P. 1
Makalah Pkn Tentang Hak Asasi Manusia

Makalah Pkn Tentang Hak Asasi Manusia

|Views: 4,711|Likes:
Published by deemardey

More info:

Published by: deemardey on Jan 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

MAKALAH PKn TENTANG HAK ASASI

MANUSIA (HAM)
September 13, 2008 — Wahidin
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam
penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait
dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi Hak !uga merupakan sesuatu yang
harus diperoleh "asalah H#" adalah sesuatu hal yang sering kali dibi$arakan dan dibahas
terutama dalam era reformasi ini H#" lebih di!un!ung tinggi dan lebih diperhatikan dalam
era reformasi dari pada era sebelum reformasi %erlu diingat bah&a dalam hal pemenuhan
hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan orang
lain 'angan sampai kita melakukan pelanggaran H#" terhadap orang lain dalam usaha
perolehan atau pemenuhan H#" pada diri kita sendiri (alam hal ini penulis merasa tertarik
untuk membuat makalah tentang H#" "aka dengan ini penulis mengambil !udul )Hak #sasi
"anusia*
1. Ident!kas Masalah
(alam makalah ini penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut+
1 %engertian H#"
2 %erkembangan H#"
3 H#" dalam tin!auan ,slam
- .ontoh/$ontoh pelanggaran H#"
1. Batasan Masalah
#gar masalah pembahasan tidak terlalu luas dan lebih terfokus pada masalah dan
tu!uan dalam hal ini pembuatan makalah ini, maka dengan ini penyusun membatasi masalah
hanya pada ruang lingkup H#"
1. Met"de Pe#$ahasan
(alam hal ini penulis menggunakan+
1
1 "etode deskritif, sebagaimana ditun!ukan oleh namanya, pembahasan ini
bertu!uan untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau kelompok
orang tertentu atau gambaran tentang suatu ge!ala atau hubungan antara dua
ge!ala atau lebih 0#therton dan 1lemma$k+ 12823
2 %enelitian kepustakaan, yaitu %enelitian yang dilakukan melalui kepustakaan,
mengumpulkan data/data dan keterangan melalui buku/buku dan bahan lainnya
yang ada hubungannya dengan masalah/masalah yang diteliti
BAB II
HAK ASASI MANUSIA (HAM)
1. Pengertan Dan %r P"k"k Hakkat HAM

i
1
1. Pengertan
• H#" adalah hak/hak dasar yang dimiliki oleh manusia, sesuai dengan kodratnya
01aelan+ 20023
• "enurut pendapat 'an "aterson 0dari komisi H#" %443, dalam 5ea$hing Human
6ights, 7nited 8ations sebagaimana dikutip 4aharuddin 9opa menegaskan bah&a H#"
adalah hak/hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat
hidup sebagai manusia
• 'ohn 9o$ke menyatakan bah&a H#" adalah hak/hak yang diberikan langsung oleh
5uhan :ang "aha %en$ipta sebagai hak yang kodrati 0"ansyur ;ffendi, 122-3
• (alam pasal 1 7ndang/7ndang 8omor 32 5ahun 1222 tentang H#" disebutkan bah&a
)Hak #sasi "anusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan
manusia sebagai makhluk 5uhan :ang "aha ;sa dan merupakan anugerah/8ya yang
&a!ib dihormati, di!un!ung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan
setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia*
1

i
1
1. %r P"k"k Hakkat HAM
4erdasarkan beberapa rumusan H#" di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa
$iri pokok hakikat H#" yaitu+
• H#" tidak perlu diberikan, dibeli ataupun di&arisi H#" adalah bagian dari manusia
se$ara otomatis
• H#" berlaku untuk semua orang tanpa memandang !enis kelamin, ras, agama, etnis,
pandangan politik atau asal/usul sosial dan bangsa
• H#" tidak bisa dilanggar 5idak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau
melanggar hak orang lain <rang tetap mempunyai H#" &alaupun sebuah 8egara
membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar H#" 0"ansyur =akih, 20033
1. Perke#$angan Pe#kran HAM
• (ibagi dalam - generasi, yaitu +
○ >enerasi pertama berpendapat bah&a pemikiran H#" hanya berpusat pada
bidang hukum dan politik =okus pemikiran H#" generasi pertama pada bidang
hukum dan politik disebabkan oleh dampak dan situasi perang dunia ,,,
totaliterisme dan adanya keinginan 8egara/negara yang baru merdeka untuk
men$iptakan sesuatu tertib hukum yang baru
○ >enerasi kedua pemikiran H#" tidak sa!a menuntut hak yuridis melainkan !uga
hak/hak sosial, ekonomi, politik dan budaya 'adi pemikiran H#" generasi kedua
menun!ukan perluasan pengertian konsep dan $akupan hak asasi manusia %ada
masa generasi kedua, hak yuridis kurang mendapat penekanan sehingga ter!adi
ketidakseimbangan dengan hak sosial/budaya, hak ekonomi dan hak politik
○ >enerasi ketiga sebagai reaksi pemikiran H#" generasi kedua >enerasi ketiga
men!an!ikan adanya kesatuan antara hak ekonomi, sosial, budaya, politik dan
hukum dalam suatu keran!ang yang disebut dengan hak/hak melaksanakan
pembangunan (alam pelaksanaannya hasil pemikiran H#" generasi ketiga !uga
mengalami ketidakseimbangan dimana ter!adi penekanan terhadap hak ekonomi
dalam arti pembangunan ekonomi men!adi prioritas utama, sedangkan hak lainnya
terabaikan sehingga menimbulkan banyak korban, karena banyak hak/hak rakyat
lainnya yang dilanggar
○ >enerasi keempat yang mengkritik peranan negara yang sangat dominant dalam
proses pembangunan yang terfokus pada pembangunan ekonomi dan
menimbulkan dampak negative seperti diabaikannya aspek kese!ahteraan rakyat
Selain itu program pembangunan yang di!alankan tidak berdasarkan kebutuhan
rakyat se$ara keseluruhan melainkan memenuhi kebutuhan sekelompok elit
%emikiran H#" generasi keempat dipelopori oleh 8egara/negara di ka&asan
#sia yang pada tahun 1283 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut
Declaration of the basic Duties of Asia People and Government
• %erkembangan pemikiran H#" dunia bermula dari+

1 "agna .harta
%ada umumnya para pakar di ;ropa berpendapat bah&a lahirnya H#" di ka&asan
;ropa dimulai dengan lahirnya magna .harta yang antara lain memuat pandangan
bah&a ra!a yang tadinya memiliki kekuasaan absolute 0ra!a yang men$iptakan
hukum, tetapi ia sendiri tidak terikat dengan hukum yang dibuatnya3, men!adi dibatasi
kekuasaannya dan mulai dapat diminta pertanggung !a&abannya dimuka
hukum0"ansyur ;ffendi,122-3


1 5he #meri$an de$laration
%erkembangan H#" selan!utnya ditandai dengan mun$ulnya 5he #meri$an
(e$laration of ,ndependen$e yang lahir dari paham 6ousseau dan "ontes?uuieu
"ulailah dipertegas bah&a manusia adalah merdeka se!ak di dalam perut ibunya,
sehingga tidaklah logis bila sesudah lahir ia harus dibelenggu


1 5he =ren$h de$laration
Selan!utnya, pada tahun 1@82 lahirlah 5he =ren$h (e$laration 0(eklarasi %eran$is3,
dimana ketentuan tentang hak lebih dirin$i lagi sebagaimana dimuat dalam 5he 6ule
of 9a& yang antara lain berbunyi tidak boleh ada penangkapan tanpa alasan yang sah
(alam kaitan itu berlaku prinsip presumption of inno$ent, artinya orang/orang yang
ditangkap, kemudian ditahan dan dituduh, berhak dinyatakan tidak bersalah, sampai
ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan ia
bersalah


1 5he four freedom
#da empat hak kebebasan berbi$ara dan menyatakan pendapat, hak kebebasan
memeluk agama dan beribadah sesuai dengan a!aran agama yang diperlukannya, hak
kebebasan dari kemiskinan dalam %engertian setiap bangsa berusaha men$apai
tingkat kehidupan yang damai dan se!ahtera bagi penduduknya, hak kebebasan dari
ketakutan, yang meliputi usaha, pengurangan persen!ataan, sehingga tidak satupun
bangsa berada dalam posisi berkeinginan untuk melakukan serangan terhadap 8egara
lain 0 "ansyur ;ffendi,122-3
• %erkembangan pemikiran H#" di ,ndonesia+
○ %emikiran H#" periode sebelum kemerdekaan yang paling menon!ol pada
,ndis$he %arti! adalah hak untuk mendapatkan kemerdekaan serta mendapatkan
perlakukan yang sama hak kemerdekaan
○ Se!ak kemerdekaan tahun 12-A sampai sekarang di ,ndonesia telah berlaku 3
77( dalam - periode, yaitu+
1 %eriode 18 #gustus 12-A sampai 2@ (esember 12-2, berlaku 77( 12-A
2 %eriode 2@ (esember 12-2 sampai 1@ #gustus 12A0, berlaku konstitusi
6epublik ,ndonesia Serikat
3 %eriode 1@ #gustus sampai A 'uli 12A2, berlaku 77( 12A0
- %eriode A 'uli 12A2 sampai sekarang, berlaku 1embali 77( 12-A
1. HAM Dala# Tn&a'an Isla#
#danya a!aran tentang H#" dalam ,slam menun!ukan bah&a ,slam sebagai agama
telah menempatkan manusia sebagai makhluk terhormat dan mulia <leh karena itu,
perlindungan dan penghormatan terhadap manusia merupakan tuntutan a!aran itu sendiri
yang &a!ib dilaksanakan oleh umatnya terhadap sesama manusia tanpa terke$uali Hak/hak
yang diberikan #llah itu bersifat permanent, kekal dan abadi, tidak boleh dirubah atau
dimodifikasi 0#bu #Bla #lmaududi, 12283 (alam ,slam terdapat dua konsep tentang hak,
yakni hak manusia 0hak al insan3 dan hak #llah Setiap hak itu saling melandasi satu sama
lain Hak #llah melandasi manusia dan !uga sebaliknya (alam aplikasinya, tidak ada
satupun hak yang terlepas dari kedua hak tersebut, misalnya sholat
Sementara dalam hal al insan seperti hak kepemilikan, setiap manusia berhak untuk
mengelola harta yang dimilikinya
1onsep islam mengenai kehidupan manusia didasarkan pada pendekatan teosentris
0theo$entries3 atau yang menempatkan #llah melalui ketentuan syariatnya sebagai tolak ukur
tentang baik buruk tatanan kehidupan manusia baik sebagai pribadi maupun sebagai &arga
masyarak!at atau &arga bangsa (engan demikian konsep ,slam tentang H#" berpi!ak pada
a!aran tauhid 1onsep tauhid mengandung ide persamaan dan persaudaraan manusia 1onsep
tauhid !uga men$akup ide persamaan dan persatuan semua makhluk yang oleh Harun
8asution dan 4ahtiar ;ffendi disebut dengan ide perikemakhlukan ,slam datang se$ara
inheren memba&a a!aran tentang H#", a!aran islam tentang H#" dapat di!umpai dalam
sumber utama a!aran islam yaitu al/CurBan dan al/Hadits yang merupakan sumber a!aran
normative, !uga terdapat praktek kehidupan umat islam
(ilihat dari tingkatannya, ada 3 bentuk H#" dalam ,slam, pertama, Hak Darury 0hak
dasar3 Sesuatu dianggap hak dasar apabila hak tersebut dilanggar, bukan hanya membuat
manusia sengsara, tetapi !uga eksistensinya bahkan hilang harkat kemanusiaannya Sebagai
misal, bila hak hidup dilanggar maka berarti orang itu mati 1edua, hak sekunder 0hajy3
yakni hak/hak yang bila tidak dipenuhi akan berakibat hilangnya hak/hak elementer
misalnya, hak seseorang untuk memperoleh sandang pangan yang layak maka akan
mengakibatkan hilangnya hak hidup 1etiga hak tersier (tahsiny) yakni hak yang
tingkatannya lebih rendah dari hak primer dan sekunder 0"asdar = "asBudi, 20023
"engenai H#" yang berkaitan dengan hak/hak &arga 8egara, #l "aududi
men!elaskan bah&a dalam ,slam hak asasi pertama dan utama &arga negara adalah+


1
1 "elindungi nya&a, harta dan martabat mereka bersama/sama
dengan !aminan bah&a hak ini tidak kami di$ampuri, ke$uali
dengan alasan/alasan yang sah dan ilegal
2 %erlindungan atas kebebasan pribadi 1ebebasan pribadi tidak bisa
dilanggar ke$uali setelah melalui proses pembuktian yang
meyakinkan se$ara hukum dan memberikan kesempatan kepada
tertuduh untuk menga!ukan pembelaan
3 1emerdekaan mengemukakan pendapat serta menganut keyakinan
masing/masing
- 'aminan pemenuhan kebutuhan pokok bagi semua &arga negara
tanpa membedakan kasta atau keyakinan Salah satu ke&a!iban
Dakat kepada umat ,slam, salah satunya untuk memenuhi
kebutuhan pokok &arga negara
1. HAM Dala# Per'ndang(Undangan Nas"nal
(alam perundang/undangan 6, paling tidak terdapat bentuk hukum tertulis yang
memuat aturan tentang H#" %ertama, dalam konstitusi 077( 8egara3 1edua, dalam
ketetapan "%6 05#% "%63 1etiga, dalam 7ndang/undang 1eempat, dalam peraturan
pelaksanaan perundang/undangan seperti peraturan pemerintah, keputusan presiden dan
peraturan pelaksanaan lainnya
1elebihan pengaturan H#" dalam konstitusi memberikan !aminan yang sangat kuat
karena perubahan dan atau penghapusan satu pasal dalam konstitusi seperti dalam
ketatanegaraan di ,ndonesia mengalami proses yang sangat berat dan pan!ang, antara lain
melalui amandemen dan referendum, sedangkan kelemahannya karena yang diatur dalam
konstitusi hanya memuat aturan yang masih global seperti ketentuan tentang H#" dalam
konstitusi 6, yang masih bersifat global Sementara itu bila pengaturan H#" dalam bentuk
7ndang/undang dan peraturan pelaksanaannya kelemahannya, pada kemungkinan seringnya
mengalami perubahan
1. Pelanggaran HAM dan )engadlan HAM
%elanggaran H#" adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk
aparat negara baik disenga!a ataupun tidak disenga!a atau kelalaian yang se$ara hukum
mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau men$abut H#" seseorang atau kelompok
orang yang di!amin oleh 7ndang/7ndang ini, dan tidak didapatkan atau dikha&atirkan tidak
akan memperoleh penyelesaian hukum yang berlaku 077 8o 2EF2000 tentang pengadilan
H#"3 Sedangkan bentuk pelanggaran H#" ringan selain dari kedua bentuk pelanggaran
H#" berat itu
1e!ahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk
menghan$urkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok
etnis dan kelompok agama 1e!ahatan genosida dilakukan dengan $ara membunuh anggota
kelompok, mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota/anggota
kelompok, men$iptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan
se$ara fisik baik seluruh atau sebagiannya, memaksakan tindakan/tindakan yang bertu!uan
men$egah kelahiran di dalam kelompok, dan memindahkan se$ara paksa anak/anak dari
kelompok tertentu ke kelompok lain 077 8o 2EF2000 tentang pengadilan H#"3
Sementara itu ke!ahatan kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan
sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bah&a serangan
tersebut tu!ukan se$ara langsung terhadap penduduk sipil berupa pembunuhan, pemusnahan,
perbudakan, pengusiran atau pemindahan penduduk se$ara paksa, perampasan kemerdekaan
atau perampasan kebebasan fisik lain se$ara se&enang/&enang yang melanggar 0asas/asas3
ketentuan pokok hukum internasional, penyiksaan, perkosaan, perbudakan seksual, pela$uran
se$ara paksa atau bentuk/bentuk kekerasan seksual lain yang setara, penganiayaan terhadap
suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras,
kebangsaan, etnis, budaya, agama, !enis kelamin atau alasan lain yang telah diakui se$ara
universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional, penghilangan orang se$ara
paksa, dan ke!ahatan apartheid
%elanggaran terhadap H#" dapat dilakukan oleh baik aparatur negara maupun bukan
aparatur negara 077 8o 2EF2000 tentang pengadilan H#"3 1arena itu penindakan terhadap
pelanggaran H#" tidak boleh hanya ditu!ukan terhadap aparatur negara, tetapi !uga
pelanggaran yang dilakukan bukan oleh aparatur negara %enindakan terhadap pelanggaran
H#" mulai dari penyelidikan, penuntutan, dan persidangan terhadap pelanggaran yang
ter!adi harus bersifat non/diskriminatif dan berkeadilan %engadilan H#" merupakan
pengadilan khusus yang berada di lingkungan pengadilan umum
1. Penagg'ng &a*a$ dala# )enegakan (res)e+t"n), )e#a&'an ()r"#"t"n),
)erlnd'ngan ()r"te+t"n) dan )e#en'han (!'l!ll) HAM.
5anggung !a&ab pema!uan, penghormatan dan perlindungan H#" tidak sa!a
dibebankan kepada negara, melainkan !uga kepada individu &arga negara #rtinya negara
dan individu sama/sama memiliki tanggung !a&ab terhadap pema!uan, penghormatan dan
perlindungan H#" 1arena itu, pelanggaran H#" sebenarnya tidak sa!a dilakukan oleh
negara kepada rakyatnya, melainkan !uga oleh rakyat kepada rakyat yang disebut dengan
pelanggaran H#" se$ara horiDontal
1. %"nt"h(%"nt"h Kas's Pelanggaran HAM

i
1 5er!adinya penganiayaan pada pra!a S5%(8 oleh seniornya
dengan dalih pembinaan yang menyebabkan meninggalnya 1lip
"untu pada tahun 2003
2 (osen yang malas masuk kelas atau malas memberikan pen!elasan
pada suatu mata kuliah kepada mahasis&a merupakan pelanggaran
H#" ringan kepada setiap mahasis&a
3 %ara pedagang yang ber!ualan di trotoar merupakan pelanggaran
H#" terhadap para pe!alan kaki, sehingga menyebabkan para
pe!alan kaki ber!alan di pinggir !alan sehingga sangat rentan ter!adi
ke$elakaan
- %ara pedagang tradisioanal yang berdagang di pinggir !alan
merupakan pelanggaran H#" ringan terhadap pengguna !alan
sehingga para pengguna !alan tidak bisa menikmati arus kendaraan
yang tertib dan lan$ar
A <rang tua yang memaksakan kehendaknya agar anaknya masuk
pada suatu !urusan tertentu dalam kuliahnya merupakan
pelanggaran H#" terhadap anak, sehingga seorang anak tidak bisa
memilih !urusan yang sesuai dengan minat dan bakatnya
BAB III
PENUTUP
1. Kes#)'lan
H#" adalah hak/hak dasar yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan kiprahnya
Setiap individu mempunyai keinginan agar H#"/nya terpenuhi, tapi satu hal yang perlu kita
ingat bah&a 'angan pernah melanggar atau menindas H#" orang lain
H#" setiap individu dibatasi oleh H#" orang lain (alam ,slam, ,slam sudah lebih
dulu memperhatikan H#" #!aran ,slam tentang ,slam dapat di!umpai dalam sumber utama
a!aran ,slam itu yaitu #l/CurBan dan Hadits yang merupakan sumber a!aran normatif, !uga
terdapat dalam praktik kehidupan umat ,slam
(alam kehidupan bernegara H#" diatur dan dilindungi oleh perundang/undangan
6,, dimana setiap bentuk pelanggaran H#" baik yang dilakukan oleh seseorang, kelompok
atau suatu instansi atau bahkan suatu 8egara akan diadili dalam pelaksanaan peradilan H#",
pengadilan H#" menempuh proses pengadilan melalui hukum a$ara peradilan H#"
sebagaimana terdapat dalam 7ndang/7ndang pengadilan H#"
1. Saran(saran
Sebagai makhluk sosial kita harus mampu mempertahankan dan memper!uangkan
H#" kita sendiri (i samping itu kita !uga harus bisa menghormati dan men!aga H#"
orang lain !angan sampai kita melakukan pelanggaran H#" (an 'angan sampai pula H#"
kita dilanggar dan din!ak/in!ak oleh orang lain
'adi dalam men!aga H#" kita harus mampu menyelaraskan dan mengimbangi antara
H#" kita dengan H#" orang lain

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->