P. 1
Www.scribd

Www.scribd

|Views: 8,059|Likes:
Published by ariespinoza

More info:

Published by: ariespinoza on Jan 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/24/2013

pdf

text

original

diatur dalam Bab VI UNCLOS ini. Yurisdiksi negara pantai di zona

ekonomi eksklusif meliputi:

(1) Pembuatan dan pemakaian pulau buatan, instalasi dan bangunan;

(2) Riset ilmiah kelautan;

(3) Perlindungan dan pelestarian lingkungan laut.

Selain itu, negara pantai juga memiliki hak untuk melakukan

penegakan hukum terhadap peraturan perundang-undangan sebagai

berikut:

(1) Menaiki, melakukan inspeksi, menahan, dan mengajukan ke

pengadilan kapal-kapal beserta awaknya;

(2) Kapal-kapal dan awaknya yang ditahan akan dibebaskan segera

setelah dilakukan pembayaran uang jaminan;

30

(3) Negara pantai dalam melakukan penahanan kapal-kapal asing

harus segera memberitahu perwakilan negara bendera kapal atas

tindakan yang diambil dan denda yang dikenakan;

(4) Dalam hal tidak terdapat suatu perjanjian internasional, negara

pantai atas pelanggaran hukum dan perundangan penangkapan

ikan dari zona ekonomi eksklusif tidak diperkenankan melakukan

hukuman penjara.

4. Implementasi Penegakan Hukum Di Wilayah Laut Indonesia

Penegakan hukum dilaut secara umum diartikan sebagai suatu

kegiatan negara atau aparatnya berdasarkan kedaulatan negara dan atau

berdasarkan ketentuan-ketentuan hukum internasional. Penegakan

hukum di laut menjamin agar supaya peraturan hukum yang berlaku di

laut baik aturan hukum nasional maupun internasional ditaati oleh setiap

orang dan atau badan hukum termasuk negara sebagai subyek hukum

sehingga dengan demikian dapat tercipta ketertiban dan kepastian hukum

diwilayah laut. Penegakan hukum di wilayah laut oleh negara atau

aparatnya pada hakekatnya adalah terselenggaranya penegakan

kedaulatan negara itu sendiri, karena kewenangan dan kemampuan

penyelenggaraan hukum pada dasarnya bersumber pada kedaulatan

negara dan merupakan pengejawantahan kedaulatan.

Kepemilikan wilayah laut yang luas dan kaya membawa

konsekuensi akan mengundang pihak asing untuk mencoba mengambil

kekayaan yang terkandung di dalamnya. Untuk menjelaskan tentang

kewenangan penegakan hukum Indonesia di wilayah lautnya menurut

perspektif hukum internasional, maka digunakan prinsip yurisdiksi teritorial

dan prinsip yurisdiksi teritorial yang diperluas. UNCLOS 1982 yang telah

diratifikasi Indonesia dengan UU RI Nomor 17 Tahun 1985 memberikan

kewenangan negara pantai untuk menegakkan hukumnya pada tiap rezim

perairan Indonesia baik di wilayah perairan yang masuk dalam

31

kedaulatannya maupun dalam wilayah dimana Indonesia mempunyai

yurisdiksi.

Menurut teori, kekuasaan negara pantai di dalam pelabuhan dan

perairan pedalamannya sangat luas, tapi pertimbangan praktis telah

membawa sebagian besar negara-negara dalam menggunakan

kekuasaannya dengan bijak terhadap kapal-kapal asing yang melintas di

pelabuhannya. Jadi, suatu praktek telah di bangun sebagai satu

penghormatan pelaksanaaan yurisdiksi atas peristiwa-peristiwa yang

terjadi di atas kapal asing ketika berlabuh di pelabuhannya.

Untuk mengetahui kewenangan Indonesia sebagai negara pantai

dalam menegakkan hukumnya di wilayah laut di bawah kedaulatannya,

maka penting untuk diketahui mengenai yurisdiksi yang

merepresentasikan hak dan kewenangan negara tersebut atas penerapan

hukum nasionalnya. Penegakan hukum di wilayah laut Indonesia

menggunakan yurisdiski yang berasaskan teritorial. Asas teritorial

menetapkan bahwa yurisdiksi negara berlaku bagi orang, perbuatan, dan

benda yang ada di wilayahnya. Berlakunya yurisdiksi teritorial berdasarkan

kedaulatan negara yang bersangkutan atas wilayahnya.Yuridiksi teritorial

juga diartikan sebagai kekuasaan negara secara geografis yang

menggambarkan bagian permukaan bumi dan ruang angkasa di atasnya

serta tanah di bawahnya yang merupakan kedaulatan atas wilayahnya

baik meliputi orang maupun benda di dalamnya.

Prinsip yurisdiksi teritorial digunakan untuk menentukan

kewenangan negara pantai sebagai existing powers untuk menanggulangi

tindak pidana yang terjadi di wilayah lautnya. Penerapan yurisdiksi

teritorial dalam upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana yang

terjadi di Indonesia memberikan pemahaman bahwa prinsip ini

menganggap hukum pidana Indonesia berlaku dalam wilayah Republik

Indonesia bagi siapapun yang melakukan tindak pidana.

32

Selain darat, wilayah negara juga meliputi wilayah laut dan udara

yang diatur oleh hukum internasional. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 2

KUHP yang menyatakan bahwa:47

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->