pada permukaannya menjadi 5%. Sehingga kalori pada lumpur berubah 8,4 menjadi 19 MJ/Kg. Padahal untuk satu nilai kalori sebesar 12,6 MJ/kg memerlukan energi sebesar 420 kJ untuk menjadikannya menjadi abu. Uap air yang diuapkan pada pengering digunakan sebagai sumber panas pada evaporator. Panas digunakan pengering untuk merubah lumpur menjadi abu. Proses pengabuan pada cyclone furnaces vitrifies (oleh pelelehan dan pembekuan) mengurangi volime limbah yang dibuang kesatu landfill. Selanjutnya sisa buangan limbah dilarutkan oleh tanah. Steam pengering pada agitasi multi stages dengan aliran steam searah dan produk telah dikembangkan dengan sukses di Jepang untuk mengeringkan 15 ton/hari kotoran dari dewatered. Steam pada suhu 360 oC pada laju alir masuk 3600 kg/jam dan keluar pada suhu 150oC memberikan perubahan koefisien volume meningkat menjadi 90 kcal/mhC. Tidak seperti pada fluid bed, kecepatan uap air yang lambat menyebabkan aliran pemanas hilang. Untuk mencegahnya perlu dilakukan pembersihan, pada pengering dengan menggunakan tekanan 10-100 mm pada kolom bawah di tekanan atmosfir. Untuk awalan, udara panas disirkulasi dengan air yang disemprotkan kedalam steam hingga penuh. Ini penting dan perlu dicatat karena kotoran itu membawa bahan kimia dan kandungan biokimia pada karakter fisiknya. Ini penting pula pada dewatered ( non thermal) memungkinkan sebelum umpan menjadi kondis non thermal dan tidak semua lumpur dapat di campur dengan semua panas pengeringan yang ada. Ada keuntungan mengenai batasan masing-masing alat pengering, baik evaluasi tekno-ekonomik sebelu alat pengering dipilih untuk dibuat. Seperti yang diketahui oleh Carver-Greenfield proses utilitas pada konsep evaporasi multi effect tidak semua alat pengering menyediakan teknologi yang langsung mengeringkan kotoran lumpur tersebut. Ini harus dicatat pula bahwa penggunaan uap pengering pada temperatur tinggi dapat memberikan pengaruh yang nyata pada pembakaran dan resiko ledakan pada semua jenis pengeringan dari semua kotoran. Emisi atmosfer bahan organik yang mudang menguap dan partikulatnya menjadi masalah yang serius. Untuk negara berkembang yang besar, teknologi pengeringan yang memakai kotoran yang dikeringkan seperti bahan bakar produk mudah ditangani oleh landfill yang menjadikan kotoran kaca yang tidak bisa dilarutkan oleh tanah tidak jatuh menjadi keuntungan tersendiri pada proses itu. Walau tidak tersedia perinciannya, skala pilot plant pengering arus searah sukses dilakukan di Rusia. 3.3 pengeringan batu bara Batu bara adalah bahan material yang baik untuk sintesa kimia dan bahan bakar. Tergantung dari kelembabannya. Dan peningkatan kalorinya dapat memudahkan pemuatan, pembongkaran, pengangkutan dan meingkatkan efisiensi pembakaran. Walau tidak terlalu dibutuhkan di Amerika utara, namun pengeringan dengan menggunakan batu bara level rendah banyak di gunakan banyak negara dunia. Batu bara dikeringkan agar menjadi briket,

gas, dan untuk memasak, karbonisasi dan sintesa bahan bakar cair. Efisiensi oven dapat ditingkatkan dari 30-50% jika sebelum memasak dikeringkan dulu daro 10-15%. Contoh pengering batu bara lainnya (rotary, pneumatic, fluid bed, vibrated fluid bed, shaft dryers) dengan udara panas dan kombusi gas atau pembakaran pada 700-900oC sebelum dikeringkan dan 60-120oC setelah lebih kering kemudian digunakan untuk mengeringkan berbagai jenis batu bara. Jenis pengering rotary dryer digunakan untuk mengeringkan batu bara yang keras. Karena alat pengering ini mempunyai efisiensi yang tinggi sebesar 3100 kJ/kg untuk evaporasi air. Untuk pengering udara jenis fluidized bed, mempunyai efisiensi yang tinggi sebesar 3100 - 3400 kJ/kg untuk evaporasi air. Percepatan gas rendah diperlukan untuk menahan semua fluidized bed semu. Efisiensi semakin baik jika dibandingkan fluidez bed konvensional yang bekerja pada kecepatan gas tinggi. Aus karena gesekan dapat dikurangi dengan pembersihan dan meperkecil pada pengering vibrated bed. Pada percobaan kecil, potter dkk (86 dan 89) menunjukan bahwa efisiensi kecepatan transfer panas diperoleh dari pengeringan batu bara cokelat pada fluidisasi steam dengan pipa alat penukar panas didalamnya. Berikut kondisi operasi yang dilaporkan : • Suhu panas tabung : 140-170 oC • Suhu pada bed : 110-120 oC • Percepatan fluidisasi minimum : 0,57 m/s (kira-kira) • Temperatur steam : 130-150 oC • Percepatan steam : 0.20-0.30 m/s • Laju kecepatan batubara (w.b.): 40 - 70 kg / h • Produk (w.b.): 16 - 28 kg / h Menggunakan panas buangan dari suatu pengering ke steam pengering lain, operasi multi effect (serupa dengan evaporaor) dapat dicapai dengan ekonomis 1,9 dengan pengering tiga-effect. Potter dkk (88) menggunakan pengering lanjut untuk mengeringkan batu bara coklat Victoria. Pengering fluid bed memiliki 0,3 m dari 0,3 m dan 3 m (tinngi) dengan 4 bubble penyebaran uap panas. Jangkauan pelepasan daerahnya 2,5 m. Tabung vertikal dan horizontal yang diikat pernah dicoba. Faber dkk telah membandingkan rata-rata pengeringan dengan udara pada pengering fluidized bed dari batubara yang dilumatkan. Merekan mengonfirmasikan suhu balikan pemanas steam lebih cepat daripada udara. Pada 180 oC steam akan lebih konstan dibanding udara yang pemakainnya belebih. Untuk 2000 kg / h alat pengering mengeringkan oksid aluminium, mereka dirikan dengan biaya lebih rendah 20% untuk alat pengering uap air, sementara total biaya energi lebih hemat 15%. Faber dkk melaporkan kesuksesan pendirian industri pemanas steam untuk butiran karbon aktif (2000 kg / h, basis kering) yang harus dikeringkan dahulu dari kelembaban 50%2% (basis kering). Butiran harus mengandung 8% basis kering sebelum diumpankan ke kamar sehingga menjadi 2% kelembabannya. Uap air yang masuk adalah 300oC pada suhu kering dan sebelah kiri 150oC. Uap air yang dilepaskan beerguna untuk mengeringkan bahan. Pendirian alat ini lebih hemat 40% dibandingkan alat pengering konvensional lainnya. Alat pengering udara ini dioperasikan pada temperatur maksimal 125oC dan baiay energi yang dibutuhkan (1986) adalah 3,6$ di afrika selatan. Woods dkk telah menelaah teknologi pengeringan untuk batu bara dan disajikan menarik pada steam pemanas 1-1,3 mm batubara dan menguap selama pengeringan. Dan mereka juga berhasil membuat pengering batu bara yang dimana pengering dengan steam lebih cepat 1,7-2 kali dibanding dengan udara. Mereka juga melaporkan pengalaman mereka karena mampu mengevaporasi batubara coklat dengan kapasitas produksi 25 ton/h. Batubara hitam umumnya mempunyai konten permukaan air terendah, sementara yang batubara cokelat mungkin mempunyai kelembaban 60 - 80% (basis basah). Untuk pemanfaatan ekonomi batubara harus dikeringkan 5-10% kelembabannya. Pengeringan steam fluidized bed dari batu bara mempunyai kelembaban 65% ditaksir mampu mengurangi

kebutuhan daya dan peningkatan efisiensi 15% dan pengurangan emisi CO dan mengurangi gas buang di udara 30%. Berikut ini adalah parameter kunci steam pengering fluidized bed dari batu bara cokelat: • Peningkatan efisiensi daya yang baik dari 36% menjadi 42% pada pembangkit listrik. • Pengeringan menggunakan panas laten dari uap air yang terkondensasi dan tekanan rendah. • Tidak ada perlakuan kimia dan biologi khusus untuk air yang terkondensasi • Kapasitas pengering yang lebih besar (15 ton/h). • Pengoperasiannya aman. • Keseragaman produk yang kering dan briket lebih kuat. Alat pengering batu bara bukan merupakan komponen yang mahal dari system pengering ; coal grinding untuk mengeringkan, penggilingan setelah pengeringan, dan membersihkan arus keluar masuk adalah proses yang mahal. Alat pengering ini dioperasikan di jerman dan australia. 3.4 pengeringan bubur kertas Steam pengering dengan menggunakan panas superheated telah diuji dalam beberapa tahun terakhir untuk pengeringan bahan makanan. Bagian 4 mendiskusikan secara fetail. Dibagian ini kita akan membahas secara detail pada aplikasi steam pengering dengan panas superheated. Pengeringan dari bubur kayu. Pengeringan basah menggunakan tekanan setelah ekstraksi gula pada cara konvensional. Pengeringan basah, pengepresan bubur kayu setelah ekstraksi gula pada cara konvensional dengan temperatur pengeringan tinggi memerlukan 9kwh/100 kg gula. Dimana konsumsi energi membutuhkan 33%, BMMAG dari jerman telah mengembangkan alat pengering bubur kayu yang membutuhkan konsumsi energi 2900 kJ/kg air yang diuapkan, dibandingkan dengan pemakaian energi 5000 kJ/kg pada pengering udara konvensional. Baru-baru ini Niro dar Denmark, berhasil mengkomersialkan steam pengering jenis fluid bed untuk partikulat dan lumpur seperti material bubur kertas (Jensen,1992). Fluid bed memiliki suatu yang spesial “cellular” atau desain multi kompartment dan dioperasikan pada tekanan 3 bar. Fluid bed digerakan oleh aliran steam superheated yang direcycled kembali melalui alat penukar panas oleh kipas dan perbesaran aliran. Kapasitas 2-40 ton/h evaporasi yang disediakan. Dibandingkan alat pengering rotary dryer yang konvensional, memungkinkan penghematan energy sampai 90%. Mutu produk yang baik dengan alat pengering dicontohkan dengan tampilan tekstur yang bagus. Walau konsep alat pengering ini sudah digunakan di Eropa untuk mengeringkan bubur kertas, test skala pilot dilakukan pada berbagai jenis produk, dan produk yang berhasil adalah sbg berikut : • Hey,alfalfa • Ikan untuk pembuatan daging ikan • Pomace apel • Kulit kayu, ampas tebu, kotoran limbah Beberapa spesifikasi keuntungan yang diakui : • Menutup sistem pengeringan dengan mengurangi bau • Otomatis, dapat dipercaya, bebas pemeliharaan operasi • Tidak mudah terbakar dan meledak • Produk lebih murni • Ramah lingkungan

Yang menarik adalah membandingkan energi pada rotary dryer dengan tekanan steam pada pengering untuk 32 t/h untuk evaporasi, jika tekanan 16 bar dialirkan ke steam pengering akan menghasilkan 3 bar dan memproduksi energi 2 MW. Sebagai gantinya, tersedia steam bertekanan rendah walaupun 2 MW tidak digunakan pada pengeringan. Pengering rotary dryer membutuhkan energi 26 MW tak satupun dapat dipenuhi. Tentu saja semua keuntungan dapat ditingkatkan dengan penambahan modal, dan biaya kebutuhan energi meningkat dan pengeringan dengan tingkat ekonomis tinggi pun terwujud. Konsumsi energi dari Niro pengering fluid bertekanan dilaporkan membutuhkan daya sekitar 130-190 kwh/ton untuk evaporasi ini lebih kecil 800 kwh/ton dari alat pengering udara konvensional.(woods dkk 1994). Pengering dari kayu Pengeringan merupakan langkah penting untuk proses dari kayu. Steam pengering atmosfir telah dipelajari untuk mengeringkan kayu lunak dan kayu keras. Pengaruh pada pertukaran resin, pelunturan permukaan, kelonggaran simpul dan berbagai parameter kualitas telah dipelajari untuk membedakan berbagai jenis kayu. Pengeringan dengan menggunakan temperatur tinggi (100oC) dapat menyebabkan kayu rusak dan roboh. Rosen dkk (1982) memberikan data skala pilot pada steam pengering bertekanan kayu menggunakan ketebalan 27 mm dan kuning Poplar dan pohon Ek merah.mereka juga membahas desain tekno ekonomis dan modal ongkos alat bisa lebih hemat daripada alat konvensional lainnya. Rosen mengeringkan pohon tinggi kuning dari 100% konten kelembaban ke 5% (basis kering) pada 28 - 30 jam, sementara pohon ek merah dikeringkan dari 19% ke 5% (basis kering) pada 21 jam. 40% harga dalam dollar akan hilang dalam pengeringan. Dan kebutuhan energi untuk ek merah tiga kali lipatnya dari pohon tinggi kuning. Di masa lalu, alat pengering bertekanan rendah telah dipakai di Asia tenggara dan Eropa Keuntungan yang diakui untuk proses adalah : • Proses pengeringannya cepat (2-5 kali) • Produk lebih berkualitas • Proses sederhana • Tidak ada resiko terbakar dan meledak • Tidak ada kelunturan warna • Bahaya korosi sedikit • Minimal penghilangan ekstraksi kayu • Mengurangi regangan, cracking • Rendahnya biaya inventaris barang produksi Autoclave (pengeringan kamar) masuk didiamater 4 m, dan panjang 24 m. Autoclave dilengkapi dengan satu tabung udara yang diberi tekanan untuk mengurangi gaya tekan keatas dan stak pada 1000 kg/m untuk mengurangi bahaya. Kelembaban pada kondensasi kayu. Waktu pengeringan memiliki waktu beberapa hari dan tergantung dari jenis ketebalan kayu. Pengeringan cepat menghemat energi sebesar 50% dari alat pengering konvensional. Salah satu batasan dari autoclave adalah sempitnya tempat pembakaran dibanding alat pengering konvensional. Kekurangan udara pada pengering dapat membantu pengurangan atau pembunuhan mikroorganisme dan serangga pada kayu, walau proses ini perlu dibuktikan. Sejak suhu pengering diturunkan, distribusi thermal tidak boleh terbatas dalam beberapa peristiwa. Teknologi ini mungkin menjadi teknologi yang terbaik pada beberapa daswarsa ini namun perlu pada masa berikutnya dan tempat pengering yang lama dapat digantikan. Tabel 3 membandingkan dua pengering panas superheated vacuum dalam aplikasi penghematan daya dan biaya (woods dkk, 1994). Mencatat perbedaan tingkat kelembaban

yang berpengaruh signifikan terhadap biaya yang tinggi dan pengeringan oak pada kasus yang diuji. Tabel 3 konsumsi daya dan biaya untuk aplikasi dua pengering vacuum panas superheated Kayu Tipe PINE OAK Dimensi 200 mm 50 mm Kapasitas 45 m3 37 m3 Inisial/konten kelembaban akhir 80%/16% 35%/18% Siklus pengeringan temperatur 70oC 70oC Waktu pengeringan 105 jam 148 jam Total waktu 120 jam 195 jam Kapasitas tahunan 2875 m3 1424 m3 Konsumsi energi Energi thermal 182,148 kcal/m3 110,894 kcal/m3 Energi listrik 52,9 kwh/m3 105,8 kwh/m3 Biaya energi Harga bahan bakar minyak ($/liter) 0,344 0,344 Harga listrik ($/kwh) 0,142 0,142 Harga kebutuhan panas ($/m3) 7,38 4,49 Harga kelistrikan listrik ($/m3) 7,50 14,99 Biaya keuangan Harga $420.000 $420.000 Periode penyusutan 7 tahun 7 tahun Nilai harga sisa $70.358 $70.358 Tingkat bunga 10% 10% Biaya keuangan/tahun $7.066 $7.066 Biaya keuangan/m3 $24,57 $49,63 Biaya keseluruhan/m3 $39,45 $69,12 Pengering dari tanah gambut Gambut biasanya dikeringkan pada pembangkit listrik dan industri briket dengan cerobong gas (300-600 oC) dari boiler. Steam flash dryer bertekanan dikembangkan Universitas Teknologi Chalmers, Gothenburg, Swedia. Pada awal tahun 1970 idealnya untuk pengeringan gambut dijadikan bubur kertas, kulit kertas dan seterusnya. Alat pengering ini tertutup, sistem tekanan dipilih agar uap air dapat terpanasi secara tidak langsung. Steam superheated bersirkulasi pada tekanan 8-15 bar pada bagian luar. Steam buangan dan material pemisah pada cyclone dan steam dapat disirkulasi dengan kelebihan uap air. Jika bahan dikeringkan 45-50% menjadi 85-90%, satu ton uap panas dapat digunakan per ton untuk materi yang diproses. Steam yang dapat digunakan untuk proses pada tekanan 2-6 bar. Waktu pengeringan biasanya adalah 10-30 detik. Jika terjadi kelebihan panas dapat digunakan didaerah pemanasan dan kemudian hanya membutuhkan daya 0,5/0,7 MJ/kg untuk penghilangan air. Dibandingkan dengan kebutuhan daya 3,5 sampai 4,8 MJ/kg pada flash dryer dengan udara. Debu dan bahaya ledakan dapat dikurangi resikonya. Kemungkinan masalah operasi pada pengeringan adalah kelebihan bentuk penyimpanan dan erosi dari flash tube sehubungan dengan kecepatan transfer partikel yang mengandung pasir. Erosi pada tikungan dapat diperkecil dengan menambahkan materila khusus atau pergantian siku agar mengurangi dampak pada tikungan. Korosi menjadi salah

satu masalah yang harus dipertimbangkan dan sering dibutuhkan pada baja stainless. Ini penting agar tidak menjadi hambatan pada masalah transportasi steam pemanas. Industri briket di Irlandia dan Uni Soviet dahulu telah mempergunakan pengering socalled Peco untuk gambut untuk lebih dar tujuh dasawarsa (Fagernes dan Wilen, 1988). Pengering Peco adalah dua stage pengering. Panas laten pada evaporasi air pada stage langkah kedua menggunakan energi pengering pada langkah pertama. Alat pengering memakai lima kolom, masing-masing menggunakan 500 pipa dan berdiamter 70 mm. Gambut terbawa oleh uap air dan udara campuran pada saluran pipa, sementara daya untuk pengeringan dipasok dari kondensasi steam pada pipa luar (stage langkah kedua) atau air panas ( langkah pertama). Gambut dipisahkan oleh cyclone pada masing-masing langkah. Konsumsi daya untuk pengering Paco adalah 1,7-1,8 MJ/kg evaporasi air, dipilih karena hemat energi untuk pengering flue gas (3-4 MJ/kg). Kebutuhan listrik untuk kompressor untuk penggunaan oneumatic conveyor. Alat pengering lainnya untuk gambut (batu bara muda), steam pengeringan turbular umumnya digunakan Jerman. Silinder berputar menggunakan aliran material pada pipa 100 mm dan aliran shell bertekanan 0,60 Mpa. Udara melewati pipa untuk mengurangi evaporasi air. Konsumsi energi dilaporkan menjadi 2,9-3,2 MJ/kg penghilangan air. Energi buangan umumnya tidak dimanfaatkan. Menarik untuk dicatat bahwa aliran gambut tergantung dari konten kayu dan serabut. Jika kandungan serat dan kayunya rendah dengan densitas butiran 400 kg/m, pengering dapat dioperasikan dengan baik. Universitas Helsinki teknologi, sukses mendemonstrasikan pengering fluidized bed gambut telah dilaporkan pada skala pilot plant (100 kg/h evaporasi air). Alat penukar panas turbular, menggunakan steam dengan tekanan 0,8 Mpa. Uap air panas dari gambut digunakan media fluidisasi. Gambut basah menjadi umpan pada zona bawah pada fluid bed untuk gambut pengering pada zona atas oleh skrup. Pasir mungkin digunakan untuk meningkatkan pengeringan tetapi pemisahan gambut dari pasir tidak terlalu efektif. Jika fluidized bed diagbungkan dengan pasir tidak menjadi masalah. Ukuran magnetit yang baik dapat meningkatkan bed-to-tube koefisien perpindahan panas menjadi 350 W/m2K memudahkan pemisahan magnetik dari pengeringan gambut (Jahkola dkk, 1989). Alat pengering ini diakui lebih ekonomis penggunaannya pada pembangkit listrik besar. Investasi yang tinggi dan demo pabrik untuk mempelajari keandalan dan teknoekonomis dari proses. Pemasangannya lebih ringkas dibandingkan alat pengering flash dryer kecuali konsumsi energinya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->